Anda di halaman 1dari 7

Teori Dasar

Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah dan komponen yang terkandung
didalamnya. Dari ilmu itu berkembanglah cara/metode penelitian tentang darah yang
semakin berkembang, kemudian dibuatlah alat Hematology Analyzer.

Hematology Analyzer adalah salah satu alat laboraturium yang berfungsi untuk
pengukuran dan pemeriksaan sel darah dalam sampel darah. Berikut ini akan dijelaskan
teori tentang darah sebagai bahan ukur alat Hematology Analyzer.

Darah
Darah adalah jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain, berada dalam
konsistensi cair, beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakan sebagai pembuluh
darah dan menjalankan fungsi transport berbagai bahan serta fungsi homeostatis

Macam dan Jenis Sel Darah


Ada tiga macam sel dalam darah, yaitu:
a. Sel darah merah/ eritrosit/ Red Blood Cell (RBC).
b. Sel darah putih/ leukosit/ White Blood Cell (WBC).
c. Trombosit/ Platelet (Plt).

Prinsip Kerja
Berikut ini akan ditampilkan sebuah blok diagram Hematology Analyzer dan
penjelasannya:

Gambar 1. Blok Diagram Hematology Analyzer


Prinsip Kerja Blok Diagram :
Sampel darah yang sudah dicampur dengan reagent didilusi sebanyak 200x dan
melalui proses hemolyzing untuk mengukur kadar jumlah hemoglobin dengan cara
fotometri dan mengukur kadar jumlah sel darah putih, serta didilusi lagi sebanyak 200x
(jadi 40.000x) untuk mengukur kadar jumlah sel darah putih dan platelet. Kemudian
diproses pada blok data processing dan hasilnya akan ditampilkan pada display dan print
out.

Metode Pengukuran Pada Hematologi Analyzer


Ada beberapa macam metode pengukuran yang digunakan pada alat Hematology Analyzer,
antara lain sebagai berikut:
1. Elektrikal Impedance
2. Fotometri
3. Flowcytometry
4. Histrogram/Kalkulasi

1. Elektrikal Impedance (Mengukur jumlah WBC, RBC, dan Platlet)

Gambar 2. Metode Electrical Impedance

Instrumen ini menggunakan metode pengukuran sel yang disebut Volumetric


Impedance. Pada metode ini , larutan elektrolit (diluent) yang telah dicampur dengan sel-
sel darah dihisap melalui Aperture. Pada bilik pengukuran terdapat dua electrode yang
terdiri dari Internal Elektrode dan Eksternal Elektrode,
yang terletak dekat dengan Aperture. Kedua elektroda tersebut dilewati arus listrik yang
konstan.
Ketika sel-sel darah melalui aperture, hambatan antara kedua elektroda tersebut
akan naik sesaat dan terjadi perubahan tegangan yang sangat kecil sesuai dengan nilai
tahanannya dan diterima Detection Circuit. Kemudian sinyal tegangan tersebut dikuatkan
atau diperbesar pada rangkaian amplifier, lalu dikirim ke rangkaian elektronik. Pada
rangkaian elektronik terdapat rangkaian Treshold Circuit Yang berfungsi untuk
menghilangkan sinyal noise yang diakibatkan oleh :
- Elektrik Noise (Gangguan listrik).
- Debu.
- Sisa-sisa cairan.
- Partikel yang lebih kecil atau lebih besar dari sel darah yang diukur.

Untuk mendapatkan nilai puncak, sinyal dikirim ke A/D Converter, kemudian data
yang diperlukan disimpan pada memori untuk setiap nilai maksimum. Data tersebut akan
dikoreksi oleh CPU dan akan ditampilkan pada layar LCD.
Jumlah sinyal untuk setiap ukuran sel disimpan pada memori dalam
bentuk histogram. Sel RBC dan PLT yang dihitung memiliki ukuran yang berbeda
sehingga CPU dapat membedakan penghitungan untuk setiap jenis sel. Sedangkan ketiga
jenis sel WBC yang dihitung memiliki ukuran sel yang hampir sama sehingga CPU
menggunakan histogram untuk membedakan populasi ketiga jenis sel WBC.
Terkadang terdapat dua sel atau lebih yang melewati aperture secara bersamaan.
Peristiwa ini disebut CoincidenceApabila larutan sampel sudah cukup diencerkan dan
dicampur,Coincidence ini dapat diprediksi secara statistik dengan tingkat keakuratan yang
tinggi. Pada perangkat lunak terdapat tabel koreksi untuk kompensasi hal ini.

2. Fotometri (Mengukur jumlah Hb)


Fotometri adalah pengukuran yang hanya digunakan untuk mengukur Hb saja dengan
prinsip kerja berdasarkan absorbasi cahaya oleh foto detektor.

Gambar 3. Metode Fotometri

Sinar Polikromatik yang berasal dari lampu (Wolframat, Tungstan, Mercury), akan
dilewatkankan pada sebuah filter, dan menjadi sinar Monokromatik
Sinar Monokromatik ini melalui kuvet yang berisi sampel yang akan diperiksa.
Beberapa sinar akan diserap oleh sampel tersebut, dan sebagian akan diteruskan.
Sinar yang diteruskan ini akan diterima detektor.
Kemudian nilai yang didapat akan diproses pada rangkaian pemroses data.

3. Flowcytometry (Sistem Optik )

Gambar 4. Metode Flowcytometry

Sel melalui sebuah chamber flowcell, kemudian ditembakkan sumber cahaya (laser)
yang difokuskan.
Cahaya yang diterima sel akan dipendarkan saat laser ditembakkan.
Foto detektor menangkap cahaya dari berbagai sudut spesifik yang dapat
membedakan jenis sel darah. FS untuk membedakan ukuran, FLS untuk
membedakan complexity-nya (komposisi inti), dan SDS untuk membedakan
granularity-nya (komposisi granula).
Informasi tentang jumlah dan ukuran sel yang telah didapat diproses dan
dikonversikan dalam bentuk digital.

4. HISTOGRAM / KALKULASI
Adalah pengukuran Parameter parameter selain yang diatas. Metode pengukuran ini
berdasarkan penjumlahan dari hasil hasil yang didapat dari pengukuran oleh dua metode
diatas. Metode ini dikenal dengan Complete Blood Count (CBC).
Complete Blood Count (CBC) adalah suatu penghitungan untuk menganalisis
berbagai macam komponen darah :
RBC : Red blood cell / Sel Darah Merah.
HGB : Hemoglobin Concentration / Konsentrasi Hemoglobin.
HCT : Hematocrit .
MCV : Mean Corpuscular Volume / Rata-rata volume sel darah.
MCH : Mean Corpuscular Hemoglobin / rata-rata sel hemoglobin.
MCHC : Mean Corpuscular HemoglobinHoncentration/ Rata-rata konsentrasi sel
hemoglobin.
RDW : Red blood cell Distribution Width / lebar distribusi sel darah merah.
PLT : Platelet Count / perhitungan trombosit
PCT : Platelet crit
MPV : Mean platelet volume / Kelompok volume trombosit.
PDW : Platelet Distribution Width/ lebar distribusi trombosit

Berikut ini beberapa rumus penghitungannya:


a. MCV : Mean Corpuscular Volume ( fL / m3)
- MCV = Hematocrit (%) x 10RBC# (million/L)
b. MCH : Mean Corpuscular Hemoglobin (pg)
- MCH = Hemoglobin (g/dL) x 10 RBC# (million/L)
c. MCHC : Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (%)
- MCHC = Hemoglobin (g/dL) x 100Hematocrit (%)
d. RDW : Red Blood Cell Distribution Width (%)
- RDW = Standard DeviationMCV x 100
Berikut ini adalah contoh Penghitungannya:
Misal :
RBC = 5 Juta sel / m3
Hgb = 15 g/dL
HCT = 45 %
SD = 11 fL
Jawab:
a. MCV = Hematocrit (%) x 10RBC# (million/L)
= 45 x 10 5
= 450 5
= 90 fL = 90 m3
b. MCH = Hemoglobin (g/dL) x 10 RBC# (million/L)
= 15 x 10 5
= 150 5
= 30 pg
c. MCHC = Hemoglobin (g/dL) x 100Hematocrit (%)
= 15 x 10 45
= 150 45
= 33,3 %
d. RDW = Standard DeviationMCV x 100
= 1 90 x 100
= 0,122 x 100
= 12,2 %

Macam-macam Alat Hematology Analyzer


Berikut ini akan ditampilkan macam-macam dan jenis Hematology Analyzer
dengan fitur pengukuran yang berbeda:
a. Jenis Semi Otomatis (dilusi dilakukan manual).
- Merk Celtac
- Tipe MEK-5208
- Buatan Nihon Kohden
- Menghitung WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar . Hematology Analyzer Merk Celtac MEK-5208

b. Jenis Otomatis WBC 3-Part(dilusi, hemolyzing, count, display, dan print out dilakukan
secara otomatis).
- Merk Celtac Alpha
- Tipe MEK-6318
- Buatan Nihon Kohden
- Menghitung 3 jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar ; Hematology Analyzer Merk Celtac Alpha MEK-6318


c. Jenis Otomatis WBC 5-Part (pengambilan sampel, dilusi, hemolyzing, count, display,
dan print out dilakukan secara otomatis).
- Merk Celtac F
- Tipe MEK-8222
- Buatan Nihon Kohden
- Menghitung 5 Jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 1.14. Hematology Analyzer Merk Celtac F MEK-8222

5. Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Hematology Analyzer adalah salah satu alat laboratorium yang berfungsi untuk
pengukuran dan pemeriksaan sel darah dalam sampel darah.
Ada beberapa metode pengukuran yang digunakan pada alat Hematology
Analyzer, yaitu: Electrical Impedance, Fotometri, Flocytometry, dan
Histogram.
Komponen darah yang diukur adalah WBC (Limfosit, Monosit, Neutrofil,
Eosinofil, dan Basofil) RBC (termasuk Hb), dan Platelet