Anda di halaman 1dari 1

PROSEDUR FILARIASIS

No. Dokumen :
No. Revisi : 1 Mei 2015
SPO
Tanggal Terbit : 1 Juni 2015
Halaman :

PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG


KECEMATAN WATANG SAWITTO
drg.Hj.NASRIWATI A,M.Kes
PUSKESMAS SALO
Nip : 19640828 200212 2 003

1. Pengertian Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filarial
yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat kronik
dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat
menetap berupa pembesaran pada lengan, kaki dan alat kelamin
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk penanganan filariasis
3. Kebijakan 1. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Salo Nomor /PKM-SL/SK/V/2015
tentang SOP Layanan Klinis Puskesmas Salo
2. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Salo Nomor /PKM-SL/SK/V/2015
tentang Penyusunan SOP Layanan Klinis mengacu pada acuan yang
jelas
4. Referensi Permenkes RI no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktek Klinis bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
5. Prosedur / Langkah-langkah 1. Pemeriksaan tanda-tanda vital
2. Anamnesis
3. Pemeriksaan fisis
4. Pemeriksaan penunjang
5. Penegakan diagnosis
6. Penatalaksanaan :
Memelihara kebersihan kulit
Pemberian diethyl carbamazine citrate 6 mg/kgBB, 3dosis/hari
setelah makan selama 12 hari
Ivermektin diberikan dosis tunggal 150 mcg/kgBB, efektif
terhadap penurunan derajat microfilaria W. bancrofti, namun
pada filariasis oleh Brugia spp, penurunan tersebut bersifat
gradual
Pemberian antibiotik atau antijamur akan mengurangi
serangan berulang sehingga mencegah limfedema kronik
Fisioterapi diperlukan pada penderita limfedema kronik

6. Unit Terkait Loket pendaftaran, Kefarmasian, Kesling