Anda di halaman 1dari 6

MINIMISASI ARUS NETRAL DENGAN MENGGUNAKAN

AUTOTRAFO ZIG-ZAG PADA SISTEM DISTRIBUSI TIGA


FASA EMPAT KAWAT
Junaidy Sipayung, Ir. Zulkarnaen Pane, Syiska Yana, ST, MT
Konsentrasi Teknik Energi Listrik, Departemen Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU)
Jl. Almamater, Kampus USU Medan 20155 INDONESIA
e-mail : junaidysipayung@students.usu.ac.id zulkarnaen_pane@yahoo.com syiska_yana@yahoo.com

Abstrak
Arus netral merupakan arus balik yang mengalir pada kawat netral sistem distribusi tiga fasa empat
kawat yang merupakan penjumlahan vektor dari ketiga arus fasa dalam komponen simetris. Idealnya
arus netral sama dengan nol pada saat beban seimbang namun pada kenyataannya penggunaan beban non
linear dan beban tidak seimbang mengakibatkan adanya arus netral dan bahkan melebihi besar arus
fasanya. Arus netral yang besar mengakibatkan panas yang berlebih pada generator, menimbulkan
kerusakan atau kesalahan kerja dari peralatan-peralatan listrik yang terhubung pada transformator. Pada
penelitian ini dilakukan minimisasi arus netral pada sistem distribusi tiga fasa empat kawat dengan
menggunakan autotrafo zig-zag. Pemasangan autotrafo zig-zag pada sistem distribusi tiga fasa empat
kawat dapat mengurangi arus netral pada penghantar netral sistem tiga fasa empat kawat, dimana terjadi
pengurangan arus netral sebesar 99,68 % yaitu dari semula 1,209934 A menjadi 0,003809 A.

Kata Kunci : arus netral, autotrafo zig-zag

1. Pendahuluan kawat akibat penggunaan beban-beban non linear


Sistem distribusi daya tiga fasa empat kawat yang seimbang. Oleh karena itu, pada penelitian ini
sangat luas digunakan untuk menyuplai beban satu akan dibahas tentang minimisasi arus netral dengan
fasa ataupun beban tiga fasa. Keberadaan dari menggunakan autotrafo zig-zag pada sistem
beban-beban non linear seperti televisi, radio, distribusi tiga fasa empat kawat.
komputer, lampu hemat energi dan lain-lain yang
disuplai oleh sistem tiga fasa empat kawat akan 2. Minimisasi Arus Netral pada Sistem Tiga
menimbulkan harmonisa. Harmonisa adalah arus Fasa Empat Kawat dengan
atau tegangan yang nilai frekuensinya kelipatan Menggunakan Autotrafo Zig-zag
bulat dari frekuensi fundamental (di Indonesia 50 Jaringan distribusi tegangan rendah adalah
Hz) [1]. jaringan tiga fasa empat kawat, dengan ketentuan,
Salah satu pengaruh harmonisa pada sistem terdiri dari kawat tiga fasa (R, S, T) dan satu kawat
tiga fasa empat kawat adalah timbulnya arus urutan netral. Jika beban seimbang tidak ada arus netral.
nol yang tinggi di kawat netralnya sehingga Namun, pada kenyataannya, beban tidak seimbang
mengakibatkan arus netral yang tinggi juga. Kawat karena kebanyakan jaringan menyuplai
netral pada sistem tiga fasa empat kawat seperangkat peralatan dengan beban satu fasa.
merupakan jalur untuk arus urutan nol. Arus Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan
masukan dari beban-beban non linear satu fasa timbulnya arus netral dan meningkatnya rugi-rugi
mengandung komponen harmonisa yang berbeda pada jaringan [3].
dan salah satunya adalah arus urutan nol yang Arus netral dalam sistem distribusi tenaga
besar. Selain itu, beban-beban satu fasa di sistem listrik dikenal sebagai arus yang mengalir pada
tiga fasa mungkin didistribusikan tidak merata kawat netral di sistem distribusi tegangan rendah
yang mana mengakibatkan beban tidak seimbang tiga fasa empat kawat. Arus yang mengalir pada
yang serius dan komponen arus urutan nol kawat netral yang merupakan arus balik untuk
fundamental yang nyata. Karena komponen sistem distribusi tiga fasa empat kawat adalah
harmonisa urutan nol dan komponen urutan nol penjumlahan vektor dari ketiga arus fasa dalam
fundamental dari arus beban tidak seimbang komponen simetris.
mengalir ke dalam kawat netral yang akan Perkembangan jaringan distribusi ditandai
mengakibatkan beban lebih pada kawat netral [2]. dengan pemakaian sebagian besar peralatan non
Harmonisa akan mengakibatkan arus netral linier. Dengan meningkatnya sejumlah peralatan
yang tinggi pada sistem distribusi tiga fasa empat non linier menyebabkan adanya distorsi harmonik

