Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan, kurikulum mempunyai peran penting dalam proses


pembelajaran di sekolah. Menurut UU No. 20 Tahun 2003, Kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional. Dalam sejarah kurikulum di Indonesia telah mengalami 8 kali pergantian
kurikulum. Perubahan kurikulum dilakukan dikarenakan untuk mengikutinya perubahan
zaman yang dari masa ke masa semakin maju dan untuk meningkatkan mutu pendidikan di
Indonesia. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap
dan sistematis. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali
pertemuan atau lebih.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ?
2. Bagaimana prinsip penyusunan RPP?
3. Apa saja komponen dan sistematika RPP?
4. Bagaimana contoh penyusunan RPP pembelajaran Bahasa Indonesia?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2. Untuk mengetahui prinsip penyusunan RPP.
3. Untuk mengetahui komponen dan sistematika RPP.
4. Untuk mengetahui contoh penyusunan RPP pembelajaran Bahasa Indonesia.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Menurut Kosasih (2014: 144) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah
rencana pembelajaran yang pengembangannya mengacu pada suatu KD tertentu di dalam
kurikulum atau silabus. RPP dibuat dalam rangka pedoman guru dalam mengajar sehingga
pelaksanaannya bisa lebih terarah, sesuai dengan KD yang telah ditetapkan. Setiap guru pada
satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. RPP disusun
untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Selain RPP dikenal pula istilah silabus, yakni pedoman rencana pembelajaran yang
fungsinya sebagai acuan pengembangan RPP. Di dalamnya memuat identitas matapelajaran
atau tema pelajaran, kompetensi isi (KI), kompetensi dasar (KD), materi pelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber
belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan KI dan KD dalam
kurikulum. Untuk kurikulum 2013, silabus disusun oleh pemerintah di tingkat nasional.
RPP dikembangkan oleh guru, secara mandiri atau kelompok, di setiap sekolah
masing-masing. Hal itu dimaksudkan agar pengembangannya itu sesuai dengan tuntutan dan
kondisi para siswanya. Pengembangan RPP sebaiknya dilakukan pada setiap awal semester
atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia lebih dahulu dalam setiap
awal pelaksanaan pembelajaraan.

B. Prinsip Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Prinsip penyusunan RPP merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.
22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah adalah sebagai
berikut:
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual,
minat, motivasi belajar. Dan bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar,
kebutuhan khusus. Serta kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.

2
2. Berpusat pada peserta didik
Hendaknya Guru memperlakukan siswa sebagai subyek didik atau pembelajar. Guru
bukanlah seorang intruktur, pawang, komandan, atau birokrat. Melainkan sebagai
pembimbing, pendamping, fasilitator, sahabat, atau abang/kakak bagi peserta didik. Terutama
dalam mencapai tujuan pembelajaran yakni kompetensi peserta didik.

3. Berbasis konteks
Pembelajaran berbasis konteks dapat terwujud apabila guru mampu mengidentifikasi
dan memanfaatkan berbagai sumber belajar lokal (setempat). Guru mengenal situasi dan
kondisi sosial ekonomi p eserta didik. Mengenal dan mengedepankan budaya atau nilai
kearifan lokal, tanpa kehilangan wawasan global. Pembelajaran dimulai dari apa yang sudah
diketahui oleh peserta didik sesuai dengan konteksnya dan baru pada konteks yang lebih luas.

4. Berorientasi kekinian
Pembelajaran berorientasi kekinian adalah pembelajaran yang berorientasi pada
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan nilai-nilai kehidupan masa kini. Guru
yang berorientasi kekinian adalah guru yang gaul, tidak gaptek, melek informasi.
Bahkan sebaiknya well informed, selalu meng-update dan meng-up grade ilmu pengetahuan
yang menjadi bidangnya. Termasuk teori-teori dan praktik baik di bidang pendidikan/
pembelajaran.

5. Mengembangkan kemandirian belajar.


Guru yang mengembangkan kemandirian belajar (siswa). Selalu akan berusaha agar
pada akhirnya siswa berani mengemukakan pendapat atau inisiatif dengan penuh percaya diri.

