Anda di halaman 1dari 11

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS

IV SEKOLAH DASAR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL


BELAJAR SISWA KELAS IV SD KEBRAON 1 SURABAYA

Umamy Setya Putri Herawanti


PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya (umamysetyaph@gmail.com)

Mintohari
PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran MEA (Means Ends Analysis)
untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dalam pelajaran materi Gaya dan Gerak. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimen, dengan design quasi experimental. Populasi penelitian ini siswa
kelas IV SDN Kebraon 1 Surabaya, dan sampel penelitian ini adalah kelas IV-B berjumlah 31 siswa
(kelas eksperimen) dan kelas IV-C berjumlah 31 siswa (kelas kontrol). Dari hasil analisis data yang
diperoleh berupa skor pretest dan posttest diketahui perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah
diberikan perlakukan dengan menggunakan model pembelajaran MEA (Means Ends Analysis) terhadap
hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari t hitung > ttabel (2,929 > 0,42949). Maka kesimpulan dari
penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran MEA (Means Ends Analysis)
berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kebraon 1 Surabaya.
Kata Kunci: Pengaruh Model Pembelajaran MEA (Means Ends Analysis), hasil belajar siswa

Abstract
The aim of the research is to know the effectiveness of MEA (Means Ends Analysis) learning model for
increasing IV grade students learning result in Force and Motion material. This research is
experimental research completely with Quasi Experimental design. The population of the research is IV
Grade students of SDN Kebraon 1 Surabaya and the researchs sample is IVB Class which has 31
students (experimental class) and IVC Class which has 31 students (controlling class). From the result
of data analysis obtained in the form of pre-test and post-test score that has known significant influence
before and after given treatment by using MEA Learning model in students learning result. This case
can be shown from thitung > ttabel (2,929 > 0,42949). So, the conclusion of the research shows that MEA
Learning model influent significantly in science learning result of SDN Kebraon 1 Surabayas students
Keywords : MEA Learning model effectiveness, students learning result

109
JPGSD. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2017,

PENDAHULUAN menghubungkan pembelajaran MEA saat subtema 3 (Bangga


Dalam kehidupan sehari-hari proses pembelajaran, Terhadap daerah Tempat
pembelajaran di sekolah, pada segi produk. Dalam maka dapat memberikan Tinggalku). Diharapkan
guru dapat menciptakan segi proses, siswa kesempatan kepada dengan adanya penelitian
suasana belajar yang diharapkan akan mampu peserta didik untuk ini, dapat bermanfaat
menarik perhatian siswa untuk menjabarkan mengembangkan bagi saya sebagai
dengan memanfaatkan pengetahuan dengan kemampuannya dalam peneliti, dan memberikan
berbagai model menerapkan konsep yang memahami suatu manfaat bagi kehidupan
pembelajaran yang dipahami guna masalah secara kreatif, manusia, khususnya pada
inovatif sehingga memecahkan masalah sehingga pembelajaran dunia pendidikan. Oleh
pembelajaran yang yang ditemukan dalam akan lebih lama melekat karena itu pada
dilaksanakan kehidupan sehari-hari. pada ingatan siswa penelitian kali ini peneliti
berlangsung optimal. Dari segi sikap ilmiah, mengenai materi yang tertarik menggunakan
Menggunakan model siswa akan mempunyai disampaikan oleh guru. judul Pengaruh Model
pembelajaran dalam minat mempelajari benda Karena model Pembelajaran Means
proses pembelajaran sekitar, rasa ingin tahu pembelajaran MEA Ends Analysis (MEA)
merupakan aspek penting tinggi, kritis, mengharuskan siswa Terhadap Hasil Belajar
yang mendukung bertanggung jawab menganalisis materi IPA Siswa Kelas IV SDN
pelaksanaan belajar mandiri juga dapat dengan caranya sendiri Kebraon 1 Surabaya.
siswa, terutama dalam berkerja sama dengan khususnya bagi siswa Rumusan masalah
pembelajaran IPA yang kelompok, mengenal dan yang mempunyai dalam penelitian ini
benyak mengandung mampu mengembangkan kemampuan rendah. Hal adalah sebagai berikut :
fakta-fakta, konsep- rasa cinta terhadap alam ini bermanfaat pada (1) Bagaimana hasil
konsep atau prinsip- sekitar serta menjaga peningkatan hasil belajar belajar IPA kelas IV SD
prinsip. Pembelajaran kelestarian lingkungan. siswa karena model setelah menggunakan
IPA di SD diharapkan Pembelajaran pembelajaran MEA dapat model pembelajaran
dapat menstimulus siswa dengan menggunakan membuat siswa belajar MEA (Means Ends
berpikir kritis, aktif dan model pembelajaran lebih aktif serta melatih Analysis)? (2) Adakah
memiliki rasa ingin tahu MEA dapat membuat siswa berfikir kritis, pengaruh model
yang tinggi dalam siswa berpikir kritis dan sehingga siswa dapat pembelajaran MEA
kegiatan pembelajaran. lebih aktif karena model menyimpan pengalaman (Means Ends Analysis)
Salah satunya adalah pembelajaran MEA belajar dalam jangka terhadap hasil belajar
dengan cara merupakan waktu yang panjang. Jika siswa kelas IV SD?
melaksanakan kegiatan pengembangan dari siswa diberikan materi Sedangkan tujuan dari
belajar dan metode pemecahan yang sama siswa dapat penelitian ini (1) Untuk
menghubungkan dengan masalah (problem mengingat kembali mengetahui hasil belajar
lingkungan sekitar. solving) hanya saja pengalaman belajar yang IPA kelas IV SD setelah
Dengan belajar model pembelajaran sudah dialaminya. menggunakan model
pengalaman langsung MEA setiap masalah Berdasarkan pembelajaran MEA
yang mempraktikkan yang dihadapi dipecah paparan di atas, (Means Ends Analysis)
percobaan-percobaan menjadi sub-sub masalah penelitian yang akan (2) Untuk mengetahui
dengan memanfaatkan yang lebih sederhana dilakukan kali ini dengan pengaruh model
benda yang ada kemudian dikoneksikan melihat keunggulan pembelajaran MEA
dilingkungan sekitar, kembali menjadi sebuah model pembelajaran (Means Ends Analysis)
siswa dapat menemukan tujuan utama. Model MEA (Means Ends terhadap hasil belajar
masalah kemudian siswa pembelajaran MEA Analysis), saya akan siswa kelas V SD.
akan memperoleh data mengharuskan siswa bereksperimen Manfaat dari
pengamatan dan juga menganalisis dan menggunakan model penelitian ini adalah : (1)
terungkapnya fakta. Dari berpikir kritis guna pembelajaran MEA bagi siswa : (a)
belajar IPA siswa menyederhanakan (Means Ends Analysis) Meningkatkan minat
diharapkan memahami masalah saat proses dalam membelajarkan siswa untuk mengikuti
konsep IPA dengan pembelajaran. Dengan materi tema 8 (Daerah pembelajaran (b)
menerapkan model Tempat Tinggalku) Meningkatkan keaktifan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS
IV SEKOLAH DASAR

