Anda di halaman 1dari 4

Langkah 5

Menghitung saldo sewa dibayar dimuka per 30 November 2006

Saldo sewa dibayar dimuka per 1 November 500 Dari neraca 31 Oktober 2006
2006
Ditambah :
Pembayaran sewa bulan tahun 2008 0 Dari informasi pengeluaran kas
Saldo sewa dibayar dimuka 500
Dikurangi :
Beban sewa November 2006 150 Lihat anggaran laba rugi
Saldo sewa dibayar dimuka per 30 November 350
2006

Langkah 6
Menentukan saldo aset tidak lancar per 30 November 2006
1. Peralatan Kantor
Harga perolehan peralatan per 1 Rp10.000
November Dari neraca 31 Oktober 2006
Pembelian peralatan tahun 2006 Rp0
Harga perolehan peralatan per Rp10.000
31 Oktober 2006

2. Akumulasi Penyusutan Peralatan

Saldo akumulasi penyusutan per Rp5.000


1 November Dari neraca Oktober 2006
Beban penyusutan tahun 2006 Rp500 Dari anggaran laba rugi
Akumulasi penyusutan per 30 Rp4.500
November 2006

3. Mesin
Harga perolehan mesin per 1 Rp20.000
November 2006 Dari neraca 31 Oktober 2006
Rp0 Lihat informasi tambahan
Pembelian mesin tahun 2006 pengeluaran kas
Harga perolehan kendaraan per Rp20.000
31 Oktober 2006
3. Akumulasi Penyusutan Mesin

Saldo akumulasi penyusutan per Rp5.000


1 November 2006 Dari neraca 31 Oktober 2006
Beban penyusutan tahun 2006 Rp.0 Dari anggaran laba rugi
Akumulasi penyusutan per 31 Rp5.000
Desember 2008

Langkah 7
Menghitung saldo utang dagang per 30 November 2006
Saldo utang dagang per 1
Rp 4.000 Dari neraca 31 Oktober 2006
November
Ditambah:
Pembelian bahan baku Rp.5000 Dari anggaran biaya produksi
Saldo utang dagang per 1
Rp9.000
November
Dikurangi:
Dari informasi pengeluaran
Rp6.000
Pembayaran utang dagang kas
Saldo Utang Dagang per 31 Rp.3000
Desember 2008

Langkah 8
Menghitung saldo utang bunga
per 30 November 2006
Saldo utang bunga per 1
Rp.0
November 2006 Dari neraca 31 Oktober 2006
Ditambah:
Beban bunga tahun 2008 Rp300 Dari anggaran laba rugi
Saldo utang bunga per 31 Rp.300
Desember 2008
Dikurangi:
Pembayaran bunga tahun 2006 Rp300
Saldo utang bunga per 30 Rp0
November 2006
Langkah 9
Menghitung saldo utang gaji dari upah tenaga kerja langsung per 30
November 2006
Dari neraca 31 Desember
Saldo utang gaji per 1 November Rp0 2007
Ditambah:
Biaya tenaga kerja langsung Rp2000 Dari anggaran produksi
Saldo utang gaji Rp2000
Dikurangi:
Pembayaran gaji tenaga kerja Rp2000 Dari informasi pengeluaran
langsung 2006 kas
Saldo Utang Gaji per 31 Rp0
November 2006

Langkah 10
Menghitung saldo saham biasa per 30 November 2006
Saldo saham biasa per 1 Rp22.000 Dari neraca Oktober 2006
November
Ditambah:
Penerbitan saham baru tahun Dari informasi penerimaan
Rp.0
2006 kas
Saldo Saham Biasa per 30 Rp22.000
November 2006

Langkah 11
Menghitung saldo akun saldo laba per 30 November 2006
Saldo akun saldo laba per 1
November Rp3.500 Dari neraca 31 Oktober 2006
Ditambah:
Laba bersih tahun 2006 Rp4.500 Dari anggaran laba rugi
Saldo akun saldo laba per 1
November Rp8.000
Dikurangi:
Pembayaran dividen tahun 2008 Rp5.000 Dari informasi tambahan
Saldo Akun Saldo Laba per 31
Desember 2008 Rp. 3000

Langkah 12

Menyelesaikan penyusunan anggaran neraca dengan memasukkan data-data yang diperoleh dari
langkah 1-12 ke dalam format anggaran neraca.

PT SIS
Anggaran Neraca Per 31 Desember 2008
Aset Kewajiban dan Ekuitas
Aset Lancar Kewajiban Lancar
Kas dan Bank Rp89.700 Utang Dagang Rp18.000
Piutang Dagang Rp20.000 Utang Bunga Rp6.900
Persediaan Bahan
Rp24.000 Rp20.000
Baku Utang Pajak
Persediaan Brang
Rp20.000 Rp0
Jadi Utang Gaji
Sewa Dibayar di
Rp900 Rp44.900
Muka Total Kewajiban Lancar
Total Aset Lancar Rp154.600

Aset Tidak Lancar


Tanah Rp100.000 Ekuitas
Kendaraan Rp220.000 Saham Biasa Rp268.000
Akumulasi
Rp17.200 Rp199.700
Penyusutan Rp202.800 Saldo Laba (defisit)
Total Ekuitas Rp467.700
Peralatan kantor Rp60.000
Akumulasi
Rp4.800
Penyusutan Rp55.200
Total Aset Tidak
Lancar Rp358.000

Total Kewajiban dan


Rp512.600
Total Aset Rp512.600 Ekuitas