6. Memberi umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran


RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi.

7. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan.


RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD,
indikator pencapaian kompetensi.Dan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian, serta sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.

3
8. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
Kegiatan pembelajaran dalam RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan
teknologi informasi dan komunikasi. Secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan
situasi dan kondisi. Sebagai contoh ketika guru menugasi siswa mengeksplorasi sumber-
sumber pengetahuan lewat internet. Guru harus dapat menunjukkan kepada siswa tautan
(link) yang mengarahkan siswa pada sumber yang jelas, benar, dan bertanggungjawab.
Menurut kosasih (2014: 144-145) prinsip mengembangan atau penyusunan RPP
adalah sebagai berikut:
1. Disusun berdasarkan kurikulum atau silabus yang telah disusun di tingkat nasional. Oleh
karena itu, setiap RPP harus memiliki kejelasan rujukan KI/KD-nya. Setiap KD (KI-
3/KI-4) dikembangkan ke dalam satu RPP yang di dalamnya mencakup satu ataupun
beberapa pertemuan.
2. Menyesuaikan dalam pengembangannya dengan kondisi di sekolah dan karakteristik
para siswanya. Oleh karena itu, RPP idealnya berlaku untuk per kelas dengan asumsi
bahwa para siswa di setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
3. Mendorong partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu, di dalam pembelajarannya, siswa
selalu berperan sebagai pusat belajar, yakni dengan mengembangkan motivasi, minat,
rasa ingin tahu, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, semangat belajar, serta
keterampilan dan kebiasaan belajar. Dengan pendekatan saintifik yang dikembangkan
dalam kurikulum 2013, hal tersebut sudah bisa terakomodasikan.
4. Mengembangkan kegemaran siswa dalam membaca beragam referensi (sumber belajar)
sehingga siswa terbiasa dalam berpendapat dengan rujukan yang jelas. Hal itu tercermin
didalam langkah-langkah pembelajaran di dalam RPP. Adapun peran guru adalah
memberikan fasilitas belajar untuk mendorong ke arah itu, misalnya dengan selalu
menyediakan referensi-referensi yang sesuai dengan KD. Guru mendorong siswa untuk
selalu menggunakan perpustakaan sekolah, internet, dan beragam sumber serta media
belajar lainnya dalam memperdaya wawasan dan pengetahuan mereka.
5. Memberikan banyak peluang kepada siswa untuk berekspresi dalam berbagai dalam
berbagai bentuk tulisan, lisan, dan dalam bentuk karya-karya lainnya. Diharapkan setiap
proses pembelajaran, para siswa dapat menghasilkan suatu produk yang bermanfaat.
Sebagai wujud penghargaan atas minat dan kreativitas, mereka berkenaan dengan KD
yang sedang dipelajarinya.

4
6. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, antara lain, dengan menghadirkan
beragam media dan sarana belajar yang menumbuhkan minat atau motivasi belajar siswa,
termasuk dengan menerapkan metode belajar yang variatif.
7. Memerhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara komponen pembelajaran yang satu
dengan komponen pembelajaran yang lainnya sehingga bisa memberikan keutuhan
pengalaman belajar kepada para siswa. Keutuhan pengalaman jika memungkinkan juga
terjadi korelasi antarmata pelajaran. Dengan demikian, penyusunan RPP dalam satu mata
pelajaran tertentu harus pula memerhatikan pengalaman belajar siswa yang diperoleh
dari pelajaran lainnya.

C. Komponen dan Sistematika Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Menurut kosasih (2014: 145) RPP setidak-tidaknya membuat komponen-komponen
berikut, yakni (a) tujuan pembelajaran, (b) materi pembelajaran, (c) metode pembelajaran, (d)
sumber belajar, (e) penilaian.
RPP meliputi komponen-komponen berikut:
1. Identitas Mata Pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi nama sekolah, kelas, semester, mata pelajaran,
materi pokok, dan jumlah pertemuan.

