Anda di halaman 1dari 11

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI (EKA 400 A8, RUANG GI 1.

3,
JAM 08.30-11.00)
PERTEMUAN KE-9
DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA
RMK

OLEH:
KELOMPOK 4

Ida Ayu Putu Dhaniar Waghmi Pratami 1506305016/06


I Dewa Ayu Adelia Pratiwi 1506305071/09
Cyntia Habibah Sinaga 1506305091/14
Nyoman Yudha Astriayu Widyari 1506305110/17

PROGRAM REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
SEMESTER GANJIL 2017/2018
9.1 Data dan Informasi
Data adalah sekumpulan informasi. Dalam pengertian bisnis, data adalah
sekumpulan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Data ini
perlu disusun dan disimpan dengan menggunakan metode tertentu, sehingga jika
sewaktu-waktu diperlukan segera dapat dicari kembali dengan mudah dan cepat.
Untuk memudahkan penyimpanan dan pencarian kembali data, pada umumnya
data diberi nama sesuai dengan informasi yang tercakup di dalamnya. Sebagai
contoh misalnya data penjualan, data produksi, data pemeliharaan mesin, data
pemeliharaan bahan, data perkembangan perusahaan, dan sebagainya.

9.2 Jenis Data


Jenis-jenis data antara lain sebagai berikut:

a. Data Kuantitatif dan Data Kualitatif


Data diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel
(atau populasi). Semua data, yang pada gilirannya merupakan variabel yang kita
ukur, dapat diklasifikasikan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif. Data
kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka), yang dapat
dibedakan menjadi:
1. Data interval, yaitu data yang diukur dengan jarak diantara dua titik pada
skala yang sudah diketahui; dan
2. Data rasio, yaitu data yang diukur dengan suatu proporsi

Data kualitatif, di lain pihak, adalah data yang tidak dapat diukur dalam
skala numerik. Namun, karena dalam statistik semua data harus dalam bentuk
angka, maka data kualitatif umumnya dikuantitatifkan agar dapat diproses lebih
lanjur. Pada dasarnya data kualitatif digolongkan menjadi:
1. Data nominal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori. Sebagai
contoh industri di Indonesia oleh Biro Pusat Statistik digolongkan
menjadi industri rumah tangga (kategori 1), industri kecil (kategori 2),
industri menengah (kategori 3), dan industri besar (kategori 4). Ingat
bahwa angka yang menyatakan kategori ini menunjukkan bahwa posisi

1
data sama derajatnya. Dalam contoh tersebut, angka 4 tidak berarti
industri besar nilainya lebih tinggi dibanding industri rumah tangga yang
angkanya 1. Angka ini sekadar menunjukkan kode kategori yang
berbeda.
2. Data ordinal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori, namun
posisi data tidak sama derajatnya karena dinyatakan dalam skala
peringkat. Sebagai contoh, tingkat kepadatan penduduk suatu daerah
dikategorikan: sangat rendah (kode 1), rendah (kode 2), moderat (kode
3), tinggi (kode 4), dan sangat tinggi (kode 5).

b. Data Menurut Dimensi Waktu


Selain itu, ada juga yang menggolongkan data berdasarkan dimensi
waktunya, yaitu:
1. Data runtut waktu, yaitu data yang secara kronologis disusun menurut
waktu pada suatu variabel tertentu. Data runtut waktu digunakan untuk
melihat pengaruh perubahan dalam rentang waktu tertentu. Data runtut
waktu dibedakan menjadi:
a) Data harian , misalnya data indeks harga saham per hari.
b) Data mingguan, misalnya data pengunjung rumah sakit setiap 7 hari.
c) Data bulanan, misalnya data suku bunga deposito dengan jangka
waktu satu bulan (30 hari).
d) Data kuartalan, misalnya data penjualan setiap 3 bulan.
e) Data tahunan, misalnya data pendapatan nasional setiap tahun (12
bulan).
2. Data silang tempat, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu titik waktu.
Data silang tempat digunakan untuk mengamati respons dalam periode
yang sama, sehingga variasi terjadinya adalah antarpengamatan.

c. Data Menurut Sumber


Berdasarkan sumbernya, sumber data umumnya berasal dari:
1. Data internal (berasal dari dalam organisasi tersebut) atau eksternal
(berasal dari luar organisasi).

2
2. Data primer atau data sekunder, data primer biasanya diperoleh dengan
survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data
orisinal. Data sekunder biasanya telah dikumpulkan oleh lembaga
pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data.

