Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI REPRODUKSI HEWAN

PRAKTIKUM I
ORGAN-ORGAN REPRODUKSI

OLEH :

NAMA : YUSMIA
NIM : F1D1 15 072
KELOMPOK : III (TIGA)
ASISTEN PEMBIMBING :

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Reproduksi adalah kemampuan individu untuk menghasilkan

keturunanya sebagai upaya untuk melestarikan jenisnya atau kelompoknya,

tidak setiap individu mampu menghasilkan keturunan, tetapi setidaknya

reproduksi akan berlangsung pada sebagian besar individu yang hidup. Sistem

reproduksi merupakan salah satu komponen sistem tubuh yang penting

meskipun tidak berperan dalam homeostasis dan esensial bagi kehidupan

sesorang, pada manusia, reproduksi berlangsung secara seksual. Organ

reproduksi yang dimiliki manusia berbeda antara pria dan wanita.

Organ reproduksi hewan jantan dapat dibagi atas tiga komponen yaitu

organ kelamin primer, yaitu gonad jantan, sekelompok kelenjar-kelenjar

kelamin pelengkap kelenjar-kelenjar vesikularis, prostata dan cowper, dan

saluran-saluran yang terdiri dari epididimis dan vas deferens, dan alat kelamin

luar atau organ kopulatoris yaitu penis. Organ reproduksi luar terdiri vagina

dan vulva, organ reproduksi bagian dalam betina terdiri atas ovarium, fimbria,

fundibulum, tubafallopi, oviduk dan uterus. Berdasarkan latar belakang

tersebut maka dilakukan praktikum pengamatan organ-organ reproduksi.

Sistem reproduksi meliputi kelenjar (gonad) dan saluran reproduksi.

Organ reproduksi primer atau gonad terdiri dari sepasang testes pada pria dan

sepasang ovarium pada wanita. Gonad yang matur berfungsi menghasilkan

gamet (gametogenesis) dan menghasilkan hormon seks, khususnya testosteron

pada pria dan estrogen dan progesteron pada wanita. Setelah gamet diproduksi
oleh gonad, ia akan melalui saluran reproduksi (sistem duktus). Berdasarkan

uraian diatas, maka dilakukan praktikum pengamatan organ-organ reproduksi

hewan.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini yaitu bagaimana mempelajari,

mengenal, dan memberi pengetahuan tentang keragaman sistem organ

reproduksi pada organisme?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini yaitu untuk mempelajari,

mengenal, dan memberi pengetahuan tentang keragaman sistem organ

reproduksi pada organisme.

D. Manfaat Praktikum

Manfaat yang dapat diperoleh pada praktikum ini yaitu dapat

mempelajari, mengenal, dan memberi pengetahuan tentang keragaman sistem

organ reproduksi pada organisme.


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Reproduksi

Istilah reproduksi berasal dari kata re yang artinya kembali, kata

reproduksi yang artinya membuat atau menghasilkan sehingga istilah

reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan mahluk hidup dalam

menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Organ reproduksi adalah

alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi mahluk hidup. Proses reproduksi

proses melanjutkan keturunan (Rajab dan Epid, 2009).

B. Organ Reproduksi Jantan dan Betina

Organ reproduksi adalah alat yang digunakan mahluk hidup untuk

menghasilkan keturunan. Organ reproduksi eksternal jantan adalah skrotum

dan penis. Organ reproduksi inretnal jantan terdiri atas gonad yang

menghasilkan gamed (sel-sel sperma) dan hormon, kelenjer aksesoris yang

mensekresikan produk yang esensial bagi pergerakan sperma dan sekumpulan

duktus yang membawa sperma dan sekresi glandular (Safitri, 2009).

Organ reproduksi pada betina juga terdiri atas organ reproduksi luar dan

reproduksi dalam. Organ reproduksi luar terdiri vagina yang menghubunghkan

organ uterus dengan tubuh bagian luar dan vulva, celah yang terdapat pada

bagian luar dan terbagi menjadi dua bagian yaitu Labium Mayor dan Labium

Minor. Organ reproduksi bagian dalam betina terdiri atas ovarium, fimbria,

fundibulum, tubafallopi, oviduk dan uterus (Praworo, 2011).


b. Hormon Reproduksi

Kesalahan pengelolaan reproduksi dapat mendorong terjadinya

penurunan kesuburan pada ternak yang bersangkutan. Salah satu faktor yang

menyebabkan penurunan kesuburan adalah ternak menderita gangguan

keseimbangan hormon khususnya hormon reproduksi. Hormon reproduksi

yang sangat berperan bagi ternak betina adalah hormon estrogen, karena

berfungsi dalam pertumbuhan jaringan organ-organ kelamin dan jaringan lain

yang berkaitan dengan reproduksi. Hormon estrogen dihasilkan oleh organ-

organ tubuh seperti ovarium, korpus luteum, plasenta dan korteks adrenal.

Estrogen dari luar tubuh dapat berasal dari tumbuhan yang disebut sebagai

fitoestrogen (Somala, 2006).

c. Hormor Estrogen

Estrogen merupakan hormon seks steroid yang berperan penting

dalam pertumbuhan dan perkembangan seksual sekunder betina, seperti

kelenjar mammae dan organ reproduksi yang lain. Pengaruh estrogen dalam

jaringan reproduksi, terutama memacu proliferasi sel. Aksi estrogen dalam

jaringan atau sel target, membutuhkan reseptor estrogen yang dikendalikan

oleh gen pada kromosom. Aktivitas estrogen di dalam sel dimulai setelah

terjadi ikatan estrogen dengan reseptor di dalam sitosol. Kompleks estrogen

dan reseptor selanjutnya berdifusi ke dalam inti sel dan melekat pada DNA.

Ikatan kompleks estrogen-reseptor dengan DNA menginduksi sintesis dan

ekspresi mRNA berupa sintesis protein sehingga meningkatkan aktivitas sel

target, yang ditunjukkan dengan terjadinya proliferasi sel (Sitasiwi, 2014).


DAFTAR PUSTAKA

Sitasiwi, j. A., 2014, Hubungn Kadar Hormon Estradiol 17- Tebal Endometrium
Uterus Mencit (Mus musculus L.) Selama Satu Siklus Estrus. Jurnal
Biologi Indonesia, 3 (2): 38-39

Somala, L., 2006, Sifat Reproduksi Mencit (Mus musculus L.) Betina Yang
Mendapat Pakan Tambahan Kemangi (Ocimum basilicum) Kering. Institut
Pertanian Bogor. Bogor.

Rajab, W dan Epid, M., 2009, Buku Ajar Epidemologi untuk Mahasiswa
Kebidanan, Kedokteran EGC, Yogyakarta.

Safitri, A., 2000, Biologi Edisi Kelima Jilid 3, Erlangga, Jakarta.

Praworo, K., 2011, Terapi Medipic, Penebar Swadaya Group, Bogor.