Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN tambahan lain yang akan digunakan

untuk luka terbuka harus disterilkan


Sediaan steril adalah sediaan obat
terlebih dahulu untuk mencegah infeksi
dalam bentuk terbagi-bagi yang bebas
(syamsuni, 2007).
dari mikroorganisme hidup. Semua bahan
Aturan pembuatan serbuk tabur
dan proses yang terlibat dalam
yaitu, serbuk tabur yang mengandung
pembuatan produk steril harus dipilih dan
lemak diayak kedalam ayakan No. 44,
dirancang untuk menghilangkan semua
serbuk tabur yang tidak mengandung
jenis kontaminasi, baik kontaminasi fisik,
lemak diayak menggunakan ayakan No.
kimia, atau mikrobiologis. Bedak tabur
100, seluruh serbuk harus terayak
atau yang sering disebut dengan pulvis
semuanya. Proses sterilisasi yang dapat
adspersorius adalah serbuk ringan, bebas
dilakukan untuk memperoleh sediaan
butiran kasar yang dimaksudkan untuk
bedak tabur steril yaitu, sterilisasi akhir
pemakaian luar, umumnya dikemas
dan sterilisasi aseptis. Sterilisasi akhir
dalam wadah yang bagian atasnya
yaitu proses sterilisasi di akhir pembuatan
berlubang halus untuk memudahkan
sediaan, ini digunakan untuk bahan yang
penggunaan (Ansel, 2005).
tahan panas, lebih efiseien, cepat dan
Bedak tabur steril atau pulvis
aman. Sedangkan sterilisasi aseptis yaitu
adspersorius harus memenuhi syarat
metode sterilisasi dimana alat dan bahan
diantaranya harus halus, tidak boleh ada
yang digunakan disterilisasi di awal,
butiran kasar (harus melewati ayakan
dengan tetap menjaga proses pembuatan
mesh 100). Bahan-bahan yang digunakan
tetap steril. Ini untuk mengontrol
harus bebas dari berbagai macam bakteri
sedemikian rupa sehingga kontaminasi
serta disterilkan dengan cara panas
mikroba tetap berada pada level yang
kering, tidak boleh digunakan pada luka
dapat diterima dalam area bersih ( lukas,
terbuka. Bahan untuk pembuatan bedak
2006).
tabur harus memenuhi syarat seperti,
Untuk menjamin kualitas dari
bahan serbuk yang bersifat menyerap air
sediaan bedak tabur steril dilakukan
tidak boleh digunakan pada luka terbuka
pengujian seperti, uji keseragaman
dan berair karena akan mengeras, bahan
ukuran yang dilakukan dengan mengayak
yang hidrofob akan mencegah kehilangan
sediaan bedak tabur pada ayakan mesh
air dari kulit dan tidak mengeras pada
20, lalu timbang dan catat bobot serbuk
luka terbuka, talkum atau bahan
tabur yang terayak. Uji homogenitas
partikel dilakukan dengan mengayak Tabel 1. Komposisi Formulasi
Diphenhidramin HCl
sediaan serbuk tabur pada mesh yang
telah ditentukan, semua serbuk harus Formula 1 Kadar
melewati ayakan. Uji sifat alir bedak Diphenhid 2%
dilakukan dengan mengukur waktu yang ramin HCl
diperlukan serbuk untuk melewati
Mg stearat 1%
corong, 10 gram per detik. Uji pengemas
dilakukan dengan menganalisis Talk Ad 50 g

kebocoran kaleng pengemas yang


dilakukan dengan merendam pada cairan PROSEDUR KERJA
metilen blue 1% selama 30 menit Prosedur pembuatan bedak tabur
(Syamsuni, 2007). steril dengan metode aseptis dimulai
dengan mensterilkan alat-alat yang
METODE PENELITIAN digunakan dan talkum. Lumpang dan alu,

