Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA LANJUT , 24 OKTOBER 2017 1

PENGAMATAN OBJEK LANGIT MENGGUNAKAN


TELESKOP
Anke Femila*,Arum Restu Setyawati*,Dela Rizkiintani*,Dewi Astuti*,Dinda Ravi Alghifari*
Kelompok 2

Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi


Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Bandung

AbstractTelah dilakukan eksperimen fisika tentang Pengamatan Objek dan gerak serta bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut
Langit Menggunakan Teleskop.Teleskop atau teropong adalah instrument menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta. Alat yang
pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan dapat kita gunakan untuk mengamati benda-benda langit tersebut adalah
sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati. Eksperimen ini
bertujuan mengetahui bagian-bagian teleskop dan fungsinya, mengetahui teleskop. Terdepat berbagai jenis teleskop, diantaranya adalah Teleskop
cara merangkai teleskop, memahami cara penggunaan teleskop untuk Skywatch, Teleskop Star Bright, dan Teleskop Strar Bright tipe 93653-
mengamati objek langit.Untuk hasil pada praktikum ini adalah, kita dapat A. Teleskop Skywatch biasa digunakan untuk penentuan posisi benda
mengamati benda-benda yang jauh dengan bentuk benda yang diamati langit yang tidak begitu jauh. Pengamatan menggunakan teleskop ini
terlihat terbalik dari bentuk aslinya, hal tersebut disebabkan oleh adanya dimulai dengan merangkai semua perangkat teleskop, dan dilanjutkan
lensa cekung pada teleskop yang digunakan, dan teleskop tersebut berjenis
reflektor. mengkalibrasi teleskop tersebut dengan menentukan posisi x dan y.
Kata kunci : teleskop, reflaktor, deklanasi. Teleskop Star Bright memiliki tingkat jangkauan yang lebih jauh dari
teleskop sebelumnya. Pada pengematan kali ini pengamat memfokuskan
teleskop dengan lima kali putaran ke arah kiri. Teleskop yang terakhir
I. P ENDAHULUAN
yaitu Teleskop Strar Bright tipr 93653-A. Teleskop ini biasa digunakan
A. Latar Belakang untuk mengamati secara otomatis posisi benda langit. Pengamatan
Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan dimulai dengan cara mengkalibrasi waktu dan dilanjut pada menu select
benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus star untuk menentukan benda mana yang akan diamati.
bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di
luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radi-
asi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari berbagai sisi dari B. Tujuan
bendabenda langit, seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, 1) Mengetahui bagian-bagian teleskop dan fungsinya
LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA LANJUT , 24 OKTOBER 2017 2

2) Mengetahui cara merangkai teleskop aligned).


