Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMAN 1 Bumiayu


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/ Semester : XII/ 1
Materi Pokok : KONSEP DAN FENOMENA KUANTUM
Alokasi Wakut : 6 x 2 JP (Jam Pelajaran)

A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan

B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang
menciptakannya.
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan dan perubahan
(seperti medan listrik dan medan magnit) yang saling berkaitan sehingga
memungkinkan manusia mengembangkan teknologi untuk mempermudah
kehidupan.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari- hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
3.10 Memahami fenomena efek fotolistrik dan sinar X dalam kehidupan sehari-hari
4.10 Menyajikan informasi tentang pemanfaatan radioaktivitas dan dampaknya bagi
kehidupan
C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1.1.1 Menunjukkan rasa kagum terhadap ciptaan Tuhan Yang Maha Esa serta
menambah keimanan dengan menyadari hasil ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa
2.1.1 Menunjukkan sikap teliti dan objektif dalam melakukan pengamatan setiap
kegiatan
2.1.2 Menunjukkan sikap rasa ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan secara
santun dalam kegiatan diskusi
2.1.3 Menunjukkan sikap tekun, jujur, bertanggung jawab dan bekerja sama dalam
melaksanakan tugas
3.10.1 Menunjukkan kemampuan dalam menjelaskan konsep benda hitam.
3.10.2 Menunjukkan kemampuan dalam menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi laju perpindahan kalor secara radiasi.
3.10.3 Menunjukkan kemampuan dalam menghitung laju perpindahan kalor secara
radiasi.
3.10.4 Menunjukkan kemampuan dalam menjelaskan hubungan antara suhu
dengan panjang gelombang pada pergeseran Wien
3.10.5 Menunjukkan kemampuan dalam menghitung besaran pada teori pergeseran
Wien.
3.10.6 Menunjukkan kemampuan dalam menjelaskan teori kuantum Planck.
3.10.7 Menunjukkan kemampuan dalam menghitung besaran pada teori kuantum
Planck.

D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Konsep Foton
a. Radiasi benda hitam.

Radiasi benda hitam telah dibahas dalam buku jilid 1 Bab 20. Pada dasarnya
dinyatakan bahwa setiap benda (padat, cair atau gas ) yang suhunya di atas 0 K
akan memancarkan kalor radiasi. Benda hitam sempurna adalah pemancar kalor
radiasi paling baik (koefisien emisivitas e = 1). Contoh yang mendekati benda hitam
sempurna adalah kotak tertutup rapat yang dilubangi dan lubang udara (ventilasi)
rumah.

Menurut hukum stefan-Boltzmann laju energi (atau daya) kalor radiasi, P (watt),
yang dipancarkan oleh setiap benda panas dapat dinyatakan oleh

Q
P eAT 4
t

Dengan

Q = energi kalor radiasi (J)

t = selang waktu (s)

e = Emisivitas = koefisien emisi, 0<e<1


= tetapan stefan-boltzmann = 5,67 x 10-8 dalam SI
A = luas permukaan benda (m2)

T = suhu mutlak benda (K) dimana

T = t (0C) + 273

b. Hukum pergeseran wien.

Jika suatu benda, misal logam, terus dipanaskan pada suhu tinggi maka warna
pijarnya berubah mulai dari pijar merah (kira-kira 500 0C) sampai ke putih (kira-kira
0
1400 C). Bentuk grafik antara intensitas radiasi cahaya terhadap panjang
gelombannya dinamakan grafik I( )- , pada berbagai suhu ditunjukkan contohnya
pada gambar 14.1 tampak bahwa untuk suhu yang lebih tinggi (T 1<T2<T3) , panjang
gelombang untuk intensitas cahaya maksimum (atau energi cahaya maksimum)
bergeser ke panjang gelombang yang lebih pendek ( m1 m 2 m3 )

Dengan mempelajari grafik seperti gambar 14.1 dan melakukan beberapa


pengukuran, Wilhelm Wien pada tahun 1896 menyatakan hukumnya yang dikenal
dengan pergeseran Wien panjang gelombang untuk intensitas cahaya maksimum
berkurang dengan meningkatnya suhu. Hukum ini dinyatakan dengan persamaan

m .T C

dengan T = suhu mutlak benda hitam (K) dan C = tetapan pergeseran Wien =
2,90 x 10-3 m K serta m = Panjang gelombang pada intensitas intensitas
maksimum

Gambar 8.2 Intensitas Radiasi benda hitam.


c. Teori Planck.

