Anda di halaman 1dari 15

KARAKTERISASI SUDUT IKATAN X-H-X DENGAN METODE

SEMIEMPIRIS

I. Tujuan

1. Memahami cara kerja perhitungan metode semiempiris.

2. Menghitung sudut ikatan X-H-X pada berbagai senyawa.

3. Menganalisis pengaruh electron tak berikatan terhadap sudut ikatan X-H-X.

II. Teori Dasar

Perhitungan semiempiris disusun dengan cara yang secara umum sama dengan
perhitungan HF. Beberapa perhitungan, seperti integral elektron ganda
diselesaikan dengan cara pendekatan atau sama sekali dihilangkan. Dalam rangka
mengoreksi kesalahan perhitungan akibat penghilangan sebagian dari perhitungan
HF, metoda ini diparameterisasi dengan cara fitting kurva untuk menghasikan
beberapa parameter atau angka agar dapat memberikan kesesuaian dengan data
eksperimen.Sisi baik dari perhitungan semiempiris adalah mereka lebih cepat
daripada perhitungan ab initio. Sisi buruk dari perhitungan semiempiris adalah
hasilnya sangat bergantung pada tersedianya parameter yang sesuai dengan
molekul yang dianalisis. Jika molekul yang dikaji mirip dengan molekul yang ada
dalam data base yang digunakan dalam metoda parameterisasi, hasilnya akan
baik. Jika molekul yang dikaji berbeda secara signifikan dengan molekul yang
digunakan dalam metoda parameterisasi, jawabannya mungkin akan sangat
berbeda dengan data eksperimen(Fian,2012).

Perhitungan semiempiris telah sangat sukses dalam menjelaskan masalah di


bidang kimia organik yang hanya mengandung beberapa unsur secara ekstensif
dan molekul dengan ukuran yang sedang. Namun demikian, metoda semiempiris
akan memberikan beberapa kesalahan, khususnya jika harus menjelaskan
permasalahan pada kimia anorganik, terutama jika kita bekerja dengan melibatkan
unsur-unsur transisi. Sisi baik dari perhitungan semiempirical adalah bahwa
mereka jauh lebih cepat daripada perhitungan ab initio.Sisi buruk dari perhitungan
semiempirical adalah bahwa hasilnya bisa tidak menentu. Jika molekul yang
sedang dihitung mirip dengan molekul dalam basis data yang digunakan untuk
parameterisasi metode, maka hasilnya mungkin akan sangat baik. Jika molekul
yang dihitung secara signifikan berbeda dari apa pun di set parameterisasi,
jawaban mungkin sangat miskin.perhitungan Semiempirical telah sangat sukses
dalam deskripsi kimia organik, di mana hanya ada beberapa elemen digunakan
secara luas dan molekul yang ukuran sedang

III. Prosedur Percobaan

3.1 Alat dan Bahan

Alat

Alat yang dilakukan dalam praktikum ini adalah dapat dibagi menjadi dua yaitu
perangkat keras yang berupa computer / laptop dan perangkat lunak berupa
software yang sering digunakan dalam kimia komputasi, seperti salah satunya
adalah Hyperchem, serta dengan mengunakan metode yang terdapat didalamnya,
semiempiris

Bahan

Sedangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah


metana,amoniak dan air.

3.2 Cara Kerja


A. Optimasi Struktur Metana

Program Hyperchem diaktifkan lalu cursor ditetapkan sebagai


draw(menggambar) pada menu.Pada menu draw di-klik dua kali hingga muncul
kotak susunan berkala unsur lalu atom karbon dipilih sebagai cursor
(default).Langkah selanjutnya yaitu mengklik cursor satu kalipada kanvas gambar
Hyperchem hingga muncul satu atom karbon pada kanvas dalam bentuk lingkaran
warna biru.Menu build diaktifkan lalu klik add hidrogen and model build hingga
muncul senyawa metana.Gambar yang terbentuk disimpan pada folder kerja
kemudian pada menu set up di klik Semiempiris dan dipilih metode Semiempiris
Zindo 1.Kemudian di klik option lalu isi muatan dan spin multiplicity sesuai
dengan sistem yang dihitung.Menu file diaktifkan lalu mengklik pada start log dan
menyimpan dengan nama file tertentu dalam folder untuk mencatat semua
perhitungan.