2. Kompetensi Inti (KI)


KI menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus
dicapai siswa pada setiap kelas dan lebih lanjut dirinci dalam kompetensi dasar mata
pelajaran. KI mencakup tiga ranah: spiritual-sosial (sikap, KI-1, KI-2), pengetahuan (KI-3),
keterampilan (KI-4). Keempat kompetensi itu dapat dikutip seutuhnya dari kurikulum.
Namun, untuk keefektifan pengutipan KI cukup untuk RPP bagian depan, pada RPP
selanjutnya bisa dikosongkan.

3. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar (KD) adaah sejumlah kemampuan yang arus dikuasai siswa dalam
matapelajaran tertentu. KD berfungsi rujukan perumusan tujuan dan penyusunan indikator
kompetensi dalam suatu pelajaran.
4. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan arah atau sasaran dari suatu kegiatan pembelajaran.
oleh karena itu, rumusannya harus jelas dan lengkap, yakni meliputi unsur siswa (audiens),

5
perilaku yang diharapkan (behavior), kondisi atau cara belajar siswa (condition), dan tingkat
pencapaiannya, baik secara kualitatif ataupun kuantitatif (degree). Oleh karena itu, rumusan
tujuan sering dinyatakan dengan ABCD (audiens, behavior, condition, degree). Tujuan
dirumuskan dari KD dalam kurikulum.

5. Indikator Pencapaian Kompotensi


Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur untuk menunjukkan
ketercapaian suatu KD. Indikator juga berfungsi sebagai penanda ketercapaian suatu tujuan
pembelajaran. Dengan demikian, indikator seharusnya diturunkan dari KD atau dari tujuan
pembelajaran, yang mencakup ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Indikator
pencapaian kmpetensi dan dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional, yakni
kata kerja yang diamati dan diukur melalui proses penilaian.

6. Materi Ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis
dalam bentuk butir-butir sesuai dengan KD atau rumusan indikator pecapaian kompetensi.
a. Fakta merupakan contoh atau model berkenaan suatu materi ajar.
b. Konsep merupakan definisi, pengertian, atau batasan tentang kata atau peristilahan
yang ada dalam materi ajar.
c. Prinsip merupakan aturan atau kaidah berkenaan suatu materi ajar.
d. Prosedur merupakan langkah-langkah berkenaan suatu materi ajar.

7. Alokasi Waktu
Aokasi waktu berarti lamanya proses pembelajaran yang diperlukan di dalam setiap
pertemuan. Pada setiap tingkatan, alokasi waktu berbeda-beda. Dalam kurikulum 2013,
misalnya, alokasi waktu untuk SMP/MTs= 35 menit, SMA/MA/SMK/MA=45 menit.
Banyaknya alokasi waktu atau jumlah jam pelajaran ditentukan oleh kompleksitas materi
yang harus dikembangkan oleh guru untuk setiap KD-nya. KD yang berada pada KI-4
cenderung lebih kompleks daripada KD dalam lingkup KI-3. Oleh karena itu, untuk jumlah
pertemuannya relatif lebih banyak.

8. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara atau langkah-langkah pembelajaran yang akan
digunakan guru untuk mencapai sesuatu komponen tertentu. Terdapat beberapa nama metode

6
pembelajaran, misalnya, ceramah, diskusi, latihan, tanya jawab, simulasi, demonstrasi,
percobaan laboratorium, presentasi, observasi, karyawisata.pemilihan metode-metode
tersebut hendaknya mempertimbangkan karakteristik dari setiap KD atau indikator
pembelajaran disamping kondisi siswa itu sendiri, lingkungan sekolah, dan ketersediaan
alokasi jam belajar.

9. Media, Alat, dan Sumber Belajar


a. Media adalah sarana yang berfungsi sebagai pengantar materi pembelajaran,
misalnya LCD, benda tiruan, papan tulis, kertas karton, torso, televisi.
b. Alat adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran, seperti spidol,
penggaris, penghapus, busur, mikroskop.
c. Sumber yang dimaksud bisa berupa orang (narasumber) buku referensi, alam,
peristiwa sosial budaya.