3) Memahami cara penggunaan teleskop untuk mengamati objek b. Klem RA
langit c. Klem Deklinasi
d. Skala RA
II. DASAR T EORI e. Skala Deklinasi
Teleskop adalah sebuah instrument yang digunakan untuk membantu f. Penggerak Halus RA
pengindraan jauh guna mengamati keberadaan benda-benda yang ada g. Penggerak Halus Deklinasi
di angkasa. Dengan demikian, kita bisa melihat posisi sebuah benda di
angkasa yang tidak bisa dilihat dengan menggunakan mata telanjang. 3) Sistem Penyangga
Terdapat 3 jenis teleskop, yaitu teleskop reflector, refraktor dan a. Tripod
catdioptrik. b. Tray
1) Teleskop reflector merupakan teleskop yang menggunakan cermin
sebagai pengganti terhadap lensa untuk menangkap cahaya dan
memantulkannya. III. M ETODE P ERCOBAAN
2) Teleskop refraktor merupakan teleskop bias yang terdiri dari be- A. Alat dan bahan
berapa kaca lensa sebagai alat yang digunakan untuk menangkap
No Alat dan Bahan Jumlah
cahaya dan menjalankan fungsi teleskop.
1 Satu set teleskop Skywatcher BK90910EQ2 1 buah
3) Teleskop Catadioptrik merupakan teleskop yang mempunyai sis-
tem kerja yang tidak jauh beda dengan dua jenis teleskop di-
atas. Karena teleskop ini merupakan penggabungan dari teleskop B. Prosedur Percobaan
refraktor dan reflektor, yang menggunakan dua media untuk Pertama yaitu siapkan alat yakni teleskop Skywatch, kemudian
pengumpulan cahayanya, yaitu cermin dan lensa. dirangkai alatnya yang terdiri dari threepod, penyangga, teleskop,
Ada pun bagian-bagian teleskop yaitu: pemberat, dan perangkat lainnya.Selanjutnya menentukan benda yang
1) Sistem Optik akan diamati (misal :lampu ), kalibrasi teleskop dengan menyamakan
a. Tabung Utama (OTA: Optical Tube Assembly) antara Finderscop dengan teleskop. Kemudian kendurkan klem RA
b. Lensa Objektif dan Deklinasi. Arahkan teleskop pada arah RA dan Deklinasi objek
c. Finderscope yang akan diamati yakni matahari. Kencangkan kembali klem RA dan
d. Lensa Okuler (Eyepiece) Deklinasi. Gunakan Finderscope untuk memudahkan pencarian objek
e. Cermin Diagonal matahari dengan pantulan berkas sinar. Jika objek telah berada pada
f. Pengunci Fokus tengah medan pandang finderscope, gunakan penggerak halus untuk
g. Pengatur Fokus mengetengahkan objek pada medan pandang eyepiece. Untuk mengatur
fokus, buka pengunci fokus terlebih dahulu, atur fokus dengan knop
2) Sistem Penggerak (Mounting: Equatorial) pemutar hingga didadapatkan fokus terbaik. Lalu kunci kembali. Baca
a. Sumbu RA mengarah dan sejajar dengan kutub langit (polar skal RA dan Deklinasi. Dan foto hasil pengamatan matahari.
LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA LANJUT , 24 OKTOBER 2017 3

IV. H ASIL DAN P EMBAHASAN Dalam melakukan eksperimen ini praktikan jangan melihat objek
A. Data Hasil Pengamatan luar angkasa melalui lensa finderscope karena dapat membakar
mata jika lama menggunakannya namun melihatnya dengan lensa
