Anda di halaman 1dari 9

IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

ANALISIS KUALITATIF RHODAMIN B METODE


KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

Dina Sofa Istifada (260110150045)


dinasofaistifada.ds@gmail.com

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Abstrak

Rhodamin B adalah zat warna sintetis berbentuk serbuk kristal, tidak berbau, berwarna merah
keunguan, dalam bentuk larutan berwarna merah terang berpendar (berfluoresensi).
Rhodamin B merupakan bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaanya. Rhodamin B
banyak disalahgunakan sebagai pewarna makanan seperti pada terasi, kerupuk, sambal, dan
lain- lain. Bahaya yang dapat ditimbulkan diantaranya iritasi pada saluran pernapasan dan
merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) serta dalam konsentrasi yang tinggi
dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Analisis kualitatif rhodamin B pada sampel
makanan dilakukan dengan metode KLT menggunakan fase diam plat silika dan fase gerak n-
butanol: etil asetat :amonia. Percobaan ini menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya
kandungan Rhodamin B pada sampel, dibuktikan nilai Rf sampel yaitu 0,308, tidak sama
dengan nilai Rf baku Rhodamin yaitu 0,68 untuk nilai Rf baku rhodamin.
Kata Kunci : Rhodamin, Sentrifugasi, Kualitatif, KLT

QUALITATIVE ANALYSIS OF RHODAMIN B WITH THIN LAYER


CHROMATOGRAPHY METHOD

Abstract

Rhodamine B is a synthetic pigment in the form of a crystalline powder, odorless, purplish-


red, in the form of a fluorescent bright red solution (fluorescence). Rhodamin B is a food
additive that is prohibited its use. The risk of consume Rhodamine are irritation of the
respiratory tract and carcinogenic (can cause cancer), in high concentration can cause
damage to the liver. The qualitative analysis of rhodamine B in samples was performed by
TLC method using silica plate as a stationary phase and mobile phase are n-butanol: ethyl
acetate: ammonia. This experiment showed a negative result, because the Rf value of the
sample is 0.308 and 0.68 for the Rf standard of rhodamine.
Keyword : Rhodamine, Sentrifuge, Qualitative, TLC

1
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

PENDAHULUAN dengan tampilan yang menarik dan warna-

Rhodamin B merupakan pewarna warni (Mautinho et al, 2007).

yang dipakai untuk industri cat, tekstil dan Zat pewarna adalah bahan tambahan

kertas. Rodamin B merupakan zat warna makanan yang dapat memperbaiki atau

sintetis berbentuk serbuk kristal, tidak memberi warna pada makanan.

berbau, berwarna merah keunguan, dalam Penambahan pewarna pada makanan

bentuk larutan berwarna merah terang dimaksud untuk memperbaiki warna

berpendar (berfluoresensi). Zat warna ini makanan yang berubah atau memucat

dapat menyebabkan iritasi pada saluran selama proses pengolahan atau memberi

pernapasan dan merupakan zat warna pada makanan yang tidak berwarna

karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) agar kelihatan lebih menarik (Mamoto,

serta Rhodamin dalam konsentrasi tinggi 2013).

dapat menyebabkan kerusakan pada hati Rhodamin B termasuk jenis pewarna

(Mamoto, 2013). sintetik berbahaya yang dilarang

Rumus molekul dari rhodamin B digunakan pada proses produksi makanan

adalah C28H31N2O3Cl dengan berat dan minuman. Hal tersebut diatur dalam

molekul sebesar 479 g/mol, sangat larut Peraturan Menteri Kesehatan Republik

dalam air yang akan menghasilkan warna Indonesia No.1168 / MENKES / PER / X /

merah kebiru - biruan dan berfluorensi 1999 (Depkes RI., 1999), dan Peraturan

kuat (Botsoglou, 2001). Pemerintah RI No. 28 tahun 2004. Namun


demikian, masih sering dijumpai adanya
Rhodamin B pada makanan yang berwarna
merah, seperti pada jajanan kue berwarna
merah muda di kota Manado (Yamlean
dkk., 2009); pada kerupuk pati yang dijual
di Jakarta (Sumarlin, 2008); dan beberapa

Secara luas aditif pangan yang sering jenis makanan lain seperti cendol, kolang-

digunakan adalah preservative (pengawet) kaling, gulali, saus tomat, cabai giling dan

dan pewarna (dye). Zat-zat aditif ini minuman sirup (Cahyadi, 2009).