siswa (c) Membiasakan merupakan model semesta dengan seluruh menalar saat melakukan
siswa berfikir secara pembelajaran terpadu isi dan kejadian yang ada proses pembelajaran IPA.
kritis dan kreatif. (2) bagi dengan menggunakan pada kehidupan sehari IPA merupakan proses
peneliti : (a) Dapat tema dalam pembelajaran -hari. Seperti yang penemuan yang
menambah pengetahuan untuk menghubungkan dikemukakan oleh berhubungan dengan
dan pemahaman untuk lebih dari 1 mata Winaputra dalam menemukan informasi
menambah wawasan pelajaran yang bisa Samatowa (2010:3) Ilmu seputar alam semesta
tentang pembelajaran memberikan pengalaman Pengetahuan Alam (IPA) beserta isinya. Hal ini
dengan menerapkan bermakna untuk peserta mempunyai berhubungan dikemukakan dalam
model MEA ( Means didik. Menurut Sutirjo untuk mencari tahu kamus Fowler (dalam
Ends Analysis ) (dalam Mulyasa, 2013: tentang alam kehidupan Julianto, 2011:7), natural
khususnya pada 118) pembelajaran secara sistematis, science didefinisikan
pembelajaran IPA (b) tematik merupakan sehingga IPA tidak hanya sebagai systematic and
Untuk pertimbangan pembelajaran yang menguasai kumpulan formulated knowledge
menentukan model menggabungkan lebih pengetahuan yang berupa dealing with material
pembelajaran yang bisa dari 2 mata pelajaran fakta-fakta, konsep- phenomena and based
menarik perhatian siswa. menjadi satu tema konsep atau prinsip- mainly on observation
Karena adanya pembahasan. Sehingga prinsip namun and induction yang
keterbatasan waktu, mata pelajaran antara merupakan proses artinya ilmu
dana, dan satu dengan yang lain penemuan. Salah satu pengetahuan alam
memungkingkan masalah tidak terpisah, salah upaya untuk dapat didefinisikan sebagai
yang dapat muncul, agar satunya ialah meningkatkan kualitas pengetahuan yang
penelitian ini bisa pembelajaran IPA dalam pembelajaran IPA yaitu sistematis dan disusun
dilakukan secara lebih tematik. Pembelajaran dengan melalui kegiatan dengan menghubungkan
mendalam, maka IPA tidak terlihat namun pembelajaran di kelas. gejala-gejala alam yang
penelitian ini dibatasi di integrasikan dengan Ilmu Pengetahun Alam bersifat kebendaan dan
oleh beberapa variabel, pelajaran lain. Muatan melatih siswa dapat didasarkan pada hasil
yaitu: Penelitian ini materi IPA pada kelas berpikir secara kritis juga pengamatan induksi.
hanya memfokuskan tinggi yaitu kelas 4, kelas objektif. Menurut taraf IPA bukan hanya sebagai
materi pada tema 8 5 dan kelas 6 dirancang ukur kebenaran ilmu, produk, namun sebagai
(Daerah Tempat menjadi mata pelajaran pengetahuan yang benar proses yang mampu
Tinggalku) Sub Tema 3 sendiri namun adalah ilmu yang menciptakan sikap ilmiah
(Bangga Terhadap pembelajaran tetap rasional (masuk akal) kepada setiap individu
Daerah Tempat dilaksanakan secara dan objektif (faktual). yang mempelajarinya.
Tinggalku) KD 3.4 terpadu. Sedangkan Objektif berarti sesuai Pembelajaran
Menghubungkan gaya pelajaran IPA pada kelas objeknya, yang sesuai merupakan suatu proses
dengan gerak pada rendah yaitu kelas 1, dengan pengalaman dalam rangkaian atau
peristiwa di lingkungan kelas 2 dan kelas 3 pengamatan melalui upaya yang dilakukan
sekitar dan KD 4.4. dirancang saling panca indera (Samatowa, pendidik dalam
Menyajikan hasil berhubungan dengan 2016:04). Proses memotivasi dan
percobaan tentang mata pelajaran yang lain. pembelajaran IPA membuat peseta didik
hubungan antara gaya Pembelajaran IPA pada dibelajarkan melalui untuk belajar.
dan gerak. kelas rendah tidak pendekatan yang memuat Pembelajaran akan
Pembelajaran dalam tampak namun dititipkan kesamaan antara kondisi secara otomatis
kurikulum 2013 dalam mata pelajaran belajar peserta didik terlaksana pada instansi
menggunakan Bahasa Indonesia dengan kondisi di seperti pada Sekolah
pembelajaran tematik. sehingga pelajaran IPA lingkungan. Kemudian Dasar. Guru sebagai
Menurut Depdiknas seakan-akan tidak anak dituntun untuk peran yang utama dalam
(dalam Trianto, diajarkan pada kelas mencari ciri-ciri esensial berlangsungnya suatu
2011:131) pembelajaran rendah. dari keadaan kehidupan pembelajaran. Hal ini
tematik adalah model Ilmu Pengetahuan yang berbeda agar dapat berkaitan dengan berhasil
pembelajaran terpadu. Alam (IPA) adalah ilmu meningkatkan berpikir atau tidaknya suatu
Pembelajaran tematik yang mempelajari alam kreatif dan kemampuan proses pembelajaran