-82- copyright @ DTE FT USU


SINGUDA ENSIKOM VOL.4 NO. 3/Desember 2013
pada arus beban dan menyebabkan meningkatnya ,
1 1 1 ,
rugi-rugi pada jaringan dan transformator [3]. = , 1 , (6)
, 1 ,
Pada sistem simetris dan seimbang, arus fasa
pada sistem dapat dituliskan dengan menggunakan dimana
transformasi fourier. Arus pada penghantar netral a = exp
dapat dicari dengan penjumlahan arus dari ketiga , = arus harmonisa orde ke-i pada fasa R
fasa (R, S, dan T) [4]. , = arus harmonisa orde ke-i pada fasa S
Adapun bentuk persamaannya yaitu : , = arus harmonisa orde ke-i pada fasa T
(t) = sin( + ) + sin(3 + ) + I5
, = arus urutan nol orde ke-i
sin(5 + ) + ... (1)
, = arus urutan positif orde ke-i
(t) = sin + + sin 3 , = arus urutan negatif orde ke-i
+ + sin 5 + Sebagai penjumlahan dari komponen urutan
positif dan juga penjumlahan dari komponen
+ ... (2) urutan negatif adalah nol (1+a+a2=0), maka hanya
(t) = sin + + sin 3 penjumlahan dari komponen urutan nol saja yang
ada pada arus penghantar netral.
+ + sin 5 , = (1 + + ) , + (1 + + ) ,
+ + ... (3) + 3 , = 3 , (7)
(t) = 0 + 3* sin(3 + ) + Arus netral hanya memiliki komponen urutan
0 + ... (4) nol dari arus fasa. Pada sistem yang simetris dan
Dapat dilihat bahwa harmonisa pertama (i = seimbang, komponen urutan nol ini memiliki
6k + 1), dengan i adalah urutan harmonisa dan k = hubungan dengan harmonisa kelipatan tiga.
0,1,2....) di arus fasa dibentuk langsung dari sistem, Dari Persamaan 7, sebagaimana hukum
harmonisa ketiga (i = 6k + 3) merupakan kirchoff dapat dituliskan menjadi:
komponen urutan nol dan harmonisa kelima (i = 6k , =3 , =3* , + , + ,
+ 5) adalah komponen urutan negatif. Dimana arus = , + , + , (8)
pada kawat netral hanya terdiri dari harmonisa Misalkan , = , ,
, , = , , ,
ketiga[4]. , = , , kemudian
, didapat :
Secara grafis, sistem yang simetris dan
, = , cos , + , cos , +
seimbang ditunjukkan pada Gambar 1 [5].
cos , ) + j , sin , +
,
, sin , + , sin , ) (9)
Dari persamaan 9, amplitudo IN,i dan sudut
phasa N,i dari harmonisa ke-i pada arus fasa netral
dapat dihitung. Amplitudo dari IN,i dari harmonisa
di arus pada penghantar netral adalah:
, =

, cos , + , cos , + , cos , +


, sin , + , sin , + , sin ,

Gambar 1 Sistem tiga fasa simetris dan seimbang (10)


dimana tidak ada arus urutan nol dimana :
IN,i : amplitudo dari urutan harmonisa ke i
Dengan menggunakan transformasi fortescue, pada arus pada penghantar netral
sistem tidak simetris dan tidak seimbang dapat IR,i, IS,i, IT,i, : amplitudo dari harmonisa dari
dituliskan sebagai penjumlahan dari komponen arus pada fasa R,S,T
urutan positif, negatif dan nol [4]. R,i, S,i, T,i : sudut fasa dari harmonisa dari
Adapun persamaannya adalah sebagai berikut: arus pada fasa R,S,T
, , Sudut fasa dari harmonisa ke-i di arus
1 1 1
, = 1 , (5) konduktor netral adalah:
, 1 ,

