Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah
menghasilkan perubahan gaya hidup manusia. Perkembangan
tersebut, telah menghapus manfaat penggunaan peralatan yang
sifatnya tradisional kepenggunaan peralatan yang serba modern.
Seiring dengan itu, perkembangan ketangkasan dan dipakai sebagai
senjata untuk mempertahankan diri dan menyerang. Tetapi akhir-
akhir ini busur dan panah merupakan aktivitas olahraga dan rekreasi
yang sudah populer dikalangan masyarakat modern.
Memanah merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh para
prajurit saat berperang. Awalnya aktivitas memanah digunakan untuk
berburu dan kemudian berkembang menjadi senjata dalam
pertempuran. Namun saat ini panahan lebih dikenal menjadi salah
satu cabang olahraga.
Seorang pemanah menggunakan busur panah untuk
menembakkan anak panah. Peralatan panahan yang digunakan dalam
olahraga memanah sudah tentu busur (bow), anak panah (arrow),
pelindung jari (finger tab), pelindung lengan (armguard), panah (side
wuiver), dan teropong (flied glasses).
Terlepas dari mana yang benar, maka yang jelas bahwa sebelum
panahan menemui bentuknya sebagai olahraga seperti yang kita kenal
saat ini, ternyata telah melalui masa pertumbuhan yang panjang.
Melalui peranan yang berbeda-beda, mula-mula panahan
dipergunakan orang sebagai alat untuk mempertahankan diri dari
serangan bahaya binatang liar, sebagai alat untuk mencari makan,
atau untuk berburu, untuk senjata perang dan baru kemudian
berperan sebagai olahraga baik sebagai rekreasi ataupun prestasi.
Dari isi pembahasan diatas maka penulis dalam makalah ini akan
membahas materi mengenai sejarah olahraga panahan sampai kepada
perkembangan panahan sebagai olahraga dan peraturan olahraga
panahan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana sejarah olahraga panahan?
2. Apa dan bagaimana peraturan olahraga panahan?
3. Bagaimana teknik dasar panahan bagi pemula?

1
1.3 Tujuan

1. Mengetahui sejarah olahraga panahan.


2. Mengetahui peraturan olahraga panahan
3. Menjelaskan teknik dasar olahraga panahan

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Panahan

2.1.1 Sejarah Awal Panahan


Darimana asal panahan, tidak dapat yang diketahui dengan pasti .
panahan merupakan senjata paling tua yang digunakan oleh manusia
sejak 50.000 tahun lalu , bahkan lebih tua dari itu. Para Ahli
Arkeologi memperkirakan dari lukisan-lukisan di gua-gua yang
sudah berumur 500.000 tahun, menemukan lukisan dinding yang
menggambarkan penggunaan panah oleh manusia untuk melindungi
dirinya dari binatang liar, dan sebagai alat untuk mencari makan.
Dari lukisan tersebut tergambar bahwa panah dipergunakan untuk
berperang
Panahan merupakan simbol dari kekuasaan dan kekuatan. Hal ini
memberikan status tertentu dan keberuntungan dalam lingkungannya.
Dalam legenda Yunani, orang-orang Amazon mendemostrasikan
kemampuan kaum wanitanya dengan memakai busur sebagai senjata
lambang kemenangan. Dinegeri tersebut, busur dihias dengan desain
warna-warni yang melambangkan Diana sebagai pemburu
ketamakan, dan cinta. Busur juga dikenal sebagai senjata suku-suku
primitifdi dunia timur. Senjata perang seperti bandul dan lembing
sudah dianggap out of date.
Menurut kitab suci Bible, orang-orang Mesir dan Israel dikenal
pemanah-pemanah handal. Hal ini dibuktikan dengan berbagai
pertempuran yang bisa mengubah sejarah. Busurdikembangan untuk
digunakan pasukan kapaleri. Di Inggris, kebanyakan orang memakai
busur panjang. Sedangkan di Prancis, orang-orang memakaibusur
silang (crass bow). Peperangan di Hasting, Crec, Agincourt, dan
perang Roses, di sini busur memainkan peranan penting. Orang
Yunani dan Turki membuat busur dari campuran kayu, tulang dan
lilitan kulit. Begitupun di Indonesia busur dan panah juga telah
menjadi senjata untuk berburuh dan berperang. Di Irian, Dayak
bahkan raja-raja di Jawa dalam ceritanya bahwa panah digunakan u
ntuk berburuh dan berperang.
Dalam cerita pewayangan di kenal pemanah-pemanah handal
seperti Arjuna, Karna, Srikandi, Mustokomeni, serta guru sekaligus
pelatih tersohor Durna. Kesemuanya menunjukkan bahwa busur dan

3
panah telah digunakan berabad-abad silam, namun dari mana asal
mulanya sampai sekarang tidak dapat diketahui.