111
JPGSD. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2017,

yang dipegang kendali d)Menuliskan kemudian pembelajaran ini kemampuan pemecahan


oleh guru sehingga akan melaporkan hasil diharapkan peserta didik masalah, berfikir kreatif,
menentukan bagaimana pengamatan alam lebih aktif mengikuti cermat dan berfikir
pembelajaran akan seekitar secara lisan dan pembelajaran yang analisis. Menurut
mencapai tujuan dan tulisan dengan diberikan guru, lebih (Huda,2013:294) arti
keberhasilan peserta sederhana. IPA di berani untuk MEA adalah strategi
didiknya. Sekolah Dasar bukan mengutarakan pendapat. yang digunakan
IPA di SD hanya bertujuan untuk Dan merasa menganalisis
menjadikan tempat bagi memperoleh ketrampilan menyenangkan ketika permasalahan melalui
siswa untuk memahami sosial dan ilmu belajar, mudah saat beberapa cara untuk
diri-sendiri dan alam pengetahuan saja, tetapi memahami teori, konsep mencapai tujuan akhir
sekitar, serta harapan juga untuk memberikan pada pembelajaran yang yang diinginkan.
pengembangan dalam motivasi pada peserta diberikan. Dikembangkan
menerapkannya di didik, malatih MEA (Means Ends pertama kali oleh newell
kehidupan sehari-hari kemampuan berpikir Analysis) adalah metode dan Simon pada 1972,
(Julianto, 2011). Dalam intelektual dan pemikiran sistem yang MEA merupakan salah
Susanto (2013:171) guru merangsang rasa cara menerapkannya satu teknik yang
dapat dapat keingintahuan siswa, merencanakan tujuan digunakan dalam
melakukannya melalui kemudian untuk melatih keseluruhan Artifical Intellegence
praktikum sederhana anak berpikir kritis. (Shoimin:2014:103) untuk mengontrol upaya
dengan pembelajaran Obyektif dan rasional MEA adalah proses pencarian dalam program
yang menuntut siswa agar dapat meningkatkan belajar mengajar dengan komputer peecahan
aktif maka guru memiliki proses dan kualitas cara menganalisis untuk masalah
tugas-tugas yang lebih pembelajaran IPA dapat memecahkan masalah. (Huda,2013:294). MEA
spesifik seperti dengan terealisasikan dengan Jadi model pembelajaran dapat membantu siswa
memfasilitasi siswa baik MEA merupakan untuk berpikir secara
sebagai narasumber, Model pengembangan dari kritis hal itu akan
kesiapan media, maupun pembelajaran adalah metode pemecahan mengasah kemampuan
kegiatan pembelajaran perencanaan atau pola masalah (problem siswa dalam belajar.
yang menarik sehingga yang digunakan sebagai solving) namun model Maka dengan
pembelajaran yang acuan untuk menyusun pembelajaran MEA menggunakan model
dilakukan akan kegiatan belajar di kelas dalam setiap masalah pembelajaran MEA akan
menghasilkan guna menemukan yang dihadapi dipecah membantu siswa untuk
pengetahuan yang perangkat pembelajaran menjadi sub-sub masalah mudah memahami materi
bermakna bagi siswa. yang di dalamnya yang lebih sederhana dengan caranya sendiri,
Pembelajaran IPA termasuk buku-buku, kemudian dihubungkan karena model
di SD memiliki tujuan kurikulum, film kembali menjadi sebuah pembelajaran MEA
untuk kemampuan komputer dan lain-lain, tujuan utama. Dalam menuntut siswa untuk
sebagai berikut: a) menurut Joyce (dalam kegiatan belajar dengan mengumpulkan masalah
Mengembangkan Trianto, 2011:05). Jadi, menggunakan model yang ada di sedehanakan
pengetahuan konsep IPA dapat disimpulkan bawah pembelajaran MEA siswa kemudian di simpulkan.
yang mempunyai model pembelajaran tidak begitu saja Peserta didik dapat
manfaat dalam ialah cara yang diberikan materi jadi mencerna materi yang
kehidupan di setiap digunakan pendidik agar namun siswa diminta sudah diberikan oleh
harinya. B) siswa antusias dalam menganalisis guru dengan cara mereka
Menunjukkan rasa ingin mengikuti kegiatan (menemukan) materi sendiri. Berikut langkah-
tahu, sikap positif, kritis, belajar dengan aktif. tersebut kemudian langkah model
logis dan disiplin melalui Model pembelajaran disederhanakan. pembelajaran MEA: (1)
pembelajaran IPA c) sendiri berguna agar Sehingga siswa akan mencari perbedaan
Melakukan pengamatan peserta didik tidak lebih mudah untuk kondisi awal dan tujuan
objek sesuai dengan IPA mudah bosan dalam memahami materi yang akhir (subgoal) (2)
menggunakan panca mengikuti pembelajaran. dipelajari, siswa juga menemukan (cara)
indra dan alat sederhana Adanya model mampu meningkatkan mencari solusi (atau
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS
IV SEKOLAH DASAR

mengurangi) perbedaan sendiri. e) Belajar kesulitan untuk merespon evaluasi terhadap


