Anda di halaman 1dari 24

0812FTeoriAkuntansi

LECTURE NOTES

INTRODUCTION AND ACCOUNTING


THEORY CONSTRUCTION

Molina, S.E., M.Si., Ak


moli72@yahoo.co.id


0812FTeoriAkuntansi

LEARNING OUTCOMES

1. Mahasiswa dapat menerangkan apa yang dimaksud dengan teori akuntansi dan tujuannya
2. Mahasiswa mampu memahami bagaimana pendekatan pragmatis untuk pengembangan
teori diterapkan pada akuntansi.
3. Mahasiswa dapat menarik kesimpulan pentingnya syntax, semantics, dan pragmatism di
dalam pengembangan dan evaluasi dari teori-teori yang ada.
4. Mahasiswa mampu memahami tentang teori normative dan positive dibangun.
5. Mahasiswa mampu untuk menjelaskan dan memahami issues untuk pengembangan teori
auditing.

OUTLINE MATERI :

1. Overview of Accounting Theory (Chapter 1) 1.


2. Pragmatic Theories 2.
3. Syntactic and Semantic Theories 3.
4. Normative Theories
5. Positive Theories
6. Different Perspective
7. Scientific Approach Applied to Accounting
8. Issues for Auditing Theory Construction


0812FTeoriAkuntansi

Introduction and Accounting Theory Construction

1. Overview of Accounting Theory

Dalam teori akuntansi yang menjadi issu utama adalah berhubungan dengan pertanyaan
seputar pengukuruan (measurement). Secara umum, bagaimana seharusnya asset dan liabilitas
diukur? Apakah berdasarkan harga perolehannya, harga jualnya, harga belinya atau present value
dari arus kas dimasa datang dan lain sebagainya.

Apa itu teori? Arti kata teori digunakan dalam berbagai cara, Hendriksen memberikan
definisi dari teori dalam kaitannya dengan teori akuntasi adalah:

Suatu kesatuan yang saling terkait dari hipotesa, konsep, dan prinsip-prinsip pragmatis yang
membentuk suatu acuan kerangka umum bagi suatu yang dibutuhkan.
Seperangkat prinsip-prinsip yang luas yang;
(1) memberikan kerangka acuan umum tentang praktik akuntansi yang dapat dievaluasi
(2) panduan pengembangan praktek dan prosedur baru.

Dari definisi di atas sehubungan dengan pengertian teori akuntansi dapat dikatakan bahwa tujuan
utama teori akuntansi akan memberikan seperangkat prinsip yang koheren yang secara logis
berfungsi sebagai kerangka acuan untuk mengevaluasi dan mengembangkan praktek-praktek
akuntansi

Suatu hal yang penting untuk dipahami adalah teori akuntansi tidak dipisahkan dari
realitas. Teori akuntansi merupakan suatu konsep yang modern bilamana dibandingkan dengan
teori-teori matematika atau fisika. Akuntansi telah berkembang sebagai suatu alat untuk mencatat
kegiatan atau transaksi. Bahkan catatan/risalah dari Pacioli atas double entry accounting adalah
mengenai pendokumentasian atas proses yang terlibat, bukan menerangkan mengenai pedoman
yang mendasari dari metode pendokumentasian tersebut. Akuntansi merupakan suatu instrument
dari perilaku manusia yang dibuat dan digunakan untuk tujuan khusus dari individu-individu
yang sedang menyiapkan informasi. Menurut Chambers, akuntansi dikembangkan untuk
memperbaiki suatu cara atau metode. Akuntasi sering digambarkan sebagai praktik yang


0812FTeoriAkuntansi

dikembangkan dalam upaya mengakomodir kebutuhan, jadi tidak dikembangkan yang


berdasarkan cara pemikiran yang sistematis/direncanakan.

Akuntansi dikembangkan berdasarkan permasalahan yang muncul. Banyak rekomendasi


akuntansi yang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul.
Oleh sebab itu, teori yang mendasari dari rekomendasi tersebut dikembangkan dalam suatu
cara yang tidak terstruktur, sehingga kondisi ini akan membuat seperti terlihat tidak adanya
konsistensi praktik akuntansi. Sebagai suatu contoh, seperti pengukuran asset-aset yang dinilai
berdasarkan fair value atau nilai wajar, sementara pihak/individu lainnya mengunakan
metode pengukuran berdasarkan biaya. Beberapa tahun lalu, dalam upaya merespon atas
peningkatan permintaan, suatu standard akuntansi diperkenalkan yang mengharuskan
perusahaan untk melaporkan biaya untuk renumerasi para executive yang berbentuk share
option. Disamping itu, praktik akuntansi cenderung bertujuan untuk merespon kebutuhan
informasi atau eksternal factor seperti perpajakan atau peraturan yang terkait. Ini berarti
bahwa teori akuntansi secara umum menerangkan perilaku-prilaku dari penyedia dan peminta
informasi.
Selama bertahun-tahun standard akuntansi telah mencoba untk memecahkan masalah
ketidakkonsistennya dengan mengembangkan suatu kerangka teori atau konsep yang akan
mengarahkan ke suatu yang lebih konsisten. Tetapi, kerangka konseptual belum
menyelesaikan masalah ketidakkonsistennya di lapangan/praktik, karena kerangka tersebut
hanya untuk menyediakan universal guidance. Dalam artian kerangka konseptual tersebut
sangat umum untuk menyediakan suatu aturan keputusan yang jelas.

Pre-theory
Sebelum system double-entry diformalkan pada tahun 1400-an, sangatsedikit teori akuntansi
yang tertulis. Selama periode pengembangan dari sisten double entry, penekanan utama
yang melandasi terbentuk system doubly entry adalah praktik akuntasi yang ada. Kemudian
pada tahun 1494, Franciscan monk, Fra Pacioli, menulis buku pertama sebagai dokumen dari
system akuntansi double system yang sampai saat ini kita kenal.