1) Gambar Hasil Pengamatan Matahari Menggunakan Teleskop: okuler. Adapun gambar yang tertangkap oleh teleskop terbalik,
hal ini dikarenakan oleh sifat dari lensa objektif teleskop yang
merupakan lensa cembung dan memiliki sifat-sifat yaitu terbalik,
maya, dan diperbesar.
2) Anke
Pada eksperimen kali ini yaitu pengamatan objek langit meng-
gunakan teleskop Skywatcher BK90910EQ2 dengan matahari
sebagai objek pengamatannya. Pengamatan dilakukan pada hari
Selasa, 24 Oktober 2017 pukul 09.23 WIB bertempat di belakang
Laboraturium UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Pengamatan
pada teleskop diatur lintangnya sesuai tempat kita teliti yakni
daerah Bandung maka berada pada 7 derajat lintang selatan
selanjutnya diatur RA 7 derajat dan deklinasi 5 derajat di teleskop.
Pada eksperimen pengamatan kali ini menggunakan teleskop Sky-
watcher BK90910EQ2. Prinsip kerja dari teleskop adalah dimana
teleskop ini mempunyai 3 bagian penting, yaitu lensa objektif
B. Pembahasan
yang prinsip kerjanya sebagai pengumpul cahaya dari objek,
1) Dewi kemudian terdapat tabung teleskop, dan lensa okuler (disebut
Telah dilakukan eksperimen pengamatan objek langit menggu- eyepiece) yang prinsip kerjanya sebagai pemfokus cahaya yang
nakan teleskop pada hari selasa tanggal 24 oktober 2017 pukul telah dikumpulkan lensa objektif. Pada eksferimen ini teleskop
09.42 di belakang laboratorium Uin Sunan Gunung Djati Bandung yang digunakan termasuk dalam jenis teleskop reflektor yang
dengan objek yang diamati adalah matahari. Didapatkan hasil sistemnya menggunakan cermin berdasarkan pantulan ( sebagai
pengamatan dengan teleskop untuk wilayah Bandung berada pada pengganti lensa ), cermin yang digunakan pada teleskop yaitu
7 derajat lintang selatan berupa nilai deklinasi 5 derajat dan cermin cekung sehingga objek yang diamati bayangannya maya
skala RA nya 7 derajat. Teleskop merupakan salah satu alat yang dan terlihat terbalik. Adapun hal yang tidak diperbolehkan dalam
dapat digunakan untuk melihat benda pada jarak jauh. Terdapat penggunaan teleskop yaitu: mengarahkan teleskop dengan sem-
tiga jenis teleskop optik yang banyak digunakan saat ini, yaitu barang arah, saat mengamati matahari tidak menggunakan filter
teleskop refactor, teleskop reflector, dan teleskop kata dioptrik. pada lensa teleskop dan lain sebagainya. Pada saat pengamatan
Teleskop yang digunakaan pada pengamatan ini adalah teleskop dengan matahari sebagai objek harus menggunakan filter dikare-
refraktor. Teleskop refractor adalah alat optik yang susunan nakan sinar matahari memiliki intensitas yang kuat sehingga
sistemnya hanya menggunakan lensa sebagai alat yang digu- secara alamiah manusia tidak mampu untuk menatap matahari
nakan untuk menangkap cahaya dan menjalankan fungsi teleskop.
LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA LANJUT , 24 OKTOBER 2017 4