10. Kegiatan Pembelajaran


Komponen ini mencakup tiga bagian umum, yakni pendahuluan, inti, dan penutup.
a. Kegiatan pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran. Di
dalamnya terdapat langkah pengkondisian kesiapan siswa serta penumbuhan motivasi belajar,
misalnya dengan penyampaian tujuan atau manfaat belajar. Mungkin juga dengan
menyajikan suatu tayangan yang menarik minat siswa. Pada bagian ini juga, guru dapat
mengenalkan materi pelajaran dan pengaitannya dengan materi sebelumnya (apersepsi).
Alokasi waktu berkisar antara 10-20 menit.

b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti berisi langkah-langkah pembelajaran utama. Isinya menggambarkan
kegiatan siswa dan guru selama proses pembelajaran di dalam ataupun di luar kelas, sesuai
dengan urutan metode pembelajaran yang telah direncanakan.
Pada bagian ini pula pendekatan saintifik harus tergambar dengan jelas dan sistematis, yakni
dari mulai proses pengamatan sampai pada tahap mengomunikasikan. Meskipun demikian,
kelima langkah pada pendekatan saintifik itu tidak berarti harus selesai dalam satu-dua
pertemuan.
Kegiatan inti tersebut bisa tercakup beberapa pertemuan dan satu pertemuannya
terdiri atas 1-2 langkah saja dari pelaksanaan pendekatan saintifik. Misalnya, pertemuan I,

7
terdiri atas kegiatan pengamatan dan menanya; pertemuan II diisi dengan menalar dan
mengasosiasi, dan pertemuan III (akhir), berupa kegiatan mengomunikasikan.
Banyak sedikitnya jumlah pertemuan pada kegiatan ini sangat bergantung pada
kompleksitas materinya. Semakin kompleksitas materinya, diharapkan semakin banyak pula
jumlah pertemuannya. Hal itu terutama menyangkut KD yang berada pada ranah
keterampilan (KI-4).

c. Langkah Penutup
Langkah penutup diisi dengan kegiatan penyimpulan hasil kegiatan pembelajaran oleh
guru dan siswa, pelaksanaan penilaian akhir (protest), refleksi, dan tindak lanjut.
1. Kesimpulan merupakan perumusan garis-garis besar atau pokok-pokok materi
pelajaran yang telah dilakoni siswa. Kesimpulan juga dapat berupa pemaknaan
kembali atas hasil-hasil belajar siswa.
2. Penilaian akhir dapat dilakukan secara lisan ataupun tertulis sesuai dengan butir-butir
soal yang telah dipersiapkan sebelumnya, khususnya untuk ranah pengetahuan.
3. Refleksi berupa peninjauan ulang terhadap manfaat pembelajaran yang diperoleh
siswa, serta kelebihan dan kekurangan siswa di dalam menjalani proses pembelajaran.
4. Tindak lanjut berupa penyampaian tugas-tugas ataupun saran-saran guru untuk
mengatasi kekurangan siswa dalam belajar. Mungkin pula berupa rekomendasi pada
siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar.

11. Penilaian
Sesuai dengan karakteristiknya, kurikulum 2013 menggunakan pendekatan penilaian
autentik. Aspek yang dinilai mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa.
Penilaian lebih utama berlangsung pada proses pembelajaran di samping mungkin pula
dijalankan pada akhir pembelajaran, khususnya untuk aspek pengetahuan. Bentuk
instrumennya berupa format penilaian di samping berbentuk butir-butir soal dengan produk
berupa aktivitas dan karya siswa.

8
D. Contoh RPP Pembelajaran Bahasa Indonesia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas/Semester : X/1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Komunikasi dalam Kehidupan
Pertemuan Ke- :
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perlaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
mintanya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
3.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan
menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa
3.2 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam
menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenaipermasalahan
sosial, lingkungan, dan kebijakan publik

9
3.3 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur
kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.
3.4 Menginterpretasi makna teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks,
dan negosiasi baik secara lisan maupun tulisan
.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
a. Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks untuk
mempersatukan bangsa
b. Memiliki sikap tanggung jawab peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan
bahasa Indonesia untuk membuatanekdot baik melalui lisan maupun tulisan dengan
kreatif
c. Mengidentifikasi struktur dan kaidah pembuatan anekdot dalam bahasa bahasa
Indonesia baik secara lisan maupun tulisan
d. Menyusun dengan tepat teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan dengan tepat.

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannnya dalam menyusun anekdot sesuai dengan kaidah
dan konteks untuk mempersatukan bangsa.

E. Materi Pembelajaran
Ragam (Bentuk) Bahasa
a. Bahasa lisan meliputi:
- Ragam bahasa cakapan
- Ragam bahasa pidato
- Ragam bahasa kuliah
- Ragam bahasa panggung
Ciri-ciri bahasa lisan:
- langsung;
- tidak terikat ejaan tetapi terikat situasi pembicaraan
- tidak efektif
- kalimatnya pendek-pendek
- kalimat sering terputus- tidak lengkap

10
- lagu kalimat situasional

b. Bahasa tulisan meliputi:


- ragam bahasa teknis;
- ragam bahasa undang-undang;
- ragam bahasa catatan; dan
- ragam bahas surat.
Ciri-ciri ragam bahasa tulis:
- santun;
- efektif;
- bahasa disampaikan sebagai upaya komunikasi satu pihak;
- ejaan digunakan sebagai pedoman; dan
- penggunaan kosa-kata pada dasarnya sudah dibakukan.

Kaidah Bahasa Indonesia


a. Ejaan dan pungtuasi
b. Kata baku dan tidak baku
Pengertian dan konsep anekdot
Penggunaan Bahasa Indonesia sesuai dengan konteks

F. Alokasi waktu
2 x 45 Menit

G. Strategi/Metode/Pendekatan Pembelajaran
a. Model Pembelajaran Saintifik
b. Metode: eksplorasi, elaborasi, konfirmasi.

H. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan 1. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari
guru berhubungan dengan kondisi dan

11
pembelajaran sebelumnya.
2. Siswa menerima informasi tentang
keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3. Siswa menerima informasi kompetensi,
materi, tujuan, dan langkah pembelajaran
yang akan dilaksanakan.

Inti 1. Siswa mendapatkan fotokopi anekdot dan


nego- siasi dari koran yang dibagikan guru.
2. Siswa mencermati penggunaan bahasa dan
kaidah penulisan anekdot dan negosiasi pada
koran
3. Siswa menganalisis penggunaan kaidah
bahasa Indonesia dalam tulisan tersebut.
4. Siswa mengidentifikasi kata atau kalimat
yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia.
5. Siswa merespon pertanyaan tentang hal-hal
yang berhubungan dengan penggunaan kaidah
bahasa Indonesia.
6. Siswa mengamati dan mendata objek yang
akan dijadikan bahan tulisan.
7. Siswa menuliskan hasil pengamatan ke dalam
rubrik yang telah disediakan tentang
penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan
kaidah dan konteks
8. Siswa mempresentasikan melalui permainan
peran, kemudian saling mengoreksi hasil
presentasi tersebut dengan memberikan saran
perbaikan untuk penyempurnaan.
9. Siswa memperbaiki hasil tulisan berdasarkan
saran dari kelompok lain sesuai dengan rubrik

12
yang diberikan oleh guru.
10. Bersama guru, siswa mengidentifikasi
hambatan yang dialami saat menulis.
11. Siswa menyimak umpan balik dari guru
atas pernyataan mereka tentang hambatan
dalam menulisdan hasil observasi guru pada
saat siswa berdiskusi.
12. Siswa menyempurnakan kembali hasil
tulisannya berdasarkan umpan balik dari
kelompok lain dan guru.
13. Guru memberikan penghargaan terhadap
tulisan yang terbaik dari kelompok.
Kegiatan Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan
pembelajaran
2. Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan
yang sudah dilakukan.
3. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