0812FTeoriAkuntansi

Dalam perkembangan teori akuntansi 300 tahun setelah Paciole 1494, disebut sebagai pre-
theory period *(dari tahun 1400-an sampai 1800-an) dimana menurut Goldberg dalam
periode tersebut tidak terdapat teori yang dikembangkan sejak munculnya teori double entry
system. Meskipun terdapat masukan adanya beberapa teori akuntansi dalam periode tersebut,
namun tingkatnya tidak signifikan.

Pragmatic Accounting
Dalam periode 1800-1955 sering disebut sebagai periode keilmuan umum/general scientific
period, dimana selama periode tersebut, kebanyakan teori dikembangkan dalam rangka
memberikan penjelasan dari praktik akuntansi yang berlaku. Teori yang dikembangkan
berdasarkan analisis empiris yaitu analisa yang mendasarkan pada observasi dunia nyata.

Normative period

Pada periode tahun 1956-1970 disebut dengan periode normative period karena dalam
periode tersebut para pembuat teori akuntansi berupaya membangun suatu norma untuk
praktek akuntansi terbaik/best practice. Dalam periode tersebut, para periset kurang begitu
memperhatikan mengenai apa yang terjadi di dalam praktik, tetapi lebih menekankan
mengenai pengembangan teori yang mendasarkan pada what should be. Pada periode
tersebut, perdebatan terutama didominasi mengenai pengukuran daripada praktik yang
terjadi (actual) dalam pencatatan dan pelaporan informasi. Dalam perdebatan tersebut tidak
terdapat pilihan yang jelas untuk praktik akuntansi, sehingga mendorong berlanjutnya
pengunaan metode biaya historis. Teori normative mengadopsi tujuan yang ideal dan
kemudian mendetailkan cara-cara dalam mencapai tujuan yangtelah ditetapkan. Mereka
memberikan pedoman untk what should occur dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Fokus utama dari teori akuntansi normative dalam periode tersebut adalah pengaruh
perubahan harga atas nilai asset dan perhitungan profit.
Dalam periode normative tersebut, terdapat dua kelompok yang dominan: yaitu kelompok
yang menjadi pendukung kerangka konseptual dan kelompok pengkritik atas historical cost.
Ide dari conceptual framework/ kerangka konseptual semakin meningkat popularitasnya.
conceptual framework merupakan teori akuntasi yang terstruktur. Sebagai contoh dari
kerangka konseptual adalah publikasi dari AAA yang diketuai oleh Godberg, yang


0812FTeoriAkuntansi

mengeluarkan a statement of basic accounting theory yang tujuannya untuk memberikan


suatu statement yang terintegrasi mengenai teori akuntansi yang dapat dijadikan
pedoman/pegangan bagi para educator, praktisi, dan pihak lainnya yang berkepentingan.

Positive accounting
Pada awal tahun 1970-an, periode teori akuntansi normative telah berakhir, yang kemudian
diganti dengan periode specific scientific theory atau disebut juga dengan positive era.
Terdapat dua factor yang mendorong berahirnya periode normative:
o Tidak diterimannya teori akuntansi normative
o Ketersediaan prinsip ekonomi keuangan dan metode testing.
Karena prinsip akuntanasi normative adalah bagaimana (how) akuntansi sebaiknya di
praktikan, sehingga akan terdapat opini yang subjective atas rekening yang seharusnya
dilaporkan dan cara terbaik melakukakn terebut. Opini atas tujuan dan metode akuntansi akan
berbeda tiap individual, dan adalam teori akuntansi normative tidak memberikan solusi
bilamana terdapat perbedaan mengenai hal tersebut. Normative theories tidak dapat diuji
secara empiris karena hal tersebut adalah tidak mungkian mendemonstrasikan secara empiris
apa yang seharusnya. Disamping itu, asumsi-asumsi yang mendasari dari teori akuntansi
normative tidak teruji dan tidak jelas apakah teori tersebut mempunyai dasar yang kuat atau
tidak.
Ketidakpuasan dengan teori normative dan dikombinasikan dengan meningkatnya akses atas
data empiris serta peningkatan pengakuan atas argumentasi ekonomi dalam literature
akuntansi, telah mengarahkan ke dalam seuatu era baru ayng disebut dengan teori positive.
Tujuan dari teori akuntansi positive adalah untuk menerangkan dan memprediksi praktik
akuntansi, sebagai contoh adalah bonus plan hypothesis, dimana teori ini mendasarkan
bahwa manager umumnya adalah wealth-maximisers, dimana seorang manager yang salah
satu factor penentu gaji-nya adalah bonus, maka manager tersebut akan terdorong untuk
mengunakan kebijakan akuntansi yang memaksimalkan pelaporan mengenai profit
perusahaan. Teori ini mengemukakan suatu prediksi/hypotesa bahwa manager yang digaji
dengan mengunakan bonus plan akan mengunakan metode akuntansi yang meningkatkan
profit dibandingkandengan manager yang digaji tidak berdasarkan bonus.


0812FTeoriAkuntansi

Behavioural research

Behavioural research muncul di awal tahun 1950-an meskipun kemunculannya kembali


menguat di tahun 19809-an karena adanya kritik atas teori positive yang tidak memberikan
alternative cara pandang. Behavioral research menekankan pada implikasi sosiologi yang
lebih luas yang diasosiasikan dengan key players seperti manager, share holder, creditor dan
pemerintah karena pihak-pihak tersebut akan berkepentingan terhadap informasi akuntansi.
Behavioural accounting theory cenderung menfokuskan pada pengaruh psycologis dan
sociologis invididu dalam mengunakan dan menyiapkan akuntansi.
Kondisi yang terjadi saat ini adalah adanya beberapa peristiwa collapsnya perusahaan besar
karena adanya salah penanganan seperti enron, banyak stakeholder (shareholder,
government dan creditor) yang memperhatikan mengenai kegagalan informasi akuntansi
untuk memprediksi jatuhnya keuangan perusahaan dan manipulasi informasi akuntansi.
Trend dari teori akuntansi:

Kebutuhan adanya single standard yang dapat diterima secara luas semakin meningkat. Pada
tahunn 2005, IASB dan US Financial Accounting Standard Board (FASB) membuat suatu
poject bersama untuk meningkatkan kerangka konseptual bagai standard setter dan pihak-
pihak yang menyiapkan laporan keuangan. Adanya standard akuntansi internasional
diperlukan untuk menghamonisasikan praktek akuntansi lintas Negara yang akan mengurangi


0812FTeoriAkuntansi

perbedaan pelaporan informasi akuntansi seperti international financial reporting standard


(IFRS).