Pada Tahun 1909 Max Planck (1858-1947) mengemukakan teorinya yang


disebut teori Planck yang merupakan awal lahirnya fisika modern (semua teori fisika
sebelum Planck disebut fisika klasik). Untuk dapat memperoleh formula yang
memenuhi semua data percobaan spektrum benda hitam, Planck mengemukakan
dua anggapan baru yang radikal tentang sifat dasar dari getaran molekul-molekul
dalam dinding-dinding rongga benda hitam sebagai berikut.

(1) Getaran molekul-molekul yang memancarkan radiasi hanya dapat memiliki


satuan-satuan energi diskret dari harga En, yang diberikan oleh

c
E n nhv nh

Dengan n = 1,2,3,.... disebut bilangan kuantum dan h = tetapan Planck = 6,63 x


10-34 Js. Energi dari molekul-molekul dikatakan terkuantisasi dan disebut
tingkat energi.

(2) molekul-molekul memancarkan atau menyerap energi dalam satuan diskret dari
energi cahaya disebut kuanta, atau foton jika molekul-molekul melompat dari
satu tingkat energi ke tingkat energi lainnya. Energi sebuah foton karena beda
energi antara dua tingkat energi yang berdekatan dinyatakan oleh

E n hv

Dengan v adalah frekuensi foton (Hz)

2. Efek Fotolistrik
a. Pengertian Efek Fotolistrik
Efek fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektron elektron dari permukaan
logam (disebut elektron foton) ketika logam tersebut disinari dengan cahaya.
Cahaya yang digunakan dapat berupa cahaya tampak atau radiasi ultra ungu
(ultraviolet). Efek fotolistrik dapat dijelaskan menurut teori foton yaitu:
1. Kenaikkan intensitas cahaya menyebabkan bertambahannya jumlah
elektron yang terlepas, tetapi karena energi elektron tidak bertambah, maka
energi kinetik maksimum elektron foton juga tidak berubah.
2. Kenaikan frekuensi cahaya akan meningkatkan energi kinetik elektron foton
yang memenuhi hubungan = 0 , dimana w0 = h f0 = energi ambang
logam (fungsi kerja), dan f0 = frekuensi ambang
3. Jika frekuensi cahaya f lebih kecil dari pada frekuensi ambang f0, maka
tidak ada elektron yang terlepas dari permukaan logam, berapapun
besarnya intensitas cahaya yang digunakan.
4. Elektron terlepas dari permukaan logam sesaat setelah penyinaran karena
cahaya bersifat partikel (paket energi) sehingga terjadi transfer energi
spontan dari foton ke elektron dengan interaksi satu satu.

Gambar 1 efek fotolistrik


Sumber: http://paarif.com/efek-fotolistrik-2/

b. Energi Ambang
Frekuensi ambang (frekuensi batas) adalah frekuensi terkecil gelombang
elektromagnetik yang mengakibatkan elektron dapat lepas dari logam. Besaran
yang berkaitan adalah fungsi kerja. Fungsi kerja adalah energi ambang logam
yang persamaannya sebagai berikut.
=
dimana: W0 = energi ambang (J)
f0 = frekuensi ambang (s-1)
Tidak sembarangan frekuensi cahaya bisa menghasilkan efek fotolistrik. Efek
fotolistrik dapat terjadi jika frekuensi cahaya yang menyinari katoda lebih besar
daripada nilai tertentu yang dikenal sebagai frekuensi ambang bahan katoda.
Tiap jenis bahan katoda (logam) mempunyai frekuensi yang berbeda beda.
c. Energi Kinetik Maksimum Fotoelektron

Maksimum energi kinetik K maks dari sebuah elektron yang dikeluarkan


dituliskan sebagai berikut

di mana h adalah konstanta Planck dan f adalah frekuensi foton. Lambang


adalah fungsi kerja (kadang dilambangkan W), yang memberikan energi
minimum yang diperlukan untuk memindahkan elektron terdelokalisasi dari
permukaan logam. Fungsi kerja memenuhi
dimana f 0 adalah frekuensi ambang batas untuk logam. Maksimum energi
kinetik dari sebuah elektron dikeluarkan kemudian

Energi kinetik adalah positif, jadi kita harus memiliki f> f 0 untuk efek fotolistrik
terjadi.
d. Pengaruh Intensitas Foton Terhadap Jumlah Fotoelektron
Foton dari sinar memiliki energi karakteristik yang ditentukan oleh frekuensi
cahaya. Dalam proses photoemission, jika elektron dalam beberapa bahan
menyerap energi dari satu foton dan dengan demikian memiliki lebih banyak
energi daripada fungsi kerja (energi ikat elektron) dari materi, itu dikeluarkan. Jika
energi foton terlalu rendah, elektron tidak bisa keluar dari materi. Peningkatan
intensitas sinar meningkatkan jumlah foton dalam berkas cahaya, dan dengan
demikian meningkatkan jumlah elektron, tetapi tidak meningkatkan energi setiap
elektron yang dimemiliki. Energi dari elektron yang dipancarkan tidak tergantung
pada intensitas cahaya yang masuk, tetapi hanya pada energi atau frekuensi
foton individual. Ini adalah interaksi antara foton dan elektron terluar.

Elektron dapat menyerap energi dari foton ketika disinari, tetapi mereka
biasanya mengikuti prinsip "semua atau tidak" . Semua energi dari satu foton
harus diserap dan digunakan untuk membebaskan satu elektron dari atom yang
mengikat, atau energi dipancarkan kembali. Jika energi foton diserap, sebagian
energi membebaskan elektron dari atom, dan sisanya dikontribusi untuk energi
kinetik elektron sebagai partikel bebas.

Tidak ada elektron yang dilepaskan oleh radiasi di bawah frekuensi


ambang, karena elektron tidak mendapatkan energi yang cukup untuk mengatasi
ikatan atom. Elektron yang dipancarkan biasanya disebut fotoelektron.

Efek fotolistrik banyak membantu penduaan gelombang-partikel, dimana


sistem fisika (seperti foton dalam kasus ini) dapat menunjukkan kedua sifat dan
kelakuan seperti-gelombang dan seperti-partikel, sebuah konsep yang banyak
digunakan oleh pencipta mekanika kuantum. Efek fotolistrik dijelaskan secara
matematis oleh Albert Einstein yang memperluas kuanta yang dikembangkan
oleh Max Planck.

Hukum emisi fotolistrik:

1. Untuk logam dan radiasi tertentu, jumlah fotoelektro yang dikeluarkan


berbanding lurus dengan intensitas cahaya yg digunakan.
2. Untuk logam tertentu, terdapat frekuensi minimum radiasi di bawah frekuensi
ini fotoelektron tidak bisa dipancarkan.
3. Di atas frekuensi tersebut, energi kinetik yang dipancarkan fotoelektron tidak
bergantung pada intensitas cahaya, namun bergantung pada frekuensi
cahaya.
4. Perbedaan waktu dari radiasi dan pemancaran fotoelektron sangat kecil,
kurang dari 10-9 detik.
e. Pengaruh frekuensi foton terhadap energi kinetik fotoelektron
Fotoelektron adalah elektron yang tercongkel keluar dari permukaan logam
ketika logam tersebut dikenai oleh suatu berkas tertentu. Einstein menjelaskan
bahwa ketika foton berenergi hf mengenai permukaan logam, foton itu akan
memberikan sebagian energinya (sebesar hf0) untuk melepaskan elektron
(fotoelektron). Energi sisanya (sebesar hf hf0) dikonversi sebagai energi
kinetik fotoelektron. Gerakan fotoelektron ini menimbulkan arus listrik.
Sehingga, energi kinetik fotoelektron (Ek) dapat dinyatakan sebagai selisih
antara foton (hf) dan energi umtuk mencongkel elektron dari permukaan logam
(hf0). Secara matematis, hipotesis Einstein tersebut dapat dinyatakan sebagai :
=
Berdasarkan penjelasan Einstein dapat disimpulkan bahwa:
a. Jika hf = hf0 untuk f < f0 elektronn tidak akan lepas dari ikatan ion
permukaan logam.
b. Beda potensial antara katoda dengan anoda V sebanding dengan energi Ek
elektron yang terlepas sesuai persamaan eV = Ek
Dengan e adalah muatan elementer atau besar muatan sebuah elektron, yaitu
sebesar 1,610-19 C. Jadi satuan energi juga dapat dinyatakan dalam coulomb
volt (C.V) atau elektron volt (eV).
Cahaya merambat dengan laju c dan hubungan antara frekuensi dan panjang
gelombang = /. Sehingga energi kinetik fotoelektron dalam efekfotolistrik
dapat dinyatakan dengan:

=

Dengan 0 adalah panjang gelombang karakteristik ambang bahan katoda
yang memenuhi persamaan 0 = /.
f. Aplikasi
Berbekal pemahaman efek fotolistrik, ilmuwan mengembangkannya untuk
keperluan kebutuhan hidup sehari hari.
1. Mesin fotokopi
Penemu mesin fotokopi adalah Chester F. Carison. Aspek aspek yang
bekerja pada mesin fotocopy sehingga mesin ini dapat bekerja adalah
panas, cahaya, bahan kimia, dan juga muatan listrik statis. Mesin fotokopi
zaman sekarang menggunakan xerografi, proses kering yang bekerja
dengan bantuan listrik maupun panas. Mesin fotokopi lainnya dapat
menggunakan tinta.
Gambar 2 skema mesin fotokopi
Sumber: http://fiqriscientist.blogspot.com/2009/01/bagaimanakah-cara-
kerja-mesin-fotocopy.html

Sejarah awal penemuan mesin fotokopi (photocopy dalam bahasa


Inggris) diawali oleh penelitian dan percobaan yang sangat panjang.
Awalnya penemu sistem Xerography, Chester Carlson, mengawali
pekerjaannya sebagai penyalin dokumen paten di sebuah peruahaan
analisis paten, Carlson berpikir untuk mempercepat pekerjaannya yaitu
dengan membuat sebuah alat yang bisa mencetak dokumen secara
berulang-ulang. Ia pun membaca berbagai referensi mengenai mesin
cetak. Akhirnya, ia menemukan konsep elektrofotografi, yang sekarang
kita kenal sebagai mesin fotokopi.

Pada 1938, ia membuat eksperimen kecil yang memanfaatkan


bubuk jelaga (karbon) dan penyinaran cahaya dan memindahkan suatu
tulisan dari sebuah medium ke medium yang lain. Ia juga menggunakan
konsep yang disebut photo-conductivity, sebuah proses perubahan
elektron jika terkena cahaya. Intinya, dengan proses ini, gambar bisa
digandakan dengan proses perubahan elektron tersebut.

Sebagian besar literatur menyebutkan, temuan Carlson menciptakan


proses mengkopi dengan menggunakan energi elektrostatik,
yaitu xenography. Nama xenography berasal dari bahasa Yunani, radical
xeros (kering) dan graphos(menulis). Karena, dalam prosesnya tidak
melibatkan cairan kimia, tak seperti teknologi sebelumnya. Melalui teknik
ini, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak paradigma
penulis ulangan sebuah dokumen, yang nantinya akan menjadi proses
yang disebut fotokopi. Teknik ini kemudian dipatenkan pada 6 Oktober
1942.

Selama beberapa tahun, ia mencoba menyempurnakan temuannya


ini. Meski sangat berguna, mesin elektrofotografi ini tidak diminati banyak
orang, karena mesin tersebut dianggap tidak memiliki masa depan yang
menjanjikan. Chester yang berhasil membuat alat itu harus berjualan
konsep bertahun-tahun lamanya agar mesin fotokopi itu bisa dijual di
pasaran. Berbagai perusahaan besar seperti Kodak yang menjual
peralatan dan proses pemotretan, IBM dan General Electric, menolak
temuan itu.

Setelah hampir putus asa, Chester mendapat mitra pertama Batelle


Memorial Institute yang bersedia memodali dengan dana dan usaha dan
kemudian bersama sama berhasil meyakinkan Haloid, sebuah perusahaan
menengah Haloid Corporation, New York yang menjual kertas foto mau
menjadi mitranya untuk mengembangkan temuannya.

Haloid Company kemudian mengubah nama mesin fotokopi pertama


elektrofotografi karena dianggap kurang memiliki nilai jual, lalu
diusulkanlah nama dengan nama Xerography. Xerography menjadi
komersial setelah diadopsi oleh Xerox Corporation. Salah satu produk
awal Xerox adalah Xerox 914, mesin foto kopi otomatis pertama yang
menggunakan proses xenography. Dinamai Xerox 914 untuk merujuk pada
kemampuan mesin dalam mengkopi kertas dengan ukuran 9 inci x 14 inci
(229 mm x 356 mm).

Xerox 914, yang dapat mengkopi hingga 100 ribu kertas per bulan,
sangat populer di kalangan masyarakat pada masa itu. Produk ini
menyumbang pendapatan perusahaan hingga 60 juta dolar AS.
Kesuksesan itu membuat perusahaan memutuskan untuk mengubah
namanya dari Haloid menjadi Xerox pada 1958. Hingga kini Xerox
merupakan perusahaan mesin fotokopi dan printer terkemuka di dunia.
Produk yang dihasilkan perusahaan yang kini bermarkas di Stamford,
Connecticut, AS itu pada 2006 lalu berhasil membukukan pendapatan 15,9
miliar dolar AS. Jumlah karyawannya mencapai 53.700 orang, tersebar di
dunia.
Chester Carlson meninggal pada 9 September 1968, di Rochester,
New York, karena penyakit hati yang kronis. Berkat temuannya melalui
mesin fotokopi, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak
paradigma penulis ulangan sebuah dokumen. Hingga sekarang, proses ini
hampir tidak dapat ditinggalkan dalam kehidupan modern.

Prinsip kerja mesin fotocopi

1. Pencahayaan, cahaya yang sangat terang yang dihasilkan dari lampu


ekspose yang menyinari dokumen yang sudah diletakkan di atas kaca
dengan posisi terbalik ke bawah pada kaca, gambar pada dokumen
kemudian akan dipantulkan melalui lensa, kemudian lensa akan
mengarahkan gambar tersebut ke arah tabung drum. Tabung drum
adalah silinder dari bahan aluminium yang dilapisi dengan selenium
yang sangat sensitif terhadap cahaya.
2. Gambar yang lebih terang pada permukaan drum akan mengakibatkan
elektron-elektron muncul dan menetralkan ion-ion positif yang
dihasilkan oleh kawat pijar (corona wire) sebelah atas drum (kawat 1),
sehingga pada permukaan yang terang tidak ada elektron yang yang
bermuatan, sedangkan pada cahaya yang lebih gelap akan
menghasilkan tidak terjadi perubahan muatan, tetap bermuatan positif.
3. Serbuk berwarna hitam (toner) bermuatan negatif yang berada pada
developer, akan tertarik oleh ion positif pada permukaan drum,
4. Tegangan tinggi DC yang diberikan pada kawat pijar (corona wire)
membuat drum bermuatan positif, kawat pijar (corona wire) terdapat
dua buah, satu terdapat diatas drum (kawat 1), dan di bawah drum
(kawat 2).
5. Selembar kertas yang dilewatkan di bawah drum ketika drum berputar,
sebelum kertas mencapai drum terlebih dahulu kertas dijadikan
bermuatan positif oleh kawat 2, sehingga toner yang menempel pada
kertas akan tertarik dengan sangat kuat ke kertas, karena gaya tarik
muatan positif pada kertas lebih kuat dari pada muatan positif pada
drum ditambah lagi dengan gaya gravitasi
6. Berikutnya kertas akan di lewatkan melalui dua buah rol panas yang
bertekanan, panas dari kedua rol tersebut akan melelahkan toner yang
kemudian akan menempel erat ke kertas. Peristiwa ini akan
menghasilkan kopian atau salinan gambar yang sama persis dengan
aslinya.
Setelah toner turun ke kertas drum akan terus berputar sampai
melewati blade (cleaning blade) pembersih drum kemudian melalui kawat 1
(primary corona wire), sehingga drum kembali bermuatan positif dan siap
kembali disinari terus berulang-ulang.

2. Sinar X
Sinar X adalah radiasi gelombang EM dengan panjang gelombang lebih kecil dari
cahaya UV.
Perhatikan gambar berikut !

Pada gambar di atas, kutub katode dan anode diberi tegangan tinggi. Tegangan
tinggi menyebabkan elektron dikeluarkan dari katode dan memiliki energi yang
sangat besar. Elektron akan menumbuk logam target dengan kecepatan tinggi
sehingga menghasilkan sinar X.
Energi sinar X sebanding dengan frekuensinya dan dirumuskan :
W = hf atau W = hc/
Keterangan :
W = energi (J)
h = tetapan Planc (6,626 x 10-34 Js)
fn = frekuensi sinar X
c = kecepatan cahaya (3 x 108 m/s)
= panjang gelombang sinar X (m)
Sinar X banyak diterapkan dalam kehidupan manusia. Contohnya untuk melihat
struktur rangka, pemeriksaan barang di bandara, pemeriksaan keamanan,
menyelidiki campuran logam, dan masih lain-lain.

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pertemuan Pertama: (2 JP)
Langkah Sintak Model Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
Kegiatan Orientasi pada Memuat kegiatan 10 menit
Pendahuluan peserta didik - Mengamati
- Menanya
- Mengumpulkan informasi/mencoba
- Menalar/mengasosiasi
Mengomunikasikan
Langkah Sintak Model Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu

Guru membuka pelajaran


dengan memberi salam.
Guru mempersilahkan salah
satu pseserta didik untuk
memimpin berdoa, dan
kemudian mengecek
kehadirannya.
Guru memotivasi dengan
menanyaka pada siswa:
Kalian pasti sering melihat
Kegiatan Inti mesin fotocopi dan 10 menit
**) memanfaatkannya. Tahukah
kalian, bagaimanakah prinsip
kerja mesin fotocopy?
Guru memberi apersepsi
dengan memberi pertanyaan
mengenai pelajaran
sebelumnya, yaitu tentang
foton.
Peserta didik mengamati
tayangan animasi fotolistrik
yang akan dugunakan untuk
percobaan virtual.

