Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

DERET GALVANIS LOGAM LOGAM

KELAS 2 E / KELOMPOK 4

1. Nanda Nurmassita Rizki Anisa NIM. 1531410065


2. Ika Islamirrodliyah NIM. 1531410006
3. Nurika Andana Putri NIM. 1531410124
4. Oddie Surya NIM. 1531410007
5. Siti Ulfaizzah NIM. 1531410100
6. Sri Nuri Wijianingrum NIM. 1531410050

Jurusan Teknik Kimia


Politeknik Negeri Malang
2016
Hari, Tanggal : Kamis, 20 Oktober 2016
I. Tujuan Praktikum :
1. Memahami konsep tentang beda potensial oksidasi logam-logam
2. Memahami prinsip terjadinya korosi galvanis
II. Dasar Teori
Sel Volta
Luigi Galvani dan Alexandro Volta menemukan prinsip pembentukan
energi listrik dari reaksi kimia yang terjadi dalam suatu alat yang kini dikenal
sebagai sel Galvani atau sel Volta dimana terjadi reaksi oksidasi dan reduksi yang
menghasilkan arus listrik.
Katoda (+) : reduksi
Anoda (-) : oksidasi
Sel Galvani merupakan suatu sel elektrokimia yang mengubah zat kimia
menjadi energi listrik. Dalam sel galvani reduktor dan oksidatornya dipisahkan
sehingga pemindahan tidak terjadi secara langsung tetapi melalui kawat
penghantar. .
Potensial elektroda sel dapat ditentukan melalui persamaan :
E sel = E reduksi - E oksidasi
E sel = E katode - E anode
E sel = E besar - E kecil
Prinsip-prinsip sel volta :
1. Di dalam sel volta reaksi kimianya mengandung arus listrik, reaksi
terjadi secara spontan.
2. Terjadi perubahan dari energi kimia menjadi energi listrik.
3. Pada anode, terjadi reaksi oksidasi dan bermuatan negatif (-).
4. Pada katode, terjadi reaksi reduksi dan bermuatan positif (+).
5. Elektron mengalir dari anode menuju katode
Elektroda Sel Galvani
Elektroda dalam sel Galvani terbalik dengan elektroda sel elektrolisis.
Dalam sel Galvani:
-Anoda adalah elektroda dimana terjadi reaksi oksidasi (kehilangan
elektron). Anoda menarik anion.
-Katoda adalah elektroda dimana terjadi reaksi reduksi (menerima
elektron). Katoda menarik kation.
Perhitungan Potensial Standar
Potensial listrik standar dapat ditentukan dengan menggunakan tabel
potensial standar setengah sel. Langkah pertama adalah mengetahui logam apa
yang bereaksi dalam sel. Kemudian mencari potensial elektroda standar (E0)
dalam volt, dari masing-masing dua setengah reaksi.
Potensial Sel
Sel galvani menjadikan perubahan energi bebas reaksi spontan menjadi
energi listrik. Energi listrik ini berbanding lurus dengan beda potensial antara
kedua elektroda (voltase) atau disebut juga potensial sel (Esel) atau gaya
electromotive (emf). Untuk proses spontan E sel > 0, semakin positif E sel
semakin banyak kerja yang bisa dilakukan oleh sel
Satuan yang dgunakan 1 V = 1 J/C. Potensial sel sangat dipengaruhi oleh
suhu dan konsentrasi, oleh karena itu potensial sel standar diukur pada keadaan
standar (298 K, 1 atm untuk gas, 1 M untuk larutan dan padatan murni untuk
solid).
Elektroda
Elektroda terbagi menjadi dua jenis yaitu anoda dan katoda. Setengah
reaksi oksidasi terjadi di anoda. Elektron diberikan oleh senyawa teroksidasi (zat
pereduksi) dan meninggalkan sel melalui anoda. Setengah reaksi reduksi terjadi di
katoda. Elektron diambil oleh senyawa tereduksi (zat pengoksidasi) dan masuk sel
melalui katoda. Setengah sel oksidasi: anoda berupa batang logam Zn dicelupkan
dalam ZnSO4. Setengah sel reduksi: katoda berupa batang logam Cu dicelupkan
dalam CuSO4
Terbentuk muatan relatif pada kedua elektroda dimana anoda bermuatan
negatif dan katoda bermuatan positif. Kedua sel juga dihubungkan oleh jembatan
garam yaitu tabung berbentuk U terbalik berisi pasta elektrolit yang tidak bereaksi
dengan sel redoks gunanya untuk menyeimbangkan muatan ion (kation dan anion).
Dimungkinkan menggunakan elektroda inaktif yang tidak ikut bereaksi dalam sel
volta ini misalnya grafit dan platinum.
Notasi Sel Volta
Sel Volta dinotasikan dengan cara yang telah disepakati (untuk sel
Zn/Cu2+) Zn(s)|Zn2+(aq)Cu2+(aq)|Cu(s). Bagian anoda (setengah sel oksidasi)
dituliskan disebelah kiri bagian katoda. Garis lurus menunjukkan batas fasa yaitu
adanya fasa yang berbeda (aqueous vs solid) jika fasanya sama maka digunakan
tanda koma. Untuk elektroda yang tidak bereaksi ditulis dalam notasi diujung kiri
dan ujung kanan.

III. Alat dan Bahan


Alat
1. Beaker glass 250 mL
2. Avometer (Volt meter)
3. Batang Pengaduk
4. Neraca Analitik
5. Spatula
6. Kaca Arloji
7. Gelas Plastik
8. Penjepit Buaya
Bahan
1. Garam Dapur
2. Logam dari Berbagai jenis
a. Timah Putih
b. Seng
c. Kuningan
d. Batang Tembaga
e. Lempeng Tembaga
f. Nikel
g. Alumunium
h. Besi
3. Batang Karbon
4. Air
IV. Skema Kerja
Siapkan alat dan bahan

Buat larutan garam jenuh setengah dari gelas

Masukkan dua logam yang berbeda dengan sisi berlawanan

Ukur Beda Potensial

Catat Hasil Pengukuran

Ulangi percobaan dengan logam yang berbeda

V. Data Pengamatan
ANODA (V)
KATODA Karbon Timah Nikel Seng Batang Besi Kuningan Alumunium Lempeng
Putih Tembaga Tembaga
Karbon 0,454 0,333 0,947 0,194 0,299 0,246 0,721 0,192
Timah Putih - 0,148 0,473 - 0,107 - 0,274 -
Nikel - - 0,598 - 0,045 0,011 0,461 -
Seng - - - - - - 0,178 -
Batang
- 0,207 0,033 0,712 0,054 0,015 0,433 -
Tembaga
Besi - - - 0,489 - 0,024 0,333 -
Kuningan - 0,062 - 0,526 - - 0,323 -
Alumunium - - - - - - - -
Lempeng
- 0,247 0,154 0,738 0,037 0,121 0,064 0,507
Tembaga
Berdasarkan Berapa kali katoda

No Katoda Anoda Beda Potensial (V)


1 Batang Tembaga Seng 0,712
2 Batang Tembaga Alumunium 0,433
3 Batang Tembaga Timah Putih 0,207
4 Batang Tembaga Besi 0,054
5 Batang Tembaga Nikel 0,033
6 Batang Tembaga Kuningan 0,015
7 Besi Seng 0,489
8 Besi Alumunium 0,333
9 Besi Kuningan 0,024
10 Karbon Seng 0,947
11 Karbon Alumunium 0,721
12 Karbon besi 0,454
13 Karbon Nikel 0,333
14 Karbon timah putih 0,299
15 Karbon Kuningan 0,246
16 Karbon Batang Tembaga 0,194
17 Karbon Lempeng Tembaga 0,192
18 Kuningan Seng 0,526
19 Kuningan Alumunium 0,323
20 Kuningan Timah Putih 0,062
21 Lempeng Tembaga Seng 0,738
22 Lempeng Tembaga Alumunium 0,507
23 Lempeng Tembaga Timah Putih 0,247
24 Lempeng Tembaga Nikel 0,154
25 Lempeng Tembaga Besi 0,121
26 Lempeng Tembaga Kuningan 0,064
27 Lempeng Tembaga Batang Tembaga 0,037
28 Nikel Seng 0,598
29 Nikel Alumunium 0,461
30 Nikel Besi 0,045
31 Nikel Kuningan 0,011
32 seng Alumunium 0,178
33 Timah Putih Seng 0,473
34 Timah Putih Alumunium 0,274
35 Timah Putih Nikel 0,148
36 Timah Putih besi 0,107
VI. Pembahasan

Sebuah sel elektrokimia yang beroperasi secara spontan disebut sel galvani
(atau sel volta). Sel seperti ini mengubah energi kimia menjadi energi listrik yang
dapat digunakan untuk melakukan kerja (Oxtoby:1999). Arus mengalir pada sel
galvani disebabkan karena perbedaan potensial listrik (V), antara dua titik dalam
rangkaian yang menyebabkan electron mengalir. Perbedaan potensial listrik ini,
atau tegangan sel, dapat diukur dengan sebuah alat yang disebut voltmeter yang
diletakkan di rangkaian luar. Tegangan yang diukur dalam sel galvani tergantung
pada magnitudo arus yang melalui sel dan tegangan jatuh jika arus terlalu besar
(Oxtoby:1999).
Pada percobaan ini larutan yang digunakan adalah larutan garam. Larutan
Garam pada percobaan ini memiliki fungsi sebagai larutan elektrolit. Pada
percobaan pertama Katoda yang digunakan adalah Batang Karbon. Percobaan ini
dilakukan sebagai panutan / pembanding untuk percobaan selanjutnya dengan
logam lain sebagai katoda. Semua bahan yang direaksikan atau bahan yang
menjadi anoda dapat menghasilkan arus listrik. Hal ini disebabkan karena karbon
merupakan inert sehingga tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut.
Pada percobaan ini yang dapat bertindak sebagai katoda adalah Seng,
Batang Tembaga, Besi, Kuningan, Lempeng Tembaga, Nikel, Timah Putih dan
Batang Karbon. Logam yang dapat bertindak sebagai anoda adalah Seng,
Alumunium, Batang Tembaga, Besi, Kuningan, Nikel, dan Timah Putih. Logam
yang bertindak sebagai katoda akan mengalami reaksi reduksi, sedangkan Logam
yang bertindak sebagai anoda akan mengalami reduksi.
Electron mengalir dari anoda ke penjepit buaya ( kawat penghanatar), dan
dengan terbentuknya ion-ion dari anoda ini memasuki larutan dan berdifusi
menjauhi anoda . Ion negatif berdifusi lewat larutan garam menuju ke anoda.
Electron yang dilepaskan oleh anoda memasuki kawat penyambung dan
menyebabkan electron-elektron pada ujung lain berkumpul pada permukaan
katoda.

Jadi, sementara reaksi itu berjalan; terdapat gerakan keseluruhan dari ion
negative menuju anoda dan gerakan keseluruhan ion positif menuju katoda Jalan
untuk aliran ion secara terarah lewat larutan ini dapat dibayangkan sebagai
rangkaian dalam, dan jalan untuk aliran electron lewat kawat penghantar
dibayangkan sebagai rangkaian luar (Keenan:1980).
Pada praktikum ini juga dapat diketahui prinsip terjadinya korosi galvanis.
Korosi galvanis dapat terjadi apabila dua logam dapat terjadi apabila dua logam
yang tidak sama dihubungkan ( memiliki perbedaan beda potensial) dan berada di
lingkungan korosif. Dalam hal ini lingkungan korosif adalah larutan elektrolit
( larutan garam). Prinsip korosi galvanis sama dengan prinsip elektrokimia yaitu
terdapat elektroda dan menghasilkan arus listrik. Logam yang berfungsi sebagai
anoda adalah logam sebelum dihubungkan bersifat lebih reaktif atau mempunya
potensial korosi lebih negatif.
Dari hasil percobaan pertama terdapat penyimpangan antar Karbon-
Alumunium dan Karbon-Seng. Berdasarkan literatur seharusnya Karbon-
Alumunium yang memiliki beda potensial lebih besar daripada Karbon-Seng. Hal
ini mungkin disebabkan karena masih terdapat pengotor pada anoda seng ataupun
alumunium dan mempengaruhi pengukuran beda potensial sel.
Dari seberapa sering katoda/ anoda logam logam tersebut dapat
dideretkan menjadi seperti berikut :

Anoda Katoda

Al Zn Fe CuZn Ni Sn Cu(Batang) Cu(Lempeng) C

Oksidasi reduksi

VII. Kesimpulan
1. Pada Sel galvani terjadi reaksi spontan sehingga reaksi menimbulkan
arus listrik.
2. Korosi galvanis dapat terjadi apabila dua logam yang berbeda
dihubungkan di lingkungan yang sama (lingkungan korosif).
VIII. Daftar Pustaka
1. http://brownharianto.blogspot.co.id/2009/11/korosi-galvanis.html
2. http://elzivian.mywapblog.com/cara-membuat-percobaan-sel-
galvani.xhtml
3. http://sholmuth.blogspot.co.id/2012/08/laporan-praktikum-sel-
galvani.html
4. Oxtoby, David W.dkk.1999.Prinsip-Prinsip Kimia Modern edisi
keempat jilid 1.jakarta: Erlangga

Tugas

1. Gambarkan Rangkaian Galvanis / Rangkaian elektrokimia percobaan anda


2. Susunlah deret galvanis logam-logam berdasarkan hasil percobaan anda.
(Urutkan berdasarkan berapa kali sebuah logam menjadi katoda/ anoda)
3. Tuliskann persamaan reaksi yang terjadi pada setiap percobaan yang anda
buat.
Jawab
1.

V
2. Dari seberapa sering katoda dapat disimpulkan deret galvanis praktikum ini
yaitu
Al Zn Fe CuZn Ni Sn Cu(Batang) Cu(Lempeng) C

3. Reaksi hasil praktikum jika kita basiskan karbon sebagai katoda


Katoda : H2O + 2e- 2 OH- + H2
Anoda : Cu Cu2+ + 2e-
Reaksi : Cu + H2O 2 OH- + Cu2+
Katoda : H2O + 2e- 2 OH- + H2
Anoda : Sn Sn2+ + 2e-
Reaksi : Sn + H2O 2 OH- + Sn2+

Katoda : H2O + 2e- 2 OH- + H2


Anoda : Fe Fe2+ + 2e-
Reaksi : Fe + H2O 2 OH- + Fe2+