Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masa sekarang ini penyebaran dan pertukaran informasi yang sifatnya
universal terhadap kepentingan manusia selain melalui media massa,dapat juga
dilaksanakan melalui pertemuan dan konvensi, Dalam lingkup yang lebih kecil
atau sekala daerah dapat juga dilaksanakan seperti pada perusahaan, kantor
pemerintah, dan lain sebagainya. Penyelenggaraan pertemuan atau konvensi
diharapkan dapat menjadi dinamisator bagi perkembangan industri ekonomi dan
Kebudayaan. Adanya globalisasi dan otonomi daerah memberi peluang dan
tantangan bagi pengembangan wilayah, dengan begitu Setiap daerah diharuskan
mengembangkan segala kemampuan dan daya tarik yang dimilikinya. Adanya
tantangan perdagangan bebas usaha untuk meningkatkan hasil asli daerah agar
dapat bertahan di era otonomi daerah, maka diperlukan strategi untuk
menghadapinya. Berbagai macam strategi dilakukan dalam persaingan global,
seperti meningkatkan kegiatan kepariwisataan, perdagangan, dan investasi, serta
MICE (Meeting, Incentives, Conferences, Exhibitions) sebagai sektor usaha.

Banyaknya masyarakat dari luar kota yang sengaja datang ke Bandung tidak
hanya untuk wisata namun juga mengadakan pertemuan bisnis menjadikan kota
ini memerlukan Convention Center yang independent dan tidak bergabung
dengan bangunan lain. Selama ini para masyarakat atau pengusaha baik asli
Bandung maupun Pendatang sering mengadakan kegiatan bersifat formal atau
non formal dan selalu menyelenggarakan nya di hotel atau balai-balai pertemuan
yang tidak dilengkapi oleh fasilitas pendukung.
Disimpulkan dari uraian diatas disebutkan bahwa Kota Bandung membutuhkan
sarana dan wadah yang dibangun khusus untuk keperluan wisata konvensi atau
aktifitas bersifat masal yang di lakukan di dalam ruangan atau indoor.

1|Page
1.2 Tujuan
Tujauan dari pemilihan Proyek yaitu:
a) Menyediakan Convention center bagi Kota Bandung yang dapat di
manfaatkan untuk meningkatkan kualitas Kota Bandung.
b) Menyusun program dasar perencanaan dan konsep perancangan
arsitektur dari Bandung Convention Center.

1.3 Identifikasi Masalah


a) Bagaimana merancang bangunan convention hall yang representatif ?
b) Bagaimana mewujudkan desain Convention Centre di Bandung dengan
penekanan Arsitektur Modern Kontemporer?
c) Apakah bangunan ini dapat memenuhi kebutuhan di kota Bandung dalam
memenuhi sarana pertemuan dan konvensi

1.4 Manfaat Penelitian


Maksud dari pengambilan judul adalah:
a) Memberikan wadah atau sarana Konvensi atau pertemuan yang layak dan
memenuhi standar untuk Kota Bandung.
b) Untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada di lingkungan unutk
dijadikan landasan perancangan Convention Center di Kota Bandung.

1.5 Sistematika Penulisan

2|Page
Dalam penulisan proposal ini, akan digunakan sistematika penulisan
sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini, akan dibahas mengenai latar belakang dirancangnya aplikasi
penyewaan dan pemeliharaan pada Integrity Convention Centre. Selain
itu, bab ini juga membahas tentang ruang lingkup, tujuan dan manfaat
pembuatan aplikasi, metodologi yang digunakan, serta penjabaran
sistematika penulisan.

BAB 2 KAJIAN TEORITIK


Pada bab ini, akan dibahas teori-teori yang berhubungan dengan
perancangan aplikasi sistem basis data. Teori-teori itu meliputi teori
analisis dan perancangan sistem, teori perancangan database, serta teori
dan pengertian lainnya mengenai penyewaaan dan pemeliharaan.
Landasan teori ini nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan
skripsi

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM


Pada bab ini, akan dibahas sejarah perusahaan, sistem yang sedang
berjalan di perusahaan, struktur organisasi, DFD, dan penjelasan tentang
tiap-tiap bagian di perusahaan dan tugas dari masing-masing jabatan,
permasalahan yang dihadapi, usulan pemecahan masalah, perancangan
sistem basis data, perancangan aplikasi, gambaran sistem aplikasi yang
dirancang dan perancangan layar.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM


Pada bab ini akan dibahas mengenai spesifikasi perangkat keras dan
perangkat lunak yang di butuhkan untuk menjalankan sistem yang telah
dirancang,pedoman penggunaan dan evaluasi dari implementasi sistem
yang telah dirancang.

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN


Bab 5 ini berisi simpulan yang diperoleh dari hasil analisis dan
perancangan sistem, juga berisi saran yang diberikan untuk pengembangan
sistem lebih lanjut dari aplikasi yang telah dibuat.
BAB II
KAJIAN TEORITIK

3|Page
2.1 Definisi Convention Centre

2.1.1 Definisi Convention (Konferensi)


Menurut Kesrul, (2004 :7), Conference atau konferensi adalah suatu
pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tata
karena, adat atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian
antara negara-negara para penguasa pemerintahan atau perjanjian international
mengenai topik tawanan perang dan sebagainya.

Kata "Convention" atau konvensi menurut Fred Lawson, adalah : Pertemuan


sekelompok orang untuk suatu tujuan yang sama atau untuk bertukar pikiran,
pendapat dan informasi tentang suatu hal yang menjadi perhatian bersama.
Istilah "Convention" digunakan secara luas untuk menggambarkan suatu bentuk
pertemuan tradisional atau pertemuan seluruh anggota kelompok (Lawson,Fred,
Conference, Convention and Exhibition Facilities, The Architecture Press, London,
1981, hal. 2).

Sedangkan pengertian konvensi menurut Dirjen Pariwisata, adalah : Suatu


kegiatan berupa pertemuan antara sekelompok orang (negarawan, usahawan,
cendekiawan dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan
dengan kepentingan bersama atau bertukar informasi tentang hal-hal baru yang
menarik untuk dibahas (Keputusan Dirjen Pariwisata Nomor : Kep-06/U/IV/1992;
Pasal 1 : Pelaksanaan usaha jasa konvensi, perjalanan intensif dan pameran).

2.1.2 Definisi Center (Pusat)


Pusat adalah pokok pangkal (berbagai urusan, hal dan sebagainya). Tempat yang
memiliki aktivitas tinggi yang dapat menarik daerah sekitar (Poerdarminto, W.J.S
: 2003).

2.1.3 Definisi Keseluruhan


Convention Centre adalah Pusat yang mewadai tempat untuk pertemuan
(yang mencakup sidang utama dan komisi, jamuan dan pameran) bagi
sekelompok orang untuk saling tukar-menukar informasi, pendapat dan hai-hal
baru yang menarik dibahas untuk kepentingan bersama. Lengkap dengan segala
sarana dan prasarana penunjangnya, baik konvensi berskala nasional maupun
internasional, serta masih dimungkinkan dilaksanakan kegiatan lainnya seperti
jamuan makan .

4|Page
2.2 Fungsi Convention Hall
Merupakan suatu wadah yang dipergunakan oleh sekelompok orang untuk
melakukan kegiatan dalam bidang tertentu sesuai jenis aktifitas
yang berlangsung dalam kaitannya terhadap kegiatan pertemuan, pameran dan
hiburan.(Nyoman, 1999.)
Ragam fungsi Gedung Convention Center menurut fungsi utaamanya adalah:
1. Fungsi wadah pertemuan
2. Fungsi wadah pameran/ eksebisi
3. Fungsi wadah hiburan/ rekreasi
4. Fungsi perkantoran

1. Fungsi wadah pertemuan


a. Pengertian
Adalah suatu wadah yang diperguanakan oleh sekelompok orang untuk
melakukan kegiatan dalam bidang tertentu sesuai jenis aktivitas dalam kaitannya
terhadap kegiatan pertemuan.
b. Tujuan pertemuan
1) Berdasarkan pengertiannya bahwa tujuan pertemuan adalah untuk menciptakan
dan mejawab solusi setiap permasalahan yang timbul dalam masyarakat pada
berbagai sektoor, sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pertahanan- pertahanan.
2) Berkumpulnya beberapa orang atau kelompok dapat mempererat tali
silaturahmi dikalangan pengunjung.

c. Manfaat
Pada pembahasan ini beberapa manfaat yang ditimbulkan oleh adanya aktivitas
kegiatan pertemuan antara lain:
1) Dapat menyatukan berbagai persepsi, perbedaan pendapat, menemukan
pemecahan secara bersamam-sama dalam suatu tempat.
2) Mendorong terciptanya peningkatan status dikalangan masyarakat sebagai
makhluk sosial.
3) Meningkatkan sumber daya manusia seiring pekembangan era globalisasi.

5|Page
d. Jenis dan sifat pertemuan
Kegiatan pertemuan pada pembahasan ini dapat dikembangkan menurut jenis dan
sifatnya adalah kegiatan pertemuan yang bersifat edukasional dan kegiatan pertemuan
yang seremonial.
1) Rapat/sidang adalah pertemuan untuk membicarakan tentang suatu masalah.
Permasaalahan dapat dipecahkan secara bersama-sama dengan
mempergunakan methode diskusi dan penyelesaian bersumber kesimpulan
berbagai masukan atau ide (peserta mempunyai posisi yang sama untuk
memecahkan masalah).
2) Konferensi adalah pertemuan untuk merundingkan atau bertukar pendapat
mengenai suatu masaalah umumnya jenis pertemuan ini dipergunakan untuk
menyelesaikan perbedaan pendapat dari dua
kelompok yang berselisih yang biasanya diakhiri dengan penandatanganan surat
atau perjanjian/memorandum.
3) Seminar adalah pertemuan atau persidangan untuk membahas
Suatu masalah tertentu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan berbagai
fenomena yang terjadi dalam kehidupan di bawah pimpinan para ahli / pakar dama
kehidupan di bawah pimpinan para ahli / pakar.
Kegiatan yang bersifat seremonial
1) Pesta/ resepsi
2) Upacara
3) Pertunjukan/ penataran

2. Fungsi ruang pameran


a. Pengertian
Usaha untuk memperkenalkan/mempromosikan hasil produksi konsumen
mengenai produk-produk dari dalam maupun luar negeri.
b. Tujuan
1) Untuk menyampaikan informasi tentang kemajuan hasil produksi
dari perkembangan teknologi yang lebih maju.

6|Page
2) Mendorong para konsumen untukn lebih mengembangkan wawasan mengenai
hasil produksi sebagaio upaya untuk mengantisipasi persaingan dipasaran,
utamanya hasil produksi luar negeri.
c. Bentuk-bentuk promosi/pemasaran
Mengenai pameran merupakan ajang promosi dari hasil produksi maka dapat
diuraikan dalam beberapa bentuk:
1) Display produk contoh dalam skala kecil
Bentuk promosi atau pameran yang dilakukan oleh produsen maupun pengusaha
berfungsi untuk tujuan promosi produk baru.
2) Display pre-stand
Jenis promosi atau pameran yang terdiri atas beberapa pengusaha kecil yang
menyewakan satu stand pertempat yang berkaitan dengan suatu kegiatan atau event
tertentu yang berlangsung pada saat itu.
3) Trade show
Bentuk promosi atau pameran dengan tujuan dagang murni, biasanya dilakukan
oleh asosiasi atau publik tertentu yang mempnyai sasaran. Kegiatan ini diselenggarakan
pada pusat-pusat konvensi. Gedung serbaguna pertemuan bisnis atau seminar, suatu
kegiatan eksebisi.
4) Pameran besar
Pameran besar-besaran atau disebut dengan pecan raya yang diselenggarakan
dalam suatu kompleks atau arena yang berskala nasional, bahkan internasional.

3. Fungsi hiburan/ rekreasi


a. Pengertian
Hiburan merupakan jenis aktivitas yang dilakukan manusia untuk mengembalikan
kesegaran berfikir setelah melakukan kegiatan yang melelahkan. Hiburan yang berarti
rekreasi yang berasal dari bahasa inggris yaitu recreation berarti menciptakan kembali.
Sedangkan menurut kamus bahasa indonesia, rekreasi adalah suatu aktivitas atau
kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan dalam arti fisik dan emosional.
b. Tujuan dan manfaat hiburan/rekreasi
1) Tujuan
Ditinjau dari aspek motivasi bereaksi antara lain:

7|Page
Motivasi individu : bertujuan menapatkan kesenangan
dan kepuasan serta membentuk kepribadian dan karakter diri.
Motivasi umum : bertuan untuk membina hubungan pantar manusia
(berkomunikasi)
2) Manfaat
Manfaatnya sangat besar terhadap kehidupan manusia, hal ini dapat dilihat dari
beberapa hal yaitu:
Mengandung unsur-unsur yang bersifat pendidikan seperti bekomunikasi
Mengembalikan kondisi pengunjung terutama setelah meakiukan aktivitas yang
menguras pikiran.
3) Jenis dan macam hiburan/ rekreasi
Hiburan/rekreasi budaya (cultural Assets)
Yaitu dengan tujuan mengunjungi rumah adat, museum, makam
bersejarah, benteng dan lain-lain.
Hiburan / rekreasi kota (city fasilities) Yaitu kunjungan terhadap pergelaran seni,
pameran, kolam renang, lapangan olahraga, taman, bioskop, restoran, dan
sebagainya.
Hiburan / rekreasi obyek pendidikan Biasanya untuk wisata remaja dengan
mengunjungi pabrik-pabrik, industri, perkebunan, universitas dan lain-lain.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa hiburan/rekreasi pada Gedung Convetion
Center ini untuk penerapannya lebih di fokuskan pada hiburan / rekreasi kota (city
fasilities).

4. Fungsi perkantoran
a. Pengertian
1) Tempat yang di gunakan dalam menjalakan bisnis maupun profesi.
2) Kantor kawasan Center Business Distric (CBD) mempunyai satu hubungan yang
sangat erat sejak awal pekembangannya di dalam proyek mixused yang di
dalamnya tegantung jenis kegiatan seperti hunian, hotel dan industry.
3) Tempat/ruang, gedung/kumpulan gedung dimana dipusatkan administrasi dari
suatu organisasi atau bagian darinya sehingga kegiatan yang bersifatteknis
ataupun operasional bias berjalan dengan baik

8|Page
b. Batasan fungsi
Fungsi perkantoran pada Gedung Convenction Center terbatas pada fungsi sebagai
ruang pengelolah fasilitas, untuk memenuhi kebutuhan penuntutnya sehinngga dengan
penanganan fasilitas secara profesional akan menarik lebih banyak konsumen untuk
menyewa fasilitas tersebut sesuai dengan jenis kegiatan yang ada didalamnya.

2.3 Tinjauan Convention Centre


2.3.1 Lokasi dan Pencapaian
Menurut Fred Lawson (1981; hal.158) percencanaan lokasi dan pencapaian ke
bangunan harus memenuhi beberapa syarat yaitu :
a) Lokasi berdekatan dengan jalan utama dan lalu lintas yang lancar
b) Berdekatan dengan hotel berbintang dan perkantoran
c) Memiliki sistem lalu lintas dengan lebar jalan yang cukup lebar
d) Pintu masuk harus terlihat jelas dan mudah dikenali
e) Pintu masuk harus mempunyai fasilitas bag drop yang dapat dilalui mobil
dan taksi.

2.3.2 Ruang dan Fasilitas


Menurut Lawson (1981; hal. 76-78), persyaratan perencanaan Convention hall
antara lain:
Persyaratan Ruang
Dalam perhitungan luas satu stand pameran membutuhkan 15m2 .Jika
peserta pameran sebanyak 100 peserta, maka kebutuhan ruang yang dibutuhkan
adlan 1500 m2. Pada perencanaan disini membutuhkan ruang yang sangat
besar. Dalam gedung Convention besar biasanya memiliki ruang yang besar.
Seperti pada contohnya yaitu gedung eksibisi di dallas. Area ruangan eksibisi di
Dallas Convention Centre seluas 20.000m2 atau dapat menampung sekitar 700-
1000 peserta dalam satu gedung.

Lantai
Muatan spesifik untuk lantai permanen berkisar antara 14 sampai 17KN/m2
(300 350 LBS/FT2 ). Kemudian seperti kebanyakan gedung eksibisi,lantai harus
menggunakan karpet karena karpet berguna dalam menutup rangkaian kabel
dan sebagai isolator, sehingga mengurangi bahaya tersetrum.

Dinding

9|Page
Beberapa tipe bahan dinding yang dapat dipakai di ruangan eksibisi antara lain:
o Beton dengan tekstur.
o Beton datar dengan dinding plester yang di finising cat atau vynil.
o Dilapisi dengan lembaran lembaran logam yang dipadu dengan struktur
beton, balok balok atau dengan pengisian tembok.
o Tembok dengan hiasan lampu dan peredam suara.

Langit Langit
Langit langit pada hall eksibisi harus mempunyai ketinggian minimal 5meter.hal
ini dikarenakan pengunjung yang banyak akan menimbulkan kepengapan dalam
ruangan, sehingga butuh sirkulasi udara yang baik .Jenis ruang dan fasilitas yang
tersedia dalam ruangan Convention and Exhibition Centre menurut Fred Lawson
(1981; hal. 91) adalah sebagai berikut :
a) Ruang Convensi Utama atau auditorium, berjumlah satu atau dua dengan
kapasitas antara 1000 3000 tempat duduk.
b) Ruang konvensi sedang atau ballroom berjumlah dua atau tiga buahdengan
kapasitas 200 500 tempat duduk.
c) Ruang pertemuan berjumlah empat sampai sepuluh buah dengan kapasitas
antara 20 50 tempat duduk.
d) Exhibition hall.
e) Servis food untuk peserta konvensi.
f) Monitor televisi dan broadcasting.
g) Pelayanan pers, cenference organizer untuk delegasi.
h) Pelayanan penggandaan, printing, dan penerjemah bahasa.
i) Pelayanan recording, filming, dan publisitas.
j) Pelayanan parkir untuk delegasi (VIP) dan parkir umum.

2.3.3 Akustik Ruang (Pada Convention Room)


Penyelesaian kebisingan dapat dilakukan dengan berbagai cara menurut
Mediastika (2005; hal.122), yaitu :
a) Penyelesaian kebisingan secara outdoor yaitu dengan memperpanjang
medium yang dilalui gelombang bunyi agar intensitasnya menurun. Caranya
adalah menjauhkan posisi ruangan dari jalan yang dilalui kendaraan atau benda
bising lainnya.
b) Penyelesaian kebisingan pada selubung bangunan yaitu dengan mengatur
lubang lubang udara pada dinding yang gunanya menyerap suara dari dalam
maupun luar.

10 | P a g e
c) Penyelesaian kebisingan ruangan dengan interior yaitu dengan menambahkan
lapisan pada dinding dan langit langit bangunan yang dapat menyerap pada
beberapa sisi dan dapat memantulkan di sisi yang lainnya.

2.3.4 Peraturan Bangunan Setempat


Convention and Exhibition Centre di Semarang harus mematuhi peraturan yang
ada dalam pelaksanaan mendesain dan membangun, antara lain :

a) Garis Sepadan Bangunan (GSB)


Dalam pasal 13 UU No. 28 tahun 2002, Garis Sepadan Bangunan merupakan garis
yang membataskan jarak bebas minimum dari sisi terluar sebuah masa bangunan
terhadap batas lahan yang dibangun.
b) Koefisien Dasar Bangunan (KDB) Adalah luas total maksimal lantai dasar
bangunan dibandingkan dengan luas lahan.
c) Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
Adalah angka perbandingan jumlah luas seluruh lantai bangunan terhadap luas
perpetakan atau luas tapak.
d) Ketinggian Bangunan (KB)
Adalah jumlah lapis bangunan yang dihitung dari lantai dasar bangunan ataupun
dari permukaan tanah.

2.3.5 Perencanaan Auditorium


Auditorium adalah tempat yang biasanya dimanfaatkan untuk pertunjukan,
seminar dan acara lain di dalamnya yang biasanya menampung peserta yang
banyak. Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam mendesain auditorium
adalah:
1. Jumlah maksimal pengguna yang dapat ditampung.
2. Jenis kegiatan yang fleksibel sesuai dengan teknis ruangan. Misal dapat
digunakan untuk acara pertunjukan atau konser, namun di lain waktu dapat
digunakan untuk acara seminar, dan lain sebagainya.
3. Pelayanan yang digunakan dalam pre function hall seperti; perjamuan, coffee
bar, dan service.
4. Konfigurasi dan hubungan ruang sekitarnya.
5. Aksen dan persyaratan sirkulasi.
6. Bentuk auditorium yang direncanakan. Menurut Roderick Ham (1974; hal. 17-
23) bentuk auditorium dan hubungannya dengan panggung adalahsebagai
berikut:
360 o Encirclement

11 | P a g e
Jenis ini memiliki letak panggung yang dikelilingi oleh audiensi di semua
sudutnya. Pintu masuknya berada di bawah atau sejajar panggung.
Bentuk ini di Indonesia diaplikasikan pada panggung panggung
tradisional seperti pendopo yang berada di tengah.

Gambar 2.1 Bentuk Theatre 360 Encirclement


Sumber: Theatre Planning, Roderick Ham, 1972

210 220 Encirclement


Posisi tempat duduk mengelilingi 2/3 dari panggung.

Gambar2.2 Bentuk Theathre 210-220 Encirclement


Sumber: Theatre Planning, Roderick Ham, 1972

180 Encirclement
Bentuk ini digunakan pada jaman romawi kuno, posisi audience berada tepat di depan
panggung. Bentuk ini dikenal dengan sebutan thrust stages
90 Encirclement
Bentuk ini mirip dengan kipas, pandangan seluruh audience terfokuspada panggung.
Bentuk ini fleksibel dengan back ground screen.
Zero Encirclement
Bentuk ini biasa disebut End Stages yang memiliki stages dikelilingi posisi audience.
Bentuk ini muncul karena pilihan struktur shell.

12 | P a g e
Gambar2.3 bentuk Theatre Zero Encirclement
Sumber: Theatre Planning, Roderick Ham, 1972

7. Penataan tempat duduk auditorium yang direncanakan Menurut Lawson (1981; hal.
142) hal yang perlu diperhatikan adalah estetika pengaturan tempat duduk, perawatan,
pembersihan, jarak pandang, dan orientasi pada audio visual, kapasitas, dan lamanya
evakuasi ketika terjadi bencana. Ada 2 sistem penataan tempat duduk yaitu:
Sistem Tradisional
Tempat duduk disusun terbagi menjadi beberapa baris. Terdapat jalur sirkulasi diantara
pemisahan tempat duduknya.

Gambar2.4 Sistem Penataran Auditorium Tradisional


Sumber: Conference, Convention, and Exhibition Facilities, Fred Lawson, 1981

Sistem Kontinental
Sistem tempat duduk yang dapat mengefisiensi ruang sehingga dapat di masuki
pengunjung lebih banyak dari sistem tradisional.

13 | P a g e
Gambar 2.5 Sistem Penataran Auditorium Continental
Sumber : Conference, Convention, and Exhibition Facilities, Fred Lawson, 1981

2.3.6 Perencanaan sistem Air Conditioning(AC)


Menurut Lawson (1981; hal. 204), sistem AC pada gedung konvensi dan eksibisi
tergantung dari beberapa faktor antara lain:
a. Skala dan Luasan
Untuk pusat kongres atau pameran yang sangat besar yang memungkinkan adanya
bukaan dalam ruangan tersebut. Luasan ruangan akan menjadi pertimbangan dalam
memilih AC dan kekuatan AC itu. Bisa menggunakan AC split maupun Non-split.
b. Ketentuan yang Digunakan
Ketentuan yang ada biasanya digunakan untuk menentukan jumlah minimal udara
bersih yang harus dikeluarkan. Pada ruangan mechanikal, dapur dan ruangan lain
diperlukan ventilasi yang sesuai agar menjaga ruangan tersebut tetap fresh.
c. Biaya Operasional
Biaya dalam hal ini adalah biasa pengoprasian AC. Sebisa mungkin menggunakan AC
dengan efektif. Disarankan untuk menggunakan AC dengan sistem ducting karena
penggunaannya lebih efisien dan hemat energi serta biaya daripada AC split biasa.

2.3.7 Perencanaan Pencahayaan


Dalam pencahayaan ada beberapa pertimbangan. Seperti pada contohnya di area
konvensi. Fungsi ruang yang menggunakan proyektor di dalamnya mengharuskan
intensitas cahaya yang redup. Sehingga kurang disarankan untuk memakai pencahayaan
alami. Namun pada area eksibisi, sangat disarankan untuk pencahayaan alami karena
ruangannya memang luas dan untuk efisiensi penggunaan energi. Menurut Lawson
(1981;hal. 201), sistem pencahayaan dapat dibagi dua yaitu:
a. Pencahayaan Langsung
Pemasangan pencahayaan pada langit langit auditorium yang berukuran besar.
Umumnya menggunakan pencahayaan vertikal dengan sudut maksimal 10 derajat.
b. Pencahayaan Tak Langsung

14 | P a g e
Bentuk pencahayaan ini biasanya melingkar juga digunakan untuk memecah
pencahayaan di daerah khusus. Pencahayaan yang melingkar dapat mengurangi tingkat
kekontrasan.

2.3.8 Perencanaan Simultaneus Interpretation System (SIS)


1. Jenis SIS
Menurut Lawson (1981; hal. 229), SIS pada Convention Centre dibagi tiga jenis antara
lain:
a. Cable on hired-wired system Merupakan jenis instalasi permanen yang diperlukan
dengan kabel pemilah bahasa yang dipasang pada terminal dan diletakkan sesuai
dengan letak tangan masing masing peserta konvensi.
b. Induction Loop system
Sistem induksi yang menggunakan transmisi dengan pembangkit yang berasal dari
medan magnet dengan kabel yang diputar mengelilingi auditorium
c. Infrared System
Menggunakan radiasi infra merah dari berbagai sumber di dalam ruangan
dan menggunakan frekuensi yang berbeda (dapat mencapai 9 frekuensi)

2. Lokasi Ruang SIS


Ruangan ini biasanya terletak di bagian atas dan di belakan atau samping hall.
Perletakan ruangan ini tidak boleh menghalangi stage. Ruangan ini harus dikelompokkan
menjadi satu agar penerjemah dapat berkomunikasi secara visual melalui jendela yang
berada disamping ruangan. Ruang SIS harus memiliki pintu masuk yang berada di luar
area hall

2.3.9 Parkir Kendaraan.


Banyak contoh konfigurasi kendaraan dalam ruang parkir, namun tekanan desain
adalah 1) efisiensi penggunaan lahan, 2) pola sirkulasi yang lancar danaman 3)
ketertiban dan keteraturan. Pola konfigurasi kendaraan yang dicatat efisien, adalah
sebagai berikut: Ukuran dasar ruang kendaraan dalam areal parkir adalah 2.30 x 5,5 m/
per kendaraan. Pola konfigurasi dengan berbaris, berbanjar, miring 45o berhadapan dan
miring 45o bertolak belakang, akan menghasilkan beberapa dimensi ruang seperti
dibawah. Konfigurasi Parkir Roda 4, Berbaris, Berbanjar Dan Sudut

2.4 Klasifikasi Convention Centre


1. Convention Hall
Harus memiliki peralatan konferensi audio dan video, video Proyeksi / video grafik dll
Kapasitas tempat duduk di aula sesuai kelas di kategori kan sebagai berikut :

Kelas 1 Kapasitas tamu lebih dari 1500


Kelas 2 Kapasitas tamu 1200-1500
Kelas 3 Kapasitas tamu 800-1200
Kelas 4 Kapasitas tamu 300-800

15 | P a g e
2. Mini Convention Room
Pusat Mini Convention room sebagai ruang untuk berbagai seminar, komite, pertemuan
dll kapasitas tempat duduk karena itu, mungkin dalam teater. Kategori kelas untuk mini
convention sebagai berikut:

Kelas 1 Kapasitas tamu 200-300


Kelas 2 Kapasitas tamu 100-200
Kelas 3 Kapasitas tamu 50-100
Kelas 4 Kapasitas tamu 20-50

2.5 Kajian Tema


2.5.1 Definisi Arsitektur Kontemporer
Tema yang diambil ialah arsitektur kontemporer. Arsitektur kontemporer
menekankan tentang desain yang lebih maju, variatif, fleksibel dan inovatif, baik
secara bentuk maupun tampilan,jenis material, pengolahan material maupun
teknologi yang dipakai dan menampilkan gaya yang lebih baru
Desain kontemporer bisa diartikan sebagai desain pada masa kini yang
tidak mengacu pada desain klasik di masa terdahulu. Istilah kontemporer bisa
diimplementasikan di berbagai media. Arsitektur modern sangat dipengaruhi
oleh arsitektur modern. Produk arsitektur kontemporer sangat mewakili kekinian
dalam gaya,langgam, maupun tren tren globalisasi, seperti arsitektur ramah
lingkungan beberapa konsep konvensional. Menurut Gunawan, E. indikasi
sebauh arsitektur
disebut sebagai arsitektur kontemporer meliputi 4 aspek,yaitu:
1. Ekspresi bangunan bersifat subjektif,
2. Kontras dengan lingkungan sekitar,
3. Bentuk simple dan sederhana namun berkesan kuat,
4. Memiliki image, kesan, gambaran, serta penghayatan yang kuat

2.5.2 Ciri dan Prinsip Arsitektur Kontemporer


Berikut prinsip Arsitektur Kontemporer menurut Ogin Schirmbeck :
1. Bangunan yang kokoh
2. Gubahan yang ekspresif dan dinamis
3. Konsep ruang terkesan terbuka
4. Harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar,
5. memiliki fasad transparan

16 | P a g e
6. Kenyamanan Hakiki
7. Eksplorasi elemen lansekap area yang berstruktur.

2.5.3 Preseden dalam Arsitektur Kontemporer


A. Museum Tsunami Aceh

Gambar 23. Museum Tsunami Aceh


Sumber:www.google.com

Museum tsunami adalah sebuah museum yang dirancang oleh salah satu arsitek
terkenal Indonesia yaitu Ridwan Kamil. Museum ini merupakan salah satu cara
untuk mengenang kejadian tsunami yang terjadi di Aceh pada tanggal 26
Desember 2004. Museum Tsunami Aceh diresmikan pada tahun 2009. Bangunan
ini menyerupai sebuah kapal yang memiliki cerobong besar ditengah bangunan
dan menggunakan material kaca yang ditutup oleh secondary skin yang
merupakan salah satu ciri khas dari arsitektur kontemporer. Berikut ruang-ruang
utama yang ada di Museum Tsunami Aceh
1. Ruang Renungan
Dalam ruangan ini terdapat sebuah lorong sempit dan remang sekaligus dapat
mendengarkan suara air yang mengalir beserta suara azan. Pada kiri dan kanan
dinding lorong tersebut terdapat air yang mengalir yang di ibaratkan gemuruh
tsunami yang pernah terjadi di masa silam.

17 | P a g e
Gambar 24. Ruang Renungan
Sumber : www.google.com
2. Memorial Hill
Setelah berjalan melewati Lorong Tsunami, pengunjung akan memasuki Ruang
Kenangan (Memorial Hall). Ruangan ini memiliki 26 monitor sebagai lambang
dari kejadian tsunami yang melanda Aceh ada 26 Desember 2004.Setiap monitor
menampilkan gambar dan foto para korban dan lokasi bencana yang melanda
Aceh pada saat tsunami sebanyak 40 gambar yang ditampilkandalam bentuk
slide. Gambar dan foto ini seakan mengingatkan kembali kenangan tsunami yang
melanda Aceh atau disebut space of memory yang tidak mudah untuk dilupakan
dan dapat dipetik hikmah dari kejadian tersebut.

Gambar 25. Ruang Memorial Hill


Sumber : www.google.com

3. Ruang The Light of God


Setelah melewati ruang memorial hill, anda akan memasuki ruang "The
Light
of God", yaitu sebuah ruang berbentuk sumur silinder yang menyorotkan cahaya
remang-remang. Pada puncak ruangan terlihat kaligrafi arab berbentuk tulisan
ALLAH. Pada dinding-dinding ruangan ini dipenuhi tulisan nama-nama korban

18 | P a g e
tsunami yang tewas dalam peristiwa besar tersebut. Bangunan ini mengandung
nilai
-nilai Religius yang merupakan cerminan hubungan manusia dengan sang
pencipta / Allah. Ruangan berbentuk silinder dengan cahaya remang dan
ketinggian 30 meter ini memiliki kurang lebih 2.000 nama-nama koban tsunami
yang tertera disetiap dindingnya.

Gambar 26. Ruang The Light of God


Sumber : www.google.com

4. Lorong Cerobong
Setelah Sumur Doa, pengunjung akan melewati Lorong Cerobong (Romp
Cerobong) menuju Jembatan Harapan. Lorong ini sengaja didesain dengan lantai
yang bekelok dan tidak rata sebagai bentuk filosofi dari kebingungan dan
keputusasaan masyarakat Aceh saat didera tsunami pada tahun 2004 silam,
kebingungan akan arah tujuan, kebingungan mencari sanak saudara yang hilang,
dan kebingungan karena kehilangan harta dan benda, maka filosofi lorong ini
disebut Space of Confuse. Lorong gelap yang membawa pengunjung menuju
cahaya alami melambangkan sebuah harapan bahwa masyarakat Aceh pada saat
itu masih memiki harapan dari adanya bantuan dunia untuk Aceh guna
membantu memulihkan kondisi fisik dan psikologis masyarakat Aceh yang pada
saat usai bencana mengalami trauma dan kehilangan yang besar.

5. Jembatan Harapan
Lorong cerobong membawa pengunjung ke arah Jembatan Harapan (space of
hope). Disebut jembatan harapan karena melalui jembatan ini pengunjung dapat
melihat 54 bendera dari 54 negara yang ikut membantu Aceh pasca tsunami,
jumlah bendera sama denga jumlah batu yang tersusun di pinggiran kolam. Di
setiap bendera dan batu bertuliskan kata Damai dengan bahasa dari masing-
masing negara sebagai refleksi perdamaian Aceh dari peperangan dan konflik

19 | P a g e
sebelum tsunami terjadi. Dengan adanya bencana gempa dan tsunami, dunia
melihat secara langsung kondisi Aceh, mendukung dan membantu perdamaian
Aceh, serta turut andil dalam membangun (merekontruksi) Aceh setelah bencana
terjadi.

Gambar 27. Jembatan Harapan


Sumber : www.google.com

Bangunan Museum Tsunami Aceh di kaji melalui 7 prinsip arsitektur


kontemporer menurut Schirmbeck

Prinsip Kontemporer Kenyataan Gambar Bangunan

1. Bangunan kokoh Bangunan terlihat kokoh


menyerupai bentuk

kapal

2. Gubahan Gubahan massa berasal


ekspresif dan dari bentuk kapal dan
dinamis tidak kaku (berbentuk
oval)

20 | P a g e
3. Konsep ruang Pada lantai dasar
terkesan terbuka merupakan area terbuka
dan dijadikan area
komunal sehingga dapat
menyatu dengan ruang
luar

4. Harmonisasi ruang luar Pada lantai dasar terdapat


dan ruang dalam jembatan yang dibawahnya
terdapat air, sehingga
memberikan kesan sedang
berada dialam terbuka.

5. Memiliki fasad yang Museum tsunami


transparan menggunakan fasad yang
terbuat dari kaca yang
kemudian diberi secondary
skin

6. Kenyamanan Pada pintu masuk


menggunakan ramp
Hakiki sehingga ramah bagi kaum
difabel.

Menonjolkan penggunaan
beton sebagai bahan utama
sehingga memberikan kesan
kejujuran

21 | P a g e
7. Eksplorasi elemen -Lansekap mengoptimalkan
lansekap penggunaan vegetasi.

- Pada bagian atap


bangunan
menggunakan roof garden
yang dapat dijadikan area
komunal

2.6 Studi Banding Convention Hall (Telkom University)

2.6.1 Deskripsi Proyek

Nama Gedung : Convention Hall

Fungsi Gedung : Bangunan ini dirancang untuk dapat menampung kegiatan


Seminar, Wisuda, Pesta/Perayaan/Pelantikan (Greetings &
Ceremonies), Pentaas Musik & Pameran, dan dapat disewakan
kepada masyarakat umum yang membutuhkan dengan
kapasitas +/- 3.000 orang

Luas Gedung : 4. 139 M

22 | P a g e
Sistem struktur : Tension Membrane Polymer

Bcr & Fasum : 60% - 40%

2.6.2 Analisa Tapak & Gubahan Massa

Gagasan bentuk bangunan convention center sendiri diadopsi dari bentuk


Tunas Daun (Shoot) geometri dasar bangunan merupakaan penggabungan dari
lingkaran dan elips yang salah satu titik pusatnya berimpt dan menjadi titik pusat dari
ruang terbuka penghubung kedua bangunan tersebut yang juga berfungsi sebagai ruang
orientasi.

Kata Shoot mengandung multi makna, yaitu Tunas, Pucuk, Saluran,


menembak/menghasilkan, mengarungi & membuat hal tersebut sejalan dengan fungsi
pendidikan. Sehingga bangunan ini memiliki makna konotatif sebagai berikut : Tempat
membina, menempa & menghasilkan Tunas muda menjadi sarjana untuk diterjunkan
ke masyarakat.

Gambar 4.2 Tampak Depan


Sumber : Google Search

23 | P a g e
Gambar 4.3 Tampak Belakang
Sumber : Goggle

2.6.3 Analisa Fungsi Bangunan & Program Ruang

Program Ruang:

1. Lobby yang ber fungsi sebagai pusat informasi, juga dapat digunakan untuk pameran
temporer.

2. Kantor Pengelola sebagai pusat operator pelaksana.

3. Toilet sebagai saran pelengkap.

4. Fasilitas Pameran dan Pertemuan

Fasilitas ini berfungsi sebagai ruang serba guna yaitu untuk pertemuan,
pameran, resepsi pernikahan, dan pertunjukan. Ruangan dapat dibagi-bagi menjadi
ruang-ruang lebih kecil untuk meningkatkan fleksibilitas. Ruang ini memiliki
perlengkapan standar seperti meja, kursi, infokus, layar, papan tulis dan lain-lain yang
disusun sesuai dengan kebutuhan.

5. Fasilitas Servis

Fasilitas servis berfungsi sebagai pendukung bangunan utama dan menjadi


sangat penting pada saat sebuah kegiatan akan diselenggarakan, yaitu pada waktu
persiapan, waktu penyelenggaraan, dan waktu penutupan. Pada saat akan
diselenggarakan sebuah kegiatan, fasilitas ini sangat mungkin akan dipergunakan selama
24 jam. Ruang-ruang yang termasuk kedalam fasilitas servis antara lain area loading
dock.

24 | P a g e
2.6.4 ANALISA STRUKTUR

Sub Struktur

Pondasi Tiang Pancang

Pedestal untuk masing-masing pipa utama berbentuk kotak 1,00 x 1,00 m dengan
ketinggian 25 cm. Pedestal berdiri langsung diatas poor dengan dimensi 1,30 x 2,50 m
dengan ketinggian 70 cm. Pondasi dalam berupa mini pile ukuran 25 x 25 cm sebanyak 6
buah sedalam 9 m.

Gambar 4.4 Busur Trass


Sumber : Google Search

Gambar 4.5 Denah & Potongan Pedestal


Sumber : Google Search

25 | P a g e
Gambar 4.6 Tiang Struktur
Sumber : Foto Survei

Upper Struktur

Sistem struktur atas (Upper-Structure) untuk bangunan Convention Hall adalah


struktur membran dan busur truss. Pemilihan sistem struktur ini disebabkan karena
anggaran biaya yang lebih rendah serta waktu konstruksi yang lebih singkat. Tantangan
menggunakan sistem struktur ini adalah dibutuhkannya tenaga ahli dengan
pengetahuan yang tinggi, baik dari arsitek, ahli struktur dan kontraktornya.

Bentuk permukaan membran yang diterapkan pada bangunan ini adalah bentuk
anticlatic / negative surface condition.

Bentuk ini memiliki dua kelengkungan yang berlawanan, yaitu :


Kelengkungan primer (primary curvature), berbentuk busur terbalik.
Kelengkungan sekunder (secondary curvature), yang berbentuk busur.

Bangunan ini terdiri dari 7 buah segmen membran berbentuk pelana (saddle
shape), dimana masing-masing membran ini dibatasi oleh 2 buah busur truss utama dan
bagian bawah busur truss tambahan. Busur truss tambahan bagian atas dan truss
pengaku pada bagian puncak busur tidak memiliki peran dalam membatasi permukaan
membran.

26 | P a g e
Gambar 4.7 Tepi Permukaan Membran
Sumber : Google Search
Penutup atapnya membran

BUSUR TRUSS

Gambar 4.8 Situasi


Sumber : Foto Survei

Modul Horizontal

27 | P a g e
Elemen bidang horizontal, berupa pelat lantai. Tidak ada peninggian maupun
penurunan bidang.
Sistem modul jarak antar tiang pancang kolom berjarak 10 Meter,

Gambar 4.9 Aula.


Sumber : Foto Survei
Tidak ada peninggian maupun penurunan bidang

Modul Vertical

Elemen bidang vertikal, berupa:


dinding interior masif, yang memisahkan ruang sirkulasi dan ruang utama.

Gambar 4.10 Aula.


Sumber : Foto Survei

Dinding yang memisahkan ruang sirkulasi dan ruang utama.


dinding ekterior transparan, yang memisahkan ruang dalam dan ruang luar.

28 | P a g e
Gambar 4.11 Eksterior Kaca sebagai Pemisah
Sumber : Foto Survei

Dinding kaca transparan, yang memisahkan ruang dalam dan ruang luar.

4.1.5 ANALISA UTILITAS GEDUNG

System Plambing

Instalasi Air hujan


Aliran air hujan dapat mengalir lancar dengan atap berupa setengah
lingkran,yang langsung disaluran ke drainase terdekat.

Gambar 4.12 Diagram Sistem air hujan


Sumber : Google Search

Instalasi Air Bekas & Air Kotor


Aliran air bekas yang langsung disalurkan ke drainase terdekat.
Aliran air kotor yang langsung disalurkan ke Sepictank.

29 | P a g e
Gambar 4.13 Diagram Sistem air bekas dan kotor
Sumber : Google Search

Instalasi Air Bersih


Aliran air bersih dapat saluran langsung dari PDAM.

Gambar 4.12 Diagram Sistem air bersih


Sumber : Google Search

Instalasi Listrik
Aliran Listrik didapat langsung dari PLN, serta untuk antisipasi pemadaman
digunakan genset.

30 | P a g e
Gambar 4.13 Diagram Sistem Instalasi Listrik
Sumber : Google Search

31 | P a g e