I. Sumber/Media Pembelajaran
a. Sumber :
b. Media : Poster, anekdot dalam surat kabar

J. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


Teknik Bentuk
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian Instrumen
a. Menggunakan bahasa Penilaian Lembar
Indonesia sesuai dengan Observasi penilaian sikap
kaidah dan konteks untuk
mempersatukan bangsa

13
b. Memiliki sikap tanggung 1. Penilaian 1. Tes tertulis.
jawab] peduli, responsif, dan Observasi 2. Rubrik
santun dalam menggunakan kinerja penilaian
bahasa Indonesia untuk penulisan kinerja.
membuat anekdot baik melalui laporan.
lisan maupun tulisan dengan
kreatif

c. Mengidentifikasi struktur dan


kaidah pembuatan anekdot
dalam bahasa bahasa Indonesia
baik secara lisan maupun
tulisan

d. Menyusun dengan tepat teks 1. Latihan 1. Lembaran


anekdot baik secara lisan menyusun tugas
maupun tulisan. teks latihan.
anekdot,. 2. Rubrik
penilaian
latihan.

14
Lampiran 1 Lembar Pengamatan

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP


Mata Pelajaran :..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran :....................................................................................................
Waktu Pengamatan: ............................................................................................
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Keefektifan
Penggunaan Diksi Kesesuaian konteks
No. Nama Siswa Kalimat
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3
4
5

Keterangan
1 = kurang
2 = sedang
3 = baik
4 = sangat baik

15
Lampiran 2: Lembar Pengamatan

LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN AKHLAK DAN KEPRIBADIAN


Mata Pelajaran :..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran :....................................................................................................
Waktu Pengamatan: ............................................................................................
Karakter yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah kerja keras dan tanggung jawab.

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras


1. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
2. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
3. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Kreatif Komunikatif Kerja keras
No. Nama Siswa
BT MT MB MK BT MT MB MK BT MT MB MK
1.
2.
3
4
5
6
7
10
11

16
Pedoman Penskoran
Aspek Skor
Siswa menjawab pernyataan benar dengan alasan benar 3
Siswa menjawab pernyataan benar tapi tidak didukung oleh 2
alasan benar
Siswa menjawab pernyataan salah 1
SKOR MAKSIMAL 6

Soal Nomor 2 dan 3


Rubrik penilaian

No. Kriteria Penilaian Skor Bobot


1. Pilihan kata
a. tepat dan sesuai 3
b. kurang tepat dan sesuai 2 5
c. tidak tepat dan sesuai 1
2. Kalimat
a. mudah dipahami 2
b. sedikit sulit dipahami 1 3
c. sulit dipahami 0
3. Ejaan dan tanda baca
a. tidak ada yang salah 2
b. sedikit yang salah 1 2
c. banyak yang salah 0

Jakarta, Juni 2013

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

17
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis
kmpetensi adalah outcomes-based curriculum dan oleh karena itu pengembangan kurikulum
diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang pengembangannya megacu pada
suatu KD tertentu di dalam kurikulum atau silabus. RPP dibuat dalam rangka pedoman guru
dalam mengajar sehingga pelaksanaannya bisa lebih terarah, sesuai dengan KD yang telah
ditetapkan.

B. Saran
Bagimanapun kurikulum yang diterapkan di Indonesia kita sebagai peserta didik harus
dapat mengikuti kurikulum yang berlaku dengan baik dan setiap guru pada satuan pendidikan
berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar tujuan nasional untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia itu dapat tercapai dan meningkatkan mutu
pendidikan di Indonsia

18
DAFTAR PUSTAKA

Kosasih. 2014. Strategi Belajar dan Pembelajaran: Implementasi Kurikulum 2013. Bandung:
Yrama Widya.
http://skp.unair.ac.id/repository/GuruIndonesia/PanduanMenyusunRPP_Arifin,S.Pd_10109.p
df
http://lpp.uns.ac.id/wp-content/media/PANDUAN-SILABUS-DAN-RPP_2.pdf

19