Anda di halaman 1dari 2

TATALAKSANA DERMATOFITOSIS (B35)

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD PUSKESMAS HUSEN,SKM.,M.Kes


ONEMBUTE NIP. 19660619 198711 1 001

1. Pengertian Tatalaksana dermatofitosis adalah penanganan dari infeksi jamur dermatofita


yang memiliki sifat mencernakan keratin di jaringan yang mengandung zat
tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku.
2. Tujuan Menetapkan langkah-langkah tatalaksana dermatofitosis di UPTD Puskesmas
Onembute
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Onembute nomor :
440/ /PUSK-ONB/ SK/ /
4. Referensi
5. Prosedur 1. Petugas melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan nama,umur,
alamat pasien (minimal dua data) dan mencocokan dengan data rekam
medis
2. Petugas melakukan anamnesa :
Petugas menanyakan keluhan berupa bercak merah bersisik yang gatal.
Petugas menanyakan sejak kapan keluhan tersebut dirasakan, predileksi,
kebiasaan dan pola hidup pasien seperti kebersihan diri dan kebersihan
lingkungan, serta penyakit lain yang menyertai seperti obesitas.
Petugas menanyakan riwayat penyakit dahulu termasuk riwayat diabetes
melitus jika ada
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa tanda-tanda vital
dan menemukan lesi berbentuk infiltrat eritematosa, berbatas tegas, dengan
bagian tepi yang lebih aktif daripada bagian tengah.
4. Petugas mendiagnosa pasien dengan dermatofitosis
5. Petugas menyusun rencana layanan medis berupa rawat jalan
6. Petugasmemberikan rujukan pemeriksaan penunjang/rujukan internal ke unit
lain jika perlu/sesuai indikasi
7. Petugas menuliskan resep obat, diantaranya :
Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu dengan:
antifungal topikal seperti krim klotrimazol, mikonazol, atau terbinafin
yang diberikan hingga lesi hilang dan dilanjutkan 1-2 minggu
kemudian untuk mencegah rekurensi.
Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi topikal,
dilakukan pengobatan sistemik dengan:
a. Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g per hari untuk
orang dewasa dan 0,25 0,5 g per hari untuk anak-anak atau 10-25
mg/kgBB/hari, terbagi dalam 2 dosis.
b. Golongan azol, seperti Ketokonazol: 200 mg/hari;
8. Petugas memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga juga untuk
menjaga higiene tubuh, namun penyakit ini bukan merupakan penyakit yang
berbahaya.
9. Secara berkesinambungan, Petugas mencatat tanggal pemeriksaan,
anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosa / kode ICD 10, rencana layanan
medis, pengobatan dan edukasi pasien
10. Petugas mencegah terjadinya pengulangan yang tidak perlu dengan
memeriksa kembali catatan pelayanan yang telah diberikan
11. Petugas memberi paraf dan nama jelas di rekam medis

6. Unit Terkait

7. Rekaman historis
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan