Anda di halaman 1dari 1

Makroglosia merupakan suatu keadaan lidah yang mempunyai ukuran lebih besar dari

normal ( Langlais, 1994). Untuk menilai ukuran lidah, maka lidah harus dalam keaadaan
istirahat, tinggi normal dari dorsum lidah harus sama dengan bidang oklusal dari gigi bawah,
tepi-tepi lateral lidah harus berkontak dengan gigi, lidah yang melebihi dimensi ini disebut
makroglosia (Thrasher, 2002).
Pada lidah juga dijumpai scallope tongue, yaitu lekukan-lekukan pada tepi lidah,
keadaan tersebut disebabkan oleh lidah yang berkontak erat dengan gigi dan mencetak pola
tertentu yang berbentuk oval-oval cekung ( Barber, 1982)
Etiologi makroglosia dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan utama yaitu true
makroglosia dan pseudo makroglosia. True makroglosia bisa didapat secara kongenital
(dibawa lahir) dan akuired (didapat). True makroglosia yang didapat secara kongenital dapat
disebabkan oleh hemangioma, limfangioma, sindroma Down dan sindroma Beckwith-
Wiedemann, sedangkan makroglosia akuired disebabkan oleh hipotiroidisme (kretinisme),
akromegali dan amiloidosis. Penyebab pseudo makroglosia antara lain, kebiasaan postur lidah
(menjulurkan lidah), pembesaran tonsil, adenoid, hipotonia pada lidah serta defisiensi
mandibula (Wolford, 1996).
Makroglosia dapat menyebabkan gangguan kesehatan umum seperti, kesulitan makan,
menelan, berbicara dan bernafas, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan
perkembangan anak, selain itu makroglosia juga dapat menimbulkan kelainan pada gigi dan
rahang (Morgan, 1992).
Perawatan makroglosia tidak akan berhasil kecuali menghilangkan penyebabnya,
perawatan makroglosia secara surgikal dapat dilakukan dengan glossektomi, sednagkan
perawatan yang ditimbulkan makroglosia terhadap gigi dapat dikoreksi dengan perawatan
ortodonti ( Shafer, 1983).