Anda di halaman 1dari 5

BIODATA TAARUF

foto

Nama :
Tempat/Tanggal Lahir :
Agama :
Jenis Kelamin :
Suku :
Pekerjaan :
Berat Badan :
Tinggi Badan :
Golongan Darah :
Ciri-ciri rambut :
Pendidikan :
Kewarganegaraan :
Status Perkawinan :
Anak ke- :
Alamat :

Telepon :
Alamat Email :

PENDIDIKAN FORMAL
2011 2015 :
2008 2011 :
2005 2008 :
1999 2005 :
PENDIDIKAN NON FORMAL
2006 :
2013 :
2017 :

PENGALAMAN ORGANISASI
2013 2014 :

PENGALAMAN KERJA
Oktober 2015 Oktober 2016 :
November 2016 s.d Sekarang :

TENTANG SAYA
Bismillahirrahmanirrahim...
Lebih jauh tentang saya...
Makanan Favorit :
Minuman Favorit :
Hal yang disuka :
Hal yang tidak disukai :
Karakter positif (+) :
Karakter negatif (-) :
Riwayat penyakit :

KELUARGA SAYA

Ayah :
TTL :
Pekerjaan :
Ibu :
TTL :
Pekerjaan :
Kakak 1 :
TTL :
Pekerjaan :
Kakak 2 :
TTL :
Pekerjaan :
Kakak 3 :
TTL :
Pekerjaan :
SEPUTAR ORANG TUA DAN KELUARGA

Orang tua saya tipe orang tua yang tidak mengekang anak-anaknya, beliau
membiarkan anaknya berkembang asalkan positif, tidak keluar dari koridor agama dan
bisa mempertanggungjawabkan. Keluarga saya cukup bisa dibilang keluarga besar,
Almarhum Ayah saya anak Keempat dari 9 bersaudara dan Ibu adalah anak pertama dari 9
bersaudara juga. Dan semua keluarga besar ayah dan ibu bertempat tinggal di Desa
Empelu Kab. Ma. Bungo. Saya adalah cucu kesekian dari keluarga ayah dan cucu ke 9 dari
keluarga ibu.

VISI DAN MISI PERNIKAHAN

Visi : Menyempurnakan separuh agama, membentuk keluarga


yang berpegang pada Al-Quran dan hadist, berjuang
bersama meraih surga, menjalin rumah tangga yang bisa
menebarkan kebaikan kepada keluarga besar dan
lingkungan sekitar.
Misi : Membina keluarga dengan sama-sama berperilaku jujur,
menghadapi permasalahan rumah tangga dengan diskusi
baik-baik tanpa emosi, menjalin silahturahmi yang baik
antara dua keluarga terlebih kepada kedua orang tua dan
mertua, menjaga hubungan dengan para tetangga,
mendidik anak2 menjadi anak yang sholeh dan sholeha
dengan menunjukkan sikap sebagai orang tua yang sholeh
dan sholeha.

KRITERIA CALON SUAMI

Kriteria non fisik : Berpegang teguh pada Al-Quran dan hadist dalam
menjalankan kehidupan, bisa menjadi imam pada saat
sholat, bisa mengaji, berkeinginan terus meningkatkan iman
dan membimbing istri untuk terus meningkatkan iman,
berakhlaq baik, tidak egois (mau mendengar pendapat istri),
Humoris, sabar dan supel.
Kriteria fisik : Lebih tinggi dari saya, perbedaan usia lebih tua antara 1 5
tahun, menyejukan dipandang, sudah berpenghasilan tetap.
RENCANA SAYA PASCA PERNIKAHAN

Keturunan : Minimal 2
Pekerjaan : (penjelasan ttg inginnya bekerja atau tidak setelah menikah)
Tempat tinggal : (penjelasan ttg inginnya tinggal dmn jika sudah menikah)

Saya adalah wanita biasa yang baru berhijrah dan berusaha untuk terus memperbaiki
diri, saya berasal dari keluarga sederhana dan kesederhanaan itu yang membuat saya
belajar banyak hal, tentang kesabaran, keikhlasan, kedewasaan, saling menyayangi dan
masih banyak lagi. Dan pastinya pelajaran pelajaran seperti itu akan tetap saya temui
ketika berumah tangga nanti sehingga saya mencari sosok pendamping hidup yang sama-
sama mau belajar untuk menjadi lebih baik. Saya harap pendamping hidup saya dapat
menerima saya beserta keluarga besar saya. Saya adalah yang masih terus berjuang untuk
bisa mendirikan sholat tepat waktu. Saya bukan hafizah, tapi saya masih berjuang untuk
bisa terus menambah hafalan Quran. Hafalan saya tidak banyak melainkan hanya surat-
surat pendek di akhir jus 30 saja, Saya harap dapat menemukan pendamping hidup yang
bisa menjadi imam bagi saya dan bersedia belajar Al-Quran sama-sama.

Kelak ingin mempunyai keturunan yang sama-sama kita didik dengan kesabaran
sehingga anak kita tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholeha yang bisa menjadi
penyejuk didalam rumah tangga kita. Karena melihat kondisi di sekitar lingkungan
sekarang saya sangat takut jika nanti anak-anak tumbuh menjadi anak pembangkang
kepada orang tua dan juga dalam melaksanakan kewajiban kepada Allah, oleh karenanya
kita harus hati-hati dalam mendidik anak, penuh dengan kasih sayang dan perhatian.
Bukan berarti memanjakan dengan berlebihan tetapi memberi pemahaman yang benar
atau bekal agama yang cukup.

Saya menyadari jika sudah menikah nanti suami tetap akan menjadi hak ibunya, oleh
karena itu Insya Allah saya tidak akan keberatan jika suami nanti tetap mengabdi,
memperhatikan, dan membantu ibu mertua. Insya Allah saya akan memberi dukungan
untuk hal itu. Saya menyadari itu sudah menjadi kewajiban istri. Selain itu, saya juga
mohon pengertian dari suami jika nanti secara finansial rumah tangga mencukupi saya
meminta keridhoan suami agar mengizinkan saya untuk membantu ibu saya baik dari
penghasilan saya sendiri atau pun bila suami mengizinkan dari penghasilannya. Hal ini
bukan paksaan melainkan jika kita mampu secara finansial. Karena bagaimanapun juga
saya adalah anak bungsu yang begitu dekat dengan ibu saya karena hampir 3 tahun ini
saya hanya tinggal berdua dengan ibu saya dan saya ingin membahagiakan beliau yang
sudah bersusah payah membesarkan saya sedari kecil.