2.1.2 Perkembangan Panahan Sebagai Olahraga


Henry VII, seorang pemanah Inggris yang juga menyenangi
pertaruhan. Hal ini dibuktikan dengan mengembangkan olahraga
pemanahan sebagai pertandingan atau kompetisi. Sehingga klub-klub
panahan mulai berdiri di Inggris 350 tahun yang lalu. Turnamen
panahan modern biasanya memakai sistem tiga dan tiga
berdasarkan tradisi Inggris, yaitu 3 anak panah dalam satu kali
bidikan. Hal ini mulai diperkenalkan pada pertengahan tahun 1900.
Klub panahan paling tua di Amerika Serikat adalah kelompok
Philadelphia, yang berdiri tahun 1828. Setahun kemudian, diadakan
turnamen/kejuaraan. Nation Archery Association (NAA: Asosiasi
Panahan Nasional) yang dibentuk tahun 1879. Disusul kemudian
dengan National Archery Field Archery dan California tahun 1939.
Pertama kali turnamen /kejuaraan, lapangan dibatasi untuk
menunjukkan pada penduduk dalam kondisi yang tertutup. Dalam
Olympiade ke-XX di Munich, Jerman Barat yang diadakan pada
musim panas tahun 1972 olahraga panahan termasuk olahraga yang
memperoleh mendali emas dan sudah berlangsung sejak tahun 1920.
Apalagi setelah International Archery Federation (Federasi Panahan
Internasional) berdiri tahun 1930, olahraga panahan menjadi lebih
mudah dikendalikan.

2.1.3 Perkembangan Olahraga Panahan Di Indonesia


Tidak jauh berbeda dengan sejarah panahan dunia, panahan di
Indonesia juga tidak diketahui secara jelas asal-usulnya. Namun, jika
ditelisik lebih dalam sejarah panahan di indonesia pun juga terbilang
cukup panjang. Berkaca dari cerita-cerita kuno yang menjadikan
seorang ksatria dengan panah sebagai senjata utamanya pada
kerajaan kuno seperti Arjuna, Sumantri, Ekalaya, Dipati Karno,
Srikandi dan sebagainya.
Olahraga panahan di Indonesia dimulai dengan diadakannya PON
I di Surakarta pada 1948 padahal Persatuan Panahan Indonesia
(Perpani) saja baru di bentuk pada 1953 di Yogyakarta atas prakarsa
Sri Paku Alam VIII. Barulah di adakan perlombaan pertama yang
sudah terorganisir dengan baik di Surabaya pada 1959. Setelah
terbentuknya Perpani, FITA (Federation Internationale de Tir A
4
Larc) yang mengadakan kongres tahun 1959 di Oslo, menerima
Indonesia (re: Perpani) sebagai salah satu anggotanya.
Dengan bergabungnya Indonesia sebagai anggota FITA,
perkembangan panahan Indonesia semakin pesat berkat banyaknya
bantuan alat-alat panah bantuan luar negeri yang lebih canggih yang
masuk ke Indonesia.
Pada 1988 di Olympic Games Soeul Korea Selatan, tim
panahan Putri Indonesia berhasil menempati urutan kedua dengan
kata lain mendapatkan medali perak yang merupakan medali raihan
pertama Indonesia sepanjang sejarah Olimpiade.

2.2 Peralatan Olahraga Panahan


Peralatan yang digunakan dalam panahan antara lain: busur
(bow), panah (arrow), pelindung jari (finger tab), pelindung lengan
(armguard), alat pembidik (visir/singhter/bowsight), alat peredam
getaran (stabilizer), kantong panah (side quiver), teropong (field
glasses). Sedangkan peralatan penunjang antara lain: sasaran yang
terdiri dari bantalan (buttress), penopang bantalan (standard), kertas
sasaran (target face).

2.2.1 Busur (bow)

Gambar 1. Bagian-bagian busur


5
Busur terdiri dari beberapa komponen diantaranya adalah:
1) Pegangan (handle section/riser),
2) Dahan busur atas (upper limb),
3) Dahan busur bawah (lower limb),
4) Tali busur (bow string),
5) Lilitan tengah (serving),
6) Pembatas nock/ekor panah (nock locator),
7) Lilitan ujung,
8) Tempat pegangan (grip),
9) Alat pembidik (visir/sighter)
10) Klicker,
11) Tempat sandaran panah (arrow rest),
12) Stabilisator pendek,
13) Toque flight compensator (TFC),
14) Stabilisator panjang,
15) Stabilisator pendek,
16) Ukuran busur 68 inchi dan berat tarikan 40 pound.
Alat pertama yang harus dimiliki oleh calon pemanah adalah
bow. Ini dikarenakan pemilihan anak panah akan sangat bergantung
kepada bownya. Bow sebaiknya yang laminasi, sentershoot, dan
mempunyai working recurve.Ada dua jenis bow utama yang bisa
digunakan untuk menembak sasaran atau berburu, yaitu single
piece bow dan take down bow.
Take down bow lebih disukai karena lebih mudah untuk
disimpan dayau dibawa-bawa.untuk pemula, take down bow
memiliki keuntungan lebih karena dapat ditambah limb-limb baru
secara bertahap daripada membeli bow yang lengkap. Demikian
halnya untuk pemanah yang suka target dan berburu, dapat
menggunakan handle riser yang sama dengan 2 set limb, daripada
menggunakan 2 bow, untuk mengurangi perbedaan berat (draw
weight).
Terdapat dua hal yang harus diperhatikan saat membeli bow,
yaitu draw weight dan length. Draw weight yang paling baik untuk
pemula adalah 15 sampai 25 pound. Sedangkan untuk lenghtnya,
supaya stabil dianjurkan tidak ada bow yang kurang dari 58 #.
Panjang bow yang disukai tergantung pada panjang archers draw,
karena orang dengan short draw akan mempunyai penampilan yang
6
maksimal dengan bow yang lebih pendek. Panjang bow yang
direkomendasikan adalah sebagai berikut.
60-64 untuk orang dengan draw 24 atau kurang.
65-66 untuk orang dengan draw 25-26.
67-68 untuk orang dengan draw 27-28.
69-70 untuk orang dengan draw 29 atau lebih.
Pemanah pemula sebaiknya menggunakan string yang terbuat
dari Dacron dengan center serving dari nilon (mulfilament nylon
serving thread). Ini dikarenakan string yang center servingnya
terbuat dari monofilament nylon dapat membuat jari-jari sakit dan
menimbulkan masalah teknis lainnya.
Dengan demikian, monofilament tidak dianjurkan bagi
pemula. Bow string terdapat dalam beberapa varian warna. Untuk
memilihnya, Anda dapat meminta bantuan shooter untuk mencoba
beberapa di antaranya, kemudian pilihlah warna yang paling enak
dilihat. Nomor atau jalinan stand dalam string sebaiknya sebagai
berikut.
8 untuk bow sampai 20 #.
10 untuk bow antara 20 sampai 35 #.
12 untuk bow antara 35 sampai 45#.
14 untuk bow antara 45 sampai 55#.
Panjang bow string menentukan tinggi string. Untuk straight
bow atau bow lurus, tinggi string biasanya antara 6 sampai 8 .
Semi recurry bow adalah jenis yang biasanya dipakai untuk kelas-
kelas pemula. Untuk jenis ini, biasanye memerlukan tinggi string
sekitar 6. Bila si pemanah menembak satu atau lebih bow yang
mahal yang mempunyai working recurry, dia sebaiknya
menggunakan range string 4 sampai 4,5 lebih pendek daripada
bow.
Item Tambahan Untuk Bow
Terdapat beberapa item tambahan untuk bow yang digunakan,
yaitu sebagai berikut.
1. Arrow rest
Arrow rest mungkin sudah terpasang pada bow. Bila
diperlukan, Anda bisa membeli adhesive back arrow rest yang bisa
dibongkar pasang. Rest ini juga harus memiliki beberapa jenis
pressure point, namun jika tidak ada, maka Anda harus
menambahkannya.
2. Bow Sight
7
Untuk pemula, strip adhesive back insulasi yang ditempatkan
di muka bow dan sebuah big head straight pin sebagai sight pin
sudah cukup baik.
3. Kisser Button
Button yang dijual biasanya terbuat dari plastik atau karet
yang tahan lama dan efektif. Button yang lebih besar harus ditrim
supaya memenuhi peraturan turnamen. Kisser button juga dapat
dibuat dengan cara memotong ban truk bagian dalam. Lubang
untuk string dapat dibuat dengan jepit rambut dan stringnya ditarik
lewat lubang itu.
4. Level
Level digunakan untuk mengecek apakah bownya vertical
atau tidak. Jika tidak, maka tidak dapat digunakan dalam turnamen.
5. Nock Locator
Noct locator yang cukup baik digunakan adalah dental floss
(semacam pasta gigi). Jika ingin kualitas yang sangat baik, maka
bisa menggunakan metal nock locator yang tahan lama, meski
harganya cukup mahal. Zat ini dibubuhkan pada string dan diklem
di tempatnya dengan alat khusus.
6. Pressure Point
Pressure point dipakan untuk memperoleh arrow flight yang
optimum. Pressure point ini bisa dikembangkan maupun
dikempiskan.
7. Stabilizer
Target bow yang baik memiliki stabilizer yang sudah
terpasang sejak awal.
8. String Peep
Alat ini digunakan untuk meluruskan string. Namun, alat ini
tidak mutlak dimiliki karena dalam turnamen pun alat ini tidak
digunakan

2.2.2 Panah (arrow)


Bagian-bagian panah adalah sebagai berikut:
1) Bedor (arrow head/point),
2) Gandar (shaft),
3) Hiasan (cresting),
4) Bulu (fletching),
5) Ekor panah (nock).

8
Gambar 2. (jenis mata dan bulu panah)
Ada 3 jenis arrow yang biasa digunakan dalam olahraga
panahan, yakni yang terbuat dari kayu, fiberglass, dan alumunium.
Tiap jenis arrow memiliki karakteristik tersendiri dan menghasilkan
penampilan yang berbeda dengan bow yang sama. Dalam membeli
arrow, ukuran shaft dan bow harus dipertimbangkan. Panjang draw
dari shooter menentukan yang mana ukuran shaft yang terbaik
karena panjang arrow dapat mengubah rusuk dari ukuran shaft
tertentu.
Untuk menentukan draw length sangatlah mudah, caranya
dengan menaruh arrow yang sudah ditandai dalam inchi. Bagi
pemula, pilih panjang draw yang satu inchi lebih panjang dari
ujung bow. Jika panjang sudah ditentukan, pilih ukuran arrow yang
tepat.
Untuk memilih berat bow yang tepat dapat dilakukan dengan
cara melihat manufacture spine arrow yang diinginkan. Bila
diperlukan, cobalah arrow sebelum membelinya. Banyak
perkumpulan pemanah yang memiliki koleksi berbagai arrow
dengan beragam panjang dan ukuran.
1. Arrow dari Kayu
Arrow yang paling mudah didapat adalah yang terbuat dari
kayu. Namun, arrow ini tidak tahan lama karena dapat diserang
rayap, terutama jika disimpan di tempat lembap. Arrow dari kayu
biasanya dipakai oleh pemburu karena hanya digunakan untuk satu
musim saja dan seringkali hilang saat digunakan ketika menembak
buruan. Beberapa negara melarang penggunaan arrow fiberglass

9
dan alumunium untuk berburu.

Gambar 3. Arrow kayu


2. Arrow Fiberglass
Jenis ini merupakan pilihan yang paling pas untuk pemanah
pemula, namun harganya cukup lumayan. Arrow jenis ini tidak
melengkung, tapi dapat patah jika mendapat tegangan atau tekanan
yang besar. Untuk pemanah parttime, arrow jenis ini lebih tahan
lama. Tapi, untuk target shooting, arrow ini lebih berat dari
alumunium sehingga pemanah akan kesulitan untuk mencapai jarak
yang jauh.
3. Arrow Alumunium
Arrow jenis ini dinilai sebagai arrow terbaik dibanding dengan
kedua jenis lainnya, yaitu arrow kayu dan arrow fiberglass. Arrow
ini biasanya digunakan untuk keperluan turnamen. Arrow ini dapat
melengkung, tetapi dapat diluruskan kembali jika tidak ada bekas
tekanan.
Untuk jenis fletchingnya sendiri bisa dipilih sesuai selera.
Biasanya fletching dari bulu adalah pilihan terbaik untuk pemanah
pemula dan pemanah indoor. Selain yang terbuat dari bulu,
fletching dari plastik pun cukup baik dan tahan lama karena tidak
mudah rusak meskipun terkena air atau hujan.
Memilih Busur Dan Panah
Sebelum memilih panah dan busur terlebih dahulu harus
ditetapkan panjang panah dan panjang busur. Panjang panah harus
sesuai dengan panjang tarikan saat memanah. Sebagai patokan
dapat digunakan cara sebagai berikut:
rentangkan kedua lengan lurus kesamping. Ukur panjang
rentangan dari ujung jari tangan kiri ke ujung tangan kanan.
Selanjutnya gunakan tabel dibawah ini. Misalnya, diketauhui
panjang rentangan 173 cm, maka panjang panah 68 cm.

10
Tabel 1
Ukuran panjang panah
Jarak Dari Ujung Jari Panjang Panah
Kanan (Cm) (Cm)
140-145 54-56
146- 152 57-59
153-159 60-62
160-167 63-65
168-174 66-68
175-181 69-71
182- 189 72-73
Lebih dari 189 Lebih dari 73

Setelah panjang panah diketahui, kemudian menentukan


panjang busur dengan menggunakan Tabel 2. Misalnya, panjang
panah 69 cm, maka panjang busur 167 cm. Selanjutnya tentukan
berat tarikan busur yang sesuai dengan kekuatan masing-masing.
Bagi pemulah dianjurkan 7,5 sampai dengan 15 kg.
Tabel 2
Ulkuran Panjang Busur
Panjang Panah Panjang Busur
(Cm) (Cm)
52-58 152
59-63 157
64-67 162
68-72 167
73-80 172

Cara memilih panah: setelah diketahui panjang panah,


tambahkan 3 cm (ini untuk pemanah pemulah ronde nasional).
Berat panah yang dapat dipergunakan dianjurkan 17 sampai dengan
20 gr. Pilih panah yang lurus, berat, diameter dan warnah bulu
panah yang sama.
Cara memilih busur: pilih busur yang lurus, dengan cara
melihat dari ujung yang satu keujung yang lain. Pasanglah tali
busur itu dan pastikan bahwa lentingan dahan bawah dan dahan
atas simetris. Letakkan tangan pada pegangan busur (grip) dan
11
rasakan bahwa pegangan itu enak/sesuai. Selanjutnya, timbanglah
busur itu untuk menentukan bahwa berat busur sesuai dengan
kekampuan/kekuatann pemanah.

2.2.3 Pelindung Jari,Lengan Bawah, Dan Tempat Panah


Peralatan penting lainya yang harus disediakan pemanah
selain busur dan panah antara lain pelindung jari (fingger tab),
pelindung lengan bawah (armguard), dan tempat panah (quivers).

Gambar 4. Pelindungjari, lengan bawah, dan tempat panah.

2.2.4 bantalan dan target face


Bantalan target face yang digunakan dalam panahan berbeda-
beda tergantung pada ronde apa yang digunakan. Pada ronde
tradisional target face berukuran 80 cm, ronde nasional (perpani) 80
cm, dan ronde FITA 122 cm untuk jarak 60 m, dan 70 m.
Sedangkan jarak 30 m dan 50 m di gunakan 80 cm.

2.3 Peraturan Cabang Olahraga Panahan


Recurve, Compound dan standar Bow : Untuk jarak jauh
menembakkan 6 anak panah, sebanyak 6 seri. Jadi total hasilnya
dikalikan 6. Dan untuk jarak 50 dan 30 meter, harus menembakkan
anak 3 anak panah dikali 12. Penilaian ini berlaku untuk semua
ronde.
Kompetisi di panahan dapat diadakan baik di dalam ruangan
atau di luar ruangan. Jarak dari garis shooting target adalah 18 meter
dan 25 meter untuk indoor pemain. Kolam pemain menembak dari
jarak 30 meter untuk 90 meter untuk senior pemanah karena di luar
kompetisi terdiri dari beberapa jarak; Junior pemanah bisa menembak
dari jarak dekat. Digunakan dalam Olimpiade jaraknya 70 meter.
12
Kompetisi masing-masing dipisahkan menjadi berakhir.
Dalam salah satu akhir, seorang pemanah diperbolehkan untuk
menembak tiga atau enam panah tergantung pada jenis putaran
dimainkan. Setelah setiap akhir, para pemain berjalan menuju target
mereka untuk menentukan nilai mereka dan mengambil panah
mereka. Dalam putaran indoor kompetisi, ada dua puluh berakhir
dengan tiga panah setiap akhir. Kolam kompetisi biasanya
memungkinkan gambar per akhir walaupun ini mungkin bervariasi.
Semua pesaing menembak dari serangkaian penembakan baris dan
hanya melepaskan dan mengambil mereka panah pada perintah.
Dalam kompetisi resmi, ada batas waktu standar yang
ditetapkan untuk pemanah menembak panah mereka. Hal ini
memerlukan tujuan yang cepat dan pasti dari pemanah. FITA
memberikan dua menit untuk menembak tiga panah dalam kompetisi
indoor. Namun, suara menghasilkan perangkat seperti peluit yang
pernah digunakan untuk sinyal bahwa waktu sudah habis. Perangkat
signaling diam seperti lampu dan bendera digunakan sehingga tidak
untuk unnerve atau mengalihkan perhatian sang pemanah yang dapat
mengakibatkan sebuah panah tersesat. Banyak perhatian diberikan
untuk memastikan pesanan dan keselamatan pemanah, pejabat dan
penonton karena panahan adalah olahraga yang menggunakan senjata
yang dapat mematikan.
Dan didalam olahraga panahan, target ditandai dengan
sepuluh cincin konsentris piringannya. Dalam setiap cincin
konsentris, nilai dari satu sampai sepuluh ditetapkan. Cincin terdalam
disebut X cincin dan menjadi cincin kesepuluh dalam kompetisi
indoor. Cincin X dianggap tiebreaker di kolam kompetisi dan
barangsiapa Partitur jumlah yang paling x menang. FITA warna
cincin target sebagai berikut: 1 dan 2 cincin berwarna putih, cincin, 3
dan 4 hitam, 5 dan 6 cincin biru, 7 dan 8 cincin berwarna merah dan
9 dan 10 cincin emas.
Skor dari setiap archer adalah jumlah dari nilai-nilai cincin
yang terkena panah. Dalam acara di mana panah hits garis batas of
the rings, Skor yang lebih tinggi diberikan untuk archer. Nilai-nilai
yang dinilai oleh setiap pemain dicatat pada lembar Skor dan mereka
harus dalam urutan terlepas dari urutan nyata gol. Sebelum dan
selama penilaian, benar-benar tidak diperbolehkan untuk menyentuh
panah. Ketika konflik timbul dalam penilaian, seorang hakim
dipanggil dan ia akan memerintah di mana panah kebohongan. Hanya
13
setelah penilaian dan kapan setiap lubang ditandai akan panah
dihapus. Poin akan diberikan ke lubang bertanda yang terjadi dalam
peristiwa-peristiwa seperti melewati atau bouncer. Lulus
melalui adalah ketika panah melewati target sementara penjaga
ketika panah hits target tapi memantul.
Ukuran wajah target sangat tergantung pada jenis putaran
dimainkan dan jarak dari garis menembak. Ukuran umum namun
diatur oleh FITA yang: 40 cm untuk di dalam ruangan dengan 18 m
jarak, 60 cm untuk indoor dengan jarak 25 m, 80 cm untuk kolam
dengan 30 dan 50 m jarak dan 122 cm untuk kolam dengan 70 dan 90
m jarak. Dalam Olimpiade, 122 cm target wajah digunakan.