Akuntansi dapat mempengaruhi kehidupan banyak orang sehingga penting untuk


menjamin bahwa akuntansi dapat dimengerti. Oleh sebab itulah, disini peran teori akuntansi itu
ada. Agar akuntansi dapat digunakan dan memberikan manfaat terbaik, maka penting untuk
mengembangkan teori yang membuat kita memahami peran akuntanasi dan untuk membuat para
pengguna untuk dapat memprediksi hasil dari keputusan akuntansi. Dalam chapter ini kita akan
mendiskusikan sifat dari beberapa teori akuntansi, bagaimana mengembangkan teori dan kriteria
yang digunakan untuk mengevaluasinya.

A range of Accounting Theories


Akuntansi sebagai historical record. Teori yang mempertimbangkan akuntansi sebagai
pencatat data masa lalu berpendapat bahwa akuntansi merupakan penyedia catatan yang
dapat dipercaya atas transaksi suatu perusahaan. Teori ini tidak memlihat peran akuntansi
sebagai pihak yang menyediakan suatu penilaian atas suatu perusahaan pada suatu waktu
tertentu.
Akuntansi sebagai suatu bahasa. Akuntansi menjadi sarana komunikasi antara pihak
manajemen perusahaandengan para pemegang saham.
Akuntansi sebagai intracorporate politics. System akuntasi mengambarkan nilai dan
kebutuhan dari suatu kepentingan kelompok, dimana informasi akuntansi dibuat dan
digunakan sebagai sumber dalam mendukung kebijakan perusahaan.
Akuntansi sebagai standard setting. Secara umum, manager akan melakukan lobby
atas standard akuntansi untuk meningkatkan kepentingannya, dan meraka akan
menyeleksi teknik akuntansi untuk memberikan manfaat yang maksimal. Management
akan melobi standard akuntansi yang membuat rendah tingkat pajak yang harus dibayar.
Akuntansi sebagai mythology. Sistem akuntansi menyediakan sumber untuk digunakan
sebagai cara untuk men-justifing atau melegimitasi/melegalkan keputusan.
Akuntansi sebagai magic. Akuntansi dapat digunakan sebagai media untuk membuat
laporan keuangan terlihat mengambarkan sesuatu yang tidak real, contoh kasus Enron.


0812FTeoriAkuntansi

Akuntansi sebagai komunikasi informasi pembuat keputusan. Laporan akuntansi


dibuat/disiapkan dengan cara yang disesuaikan dengan kebutuhan user, seperti pemegang
saham dll.
Akuntansi sebagai suatu economic good (barang ekonomis). Teori bahwa akuntansi
sebagai suatu barang ekonomis mempertimbangkan bahwa akuntansi merupakan bagian
dari informasi yang jumlahnya sangat banyak, yang meliputi makro ekonomi, politik,
pajak dll yang akan mempengaruhi perusahaan.
Akuntansi sebagai komiditi social. Teori ini berpendapat bahwa akuntansi
mempengaruhi kesejahteraan kelompok yang berbeda dalam masyarakat, dimana
akuntansi dapat menjadi pendorong atau malah dapat merugikan bagi investasi suatu
industry.
Akuntansi sebagai suatu ideology dan eksploitasi. Teori ini, akuntansi merupakan
bagian dari masyarakat kapitalis dan akuntansi dapat dimanfaatkan/diekploitasi bagi
kepentingan suatu kelompok elite.
Akuntansi sebagai club social. Teori ini menyatakan bahwa pinsip-prinsip, standard,
dan masyarakat akuntansi ada untuk mendukung kepentingan suatu kelompok atau tujuan
akuntan, meningkatkan budaya porfesional, dan meningkatkan image bagi public.

Theory formulation.
What is a theory?
Secara sederhana teori dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan dari ungkapan
keyakinan dalam suatu bahasa. Satu definisi dari teori adalah suatu system yang deduktif
dari penurunan suatu pernyataan yang umum ke yang lebih khusus atau parsial.
Braithwaite menyatakan bahwa suatu scientific theory adalah suatu deductive system
dimana konsekuensi secara logis dapat diobservasi mengikuti dari kenyataan yang
diobservasi. Definisi lainnya dari teori dikemukakan oleh Popper, yang lebih
menekankan sifat teori daripada komponen logis,teori adalah suatu jaring yang
dilemparkan untuk menangkap apa yang kita sebut dengan dunia untuk menerangkan dan
memahami suatu hal.