digunakan untuk mempertinggi nilai Berdasarkan suatu penelitian terhadap

pangan. Oleh karena itu produsen pun rhodamin B yang dilakukan pada mencit,

berlomba menawarkan aneka produknya diketahui bahwa rhodamin B


menyebabkan terjadinya perubahan sel hati

2
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

dari normal menjadi nekrosis dan jaringan Sampel yang sudah dipekatkan ditotolkan
di sekitarnya mengalami disintegrasi. pada plat silika dengan pipa kapiler (jarak
Kerusakan pada jaringan hati ditandai 1 cm dari bawah plat dan 1,25 cm jarak
dengan adanya piknotik (sel yang antar noda). Biarkan beberapa saat,
melakukan pinositosis) dan hiperkromatik kemudian plat silika dimasukkan ke dalam
dari nukleus, degenerasi lemak dan chamber yang sudah dijenuhkan dengan
sitolisis dari sitoplasma (Pohanish, 2008). fase gerak n-butanol : etil asetat : amonia
(10:4:5). Dibiarkan hingga terelusi
METODE PENELITIAN sempurna, lalu diangkat dan dikeringkan.
Alat Lalu, diamati dan dihitung nilai rf-nya.
Alat yang digunakan yaitu beaker glass,
chamber, gelas ukur, neraca analitik, HASIL PENGAMATAN
penangas air, pipet tetes, plat silika, Kelompok 1
sentrifugator, tabung sentrifugasi.
Nilai Rf Gambar
Baku Sampel
Bahan
Rhodamin
Bahan yang digunakan antara lain
B
ammonia, etanol 70%, etil asetat, n-
0,68 0,21
butanol, rhodamin B, sampel uji.

Preparasi Sampel
Penyiapan sampel dilakukan dengan
Kelompok 2
metode sentrifugasi yaitu ditimbang
sampel sebanyak 5 gr. Lalu, sampel Nilai Rf Gambar
dilarutkan dalam 10 ml etanol 70% dan Baku Sampel
diekstraksi dengan disentrifugasi selama 5 Rhodamin
menit (kecepatan 5000 rpm). Selanjutnya B
diambil supernatan yang terbentuk dan 0,733 0,167
dipekatkan di atas penangas air.

Identifikasi Kualitatif Rhodamin B


Metode KLT

3
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

Kelompok 3 Kelompok 6

Nilai Rf Gambar Nilai Rf Gambar


Baku Sampel Baku Sampel
Rhodamin Rhodamin
B B
0,648 0,928

Kelompok 4

Nilai Rf Gambar PEMBAHASAN


Baku Sampel Praktikum kali ini bertujuan untuk
Rhodamin menentukan kandungan senyawa rhodamin
B dalam sampel secara kualitatif. Rhodamin
0,71 0,957 B adalah zat warna sintetis berbentuk
serbuk kristal, tidak berbau, berwarna
merah keunguan, dalam bentuk larutan
berwarna merah terang berpendar
(berfluoresensi). Rhodamin B merupakan
bahan tambahan pangan yang dilarang
Kelompok 5 penggunaanya, namun saat ini banyak
disalahgunakan sebagai bahan pewarna
Nilai Rf Gambar
makanan, seperti pewarna krupuk, saos,
Baku Sampel
terasi dan arum manis.
Rhodamin
Sampel yang digunakan adalah saos
B
sambal salah satu merk yang ada di
- 0,333
supermarket. Analisis Rhodamin B dalam
saos ini dilakukan karena rhodamin B dalam
makanan terutama saos perlu diawasi
keberadaanya sebab Rhodamin B merupakan
pewarna sintesis yang biasa digunakan pada
industri tekstil sehingga penggunaan

