Anda di halaman 1dari 3

1. A.

jelaskan tentang kualitas dalam dunia konstruksi


B. Jelaskan tentang manajemen konstruksi sebagai system======
C. Jelaskan fungsi organisasi dalam proyek konstruksi, dilengkapi dengan bagan hubungan antar pokok
masalahnya
D. Apa yang dimaksud dengan studi kelayakan proyek====
E. Jelaskan secara singkat mengenai hal-hal yang harus dijelaskan dalam studi kelayakan proyek
F. Jelaskan secara singkat tentang perencanaan biaya proyek
G. Jelaskan lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan dalam sebuah proyek jembatan atau bendungan
mulai tahap ide, perencanaan, pelaksanaan, operasional hingga terminasi proyek
Jawab
A. Kualitas dalam dunia konstruksi adalah kegiatan penyediaan dan pendaya gunaan barang dan jasa
yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan
pengelolaan proyek yang bertujuan memperoleh dan menggunakan barang/jasa yang dibutuhkan
dalam jumlah, kulitas, harga, waktu dan tekmpat yang tepat secara efektif dan efisien.
B. Manajemen Konstruksi sebagai system adalah suatu proses penerapan sebagai fungsi-fungsi
manajemen ( perencanaan,pelaksaaan dan penerapan ) secara sistematis dalam suatu proyekdengan
menggunakan sumber daya secara efektif dan efisiensi agar tercapai tujuan proyek secara optimal
C. Fungsi organisasi yaitu sebagai alat pembagi tugas antara masing-masing yang terlibat dalam
kegiatan, sebagai koordinasi masing-masing unit kegiatan agar dapat berjalan dengan lancer, sebagai
alat penempatan tenaga ahli sesuai dengan spesialisasi, sebagai alat pengawasan pimpinan terhadap
bawahan dapat dilakukan dengan mudah.
Sistem hubungan kerja pelaksana proyek dapat dijelaskan sebagai berikut:
Antara Pemilik Proyek dengan Konsultan Pengawas
Antara Pemilik Proyek dengan Kontraktor Pelaksana
Antara Pemilik Proyek dengan Konsultan Perencana
Antara Konsultan Pengawas dan Kontraktor Pelaksana
D. Studi kelayakan Proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan
proyek investasi)dapat dilaksanakan dengan berhasil.
E. hal-hal yang harus dijelaskan dalam studi kelayakan proyek

F. Perencanaan biaya untuk suatu proyek adalah prakiraan keuangan yang


merupakan dasar untuk pengendalian biaya proyek serta aliran kas proyek tersebut.
G. Urutan pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan
Tahapan Perencanaan Jembatan
Di bawah ini tahap-tahap dalam perencanaan sebuah jembatan, antara lain :
Tahap 1. Survei dan Investigasi
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan survei dan investigasi perencanaan jembatan yakni tata guna
lahan, lalulintas, topografi, hidrologi, kriteria tanah, geologi, bahan, dan tenaga kerja. Hasil penyelidikan ini
lantas dipakai sebagai acuan dalam merencanakan rancangan teknis jembatan. Di antaranya meliputi :
Kondisi tata guna baik yang berada di jalan pendukung maupun lokasi pembuatan jembatan
Ketersediaan anggaran yang mencukupi untuk pengadaan material dan kebutuhan sumber daya manusia
Penyesuaian kelas jembatan terhadap situasi jalan dan tingkat kepadatan lalulintas
Penyesuaian konstruksi jembatan terhadap topografi, kriteria tanah, geologi, hidrologi, dan perilaku
sungai
Tahap 2. Analisis Data
Data yang sudah diperoleh dari survei dan investigasi selanjutnya dianalisa sedemikian rupa sebelum proses
pembuatan rancangan teknis jembatan dilaksanakan. Beberapa hal yang harus diperhatikan pada tahap ini di
antaranya :
Analisa data lalulintas untuk menentukan kelas jembatan yang sesuai dengan beban lalulintas dan lebar
jembatan
Analisa data hidrologi untuk mengetahui kapasitas debit banjir rancangan, potensi gerusan sungai, dan
kecepatan aliran air
Analisa data tanah untuk mengetahui parameter tanah dasar yang menentukan pemilihan jenis pondasi
Analisa geometri untuk menentukan elevasi jembatan serta mempengaruhi alinemen vertikal dan
panjang jalan pendekat
Tahap 3 : Pemilihan Lokasi
Pada dasarnya, lokasi yang paling tepat untuk dibangun jembatan adalah tempat yang memungkinkan jembatan
tersebut dibuat tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui. Di samping itu, lokasi pembangunan juga
sebaiknya dapat mendukung jembatan yang praktis, pendek, dan mudah diakses. Poin-poin yang juga wajib
dicatat dalam memilih lokasi pembuatan jembatan yaitu :
Lokasi harus direncanakan dengan efektif dan efisien sehingga pembuatan jembatan tidak memerlukan
lahan yang terlalu luas
Lokasi sebaiknya terletak di posisi yang strategis, tidak terlalu banyak mengenai rumah penduduk, dan
usahakan mengikuti pola as jalan existing yang tersedia
Lokasi harus memenuhi faktor ekonomi dan faktor keamanan
Tahap 4. Bahan Material
Pemilihan material bahan bangunan yang digunakan untuk membangun jembatan harus memenuhi unsur-unsur
sebagai berikut :
1. Biaya konstruksi
2. Biaya perawatan
3. Ketersediaan material
4. Fleksibilitas
5. Kemudahan pengerjaan

Measurement ---- Evaluation ------ Control Action

Resources Tracking
Managing
(sumber Cost
Personnel
daya) Product
Material Go
Capital quality
Operations al
Material
labor
- Measurement (pengukuran) adalah proses dan produk yang dihasilkan yaitu mengindikasikan kualitas
produk, menaksir produktifitas orang2nya, menaksir keuntungan (produktifitas dan kualitas)
- Evaluasi Proyek, juga dikenal sebagai studi kelayakan proyek (atau studi kelayakan bisnis pada proyek
bisnis), merupakan pengkajian suatu usulan proyek (atau bisnis), apakah dapat dilaksanakan (go project)
atau tidak (no go project), dengan berdasarkan berbagai aspek kajian. Tujuannya adalah untuk
mengetahui apakah suatu proyek dapat dilaksanakan dengan berhasil, sehingga dapat menghindari
keterlanjuran investasi modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.
- Kontrol tindakan (action control) adalah bentuk yang paling langsung dari pengendalian
manajemen karena mereka melibatkan mengambil langkah-langkahuntuk memastikan bahwa karyawan
bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik organisasi dengan membuat tindakan mereka sendiri fokus kontrol.

Maksud dari skema tersebut yaitu resources (sumber daya) yg dimana proyek memerlukan modal (capital),
bahan (material) dan tenaga kerja (labor) untuk menunjang proyek tersebut. SDM yaitu menempatkan
orang2 dalam suatu proyek sehingga orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan
efisien.
Kemudian managing yang melingkup : personel adalah aktor yang mengisi pembangunan perangkat lunak
dengan adanya personel atau orang-orang yang berperan didalamnya itu baik atau mempunyai kemampuan/skil
bagus, maka produk yang dihasilakan, proses yang berjalan, dan proyek yang dikerjakan akan baik/bagus juga.
Time Schedule (skedul) Proyek adalah Rencana Waktu yang telah ditetapkan dalam Pelaksanaan
Pekerjaan Proyek, meliputi semua Item Pekerjaan yang ada. operation adalah sebuah fungsi pekerjaan yang
terdapat dalam sebuah proyek dimana telah di tetapkan sebelumnya seperti akuntansi , sales maupun
programming.
Setelah itu, tracking yaitu mengerjakan proyek dengan cepat secara tumpang tindih, sehingga
diperlukan cost (biaya) diperlukan sangat banyak agar proyek cepat terselesaikan. Product diperlukan dengan
Quality (kualitas) yang bagus, kuat, tahan lama agar suatu bangunan proyek dapat berdiri dengan kokoh dan
tahan lama. Sehingga tracking ini memerlukan modal, bahan dan tenaga kerja yang lebih dari.
Kesimpulannya : apabila resources, managing dan tracking berjalan dengan lancer maka tujuan (goal) suatu
proyek tersebut terpenuhi dan berhasil.

Anda mungkin juga menyukai