Anda di halaman 1dari 4

LATIHAN SDIDTK

Dalam latihan ini, kita akan melakukan SDIDTK untuk beberapa kasus . mahasiswa akan
melakukan sesuai langkah-langkah dalam melaksanakan deteksi dini tumbuh kembang
Baca Informasi dari masing masing anak dan ikuti instruksi yang diberikan

KASUS 1
Ani dilahirkan pada tanggal 20 Februari 2016, dia lahir cukup bulan (38 minggu kehamilan),
sesuai dengan catatan kelahirannya. Ani merupakan anak pertama. Orang tua Ani Tn. Arif dan
Ny. Dita, tinggal di Jln. Jemursari No 110, Surabaya.

Ibu Ani mengunjungi Puskesmas pada tanggal 17 mei 2017 , dengan keluhan belum bisa berjalan
tanpa dipegang, belum bisa memegang sendok dengan baik

Dari pemeriksaan didapatkan : BB 9 kg dan panjang badan 70 cm, lingkar kepala 46 cm : Ani
tidak dapat jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan, saat diberikan 2 kubus anak tidak dapat
mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang

INSTRUKSI :

1. Lengkapi data pribadi Ani pada formulir tumbuh kembang


2. Hitung umur Ani
3. Interpretasi status gizi
4. Interpretasi hasil deteksi perkembangan
5. Tentukan intervensi dan stimulasi yang dilakukan pada Ani
KASUS 2

Ibu gita membawa anak laki-lakinya Roni ke Puskesmas pada tanggal 17 Mei 2017 untuvk
pemeriksaan tumbuh kembang, Bayi dilahirkan pada tanggal 28 Mei 2015. berat badan 13 kg
dan tinggi badan 80 cm belum bisa berdiri tanpa dipegang, belum bisa melepas celananya
sendiri dan baru bisa bicara mama dan papa saja.
Kemudian tenaga kesehatan melakukan penilaian perkembangan lain sesuai umur.

Instruksi :
1. Lakukan role play dan simulasi Deteksi dini dan Intervensi pertumbuhan perkembangan
anak.
2. Lengkapi data yang terkait deteksi dini tumbuh kembang anak dan sesuai tahapan umur.
3. Lakukan pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak pada formulir deteksi dini
tumbuh kembang anak.
4. Lakukan stimulasi perkembangan sesuai tahapan usia.

KASUS 3

Ibu Ani membawa anak perempuannya umur 12 bulan belum bisa berdiri dan belum bisa
mengoceh ke posyandu. Berat badan 10 kg dan panjang badan 78 cm, lingkar kepala 46 cm.
Kemudian tenaga kesehatan melakukan penilaian perkembangan lain sesuai umur.

Instruksi :
1. Lakukan role play dan simulasi Deteksi dini dan Intervensi pertumbuhan perkembangan
anak.
2. Lengkapi data yang terkait detekdi dini tumbuh kembang anak dan sesuai tahapan umur.
3. Lakukan pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak pada formulir deteksi dini

tumbuh kembang anak.


4. Lakukan stimulasi perkembangan sesuai tahapan usia.

KASUS 4
Ibu Santi membawa anak perempuannya umur 64 bulan ke posyandu. Berat badan 16 kg dan
tinggi badan 100 cm. Lingkar kepala 50 cm. Anak sudah dapat memakai baju sendiri tetapi tidak
dapat mengancingkan baju sendiri. Belum bisa menunjukkan warna dengan tepat. Ibu
mengatakan masih menemani anak didalam kelas karena menangis jika ditinggalkan ibunya.
Kemudian tenaga kesehatan melakukan penilaian perkembangan lain sesuai umur.

Instruksi :
1. Lakukan role play dan simulasi Deteksi dini dan Intervensi pertumbuhan perkembangan
anak.
2. Lengkapi data yang terkait detekdi dini tumbuh kembang anak dan sesuai tahapan umur.
3. Lakukan pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak pada formulir deteksi dini
tumbuh kembang anak.
4. Lakukan stimulasi perkembangan sesuai tahapan usia.

KASUS 5
Ibu Banita membawa anak perempuannya umur 15 bulan belum bisa berjalan tanpa dipegang,
belum bisa memegang sendok dengan baik, BB 9 kg dan panjang badan 70 cm, belum bisa
menyebutkan bagian tubuhnya.
Instruksi :
1. Lakukan role play dan simulasi Deteksi dini dan Intervensi pertumbuhan perkembangan
anak.
2. Lengkapi data yang terkait detekdi dini tumbuh kembang anak dan sesuai tahapan umur.
3. Lakukan pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak pada formulir deteksi dini
tumbuh kembang anak.
4. Lakukan stimulasi perkembangan sesuai tahapan usia.

KASUS 6
Ibu gita membawa anaknya umur 39 bulan berat badan 10 kg tinggi badan 86 cm sudah bisa
berdiri, tetapi belum bisa melempar bola sejauh 1 meter, belum bisa memegang pensil, memakai
sepatu harus dibantu, kaki anak belum kuat mengayuh sepeda roda tiga.
Kemudian tenaga kesehatan melakukan penilaian perkembangan lain sesuai umur.

Instruksi :
1. Lakukan role play dan simulasi Deteksi dini dan Intervensi pertumbuhan perkembangan
anak.
2. Lengkapi data yang terkait detekdi dini tumbuh kembang anak dan sesuai tahapan umur.
3. Lakukan pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak pada formulir deteksi dini
tumbuh kembang anak.
4. Lakukan stimulasi perkembangan sesuai tahapan usia.