-83- copyright @ DTE FT USU


SINGUDA ENSIKOM VOL. 4 NO. 3/Desember 2013
, dihasilkan dari menghubungkan belitan tiga buah
, = (11)
, transformator satu fasa seperti yang ditunjukkan
Jika harmonisa di arus fasa diketahui, maka pada Gambar 4.
harmonisa arus pada konduktor netral juga dapat Arus urutan nol di masing-masing fasanya
dihitung dengan menggunakan Persamaan 9 dan yaitu (ir0(t), (is0(t) dan (it0(t) mempunyai amplitudo
Persamaan 10. Secara grafis sistem yang tidak yang sama dan fasa yang sama pada sistem
seimbang ditunjukkan pada Gambar 2 [5]. distribusi tiga fasa empat kawat, dan dapat
ditunjukkan sebagai :
ir0(t) = is0(t) = it0(t) (12)

Gambar 2 Sistem tiga fasa tidak simetris dan tidak


seimbang dimana ada arus urutan nol

Triplen harmonisa merupakan salah satu


penyebab terjadinya arus netral. Triplen harmonisa
adalah kelipatan ganjil dari harmonisa ketiga (h =
3, 9, 15, 21, 27, ). Hal ini penting diperhatikan
khususnya pada sistem bintang yang ditanahkan Gambar 4 Hubungan autotrafo zig-zag
(grounded wye systems) karena adanya arus yang Arus netral merupakan penjumlahan dari arus
mengalir pada kawat netral. Arus pada kawat netral urutan nol ketiga fasanya, dan ditunjukkan sebagai
akan menjadi overload karena arus antar fasanya :
tidak saling menghilangkan. Gambar 3 in(t) = 3 ir0(t) (13)
menunjukkan suatu sistem yang seimbang dan Arus masukan mengalir ke titik ujung dari
diasumsikan komponen fundamental dan belitan primer sama dengan arus yang mengalir
komponen harmonisa ketiga hadir dalam sistem keluar dari titik ujung belitan sekunder karena
tersebut [6]. belitan autotrafo zig-zag ini mempunyai
perbandingan 1 : 1. Sehingga didapatkan bahwa :
izr (t) = izs (t) (14)
izs (t) = izt (t) (15)
izt (t) = izr (t) (16)
dimana :
ir0 : arus urutan nol pada fasa R
is0 : arus urutan nol pada fasa S
it0 : arus urutan nol pada fasa T
Gambar 3 Arus netral pada grounded wye system in : arus netral
akibat triplen harmonisa izr : arus fasa R pada autotrafo zig-zag
Diharapkan penjumlahan vektor dari ketiga izs : arus fasa S pada autotrafo zig-zag
arus fasa R, S, dan T bernilai nol, sehingga tidak izt : arus fasa T pada autotrafo zig-zag
ada arus yang mengalir pada konduktor netral. Dari Persamaan 14, Persamaan 15, dan
Akan tetapi pada konduktor netral mengalir arus Persamaan 16 menyatakan bahwa arus tiga fasa
triplen harmonisa dari ketiga fasa yang saling yang mengalir ke belitan autotrafo harus seimbang.
menjumlahkan yang besarnya tiga kali dari arus Sehingga komponen arus urutan nol dari arus
triplen pada setiap fasanya. beban akan mengalir ke dalam autotrafo zig-zag
[1].
Arus netral yang besar sebisa mungkin harus
dikurangi. Salah satu cara penanganannya yaitu 3. Metodologi Penelitian
dengan menggunakan zero passing. Autotrafo Metode yang dilakukan dalam penelitian
hubungan zig-zag dapat digunakan sebagai zero adalah metode pengukuran arus dan metode
passing. Hubungan autotrafo zig-zag dapat juga simulasi pengukuran arus. Metode pengukuran