(3) jika sudah Pemecahan Masalah: masalah yang diberikan. masalah yang siswa
menemukan solusi dan Pemecahan masalah b) Membuat soal yang temukan g) Siswa
dapat langsung merupakan salah satu bermakna bagi pesrta dibimbing untuk
diterapkan selanjutnya bentuk pembelajaran didik bukan hal yang menyimpulkan materi
adalah diskaveri tingkat tinggi. mudah c) Lebih dominan yang telah dipelajari
menyederhanakannya (4) f)Belajar Kreativitas: soal yang sulit dengan Hasil belajar adalah
Ulangi cara 1 sampai 3 Belajar ini ialah bentuk pemecahan masalah kemampuan yang
sampai masalah belajar diskaveri tingkat dapat membuat siswa didapatkan peserta
diselesaikan. tinggi dengan jenuh. sesudah melaksanakan
Model kemampuan yang pembelajaran. Dengan
Pembelajaran MEA dimilikinya. Siswa Tabel 1 demikian jika siswa
memiliki tujuan untuk dituntut agar diberikan materi yang
membuat siswa menciptakan sesuatu sama akan membuat
berpartisipasi dengan yang baru. siswa mengingat
aktif ketika Model pengalaman belajar yang
pembelajaran. Sehingga pembelajaran MEA telah dialaminya. Hasil
siswa akan lebih aktif (Means Ends Analysis) belajar sering diartikan
dalam kegiatan mempunyai kelebihan, sebagai puncak dari
pembelajaran, sedangkan kelebihan model proses pembelajaran
pendidik menjadi pembelajaran MEA yang menentukan
fasilitator dan motivator. sebagai berikut: keberhasilan dalam
Dalam model a)Memudahkan siswa ketercapaian suatu
pembelajaran MEA dalam memecahkan materi. Menurut Nana
materi pelajaran tidak masalah.b) Siswa dengan Sudjana (2009:3) hasil
berikan dalam bentuk kemampuan rendah dapat belajar siswa pada
jadi, namun temuan dari merespon permasalahan Sintaks dari model dasarnya merupakan
siswa sendiri sehingga dengan caranya sendiri. pembelajaran MEA berubahnya tingkah laku
pembelajaran dapat lebih c)Siswa akan (Means Ends Analysis) sebagai wujud hasil
bermakna. Beberapa mendapatkan sebagai berikut: a) belajar dalam pengertian
bentuk belajar bermakna pengalaman yang banyak Tujuan pembelajaran yang lebih luas yang
menurut Willis (dalam untuk menjawab dijelaskan kepada siswa. mencakup bidang
Rohyati, 2005:15): a) pertayaan dengan b)Siswa dibantu kognitif, afektif dan
Belajar Represional: berdiskusi dalam mendefinisikan hasil psikomotorik. Proses
Belajar represional kelompok d)Merangsang yang diinginkan c)Siswa belajar bisa dilakukan
merupakan suatu proses perkembangan berpikir di bentuk menjadi dimanapun yaitu di
belajar untuk siswa guna kelompok yang setiap sekolah, diluar sekolah,
mendapatkan makna dari menyelesaikan masalah kelompok terdapat dari dalam kelurga dan dalam
simbol-simbol b) Belajar dengan tanggap e) 4-5 siswa dan diberikan masyarakat. Belajar juga
konsep: Suatu konsep Siswa memiliki tugas pemecahan dapat melalui jalur
akan memiliki makna kesempatan yang banyak masalah kepada setiap formal, nonformal dan
logis dan makna untuk memanfaatkan kelompok d) informal. Apabila belajar
psikologis. c) Belajar pengetahuan dan Memberikan motivasi dilakukan secara formal
Proporsi: Proporsi keterampilan siswa agar aktif dalam di sekolah, mempunyai
merupakan suatu Kekurangan dari kegiatan memecahkan maksud untuk
ungkapan yang model pembelajaran masalah yang diberikan. mengarahkan perubahan
menjelaskan hubungan MEA (Means Ends e)Siswa dibimbing untuk kepada peserta didik
antara dua atau lebih Analisis) adalah sebagai mencari masalah, secara terstruktur, baik
konsep. d) Belajar berikut: a) Menyajikan menyederhanakan pada aspek kognitif,
Diskaveri: Belajar ini masalah yang langsung masalah, mengumpulkan aspek afektif maupun
menekankan kepada dipahami oleh siswa data dan menarik aspek psikomotor.
penemuan dan sangat sulit sehingga kesimpulan f)Siswa di Karena proses belajar
pemecahan oleh siswa banyak siswa yang bantu untuk melakukan yang dilakukan di

113
JPGSD. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2017,

sekolah dilakukan sikap, bakat, minat, serta tempat penelitian pembelajaran MEA
berdasarkan kurikulum motivasi dan kepribadian dan menyusun instrumen (Means Ends Analysis),
dan program yang sudah individu itu sendiri. penelitian yang bertujuan dan yang terakhir adalah
disusun secara sistematis. Intelegensi bisa untuk menentukan data melakukan uji posttest.
Hasil belajar siswa dikembangkan, akan apa saja yang akan Dari hasil penelitian
dapat dipengaruhi oleh tetapi sikap, minat, bakat, didapatkan dalam pada kelas IV-B dan IV-C
dua faktor, yaitu (internal motivasi dan kepribadian penelitian. Setelah SDN Kebraon 1
factor ) faktor diri sendiri sangat dipengaruhi oleh perangkat pembelajaran Surabaya diperoleh data
yang artinya dari dalam faktor psikologi diri kita dan instrument maka yang signifikan pada
diri siswa sendiri dan sendiri. langkah selanjutnya yaitu kelas kontrol dan
faktor (external factor) b. Faktor Eksternal uji validitas dan eksperimen yang akan di
dari luar atau faktor adalah faktor dari luar reliabilitas. Uji validitas olah dan dibandingkan.
lingkungan peserta didik. individu. Faktor digunakan untuk Pada proses penelitian,
Faktor dari dalam diri eksternal sendiri meliputi mengetahui taraf peneliti menggunakan
peserta didik adalah lingkungan keluarga, kevalidan suatu teknik tes untuk melihat
kemampuan yang sudah lingkungan sekolah, dan instrumen. Sedangkan uji hasil pembelajaran
dimiliki peserta didik itu lingkungan masyarakat. reliabilitas digunakan terhadap keterampilan
sendiri, faktor tersebut Lingkungan sosial adalah untuk mengetahui taraf berpikir kritis siswa kelas
berpengaruh sangat besar lingkungan dimana keandalan suatu intrumen eksperimen IV-B dan
bagi hasil belajar yang seseorang melakukan dalam memperoleh data kelas kontrol IV-C yang
akan dicapai peserta interaksi dan yang dibutuhkan. Setelah menggunakan model
didik. Sugihartono, dkk bersosialisasi dengan melakukan uji validitas pembelajaran MEA
(2007:76-77) manusia sekitarnya. dan reliabilitas peneliti (Means Ends Analysis).
mengemukakan faktor- Sehingga diperlukan melakukan uji Pada uji validitas dan
faktor yang kehati-hatian dalam homogenitas kepada reliabilitas, proses ini
mempengaruhi hasil melakukan interaksi kelas kontrol dan dilakukan sebelum
belajar sebagai berikut: sosial dengan masyarakat eksperimen untuk diberikan perlakuan
a. Faktor internal lainnya. Karena adanya mengetahui objek dengan tujuan untuk
merupakan faktor yang hubungan antara manusia penelitian yang diteliti mengetahui pemahaman
dimiliki setiap individu itu sendiri, jika seseorang tersebut homogen atau siswa tentang materi.
yang sedang belajar. salah dalam bersosialisai heterogen. Dari hasil uji validitas
Faktor tersebut meliputi bermasyarakat akan Pada tahap dan reliabilitas maka
faktor fisiologis dan berdampak buruk dalam pelaksanaan, peneliti diperoleh hasil soal yang
psikologis. Untuk perkembangan sosialnya. melaksanakan penelitian valid dan tidak valid yang
mendapatkan hasil langsung ke sekolah akan digunakan untuk
belajar yang baik, HASIL DAN untuk mengumpulkan mengetahui sejauh mana
kesehatan tubuh dan PEMBAHASAN data. Pelaksanaan perkembangan
kondisi panca indera Hasil penelitian ini dilakukan pengetahuan siswa pada
harus tetap dijaga dengan Pada bab ini meliputi di kelas kontrol dan kelas uji pretest dan postest.
cara mengonsumsi beberapa tahap yaitu: (1) eksperimen sebagai Dari proses ini maka
makanan dan minuman persiapan penelitian, (2) berikut : Melaksanakan diperoleh hasil yang
yang bergizi, olahraga, pelaksanaan penelitian, uji pretest, lalu signifikan tentang
dan istirahat yang cukup. (3) penyajian data dan pelaksanaan kevalidan hasil pretest
Banyak ditemukan dalam analisis data. Selanjutnya pembelajaran pada kelas dan posttest siswa kelas
proses pembelajaran akan dijelaskan lebih kontrol dengan IV-B dan IV-C. Lalu
anak yang prestasinta terperinci tentang tahap- pembelajaran tanpa dilanjutkan dengan uji
menurun salah satu tahap di atas sebagai menggunakan model normalitas untuk
faktornya disebabkan berikut: pembeeljaran MEA mengetahui normal
oleh kondisi fisiknya Persiapan penelitian (Means Ends Analysis) tidaknya soal pretest dan
yang tidak sehat. Faktor meliputi mengadakan sedangkan pada kelas posttest. Kemudian
internal lainnya yaitu survei di tempat eksperimen pembelajaran setelah dilakukan uji
faktor psikologis yang penelitian, menyusun dilaksanakan dengan normalitas dilkukan uji
meliputi intelegensi, perangkat pembelajaran menggunakan model homogenitas untuk
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS
IV SEKOLAH DASAR

mengukur tingkat bahwa nilai Sig. dalam instrumen tes, maka


homogen objek penelitian kolom Kolmogorov- kegiatan selanjutnya
dan sebagai ukuran Smirnov pada kelas 1 Dari tabel di atas, dapat adalah menyajikan
terhadap kesetaraan kelas (kelas eksperimen) diketahui bahwa nilai data. Perhitungan
kontrol dan kelas menunjukkan nilai Sig. dalam kolom analisis data t-test,
eksperimen 0,173 > 0,05 yang Kolmogorov-Smirnov disajikan sebagai
Berikut ini brarti bahwa data dari pada kelas 1 (kelas berikut:
merupakan perhitungan kelas eksperimen eksperimen) Tabel 7
reliabilitas prestest dan berdistribusi normal. menunjukkan 0,113 >
posttest: Pada kelas 2 (kelas 0,05 bahwa data dari
kontrol) dalam kolom kelas
Tabel 2 Kolmogorov-Smirnov siswa kelas eksperimen
menunjukkan nilai dan kelas kontrol
0,065 > 0,05 yang berdistribusi normal.
berarti bahwa data dari Tabel 6
kelas kontrol
berdistribusi normal.
Berdasarkan data yang
terdapat pada tabel
tersebut dapat
disimpulkan bahwa
data nilai hasil pretest Dari data yang ada
dari siswa kelas Berdasarkan tabel pada tabel di atas,
eksperimen dan kelas diatas dapat dilihat dapat dilihat bahwa
kontrol distribusi bahwa nilai Sig. sebesar nilai thitung > ttabel
Berdasarkan normal. 0,547 yang berarti (2,929 > 0,42949) dan
perhitungan Tabel 4 bahwa nilai posttest (2,929 > 0,32093) dan
menggunakan spss 22 dari kelas eksperimen signifikansi < = 5%
for windows dengan dan kelas kontrol atau 0,05 (0,000 <
split-half method. adalah homogen. 0,05) yang berarti
Perolehan data pretest Data tes pada bahwa Ho ditolak. Jadi
pada Spearmen Brown penelitian ini dapat dikatakan bahwa
Coefficient, nilai merupakan data tes ada perbedaan yang
rhitung = 0,667 > rtabel hasil belajar kognitif signifikansi antara gain
=0,396 yang siswa dengan kelas eksperimen dan
dinyatanyakan reliabel mengerjakan soal kelas kontrol.
atau dapat dipercaya pretest dan posttest.
Berdasarkan tabel di Setelah melihat adanya
dan dapat digunakan Soal pretest dan
atas, dapat dilihat dari ketidaksamaan hasil
peneliti untuk posttest dari kelas
Sig. sebesar 0,258 yang antara hasil pretest
menggambil sampel eksperimen dan kelas
berarti bahwa nilai yang diperoleh oleh
Berikut ini pretest dari kelas kontrol diujikan dengan kedua kelompok
merupakan perhitungan eksperimen dan kelas menggunakan uji t-test. penelitian dan adanya
normalitas dan kontrol adalah Uji t-test ini bertujuan pengaruh dari
homogenitas pretest: homogen. untuk mengetahui penggunaan model
Tabel 3 Berikut ini perbedaan hasil belajar pembelajaran MEA
merupakan perhitungan antara siswa yang (Means Ends Analysis)
normalitas posttest: menggunakan media pada kelas eksperimen
Tabel 5 CAI dengan siswa yang yang telah di uji
melaksanakan dengan menggunakan
pembelajaran secara Uji T-test, maka untuk
klasikal. Setelah mengetahui
Berdasarkan tabel di mengumpulkan data bagaimanakah
atas, dapat dilihat yang diperoleh melalui pengaruh yang

115
JPGSD. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2017,

diakibatkan oleh menerapkan pembelajaran kelas eksperimen dinyatakan tidak


penggunaan model dengan menggunakan mendapatkan rata-rata tuntas dalam belajar.
pembelajaran tersebut MEA (Means Ends nilai 64,83 sedangkan Namun, hasil posttest
diperlukan adanya Analysis), siswa diberikan nilai pretest pada pada kelas IV-B
penghitungan terhadap tes awal berupa pretest, kelas kontrol memperoleh
peningkatan hasil yang berikan di kelas mendapatkan rata-rata ketuntasan 70,96%
belajar siswa dengan kontrol dan di kelas nilai 68,06. Kemudian yang termasuk dalam
menggunakan N-Gain. eksprimen. Pretest ini nilai posttest pada kategori baik, dimana
Berikut adalah tabel diberikan untuk kelas eksprimen ada 22 siswa yang
hasil penghitungan mengetahui pemahaman memperoleh rata-rata mendapatkan nilai
rata-rata N-Gain pada siswa sebelum materi sebesar 79,19 75 dan mendapat nilai
kedua kelompok diberikan sebagai treatment sedabgkan nilai tuntas, sedangkan 9
penelitian: pada saat penelitian. posttest pada kelas siswa memperoleh
Tabel 8 Hasil belajar kognitif kontrol mendapatkan nilai 75 dan
yang didapatkan pada saat rata-rata nilai sebesar dinyatakan tidak
pretest diketahui bahwa 77,90. tuntas dalam
pada kelas eksperimen Analisis Deskriptif perolehan hasil
yang berjumlah 31 siswa Pretest-Posttest belajar.
menunjukkan bahwa 1. Kelas Eksperimen 2. Kelas Kontrol
peserta didik yang tuntas Hasil belajar
sebanyak 11 siswa dan 20 Hasil belajar posttest
Dari tabel diatas posttest siswa
diketahui bahwa skor Gain siswa yang masih belum siswa kelas VI-C
kelas VI-B
rata-rata pada kelompok tuntas. Kemudian setelah sebagai berikut:
ditetapkannya model sebagai berikut:
kontrol yaitu 0,32 dengan
kategori sedang dan skor pembelajaran MEA (Means
kelompok eksperimen yaitu Ends Analysis) diberikan
0,42 dengan kategori posttest baik di kelas
sedang. Berdasarkan hasil eksperimen dan kelas
yang diperoleh ditas, maka kontrol dengan soal yang
dapat ditarik kesimpulan sama. Adapun hasil belajar
bahwa peningkatan hasil kognitif siswa kelas
kelas eksperimen dengan eksperimen (IV-B) dan
menggunakan model kelas kontrol (IV-C) dapat Diagram 3
pembelajaran MEA (Means dilihat pada diagram Hasil belajar siswa
Diagram 2
Ends Analysis) lebih tinggi dibawah ini. dapat dinyatakan tuntas
Hasil belajar siswa
daripada di kelas kontrol apabila nilai yang
yang tuntas dapat
yang tidak menggunakan didapatkan 75.
dilihat dari diagram
model pembelajaran MEA Berdasarkan diagram
diagram 4.2 bahwa
(Means Ends Analysis) 4.3, hasil pretest pada
siswa memperoleh
kelas IV-C memperoleh
nilai 75 pada nilai
Hasil Belajar Kognitif ketuntasan 41,93%
pretest di kelas IV-B
Siswa yang termasuk dalam
sebagai kelas
Hasil belajar kognitif kategori sedang, pada
eksperiman sebesar
siswa pada penelitian ini kelas IV-C terdapat 13
35,40% yang
fokus pada hasil belajar Diagram 1 siswa yang
termasuk kategori
(tes) siswa sebelum dan mendapatkan nilai 75
Dari diagram rendah, terdapat 11
sesudah kegiatan dan tuntas. Sedangkan
diatas dinyatakan siswa yang
pembelajaran dengan 18 siswa lainnya
bahwa hasil belajar mendapatkan nilai
model pembelajaran MEA memperoleh nilai 75
kognitif siswa dapat 75 dan mendapat nilai
(Means Ends Analysis) dan dinyatakan tidak
diketahui melalui tuntas. Sedangkan 20
yang akan dinilai oleh guru tuntas dalam hasil
pretest dan posttest. siswa mendapatkan
(peneliti). Sebelum belajar. Hasil posttest
Nilai pretest pada nilai 75 dan
pada kelas IV-C
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS
IV SEKOLAH DASAR