9.3 Sumber Data


Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.
Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan
datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau
menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan. Apabila
peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda,
gerak atau proses tertentu. Jadi yang dimaksud sumber data adalah subyek
penelitian dimana data menempel. Sumber data dapat berupa benda, gerak,
manusia, tempat dan sebagainya
Jenis sumber data terutama dalam penelitian kualitatif dapat diklasifikasi
sebagai berikut:
a. Narasumber (Informan)
b. Narasumber dalam hal ini yaitu orang yang bisa memberikan informasi lisan
tentang sesuatu yang ingin kita ketahui.
c. Peristiwa atau aktivitas
d. Data atau informasi juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap
peristiwa atau aktifitas yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
e. Tempat atau lokasi
f. Informasi kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali
lewat sumber lokasinya, baik merupakan tempat maupun linkungannya.
g. Dokumen
h. Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu
peristiwa atau aktifitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dokumen
tertulis seprti arsip, database, surat-surat, rekaman, gambar, benda-benda
peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa.

3
9.4 Metode Pengumpulan Data Sekunder

a. Teknologi Penyimpanan Informasi


Penyimpanan data sekunder tidak terbatas melalui media cetak saja,
melainkan dengan berbagai macam media lain. Perkembangan teknologi
memungkinkan perusahaan menyimpan data dalam bentu microfilm yang sangat
menghemat tempat penyimpanan. Sejalan dengan perkembangan teknologi
komputer, data dapat disimpan di dalam pita magnetic atau magnetic tape.
Penyimpanan melalui magnetic disk dapat dilakukan secara lebih cepat dan
memungkinkan pencarian data secara langsung.

b. Penggunaan Data Sekunder


Ada dua alasan penggunaan data sekunder dalam penelitian bisnis dan
ekonomi, yaitu:
1. Efektivitas biaya, jika data sekunder yang ada dapat mencukupi
kebutuhan data untuk penelitian yang sedang dilakukan, peneliti akan
dapat menghemat biaya penelitian dalam jumlah yang besar.
2. Penghematan waktu, jika data yang diperlukan sudah tersedia dalam
bentuk data sekunder, maka pengumpulan data primer (jika diperlukan)
akan dilakukan untuk jumlah yang lebih kecil.

c. Metode Pencarian Data


1. Pencarian data secara manual, pencarian data manual meliputi
penelusuran data sekunder secara fisik melalui penggunaan indeks,
bibliografi, dan referensi pustakawan. Metode ini merupakan metode
yang paling sering dipergunakan karena sebagian besar organisasi binis
belum mempunyai database yang komprehensif.
2. Pencarian data melalui kontak langsung, metode pencarian data sekunder
melalui kontak langsung ini sangat berkembang di Negara maju, di mana
fasilitasi pendukung untuk kepentingan tersebut telah tersedia. Beberapa
alasan penggunaan metode ini adalah penghematan waktu, kecermatan,
kenaikan relevansi, dan efektivitas biaya.

4
9.5 METODE PENGUMPULAN DATA PRIMER
Pengumpulan data primer (PDP) merupakan bagian integral dari prises
penelitian bisnis dan ekonomi yang sering kali diperlukan untuk tujuan
pengambilan keputusan.

a. Hakikat PDP
Bila data sekunder telah dicari dan diketemukan namun tidak mencukupi
untuk kebutuhan informasi, maka PDP merupakan pilihan yang agaknya tidak
dapat ditawar. Keputusan mengumpulkan data primer pada dasarnya memilih
metode untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Ada dua metode utama
PDP, yaitu pasif dan aktif. Perbedaan antara kedua metode ini bermuara pada
ada/tidaknya pertanyaan-pertanyaan tertulis atau verbal yang diarahkan selama
proses pengumpulan data.
Dalam praktek, sering dijumpai berbagai kemungkinan variasi dari masing-
masing metode. Berbagai variasi dari masing-masing metode PDP yang dibedakan
berdasarkan 3 dimensi, yaitu: derajat kesamaan, derajat struktur, dan metode
pengumpulan.

b. PDP Pasif
Yang dimaksud dengan PDP pasif sebagai suatu metode riset adalah
observasi yang memiliki beberapa ciri yaitu mewujudkan tujuan penelitian,
dikumpulkan dan dicatat secara sistematis, dan validitas dan realibilitasnya selalu
dicek dan dikontrol.
Metode PDP pasif umumnya dapat dikategorikan menurut derajat kesamaan,
derajat struktur dan metode pengumpulnnya. Kendati PDP pasif telah sering
digunakan sebagai cara utama dalam pengumpulan informasi, seringkali data yang
dihasilkan tidak mencukupi untuk pengambilan keputusan karena penggunaan
metode PDP pasif berarti karakteristik, tingkah laku, dan lain-lain ketika hal
tersebut terjadi dan metode PDP pasif sering kali harus dilengkapi dengan metode
PDP lain karena PDP pasif sering menghasilkan informasi yang bisa berbeda bila
situasinya berbeda.

5
c. PDP Aktif
PDP aktif dirancang terutama untuk memperoleh informasi dari responden
manusia. Kelebihan utama metode ini adalah versatility-nya. Semua jenis
informasi abstrak berupa opini, sikap, kehendak, dan pengharapan dapat diperoleh
melalui survei. Kelemahannya kualitas informasi sangat bergantung pada
kemampuan dan kemauan responden untuk bekerja sama dengan peneliti.
Terdapat beberapa jenis metod PDP aktif yaitu:
1. Wawancara personal, adalah wawancara antar orang yaitu antara peneliti
dengan responden yang diarahkan oleh pewawancara untuk tujuan
memperoleh informasi yang relevan.
2. Wawancara telepon, adalah komunikasi antara pewawancara dan
responden dengan menggunakan telepon sebagai alat untuk mencapai
tujuan penelitian.
3. Wawancara lewat pos, adalah wawancara dengan menggunakan kuisioner
tertulis yang dikirim lewat pos untuk mencapai tujuan penelitian.
4. Wawancara lewat komputer, adalah metode PDP yang menggunakan
proses secara elektronik atau komputer.

9.6 Metode Wawancara atau Wawancara Mendalam


Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian
dengan cara tanya jawab, sambal bertatap muka antara si pewawancara dengan si
responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan
wawancara).

a. Wawancara sebagai Proses Interaksi


Interview merupakan proses interaksi antara pewawancara dengan
responden. Walaupun bagi pewawancara proses tersebut adalah satu bagian dari
langkah-langkah dalam penelitian, tetapi belum tentu bagi responden, wawancara
adalagh bagian dari penelitian. Suatu elemen yang paling petning dari proses
interaksi yang terjadi adalah wawasan dan pengertian (insight).
Selain dari pewawancara dan responden, situasi wawancara dan isi
pertanyaan yang ditanyakan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi
interaksi dan komunikasi dalam wawancara. Isi dari wawancara mempengaruhi
pewawancara, responden, dan situasi wawancara.

6
b. Sasaran Isi Wawancara
Data yang diperoleh dengan teknik wawancara adalah dengan menanyakan
sesuatu kepada responden. Keterangan tersebut diperoleh berdasarkan apa yang
diketahui dan apa yang ingin diberitahukan oleh responden., baik tentang fakta,
kepercayaan, standar, alasan, dan sebagainya. Sasaran dari isi pertanyaan atau
keterangan yang ingin diperoleh dikelompokkan sebagai berikut:
1. Sasaran isi untuk memperoleh atau memastikan suatu fakta.
2. Isi yang mempunyai sasaran untuk memastikan kepercayaan tentang
keadaan fakta.
3. Isi yang mempunyai sasaran untuk memastikan perasaan.
4. Isi yang mempunyai sasaran untuk menemukan suatu standar kegiatan.
5. Isi yang mempunyai sasaran untuk, mengetahui perilaku sekarang atau
perilaku terdahulu.
6. Isi yang mempunyai sasaran mengetahui alasan-alasan.

c. Menggali Keterangan Lebih Dalam


Jika keterangan yang diberikan masih bersifat umum, maka perlu digali
keterangan tentang hal tersebut secara lebih dalam. Bahkan dalam banyak hal, jika
banyak sekali jawaban tidak tahu, peneliti perlu menggali tentang jawaban
tidak tahu tersebut, pada alhirnya diperoleh jawaban yang jelas.
Pertanyaan-pertanyaan untuk menggali lebih lanjut suatu keterangan disebut
pertanyaan penyelidikan (probe question). Dalam hal ini harus bertanya lebih
dalam lagi karena:
1. Pewawancara belum yakin bahwa jawaban yang diinginkan adalah
jawaban yang diberikan oleh responden.
2. Pewawancara belum mengerti jawaban yang diberikan.

Jawaban lain yang harus digali adalah jawaban tidak tahu. Jawaban ini
diberikan oleh responden sekurang-kurangnya karena alasan berikut:
1. Responden tidak mengetahui atau tidak mengerti tentang beberapa
perkataan dalam kalimat yang diajukan.
2. Responden tidak sanggup utnuk menjawab pertanyaan tersebut dengan
segera.
3. Responden merasa takut untuk menjawab pertanyaan tersebut.
4. Responden tidak menginginkan memberikan jawaban terhadap
pertanyaan tersebut.

7
d. Melaksanakan Wawancara
Wawancara dilakukan setelah persiapan untuk itu dimantapkan. Dalam
persiapan wawancara, sampel responden, kriteria responden, pewawancara, serta
interview guide telah disiapkan dahulu. Interview guide sudah harus disusun dan
pewawancara harus mengerti sekali akan isi serta makna dari interview guide
tersebut. Segala pertanyaan yang ditanyakan harus tidak menyimpang dari
panduan yang telah digariskan dalam interview guide tersebut.

9.7 Metode Observasi


Pengumpulan data dengan observasi atau dengan pengamatan langsung
adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan
alat standar lain untuk keperluan tersebut. Observasi tergolong sebagai teknik
mengumpulkan data apabila observasi tersebut memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Observasi digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara
sistematis.
2. Observasi harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
3. Observasi tersebut dicatat sebagai sistematis dan dihubungkan dengan
proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik
perhatian saja.
4. Observasi dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya.

Keuntungan menggunakan metode observasi ini, yaitu:


1. Dengan observasi, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku,
pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku atau
sewaktu perilaku tersebut terjadi.
2. Dengan observasi dapat diperoleh data dari subjek, baik yang tidak dapat
berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara
verbal.

Kelemahan menggunakan metode observasi, yaitu:


1. Kadang kala diperlukan waktu menunggu yang lama untuk memperoleh
pengamatan langsung terhadap suatu kejadian.
2. Terdapat beberapa kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diperoleh datanya
dengan pengamatan.

8
3. Pengamatan terhadap suatu fenomena yang lama tidak dapat dilakukan
secara langsung.

9.8 Metode Angket atau Kuisioner


Metode lain dalam mengumpulkan data adalah dengan daftar pertanyaan,
yang sering disebutkan secara umum dengan nama kuisioner. Pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat dalam kuisioner tersebut cukup terperinci dan lengkap.
Jika yang menuliskan isian ke dalam kuisioner adalah responden, maka daftar
pertanyaan tersebut dinamakan kuisioner, sedangkan jika yang menulis isiannya
adalah pencatat yang membawakan daftar isian suatu tatap muka, maka daftar
pertanyaannya disebut schedule. Pencatat yang mengadakan wawancara sesuai
dengan daftar pertanyaan disebut enumerator.

a. Isi dari Kuisioner atau Schedule


Kuisioner atau schedule harus mempunyai centre perhatian, yaitu masalah
yang ingin dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis
yang ingin diuji. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada maslaah yang
ingin dipecahkan itu, maka secara umum isi dari kuisioner atau schedule dapat
berupa:
1. Pertanyaan tentang fakta.
2. Pertanyaan tentang pendapat (opinion).
3. Pertanyaan tentang persepsi diri.

b. Cara Mengungkapkan Pertanyaan


Berikut ini beberapa petunjuk penting yang berkaitan dalam
mengungkapkan pertanyaan, yaitu:
1. Jangan gunakan perkataan-perkataan sulit.
2. Jangan gunakan pertanyaan yang bersifat terlalu umum.
3. Hindarkan pertanyaan yang ambigu (mendua arti).
4. Jangan gunakan kata yang samar-samar.
5. Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti.
6. Hindakan pertanyaan yang berdasarkan presumasi.
7. Jangan membuat pertanyaan yang menghendaki ingatan.

c. Jenis Pertanyaan
Pertanyaan yang dibuat dalam kuisioner atau schedule dapat memperoleh
jawaban yang berjenis-jenis atau menjurus kepada beberapa alternatif jawaban
yang sudah diberikan lebih dahulu. Dalam hubungannya dengan leluasa tidaknya

9
responden memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan,
pertanyaan dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1. Pertanyaan Berstruktur
Pertanyaan berstruktur adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa
sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban kepada beberapa
alternatif saja ataupun kepada satu jawaban saja.
2. Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka atau pertanyaan tidak berstruktur adalah pertanyaan
yang dibuat semikian rupa dan jawabannya serta cara pengungkapannya
dapat bermacam-macam. Bentuk pertanyaan ini jarang digunakan dalam
schedule atau kuisioner, tetapi banyak digunakan dalam interview guide.

DAFTAR PUSTAKA

Donald R. Cooper & C. W. Emory.1998. Business Research Methods (5th ed).


USA: Richard D. Irwin, Inc.
Fred N. Kerlinger. 2002.Asas-asas Penelitian Behavioral (edisi ketiga).
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta:
Erlangga
Moh. Nazir. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Moleong. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis
:untuk Akuntansi dan Manajemen (edisi pertama). Yogyakarta: Pustaka
Belajar
Julia Branen. 1997. Memadu Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif.
Yogyakarta: Pustaka Belajar
Sugiyono. 2009.Metode Penelitian Bisnis. Bandung: ALFABETA

10