-84- copyright @ DTE FT USU


SINGUDA ENSIKOM VOL. 4 NO. 3/Desember 2013
arus dilakukan di Laboratorium Distribusi dan R
Transmisi Teknik Elektro USU untuk mengukur A
nilai arus pada sistem tiga fasa empat kawat akibat S
Model
penggunaan beban non linear berupa lampu hemat A Arus
N Harmonisa
energi dengan kondisi beban seimbang. Sedangkan T
metode simulasi pengukuran arus dengan A
menggunakan program PSIM untuk melihat
pengaruh pemasangan autotrafo zig-zag pada
sistem distribusi tiga fasa empat kawat untuk A
mengurangi arus netral. Gambar 6 Blok diagram umum simulasi
Adapun peralatan yang digunakan dalam pengukuran arus sebelum menggunakan autotrafo
penelitian minimisasi arus netral dengan zig-zag
menggunakan autotrafo zig-zag pada sistem Hasil simulasi arus netral dikurangi dengan
distribusi tiga fasa empat kawat di Labotarorium menggunakan autotrafo zig-zag pada sistem
Distribusi dan Transmisi Departemen Teknik distribusi tiga fasa empat kawat yang
Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera disimulasikan dengan program PSIM untuk
Utara adalah sebagai berikut : melihat besar pengurangan arus netral. Adapun
1. Alat ukur Power Quality Analyzer Fluke blok diagram umum simulasi pengukuran arus
434/435. setelah menggunakan transformator zig-zag
2. Beban non linear berupa lampu hemat ditunjukkan pada Gambar 7.
energi dengan rincian daya sebagai
berikut :
1. 23 Watt sebanyak 6 buah.
2. 18 Watt sebanyak 6 buah.
3. 8 Watt sebanyak 3 buah.
3. Kabel penghubung.
4. MCCB tiga fasa 20 A.

Adapun daftar pembebanannya seperti yang


ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1 Data pembebanan pengukuran arus
Fasa Lampu Hemat Energi (watt) Total Gambar 7 Blok diagram umum simulasi
LHE1 LHE2 LHE3 LHE4 LHE5 (watt) pengukuran arus setelah menggunakan autotrafo
R 23 23 18 18 8 90 zig-zag
S 23 23 18 18 8 90
T 23 23 18 18 8 90
4. Hasil dan Analisis
Pengukuran besar arus pada sistem tiga fasa
Blok diagram umum pengukuran arus tanpa
empat kawat dilakukan pada tanggal 8 Juni 2012 di
menggunakan autotrafo zig-zag ditunjukkan pada
Laboratorium Distribusi dan Transmisi
Gambar 5. Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
Universitas Sumatera Utara, diperoleh data
pengukuran besar arus akibat penggunaan beban
non linear berupa lampu hemat energi dengan
kondisi seimbang pada sistem tiga fasa empat
kawat ditunjukkan pada Tabel 2.
Tabel 2 Data hasil pengukuran besar arus
Gambar 5 Blok diagram umum pengukuran arus akibat penggunaan beban non linear yang
sebelum menggunakan autotrafo zig-zag seimbang
Beban
Hasil pengukuran arus pada sistem distribusi pada Orde Besar Arus (mArms)
tiga fasa empat kawat disimulasikan dengan masing- Har-
masing monisa
menggunakan program PSIM untuk melihat besar fasa Fasa R Fasa S Fasa T Netral
arus hasil simulasi. Adapun blok diagram umum (watt)
simulasi pengukuran arus sebelum menggunakan R = 90
S = 90 1 338 345 356 8
autotrafo zig-zag ditunjukkan pada Gambar 6. T = 90 180 -1030 -2220 -3400

