Anda di halaman 1dari 3

Bagan Perizinan Usaha Mikro Obat Tradisional dan Contoh Kasus

Pelanggaran Obat Trdisional

Oleh :
Yani
Sinta Eda Barapadang

UMOT Ka. DINKEKAB

BERMOHON

BATAL IZIN PRINSIP UMOT

TIDAK ADA KEGIATAN BERLAKU 3 TAHUN


MEMBAGUN SARAN
PRODUKSI

DAPAT DIPERPANJANG PEMBANGUNAN


DENGAN BERMOHON + PENGADAAN
ALASAN PASANG INSTALASI ALAT
Contoh Kasus Pelanggaran Obat Tradisional

BBPOM Yogyakarta Sita Puluhan Ribu Botol Obat


Tradisional Ilegal
Rep: neni ridarineni/ Red: Taufik Rachman

Badan POM

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan


(BBPOM) di Yogyakarta telah menyita sebanyak 1800 Dos atau 21.600 botol 0bat
tradisional/jamu cairan obat ilegal dari dalam rumah untuk gudang penyimpanan obat
tradisional di Kasihan Bantul.

''Obat tradisional dengan nilai keekonomian sekitar Rp 167.400.000 tersebut mengandung


bahan kimia obat Fenilbutason, Deksa dan paracetamol,'' Kepala BBPOM di Yogyakarta I
Gusti Ayu Adi Arya Patni pada wartawan, di kantornya, Rabu (30/3).

Obat tradisional tersebut terdiri dari tujuh item yakni Madu klanceng pegel linu, Madu
klanceng asam urat, Tawon klanceng putri kinasih, Tawon klanceng putri husada, Jamu cap
Kunci Mas, Jamu akar rempah alam, Jamu madu Manis.

Menurut Ary ( red. panggilan akrab I Gusti Ayu Adi Arya Patni ), kasus tersebut diduga
pelanggaran tindak pidana dengann sengaja mengedarkan sediaan farmasi berupa obat
tradisional ilegal dan mengandung bahan kimia obat sebagaimana yang dimaksud dalam
pasal 196 atau 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana
kurungan maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Kepala Seksi Penyidikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta
Suliyanto mengungkapkan pada Selasa (29/3) sekitar 11.00 petugas Balai Besar POM di
Yogyakarta menemukan sales mobil box bawa obat tradisional di daerah Seyegan.
Kemudian dibawa ke kantor BBPOM di Yogyakarta untuk diinterogasikan. Mobil box dan
obat tradisional yang tersebut lalu disita di BBPOM di Yogyakarta.

Selanjutnya dengan didampingi petugas Sat Narkoba Polres Bantul, kata Suliyanto, pihaknya
melakukan penelusuran lebih lanjut ke tempat/gudang penyimpanan obat tradisional di
Kasihan Bantul yang diakui milik YG beralamat Kaliabu, Gamping Sleman yang juga
pemilik mobil box tersebut.

Dari gudang tersebut ditemukan obat tradisional ilegal dan mengandung bahan berbahaya
sebanyak 1.800 dos atau sebanyak empat truk. Tindakan yang dilakukan oleh BBPOM di
Yogyakarta adalah telah dilakukan penyitaan barang bukti berupa mobil box, obat
tradisionalo 1800 dos dan pemeriksaan awal terhadap YG.

Menurut Suliyanto, di tahun 2014 juga telah ditemukan obat tradisional yang sama di gudang
daerah Sleman sebanyak dua truk. ''Padahal obat tradisional tersebut sudah dilarang, tetapi
menurut pengakuan dari pengedar, ada permintaan dari konsumen dan baru mengedarkan
dalam satu tahun ini. Apakah itu alasan atau masyarakat belum sadar dengan obat tradisional
tersebut ini perlu didalami,''katanya.

Lebih lanjut Suliyanto mengatakan kalau dari labelnya produk tersebut berasal dari
Banyuwangi Jawa Timur. ''Karena itu kami akan menginformasikan ke Badan Pengawas
Obat dan Makanan Pusat untuk dilakukan tindak lanjut,''tuturnya.