mendapatkan dan 15 butir soal untuk Perhitungan gain


ketuntasan sebesar posttest. Pada uji score dilakukan untuk
64,51% yang termasuk validasi pretest terdapat mengetahui
dalam kategori sedang, 12 soal yang valid dan peningkatan yang telah
yang terdapat 20 siswa 3 soal tidak valid. didapatkan oleh siswa
Hasil belajar
mendapatkan nilai 75 Sedangkan pada soal baik dari kelas kontrol
kognitif pada pretest
dan tuntas, sedangkan posttest 13 soal yang maupun kelas
kelas eksperimen
11 siswa mendapatkan valid dan 2 soal yang eksperimen. Pada
terdapat 11 siswa
nilai 75 dan tidak valid. Untuk perhitungan yang sudah
mendapatkan nilai
dinyatakan tidak tuntas pengujian tes pada saat dilakukan, di kelas
tuntas dan 20 siswa
dalam perolehan hasil penelitian soal pretest eksperimen terdapat
yang tidak tuntas. Pada
belajar. dan posttest terdapat 20 peningkatan nilai
kelas kontrol berjumlah
butir soal yang sudah dengan kategiri sedang
13 siswa mendapatkan
Pembahasan valid. Soal pada pretest yang jumlahnya 0,429
nilai tuntas dan 18
Pembahasan dari dan posttest sama dibandingkan dengan
siswa tidak tuntas.
penelitian ini namun ditata secara peningkatan yang ada
Setelah diberikannya
menyajikan data daan acak. pada kelas kontrol
pretest maka
pembahasan Selanjutnya di tahap dengan jumlah 0,320.
diberikanlah pada kelas
berdasarkan rumusan kedua yaitu Dapat dikatakan selisih
eksperimen
masalah penelitian yang pengambilan data, nilainya yang
pembelajaran dengan
membahas tentang hasil peneliti memberikan didapatkan dari kelas
model pembelajaran
belajar menggunakan pretest dan posttest eksperimen lebih tinggi
Means Ends Analysis
model pembelajaran bertujuan untuk dibandingkan dengan
(MEA), sedangkan
MEA (Means Ends mengetahui normal dan kelas kontrol. Hal
pada kelas kontrol tisak
Analysis). Prosedur homogen pada tersebut dikarenakan
diberikan perlakuan.
penelitian ini terdiri kelompok eksperimen perlakuan yang
Selanjutnya ialah
dari 3 tahapan yaitu: a) dan kelompok kontrol. diberikan di kelas
pemberian posttest
tahap persiapan dan Berdasarkan analisis eksperimen dengan
untuk mengetahui hasil
perencanaan penelitian pretest baik di kelas pembelajaran
belajar kognitif siswa.
b) tahap pelaksanaan c) kontrol diperoleh hasil menggunakan model
Di kelas eksperimen
tahap penyajian. Pada pretest 0,065, posttest pembelajaran MEA.
berjumlah 22 siswa
tahap permulaan, 0,055 dan di kelas Berdasarkan hasil t-test
yang mendapatkan nilai
dilakukan dengan eskperimen diperoleh yang telah dianalisis,
tuntas dan 9 siswa yang
penyusunan proposal hasil pretest 0,173 dan model pembelajaran
tidak tuntas.
penelitian, perangkat posttest 0,113 yang MEA memberikan
Sedangkan, pada kelas
pembelajaran, dinyatakan normal pengaruh signifikan
kontrol ada 20 siswa
menyusun instrumen yaitu signifikansi pada hasil belajar siswa
yang mendapatkan nilai
penilaian berupa soal hitung > 0,05 (sign. yaitu 0,005, yakni hasil
tuntas dan 11 siswa
pretest dan soal postest yang telah di tetapkan) , belajar siswa yang
tidak tuntas.
kemudian melakukan sehingga dapat tuntas pada
pembelajaran IPA dapat Perlakuan yang
validasi ke dosen ahli dikatakan bahwa
meningkat. diberikan pada kelas
dan melakukan uji coba distribusi dari setiap
eksperimen
instrumen yang berupa kelas adalah normal. Hasil belajar
memberikan perbedaan
lembar tes. Pada Dari uji homogenitas menggunakan model
hasil belajar kognitif
pengujian validitas soal diperoleh hasil pretest pembelajaran MEA
antara kelas kontrol
yang dapat diketahui 0,267 dan posttest (Means Ends Analysis)
dengan kelas
soal yang valid dan 0,536 yang signifikansi dapat dilihat
eksperimen. Hal
tidak valid. Soal dapat hitung > 0,05 (sign. ketuntasannya pada
tersebut bisa dilihat dari
disebut valid jika yang telah ditetapkan tabel dibawah ini:
rata-rata nilai siswa
rhitung > rtabel. sehingga populasi dapat Tabel 9
kelas eksperimen yang
Pengujian berjumlah 15 dikatakan homogen.
meningkat dari
butir soal untuk pretest
sebelumnya, meskipun