Energi sistem dihitung dengan memilih geometry optimazation pada menu


compute ,dengan parameter:algoritma =Polak-Ribiere,RMS gradien =0,01
kkal/(angstrom.mol),maksimum siklus =100,in vacuo.Setelah perhitungan selesai
yang ditandai dengan adanya kata convergen=YES pada bagian kiri bawah kanvas
,lalu masuk kembali ke menu file dan klik pada stop log. Jarak ikatan C-H dan
sudut ikatan H-C-H struktur hasil geometri dicatat.

B. Optimasi Struktur Amoniak

Semua rangkaian kerja pada optimasi struktur metana diulangi untuk


senyawa amoniak ,kemudian catat jarak ikatan N-H dan sudut ikatan H-N-H.

C. Optimasi Struktur Air

Semua rangkaian kerja pada optimasi struktur metana diulangi untuk senyawa
air ,kemudian catat jarak ikatan O-H dan sudut ikatan H-O-H
IV. Hasil Percobaan
4.1 Data Pengamatan
Stuktur Elektron tidak Jarak ikatan Sudut ikatan
berikatan (A)
Metana 0 1,09 109,471
Amoniak 2 1,01 108,043
Air 4 0,96 107,694

4.2 Pembahasan

Percobaan Karakterisasi Sudut ikatan H-X-H dengan Metode Semiempiris


dilakukan dengan menggunakan senyawa metana,amoniak,dan air.Metana adalah
hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas.Metan termasuk golongan
alakana dengan satu atom karbon (C).Rumus stuktur metana adalah CH4.Senyawa
metana tidak memiliki elektron yang tidak berikatan.Metana adalah molekul
tetrahedral dengan empat ikatan C-H yang ekuivalen.Stuktur elektoniknya dapat
dijelaskan dengan 4 ikatan orbital molekul yang dihasilkan dari orbital valensi C
dan H yang saling melengkapi.Energi orbital molekul yang kecil dihasilkan dari
orbital 2s pada atom karbon yang saling berpasangan dengan orbital 1s dari 4
atom hidrogen (Riana,2012).Amoniak umumnya bersifat basa dengan rumus
struktur NH3.Biasanya senyawa ini berupa gas dengan bau tajam yang
khas.Senyawa amoniak memiliki dua elektron yang tidak berikatan
(Habsyi,2012).Air merupakan suatu molekul yang memiliki ikatan hidrogen
sehingga memiliki titik didih yang tinggi.Air memiliki rumus struktur H2O
dengan empat elektron yang tidak berikatan.Menurut teori tolakan pasangan
elektron valensi ,PEB-PEB > PEB-PEI > PEI-PEI.Masing masing pasangan
elektron saling tolak menolak sehingga sangat jauh.Maka sudut ikatan yang
terbentuk akan berbeda(Rufiati,2011)

Langkah awal pada optimasi senywa metana yaitu menggambar struktur


metana pada kanvas Hyperchem yang dilakukan dengan membuka Program
Hyperchem lalu cursor ditetapkan sebagai draw(menggambar) pada menu.Pada
menu draw di-klik dua kali hingga muncul kotak susunan berkala unsur lalu atom
karbon dipilih sebagai cursor (default).Langkah selanjutnya yaitu mengklik cursor
satu kalipada kanvas gambar Hyperchem hingga muncul satu atom karbon pada
kanvas dalam bentuk lingkaran warna biru.Menu build diaktifkan lalu klik add
hidrogen and model build hingga muncul senyawa metana.Gambar yang terbentuk
disimpan pada folder kerja.Gambar stuktur metana dapat diihat pada gambar
berikut:

Gambar 1.1.Stuktur senyawa metana

Langkah selanjutnya yaitu memilih set up dengan cara pada menu set up di
klik Semiempiris dan dipilih metode Semiempiris Zindo 1.Alasan menggunakan
metode Zindo 1 adalah karena Zindo 1 merupakan parameter bagi banyak elemen
kelompok utama dan logam transisi(Atminiati,2013).Kemudian di klik option lalu
isi muatan dan spin multiplicity sesuai dengan sistem yang dihitung.Muatan
senyawa metana adalah nol dan spin multiplicitynya dipilih RHF karena metana
tidak memiliki elektron yang tidak berpasangan sehingga spin multiplicity untuk
metana adalah satu. untuk metana adalah satu.Setelah metode perhitungan diatur
pada menu set up kemudian masuk ke Menu file lalu mengklik pada start log dan
menyimpan dengan nama file tertentu dalam folder untuk mencatat semua
perhitungan.Senyawa metana dioptimasi dengan memilih geometry optimazation
pada menu compute dengan parameter:algoritma = PolakRibiere,RMS gradien =
0,01kkal/(angstrom.mol), maksimumsiklus = 100 , invacuo.Setelahperhitungan
selesai yang ditandai dengan adanya kata convergen=YES pada bagian kiri bawah
kanvas ,lalu masuk kembali ke menu file dan klik pada stop log. Gambar struktur
metan setelah di optimasi dengan metode semiempiris Zindo 1 seperti gambar
berikut:

Gambar 1.2 stuktur senyawa metana setelah dipotimasi

Langkah selanjutnya yaitu mencatat nilai jarak ikatan C-H dan sudut ikatan H-C-
H stuktur senyawa metana hasil optimasi geometri.Berdasarkan hasil perhitungan
jarak ikatan C-H 1,08702 A dan sudut ikatan H-C-H adalah 109,471.Hal ini sudah
sesuai dengan referensi yang menyatakan bahwa metana(CH4) memiliki bentuk
molekul tetrahedronPEB = 0 karena C tidak memiliki pasangan elektron bebas
PEI = 4 karena C mengikat 4 atom H bentuk tetrahedron karena , tolakan
yangdiberikan oleh masing masing PEI itu besarnya sama yaitu 90 derajat.
Saat ikatan terbentuk, energi dilepaskan dan system menjadi lebih stabil. Jika
Karbon membentuk 4 ikatan daripada 2 ikatan, energi yang dilepaskan 2 kali
lipatdan system menjadi lebih stabil.

Elektron tersusun ulang kembali pada proses yang disebut sebagai hibridisasi.
Hibridisasi menyusun ulang elektron ke dalam 4 orbital hybrid yang sama yang
disebut sebagai hybrid sp3 (karena terbentuk dari satu orbital s dan tiga orbital p).
sp3 dibaca dengan s p tiga, bukan s p pangkat tiga.

Gambar 1.3. Bentuk molekul dengan hibridisasi sp3

Pada posisi tereksitasi, karbon memiliki empat elektron tak berpasangan dan dapat
membentuk empat ikatan dengan hidrogen. Meskipun membutuhkan energi
sebesar 96 kkal/mol untuk mengeksitasi satu elektronnya terlebih dahulu, ikatan
yang terbentuk dengan H (pada CH4) jauh lebih stabil dibandingkan ikatan C-H
pada molekul CH2. Ikatan C-H pada metana memiliki kekuatan ikatan 104
kkal/mol dengan panjang ikatan 1.10 A. sudut ikatan H-C-H sebesar 109.5
derajat(Riana,2012).

Optimasi senyawa amoniak dilakukan sama dengan senyawa metana yaitu


menggambar struktur amoniak pada kanvas Hyperchem yang dilakukan dengan
membuka Program Hyperchem lalu cursor ditetapkan sebagai draw(menggambar)
pada menu.Pada menu draw di-klik dua kali hingga muncul kotak susunan berkala
unsur lalu atom karbon dipilih sebagai cursor (default).Langkah selanjutnya yaitu
mengklik cursor satu kalipada kanvas gambar Hyperchem hingga muncul satu
atom karbon pada kanvas dalam bentuk lingkaran warna biru.Menu build
diaktifkan lalu klik add hidrogen and model build hingga muncul senyawa
metana.Gambar yang terbentuk disimpan pada folder kerja.Gambar stuktur
metana dapat diihat pada gambar berikut:

Gambar 1.4 stuktur senyawa amoniak

Langkah selanjutnya yaitu memilih set up dengan cara pada menu set up di
klik Semiempiris dan dipilih metode Semiempiris Zindo 1.Alasan menggunakan
metode Zindo 1 adalah karena Zindo 1 merupakan parameter bagi banyak elemen
kelompok utama dan logam transisi(Atminiati,2013).Kemudian di klik option lalu
isi muatan dan spin multiplicity sesuai dengan sistem yang dihitung.Muatan
senyawa amoniak adalah nol dan spin multiplicity nya dipilih RHF karena
amoniak tidak memiliki elektron yang tidak berpasangan sehingga spin
multiplicity untuk amoniak adalah satu.Setelah metode perhitungan diatur pada
menu set up kemudian masuk ke Menu file lalu mengklik pada start log dan
menyimpan dengan nama file tertentu dalam folder untuk mencatat semua
perhitungan.Senyawa amoniak dioptimasi dengan memilih geometry optimazation
pada menu compute dengan parameter: algoritma= PolakRibiere, RMS gradien=
0,01kkal/(angstrom.mol),maksimum siklus =100,in vacuo.Setelah perhitungan
selesai yang ditandai dengan adanya kata convergen=YES pada bagian kiri bawah
kanvas ,lalu masuk kembali ke menu file dan klik pada stop log. Gambar struktur
metan setelah di optimasi dengan metode semiempiris Zindo 1 seperti gambar
berikut:

Gambar 1.5 stuktur amoniak setelah dioptimasi

Langkah selanjutnya yaitu mencatat nilai jarak ikatan N-H dan sudut
ikatan H-N-H stuktur senyawa metana hasil optimasi geometri.Berdasarkan hasil
perhitungan jarak ikatan C-N 0,994 A dan sudut ikatan H-N-H adalah 108,043.hal
ini sudah sesuai dengan referensi yang menyatakan bahwa amoniak(NH3)
memiliki bentuk molekul piramida trigonalNH3 : PEI = 3PEB = 1 ,1 PEB karena
N masih memiliki 1 pasang elektron bebas3 PEB karena N mengikat 3 atom H
jadi memiliki 3 PEB bentuk molekulnya piramida trigonal karena PEB
memberikan tolakan yang besar kepada PEI , karena tolakan PEB-PEI > PEI-PEI
(Riana,2012).
Optimasi senyawa air dilakukan sama dengan senyawa metana yaitu
menggambar struktur air pada kanvas Hyperchem yang dilakukan dengan
membuka Program Hyperchem lalu cursor ditetapkan sebagai draw(menggambar)
pada menu.Pada menu draw di-klik dua kali hingga muncul kotak susunan berkala
unsur lalu atom karbon dipilih sebagai cursor (default).Langkah selanjutnya yaitu
mengklik cursor satu kalipada kanvas gambar Hyperchem hingga muncul satu
atom karbon pada kanvas dalam bentuk lingkaran warna biru.Menu build
diaktifkan lalu klik add hidrogen and model build hingga muncul senyawa
metana.Gambar yang terbentuk disimpan pada folder kerja.Gambar stuktur
metana dapat diihat pada gambar berikut:

gambar 1.6 struktur senyawa air

Langkah selanjutnya yaitu memilih set up dengan cara pada menu set up di
klik Semiempiris dan dipilih metode Semiempiris Zindo 1.Alasan menggunakan
metode Zindo 1 adalah karena Zindo 1 merupakan parameter bagi banyak elemen
kelompok utama dan logam transisi(Atminiati,2013).Kemudian di klik option lalu
isi muatan dan spin multiplicity sesuai dengan sistem yang dihitung.Muatan
senyawa amoniak adalah nol dan spin multiplicity nya dipilih RHF karena air
tidak memiliki elektron yang tidak berpasangan sehingga spin multiplicity untuk
air adalah satu.Setelah metode perhitungan diatur pada menu set up kemudian
masuk ke Menu file lalu mengklik pada start log dan menyimpan dengan nama
file tertentu dalam folder untuk mencatat semua perhitungan.Senyawa amoniak
dioptimasi dengan memilih geometry optimazation pada menu compute dengan
parameter: algoritma= PolakRibiere, RMS gradien= 0,01kkal/(angstrom.mol),
maksimum siklus = 100,in vacuo.Setelah perhitungan selesai yang ditandai
dengan adanya kata convergen=YES pada bagian kiri bawah kanvas ,lalu masuk
kembali ke menu file dan klik pada stop log. Gambar struktur air setelah di
optimasi dengan metode semiempiris Zindo 1 seperti gambar berikut:

Gambar 1.7 struktur air setelah dioptimasi

Langkah selanjutnya yaitu mencatat nilai jarak ikatan O-H dan sudut ikatan H-
O-H stuktur senyawa air hasil optimasi geometri.Berdasarkan hasil perhitungan
jarak ikatan O-H 0,95096 A dan sudut ikatan H-O-H adalah 107,694.Molekul air
berbentuk seperti huruf V disebabkan karena perbedaan dua PEB pada atom
oksigen yang memberikan tolakan besar terhadap PEI (Rufiati,2011).

Berdasarkan data pengamatan diatas dapat dinyatakan bahwa besarnya sudut


ikatan pada suatu senyawa dipengaruhi oleh banyaknya jumlah elektron yang
tidak berikatan pada senyawa tersebut.Grafik hubungan jumlah elektron tidak
berikatan dengan sudut ikatan dapat dilihat pada grafik berikut :
Hubungan jumlah elektron tidak berpasangan
dengan sudut ikatan
109.5
109109.047

sudut ikatan
108.5
108 108.043
107.694
107.5
107
0 2 4
jumlah elektron tidak berpasangan

Gambar 1.8 Grafik hubungan jumlah elektrn tidak berikatan dengan sudut
ikatan pada senyawa metana,amoniak,dan air.

Berdasarkan grafik diatas dapat dinyatakan bahwa semaki banyak jumlah


elektron yang tidak berikatan maka sudut ikatannya akan semakin kecil.Hal ini
diakibatkan karena semakin banyak jumlah elektron yang tidak berikatan maka
tolakannya akan semakin besar yang mengakibatkan sudut ikatannya akan
semakin kecil sehingga dapat dinyatakan bahwa hubungan antara jumlah elektron
tidak berikatan dengan sudut ikatan berbanding terbalik.
V. Kesimpulan

Berdaarkan hasil percobaan Karakterisasi Sudut Ikatan H-X-H dengan


Metode Semiempiris dapat disimpulkan bahwa metode perhitungan Semiempiris
membutuhkan waktu perhitungan yang lebih singkat dan tidak membutuhkan
memori komputer yang besar , akan tetapi akurasi perhitungannya kurang baik
jika dibandingkan dengan metode ab initio .Sudut ikatan dari metan ,amoniak, dan
air adalah :

Sudut HCH = 109,471

Sudut HNH = 108,043

Sudut HOH = 107,694

di mana :
C : tanda atom karbon
H : tanda atom hidrogen
O : tanda atom oksigen
N : tanda atom nitrogen

Fakta ini menunjukkan bahwa tolakan pasangan elektron berikatan dalam


orbital ikatan lebih kecil daripada orbital pasangan elektron bebas. Dengan adanya
pasangan elektron bebas inilah, maka bentuk molekul dari atom-atom yang
berikatan tidak sama dengan bentuk geometri yang merupakan susunan ruang
elektron .Banyaknya jumlah elektron yang tidak berikatan pada suatu senyawa
akan mempengaruhi besarnya sudut ikatannya .Semakin banyak jumlah elektron
yang tidak berikatan maka sudut ikatannya akan semakin kecil.
JAWABAN PERTANYAAN

1. Bentuk Grafik nilai sudut ikatan H-X-H terhadap jumlah elektron tidak
berikatan seperti berikut:

Hubungan jumlah elektron tidak berpasangan


dengan sudut ikatan
109.5
109109.047
sudut ikatan

108.5
108 108.043
107.694
107.5
107
0 2 4
jumlah elektron tidak berpasangan

2. Kesimpulan dari percobaan Karakterisasi Sudut Ikatan H-X-H dengan


Metode Semiempiris adalah banyaknya jumlah elektron yang tidak
berikatan pada suatu senyawa akan mempengaruhi besarnya sudut
ikatannya yakni semakin banyak jumlah elektron yang tidak berikatan
maka sudut ikatannya akan semakin kecil.
DAFTAR PUSTAKA

Atminiati,E,2013,KimiaKomputasi ,[online] http://eny4ict.wordpress.com,diakses


pada 22 Mei 2014.

Fian,2012,Metode Semiempiris ,[online] http://aruchemist.blogspot.com,diakse


pada 22 Mei 2014.

Habsy,N,2012,SenyawaAmonia,[online] http://nunaahabsyi.blogspot.com,diakses
pada 22 Mei 2014.

Pranowo,H,D,2000,Pelatihan Kimia Komputasi:Metoda Kimia Kuantum Dalam


Kimia Komputasi,Universitas Gadjah Mada press,Yogyakarta.

Riana,S,2012,KimiaOrganik,[online],http://rianatampubolon.blogspot.com,diakse
s pada 22 Mei 2014.

Rufiati,E,2011,SudutIkatanAir,Amonia,danMetana,[online]http://guru.indonesia.
net,diakses pada 22 Mei 2014.