Anda di halaman 1dari 7

Praktikum Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - Diare

Praktikum Investigasi Wabah


UIN FKIK Epidemiologi SVI, 2017

Tugas Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - 1


Topik : Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan

Tujuan
Selesai mengerjakan tugas ini, peserta diharapkan
a. dapat menjelaskan cara-cara menetapkan dugaan etiologi KLB KP
b. dapat menjelaskan cara-cara pengujian dugaan etiologi KLBKP berdasarkan
analisis distribusi gejala dan tanda korban keracunan, analisis periode KLB
KP, analisis masa inkubasi, dan berdasarkan pengujian specimen korban
keracunan

Tatacara Penyelesaian Tugas


Kerjakan dengan berurutan

Bahan Bahasan 6.1.


Hari Selasa, 12 Agustus 2012, malam, sebanyak 12 orang diantara peserta
pelatihan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota dilarikan ke Rumah Sakit, karena
menderita sakit perut dan diare. Penderita kemungkinan bertambah, karena
masih ada beberapa orang yang baru saja merasa sakit perut.
Dokter menduga penyebabnya keracunan makanan karena
Vibrioparahemolitikus, Salmonelosis atau Clostridium perfringens.
Tim akan menyelidiki etiologi KLB ini, oleh karena itu, akan mewawancarai
penderita untuk penegakan diagnosis etiologi KLB

Tugas 6.1
Menemukan Penderita Dicurigai Untuk Menetapkan Etiologi KLB Keracunan Pangan
1. Berdasarkan dugaan etiologi KLB dokter tersebut, buatlah formulir
Wawancara Pada Korban Untuk Identifikasi Etiologi KLB
2. Tetapkan Definisi Operasional Kasus dan Bagaimana caranya Kasus
ditemukan dan diwawancarai.

Referensi :
Agen Racun, Masa Inkubasi dan Gejala

Agen Racun Masa Inkubasi Gejala


Clostridium perfringens 8-22 jam, rata-rata kejang perut, diare
10 jam
Salmonellosis 6-72 jam kejang perut, diare, menggigil,
demam, mual, muntah, lemah
Vibrioparahemolitikus 2-48 jam, rata-rata kejang perut, diare, mual, muntah,
12 jam demam, menggigil, sakit kepala

1
Praktikum Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - Diare

Jawaban

1. Formulir wawancara
Gejala
Nama
Sakit Kejang
Mual Muntah Diare demam menggigil
Kepala Perut

2. Seseorang yang mengikuti pelatihan di pusat pelatihan kesehatan kota


dan mengalami kejang perut dan diare

Bahan Bahasan 6.2


Pada kejadian dugaan keracunan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota tersebut,
telah dilakukan wawancara terhadap 12 korban yang dirawat di rumah sakit dan
2 korban yang masih di klinik Pusat Pelatihan Kesehatan.
Kasus yang diwawancara memenuhi definisi operasional : peserta pelatihan di
Pusat Pelatihan Kesehatan Kota yang menderita sakit, antara jam 18.00
sampai saat penyelidikan, dengan salah satu gejala mual, muntah, kejang perut
atau diare

Hasil wawancara diperoleh data daftar korban dan gejala yang ada pada
masing-masing korban, sebagai berikut :

Daftar Penderita Kejadian Keracunan di Pelatihan Petugas


di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota, 2012
GEJALA
Nama Sakit Kejang
Mual Muntah Diare Demam Menggigil
Kepala Perut
Ujang + + +
Darna +
Mirna +
Erni + + + + + +
Nita + +
Saleh + + +
Soni +
Joni +
John + + +
Lina + + +
Lita +
Liani + +
Masdar + + +
Karni +

2
Praktikum Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - Diare

Tugas 6.2
Menetapkan Etiologi Berdasarkan Distribusi Gejala
1. Berdasarkan data gejala korban tersebut, buatlah Daftar Distribusi Gejala
Korban Keracunan
2. Berdasarkan Daftar Distribusi Gejala, cobalah tetapkan mana agen racun
yang belum/sudah disingkirkan sebagai etiologi KLB

Jawaban
1. Tabel distribusi Gejala
Gejala Jumlah %

Sakit Kepala 2 14,2

Mual 3 21,42

Muntah 3 21,42

Kejang perut 8 57,14

Diare 11 78,57

Demam 2 14,2

menggigil 2 14,2

2. Agen racun yang disingkirkan = Clostridium perfringens


Agen racun yang belum disingkirkan = Salmonellosis dan
Vibrioparahemolitikus

3
Praktikum Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - Diare

Bahan Bahasan 6.3


Pada saat Penyelidikan Epidemiologi kejadian di Pusat Pelatihan Kesehatan
Kota tersebut, didapatkan informasi sebagai berikut :
Toni, 24 tahun, merupakan penderita pertama yang sakit, ia merasakan sakit
perut sejak maghrib sekitar jam 18.30. Sementara, Jamilah, 26 tahun, masih
dirawat di klinik Pusat Pelatihan Kesehatan, menderita sakit sejak jam 23.00.
Dokter menduga disebabkan karena keracunan makanan, tetapi belum tahu
makanan mana yang menjadi penyebab, karena peserta mendapat makanan
ransum dan snack serta adanya kantin umum di Pusat Pelatihan Kesehatan.
Berdasarkan gejala para penderita, dokter masih menduga Clostridium
perfringens, Salmonelosis dan Vibrio parahemolitikus sebagai dugaan etiologi
KLB

Tugas 6.3.
Menentukan etiologi KLB berdasarkan periode KLB

1. Tentukanlah periode Kejadian Luar Biasa di Pusat Pelatihan Kesehatan


Kota tersebut ?

2. Buatlah tabel analisis etiologi KLB berdasarkan periode KLB terhadap ketiga
agen racun tersebut

3. Berdasarkan tabel Analisis Etiologi KLB dan berdasarkan Periode KLB


tersebut yang telah anda buat, manakah agen racun yang belum/sudah
disingkirkan sebagai etiologi KLB ?

Jawaban :
1.periode KLB= Jam sakit korban pertama-jam sakit korban terakhir yang
diketahui=23.00-18.30 = 4,5 Jam
2. tabel analisis etiologi
Selisih KLB
Agen Racun yang Masa
Masa Keracunan
dicurigai Inkubasi
Inkubasi Pangan
Analisis
Periode Kesimpulan
Pendek Panjang thd agen
KLB
keracunan
Clostridium 8 jam 50 hari 35 hari 4,5 Lebih Clostridium
perfringens Jam pendek perfringens

Salmonellosis 6 jam 72 jam Lebih Salmonellosis


pendek

4
Praktikum Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - Diare

Vibrioparahemolitikus 2 jam 48 jam Lebih Vibrioparahemolitikus


pendek

3. Berdasarkan tabel Analisis Etiologi KLB dan berdasarkan Periode KLB


tersebut dapat disimpulkan bahwa dari ketiga agen racun tersebut belum ada
agen racun yang disingkirkan karena periode KLB kercaunan pada kasus ini
masih lebih pendek dari selisi masa inkubasi ketiga agen tersebut.

5
Praktikum Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - Diare

Bahan Bahasan 6.4.


Diketahui pada Pusat Pelatihan Kota tersebut mendapat makanan ransum pagi
(jam 06.00-07.00), makan siang (jam 11.00-12.00) dan makan malam (jam
18.00)
Jumlah kasus tidak berubah, Toni, 24 tahun, merupakan penderita pertama
yang sakit, ia merasakan sakit perut sejak maghrib sekitar jam 18.30.
Sementara, Jamilah, 26 tahun, masih dirawat di klinik Pusat Pelatihan
Kesehatan, menderita sakit sejak jam 23.00.

Tugas 6.4.
Menentukan Etiologi KLB Keracunan Pangan Berdasarkan Masa Inkubasi
Terpendek dan Terpnajang

1. Jika makan siang sebagai sumber keracunan yang dicurigai, tentukan


masa inkubasi terpendek dan terpanjang KLB ini

2. Buatlah tabel analisis etiologi KLB berdasarkan masa inkubasi


terpendeek dan terpanjang dari ketiga agen racun tersebut

3. Berdasarkan tabel analisis etiologi tersebut, manakah agen racun yang


belum/sudah disingkirkan sebagai etiologi KLB

Jawaban
1. - Masa inkubasi terpendek
Inkubasi korban pertama (makan siang terakhir-kejadian jam sakit
pertama) = 12.00-18.30 =6,5 Jam
- Inkubasi terpanjang
Inkubasi korbam kedua (jam makan siang terakhir kejadian jam sakit
terakhir) =12.00-23.00=11 jam
2. Tabel analisis etiologi KLB
KLB
Agen Racun yang
Keracunan
dicurigai Masa
Pangan
Inkubasi
Masa Analisis
ter Kesimpulan
inkubasi thd agen
Pendek
terpendek keracunan
Clostridium 8 jam 6,5 Jam Lebih Bukan Clostridium
perfringens pendek perfringens

Salmonellosis 6 jam Lebih Salmonellosis


pendek

Vibrioparahemolitikus 2 jam Lebih Vibrioparahemolitikus


panjang

6
Praktikum Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan - Diare

3. Agen yang disingkirkan adalah Bukan Clostridium perfringens karena


masa inkubasi terpendek agen Bukan Clostridium perfringens lebih
panjang dari masa inkubasi terpendek KLB.