08
812FTeoriA
Akuntansi

M
Meskipun istiilah teori (ttheory), daalil (proposittion) atau hhipotesis (hyypothesis) sering
s
digunakan secara berganttian untuk menerangkan
m n suat hal yaang sama, naamun sebenaarnya
m
maknanya berbeda.
a.. Theory ad
dalah suatu alur argumeentasi yang logis
l dari assumsi dasar dan terhubuungan
dengan peernyataan keesimpulan.
Mc Donalld berpendappat bahwa teeori harus meemiliki tiga unsur:
(1) pengk
kodean fenom
mena untuk representasi
r simbolik,
pulasi atau koombinasi sessuai dengan aturan dan
(2) manip
mbali ke fennomena duniia nyata.
(3) penterrjemahan kem
Teori meeliputi asum
msi, pernyataan, argument yang menghubung
m gkan asumsii dan
pernyataaan untuk mennjadikanaya suatu kesim
mpulan dan kesimpulan
k ittu sendiri.
b. Propositio
on adalah peernyataan yaang berasal dari suatu teeori yang diiekspresikann atau
disajikan dalam bentuuk konseptuual atau pernnyataan penndapat yang dapat diperrcaya,
diragukan
n atau ditolakk sebagai baaik benar atauu salah.
c.. Hypothessis adalah prroposisi yanng telah diopperasionalkaan sehingga dapat diujii atau
bisa jugaa diartikan sebagai Sebbuah anggappan atau duugaan yangg diajukan untuk
u
menjelask
kan fakta teertentu dan digunakan sebagai dasar untuk peenyelidikan lebih
lanjut yan
ng mana dapat dibuktikaan atau dibanntah.

Formulaating a Theo
ories

Suatu teori bisa dikataakan benarr atau salaah harus melalui


m berbbagai penguujian.
Epistemoology merup
pakan cara untuk
u mempeeroleh pemaahaman tentaang pengetahhuan sehubuungan
dengan suatu
s perny
yataan atau teori. Ilmuu pasti atauu natural sccience dan metodenya
m telah
digunakaan oleh parra pakar teoori akuntansi sebagai pedoman untuk
u mengeembangkan teori
akuntansi. Akan tetaapi juga harrus disadari bahwa akuuntansi dapatt dilihat sebbagai ilmu sosial
s
social sccience dalam
m proses dann teknik pengukurannya.

Para peneliti terkadang tidak


t sependdapat tentangg metode yaang paling cocok
c untuk teori
akuntansi, apakah scientific
s m
method atau naturalisticc method. Pendekatan scientific lebih
terstruktuur dan terko
ontrol dalam perancangaan risetnya dengan
d problem yang tim
mbul dalam
m riset
beserta hipotesisnya
h dinyatakann secara eksplisit. Seballiknya, penddekatan natuuralistic mennolak


0812FTeoriAkuntansi

pendekatan terstruktur dan menyatakan bahwa sebuah teori ditemukan oleh peneliti tanpa adanya
prasangka atas problem riset atau suatu bentuk yang mana penelitian akhirnya dilakukan.

Part of Theory

Teori harus diekspresikan dalam bahasa, baik dalam bahasa verbal atau bahasa
matematika. Pengembangan teori breawal dari dunia tidak nyata berupa abstraksi dalam pikiran
manusia. Agar menjadi bermanfaat, akhirnya teori harus berhubungan dengan dunia nyata.
Syntactics Relationship
Hubungan syntactic adalah suatu proses formal yang memastikan bahwa setiap tahapa
dalam teori mengikuti tahapan sebelumnya. Hubungan syntactic atau secara logis berkaitan
dengan bahasa yang digunakan. Sebagai contoh jika teori diekspresikan dalam bahasa inggris
maka, hubungannya mengacu pada aturan English grammar. Formula matematika
diformulasikan dengan menggunakan hubungan syntactic.
Suatu metode analitis (syntactic) mengandalkan pada sebuah syllogism. Suatu
syllogism terdiri atas satu set premis dan satu kesimpulan. Sebagai contoh:

Kesimpulan di atas adalah salah. Accumulated Depreciation bersaldo normal kredit.


Kesalahan ini terjadi karena Premise 1 tidak akurata atau dengan kata lain juga mengalami
kesalahan. Perlu dipahami bahwa hubungan syntactic mengacu pada suatu aliran logika,
bukan pada keakuratan dari suatu penyajian argumen dari dunia nyata. Pengevaluasian
hubungan syntactic dari suatu teori meliputi proses evaluasi keabsahan atau validitas dari
argumen yang merupakan teori.

Semantics
Hubungan semantic menyangkut penugasan atas konsep dan pengukuran peristiwa
dunia nyata sehingga teori memiliki arti. Hubungan semantic memperhatikan hubungan dari
satu kata, symbol pada objek atau kejadian dunia nyata dan hubungan semantic ini membuat
teori menjadi realistic dan bermanfaat. Sebagai contoh formula akuntansi A = L + E adalah


0812FTeoriAkuntansi

abstrak, hanya jika kita mengkorelasikan setiap konsep ke objek nyata maka kita bias
membuat persamaan yang realistic. Nilai sebenarnya atau akurasi semantic dari suatu premis
dibentuk oleh referensi ke penjelasan dunia nyata yang akurat. Hal ini dibangun dalam
hubungannya dengan premis individual dan kesimpulan. Sebagai contoh argument berikut
ini:

Semakin tepat kita mendefinisikan hubungan semantic semakin kecil kemungkinan


terjadinya kesalahan.

Pragmatics
Hubungan pragmatics menitikberatkan pada bagaimana konsep akuntansi dan
hubungan dengan kejadian atau objek dunia nyata mempengaruhi prilaku manusia. Perhatian
ini didasarkan pada suatu pernyataan atas tujuan akuntansi bahwa akuntansi seharusnya
menyediakan informasi yang berguna mengalokasikan sumber daya ekonomi yang terbatas.
Jadi modal keputusan dari premis awal adalah bahwa informasi akuntansi harus dapat
memenuhi kebutuhan akan informasi bagi penggunanya.

Fungsi penting dalam metodologi keilmuan adalah pengujian teori untuk menentukan
apakah teori tersebut dapat diterima dan bermanfaat.
Criteria of truth:
Beberapa kriteria dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu teori itu valid atau apakah
kesimpulan tersebut benar. Critea of truth dapat disajikan sebagai berikut:
a. Dogmatic basis.
Contoh dari pendekatan dogmatis untuk mengevaluasi suatu teori adalah penerimaan suatu
teori secara sederhana, believe what we read, hal ini karena adanya pernyataan penguasa
bahwa suatu teori itu bagus yaitu antara lain dari pemuka agama, guru dan lain sebagainya.
Pendekatan ini tidak didasarkan pada bukti bukti yang objektif, tapi lebih kepada opini


0812FTeoriAkuntansi

individual semata. Dalam akuntansi, dogma adalah dasar dimana akuntansi menerima
kevalidan suatu prosedur atau aturan.
b. Self-evident basis
Pendekatan ini didasarkan pada penilaian seseorang atau individu atas kewajaran dari
suatu teori dan tergantung pada daya ingat, pemahaman, dan kemampuan untuk
mengaksesnya tanpa melalui proses menyeluruh, untuk menentukan apakah suatu teori
pantas atau layak.

c. Scientific basis
Pendekatan ini meliputi suatu evaluasi apakah aturan syntactic secara logis sudah valid,
proses induksi untuk menilai apakah suatu prediksi dari suatu teori yang dianut dalam
dunia nyata dan pemalsuan sebagai upaya peneliti untuk mengevaluasi suatu teori i untuk
mencoba membuktikan hasil prediksi palsu.
Dalam konstruksi teori akuntansi terdapat beberapa pendekatan yang berbeda untuk
melakukan formulasi dalam akuntansi. Chapter ini akan mengklasifikasikan dan menjelaskan
beberapa pendekatan ini yaitu pendekatan pragmatic, syntactic, semantic, normative, positive
and neuralistic.

2. Pragmatic Theories

Pendekatan Descriptive Pragmatic

Pendekatan pragmatic dalam konstruksi teori akuntansi merupakan pendekatan inductive yaitu
pendekatan yang didasarkan observasi yang nyata untuk belajar dari apa yang dilakukan oleh
akuntan (descriptive pragmatic approach) atau bagaimana penguna merespon (psychological
pragmatic approach) informasi akuntansi dalam menerapkan/mencontoh prinsip-prinsip atau
prosedur akuntansi. Oleh sebab itu, suatu teori dapat dikembangkan melalui observasi atas
bagaimana para akuntan bertindak dalam situasi tertentu. Teori dapat diuji dengan mengamati
apakah akuntan benar-benar melakukannya dalam siatuasi yang nyata, atau mereka bertindak
sesuai dengan teori yang ada.


0812FTeoriAkuntansi

Pendakatan pragmatic kemungkinan merupakan pendekatan yanga paling tua dan merupakan
metode yang umum digunakan dalam mengkonstruksi teori akuntansi. Sampai saat ini,
pendekatan ini merupakan cara yang paling popular dalam mempelajari keahlian akuntansi.

Namun demikian terdapat beberapa kritik dari pendekatan ini terhadap konstruksi teori
akuntansi:

1. Pendekatan pragmatic descriptive tidak memasukan pertimbangan mengenai kualitas dari


aktivitas akuntan. Tidak terdapat assessment mengenai apakah laporan akuntan
merupakan cara yang seharusnya.
2. Pendekatan ini tidak memberikan peluang untuk mengeksplor teknik akuntansi karena
dalan pendekatan ini teknik-teknik akuntansi tidak boleh dirubah. Sebagai contoh, adalah
metode dan teknik yang digunakan oleh sorang praktisi akuntan dalam mengajar
muridnya. Kemudian murid tersebut nantinya akan menjadi praktisi akuntan dan di masa
datang akan belajar bagaimana cara untuk mengajar ke muridnya, dan begitu seterusnya.
3. Pendekatan pragmatic ini menfokuskan pada perhatian prilaku akuntan dan tidak
mengukur unsur lainnya dalam perusahaan seperti asset maupun kewajiban.

Menurut pendapat Sterling metode dengan pendekatan pragmatic ini merupakan suatu
pendekatan yang tidak layak dalam melakukan konstruksi teori akuntansi.

Pendekatan Psychological Pragmatic

Berbeda dengan pendekatan descriptive pragmatic yang melakukan observasi terhadap prilaku
akuntan, pendekatan pstchological pragmatic melakukan observasi terhadap respon dari penguna
ouput akuntan (seperti penguna dari laporan keuangan). Reaksi dari para penguna diambil
sebagai alat bukti untuk mengetahui bahwa laporan keuangan sangat bermanfaat dan
mengandung informasi yang relevan.

Permasalahan dengan psychological pragmatic adalah beberapa penguna output dari akuntan
terkadang mempunyai respon atau prilaku yang tidak logis atau bahkan terdapat kemungkinan
para penguna tidak bereaksi (padahal diperkirakan akan bereaksi) terhadap hasil output akuntan.
Dalam upaya mengatasi permasalah ini perlu dilakukan pengujian output akuntan dengan


0812FTeoriAkuntansi

mengunakan sample pengguna dalam jumlah besar, tidak hanya melakukan observasi terhadap
beberapa penguna output akuntan.

3. Syntactic dan Semantic Theories


Satu interpretasi teori dari historical cost accounting adalah syntactic theory. Interpretasi
dapat dijelaskan sebagai berikut: system input semantic adalah transaksi dan pertukaran
dicatat ke dalam voucher, journal, dan ledgers suatu perusahaan. Transaksi dan perubahan
tersebut kemudian dimanipulasi (dipisahkan dan dihitung) atas dasar metode atau asumsi dari
traditional cost accounting. Sebagai contoh kita mengasumsikan bahwa inflasi tidak dicatat,
dan nilai pasar dari asset atau piutang tidak dijadikan pertimbangan atau diabaikan.
Kemudian kita mengunakan double entry accounting dan prinsip historical cost untuk
mengkalkulasi profit dan loss dan posisi keuangan. Proposisi individual diverifikasi setiap
saat laporan diaudit dengan memriksa perhitungan dan hasil manipulasi. Suatu account
jarang diaudit khususnya dalam hal bagaimana penguna akan mengunakan laporan keuangan
tersebut (pragmatic) dan berkenaan dengan arti/makna dari laporan keuangan tersebut
(semantic).
Beberapa pakar teori akuntansi memberikan kritikan terhadap pendekatan ini. Mereka
berpendapat bahwa teori tersebut mempunyai isi semantic hanya pada input-nya (semantic
inputs). Tidak ada operasi secara empiris independen untuk memverifikasi penghitungan
output, seperti profit atau total asset. Auditing proses hanya melakukan verifikasi pada input
dengan menguji dokumen pendukung dan mengecek kembali perhitungannya. Namun
pengecekan tidak pada output seperti profit/total asset.
Traditional historical cost accounting juga dikritik atas dasar element syntacticnya, sebagai
contoh pengabungan beberapa jumlah uang yang berbeda untuk dialokasikan ke asset-aset
tertentu. Penjumlahan atas prosentase berbeda dari dua asset hanya berarti jika keduanya
diukur dengan aturan yang sama, namun hal ini akan menjadi masalah jika seadainya
menjumlahkan uang rp 20 juta yang dipegang perusahaan sekarang dengan jumlah uang rp
20 juta yang diterima perusahaan 20 tahun lalu atas penjualan tanah perusahaan, apakah
harus dengan aturan/procedure yang sama? Historical cost menganut harga perolehan (poor
syntax). Kritik lainnya dari historical cost adalah dalam historical cost tidak mengkaitkan


0812FTeoriAkuntansi

dengan kejadian/transaksi di dunia nyata (semantic deficiencies). Disamping itu chambers


mengritik historical cost yaitu dalam rekening/account suatu fixed assets seharusnya
berdasarkan at cost kecuali biaya tersebut tidak lagi berarti nilainya.

4. Normative Theory
Tahun 1950 sampai 1960 atau yang dikenal dengan masa keemasan (golden age) dari riset
normative accounting. Dalam periode ini, peneliti akuntansi berkonsentrasi hanya pada
rekomendasi policy dan apa yang seharusnya akuntan lakukan, dan tidak melakukan analisis
atau penjelasan mengenai praktik akuntansi apa yang saat ini diterima. Normative teori pada
saat ini juga menfokuskan pada perolehan true income dalam suatu periode akuntansi.
Teori true income memfokuskan pada pengukuran tunggal atas asset dan profit. Namun
demikian tidak terdapat persetujuan/agreement atas pengukuran yang benar mengani value
dan true income (profit).
Pendekatan yang berguna/Decision usefulness mengasumsikan bahwa tujuan dasar dari
akuntansi adalah untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi para penguna laporan
keuangan yang bermanfaat, relevan. Sebagai contoh, laporan keuangan digunakan oleh
investor dalam memutuskan untuk membeli atau menjual saham.
Dalam teori ini, para akuntan biasanya melakukan adjustmen atas pengukuran historical cost
terhadap adanya perubahan inflasi atau nilai pasar atas asetnya. Para peneliti normative
theory mengatakan bahwa pendekatan dari teori mereka adalah pembuatan teori merupakan
suatu kegiatan keilmuan (scientific) dan umumnya teori mereka didasarkan pada skema yang
analytic (syntactic) dan empiris.
Secara konseptual, the normative theories diawali dengan scope dan tujuan akuntansi,
asumsi-asumsi yang digunakan dalam system akuntansi, dan definisi dari konsep-konsep
utama akuntasi. Scope yang digunakan dalam teori ini adalah lebih umum, yang terkait
dengan balance sheet dan income statement secara keseluruhan tidak hanya mendasarkan
pada item tertentu seperti hutang yang meragukan.
Para pakar teori normative juga membuat asumsi mengenai sifat dari operasi perusahaan
berdasarkan pengamatan mereka. Detail dan prinsip dan aturan akutansi yang tepat serta
penjelasan yang logis mengenai output akuntansi juga dipetakan/outlined. Laporan keuangan


0812FTeoriAkuntansi

sebaiknya mempunyai arti apa yang mereka katakan dan seharusnya terkait dengan dunia
nyata (semantic).

Decision usefulness (the decision process)

Chart tersebut di atas mengambarkan prosedur menguji bahwa teori akuntansi berguna bagi
para penguna-nya. Garis panah diatas menunjukkan ouput dari setiap kotak. Para pembuat
keputusan mengunakan data akuntansi untuk membuat prediksi .mengenai perusahaan.
Berdasarkan dari prediksi ini, para pembuat keputusan memutuskan apa yang harus
dilakukan, seperti menjual saham perusahaan atau membeli saham lebih banyak.

5. Positive Theories
Selama tahun 1970-an, teori akuntansi melihat ke arah masa lalu ke empiris metodologi,
yang sering ditujukan dengan positive metodologi. Positive atau empiris berarti pengujian
atau terkait dengan hipotesa akuntansi atau teori, berdasarkan ke pengalaman atau dunia
nyata. Riset positive accounting yang pertama berdasarkan pengujian empiris atas beberapa
asumsi yang dibuat oleh normative accounting theorists. Sebagai contoh pengunaan
kuisioner dan teknik survey lainnya terhadap usefulness (manfaat) atas teknik-teknik
akuntansi yang berbeda-beda.
Secara umum positive theory berkenaan dengan explaining (penjelasan) alasan dari praktik
yang dipakai saat ini dan predicting (memprediksikan) atas peran dari akuntansi
(accounting role) dan informasi terkait dengan keputusan (decision making) dari individual,
perusahaan, dan pihak lainnya yang berkontribusi terhadap pasar dan perekonomian. Dalam
pengujian teori ini mengasumsikan bahwa informasi akuntansi merupakan suatu komoditi
ekonomi dan politik dan para individual perorangan melakukan tindakan berdasarkan
kepentingannya sendiri.


