Anda di halaman 1dari 5

BAB 2

TINJAUAN LAHAN

2.1 Gambaran Umum Rumah Sakit Dan Ruang Praktek


2.1.1 Sejarah Singkat
Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Dr. H. Moch Ansari Saleh Sebelum rumah sakit
menempati bangunan baru di jalan Brigjen H.Hasan Basry Banjarmasin, maka rumah
sakit ini terlebih dahulu menempati di jalan Letjen R.Soeprapto no. 41 Banjarmasin.
Rumah sakit Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin yang merupakan peninggalan
pemerintah Belanda yang pernah menjajah negri ini selama 3,5 abad dan perkirakan
dibangun sekitar tahun 1926 diatas tanah seluas 7,4 65 m2 yang mula-mula hanya
digunakan sebagai rumah sakit umum, waktu itu penduduk kurang lebih 50.000
orang.
Kemudian setelah pecah perang dunia II sewaktu pengambilan alihan kekuasaan
dari pemerintah Belanda kepala pemerintah Jepang. Rumah sakit ini oleh pemerintah
Jepang di bubarkan dan para pasien mental dipulangkan ke keluarga masing masing
dan sebagian dipindahkan ke Rumah Sakit Kota Baru (Pulau Laut) Kalimantan
Selatan. Begitu pula Rumah Sakit Umum Daerah Ulin, sedang gedung lama tesrebut
tentara Jepang dipergunakan sebagai mess pertahanan dan segala macam kegiatan
militernya di daerah ini setelah perang dunia II, maka gedung tersebut dijadikan
perawatan orang sakit jiwa yang menampung penderita berasal dari daerah
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Setelah revolusi kemerdekaan bagi pemerintah Indonesia (17 Agustus 1945),
rumah sakit jiwa ini mulai berfungsi sebagai rumah sakit jiwa walaupun dengan
segala keterbatasan, baik fasilitas peralatan, obatobatan, tenaga medis dan
paramedis, tenaga rumah tangga, tenaga administrasi dan kepegawaian masih
dikerjakan oleh inspektur kesehatan provinsi kalimatan Selatan. Tempat perawatan
orang sakit jiwa pada waktu itu masih berstatus otonom yang dipimpinnya dirangkap
oleh inspektur kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Setelah itu, rumah sakit ini
diserah terimakan oleh inspektur kesehatan statusnya kepada Kepemerintahan
kesehatan (DepKes) yang pada itu ditandatangani langsung oleh jawatan rumah sakit
iwa tersebut diubah menjadi Rumah Sakit Perawatan Sakit Jiwa Banjarmasin sejak
tahun 1952 dengan kapasitas 100 tempat tidur. Sekarang Rumah sakit Jiwa
Banjarmasin berganti nama menjadi Rumah Sakit Dr.H.Moch Anshari Saleh yang
bertempat di jalan Brigjen H.Hasan Basry dan dibangun sejak tahun 1980 di atas
seluas 88.09832 m2. Adapun operasi kegiatannya mulai sejak tanggal 22 Juli 1985
dan diresmikan pemakaian nya oleh Bapak Menteri Republik Indonesia Dr.Soewardjo
Soerjaningrat pada tanggal 3 September 1985.
Tahun 2002, Rumah Sakit Jiwa Banjarmasin (RSAS) sedang dalam proses
penatapan kelas Rumah Sakit Jiwa kelas B menjadi kelas A, tahun 2001
diberlakukan otonomi daerah. RSAS diserahkan ke Pemerintah Daerah. Pemprov
Kalsel mengusulkan melalui surat Gubernur Kalimantan Selatan Nomor :
061/00611/ORG, tanggal 30 april 2001, perihal usulan konversi dari RS Jiwa
Banjarmasin kelas B non pendidikan. Adapun dokter dokter yang pernah menjabat
Direktorat Rumah Sakit Jiwa Banjarmasin adalah sebagai berikut :
a. Dr. Moersito, beliau adalah inspektur kesehatan merangkap pimpinan Rumah
Sakit Jiwa Banjarmasin. Menjabat sejak tahun 1945 sampai 31 Mei 1952.
b. Dr. Mas Soenarto, beliau selain menjabat Direktur Umum RSU Ulin Banjarmasin,
juga menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa Banjarmasin sejak tanggal 31
Mei 1952 sampai dengan 5 Januari 1972.
c. Dr. Prawito Suryasudarno, menjabat sejak tanggal 5 Januari 1972 sampai dengan
15 September 1976.
d. Dr. Pandu Setiawan ( Psikiater ), menjabat sejak tanggal 15 September 1976
sampai dengan 15 Sepptember 1984.
e. Dr. Solihan Patah ( Psikiater ), menjabat sejak tanggal 15 September 1984 sampai
dengan 15 September 1988.
f. Dr. Yulizar Darwis ( Psikiater ), menjabat sejak tanggal 15 September 1988
sampai dengan tahun 2003.
g. Dr. Fauzi, MARS.
h. Dr. Asyikin Noor.
i. Dr. Sriyanto, M. Kes.
2.1.2 Moto , Visi, Misi, dan Tujuan
2.1.2.1 Moto
Anda Puas,Kami Bangga :
Profesional, Utamakan Pelanggan, Agamis, Sejahtera
2.1.2.2 Visi
Terwujutnya pelayanan prima ( Ecellent Service) Bagi Masyarakat Tahun
2015.
2.1.2.3 Misi
1. Mengembangkan pusat rujukan pelayanan kesehatan dengan unggulan
penyakit syaraf, penyakit infeksi dan penyakit tropik di provinsi
Kalimantan Selatan.
2. Mengembangkan aspek pendidikan dan penelitian bagi tenaga medic
dan tenaga kesehatan lainnya.
3. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
2.1.2.4 Tujuan
- Mening katnya kualitas dan kuantitas jenis pelayanan
- Meningkatkannya kualitas sumber daya manusia
- Tersedianya sarana dan prasarana rumah sakit yang reparesentatif
- Akuritasasi pelayanan
- Terselenggarannya pelayanan yang menyeluruh.