-85- copyright @ DTE FT USU


SINGUDA ENSIKOM VOL. 4 NO. 3/Desember 2013
Tabel 2 (Lanjutan) Sedangkan hasil simulasi pengukuran arus
Beban setelah menggunakan autotrafo zig-zag
pada Orde Besar Arus (mArms) ditunjukkan pada Tabel 4.
masing- Har-
masing monisa Tabel 4 Hasil simulasi pengukuran arus setelah
fasa Fasa R Fasa S Fasa T Netral menggunakan autotrafo zig-zag
(watt) Orde Arus (Apeak)
R = 90 Harmonisa Fasa R Fasa S Fasa T Netral
S = 90 3 274 283 284 849 1 0,487155 0,489098 0,492601 0,003809
T = 90 -1360 -1330 -1310 -3130 3 0,020393 0,004738 0,016849 0,000030
R = 90 5 0,236546 0,255704 0,242862 0,000018
S = 90 5 166 175 180 18 7 0,117527 0,113264 0,118168 0,000013
T = 90 770 -1570 -350 -1930 9 0,006032 0,004684 0.010691 0,000010
R = 90 11 0,062390 0,072148 0,068857 0,000008
S = 90 7 77 86 85 21 13 0.049931 0,043059 0,056508 0,000007
T = 90 -540 -1730 -2840 -160
15 0,003928 0,004373 0,006776 0,000006
R = 90
17 0,022181 0,022422 0,019423 0,000005
S = 90 9 48 49 51 148
T = 90 -1490 -1480 -1360 -3230 Dari hasil simulasi pengukuran arus setelah
R = 90 menggunakan autotrafo zig-zag terlihat bahwa
S = 90 11 46 44 55 19
T = 90 900 -1400 -110 -1500
terjadi pengurangan arus netral yang signifikan
R = 90 hingga mencapai keadaan idealnya (0 A).
S = 90 13 31 32 42 11
T = 90 -450 -1560 -2660 -200 Adapun perbandingan hasil simulasi
R = 90
S = 90 15 16 16 23 54
gelombang dan FFT arus netral sebelum
T = 90 -1560 -1440 -1520 -3280 menggunakan autotrafo zig-zag dengan hasil
R = 90 simulasi gelombang dan FFT arus netral setelah
S = 90 17 15 15 16 6
T = 90 1030 -1110 -30 -1860 menggunakan autotrafo zig-zag ditunjukkan pada
Dari data hasil pengukuran arus pada Tabel 5.
penggunaan beban non linear yang seimbang Dari Tabel 5 terlihat bahwa setelah
seperti pada Tabel 1 terlihat bahwa arus netral pemasangan autotrafo zig-zag pada sistem tiga fasa
yang terjadi diakibatkan oleh harmonisa orde ke-3, empat kawat bentuk gelombang arus netral
ke-9 dan ke-15 (harmonisa kelipatan tiga/ triplen berubah menjadi lebih sinusoidal dan pada FFT-
harmonic), dan bahkan arus netralnya melebihi nya terlihat bahwa terjadi penurunan arus netral
besar arus di masing-masing fasanya sebesar tiga yang signifikan yaitu dari 1,187233 A menjadi 0,
kali dari arus fasanya. 000030 A pada harmonisa kelipatan tiga orde ke-3.
Tabel 5 Hasil simulasi gelombang dan FFT arus
Adapun hasil simulasi pengukuran arus netral sebelum dengan setelah menggunakan
sebelum menggunakan autotrafo zig-zag transformator zig-zag
ditunjukkan pada Tabel 3. Arus Netral Sebelum Setelah

Tabel 3 Hasil simulasi pengukuran arus Gelombang


sebelum menggunakan autotrafo zig-zag
Orde Arus (Apeak)
Harmonisa Fasa R Fasa S Fasa T Netral
1 0,477999 0,487999 0,502999 0,030277
3 0,386996 0,399997 0,400996 1,187233
5 0,233994 0,246995 0,254994 0,037212
7 0,107995 0,121996 0,119994 0,031908
9 0,067995 0,068996 0,072994 0,208849
11 0,064992 0,062994 0,076991 0,029028 FFT
13 0,043993 0,045994 0,059991 0,018122
15 0,022995 0,022996 0,032993 0,078721
17 0,020994 0,020995 0,022994 0,010720
Dari hasil simulasi pengukuran arus sebelum
menggunakan autotrafo zig-zag terlihat bahwa arus
netral yang terjadi diakibatkan oleh harmonisa
kelipatan tiga orde ke-3, ke-9 dan ke-15 dimana Sedangkan hasil simulasi data arus netral di
arus netralnya melebihi besar arus fasanya bahkan program PSIM, sebelum menggunakan autotrafo
mencapai tiga kali arus fasanya dan terlihat juga zig-zag dan setelah menggunakan autotrafo zig-zag
bahwa bertambahnya orde harmonisa maka besar ditunjukkan pada Tabel 6.
harmonisa kelipatan tiga pada arus netralnya
semakin kecil.