Mengorganisa
sikan peserta
didik Guru memberikan kesempatan
kepada siswa menanyakan tentang
sebanyak mungkin hal hal yang
belum jelas berkaitan dengan
tayangan animasi efek fotolistrik.
- Mengapa jika cahaya warna
merah yang digunakanuntuk
menyinari logam, elektron tidak 20 menit
terlepas dari keeping logam
tersebut?
- Mengapa jika di sinari cahaya
biru, electron dapat terlepas dari
logam?
- Mengapa ketika tegangannya di
perbesar elektronnya tidak
terlepas dari logam menurun?
Langkah Sintak Model Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
- Apa pengaruh tegangan baterai
Membimbing terhadap peristiwa efek
penyelidikan fotolistrik?
individu dan Siswa mencari dan mengumpulkan
berbagai literatur dan referensi
kelompok
yang mendukung pemecahan
masalah yang berkaitan dengan 10 menit
efek fotolistrik

Mengemban
kan dan 10 menit
menyajikan
hasil karya Siswa menganalisis informasi dari
berbagai sumber data yang
terkumpul.
Siswa menyimpulkan penyebab
terjadinya efek fotolistrik
Menganalisis
dan
mengevaluasi 15 menit
proses
pemecahan
Siswa berdiskusi mengenai
masalah informasi dari berbagai sumber
data yang didapatkan.
Siswa mempresentasikan hasil
diskusi kelompok secara bergilir
Kegiatan Peserta didik dan guru mereview 15 e
Penutup hasil pembelajaran tentang radiasi n
benda hitam, pergeseran Wien dan i
t
teori kuantum Plnack
Guru memberikan penghargaan
pada kelompok yang berkinerja
baik.
Peserta menjawab kuis tentang
radiasi benda hitam, pergeseran
Wien dan teori kuantum Plnack.
Guru memberikan tugas kelompok
untuk menyusun materi pada
pertemuan selanjutnya.

2) Pertemuan Kedua : (2 JP)

Langkah Sintak Model Alokasi


Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
Kegiatan Guru memberi salam dilanjutkan 10 menit
Pendahuluan dengan menanyakan kabar siswa
Langkah Sintak Model Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
Kegiatan Inti dan kesiapan belajar
**) Guru memberikan apersepsi dan
motivasi
Guru mereview materi
sebelumnya, yakni materi efek
fotolistrik
Stimulation
Guru menayangkan beberapa
tayangan berupa gambar yang
menggunakan peralatan dengan
Problem prinsip sinar X
statement
Guru memberikan kesempatan
untuk mencatat hal-hal yang
berkaitan dengan gambar dan
menyampaikan sebanyak mungkin
pertanyaan
Persitiwa apakah yang
terdapat dalam gambar?
Alat-alat apa sajakah yang
terdapat pada gambar?
Apa yang dirasakan atau
dialami oleh orang atau benda
setelah menggunakan
peralatan tersebut?
Kenapa fenomena pada
gambar tersebut dapat
terjadi?
Bagaimanakah prinsip cara
kerja alat-alat tersebut
Data collection sehingga menghasilkan
beberapa fenomena yang
terdapat pada gambar?

Guru membagi siswa dalam


beberapa kelompok
Siswa diminta mencarai dan
mengumpulkan berbagai
literatur dan referensi yang
Data mendukung pemecahan
processing permasalahan yang mereka
temukan berdasarkan
pengamatan
Siswa berdiskusi mengenai
informasi dari berbagai sumber
data yang didapatkan

Siswa menganalisis informasi


dari berbagai data yang
Generalization terkumpul serta menyesuaikan
data literatur dan referensi lain
Langkah Sintak Model Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
dengan gambar pada tayangan
Siswa mendiskusikan hasil
analisis
Siswa membuat resume dan
diserahkan kepada guru

Peserta didik dibimbing guru


untuk membuat kesimpulan
Siswa mempresentasikan hasil
diskusi kelompok di depan kelas
secara bergiliran dengan
kelompok lain
Kegiatan Siswa menyampaikan pendapat 10 menit
Penutup pribadinya, menganalisis dan
membandingkan hasil
pengamatan dan diskusi
dengan kelompok lain
Siswa dan guru mereview hasil
pembelajaran tentang sinar X
Guru memberikan penghargaan
kepada kelompok yang
berkinerja baik
Guru memberikan tugas
kelompok untuk menyusun
materi pada pertemuan
berikutnya

F. PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1. Teknik penilaian
NO ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN
1 Sikap Observasi kegiatan diskusi Lembar Observasi
Penilaian diri Format penilaian
Penilaian antar teman Format penilaian
Jurnal Catatan
2 Pengetahuan Tes tertulis Soal Pilihan Ganda
Soal Uraian
penugasan Tugas
3 Ketrampilan Penilaian Proyek Format penialain laporan
Penilaian Portofolio proyek
2. Instrumen penilaian
a. Instrumen penilaian sikap
1) Lembar penilaian pada kegiatan diskusi: terlampir
1) Lembar penilaian diri: terlampir
2) Lembar penilaian antar teman: terlampir
b. Penilaian pengetahuan :
Instrumen soal pilihan ganda
1. Cermati faktor-faktor berikut!
1) luas permukaan benda
2) Suhu permukaan benda
3) Pangkat empat suhu mutlak permukaan benda
4) Luas penampang benda
5) Konduktivitas benda
Faktor-faktor di atas yang mempengaruhi laju perpindahan kalor secara
radiasi adalah .
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 2) dan 3)
D. 2) dan 4)
E. 4) dan 5)
2. Dua buah benda A dan B berbentuk bola dan terbuat dari bahan yang
sama. Jari-jari benda A dua kali jari-jari benda B, sedangkan suhu mutlak
permukaan benda B dua kali suhu mutlak permukaan benda A.
Perbandingan daya radiasi benda A dan B adalah .
A. 1 : 8
B. 1 : 4
C. 1 : 2
D. 2 : 1
E. 4 : 1
3. Jika konstanta Wien = 3 x 10-3 mK, panjang gelombang cahaya yang
dipancarkan dari sebuah benda yang memiliki suhu permukaan 6000 K
sebesar .
A. 200 nm
B. 300 nm
C. 500 nm
D. 600 nm
E. 1000 nm

Kunci jawaban :
1) B
2) B
3) C
Instrumen soal essay
1. Apa yang dimaksud dengan benda hitam?
2. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju perpindahan kalor
secara radiasi!
3. Sebuah benda yang memiliki suhu mutlak permukaan 400 K memiliki daya
radiasi 4000 W. Jika suhu mutlak benda dinaikkan menjadi 5000 K, berapa
daya radiasinya sekarang?
4. Berapa jumlah foton yang dihasilkan lampu pijar 60 W dalam waktu 2 sekon
yang memancarkan cahaya dengan panjang gelombang 550 nm? Gunakan
konstanta Planck: 6,6 x 10-34 J.s
3. Pembelajaran Remedial
a. Pembelajaran remedial dilaksanakan jika ada siswa yang memperoleh nilai
di bawah 75
b. Strategi remedial dilaksanakan diluar PBM sesuai ketentuan sekolah.
4. Pengayaan: Peserta didik yang memperoleh nilai diatas 75 diberikan tugas
mengkaji materi manfaat dan bahaya gelombang elektromagnetik yang lebih luas.

G. MEDIA/ALAT, BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR


1. Media/Alat: LCD proyektor, Laptop, alat pendeteksi uang palsu, spidol, kamera
2. Bahan:
3. Sumber Belajar:
Bob Foster, Dr,Ir,MM; 2004 ; Terpadu FISIKA SMA; Jakarta ; Erlangga
Efrison Umar, M.Si, 2004 ; Fisika dan Kecakapan Hidup, Jakarta ; Ganeca
Exact.
Hilman Setiawan ; 2004 ; FISIKA Untuk SMA dan MA; Jakarta ; Piranti Darma
Kalokatama.
Marthen Kanginan, Ir, MSc. ; 2004 ; FISIKA Untuk SMA ; Jakarta ; Erlangga.

Mengetahui Bumiayu, 4 Januari 2016


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

Samsul Maarif, S.Pd. Eko Puji Susanto, S.Pd.


NIP 19690126 199802 1 001 NIP 19741120 199903 1 005