Anda di halaman 1dari 34

PELAPORAN KEUANGAN SEGMEN DAN INTERM

Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan diantara dua
laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan interim merupakan bagian integral dari
periode tahunan. Laporan keuangan interim dapat disusun secara bulanan, triwulan, atau
periode lainnya yang kurang dari setahun dan mencakup seluruh komponen laporan
keuangan sesuai standar akuntansi keuangan.
LINGKUP STANDAR PELAPORAN SEGMEN
Pelaporan informasi keuangan menururt segmen diatur melalui PSAK No. 5
PSAK No. 5 menjelaskan pelaporan informasi keuangan menurut segmen dari suatu
perusahaan, khususnya yang beroperasi dalam industry dan wilayah geografis yang
berbeda. Perusahaan menggambarkan aktifitas masing-masing segmen industry dan
menunjukan komposisi masing-masing wilayah geografis yang dilaporkan.
Informasi segmen harus mengungkap:
a. Penjualan atau pendapatan oprasi lainnya, dibedakan antara pendapatan yang
dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan segmen lain.
b. Hasil segmen.
c. Aktiva segmen yang digunakan.
d. Dasar penetapan harga antar segmen.

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORAN SEGMEN


Dalam statement no. 14, suatu perusahaan dapat mengungkapkan salah satu
informasi, seperti:
- Operasi pada berbagai industry
- Operasi domestic dan luar negri
- Penjualan ekspor
- Konsumen yang utama
Tanggung jawab pelaporan perusahaan pada setiap keempat aspek diatas
ditentukan melalui pengujian khusus untuk itu.

Operasi pada Industri yang Berbeda


Segmen industri didefinisikan sebagai suatu komponen dari suatau perusahaan
yang bergerak dalam bidang penyediaan produk atau jasa atau suatu grup produk yang
saling terkait atau jasa yang utamanya kepada konsumen yang tidak terafiliasi untuk
memperoleh laba.
Suatu segmen industri pelaporan adalah suatu segmen industri atau grup segmen
industri yang sangat terkait dimana informasi yang perlu dilaporkan jika memenuhi uji
pendapat 10% (10 percent revenue test), uji aktiva 10% (10% Assets Test), atau uji laba
usaha 10% ( 10 percent operating profit test) untuk setiap tahunnya dimana laporan
keuangan tahunan disusun.

Uji Pendapatan 10%


Suatu segmen industri merupakan segmen pelaporan jika pendapatannya adalah
10 persen atau lebih dari pendapatan gabungan dari seluruh segmen industri.
Uji Aktiva 10%
Suatu segmen industri merupakan suatu segmen pelaporan jika aktiva yang dapat
diidentifikasinya adalah 10% atau lebih dari gabungan aktiva yang dapat diidentifikasi
seluruh segmen industri.
Uji Laba Usaha 10%
Suatu segmen industri merupakan suatu segmen pelaporan jika jumlah absolute
laba usaha atau rugi usaha adalah 10% atau lebih jumlah yang lebih besar, dalam jumlah
absolute, atas (1) gabungan laba usaha seluruh segmen industri yang tidak mencakup
rugi usaha atau (2) gabungan rugi usaha seluruh segmen industri.

Penilaian Ulang Segmen Pelaporan


Suatu segmen yang hanya memnuhi satu pengujian namun tidak dapat
diharapakan untuk memenuhi pengujian ditahun mendatang, tidak perlu dipertimbangkan
sebagai segmen pelaporan. Sebaliknya, suatu segmen yang gagal memenuhi slah satu
pengujian namun telah menjadi segmen pelaporan di tahun sebelumnya dan diharapkan
akan memenuhi pengujian ditahun mendatang harus dipertimbangkan sebagai segmen
pelaporan.
Selain itu, segmen pelaporan harus menyajikan suatu bagian substansial dari
total operasi perusahaan. Jika pendapatan gabungan dari penjualan kepada pihak tidak
terafiliasi suatu segmen industri adalah kurang dari 75% dari gabungan pendapatan dari
penjualan kepada pihak tidak terafiliasi seluruh segmen industri, maka tambahan segmen
harus diidentifikasi sebagai segmen pelaporan untuk mencapai total sampai 75%. Jika
jumlah segmen pelaporan adalah lebih dari 10%, maka mungkin bagi perusahaan untuk
menggabungkan segmen industri yang saling terkait menjadi satu segmen yang lebih
besar sebagai segmen pelaporan.

Segmen Industri Dominan


Jika pendapatan satu segmen tunggal. Aktiva yang dapat diidentifikasi, dan laba
usaha atau rugi usaha masing-masing melebihi 90% dari total gabungan seluruh segmen
industry, segmen tersebut dipertimbangkan sebagai segmen industry yang dominan, dan
pengungkapkan informasi segmen diharuskan.

