Anda di halaman 1dari 6

No.

Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 16 Januari 2017

Halaman : 1 dari 2

Puskesmas Ditetapkan oleh


Kecamatan dr. Atika
Tanjung Priok 1967013120017012006

1. Pengertian Suatu tindakan untuk membunuh kuman pathogen dan apathogen beserta
sporanya pada peralatan perawatan dan kedokteran dengan cara
merebus, stoom, panas tinggi atau menggunakan bahan kimia
2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi 1. Undang - UndangNomor 25 Tahun 2004
tentangSistemPerencanaan Pembangunan Nasional
2. Undang - UndangNomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan
3. PeraturanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor 7 Tahun
2014 tentangPerencanaandanPenganggaranBidangKesehatan
4. PeraturanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor 28 Tahun
2014 tentangPelaksanaan Program JaminanKesehatan Nasional
5. PeraturanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor 11 Tahun
2015 tentangPetunjukTeknisBantuanOperasionalKesehatan
6. PeraturanMenteriKesehatanRepublik Indonesia Nomor 75 Tahun
2015 tentangPusatKesehatanMasyarakat
7. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, proses, dan
praktik, Alih bahasa, Yasmin Asih, Edisi 1, Jakarta : penerbit Buku
Kedokteran, EGC
8. Pedoman Teknis Perawatan Dasar. Jakarta : Sub Direktorat
Perawatan Kementrian Kesehatan RI.

5. Alat dan
bahan
6. Prosedur/ 1. Dekontaminasi
Langkah- a. Memakai sarung tangan
b. Menyiapkan bak perendaman yang telah diisi dengan larutan
langkah
clorin 0.5 %
c. Memasukkan alat-alat kesehatan atau alat laboratorium yang
sudah terpakai dan bisa digunakan lagi kedalam bak
perendaman
d. Biarkan kurang lebih 10 menit
2. Pencuciandan Pembilasan
a. Membuka kran air dengan cara memutar searah jarum jam
(model kran bukan putaran) dengan tangan kanan
b. Mengambil peralatan bekas pakai yang sudah didekontaminasi (
hati-hati bila memegang peralatan yang tajam, seperti gunting
dan jarum jahit). Agar tidak merusak benda-benda yang terbuat
dari karet, jangan dicuci secara bersamaan dengan peralatan
dari logam atau kaca
c. Mencuci dengan hati-hati semua benda tajam atau yang terbuat
dari kaca dengan cara:
Menggunakan sikat dengan air dan sabun untuk
menghilangkan sisa darah dan kotoran dengan cara menyikat
dengan perlahan, searah dan berulang-ulang di bawah air
mengalir sampai sisa darah dan kotoran bersih disemua
permukaan
Membuka engsel, gunting dan klem dengan cara memutar
skrup secara perlahan kekiri sampai terlepas. Menyikat
dengan seksama terutama pada bagian sambungan dan sudut
peralatan dengan cara menyikat dengan pelahan , searah dan
berulang-ulang di bawah air mengalir sampai tidak tampak
noda darah atau kotoran
Memastikan sudah tidak ada sisa darah dan kotoran yang
tertinggal pada peralatan dengan cara melihat dengan
membolak-balik di bawah penerangan yang cukup terang
Megurangi prosedur di atas setiap benda sedikitnya tiga kali
(atau lebih bila perlu) dengan air dan sabun atau detergen
Membilas benda-benda tersebut dengan air bersih dengan
cara mengambil satu persatu alkes dan peralatan laboratorium
dan membilas satu persatu di bawah air mengalir
d. Mengulangi prosedur tersebut untuk benda-benda lain. Jika
peralatan akan didesinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi
(misalkan dalam larutan klorin 0.5 %), tempatkan peralatan
dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum memulai
proses (DTT)
e. Peralatan yang akan didesinfeksi tingkat tinggi dengan cara
dikukus atau direbus, atau disterilisasi di dalam autoclave/ oven
panas kering, tidak perlu dikeringkan dulu sebelum proses
sterilisasi dimulai
f. Selagi masih menggunakan sarung tangan, cuci sarung tangan
dengan air dan sabun, kemudian bilas dengan seksama
menggunakan air bersih
g. Melepas sarung tangan
h. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
3. Desinfeksi Tingkat tinggi / Sterilisasi
Metodesterilisasi yang dapat dipilih antara lain:
a. AUTOCLAVE
Menuangkan air sulingsecukupnya kedalam autoclave
Menuang air suling sampai batas tertentu kedalam autoclave
Menata tabung reaksi atau peralatan gelas lain di dalam
sedemikian rupa hinggan tersedia ruangan untuk bergeraknya
uap air secara bebas diantara alat-alat selama sterilisasi,
letakkan wadah kedalam autoclave dengan cara tabung reaksi
satu perstu dengan korentang, kemudian disusun didalam
wadah aluminium yang sudah terdapat didalam autoclave
dengan jarak minimal 0.5 cm dengan alat yang lain
Meletakkan tutup sterilisator pada tubuh sterilisator dan
meletakkan baut-baut penahan keatas tempat yang sesuai
dengan tutup sterilisator, kemudian kencangkan masing-
masing murnya secara bersama dalam tempat yang
berlawanan
Membuka pengatur klep pengaman, dalam keadaan terbuka
penahan tersebut letaknya lurus. Pasang pemanasnya. Uap
yang terbentuk pada dasar sterilisator akan mengalir keatas di
seputar wadah bagian dalam dan kemudian kebawah diantara
labu-labu dantabung-tabung kedasar wadah, memaksa
keluarnya udara dari dasar keatas melalui tabung pengeluaran
fleksibel dan klep pengaman
Bila uap air mulai keluar dengan deras (menimbulkan bunyi
mendesis) tutplah klep pengaman dengan cara mendorong
pengaturnya kebawah sehingga posisinya mendatar. Tekanan
dalam sterilisator akan naik dan dapat dibaca pada alat
pengukur tekanan
Mempertahankan tekanan pada suhu 121, dengan cara
mengurangi pemanasan seperlunya untuk mempertahankan
tekanan tersebut dengan cara mengecek tekanan dan suhu
pada alat penunjuk suhu dan tekanan
Menyeterilkan media dan peralatan dengan cara
mempertahankan tekanan 1 atm selama 15-20 menit yaitu
membiarkan alat bekerja selama 15-20 menit sambal terus
diawasi pada tekanan 1 atm
Mengawasi tekanan selama proses strerilisasi dengan cara
mengawasi angka yang tertera pada penunjuk tekanan
Mematikan pemanasan dan tunggulan sampai tekanan
kembali nol dan suhu telah turun sampai jauh di bawah 100C,
bukalah pengatur klep pengaman dengan cara meluruskannya
untuk mengeluarkan sisa uap yang tertinggal di dalam.
Kendurkan mur, lepaskan baut-bautnya dan angkat tutupnya.
Membuang air yang tersisa di dalam sterilisator dan keringkan
baik-baik semua bagiannya dengan cara menunggu alatnya
dingin kemudian membersihkan air yang tersisa sebanyak
kuang lebih 1 cm dengan lap yang bersih sampai kering
b. STERILISASI PANAS KERING (OVEN)
Membuka pintu oven dan meletakkan alat-alat yang akan
disterilisasi dengan rapi. Bila memungkinkan letakkan dalam
nampan sesuai dengan klasifikasi penggunaannya (missal:
heacting set, partus set, THT set, dll)
Menutup pintu oven dengan cara memastikan semua
peralatan sudah masuk dengan benar, menutup pintu oven
dengan rapat
Tunggu sampai suhu mencapai 170C dan biarkan selama 60
menit
Setelah selesai, tunggu sampai suhu turun, buka pintu oven,
keluarkan alat-alat yang sudah steril dengan menggunakan
korentang steril.
c. METODE ALTERNATIF REBUS ATAU KUKUS
Mengambil panic dengan penutup yang rapat
Merendam peralatan didalam air dengan cara mengisi panic

dengan alat yang akan disteril, menambahkan air setinggi


kurang lebih 2.5 cm diatas alat yang akan direbus, pastikan
semua alat yang akan direbus telah dipenuhi air dan menutup
rapat panci.
Memulai memanaskan air
Menghitung waktu saat air mulai mendidih dengan timer

selama 20 menit
Jangan tambahkan benda apapun kedalam air mendidih

setelah perhitungan waktu mulai, rebus selama 20 menit catat


lama waktu perebusan didalam buku khusus, biarkan
peralatan kering dengan cara diangin-anginkan sebelum
digunakan atau disimpan, pada saat peralatan kering gunakan
segera atau simpan didalam wadah diinfeksi tingkat tinggi
bertutup. Perlatan bisa disimpan sampai satu minggu asalkan
penutup tidak dibuka
Mengganti air setiap kali disinfeksi peralatan

Catatan:
Memberi label pada peralatan yang sudah steril dengan mencantumkan
nama, jenis peralatan, tanggal dan disterilkan
7. Diagram Alir
8. Hal-hal
yang perlu
diperhatikan
9. Unit terkait 1. KepalaPuskesmas
2. PetugasPoliUmum
3. Petugas KIA
4. Petugas PONED
5. PetugasLaboratorium
10. Dokumen
terkait

11.Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl. Mulai diberlakukan
HURUF BESAR
No. Dokumen :
DAFTAR No. Revisi :
TILIK Tanggal Terbit : 3 Januari 2017
Halaman : 1 dari 2
Puskesmas Ditetapkan oleh
Kecamatan dr. Atika
Tanjung Priok 1967013120017012006

TIDAK
NO LANGKAH KEGIATAN YA TIDAK
BERLAKU

Jakarta .....................................................
Pelaksana / Auditor

(.....................................................)

Unit / Program : ..
Nama Auditor : ..
Tanggal Audit : ..

Anda mungkin juga menyukai