4
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

rhodamin B dalam suatu sediaan (makanan objek berotasi di dalam tabung atau
maupun minuman) dilarang karena dapat silinder yang berisi campuran cairan dan
menimbulkan dampak yang tidak diharapkan partikel, maka campuran tersebut dapat
bagi kesehatan seperti gangguan fungsi bergerak menuju pusat rotasi gaya tersebut
ginjal, hati dan kanker. adalah gaya sentrifugasi. Gaya inilah yang
Warna dari suatu produk makanan menyebabkan partikel-partikel menuju
ataupun minuman dalam salah satu ciri yang dinding tabung dan terakumulasi
sangat penting. Warna merupakan kriteria
membentuk endapan. Sentrifugasi
dasar untuk menentukan kualitas makanan,
memisahkan substansi berdasarkan berat
antara lain warna juga dapat memberi
jenis molekul sehingga substansi yang
petunjuk mengenai perubahan kimia dalam
lebih berat akan berada di dasar,
makanan.
sedangkan substansi yang lebih ringan
Dalam praktikum kali ini, prosedur
akan terletak di atas. Langkah selanjutnya
yang dilakukan yaitu preparasi sampel.
yaitu diambil supernatan yang terbentuk
Penyiapan sampel dilakukan dengan
dan dipekatkan di atas penangas air.
metode sentrifugasi yaitu ditimbang
Setelah preparasi sampel, berikutnya yaitu
sampel sebanyak 5 gr. Kemudian, sampel
identifikasi secara kualitatif menggunakan
dilarutkan dalam 10 ml etanol 70%.
metode KLT.
Tujuan penambahan etanol 70% yaitu
Analisis kualitatif yang dilakukan
untuk memudahkan proses pelarutan
untuk pengujian rhodamin B adalah uji
sampel saos yang tergolong zat yang
KLT. Kromatografi dilakukan karena
mudah larut dalam etanol. Selanjutnya
pengujian menggunakan metode ini mudah
sampel diekstraksi dengan disentrifugasi
dilakukan dan murah. Prinsip pengujian
selama 5 menit (kecepatan 5000 rpm).
menggunakan KLT adalah pemisahan
Sentrifugasi merupakan salah satu teknik
senyawa dalam campuran berdasarkan
yang dapat dipergunakan untuk
perbedaan kepolaran zat. Zat yang
memisahkan campuran. Teknik
memiliki kepolaran yang mirip dengan
sentrifugasi, yaitu metode yang digunakan
fase diam akan terjerat lebih lama di fase
dalam untuk mempercepat proses
diam, artinya zat tersebut dan semakin
pengendapan dengan memberikan gaya
sulit untuk dielusi oleh fase gerak sehingga
sentrifugasi pada partikel-partikelnya.
kecepatan terelusi akan lebih lambat dari
Pemisahan sentrifugal menggunakan
pada zat memiliki kepolaran yang berbeda
prinsip dimana objek diputar secara
dengan fase diam. Rhodamin memiliki
horizontal pada jarak tertentu. Apabila

5
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

kelarutan yang tinggi dalam pelarut yang polar, etil asetat semi polar , dan ammonia
memiliki kepolaran tinggi seperti air, non polar.
etanol sehingga dapat disimpulkan bahwa Sebelumnya, dilakukan proses
rhodamin bersifat polar. penjenuhan chamber dengan fase gerak
Kromatografi lapis tipis merupakan yang terdiri dari pelarut campuran
salah satu analisis kualitatif dari suatu berdasarkan perbedaan kepolaran hingga
sampel yang ingin di deteksi dengan jenuh. Untuk mengetahui apakah fase
memisahkan komponen-komponen sampel gerak dalam chamber sudah jenuh atau
berdasarkan perbedaan kepolaran. belum dapat ditentukan dengan cara
Kromatografi lapis tipis adalah metode mencelupkan kertas saring ke dalam
pemisahan fisika-kimia dengan fase gerak chamber. Tanda bahwa suasana
(larutan pengembang yang cocok), dan dalam chamber telah jenuh adalah kertas
fase diam (bahan berbutir) yang diletakkan saring yang berada dalam chamber telah
pada penyangga berupa plat gelas atau menjadi basah secara keseluruhan. Tujuan
lapisan yang cocok. Pemisahan terjadi penjenuhan chamber ini adalah untuk
selama perambatan kapiler menjadikan eluen memenuhi chamber dan
(pengembangan) lalu hasil pengembangan fungsinya sebagai fase gerak dalam
di deteksi. Zat yang memiliki kepolaran kromatografi berjalan dengan baik. Jika
yang sama dengan fase diam akan eluen tidak memenuhi chamber, maka
cenderung tertahan dan nilai Rf-nya paling distribusi dari fase diam tidak akan dapat
kecil. Prinsip Kromatografi lapis tipis berjalan sehingga kromatografi gagal dan
adalah memisahkan komponen-komponen hasil yang diperoleh tidak teliti. Dalam
atas dasar perbedaan adsorpsi atau partisi kromatografi bertujuan untuk menentukan
oleh fase diam di bawah gerakan pelarut apakah terdapat suatu senyawa dalam
pengembang. sampel dengan ditandai adanya
Pada identifikasi Rhodamin dalam bercak/noda yang menunjukkan suatu
sampel makanan menggunakan KLT , fase senyawa. Tiap senyawa memiliki distribusi
gerak yang digunakan adalah pelarut yang berbeda-beda dalam suatu fase gerak.
campuran yaitu n-butanol: etil asetat : Hasil yang didapatkan dari
ammonia dengan perbandingan 10:4:5 . praktikum yaitu membuktikan bahwa
Penggunaan fase gerak dengan pelarut sampel saos kelompok 1 yang diuji tidak
campuran ini didasarkan atas dasar tingkat mengandung senyawa rhodamin B (negatif
kepolaran dimana n-butanol memiliki sifat rhodamin B). Hal ini dapat dilihat dari