Operasi Domestik dan Luar Negeri


Operasi Luar Negeri adalah operasi penghasil-pedapatan yang beralokasi diluar
negara tempat kantor pusat perusahaan berada dan menghasilkan pendapatan dari
penjualan kepada pihak-pihak yanh tidak terafiliasi atau penjualan atau transfer antar
perusahaan antar wilayah geografi (penjualan atau transfer antar wilayah).
Operasi Domestik adalah operasi penghasil-pendapatan dari perusahaan yang
berlokasi dinegara tenpat kantor pusat berada yang menghasilkan pendapatan dari
penjualan kepada pihak-pihak yang tidak terafiliasi atau dari penjualan atau transfer antar
wilayah.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam mengidentifikasikan geografis luar
negri meliputi antara lain proksimasi, afinitas ekonomis, kesamaan lingkungan bisnis,
dan sifat, skala, dan derajat keterkaitan dari operasi perusahaan di berbagai negara.
Suatu perusahaan diharuskan untuk mengungkapkan informasi mengenai operasi
domestik dan luar negeri dalam laporan keuangan jika:
1. Pendapatan yang dihasilkan oleh operasi luar negeri dari penjualan kepada pihak-
pihak yang tidak terafiliasi adalah 10% atau lebih dari pendapatan konsolidasi
seperti disajikan dalam laporan laba-rugi perusahaan, atau
2. Aktiva yang dapat diidentifikasi suatu operasi luar negeri adalah 10% atau lebih
dari konsolidasi aktiva seperti disajikan dalam neraca perusahaan.

PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI PADA


BERBAGAI INDUSTRI
Informasi yang harus dimasukkan dalam segmen pelaporan dan segmen industri
lain secara agregat dapat diikhitisarkan sebagai berikut:
Pendapatan:
1. Jumlah pendapatan dari pihak-pihak yang tidak terafiliasi
2. Jumlah pendapatan dari pihak-pihak yang terafiliasi
3. Rekonsiliasi antara jumlah pendapatan dari seluruh segmen pelaporan dengan
pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi perusahaan
4. Basis akuntansi untuk penjualan dan transfer antar segmen, termasuk didalamnya
dampak suatu perubahan dalam basis laba usaha atau rugi usaha segmen

Aktiva:
1. Jumlah terbawa agregat dari aktiva yang dapat diidentifikasi
2. Rekonsiliasi antara aktiva yang dapat diidentifikasi dari seluruh segmen
pelaporan dan segmen industri lain dengan total aktiva konsolidasi. Aktiva kantor
pusat diidentifikasi secara terpisah dalam rekonsiliasi.

Profitabilitas:
1. Jumlah laba usaha atau rugi usaha
2. Sifat dan jumlah pos-pos yang tidak umum atau jarang terjadi untuk setiap
segmen pelaporan dan segmen industri lain
3. Rekonsilasi antara laba usaha atau rugi usaha dari seluruh segmen pelaporan dan
segmen industri lain dengan laba operasi sebelum pajak seperti yang dicerminkan
dalam laporan laba rugi konsolidasi.
4. Efek dari laba usaha atau rugi usaha segmen pelaporan atas suatu perubahan
dalam mengalokasikan beban-beban usaha dalam setiap segmen.
5. Efek dari laba usaha setiap segmen pelaporan atas suatu perubahan dalam prinsip
akuntansi.
Pengungkapan-Pengungkapan Lain
1. Jumlah agregat depresiasi, deplesi, dan beban amortisasi untuk setiap segmen
pelaporan.
2. Jumlah pengeluaran modal untuk setiap segmen industri pelaporan.
3. Jumlah investasi pada dan pendapatan dari anak-anak perusahaan yang tidak
dikonsolidasi dan ekuitas invenstasi lain yang operasinya terintegrasi vertical
dengan operasi dari segmen industri pelaporan.
4. Wilayah geografi dimana suatu investasi yang dipertanggungjawabkan dengan
metode ekuitas yang terintegritas secara vertical beroperasi.
5. Produk atau jasa dari setiap segmen industry pelaporan dan kebijakan akuntansi
yang berhubungan dengan informasi segmen yang tidak diharapkan dalam
laporan keuangan.

Penyajian kembali secara Retroaktif atas Informasi Segmen yang Diharuskan


1. Perubahan dalam cara pengelompokkan produk atau jasa perusahaan.
2. Perubahan dalam prinsip akuntansi yang memerlukan penyajian kembali laporan
keuangan tahun sebelumnya (misalnya hasil dari metode penyatuan
kepemilikannya).

PENGUNGKAPAN UNTUK OPERASI DI BERBAGAI WILAYAH GEOGRAFI


YANG BERBEDA
Pengungkapan untuk operasi domestik, setiap wilayah geografi luar negeri yang
memenuhi salah satu pengujian, dan seluruh wilayah geografi lainnya secara agregat
adalah sebagai berikut:
Pendapatan:
1. Jumlah pendapatan dari konsumen
2. Jumlah transfer dan penjualan antar wilayah
3. Rekonsiliasi pendapatan dari 1 dan 2 dengan pendapatan yang dicantumkan
dalam laporan laba rugi secara keseluruhan
4. Basic transfer dan penjualan antar wilayah termasuk pengaruh perubahan
penyusunan laba rugi operasional

Aktiva :
1. Total aktiva yang dapat diidentifikasi
2. Rekonsiliasi aktiva yang dapat diidentifikasi dengan total aktiva yang dilaporkan
dalam neraca perusahaan secara keseluruhan

Profitabilitas :
1. Total laba atau rugi operasional (atau pengukuran lain untuk profitabilitas antara
laba operasional dan laba bersih, tetapi pengukuran profitabilitas untuk setiap
wilayah harus sama)
2. Rekonsiliasi laba atau rugi operasional terhadap laba sebelum pajak dari operasi
seperti yang tercatat dalam laba rugi konsolidasi

Pengungkapan Lain :
1. Wilayah geografis yang tidak dapat diagregasikan
2. Perubahan Pengelompokan atas operasi asing ke dalam wilayah geogarfi tertentu
dan pengaruhnya terhadap informasi wilayah geografi tertentu
3. Sifat dan pengaruh penyajian ulang informasi tahun sebelumnya yang
diakibatkan dari penyesuaian tahun sebelumnya.

PENGUNGKAPAN EKSPOR
Jika penjualan ekspor dari perusahaan induk di dalam negeri kepada konsumen
yang tidak terafiliasi diluar negeri sebesar 10% atau lebih dari total pendapatan
konsumen yang tidak terafiliasi sebagaimana dilaporkan dalam laporan laba rugi
konsolidasi, maka jumlah penjualan tersebut harus dilaporkan dalam jumlah agregat dan
berdasarkan wilayah geografis. Pengungkapan terpisah garus dibuat untuk setiap wilayah
geografis yang memenuhi uji 10%.
Pengungkapan ini tidak berkaitan dengan ketentuan sebelumnya untuk membuat
laporan tentang operasi pada setiap industry dan operasi luar negeri. Informasi harus
disajikan dalam mata uang fungsional induk perusahaan dan diungkap dalam laporan
keuangan dengan menempatkan pada catatan kaki atau lembar penjelasan lain.

PENGUNGKAPAN KONSUMEN UTAMA


Statement no. 14 menuntut adanya pengungkapan untuk konsumen (sendiri atau
grup) yang memiliki nilai 10% atau lebih dari pendapatan total. Peraturan pengungkapan
ini juga berlaku untuk segmen-segmen yang juga memiliki penjualan seperti itu.

PENGUNGKAPAN SEGMEN DAN KEBIJAKAN KONSOLIDASI


FSAB Statement no. 94 mengatur penyusunan konsolidasi yang meliputi aktiva,
kewajiban, pendapatan dan beban untuk seluruh anak perusahaan sehingga data-data
tersebut diagregasikan menjadi sebuah laporan keuangan.

LAPORAN KEUANGAN INTERIM


Laporan keuangan interim menyediakan informasi mengenai kondisi perusahaan
kurang dari satu tahun. Laporan tersebut biasanya diterbitkan 3 bulan dan biasanya berisi
informasi kumulatif dari awal tahun sampai dibuatnya laporan tersebut.
Pengungkapan infromasi segmen sebagaimana diatur dalam Statement No. 14
tidak berlaku untuk laporan interim kecuali jika laporan interim tersebut berupa laporan
keuangan yang dimaksudkan untuk menyajikan posisi keuangan, hasil operasi, dan
perubahan posisi keuangan dengan prisnip akuntansi yang berlaku umum.
Sifat Laporan Keuangan Interim
Laporan keuangan interim menyediakan informasi yang lebih tepat waktu tetapi
kurang lengkap dibandingkan dengan laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan
interim biasanya diberi label tidak diaudit. Hasil perhitungan periode interim harus
didasarkan pada prinsip akuntansi dan praktek yang digunakan dalam tahun terakhir
penyusunan laporan keuangan.

Biaya Produk
Metode Laba Kotor
Apabila perusahaan menggunakan metode laba kotor untuk harga persediaan
selama masa interim, pengungkapan metode dan rekonsiliasi dengan persediaan tahunan
perlu dilakukan.

Metode LIFO
Jika persediaan LIFO dilikuidasi pada masa interim tetapi metode tersebut akan
diganti pada akhir tahun, harga pokok penjualan harus dimasukkan dalam biaya
pergantian metode dari LIFO, sebagai konsekuensi likuidasi interim.