secara langsung dan juga dapat mengakibatkan kerusakan mata, secara langsung karena panas yang terbangun dalam tabung akan
oleh karena itu diperlukan filter untuk menyaring sebagian cahaya berakibat merusak optik teleskop untuk menghindari hal itu secara
matahari, sehingga cahaya yang diterima mata tidak berbahaya. rutin biarkan dingin teleskop, upaya lain dalam menghindari hal
3) Dela itu ialah kami menggunakan filter saat mengamati matahari agar
Berdasarkan pada pengamatan yang kami lakukan terhadap objek mata kami terlindungi dari kuatnya kemilauai dan radiasi yang
benda langit yaitu matahari, pengamatan kami lakukan pada dihasilkan dari sinar matahari yang dihasilkan
tanggal 24 oktober 2017 pada pukul 09.23 Wib di lapang be- 4) Arum
lakang gedung solaludin sanusi(Lab). Pengamatan Kali ini kami Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dengan objek
menggunakan sebuah alat optik berupa teleskop. Teleskop adalah benda langit Matahari. Pengamatan dilakuan pada tanggal 24
sebuah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan ra- Oktober 2017 pada puluk 09.23 Wib di Lapang belakang gedung
diasi elektromagnetik sekaligus membentuk citra dari benda yang Solaludin Sanusi (LAB). Pengamatan kali ini menggunakan se-
diamati, teleskop juga merupakan alat paling canggih dan juga buah alat optik berupa teleskop. Teleskop merupakan perangkat
paling penting dalam dunia astronomi. Teleskop memiliki prinsip yang menakjubkan yang memiliki kemampuan untuk membuat
kerja yang terdiri atas 2 lensa positif. Lensa yang dekat dengan objek yang jauh tampak lebih dekat. Teleskop memiliki prinsip
mata disebut lensa mata atau lensa okuler yang berfungsi sebagai kerja yaitu pada teleskop ini terdiri atas dua lensa positif. Lensa
kaca pembesar sederhana untuk melihat bayangan yang dibentuk positif yang dekat dengan benda disebut lensa objektif, yang
oleh lens Objektif. Lalu lensa positif yang dekat dengan benda berfungsi untuk membentuk bayangan dari benda sejati dan
disebut lensa objektif yang berfungsi untuk membentuk bayangan terbalik. Lensa yang dekat dengan mata disebut lensa mata atau
dari benda sejati dan terbalik. Pengamatan kali ini kami meng- lensa okuler yang berfungsi sebagai kaca pembesar sederhana
gunakan metode teleskop refraktor. Prinsip Teleskop ini ialah untuk melihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Letak
menggabungkan dua buah lensa yaitu lensa objektif dan lensa benda sangat jauh sehingga bayangan yang dibentuk oleh lensa
mata. Dari kedua lensa tersebut prinsip keduanya pada umumnya objektif berada pada titik fokus lensa tersebut, dan jarak bayangan
sama. Lensa utama bertugas untuk mengumpulkan bayangan dan sama dengan panjang fokus lensa tersebut.. Pada pengamatan
cahaya kemudian diteruskan ke lensa mata agar dapat diperli- kali ini menggunkan jeni teleskop refraktor. Teleskop refraktor
hatkan ke mata sebagai bayangan dari sebuah benda yang diamati. adalah teleskop yang menggabungkan dua buah lensa yaitu lensa
Fungsi dari teleskop refraktor ialah membelokan atau membiaskan objektif dan lensa mata. Prinsip dari semua teleskop refraktor
dirinya sendiri, Ada yang menghasilkan bayangan yang agak pada umum nya sama yaitu dengan menggunakan kombinasi dua
buram adapula yang terbalik dari hasilnya posisi benda yang buah lensa objektif. Lensa utama berfungsi sebagai pengumpul
diamati adapula yang tegak atau persis seperti posisi benda yang bayangan dan cahaya kemudian diteruskan ke lensa mata untuk
diamati, kesalahan tersebut dapat terjadi karena kurang pasnya ditampilkan ke mata sebagai bayangan dari sebuah benda. Tujuan
konfigurasi yang kadang terlalu besar atau kecil pemutaran kon- dari teleskop refraktor adalah membiaskan atau membelokkan
figurasi pada setiap bagian lensa di teleskop, Lalu ada hal-hal yang cahaya. hasil dari pencitraan teleskop refraktor tergantung dengan
tidak boleh kita lakukan saat pengamatan yaitu, saat mengamati desain dari teleskop refraktor itu sendiri. Ada yang menghasilkan
usahakan tidak langsung melihat objek benda langit matahari bayangan tegak seperti posisi benda pada aslinya dan adapula
LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA LANJUT , 24 OKTOBER 2017 5

yang menghasilkan bayangan terbalik dari posisi benda yang ini dalam pengumpulan cahayanya menggunakan beberapa lensa
dilihat. Hal ini merupakan salah satu akibat dari konfigurasi sehingga cahaya objek yang ditangkap dapat di pebesar dengan
lensa obyektif dan lensa mata/eyepiece atau desain teleskop baik. Dalam penggunaan teleskop saat pengamatan tidak boleh
yang ada. Dalam pengamatan benda langit yang menggunakan melihat matahari secara langsung tanpa filter, arah kalibrasi tidak
teleskop terdapat hal-hal yang tidak diperbolehkan yaitu, yang bila boleh salah sesuai dengan lokasi dimana eksperimen dilakukan.
mengamati matahari melalui teleskop, panas akan membangun Adapun faktor yang dapat mempengaruhi ekperimen ini ialah,
di dalam tabung. Panas ini dapat merusak bagian optik teleskop faktor cuaca, kalibrasi, atur fokus, kamera saat pengambilan
itu. Untuk mencegah hal ini, putar teleskop pergi secara berkala gambar, dan menetapkan objek di tepat di tengah pandangan pada
untuk membiarkannya dingin. Yang kedua pada saat pengamatan telesko itu cukup sulit butuh ketelitian.
matahari tidak diperbolehkan dengan sembarang arah, yaitu di-
arahkan ke timur. Dan pada saat mengamatati matahari tidak V. K ESIMPULAN
diperbolehkan dengan menggunakan mata langsung, sehingga
Berdasarkan hasil eksperimen yang di peroleh maka dapat di sim-
pada teleskop digunakan sebuah filter berupa mika yang berfungsi
pulkan sebagai berikut:
untuk melindungi mata dari radiasi matahari secara langsung.
5) Dinda 1) Teleskop terdiri dari 3 bagian, yaitu Sistem optik berfungsi
Dari eksperimen ini data yang di dapat hanya sebuah koordi- sebagai mengamati objek dan mengatur fokus pada lensa, sistem
nat dari matahari dengan menggunakan teleskop refraktor pada penggerak berfungsi sebagai penentu skala posisi objek yang
waktu eksperimen di lakukan. Pada pengamatan objek matahari diamati yang terdiri dari sumbu RA, klem RA, klem deklinasi,
menggunakan teleskop sebelumnya teleskop dikalibrasi terlebih skala RA, skala deklinasi, penggerak halus RA, dan penggerak
dahulu antara finderscope dengan lensa tabung utama, caranya halus deklinasi. dan sistem penyangga berfungsi sebagai sebagai
mengamati objek deka dan sedikit mengatur fokusnya. Pada penopang tabung teleskop yang terdiri dari tripod dan tray.
teleskop bagian finderscope bayangan objek yang di amati terlihat 2) Sistem penyangga diletakan pada permukaan yang datar, dipasang
terbalik, karena finderscope menggunakan lensa cembung dimana mounting dengan menambahkan pemberat sebagai penyeimbang
objek fokus di bawah, dan lensa lebih dekat dengan mata sehingga tabung teleskop, kemudian tabung teleskop dipasang, dan terakhir
bayangan terlihat nyata namun terbalik. Prinsip kerja teleskop finderscope dipasang.
ini menggunakan kombinasi dua buah lensa. Cahaya dari objek 3) Teleskop diarahkan keselatan, kemudian kalibrasikan lensa den-
yang diamati akan terkumpul lalu dibiaskan lensa objektif dan gan finderscopenya, setelah itu arahkan ke objek yang diamati
diteruskan oleh lensa okuler hingga sampai ke mata pengamat, dan mengatur fokus objek tersebut..
membantu mata bekerja dalam mengumpulkan cahaya sehingga
nampak lebih terang dan dapat diperbesar. Semakin besar diam- R EFERENCES
eter teleskop maka semakin banyak cahaya bintang yang dapat [1] http://id.wikipedia.org/wiki/Teleskop/(Diakses tanggal 23 oktober 2017 pukul 17.00
dikumpulkan teleskop sehingga benda-benda langit yang dilihat WIB).
[2] http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-fungsi-dan-bagian-dariteleskop//( Di-
menjadi lebih terang dan tajam. Teleskop yang digunakan dalam akses tanggal 23 oktober 2017 pukul 22.00 WIB).
ekperimen ini termasuk dalam teleskop refraktor. Dimana teleskop [3] http://https://www.slideshare.net/ditaissriza/jurnal-teleskop /(Diakses tanggal 23 ok-
tober 2017 pukul 19.53 WIB).
LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA LANJUT , 24 OKTOBER 2017 6

[4] Modul Eksperimen Fisika Lanjut untuk mahasiswa/i Jurusan Fisika Fakultas Sains
dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Revisi 2016.
[5] Ekajati, Bambang Murdaka. 2010. Fisika Dasar: Listrik - Magnet, Optika,Fisika
Modern untuk Mahasiswa Ilmu - Ilmu Eksakta dan Teknik. Yogyakarta:Andi
Yogyakarta.
[6] Zemansky. Sears 1991. Fisika Untuk Universitas 3. Jakarta: Bina Cipta .)

VI. LAMPIRAN