6
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

hasil nilai Rf yang didapatkan dari sampel diperbilehkan diantarana amaranth,


dan dibandingkan dengan nilai Rf baku tartrazine, carmoisine, erythrosium, fast
rhodaminnya. Rf baku yang didapatkan green FCF, indigocarmine. Sedangkan zat
yaitu sebesar 0,68 cm sedangakan Rf pewarna yang termasuk dalam zat pewarna
sampel sebesar 0,308 cm. alami adalah ekstrak pigmen alami dari
Pada hasil uji sampel kelompok 2 tumbuh-tumbuhan dan zat pewarna
didapatkan hasil yang negatif dengan nilai mineral, walaupun ada juga beberapa zat
Rf baku rhodamin B sebesar 0,733 dan pewarna seperti -karoten. Contoh
nilai Rf sampel sebesar 0,167. Hasil uji pewarna dari bahan alam yang
sampel kelompok 3 menunjukkan nilai Rf diperbolehkan untuk ditambahkan di
sampel yang lebih tinggi daripada nilai Rf makanan yaitu klorofil, karamel, karoten,
baku rhodamin B-nya yaitu sebesar 0,928 alkanat, besi oksida, kurkumin.
(sampel) dan 0,648 (baku). Pada uji
sampel kelompok 4 didapatkan hasil yang KESIMPULAN
negatif dengan nilai Rf sampel 0,957 Didapatkan hasil negatif (tidak
sedangkan nilai Rf baku rhodamin B mengandung rhodamin B) pada sampel
sebesar 0,71. Sedangkan pada hasil uji kelompok 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan
sampel kelompok 5 didapatkan nilai Rf metode kromatografi lapis tipis (KLT).
sampel sebesar 0,333, tetapi tidak
didapatkan nilai Rf baku rhodamin B. Hal DAFTAR PUSTAKA
ini dapat terjadi akibat human error atau Botsoglou, N.A. 2001. Drug Residues in
kesalahan saat preparasi bahannya. Hasil Foods pharmacology, Food Safety,
uji sampel yang terakhir yaitu sampel and Analysis. New York: Marcel
kelompok 6 yang tidak didapatkan nilai Rf Dekker, Inc.
sampel maupun nilai Rf baku rhodamin B-
Cahyadi, W. 2009. Analisis & Aspek
nya
Kesehatan Bahan Tambahan
Pada bahan baku makanan,
Pangan. Jakarta: Bumi Aksara.
diperbolehkan adanya tambahan pewarna
yang dianjurkan sesuai dengan aturan yang Mamoto, L. V. dan Citraningtyas, F. G.
sudah diterapkan. Salah satu bahan 2013. Analisis Rhodamin B pada
pewarna yang diperbolehkan pada bahan Lipstik yang Beredar di Pasar Kota
makanan yaitu jenis pewarna sintetis dan Manado. Pharmacon, Vol. 02 (2) :
pewarna alami. Zat pewarna sintetis yang 61-66.

7
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

Moutinho, ILD., Bertges, LC. and Assis, Journal Ilmiah & Sains, Vol. 11 (2):
RVC. 2007. Prolonged use of the 289-295.
food dye tartrazine (FD&C yellow
No 5) and its effects on the gastric
mucosa of Wistar rats. Braz. Journal
Biol., 67(1): 141-145.

Pohanish R. 2008. Sittigs Handbook Of


Toxic And Hazardous Chemicals
And Carcinogens. USA: Elsevier.

Sumarlin, L.O. 2008. Identifikasi Pewarna


Sintetis Pada Produk Pangan Yang
Beredar di Jakarta dan Ciputat.
Jakarta: Program Studi Kimia FST
UIN Syarif Hidayatullah.

Yamlean, P.V.Y. 2011. Identifikasi dan


Penetapan Kadar Rhodamin B Pada
Jajan kue Berwarna Merah Muda
ynag beredar di Kota Manado.

8
IJPST Analisis Makanan dan Kontaminan, 8 November 2017

LAMPIRAN
Perhitungan Rf
Rf baku = 0,68 cm
Rf sampel = = 0,21 cm

Rf = = 0,308 cm