ALAT DAN BAHAN spatel, pipet tetes, spatula, cawan


porselen, sendok dan gelas ukur 10 ml
Alat alat yang digunakan antara
dibungkus kertas kopi dan disterilkan
lain lumpang dan alu, spatel, sudip,
didalam autoklaf dengan suhu 121C
ayakan 20, pipet tetes, timbangan
selama 15 menit. Talkum disterilkan
analitik, oven, spatula, cawan porselen,
menggunakan oven dengan suhu 160C
pengemas primer, pengemas sekunder,
selama 15 menit dan ayak talkum.
sendok, kertas perkamen, dan gelas ukur
Talkum dimasukkan dalam
10 ml (pyrex).
lumping yang telah steril kemudian
Bahan-bahan yang digunakan
dimasukkan mg stearate dan
antara lain Calamine, Champor, Menthol,
diphenhidramin gerus ad homogen.
Magnesium Stearat, Etanol 95%, dan
Pengerjaan dilakukan dikotak aseptis,
Talkum.
kemudiaan masukkkan dalam pengemas
baru dilakukan uji kualitas.
RANCANGAN FORMULA
Penelitian dilakukan dengan
mengetahui kualitas bedak tabor steril
dari zat aktif Diphenhidramin HCl.
EVALUASI SEDIAAN Uji pengemas

Keseragaman ukuran Analisis kebocora pada pengemas


dilakukan dengan memasukkan aquades
Uji dilakukan dengan sediaan
yang volumenya telah dicatat ke dalam
bedak tabur pada ayakan mesh 20. Lalu
bejana lalu ditambahkan metilen blue 1%
timbang dan catat bobot serbuk tabur
dari aquades yang digunakan, kemudian
yang terayak.
sediaan dicelupkan di dalamnya, diamkan
Homogenitas partikel 30 menit. Amati ada perubahan warna

Pengujian dilakukan dengan kebiruan pada sediaan atau tidak.

mengayak sediaan tabur dengan ayakan ANALISIS DATA


yang telah di tentukan, serbuk tersebut
Setelah melakukan percobaan
harus dapat melewati ayakan tersebut.
pembuatan bedak tabur dilakukan analisis
Sifat alir bedak sediaan bedak tabur steril. Adanya beberapa
perbedaan hasil dari uji analisis bedak tabur
Pengujian sifat alir bedak tabur
steril.
dilakukan dengan mengukur waktu yang
Tabel 2. Analisis sediaan bedak tabur steril
diperlukan oleh sejumlah tertentu zat
Formula Diphenhidramin Hcl
untuk mengalir melalui lubang-lubang
corong. Analisis Hasil sediaan

Keseragaman Bobot awal : 50 g


Sterilitas bedak tabur
ukuran Setelah di ayak :
Dibuat terlebih dahulu nutrien 49,7 g
agar dengan menimbang 15 gram dalam 1 Homogenitas Semua serbuk
liter aquades kemudian didihkan dan di lolos ayakan mesh
masukkan di autoklaf nutrien agar selama 20
15 menit pada 121C. Masukkan nutrien Sifat alir 17 detik
agar dalam cawan petri, salah satu daerah Sterilitas Tidak terdapat
di taburi dengan sediaan sebanyak 200 mikroba
mg kemudian di inkubasi selama 24 jam. Uji pengemas Tidak di
Hitung daerah penyebarannya apabila temukannya
terdapat mikroba. kebocoran
Dari pengamatan analisis bedak tabur bakteri. Serta, serbuk tabur tidak boleh
Formula Diphenhidramine HCl diperoleh
digunakan untuk luka terbuka.
hasil :
Farmakologi dari sediaan serbuk
1. Uji keseragaman ukuran dengan
tabur yaitu ketika serbuk tabur dipakai
bobot akhir 9,22 gram
2. Uji homogenitas didapatkan pada kulit, serbuk akan melalui folikel
semua serbuk lolos ayakan mesh rambut, kelenjar keringat atau kelenjar
20.
lemak, atau sel-sel selaput ke lapisan
3. Uji sifat alir di dapatkan waktu 17
detik untuk serbuk mengalir epidermis. Setelah itu serbuk akan
keluar dari corong. diadsorpsi, adsorbsi adalah penyerapan
syarat: uji sifat alir 100 gram
partikel hanya terdapat pada permukaan
mengalir dalam waktu 10 menit.
4. Uji sterilitas tidak terdapat saja. Adsorpsi serbuk pada umumnya
mikroba pada media agar. disebabkan oleh penetrasi melalui stratus
5. Uji pengemas dengan metilen
corneum dan kenaikan suhu pada kulit
blue tidak di temukan nya
kebocoran pengemas dapat menambah kemampuan penetran

zat yang dipakai.