Penurunan Nilai Pasar Persediaan


Penurunan nilai pasar persediaan tidak ditangguhkan selama periode interim
kecuali jika ditentukan secara temporer tidak ada kerugian yang akan terjadi selama
setahun secara keseluruhan.

Sistem Biaya Standar


Rencana varian berdasarkan system biaya standar yang diharapkan akan diserap
pada akhir tahun sebaiknya ditangguhkan pada masa interim.

Biaya-biaya Lain
Biaya Tahunan dalam Laporan Interim
Biaya yang dibebankan secara tahunan sebaiknya dialokasikan ke periode
interim. Prosedur alokasi harus konsisten dengan prosedur untuk laporan tahunan. Biaya-
biaya yang timbul dalam periode interim tidak ditangguhkan kecuali jika biaya-biaya
tersebut akan ditangguhkan pada akhir tahun.

Biaya Iklan
Biaya iklan tidak ditangguhkan selama masa interim kecuali jika manfaatnya juga
dapat dirasakan pada periode sesudahnya.

Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan dalam laporan interim dibagi menjadi:
1. Pajak penghasilan yang untuk penghasilan dari operasional tidak termasuk item-
item yang tidak biasa atau jarang terjadi
2. Pajak penghasilan untuk ide yang tidak biasa, pemberhentian operasi dan item
luar biasa.
Biaya pajak untuk masa interim berdasarkan masa estimasi tarif pajak efektif
tahunan untuk pendapatan kena pajak yang berasal dari operasi tidak termasuk item-item
luar biasa.

PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN INTERIM


Accounting Principles Board mengeluarkan APB No. 28 yang berisi ringkasan
informasi keuangan yang harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Penjualan dan pendapatan kotor
b. Alokasi pajak penghasilan
c. Pajak penghasilan item luar biasa (net)
d. Pengaruh kumulatif perubahan prinsip ekonomi
e. Laba Bersih
2. Dilusi saham
3. Pendapatan, biaya dan beban musiman
4. Perubahan estimasi pajak penghasilan yang signifikan
5. Pelepasan segmen bisnis, item luar biasa dan item yang jarang terjadi
6. Kontijensi
7. Perubahan prinsip dan estimasi akuntansi
8. Perubahan posisi keuangan yang signifikan

Pengungkapan Laporan Keuangan Interim SEC


SEC menentukan laporan keuangan 3 bulanan perlu dibuat untuk para pemegang
saham dan memnuhi criteria dari SEC. Laporan ini disiapkan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum dan disesuaikan dengan Formulir 10-Q dalam waktu 45
hari setelah akhir periode 3 bulanan.
Pada kenyataannya, informasi keuangan yang dilaporkan 3 bulanan sama dengan
tuntunan pengungkapan laporan keuangan tahunan yang dilaporkan kepada SEC.

PELAPORAN KEUANGAN INTERIM


Didalam laporan interim terdapat laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas yang
ringkas, serta catatan kaki terpilih dan pengungkapan lainnya untuk periode interim yang
dilaporkan, juga data komparatif untuk periode interim sebelumnya. Tujuan pelaporan
interim adalah untuk menyediakan kepada investor dan pihak lain yang berkepentingan
laporan terkini dari kemajuan operasi entitas.
Laporan interim digunakan untuk menilai kinerja entitas dan untuk
mengestimasikan titik balik dari tren pendapatan perusahaan. SEC mengharuskan
dimasukannya data kuartaian terpilih dalam catatan kaki di laporan keuangan tahunan.
Ketentuan ini menandakan bahwa auditor harus menelaah laporan interim yang dibuat
selama peridoe fiscal dan mencatat setiap kesalahan atau penyajian kembali.
FORMAT LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Laporan interim umunya terdiri atas hal-hal seperti berikut:
1. Laporan laba rugi untuk kuartal terakhir dari tahun fiscal berjalan dan laporan
laba rugi komparatif untuk kuartal yang sama tahun fiscal sebelumnya,
2. Laporan laba rugi untuk periode waktu kumulatif sampai tanggal pelaporan dan
untuk periode yang sama tahun fiscal sebelumnya
3. Neraca dipadatkan pada akhir kuartal berjalan dan neraca dipadatkan pada akhir
tahun fiscal sebelumnya.
4. Laporan arus kas pada akhir periode waktu kumulatif berjalan dan untuk periode
yang sama untuk tahun sebelumnya.
5. Catatan kaki interim mengikhtisarkan setiap perubahan dalam pengukuran atau
kejadian ekonomi utama yang terjadi sejak akhir tahun fiscal sebelumnya.
6. Laporan dari manajemen yang menganalisis dan membahas hasil periode interim
yang terakhir.

ISU AKUNTANSI
Pelaporan akuntansi menimbulkan beberapa isu teknikal dan pengukuran
konseptual. Perusahaan banyak yang mulai mempublikasikan laporan interim secara
sukarela pada akhir tahun 1940-an. Laporan ini menimbulkan isu akuntansi substantive
karena tidak ada standar untuk menuntun penyajiannya. Akibatnya menimbulkan
percobaan dengan berbagai metode alokasi biaya antarperiode, menghasilkan pola laba
kuartalan yang tidak realistis. Sampai pada tahun 1973, pada saaat Accounting Principles
Board menerbitkan APB Opinion No. 28 (APB 28), Interim Financial Reporting.

Pelaporan Interim Diskrit Dibandingkan Integral


Terdapat dua pandangan yang berbeda, mengenai pelaporan interim sebelum
dikeluarkannya APB 28. Teori diskrit pelaporan interi, memandang tiap periode interim
sebagai dasar periode akuntansi untuk dievaluasi sekaan-akan periode tersebut
merupakan periode akuntansi tahunan. Setiap penyusunan akhir tahun dan penangguhan
akan ditentukan menggunakan dasar prinsip akuntansi yang sama dengan yang
digunakan dalam laporan laporan tahunan.
Teori integral pelaporan interim memandang periode interim sebagai bagian dari
periode tahunan. Berdasarkan pendangan ini, pengakuan dan penyesuaian dari pos
pendapatan atau beban tertentu dapat dipengaruhi oleh pertimbangan mengenai hasil
yang diharapkan dari operasi selama setahun. Pandangan integral dipilih sebagai teori
primer untuk pelaporan interim walaupun terdapat beberapa modifikasi terhadap teori
tersebut sehingga laporan akan semakin sesuai dengan hasil operasi selama setahun.

Peraturan Akuntansi untuk Pelaporan Interim


APB 28 menstandarisasi penelusuran dan pelaporan laporan laba rugi interim dan
mendefiniskan laba dan pengukuran biaya berdasarkan basisi interim. Standar ini
memberikan pedoman untuk catatan kaki laporan tahunan yang mengikhtisarkan
pengungkapan interim yang dipublikasikan dan menjelaskan penyesuaian yang
dibutuhkan untuk menjumlahkan total angka interim menjadi angka tahunan. Kesesuaian
dengan laporan tahunan meningkatkan keandalan laporan interim yang dipublikasi dan
membuat laporan interim dalam pandangan auditor eksternal yang menelaah catatan kaki
dalam laporan tahunan sebagai bagian audit.
FSAB Statement No. 3 (FSAB 3),Reporting Accounting Changes Interim
Financial Statement [Pelaporan Perubahan Akuntansi dalam Pelaporan Keuangan
Interim] mengamandemen APB 28. FSAB 3 merinci penyajian laporan interim atas
penyajian perubahan akuntansi yang mengharuskan perlakuan efek kumulatif yang
dibahas dalam APB Opinion No. 20 (APB 20), Accounting Changes, pendekatan yang
mengharuskan FSAB 3 untuk laporan interim konsisten dengan logika dan tujuan APB
20.
FSAB Interpretation No. 18 (FIN 18). Accounting for Income Taxes in Interim
Periods [Akuntansi untuk Pajak Penghasilan dalam Periode Interim] juga
mengamademen APB 28. Interpretasi tersebut mengatasi kesulitan masalah pengukuran
provisi pajak untuk laporan interim jika beban pajak actual berdasarkan pada laba
tahunan. Interprestasi ini memungkinkan estimasi dan pertimbangan untuk mendapatkan
hubungan yang masuk akal antara laba operasi interim yang dilaporkan dengan provisi
pajak terkait.

STANDAR PELAPORAN UNTUK LAPORAN KEUANGAN INTERIM


Secara umum, standar akuntansi yang digunakan untuk laporan interim sama
dengan yang digunakan untuk laporan tahunan, walaupun APB 28 memberikan bantuan
teknis yang memadai untuk mengukur dan melaporkan atas basis interim.

Pendapatan
Salah satu elemen yang paling signifikan dari laporan laba rugi adalah pendapan
dari penjualan. Investor ingin menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan
pendapatan, sehingga mereka membandingkan pendapatan dengan periode interim
berjalan dengan pendapatan dari periode yang sama tahun sebelumnya. APB 28
menyatakan bahwa: Pendapatan dari penjualan produk atau pemberian jasa harus diakui
telah diperoleh selama periode interim menggunakan dasar yang sama dengan periode
setahun penuh. Jadi, pendapatan harus diakui dan dilaporkan pada periode diperolehnya
dan tidak dapat ditangguhkan ke periode lain untuk menyajikan arus pendapatan yang
lebih stabil. Pendapatan dari usaha musiman tidak dapat memanipulasi untuk
menghilangkan tren musiman.
Perusahaan yang mengalami variasi musiman yang material dalam
pendapatannya didorong untuk menambahkan laporan interimnya dengan informasi
untuk periode 12 bulan yang berakhir pada tanggal interim untuk tahun berjalan dan
tahun sebelumnya. Pengungkapan tersebut mengurangi kemungkinan pengguna laporan
untuk menarik kesimpulan yang tidak diharapkan mengenai hasil tahunan dari laporan
interim dengan variasi musiman yang material.
Harga Pokok Penjualan dan Persediaan
Arga pokok penjualan interim harus dihitung sebgai berikut: biaya dan beban
yang terkait langsung dengan atau dialokasikan ke produk yang dijual atau jasa yang
diberikan untuk tujuan laporan tahunan harus diperlakukan sama untuk tujuan pelaporan
interim. APB 28 memperbolehkan modifikasi praktis berikut atas aturan umum tersebut:
1. Estimasi persentase laba kotor dapat digunakan untuk menentukan harga pokok
penjualan interim, sehingga menghilangkan perlunya perhitungan persediaan
fisik pada tiap periode interim.
2. Perusahaan yang menggunakan penilaian persediaan LIFO dapat mengalami
likuidasi temporer dari persediaan berbasis LIFO. Perkiraan biaya pergantian dari
bagian persediaan LIFO yang dilikuidasi yang harus digunakan untuk harga
pokok penjualan periode interim. Kerugian persediaan yang disebabkan
penurunan harga pasar diakui pada periode penurunan menggunakan metode
penilaian yang terendah antara biaya perolehan atau pasar.
3. Perusahaan yang menggunakan sistem biaya standar untuk persediaan harus
menggunakan prosedur yang sama untuk perhitungan dan pelaporan varians
dalam periode interim dengan yang digunakan untuk tahun fiscal. Tetapi, varians
harga beli atau volume atau varians kapasitas yang diharapkan dapat diserap pada
akhir tahun fiscal harus ditangguhkan pada periode interim dan tidak
memasukkan sebagai laba interim.

PERUBAHAN AKUNTANSI DI PERIODE INTERIM


Akuntansi untuk perubahan prinsip akuntansi atau estimasi harus disajikan dalam
laporan interim dengan cara yang sama dengan yang digunakan dalam laporan tahunan.
APB 20 memberikan pedoman untuk perlakuan perubahan dalam laporan tahunan.
Perubahan dalam estimasi diperlakukan saat ini dan prospektif, yaitu dari tanggal
perubahan dan seterusnya, karena estimasi adalah bagian normal dari proses akuntansi.
Peubahan dalam prinsip akuntansi membawa masalah tambahan karena adanya
metode-metode yang berbeda yang digunakan untuk menyajikan berbagai jenis
perubahan. Alternative tersebut adalah:
1. Pengaruh perubahan kumulatif, seperti perubahan dalam metode depresiasi
2. Perubahan penyesuaian retroaktif seperti perubahan dari metode penilaian
persediaan LIFO
3. Pengecualian khusus, seperti perubahan ke metode persediaan LIFO.
FSAB Statement No. 3 (FSAB 3), Reporting Accounting Changes in Interim
Financial Statement [Pelaporan Perubahan Akuntansi dalam Laporan Keuangan
Interim], berisi rekomendasi bahwa perubahan akuntansi, jika dilakukan, harus dilakukan
selama periode interim pertam dari tahun fiskal.
1. Bagaimana informasi mengenai operasi perusahaan di industri yang berbeda dapat
berguna bagi investor?
Jawab:
Informasi mengenai operasi perusahaan pada industri yang berbeda dapat berguna
bagi investor jika perusahaan mengidentifikasi segmen industrinya.

2. Apa hubungan antara ketentuan FASB untuk pengungkapan berdasarkan segmen dan
pusat laba (profit center) perusahaan?
Jawab:
Titik awal untuk menentukan segmen industri perusahaan adalah untuk
mengidentifikasi pusat laba dimana informasi mengenai pendapatan dan profitabilitas
dikumpulkan untuk tujuan perencanaan dan pengendalian internal. Jika pusat laba
melintas lini industri atau jasa perusahan tidak mengumpulkan informasi untuk
paling kurang sama dengan keseluruhan perusahaan, maka tambahan perusahaan
sepanjang lini industri diperlukan.
Hubungan antara ketentuan FASB untuk pengungkapan berdasarkan segmen dan
pusat laba (profit center) perusahaan adalah perusahaan dapat mengungkapkan salah
satu informasi, salah satunya yaitu: operasi pada berbagai industri.
3. Apa tiga uji signifikansi 10 persen yang digunakan untuk menentukan segmen yang
dilaporkan terpisah dalam FASB 131? Sebutkan pembilang dan penyebut untuk tiap
uji tersebut?
Jawab:
Uji pendapatan
Pendapatan dari pihak-pihak terafiliasi dan tidak terafiliasi > 10% dari gabungan
pendapatan dari pihak terafiliasi dan tidak terafiliasi seluruh segmen industri.
Atau
Uji aktiva
Aktiva yang dapat didentifikasinya > 10% dari gabungan aktiva yang dapat
didentifikasi seluruh segmen industri.
Atau
Uji laba usaha
Laba atau rugi usahanya > 10% dari yang lebih besar antara (a) gabungan laba
usaha seluruh industri yang melaba atau (b) gabungan rugi usaha seluruh segmen
industri yang merugi.

4. Secara spesifik, apa pos-pos yang menentukan laba atau rugi dalam segmen?
Jawab:
Pos-pos dalam menentukan laba rugi segmen terdiri dari
1. Pos Pendapatan
2. Pos Beban Segmen
3. Pos Aktiva segmen
4. Pos Profitabilitas
5. Suatu perusahaan mempunyai 10 segmen, di mana lima segmen terbesar mencakup
80% dari pendapatan gabungan perusahaan. Apa pertimbangan penting dalam
menetukan jumlah segmen yang dilaporkan terpisah? Bagaimana segmen lainnya
dilaporkan?
Jawab:
Pertimbangan penting dalam menetukan jumlah segmen yang dilaporkan terpisah
adalah jika jumlah segmen pelaporan adalah lebih dari 10%, maka mungkin bagi
perusahaan untuk menggabungkan segmen industri yang saling terkait menjadi
satu segmen yang lebih besar sebagai segmen pelaporan.
Segmen lainnya dilaporkan jika suatu segmen yang hanya memenuhi satu
pengujian namun tidak dapat diharapkan untuk memenuhi pengujian ditahun
mendatang, tidak perlu dipertimbangkan sebagai segmen pelaporan.

6. Hanya ada dua uji materialitas yang digunakan untuk menentukan operasi luar
negeri yang dilaporkan terpisah. Apa saja dua uji materialitas tersebut? Mengapa uji
ketiga, uji laba atau rugi, digunakan untuk menilai operasi luar negeri?
Jawab :
Dua uji materialitas yang bisa digunakan untuk menilai operasi luar negeri adalah
Uji pendapatan
Jika pendapatan yang dihasilkan oleh operasi luar negeri dari penjualan kepada
pihak-pihak yang tidak terafiliasi adalah 10% atau lebih dari pendapatan
konsolidasi seperti disajikan dalam laporan laba rugi perusahaan.
Uji aktiva
Jika aktiva yang dapat diidentifikasi suatu operasi luar negeri adalah 10% atau
lebih dari konsolidasi aktiva seperti disajikan dalam neraca perusahaan.

7. Apa Informasi yang harus diungkapkan mengenai pelanggan utama perusahaan?


Apakah nama-nama pelanggan harus diungkapkan?
Jawab:
Informasi yang harus diungkapkan mengenai pelanggan utama perusahaan adalah
1. Pendapatan dari pelanggan tunggal ( konsumendibawahkendali yang sama ) >
10% dari pendapatan perusahaan, atau
2. Jika pendapatan dari unit instansi pemerintah> 10% dari pendapatan perusahaan.
Nama nama pelanggan utama perusahaan tidak perlu diungkapkan, karena hanya
dua (2) informas idiatas yang harus diungkapkan.

8. Bagaimana laporan interim digunakan oleh investor untuk mengidentifikasikan tren


musiman perusahaan ?
Jawab:
Laporan interim digunakanoleh investor untuk mengidentifikasikan tren musiman
perusahaan dengan cara Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan interim
yang sama dalam periode akuntansi yang lalu, untuk mengetahui kecenderungan
berulang (cyclical) musiman dari kegiatan usaha, sehingga para investor bisa
mengidentifikasi waktu yang tepat untuk berinvestasi dan waktu yang tepat untuk
menarik investasinya sehingga mereka dapat menghasilkan keuntungan yang sehat.

9. Bedakan antara pandangan diskrit dan integral dari pelaporan interim. Pandangan
manakah yang digunakan oleh APB Opinion No. 28?
Jawab:
Pandangan diskrit pelaporan interim memandang tiap periode interim sebagai dasar
periode akuntansi untuk evaluasi seakan-akan periode tersebut merupakan periode
akuntansi tahunan. Setiap penyesuaian akhir tahun dan penangguhan akan
ditentukan menggunakan dasar prinsip akuntansi yang sama dengan yang digunakan
dalam laporan tahunan, sedangkan Pandangan Integral pelaporan interim
memandang periode interim sebagai bagian dari periode tahunan. Berdasarkan
pandangan ini, pengakuan dan penyesuaian dari pos pendapatan atau beban tertentu
dapat dipengaruhi oleh pertimbangan mengenai hasil yang diharapkan dari operasi
selama setahun.
Pandangan yang digunakan oleh APB Opinion No. 28 yaitu menggunakan
pandangan integral. Pandangan integral dipilih sebagai teori primer untuk pelaporan
interim, walaupun terdapat beberapa modifikasi terhadap teori tersebut sehingga
laporan akan semakin sesuai dengan hasil operasi selama setahun.

