Anda di halaman 1dari 15

PROGRAM KERJA UNIT ...

RUMAH SAKIT St. CAROLUS BOROMEUS


TAHUN 2017

OLEH
UNIT ...
RUMAH SAKIT St. CAROLUS BOROMEUS
KUPANG

1
HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KERJA
UNIT ... RUMAH SAKIT St. CAROLUS BOROMEUS
TAHUN 2017

Dilaporkan oleh Disahkan oleh


Tanggal Tanggal
Kepala Unit ... Kepala Bidang ....

... .... ...

2
PROGRAM KERJA
UNIT ...
RUMAH SAKIT St. CAROLUS BOROMEUS
TAHUN 2017

I. Pendahuluan.
Manajemen Sumber daya Manusia sangat dibutuhkan guna meningkatkan
produktivitas kerja, efektivitas kerja, dan efisiensi di dalam penggunaan sumber daya
manusia sehingga apa yang menjadi tujuan organisasi akan dapat tercapai
sebagaimana mestinya.
Manajemen atau pengelolaan sumber daya manusia dengan sendirinya akan menjadi
unsur yang sangat penting dalam tugas manajemen rumah sakit.
Sumber daya manuasia mempunyai imbas yang lebih besar terhadap efektivitas
organisasi dibandingkan dengan sumber daya lainnya.
Rumah Sakit St. Carolus Borromeus sebagai institusi kesehatan maka jenis
dan jumlah sumber daya manusia didalamnya lebih besar adalah sumber daya
manusia dengan profesi kesehatan.
Unit personalia rumah sakit St. Carolus Borromeus dalam hal ini merupakan
unit yang fokus dalam pengelolaan sumber daya manusia harus mengacu tidak hanya
pada perundangan yang dikeluarkan oleh kementerian tenaga kerja tetapi juga pada
perundangan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan RI. Sehubungan dengan
ini perlu disusun program kerja tahun 2016.

II. Latar Belakang.


Bidang SDM dan Umum Rumah Sakit St. Carolus Borromeus membawahi:
1. Unit Personalia
2. Unit Humas dan PKRS
3. Unit Keamanan dan Transportasi
4. Unit Pemeliharaan Sarana
5. Unit Rumah Tangga
Data-data ketenagaan sebagai berikut: tenaga dokter = 25 orang, perawat= 48 orang,
tenaga kesehatan lain= 11 orang, semua sudah dikredensial.

3
III. Tujuan
A. Tujuan Umum:
Program kerja ini secara umum bertujuan untuk memastikan keefektivitasan
proses kerja unit personalia agar dapat memberikan nilai tambah kinerja rumah
sakit St. Carolus Borromeus serta meningkatkan kualitas/mutu pelayanan Rumah
Sakit.

B. Tujuan khusus:
1. Meningkatkan mutu pelayanan melalui pencapaian indikator mutu
(Kredensial)
2. Meningkatkan kompetensi/skill staf/pelayan kesehatan melalui pelatihan baik
internal training maupun eksternal training bagi staf.
3. Tercapainya tata kelola dalam administrasi kepegawaian.
4. Tercapainya tata kelola yang baik dalam memberikan jaminan kesehatan
kepada para pelayan kesehatan.
5. Melaksanakan program pemeriksaan kesehatan rutin dan insidentil yang
mendukung terjadinya insiden pada profesi tertentu dan berkoordinasi dengan
K3
6. Tercapainya pengelolaan optimal bagi calon karyawan.
7. Pengadaan seragam kerja untuk karyawan
8. Tercapainya tata kelola administrasi yang baik bagi tenaga kesehatan
9. Pengadaan sarana/prasarana operasional Unit Personalia
10. Para Pelayan Kesehatan memperoleh penghasilan sesuai ketentuan.
11. Menjamin para Pelayan Kesehatan RS St. Carolus Borromeus mendapat
perlindungan asuransi tenaga kerja (BPJS Ketenagakerjaan)
12. Tercapainya tata kelola yang baik dalam pembayaran iuran BPJS Kesehatan
pelayan kesehatan.
13. Terpenuhinya kewajiban karyawan dalam ijin dan pemenuhan kompetensinya

IV. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan


1. Meningkatkan mutu pelayanan melalui pencapaian indikator mutu;
a. Merumuskan indikator mutu
b. Melakukan pemantauan pelaksanaan indikator mutu.
c. Melakukan analisa data hasil capaian indikator mutu.

4
d. Membuat laporan hasil capaian indikator mutu setiap 3 bulan (triwulan).

2. Meningkatkan kompetensi/skill staf melalui pelatihan baik internal training


maupun eksternal training;
a. Melaksanakan komunikasi efektif bagi staf.
b. Melaksanakan Seminar/workshop/pelatihan perkembangan ilmu bagi staf.
c. Melaksanakan evaluasi pre dan post pelatihan.
d. Melakukan pengarsipan bukti pelatihan.

3. Tercapainya tata kelola dalam administrasi kepegawaian.


a. Inventaris Tercapainya tata kelola dalam administrasi kepegawaian
b. Menyusun konsep administrasi kepegawaian
c. Mengajukan usulan konsep ke direktur

4. Tercapainya tata kelola yang baik dalam memberikan jaminan kesehatan kepada
para pelayan kesehatan.
a. Membuat tata kelola pelaksanan Check Up bersama K3 (penghitungan biaya,
beban RS,dll)
b. Membuat data Check Up Pekerja Tetap
c. Menyiapkan undangan Check Up dan distribusi undangan ke Karyawan Tetap
yang berhak Check Up
d. Meminta hasil Check Up ke Medical Check Up
e. Membuat laporan pelaksaan Check Up
5. Melaksanakan program pemeriksaan kesehatan rutin dan insidentil yang
mendukung terjadinya insiden pada profesi tertentu dan berkoordinasi dengan K3
a. Berkoordinasi dengan Instalasi Rawat Jalan untuk pelaksanaan pemeriksaan
b. Berkoordinasi dengan Instalasi Patologi Klinik & Anatomi untuk pemeriksaan
penunjang
c. Berkoordinasi dengan Bidang Logistik untuk permintaan penyediaan Reagen
6. Tercapainya pengelolaan optimal bagi calon karyawan.
a. Mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk membahas usulan
pemeriksaan kesehatan (Check Up) bagi calon Karyawan
b. Membuat usulan ke Direktur mengenai pemeriksaan kesehatan yang harus
dilakukan calon Karyawan Tetap sebelum diangkat menjadi Karyawan
c. Membuat SPO pemeriksaan calon Karyawan
7. Pengadaan seragam kerja karyawan

5
a. Berkoordinasi dengan Bidang Keuangan untuk permintaan bon sementara
b. Berkoordinasi dengan toko kain dan penjahit untuk pengadaan seragam
karyawan
8. Tercapainya tata kelola administrasi yang baik bagi tenaga kesehatan
a. Mendokumentasikan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Kerja
(SIK)
b. Membuat surat pemberitahuan kepada Pelayan Kesehatan 3 bulan
sebelum STR atau SIK berakhir
c. Membuat laporan kepemilikan STR dan SIK tenaga kesehatan

9. Pengadaan sarana/prasarana
a. Koordinasi dengan Unit rumah tangga
b. Memeriksa kebutuhan BHP/ ATK Unit Personalia

10. Para Pelayan Kesehatan memperoleh penghasilan sesuai ketentuan.


c. Menyederhanakan proses penghitungan gaji karyawan & meminimalkan
koreksi. (create gaji)
d. Memeriksa data presensi, jaga malam, lembur, penugasan khusus, siaga
bangsal, dokter jaga bangsal, imbalan jasa medis
e. Menyesuaikan update formasi ke program penggajian
f. Menyesuaikan data upah pokok karyawan apabila ada yang mengalami
kenaikan upah pokok bagi karyawan tetap
g. Menyesuaikan data fungsional karyawan apabila ada yang mengalami
kenaikan fungsional bagi karyawan tetap
h. Menyesuaikan data honorarium apabila ada yang mengalami kenaikan
i. Memeriksa data potongan gaji karyawan seperti potongan BPJS
Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, obat karyawan, pajak.
j. Menghitung gaji karyawan
k. Menyeleksi penghasilan karyawan yang minus
l. Memeriksa akurasi data penerimaan penghasilan
m. Mencetak laporan penghasilan karyawan
n. Meminta persetujuan Direksi mengenai penghasilan karyawan
o. Mendistribusikan berkas penghasilan ke Bank dan unit terkait seperti
Bidang Akuntansi dan Keuangan

6
p. Mengirim data softcopy penghasilan karyawan
q. Mengupload slip gaji karyawan
11. Menjamin para Pelayan Kesehatan RS St. Carolus Borromeus mendapat
perlindungan asuransi tenaga kerja (BPJS Ketenagakerjaan)
a. Membayar tepat waktu perlindungan asuransi tenaga kerja.
b. Memeriksa akurasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baik peserta aktif,
peserta baru masuk dan peserta yang keluar
c. Menginput data peserta baru di program SIPP
d. Mengeluarkan data peserta di program SIPP
e. Menyesuaikan data upah pokok karyawan baik yang mengalami kenaikan
maupun penurunan karena perubahan status pekerja
f. Mencocokkan jumlah peserta yang ada di program SIPP dengan laporan
penghasilan kearyawan
g. Menghitung jumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan
h. Memeriksa akurasi jumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan
i. Mencetak laporan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan
j. Meminta persetujuan Direksi mengenai laporan pembayaran iuran BPJS
Ketenagakerjaan
k. Mendistribusikan slip pembayaran iuran pembayaran BPJS
Ketenagakerjaan ke Bank
l. Mengarsip berkas pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan

12. Tercapainya tata kelola yang baik dalam pembayaran iuran BPJS Kesehatan
pelayan kesehatan.
a. Melakukan penghitungan beban RS dari selisih pembayaran BPJS
Kesehatan
b. Mendaftarkan peserta baru BPJS Kesehatan
c. Mengeluarkan peserta BPJS Kesehatan yang keluar/pensiun
d. Menerima jumlah tagihan pembayaran premi BPJS Kesehatan
e. Menerima rincian tagihan premi BPJS Kesehatan
f. Mencocokkan jumlah tagihan dengan rincian iuran BPJS Kesehatan
Karyawan
g. Membuat laporan rincian iuran BPJS Kesehatan
h. Membuat slip pembayaran iuran BPJS Kesehatan

7
i. Meminta persetujuan Direktur mengenai iuran BPJS Kesehatan
j. Mendistribusikan slip pembayran yang sudah disetujui Direksi ke bank
terkait
k. Mengarsip laporan iuran pembayaran iuran BPJS Kesehatan
13. Terpenuhinya kewajiban karyawan dalam ijin dan pemenuhan kompetensinya.
a. Membuat tim untuk memantau dan melaksanakan kredensial tenaga
kesehatan
b. Menyiapkan MOU dengan organisasi profesi kesehatan yang berkaitan
dengan pengembangan dan kredensial
c. Menyiapkan perangkat uji kompetensi untuk kredensial bersama dengan
organisasi profesi.
d. Melakukan uji kompetensi/assessment kompetensi
e. Menerbitklan surat kewenangan klinis.

V. Cara melaksanakan kegiatan


1. Cara pelaksanaan kegiatan indikator mutu;
Berkoordinasi dengan staf untuk pemantauan/pengukuran data, evaluasi dan
analisa data hasil capaian.
2. Cara pelaksanaan kegiatan pelatihan kompetensi/pelatihan staf ;
Berkoordinasi dengan unit terkait untuk pelaksanaan pelatihan staf.
3. Memperbaiki tata kelola admin kepegawaian ( nomor file surat, manajemen file
komputer dan penyimpanan surat)
Koordinasi dangan secretariat dalam penentuan penomoran file, manajemen
file dan penyimpanan surat.
4. Membuat tata kelola pelaksanan Check Up bersama K3 (penghitungan biaya,
beban RS,dll)
Berkoordinasi dengan K3 dalam evaluasi dan penyempurnaan tata kelola
Check Up karyawan.
5. Melaksanakan program pemeriksaan kesehatan rutin dan insidentil yang
mendukung terjadinya insiden pada profesi tertentu dan berkoordinasi dengan
K3
Berkoordinasi dengan Instalasi Rawat Jalan untuk pelaksanaan pemeriksaan
Berkoordinasi dengan Instalasi Patologi Klinik & Anatomi untuk
pemeriksaan penunjang
Berkoordinasi dengan Bidang Logistik untuk permintaan penyediaan Reagen

8
6. Pengelolaan optimal bagi calon karyawan.
Berkoordinasi dengan semua Unit terkait
Berkoordinasi dengan Yayasan Elisabeth Gruyters
7. Pengadaan pakaian seragam kerja karyawan
Berkoordinasi dengan Bidang Keuangan untuk permintaan bon sementara
Berkoordinasi dengan toko kain dan penjahit untuk pengadaan pakaian
seragam
8. Menelusur tenaga kesehatan yang belum mempunyai STR, SIK
Berkoordinasi dengan pejabat struktural untuk menyampaikan informasi
Pekerja yang belum memiliki STR dan SIK serta Pekerja yang akan habis
masa berlaku STR dan SIKnya
9. Pengadaan saran/prasarana Unit Personalia.
Koordinasi Unit Rumah Tangga
10. Menyederhanakan proses penghitungan gaji karyawan & meminimalkan koreksi.
(create gaji)
Koordinasi dengan Bidang Keuangan dan Bank
11. Membayar tepat waktu perlindungan asuransi tenaga kerja.
Koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Bidang Keuangan dan Bank
12. Melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan
Koordinasi dengan BPJS Kesehatan, Bidang Keuangan dan Bank
13. Membuat tim untuk memantau dan melaksanakan kredensial tenaga kesehatan
Menentukan tim bersama perwakilan profesi di RS St. Carolus Borromeus
Membuat surat permohonan kepada direktur

VI. Kriteria/Sasaran:
1. Indicator mutu tercapai 80 %.
2. 100 % staf yang ditargetkan dapat mengikuti pelatihan/diklat kompetensi/skill
sesuai profesi masing-masing melalui pelatihan baik internal training maupun
eksternal training.
3. 100 % surat bernomor dan penyimpanan mudah dicari
4. 70% Pelayan Kesehatan yang berhak telah menjalani check Up kesehatan dalam
tahun berjalan.
5. Pelayan Kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan rutin dan
insidentil lanjutan dari hasil Check Up Kesehatan.

9
6. Tersedianya Kebijakan, Panduan dan SPO pemeriksaan kesehatan bagi calon
karyawan.
7. 100% karyawan mendapat pakaian seragam
8. 100% tenaga kesehatan sudah melengkapi persyaratan perijinan dalam waktu 1
bulan sejak masuk atau masa berlaku habis
9. 100% Pelayanan Unit personalia berjalan lancar dengan dipenuhinya
sarana/prasarana.
10. 100 % Pelayan Kesehatan menerima penghasilan dan tanpa koreksi.
11. 100 % kejadian kecelakaan kerja dan kematian dapat diklaimkan sesuai plafon
12. 100% pensiunan memiliki kartu identitas pensiun
13. 100% Pelayan Kesehatan & keluarga yang rawat jalan dan rawat inap
terlayani
14. 100% Pelayan Kesehatan & keluarga yang rawat inap terlayani
15. 100% tenaga kesehatan telah di kredensial dan rekredensial

10
VII. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Jadwal Biaya
No. Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PJ
(000)
1. Meningkatkan mutu pelayanan melalui pencapaian indicator mutu.
a. Merumuskan indicator mutu
b. Melakukan pemantauan pelaksanaan
indikator mutu.
- Unit
c. Melakukan analisa data hasil capaian
Personalia
indikator mutu.

d. Membuat laporan hasil capaian indikator


mutu setiap 3 bulan (triwulan).

2 Meningkatkan kompetensi/skill staf/pelayan kesehatan melalui pelatihan baik internal training maupun
eksternal training;

a. Melaksanakan pelatihan komunikasi efektif


bagi staf
b. Melaksanakan 49.000.000,- Diklat
Seminar/workshop/pelatihan
perkembangan ilmu bagi staf.
c. Melaksanakan evaluasi pre dan post
pelatihan.

11
Jadwal Biaya
No. Kegiatan PJ
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (000)
d. Melakukan pengarsipan bukti pelatihan.

3. Memperbaiki tata kelola admin kepegawaian


(nomor file surat, manajemen file komputer dan 5.000.000,-
penyimpanan surat)
4 Membuat tata kelola pelaksanan Check Up
- -
bersama K3 (penghitungan biaya, beban RS,dll)
5 Melaksanakan program pemeriksaan kesehatan

rutin dan insidentil yang mendukung terjadinya
29.700.000,- K3RS
insiden pada profesi tertentu dan berkoordinasi
dengan K3
6 Pengelolaan optimal bagi calon karyawan tetap
- -

7 Pengadaan pakaian seragam


157.000.000,- Kepegawaian

8 Perbaikan tata kelola perijinan bagi tenaga


5.000.000,- Kepegawaian
kesehatan
9 Pengadaan sarana/prasarana unit personalia
a. Filling cabinet 1.500.000,- Kepegawaian
b. Map Karyawan 1.000.000,-

12
Jadwal Biaya
No. Kegiatan PJ
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (000)
c. Printer Epson L220 3.000.000,-
d. BHP/ATK 7.000.000,-
e. Mesin Penghancur Kertas 2.000.000,-
f. Laptop (1 unit) 7.000.000,-
g. LCD (1 unit) 5.000.000,-
h. Warless (1 unit) 5.000.000,-
i. Lemari Arsip (1 Unit) 2.500.000,-
j. Toa (1 Unit) 2.000.000,-
k. UPS (1 Unit) 1.000.000,-
10 Menyederhanakan proses penghitungan gaji

karyawan & meminimalkan koreksi. (create gaji)
11 Membayar tepat waktu perlindungan asuransi
67.200.000,- Kepegawaian
tenaga kerja (BPJS Ketenagakerjaan)
12 Melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan
19.000.000 Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan
13 Membuat tim untuk memantau dan
5.000.000,- Kepegawaian
melaksanakan kredensial tenaga kesehatan
14 Koresponden
5.600.000,- Sekretariat

15 Pertemuan Rutin
600.000,- Sekretariat

13
Jadwal Biaya
No. Kegiatan PJ
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (000)
380.100.000,-
TOTAL ANGGARAN BIAYA

14
VIII. Evaluasi pelaksanaan kegiatan
1. Evaluasi indicator mutu dilakukan setiap 3 (tiga) bulan (tri wulan).
2. Evaluasi program kerja dilakukan setiap 3 (tiga) bulan (tri wulan).
3. Evaluasi terhadap hasil capaian implementasi program kerja dilakukan setiap 1
(satu) tahun sekali.

IX. Pencatatan, Pelaporan, dan Evaluasi Kegiatan


1. Pencatatan hasil evaluasi indikator mutu dicatat dalam form evaluasi indikator
mutu.
2. Pelaporan evaluasi pelaksanaan program kerja dilakukan tiap 3 (tiga) bulan sekali
dan dilaporkan kepada Direktur sebelum tanggal 15 bulan berikutnya.
3. Laporan tahunan terhadap hasil capaian implementasi program kerja dengan
melakukan analisa penyebab kegagalan dan atau keberhasilannya, membuat
kesimpulan dan rencana tindak lanjut terhadap program kerja dilakukan setiap 1
(satu) tahun dan dilaporkan kepada Direktur sebelum tanggal 15 pada bulan tahun
berikutnya.

Kupang, 15 Februari 2017


Kepala Unit ....

....

15