HASIL DAN PEMBAHASAN Pada saat serbuk tabur di adsorbsi
Serbuk tabur adalah serbuk ringan maka akan masuk ke dalam lapisan kulit
yang bebas dari butiran kasar, digunakan yang telah teriritasi oleh jamur, bakteri
untuk penggunaan topikal. Umumnya dan bahkan akibat peradangan dan
serbuk tabur harus melewati ayakan kerusakan lapisan kulit tanduk. Bahan-
dengan derajat halus 100 mesh agar tidak bahan dalam serbuk tabur akan ikut
menimbulkan iritasi pada bagian yang teradsorbsi dan menghasilkan efek terapi
peka. Bahan yang digunakan pada dari gejala-gjala tersebut. Asam sitrat
pembuatan serbuk tabur harus bebas dari akan diadsorbsi pada lapisan kulit yang
teriritasi oleh bakteri dan peradangan peralatan, dan petugas telah terkontrol
sedemikian rupa sehingga kontaminasi
pada lapisan kulit. Bahan ini akan
mikroba tetap berada pada level yang
membunuh bakteri. setelah itu, akan
dapat diterima dalam area bersih (Ansel,
menghasilkan efek antiseptikum. 2008).

Antiseptikum adalah zat yang digunakan Bedak tabur termasuk sediaan steril

untuk membunuh atau mencegah yang harus tetap dijaga kesterilannya


karena untuk menghindarkan penggunaan
pertumbuhan mikroorganisme, biasanya
sediaannya yang dapat menginduksi
merupakan sediaan yang digunakan pada penyebaran kuman. Sebelum pembuatan

jaringan hidup. Dan efek keratelotik yang bedak tabur yang steril langkah terdepan
yaitu harus mensterilkan alat-alat serta
bersifat menguraikan keratin dan
bahan yang digunakan. Sterilisasi
antiinflamasi dilakukan untuk menghilangkan,

Bedak tabur atau sering disebut mematikan serta menghancurkan

dengan pulvis adspersorius adalah serbuk mikroorganisme baik yang patogen

ringan, bebas butiran kasar dimaksudkan maupun tidak. Sebelum dilakukan proses

untuk pemkaian luar, umumnya dikemas sterilisasi, terlebih dahulu dilakukan

dalam wadah yang bagian atasnya tahap pencucian alat dengan tujuan untuk

berlubang halus untuk memudahkan menghilangkan zat-zat pengotor serta

penggunaan, bedak tabur tidak boleh mikroorganisme hidup. Tahap

dipakai pada luka terbakar karena akan selanjutnya pengeringan dan pembukusan

menyebabkan luka yang terkena bedak alat dengan kertas kopi dengan tujuan

menjadi keras (Agoes,2009). agar alat-alat tidak terkontaminasi dengan


bakteri luar dan alat tidak pecah karena
Sterilisasi yang dilakukan dalam
umumnya terbuat dari kaca (Lucas,
pembuatan bedak tabur calagreen dan
2006).
calgreen ini menggunakan sterilisasi
proses aseptis yaitu metode pembuatan Proses sterilisasi yang dilakukan

produk steril menggunakan saringan yaitu metode sterilisasi panas kering

(filter) yang dilakukan dalam kondisi menggunakan oven pada suhu tidak

terkontrol. Suplai udara, material, kurang dari 250oC selama 60 menit


seperti talkum dan alat-alat logam seperti homogenitas partikel, sifat alir bedak, uji
pinset, spatel (Ansel, 2008). sterilitas dan uji pengemas.

Alat-alat yang terbuat dari kaca Uji keseragaman Ukuran


disterilisasi dengan metode panas uap
Pada uji keseragaman ukuran
menggunakan autoklaf pada suhu 121oC
dilakukan pengujian sediaan bedak tabur
selama 15 menit. Hal ini dikarenakan titik
dengan mengayak pada ayakan mesh.20.
o
didih air menjadi 121 C yang disebabkan
tekanan 1 atmosfer pada ketinggian
permukaan laut. Sterilisasi menggunakan
autoklaf dianggap sebagai metode yang
Tabel 4. Hasil ayakan bedak tabur
paling efektif karena metode ini bersifat
Perlakuan Formula
nontoksik, mudah diperoleh dan relatif
mudah dikontrol. Prinsip sterilisasi Sebelum 10 gram

dengan autoklaf adalah terjadinya diayak

koagulasi yang lebih cepat dalam Sesudah 9.22 gram


keadaan basah dibandingkan keadaan diayak
kering (Voight, 1995).

Penelitian ini mengenai bedak


Uji Sifat Alir
tabur Diphenhidramin HCl. Dimana
menggunakan eksipien mg stearate dan Pada uji sifat alir bedak dilakukan
talcum. dengan mengukur waktu yang diperlukan
oleh sejumlah tertentu zat untuk mengalir
Tabel 3. Komposisi Formulasi
Diphenhidramin HCl melalui lubang-lubang corong. Hasil uji
sifat alir serbuk bedak tabur Formula
Formula 1 Kadar
Diphenhidramin HCl
Diphenhid 2%
ramin HCl Tabel 5. Sifat alir dari bedak tabur

Mg stearat 1% Hasil Aliran (detik)


Formula Formula
Talk Ad 50 g 17 detik / 10 gram 17,45 / 10 gram

Terdapat beberapa analisis bedak Dari hasil pengujian Formula 1


tabur steril yaitu keseragaman ukuran, memiliki sifat alir 10 gram per 17 detik.
Hal tersebut menunjukan bahwa kedua berarti pengemasnya memiliki kualitas
formula memiliki sifat alir yang buruk yang memenuhi pengemas yang baik.
karena syarat sifat alir yang baik yaitu 10
Uji Homogenitas
gram per 1 detik.Hal ini disebabkan oleh
pengaruh dari eksipien yang digunakan , Homogenitas sediaan bedak tabur

eksipien yang digunakan kurang mampu yang dihasilkan dari Formula

memperbaiki sifat alir zat aktif dari diphenhidramin relatif baik berdasarkan

diphenhidramin HCl. uji homogenitas partikel. Hal ini terlihat


dari total 10 gram seluruh serbuk lolos
Uji Pengemas
dari ayakan mesh no 20. Dapat
Pada uji pengemas dilakukan disimpulkan bahwa proses pembuatan
dengan menganalisis kebocoran pada bedak tabur ini berhasil untuk kedua
pengemas sekunder sediaan. Aquadest formula tanpa adanya butiran kasar yang
yang volumenya telah dicatat dimasukan akan membuat iritasi dan rasa tidak
kedalam bejana, lalu ditambahkan nyaman dalam pemakaian.
metilen blue 1% dari aquadest yang
Hasil uji homogenitas serbuk
digunakan kemudian sediaan dicelupkan
bedak tabur Formula diphenhidramin
kedalamnya, diamkan 30 menit amati ada
Tabel 7. Hasil ayakan bedak tabur
perubahan warna kebiruan pada
pengemas sekuder. Dari hasil pengujian Ayaka Hasil

bahwa pengemas sekunder pada Formula n Formula 1

diphenhidramin tidak terdapat kebocoran Ayak Semua


dan secara lengkap dapat dilihat pada an bedak
Tabel 6. mesh melewati
no.20 ayakan
Tabel 6. Hasil uji pengemas

Hasil Uji pengemas


Uji Sterilitas
Tidak Bocor
Pada uji sterilitas dilakukan dengan
Dari hasil pengujian pengemas pengujian pada media agar dimana
sediaan bedak tabor diphenhidramin HCl sediaan ditaburkan pada media tersebut
tidak mengalami kebocoran ketika diuji dan diinkubasi selama 24 jam diamati ada
atau tidaknya pertumbuhan mikroba. Dari
hasil pengujian bahwa Formula Perlakuan Formula

Diphenhidramin HCl tidak terdapat 1 16.67 cm


mikroba yang berarti pembuatan bedak
2 16.33 cm
tabur steril secara proses aseptis berhasil
dan bebas mikroba. Hasil uji sterilitas Dari data yang diperoleh ,bedak tabor
dapat dilihat pada Tabel 8. memiliki daya sebar sekitaran 16cm atau
luas permukaannnya 16 cm.

Uji kadar air

Tabel 10. Hasil uji kadar air dan susut


pengeringan bedak tabur
Tabel 8. hasil uji sterilitas
Perlakuan Formula
Hasil Uji sterilitas Bobot awal 1 gram

Sampel bebas dari mikroba Bobot akhir 0.98 gram

Dari data yang diperoleh dapat Dari data yang diperoleh dapat
disimpulkan bahwa bedak tabor disimpulkan kadar air sekitaran 2% ,
memenuhi syarat sterilitas. berarti sediaan baik karena tak melebihi

Uji Daya lekat 10%. Jika melebihi maka mudah


ditumbuhi mikroba.Susut pengeringan
Tabel 9. Hasil Uji Daya lekat
nya yaknisekitaran 2 % juga.
Perlakuan Formula

1 >30 menit
KESIMPULAN
2 >30 menit
Sterilisasi yang dilakukan dalam
Dari data yang diperoleh dapat pembuatan bedak tabur ini menggunakan
disimpulkan bahwa bedak tabor sterilisasi proses aseptis yaitu metode
diphenhidramin memiliki daya lekat yang pembuatan produk steril menggunakan
bagus yakni lebih dari 30 menit. saringan (filter) yang dilakukan dalam

Uji Daya Sebar kondisi terkontrol. Dilakukan pengujian


sediaan bedak tabur terhadap dua formula
Tabel 2. Hasil daya sebar bedak tabur
antara lain pengujian keseragaman
ukuran, sifat alir, homogenitas, dan uji Agoes, G. 2009, Sediaan Farmasi Steril,
tingkat sterilitas sediaan. Penerbit ITB, Bandung,
Indonesia.
Hasil pengujian keseragaman ukuran
kedua formula memiliki keseragaman Ansel, H.C. 2008, Pengantar Bentuk
ukuran yang baik. Hasil pengujian sifat Sediaan Farmasi Edisi IV, UI
alir menunjukan bahwa kedua formula Press, Jakarta, Indonesia.
memiliki sifat alir yang buruk karena Lucas, Stefanus. 2006, Formulasi Steril,
tidak memenuhi syarat sifat alir yang baik Andi, Yogyakarta, Indonesia.
yaitu 10 gram per 1 detik. Pengujian Syamsuni, H.A. 2007. Ilmu resep.
homogenitas dapat disimpulkan bahwa Jakarta, EGC.
proses pembuatan bedak tabur ini
Voight, R. 1995, Buku Pelajaran
berhasil untuk kedua formula tanpa
Teknologi Farmasi, UGM
adanya butiran kasar yang akan membuat
Press, Yogyakarta, Indonesia.
iritasi dan rasa tidak nyaman dalam
pemakaian. Kemudian dari hasil
pengujian sterilitas kedua formula tidak
terdapat mikroba yang berarti pembuatan
bedak tabur steril secara proses aseptis
berhasil dan bebas mikroba.

SARAN

Sterilisasi proses pembuatan


bedak tabur terbukti lebih efektif
menggunakan metode sterilisasi aseptis
dibanding sterilisasi akhir, karena metode
sterilisasi akhir dapat merusak komponen
beberapa eksipien maupun zat aktif itu
sendiri, sehingga akan berdampak buruk
untuk sediaan.

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai