Anda di halaman 1dari 2

Analisis Varians Klasifikasi Tiga Arah

A. Pendahuluan

Beberapa percobaan ada yang menggunakan analisis varians tiga arah. Percobaan-
percobaan tersebut melibatkan tiga factor sekaligus. Setiap factor memuat lebih dari satu
kategori. Apabila pada suatu percobaan memuat tiga fktor sekaligus, factor pertama memuat
2 kategori, factor kedua memuat tiga kategori dan factor ke tiga memuat 4 kategori maka
dikatakan percobaan tersebut memiliki ukuran percobaan 2 x 3 x 4 faktorial. Data dalam
percobaan 2 x 3 x 4 faktorial dapat digambarkan secara geometris membentuk suatu banguan
ruang balok berukuran 2 x 3 x 4 dengan 2 baris, 3 kolom dan 4 lapisan. Pada percobaan
dengan klasifikasi tiga arah dan n data dalam tiap sel, jumlah kuadrat total dipartisi ke dalam
delapan jumlah kuadrat yang independen. Kedelapan jumlah kuadrat tersebut adalah jumlah
kuadrat antar baris, jumlah kuadrat antar kolom, jumlah kuadrat antar lapisan ( ketiganya
disebut jumlah kuadrat pengaruh utama), jumlah kuadrat antar baris dan kolom, jumlah
kuadrat antar baris dan lapisan, jumlah kuadrat antar kolom dan lapisan, jumlah kuadrat antar
baris, kolom dan lapisan ( keempatnya disebut jumlah kuadrat interaksi), dan jumlah kuadrat
dalam sel. Setiap jumlah kuadrat berpadanan dengan jumlah derajat bebasnya.

Sebagaimana pada analisis varians klasifikasi satua arah dan klasifikasi dua arah,
penurunan formula yang terdapat dalam tabel analisis varians diperoleh dari identitas
matematika yang dirancang sebelumnya yang mengarah kepada partisi jumlah kuadrat Total
menjadi jumlah kuadrat antar baris, jumlah kuadrat antar kolom, dan seterusnya.

B. Penurunan rumus analisis varians tiga arah

Secara ringkas akan ditunjukkan langkah-langkah penurunan rumus yang terdapat dalam
tabel analisis varian klasifikasi tiga arah. Langkah-langkah ini mengarah pada Partisi Jumlah
Kuadrat Total (JKT) menjadi Jumlah Kuadrat Baris (JKB), Jumlah Kuadrat Kolom (JKK),
Jumlah Kuadrat Lapisan (JKL), Jumlah Kuadrat Interaksi antara Baris dan Kolom (JKBK),
Jumlah Kuadrat Interaksi antara Kolom dan Lapisan (JKKL), Jumlah Kuadrat Interaksi
antara Baris dan Kolom Lapisan (JKBKL), dan Jum;lah Kuadrat Dalam Sel / Galat (JKG).

Langkah 1: Membuat persamaan identitas:


r c l n
r 1 c 1 l 1 i 1
( X rcli X ...) ....

Langkah 2: Mengkuadratkan ruas kiri dan kanan.

Langkah 3: Menjumlahkan setiap suku yang sama:

Langkah 4: Menghilangkan suku hasil kali, karena semua suku hasil kali sama dengan nol.
Langkah 5: Menggabungkan Jumlah hasil kali

Langkah 6: Mengalikan setiap jumlah suku hasil kali dengan r, c, l dan n.

Dari langkah 1 sampai 6, diperoleh hasil sebagai berikut:


r
JKB ncl X r .. X ...) 2
r 1

Beri Nilai