-86- copyright @ DTE FT USU


SINGUDA ENSIKOM VOL. 4 NO. 3/Desember 2013
Tabel 6 Data hasil simulasi arus netral sebelum bahkan besarnya tiga kali dari arus
menggunakan autotrafo zig- zag dan setelah fasanya.
menggunakan autotrafo zig-zag 2. Dengan bertambahnya orde harmonisa
Orde Harmonisa Besar Arus Netral (A) maka besar harmonisa kelipatan tiga pada
Sebelum Setelah
Menggunakan Menggunakan
arus netralnya semakin kecil.
Autotrafo Zig-zag Autotrafo Zig-zag 3. Autotrafo zig-zag dapat meminimisasi arus
1 0,030277 0,003809 netral dengan pengurangan sebesar 99,68
3 1,187233 0,000030
5 0,037212 0,000018
% sehingga autotrafo zig-zag sangat
7 0,031908 0,000013 efektif untuk meminimisasi arus netral.
9 0,208849 0,000010
11 0,029028 0,000008
13 0,018122 0,000007
6. Daftar Pustaka
15 0,078721 0,000006 [1] S.Ranjith Kumar, S.Surendhar, Ashish Negi
17 0,010720 0,000005 and P.Raja. Zig Zag Transformer performance
Total Arus Netral 1,209934 0,003809
analysis on harmonic reduction in distribution
Total arus netral diperoleh dari perhitungan load. International Conference on Electrical,
dengan menggunakan Persamaan 17 yaitu : Control and Computer Engineering Pahang,
IN = ( ) (17) Malaysia, June 21-22, 2011.
[2] Hurng-Liahng Jou, Member, IEEE, Kuen-Der
dimana : Wu, Jinn-Chang Wu, and Wen-Jung Chiang.
h merupakan orde harmonisa ganjil kelipatan A Three-Phase Four-Wire Power Filter
tiga Comprising a Three-Phase Three-Wire Active
Dari Tabel 6 terlihat bahwa arus netral yang Power Filter and a ZigZag Transformer.
mengalir di kawat netral didominasi oleh arus IEEE Transactions On Power Electronics,
harmonisa orde ke-3, ke-9 dan ke-15 (triplen Vol. 23, No. 1, January 2008.
harmonic) dimana besarnya lebih signifikan [3] P.Stojanovic, Dobrivoje et al. Measurement
dibandingkan arus harmonisa orde lainnya. Untuk and Analysis of Neutral Conductor Current in
itu, arus netral yang besar harus kurangi agar tidak Low Voltage Distribution Network. IEEE
terjadi panas yang berlebihan di kawat netral. 2009.
Adapun besar pengurangan arus netral setelah [4] J. Desmet et al. Analysis of the neutral
penggunaan autotrafo zig-zag sebesar : conductor current in a three phase supplied

% Pengurangan arus netral = x 100 % network with non-linear single phase loads.
(18) IEEE Transactions on Industry Applications,
dimana : 2003.
In = arus netral sebelum minimisasi [5] Desmit, Jan & Baggini, Angelo. Neutral Sizing
In = arus netral setelah minimisasi in Harmonic Rich Installations. Universit di
Maka besar pengurangan arus netralnya Bergamo, June 2003.
setelah pemasangan autotrafo zig-zag pada sistem [6] Dugan, Roger C. dkk. 2004. Electric Power
tiga fasa empat kawat adalah : System Quality. Edisi Kedua. McGraw-Hill.
% Pengurangan arus netral =
, ,
= x 100 %
,
,
= x 100 %
,
= 99,68 %
Dari hasil perhitungan, terlihat bahwa
autotrafo zig-zag sangat cocok digunakan untuk
meminimisasi arus netral karena pengurangan arus
netralnya sangat besar dan signifikan.

5. Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa :
1. Meskipun lampu hemat energi dalam
kondisi beban yang seimbang akan tetap
menghasilkan arus netral yang besar

-87- copyright @ DTE FT USU