2.4 Kejuaraan Cabang Olahraga Panahan


Pertama kali turnamen /kejuaraan, lapangan dibatasi untuk
menunjukkan pada penduduk dalam kondisi yang tertutup. Dalam
Olympiade ke-XX di Munich, Jerman Barat yang diadakan pada
musim panas tahun 1972 olahraga panahan termasuk olahraga yang
memperoleh mendali emas dan sudah berlangsung sejak tahun 1920.
Apalagi setelah International Archery Federation (Federasi Panahan
Internasional) berdiri tahun 1930, olahraga panahan menjadi lebih
mudah dikendalikan.
Di Indonesia dikenal beberapa jenis (ronde) panahan yang
diperlombakan, antara lain:
(a) Ronde FITA (Federation Internationale de Tir a I'arc),
(b) Ronde Perpani (sekarang ronde Nasional), dan
(3) Ronde Tradisional.
Atas prakarsa dari Sri Paku Alam VIII. Kejuaraan Nasional
Panahan pertama diselenggarakan di Indonesia pada tahun 1959 di
Surabaya.
2.5 Atlet-Atlet Dalam Olahraga Panahan
Dalam Kejuaraan Dunia Panahan 2015 di Kopenhagen, Denmark,
pada 26 Juli-2 Agustus lalu Indonesia berhasil meriah dua tiket di
kategori recurve yaitu satu putra dan satu putrid. Tiket ini diperoleh
setelah keberhasilan pemanah putri Ika Yuliana Rochmawati
menembus fase delapan besar, dan kesuksesan pemanah putra Riau
Ega Agata Salsabia dalam menembus partai final kualifikasi
olimpiade.
Indonesia sukes di nomor perseorangan, namun tim di nomor
beregu gagal menembus 16 besar. Tim putri digawakili oleh tiga
14
srikandi Diananda Choirunisa, Titik Kusumawardani, dan Ika
Yuliani. Sementara tim putra digawangi oleh Hendra Purnama, Riau
Ega Agata Salsabila, dan Muhammad Hanif Wijaya.
Artinya, Indonesia sudah memiliki dua tiket untuk melaju ke
Olimpiade 2016. Tinggal satu lagi tiket beregu yang harus tim
panahan ini perjuangkan di turnamen selanjutnya. Meski demikian,
Adi mengatakan belum memastikan siapa nama yang ditunjuk
menjadi wakil Indonesia di kategori perseorangan tersebut.
Rencananya, akan dilakukan seleksi untuk menentukan nama-nama
atlet yang akan maju di Olimpiade. Apalagi, tiket beregu belum
keluar. Pada 1 Mei 2016 mendatang, nama sudah harus dipastikan
dan tidak ada penggantian lagi untuk daftar ke Olimpiade.
Saat ini, Adi menuturkan akan mengkonsolidasikan kembali
dengan semua pihak baik atlit dan pengurus untuk membahas
persiapan dan program jangka pendek ke depan. Apalagi, para atlet
menurutnya terkendala oleh persoalan sekolah dan pekerjaan mereka.
Dalam waktu dekat, para atlet panahan akan fokus terlebih dahulu
untuk mengikuti kejuaraan tingkat Asia di Bangkok, Thailand, pada
November mendatang. Di kejuaraan ini, Indonesia tidak berhak
merebut tiket lagi. Turnamen ini diperuntukkan bagi negara yang
belum meraih tiket ke Olimpiade. Sementara, Indonesia sudah
mengantongi dua tiket di turnamen sebelumnya.
Selanjutnya, atlet panahan akan mengikuti babak kualifikasi
PON. Rencananya, mereka akan diberi peluang untuk
menjalani training camp di Spanyol pada Desember. Namun, belum
ada kepastian akan agenda ini.
Setelah itu, barulah tim panahan Indonesia fokus untuk
merebutkan tiket beregu dalam kejuaraan yang rencananya bakal
digelar di Antalya, Turki, atau Polandia. Di turnamen yang
dijadwalkan pada Februari-Maret inilah, Indonesia diberi kesempatan
untuk meloloskan tim beregu panahan ke Olimpiade Rio.
Usai melewati serangkaian turnamen dan persiapan ini, tim
panahan akan menentukan nama dan fokus mempersiapkan
pertandingan di Olimpiade Rio.
2.6 Teknik-Teknik Dasar Panahan
Pemanah pemula dalam latihan panahan harus mengetahui dan
mencoba cara memasang tali yang benar pada busur. Cara memasang
tali yang benar penting sekali, yaitu agar bususr tidak patah
dan nocking point berada pada posisi yang benar.
15
Ada dua cara memasang tali pada busur:
1. Metode dorong tarik (push pull)
Metode ini dipakai pada busur yang lurus dan
melengkung. Tali dipasang secara tepat di dalam notch dari sisi
busur sebelah bawah yang dibiarkan tenang. Tangan yang satu
menarik bagian tengah bususr keluar, sedangkan tangan yang
lain mendorong untuk memaksa sisi busur kearah bawah.
Ketika lengkungan diperoleh, jari harus menyumbat ujung tali
dalam penakik busur atas (notch). Tali yang sudah dipasang
harus diperiksa yaitu dalam keadaan lurus dengan busur.
Pemanah harus hati-hati dalam menggunakan metode ini,
karena jika saat mendorong tidak hati-hati tangan bisa
tergelincir, akibatnya bususr bisa terbang ke depan dan dapat
memukul wajah.

2. Metode Tindak Langkah


Menempatkan sayap bawah di depan salah satu kaki dan
tali bususr berada diantara kaki yang lain. Pemanah manarik
sayap bagian atas maju di atas paha dan masukkan tali sampai
takik pada ujung sayap. Kelemahan metode ini pemanah
cenderung sering menarik sayap bagian atas kea rah badan
menjadi suatu garis lurus dengan tali bususr dan busur
melengkung secara alami.

Teknik memanah bagi pemula pada dasarnya ada sembilan langkah,


yaitu :

1. Sikap Berdiri (stand)


Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, Sikap/posisi kaki
pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh: (1)
titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara
seimbang, (2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke
belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri. Terdapat
empat macam sikap kaki dalam panahan, yaitu open stand,
square stand, close stand, dan oblique stand, yang kebanyakan
dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau
sikap sejajar.
a. Sejajar (square stance)

16
1) Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar
dengan garis tembak.
2) Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara
ini 1 sampai 2 tahun, selanjutnya baru beralih ke terbuka
(open stance)
3) Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis
lurus dengan sasaran, namun dalam hal ini perlu diingat,
yaitu pada waktu menarik dan holding cenderung badan
bergerak.
b. Terbuka (open stance)
1) Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis
tembak.
2) Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
3) Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan
pemanah lebih mudah untuk focus kedepan.
4) Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan,
katena pada tarikan penuh akan banyak space room pada
bahu.
2. Memasang Ekor Panah (nocking)
Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri,
Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke
tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan
gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest).
Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik
pada tali dan siap menarik tali. Memasang ekor panah dalam
olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan
baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk
memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang
sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.
3. Mengangkat Lengan Busur (extend)
Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri,
Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm)
setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.
Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan
busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari
tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya
diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur
terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V,

17
yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan
busur),
4. Menarik Tali Busur (drawing)
Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, Gerakan
menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung.
Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik
tali di dagu. Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu pre-draw,
primary draw dan secondary draw. Pre-draw adalah gerakan
tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi
pergelangan tangan telah dikunci.Primary-draw atau tarikan
utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali
menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat
pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi
penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah
gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai
melepas tali (release).
Didalam buku penataran pelatih program pembinaan
cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP yang
dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak
(wirst), dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada posisi lurus
kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang.
Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan
jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot
yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan
pada halaman-halaman sebelumnya, di bawah ini adalah
gambar menarik busur :
5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut
Damiri, Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian
dagu. Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran
tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di
bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali
pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran,
yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping.
Pada penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian
tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di
bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh
pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan
penarik menempel di bawah dagu.
18
6. Menahan Sikap Panahan (tighten)
Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah:
Suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah
penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini
otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus
berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan
dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat
membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.
7. Membidik (Aiming)
Membidik (aiming), menurut Damiri: Gerakan
mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada
tengah sasaran/titik sasaran. Pada posisi membidik, posisi
badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian
pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan
pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih
baik.
8. Melepas Tali/Panah (release)
Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: Gerakan
melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik
tali. Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead release
dan active release. Pada dead release setelah tali lepas, tangan
penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali
lepas. Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali
bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.
Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk
memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam
setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah
getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan
panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan
anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap
sasaran.
9. Menahan Sikap Panahan (after hold)
Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri,
Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat
(beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur.
Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan
gerak panahan yang dilakukan.
Di dalam buku penataran pelatih program pembinaan
cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP after hold
19
adalah Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus
kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah
menyentuh permukaan sasaran.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Darimana asal panahan, tidak dapat yang diketahui dengan pasti .
panahan merupakan senjata paling tua yang digunakan oleh manusia
sejak 50.000 tahun lalu , bahkan lebih tua dari itu.
Tidak jauh berbeda dengan sejarah panahan dunia, panahan di
Indonesia juga tidak diketahui secara jelas asal-usulnya. Namun, jika
ditelisik lebih dalam sejarah panahan di indonesia pun juga terbilang
cukup panjang.
Panahan adalah kegiatan menggunakan busur panah untuk
menembakkan anak panah ke sasaran.olahraga panahan ini juga
termasuk permainan target.
Teknik-teknik dasar olahraga panahan ada sembilan, yaitu :
1. Sikap Berdiri (stand)
2. Memasang Ekor Panah (nocking)
3. Mengangkat Lengan Busur (extend)
4. Menarik Tali Busur (drawing)
5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
6. Menahan Sikap Panahan (tighten)
7. Membidik (Aiming)
8. Melepas Tali/Panah (release)
9. Menahan Sikap Panahan (after hold)

3.2 Saran

20
Supaya pertumbuhan dan perkwmbangan olahraga panahan
berjalan normal, maka sebagai mahasiswa sebaiknya sekaligus calon
guru, setidaknya kita ikut berpartisipasi dalam memotivasi dan
merangsang masyarakat umum untuk mencintai dan mengembangkan
olahraga panahan ini.

21