117
JPGSD. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2017,

dari kedua kelas menjadi sebuah tujuan menggunakan nilai perolehan nilai rata-rata
tersebut mengalami utama. Dalam kegiatan posttest. Uji hipotesis pretest 64,83 dengan
peningkatan tetapi kelas belajar dengan dihitung menggunakan presentase ketuntasan
eksperimen menggunakan model uji independent sample 35,40% , sedangkan
mendapatkan hasil pembelajaran MEA T-Test pada SPSS versi untuk rata-rata posttest
lebih baik daripada siswa tidak begitu saja 22. Hasilnya 79,19 dengan
kelas kontrol. Rata-rata diberikan materi namun mendapatkan hasil persentase ketuntasan
nilai pretest kelas siswa diminta signifikansi 0,005 yang mencapai 70,96%.
eksperimen yaitu menganalisis materi artinya < 0,05. Maka dapat
35,40% dan rata-rata tersebut kemudian Sehingga dapat disimpulkan bahwa
nilai posttest yaitu disederhanakan. dikatakan bahwa Ho model pembelajaran
70,96%. Pada kelas Sehingga siswa lebih ditolak dan Ha MEA (Means Ends
kontrol nilai rata-rata mampu meningkatkan diterima. Dengan Analysis)
pretestnya yaitu kemampuan pemecahan demikian dapat meningkatkan hasil
41,93% dan nilai rata- masalah, siswa juga diketahui bahwa belajar siswa pada
rata posttestnya yaitu akan mampu berfikir terdapat perbedaan rata- meteri ajar IPA.
64,51%. kreatif, cermat dan rata hasil belajar 2. Hasil belajar pada
Hal tersebut mampu berfikir kognitif yang mana kelas eksperimen
dikarenakan perlakuan analisis. Menurut kelas eksperimen kebih mengalami peningkatan
yang diberikan pada (Huda,2013:294) MEA baik daripada kelas yang lebih tinggi
kelas eksperimen yang dapat diartikan sebagai kontrol. dengan menggunakan
pembelajarannya strategi untuk Berdasarkan model pembelajaran
menggunakan model menganalisis analisis data dan MEA, yaitu presentase
pembelajaran MEA permasalahan melalui pembahasan di atas ketuntasan prettest
(Means Ends Analysis). beberapa cara untuk dapat diketahui rata- 35,40% dan posttest
MEA (Means Ends mencapai tujuan akhir rata hasil belajar 70,96% dibandingkan
Analysis) merupakan yang diinginkan. mendapatkan hasil yang dengan kelas kontrol
proses belajar mengajar Model baik pada penerapan dengan persentase
dengan cara pembelajaran MEA model MEA (Means ketuntasan pretest
memecahkan masalah (Means Ends Analysis) Ends Analysis). 41,93% dan postest
ke dalam dua atau lebih mempengaruhi hasil Sehingga dapat 64,51%.
sub tujuan belajar IPA pada kelas disimpulkan bahwa Saran
(Shoimin,2014:103). eksperimen. Karena model pembelajaran Berdasarkan
MEA adalah proses model pembelajaran MEA berpengaruh penelitian yang telah
belajar mengajar MEA bermanfaat untuk positif terhadap hasil dilakukan di SD Negeri
dengan cara meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV- Lidah Kulon IV
memecahkan masalah belajar siswa, model B SD Negeri Kebraon Surabaya, peneliti
ke dalam dua atau lebih pembelajaran MEA I Surabaya memberikan saran
sub tujuan. Sehingga dapat melatih peserta sebagai berikut: 1)
model pembelajaran didik untuk Model Pembelajaran
PENUTUP
MEA merupakan memecahkan masalah MEA (Means Ends
Simpulan
pengembangan dari secara langsung, hal ini Analysis) dapat
Berdasarkan hasil
metode pemecahan akan tertanam dalam dilakukan dalam
penelitian dan
masalah (problem memori siswa jangka kegiatan belajar
pembahasan, diperoleh
solving) hanya saja waktu yang panjang. mengajar dengan materi
simpulan sebagai
model pembelajaran Untuk mengetahui yang sesuai, karena
berikut:
MEA setiap masalah perbedaan hasil belajar dapat meningkatkan
1. Model pembelajaran
yang dihadapi dipecah kognitif antara kelas hasil belajar siswa. 2)
MEA (Means Ends
menjadi sub-sub kontrol dengan kelas Pada saat kegiatan
Analysis) berpengaruh
masalah yang lebih eksperimen, peneliti pembelajaran
terhadap hasil belajar
sederhana kemudian menghitung nilai hasil berlangsung, guru
siswa kelas IV di kelas
dikoneksikan kembali belajar kognitif hendaknya melibatkan
eksperimen dengan
peserta didik untuk
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS
IV SEKOLAH DASAR

aktif dalam Pembelajaran. Putra, Sitiatova Rizoma. R&D. Bandung;


pembelajaran. Karena Pustaka Pelajar 2013. Desain Alfabeta
dengan siswa I Nym Armada dkk. 2013. Belajar Teddi Harto dkk. 2014.
berprtisipasi secara Pengaruh Model Mengajar Pengaruh Model
aktif, maka Pembelajaran Kreatif Berbasis Pembelajaran (MEA)
pembelajaran akan Means Ends Sains. Dengan Setting Belajar
terlaksana dengan Analysis (MEA) Jogjakarta; Diva Kelompok Berbantuan
lancar dan Terhadap Hasil Press LKS Terhadap Hasil
mendapatkan hasil yang Belajar Rebbecca A. Roesler. 2015 Belajar
optimal. 3) Guru Matematika Pada Toward Solving the
hendaknya dapat selalu Siswa Kelas V SD Problem Solving: An
meningkatkan Gugus V Analysis Framwork.
kemampuan dalam Kecamatan Journal of Music Teacher
mengola kelas, dengan Sukadana hal Education Hal 1-15
usaha menekan tingkat 01-11
kejenuhan siswa, Julianto.2011. Model Roediger Voss. 2006/The
membagi perhatian Pembelajaran Desired
kepada peserta didik IPA. Surabaya: Teaching
yang kurang memahami Unesa University Qualities of
materi saat Press Lecturers in
pembelajaran, dan Ngalimun. 2016. Strategi Higher
membagi waktu dengan dan Model Education: a
baik dalam Pembelajaran. Means Ends
melaksanakan kegiatan Yogyakarta: Analysis
belajar. 4) Sebelum Aswaja Pressindo Journal
melaksanakan proses Peter Hockicko. 2014 Quality
pembelajaran, Development Assurance in
hendaknya guru of Students Education Vol
mempertimbangkan conceptual 14 (3) hal 217-
terlebih dahulu thinking by 242.
kesesuaian materi yang Means of Samatowa, Usman.2013.
akan diajarkan dengan Vidio Analysis Pembelajaran IPA
model yang akan and di Sekolah Dasar.
digunakan pada saat Interactive Jakarta Batar.
mengajar. Simulations at Indeks
Teachnical Shoimin, Aris. 2014. 68
DAFTAR PUSTAKA Universitas Model
Arikunto, Suharsimi. 2013. European Pembelajaran
Dasar dasar Journal of Innovatif dalam
Evaluasi Egineering Kurikulum 2013.
Pendidikan. Education Yogyakarta: Ar-
Jakarta; Bumi Pratowo, Andi. 2014. Ruzz Media.
Aksara Pengembangan Bahan Sudjana, Nana. 2011.
Arikunto, Suharsimi. 2014. Ajar Tematik. Jakarta; Penilaian Hasil
Prosedur Kencana Proses Belajar
Penelitian Suatu Priyanto, Duwi. 2014. Mengajar.
Pendekatan Teknik Mudah Bandung; Remaja.
Pratik. Jakarta; Dan Cepat Rosdakarya
Rineka Cipta Melakukan Suginono. 2014. Metode
Huda, Miftahul. 2013. Analisis Data Penelitian
Model Model Penelitian dengan Kuantitatif
Pengajaran dan SPSS. Yogyakarta: Kualitatif Dan
Gava Media

119