Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

PERAN ADMINISTRASI NEGARA DALAM MENGATASI


KEMISKINAN

Nama : Nanda Pindo Putra


NPM : 1716041085
Mata Kuliah : Pendidikan Bahasa Indonesia
Tugas : Peran administrasi negara dalam mengatasi kemiskinan

Kemiskinan di Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia, hal ini
disebabkan karena kondisi Indonesia yang masih memiliki beberapa aspek yang
masih berstatus berkembang, salah satunya masyarakat. Masyarakat Indonesia
sendiri juga masih memiliki banyak masalah sosial dalam upaya untuk
berkembang, salah satunya kemiskinan.
Kemiskinan merupakan salah satu hal yang sudah lama terjadi di
Indonesia. Kemiskinan merupakan fenomena yang sudah ada sejak zaman pra
reformasi, sampai masa reformasi saat ini. Ini merupakan masalah yang signifikan
yang sedang dihadapi oleh pemerintah kita pada saat ini. Begitu banyak upaya
pemerintah dalam membuat berbagai kebijakn demi mengatasi permasalahan
kemiskinan tersebut, akan tetapi, kemiskinan masih saja belum bisa diatasi
sepenuhnya oleh pemerintah. Jika kita menelaah kebijakan-kebijakan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah dalam upaya mengentaskan masyarakat dari
kemiskinan, sebenarnya kebijakan tersebut dapat menangani kemisikinan yang
ada di negara kita sekarang, jadi siapakah yang salah dalam hal ini?
Pemerintahkah? Pejabat negarakah?, atau masyarakat? Hal ini memang menjadi
pertanyaan besar bagi kita semua terutama pada pengamat-pengamat ekonomi di
Indonesia.
Kemiskinan sendiri disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingkat
pendidikan yang rendah, produktivitas tenaga kerja rendah, tingkat upah yang
rendah, distribusi pendapatan yang timpang, kesempatan kerja yang kurang,
hingga politik yang belum stabil.Sebagian besar penduduk indonesia hidup di
bawah garis kemiskinan.
Menurut data kemiskinan pada tahun 2014 2015, menunjukan jumlah
penduduk miskin di Indonesia pada September 2015 yang mencapai 28,51 Juta
orang atau sekitar 11,13 pesen. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk
miskin bulan Maret 2015, maka selama 6 bulan tersebut terjadi penurunan jumlah
penduduk miskin sebesar 0,08 juta orang. Sementara apabila di bandingkan
dengan September 2014, jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan sebanyak
0,78 juta orang. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2015
September 2015, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami
penurunan sebesar 0,03 juta orang, sedangkan daerah pedesaan mengalami
penurunan sebesar 0,05 juta orang. persentase penduduk miskin terbesar berada di
Pulau Maluku dan Papua, yaitu 22,09 persen, sementara persentase penduduk
miskin terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 6,45 persen.
Penanggulangan kemiskinan di Indonesia merupakan masalah kompleks dan
multidimensional, mengingat komposisi penduduknya yang beragam status sosial
dan ekonomi serta geografis yang tersebar cukup luas. Penanggulangan
kemiskinan di Indonsia berfokus pada perbaikan kualitas sumberdaya manusia
melalui perbaikan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pemerintah terus
berupaya untuk mengatasi hal tersebut salah satunya adalah pembangunan di
daerah-daerah tertinggal. Pemerintah juga telah menetapkan peningkatan
kesejahteraan rakyat dan mengurangi tingkat kemiskinan sesuai dengan tema
pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan diwujudkan
dalam tiga bentuk prioritas pembangunan nasional.
Pertama, peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan pedesaan. Kedua,
percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat sektor ekonomi
yang didukung oleh pertumbuhan/pembangunan di sektor pertanian. Ketiga,
memberantas segala tindak korupsi, reformasi birokrasi, pemantapan demokrasi,
pertahanan dan keamanan dalam negeri. Pemerintah telah menyediakan anggaran
dana 20 persen dari anggaran pendidikan untuk perbaikan kualitas pendidikan
disamping menyediakan layanan dasar kesehatan untuk orang miskin secara
cuma-cuma. Administrasi negara juga memiliki peranan penting dalam mengatasi hal
tersebut.

Pentingnya Ilmu Administrasi Negara


Perkembangan kehidupan masyarakat semakin hari semakin bertambah.
Manusia sebagai anggota masyarakat kebutuhannya pun semakin bertambah.
Kalau sumber-sumber tersedia kebutuhan itu akan mudah terpenuhi. Akan tetapi
jika sumber-sumber tersebut langka ketersediaannya, manusia I tantang untuk
mengusahakannya. Inilah yang di sebut persoalan hidup manusia. Jika persoalan
manusia tersebut mengakumulasi sebagai persoalan masyarakat, dan persoalan
masyarakat itu mengkristal menjadi persoalan negara, barulah orang berfikir
bahwa persoalan tersebut memerlukan pemecahan yang serius.
Sebagian besar persoalan administrasi negara adalah bersumber dari
persoalan masyarakat. Administrasi negara merupakan suatu sistem yang
menjawab persoalan-persoalan masyarakat tersebut. Disiplin ilmu administrasi
negara pada hakikatnya adalah suatu disiplin yang menanggapi masalah-masalah
pelaksanaan persoalan-persoalan masyarakat (public affairs), dan manajemen dari
usaha-usaha masyarakat (public business).
Bidang kajian ilmu administrasi negara pada saat ini sudah mencakup hal-
hal penting dalam kehidupan masyarakat. Ilmu administrasi negara secara sensitif
harus mampu menanggapi isu-isu pokok dalam masyarakat dan mampu
memformulasikan kedalam suatu rumusan kebijaksanaan, serta cakap
melaksanakan kebijaksanaan tersebut kedalam realisasi kerja sehari-hari.

Peran Ilmu Administrasi Negara


Kemiskinan merupakan isu popular, dimana pemerintah secara terbuka telah
berniat akan mengentaskan golongan penduduk miskin tersebut. Dalam
kemiskinan relatif ada enam aspek pendekatan yang dapat di ukur yaitu: Pertama,
The Calorie Intake Approach (Pendekatan Kalori yang Masuk). Kedua, Basic
Needs Approach (Pendekatan Kebutuhan Pokok Sembako). Ketiga, Household
Approach (Pendekatan Isi Rumah). Keempat, Relative Poverty (Pendekatan
Kemiskinan Relatif). Kelima, Chronic Poor and Trancsient Poor (Kharemiskinan
kronik dan Kemiskinan Transient). Keenam, Poverty of Assets (Kemiskinan
Aset). Administrasi publik sebagai the work of government memminiliki peran
atau pengaruh yang sangat vital dalam suatu negara. Hal ini dapat di elajari dari
literatur litertur tua karya beberapa pengarang seperti Kerl Polanyi, Grahand
Sumner, Walter Weyl, dan Frederick A. Clevenland. Berbagai literatur
berpendapat bahawa kondisi ekonomi suatu negara sangat tergantung pada
dinamika administrasi negara. Wiliam Graham Sumner, pelopor darwinan dari
amerika serikat menggambarkan bahwa dinaminka administrasi publik dapat
membuat sistem kenegaraan yang ada akan menjadi lebih buruk. Peran tersebut
juga dapat dilihat dari pernyataan walter way, bahwa pemerintahan dapat
menyesarakan masyarakat kalau menerapkan administrasi publik dengan gaya
shadow democracy. Sebaliknya frederik A. Clevenland jusru menunjukan peran
administrasi publik sangat vital dalam membantu memberdayakan masyarakat
dengan menciptakan demokrasi. Menurutnya administrasi publik diadakan untuk
memberikan pelayanan publik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat setelah
pemerintah meningkatkan profesionalismenya, menerapkan teknikefisiensi dan
efektifitas, dan lebih menguntungkan lagi manakala pemerintah dapat
mencerahkan masyarakat untuk menerima dan menjalankan sebagian dari
tanggungjawab administrasi publik tersebut, sehinggaa terbentuk apa yang d sebut
Organized Democracy. Janet denhard dan denhard (2003), yang melihat bahwa
administrasi publik, melalui pelayanan pelayanan publiknya, berperan
memberikan atau meciptakan demokrasi. Rondineli (2007) mengungkapkan
bahwa kini peran pemerintah harus di arahkan kepada melayani maasyarakat agar
mencapai democracy governance. Dan hal ini harus di lakukan secara efektif
melalui inofasi, prinsip-prinsip good governance, pemenfaatan teknologi,
penguatan institusi-institusi publik, partisipasi, pengembangan kapasitas
desntralisasi pemberian pelayanan, pemberdayaan, dan kemitraan sektor
publik/swasta.
Peran administrasi negara dalam penangulangan kemiskinan
Beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi
kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008
pada pengentasan kemiskinan.

Dengan dilaksanakan Program pemerintah Berikut ini, diharapkan jumlah rakyat


miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah
teknis yang dilakukan pemerintah terkait lima program tersebut antara lain:

1) Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Program ini bertujuan


menjamin daya beli masyarakat miskin atau keluarga miskin untuk memenuhi
kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras.
Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer

2) Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Program ini


bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang
lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat atau keluarga miskin. Beberapa
program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan
pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga
Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan
dan ketahanan keluarga
Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan
berusaha bagi masyarakat miskin.
3) Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan
berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan
optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta
memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi
penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan
dan perkotaan
Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis
masyarakat.

4) Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus


program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi
kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang
berkaitan dengan fokus ini antara lain :
Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di
Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah
Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di
kelas III rumah sakit.

5) Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi


masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari
kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi.
Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan
anak (PUA)
Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan
penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban
bencana sosial.
Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang
memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan
pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di
SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan
sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga
Harapan (PKH).
Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi
persyaratan).
Daftar Pustaka

Wibawa, Samodra. 2009. Administrasi Negara : Isu isu Kontenporer.

Thoha, Miftah. 2008. Ilmu Administrasi Publik Kontenporer.

Henry, Nicholas. 1995. Administrasi Negara dan Masalah masalah Publik.

Tresiana, Novita. 2016. Pengantar Ilmu Administrasi Publik.

Kebijaksanaan pemerintah dalam penangulagan Kemiskinan. 2005.


eprints.ums.ac.id/6781/1/R100020052.pdf.

Peran dinas sosial dalam penangulangan keiskinan. 2013. repository.uin-


suska.ac.id/9144/1/2013_201381ADN.pdf