2.1.3 Tugas Dan Fungsi

Tugas dan fungsi seperti dalam perda no 18 Tahun 2001 adalah sebagai berikut
adalah menyelenggarakan dan melaksankan pelayanan, pencegahan, pemulihan dan
rehabilitas dibidang kesehatan jiwa dan kesehatan umum lainnya.sedangkan fungsi
rumah sakit sesuai dengan pasal 5 Perda no.18 tahun 2001.

1. Pelaksanaan usaha pelayanan kesehatan jiwa dan pencegahan


2. Pelaksanaan dan usaha kesehatan jiwa dan pemulihan
3. Pelaksanaan usaha dan pelayanan kesehatan jiwa rehabilitasi
4. Pelaksanaan kesehatan jiwa kemasyarakatan
5. Pelaksanaan sistem rujukan (system referal)
6. Pelaksanaan pelayanan kesehatan umum lainnya
7. Pelaksanaan kegiatan pendidikan riset dan penelitian

2.1.4 Jenis-Jenis Pelayanan Kesehatan


a. Rawat jalan
- IGD umum
- IGD jiwa
- Poli Penyakit Dalam
- Poli Kandungan
- Poli Bedah
- Poli Anak
- Poli THT
- Poli Jiwa
- Poli HIV/AIDS
- Poli Konsultasi Psikologi
- Poli Kulit dan Kelamin
- Poli Mata
- Poli Gizi
- Poli Jantung
- Poli Orthopedi
- Poli Syaraf
b. Rawat inap
- Kebidanan dan Kandungan
- Penyakit Dalam
- Bedah
- Anak
- Bayi
- ICU
- THT
- Mata
- Jiwa
- Jantung
c. Pelayanan Medik
Pelayanan Medik berupa :
- Intensif Care Unit (ICU)
- Rehabilitasi Psikiatrik Pria
- Rehabilitasi Psikiatrik Wanita
- Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi
- Kamar Operasi
d. Pelayanan penunjang
Pelayanan penungjang berupa :
- Instalasi labolatorium Klinik/IPA
- Instalasi Farmasi
- Instalasi pendidikan dan pelatihan
- Instalasi Gizi
- Instalasi radiologi
- Instalasi Pemusaran Jenazah
- Instalsi pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS)