Anda di halaman 1dari 2

1. Profil Umum Timotius

TIMOTIUS

Timotius berasal dari kota Listra (Kis 16:1). Dahulu kota Listra berada di pusat kota Anatolia, sekarang kota Listra merupakan bagian dari negara Turki.

Ibu Timotius merupakan orang Yahudi dan ayahnya orang Yunani.

Nama Timotius memiliki arti “Memuliakan Tuhan”

2. Kehidupan Timotius

Timotius merupakan salah satu tokoh orang muda yang terkenal di Alkitab. Ia dikenal sebagai rekan sekerja Paulus dalam melakukan penginjilan di dataran Asia Kecil dan Eropa.

Ia berumur 15 tahun ketika memutuskan untuk ikut Paulus memberitakan Injil.

Paulus telah menganggap Timotius lebih dari rekan sekerjanya, ia sudah dianggap sebagai anak di dalam Iman oleh Paulus (anak rohani; 1 Tim 1:1-2, 1 Kor 4:17). Bahkan Paulus tidak sungkan menyebutnya anak kesayangannya (1 Kor 16:10-11).

Paulus menggambarkan Timotius sebagai Pribadi yang setia di dalam Tuhan

Karena kesetiaannya, Timotius kerap diutus langsung oleh Paulus untuk dapat menyelesaikan perselisihan/permasalahan suatu Jemaat. Ia pernah diutus Paulus ke Korintus untuk menyelesaikan perselisihan antar Jemaat. Ia juga diutus Paulus ke Tesalonika. (1 Tes 3:1, 1 Kor 4:17)

Salah satu tugas terbesar yang pernah dipegang oleh Timotius adalah menjadi pemimpin jemaat di Effesus.

3. Tantangan dalam Kehidupan Timotius Meskipun begitu, banyak tantangan yang harus dihadapi Timotius dalam hidupnya.

1. Pribadi Pemalu Timotius merupakan pribadi yang pemalu. Bahkan Paulus memohon pada jemaat Korintus untuk bisa menerima Timotius untuk bisa diterima di tengah-tengah jemaat (1 Kor 16:10-11). Melalui suratnya pada Timotius, Paulus menasihati Timotius untuk tidak malu dan takut dalam memberitakan kebenaran Firman Allah. (2 Tim 1:7-8, 2 Tim 2:1-3, 2 Tim 3:12).

2. Hati Lembut Timotius juga digambarkan merupakan pribadi yang memiliki hati yang lembut. Sehingga ketika ia berpisah dngan Paulus ia sangat bersedih hingga meneteskan air mata. (2 Tim 1:4)

3. Muda Timotius tergolong masih muda ketika mulai melakukan pemberitaan injil. Orang muda terkenal sebagai orang yang berapi-api namun lemah pada keinginan daging. Ia sebagai penginjil harus dapat menahan setiap godaan yang timbul dalam dirinya. Melalui suratnya, Paulus juga menyampaikan tentang untuk tidak mudah jatuh dalam

hawa nafsu.

4. Raga yang Lemah Timotius memiliki tubuh yang tidak begitu kuat dan sehat. Paulus pernah mengingatkan Timotius untuk selalu menjaga pola makannya agar tidak mudah jatuh dalam penyakit.

5. Daerah-daerah Bermasalah Timotius kerap diutus ke daerah-daerah yang sedang mengalami masalah. Paulus menyutus Timotius untuk menasihati dan menyelesaikan masalah yang ada. Dimana ia harus bersakis ke Jemaat untuk kembali kepada Kristus.

4. Refleksi dari Kisah Timotius

Ditengah-tengah hidup yang berat dan tanggung jawab yang besar, Timotius tetap setia pada Kristus dan tetap semangat melayani Tuhan hingga akhir hidupnya yang mati martir di daerah ia diutus untuk memberitakan kebenaran Allah. Kita sebagai mahasiswa kerap berpaling dari Allah ketika hidup kita terasa berat. Kita kerap mencari pelarian-pelarian dari tanggung jawab kita yang berujung pada perbuatan dosa. Timotius merupakan teladan yang baik untuk kita tetap menjaga kesetiaan kita ditengah-tengah tanangan hidup yang berat.

Effesus, kota dimana ia diutus, merupakan kota yang masih kuat dengan penyembahan-penyembahan berhala. Namun ia tetap tegar hidup dalam kebenaran dan memberitakan kebenaran firman Allah. Analogi seperti Paulus, kita saat ini berstatus minoritas ditengah-tengah masyarakat. Pertanyaannya adalah apakah kita bisa tegar hidup dalam kebenaran dan memberitakan kebenaran firman Allah?

Hubungan antara Timotius dan Paulus dapat dijadikan role model dalam Kelompok Tumbuh Bersama. Dimana ada hubungan yang saling menguatkan antara pemimpin KTB dan adik KTB.