0812FTeoriAkuntansi

Teori positive, secara umum dikembangkan dan diuji dengan mengunakan pendekatan
keilmuan (scientific). Perbedaan utama dari normative dan positive theory adalah bahwa teori
normative merupakan suatu ajuran, sementara positive theories merupakan suatu
pendeskripsian, penjelasan dan prediksi (descriptive, explanatory atau predictive).
Normative theories menganjurkan/menyarankan bagaimana seharusnya orang atau akuntan
seharusnya berprilaku dalam mencapai suatu outcome yang dinilai sebagai suatu hak, moral
atau outcome yang baik. Positive theories tidak menyarankan bagaimana invidivu berprilaku
untuk mencapai suatu outcome tetapi menjelaskan bagaimana para individu berprilaku
tertentu. Sebagai contoh dari positive theories adalah seorang akan berupaya mencapai
beberapa tujuan seperti memaksimalkan nilai saham atau kekayaan pribadi tanpa
memperhatikan apakah tujuan tersebut benar atau salah.
Banyak para peneliti dari positive theory tidak memasukan cara pandang dari normative
theory, begitu sebaliknya dimana peneliti dari normative theory tidak menerima nilai-nilai
dari positive accounting research. Dalam kenyataannya, suatu teori dapat merupakan
gabungan dari beberapa teori atau saling melangkapi. Positive accounting theory dapat
membantu menyediakan suatu pemahaman mengenai peran akuntansi, yang dapat
membentuk suatu dasar bagi pengembangan normative theories untuk memperbaiki praktek
akuntansi.

6. Different Prespectives.
Dalam bagian ini kita akan mefokuskan atas apa yang mungkin dipertimbangkan untuk
menjadi pendekatan yang sangat terstruktur untuk formulasi suatu teori yaitu the scientific
approach. Saat kita mengembangkan suatu teori untuk menjelaskan prilaku yang diobservasi
dan mengunakan teori untuk membuat suatu hipotesa yang dapat diuji. Kemudian kita
mengikuti struktur yang tinggi dan tepat atau prosedur yang telah ditentukan untuk
pengumpulan data, kemudian melakukan validasi atau menolak atas hipotesa yang diuji.
Pendekatan riset ini digambarkan sebagai pendekatan scientific dan pendekatan ini
merupakan salah satu pendekatan yang yang saat ini digunakan oleh kebanyakan peneliti di
bidang akuntansi dan untuk dipublikasi di journal-journal akuntansi.


0812FTeoriAkuntansi

Kebanyakan peneliti sekarang menerima bahwa pendekatan yang tepat tergatung dari sifat
pertanyaan riset yang diajukan. Kritik pertama dari scientific method adalah riset dengan
skala statistic yang besar dengan kencenderungan untuk mengabungkan semua menjadi satu.
Terdapat beberapa peneliti yang mendukung adanya riset yang mefokuskan pada
naturalistic/lingkungan. Ide dari pendekatan ini adalah dalam melakukan riset harus
senatural mungkin. Dengan pendekatan ini akan ada konsekuensi bahwa tidak terdapat
asumsi/teori yang tetap dan akan lebih mefokuskan pada permasalahan suatu perusahaan
secara khusus.
Naturalist accounting approach dapat dibandingkan dengan scientific accounting approach,
dimana peneliti naturalis mulai dari situasi tertentu dunia nyata dengan perhatian utamanya
pada pertanyaan apa yang terjadi di sini?, jadi tidak digunakan untuk me-generalisasi
kondisi dari populasi seluruhnya. Pendekatan naturalist memandang akuntansi sebagai
realitas yang terstruktur dan lebih menyukai mengunakan case studies dan pengalaman
pribadi daripada pendekatan scientific.

Dalam pendekatan naturalist terdapat beberapa asumsi yang menerangkan gaya riset
naturalist dan berbeda sebagaimana yang terdapat dari penelitian dari Tomkins dan Groves:
the everyday accountant and researching his reality accounting organizations and society,
vol 8, no.4, 1983, pp.361-74, yaitu


0812FTeoriAkuntansi

1. Reality as a concrete structure. Reality as a concrete process.


2. Reality as a contextual field of information
3. Reality as a symbolic discourse
4. Reality as a social construction
5. Reality as projection of human imagination

7. Scientific Approach Applied to Accounting


Terdapat beberapa kesalahpahaman mengenai upaya penerapan pendekatan scientific dalam
akuntansi
Scientists out of accounting practitioners?
Beberapa pendapat berusaha membuat scientist keluar dari praktek akuntansi. Namun
pandangan ini sangat tidak masuk akal karena seorang ilmuwan (scientist) adalah seorang
yang mengunakan metode scientific dan umumnya peneliti, dan hasil dari penelitian
umumnya akan digunakan dalam praktik. Contoh peneliti medis, hasil penelitiannya
sebagai alat yang akan digunakan para dokter.
Peneliti berbeda dengan praktisi. Persamaan antara peneliti dan praktisi adalah mereka
keduanya melihat suatu bukti sebagai suatu yang penting. Akuntan sebagai praktisi yang
percaya pada pendekatan scientific akan menginginkan bukti empiris dan penjelasan logis
untuk mendukung praktek akuntansi sehingga para praktisi dapat memberikan
rekomendasi metode akuntansi yang sesuai dengan kondisi yang ada.
Assumption of absolute truth. Kesalahpahaman yang lain adalah kebenaran mutlak
yang diinginkan yang tentu saja sangat Tidak Mungkin, metode scientific berusaha
menyediakan bukti-bukti pendukung. Scientific method bukan suatu yang sempurna,
pendekatan ini adalah suatu temuan manusia dalam upaya membantu menilai apakah
suatu laporan keuangan itu benar/jujur atau tidak dengan menyediakan penjelasan,
deskripsi atau prediksi yang baik sebagai suatu teori.


0812FTeoriAkuntansi

SIMPULAN

Teori bisa didefinisikan dalam berbagai pengertian dan salah satunya Hendriksen
memberikan definisi untuk teori sebagai suatu kesatuan yang saling terkait dari hipotesa,
konsep, dan prinsip-prinsip pragmatis yang membentuk suatu acuan kerangka umum bagi
suatu yang dibutuhkan. Juga merupakan seperangkat prinsip-prinsip yang luas yang;
(1) memberikan kerangka acuan umum tentang praktik akuntansi yang dapat dievaluasi
(2) panduan pengembangan praktek dan prosedur baru.
Dengan kata lain, tujuan utama teori akuntansi akan memberikan seperangkat prinsip
yang koheren yang secara logis berfungsi sebagai kerangka acuan untuk mengevaluasi
dan mengembangkan praktek-praktek akuntansi
Sebelum double entry system dikenalkan oleh Luca Pacioli teori akuntansi tidak
mengalami kemajuan yang berarti dalam perkembangannya. Setelah sistem double entry
dikenalkan yang disebut juga dengan periode Pre theory diteruskan dengan general
scientific period, normative period, specific scientific theory dan behavioural research.
Beberapa kriteria (criteria of the truth) dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu
teori itu valid atau apakah kesimpulan tersebut benar. Criteria of truth terdiri dari dogma
basis dimana teori diterima secara sederhana dan lebih mengacu pada opini pribadi. Self
evident basis, merupakan pendekatan yang didasarkan pada penilaian seseorang atau
individu atas kewajaran dari suatu teori dan tergantung pada daya ingat, pemahaman,
dan kemampuan untuk mengaksesnya tanpa melalui proses menyeluruh, untuk
menentukan apakah suatu teori pantas atau layak. Scientific basis, pendekatan ini
meliputi suatu evaluasi apakah aturan syntactic secara logis sudah valid, proses induksi
untuk menilai apakah suatu prediksi dari suatu teori yang dianut dalam dunia nyata dan
pemalsuan sebagai upaya peneliti untuk mengevaluasi suatu teori i untuk mencoba
membuktikan hasil prediksi palsu.
Akuntansi didominasi oleh pendekatan deskriptif pragmatis dalam pengembangan
teorinya. Pendekatan pragmatis adalah pendekatan induktif yang didesain untuk
mempelajari dari apa yang diakukan akuntan atau bagaimana respon user terhadap
informasi akuntansi dalam rangka menjalankan prinsip dan prosedur akuntansi.


0812FTeoriAkuntansi

Pada tahun 1950-an sampai 1960an akuntansi diformulasikan dengan menggunakan


pendekatan normative untuk menjelaskan bagaimana seharusnya akuntan melaporkan
true income bagi suatu organisasi atau menghasilkan informasi yang berguna untuk
pengambilan keputusan. Periode ini melihat teori akuntansi mengembangkan sebagian
besar sehubungan dengan teori pengukuran nilai dan penyesuaian untuk
mempertimbangkan bagaimana inflasi mempengaruhi nilai. Teori normatif paling banyak
mengandalkan logika syntactic dalam memperoleh teori dan menfokuskan pada
pengukuran dan pertimbangan semantic.
Sejak awal 1970an teori akuntansi mennjadi lebih terlibat dalam pengembangan dan
pengujian teori secara empiris atau positif. Para pakar teori akuntansi positif
mengkonsentrasikan pada pemahaman asumsi-asumsi yang dianggap remeh oleh pakar
teori normatif. Tidak seperti teori normatif, yang mana menjelaskan hal khusus dalam
tindakan, positif teori menjelaskan dan menerangkan atau memprediksikan fenomena.
Akuntansi didominasi oleh pendekatan deskriptif pragmatis dalam pengembangan
teorinya. Pendekatan pragmatis adalah pendekatan induktif yang didesain untuk
mempelajari dari apa yang diakukan akuntan atau bagaimana respon user terhadap
informasi akuntansi dalam rangka menjalankan prinsip dan prosedur akuntansi.
Pada tahun 1950-an sampai 1960an akuntansi diformulasikan dengan menggunakan
pendekatan normative untuk menjelaskan bagaimana seharusnya akuntan melaporkan
true income bagi suatu organisasi atau menghasilkan informasi yang berguna untuk
pengambilan keputusan. Periode ini melihat teori akuntansi mengembangkan sebagian
besar sehubungan dengan teori pengukuran nilai dan penyesuaian untuk
mempertimbangkan bagaimana inflasi mempengaruhi nilai. Teori normatif paling banyak
mengandalkan logika syntactic dalam memperoleh teori dan menfokuskan pada
pengukuran dan pertimbangan semantic.
Sejak awal 1970an teori akuntansi mennjadi lebih terlibat dalam pengembangan dan
pengujian teori secara empiris atau positif. Para pakar teori akuntansi positif
mengkonsentrasikan pada pemahaman asumsi-asumsi yang dianggap remeh oleh pakar
teori normatif. Tidak seperti teori normatif, yang mana menjelaskan hal khusus dalam
tindakan, positif teori menjelaskan dan menerangkan atau memprediksikan fenomena.


0812FTeoriAkuntansi

Naturalist accounting approach dapat dibandingkan dengan scientific accounting


approach, dimana peneliti naturalis mulai dari situasi tertentu dunia nyata dengan
perhatian utamanya pada pertanyaan apa yang terjadi di sini?, jadi tidak digunakan
untuk me-generalisasi kondisi dari populasi seluruhnya. Pendekatan naturalist
memandang akuntansi sebagai realitas yang terstruktur dan lebih menyukai mengunakan
case studies dan pengalaman pribadi daripada pendekatan scientific.


0812FTeoriAkuntansi

DAFTAR PUSTAKA

Godrey, Hodgson, et al, Accounting Theory, 6th and, 2006. Wiley & Sons, Australia

Godrey, Hodgson, et al, Accounting Theory, 7th and. 2010. Wiley & Sons, Australia