10. Bagaimana pendapatan diakui secara interim? Jelaskan aturan dasar untuk
menghitung harga pokok penjualan dan persediaan secara interim.
Jawab:
Pendapatan diakui dan dilaporkan secara interim pada periode diperolehnya dan
tidak dapat ditangguhkan ke periode lain untuk menyajikan arus pendapatan yang
lebih stabil.
Aturan dasar untuk menghitung harga pokok penjualan dan persediaan secara
interim adalah sebagai berikut:
1. Estimasi persentase laba kotor dapat digunakan untuk menentukan harga
pokok penjualan interim, sehingga menghilangkan perlunya penghitungan
persediaan fisik pada tiap periode interim.
2. Perusahaan yang menggunakan penilaian persediaan LIFO dapat mengalami
likuidasi temporer dari persediaan berbasis LIFO.
3. Perusahaan yang menggunakan sistem biaya standar untuk persediaan harus
menggunakan prosedur yang sama untuk penghitungan dan pelaporan varians
dalam periode interim dengan yang digunakan untuk tahun fiskal. Tetapi,
varians harga beli atau volume atau varians kapasitas yang diharapkan akan
diserap pada akhir tahun fiskal harus ditangguhkan pada periode interim dan
tidak dimasukkan sebagai laba ingterim.
11. Dalam kondisi apakah estimasi diperlukan untuk menentukan biaya-biaya tersebut?
Jawab:
Perubahan dalam estimasi diperlukan saat ini dan prospektif, yaitu, dari tanggal
perubahan dan seterusnya, karena estimasi adalah bagian normal dari proses
akuntansi.

12. Bagaimana penerapan metode penilaian yang terendah antara biaya perolehan dan
harga pasar untuk persediaan berbeda antara laporan interim dengan laporan
tahunan?
Jawab:
Dalam penerapan metode penilaian biaya perolehan, biaya dibebankan secara
tahunan dialokasikan ke periode interim. Biaya-biaya yang timbul dari periode
interim tidak ditangguhkan kecuali jika biaya-biaya tersebit ditangguhkan pada akhir
tahun.
Pada laporan tahunan, biaya yang sudah dialokasikan ke periode interim, maka
prosedur harus konsisten dengan prosedur untuk laporan tahunan, contohnya
pengakuan dan pengangguhan dan pajak property dalam laporan tahunan juga
berlaku untuk pengukuran dan penangguhan untuk laporan interim.
Penilaian harga pasar untuk persediaan tidak ditangguhkan selama periode interim
kecuali jika ditentukan secara temporer tidak ada kerugian yang akan terjadi selama
setahun secara keseluruhan.

13. Bagaimana akuntansi untuk pengeluaran kampanye iklan sebesar $200.000 di kuartal
pertama dari tahun fiskal berbeda antara teori integral dengan teori diskrit dari
pelaporan interim?
Jawab:
Berdasarkan pandangan teori diskrit, seluruh biaya iklan $200.000 dibebankan
terhadap laba kuartal pertama. Tetapi berdasarkan pandangan teori integral, biaya
iklan awalnya dapat dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan dibebankan selama
periode interim pertama, kedua, ketiga dan keempat. Alokasi terhadap masing-
masing periode dapat dilakukan berdasarkan volume penjualan yang dihasilkan/dasar
yang lain.
Berdasarkan pandangan teori integral, satu periode interim tidak akan menanggung
seluruh beban yang memberikan keuntungan lebih besar dari satu periode.
14. Jelaskan proses pemutakhiran estimasi tarif pajak efektif di kedua kuartal kedua dari
tahun fiskal perusahaan?
Jawab:
Biaya pajak penghasilan untuk masa interim berdasarkan pada estimasi tarif pajak
efektif tahunan untuk pendapatan kena pajak yang berasal dari operasi tidak termasuk
item-item luar biasa. Estimasi pajak penghasilan tahunan dikurangi dengan pajak
penghasilan yang telah diakui pada periode sebelumnya menjadi beban pajak periode
kini. Pengaruh pajak untuk item-item yang tidak biasa diperhitungkan secara terpisah
dan ditambahkan pada periode interim dimana item ini dilaporkan. Gain dan loss
untuk pemberhentian operasi dan item luar biasa dilaporkan dalam laporan tahunan.

15. Bagaimana manfaat pajak dari rugi operasi periode interim diperlukan jika realisasi
masa depan dari manfaat pajak tidak diyakini melebihi keyakinan yang memadai?
Jawab:
Manfaat pajak dan rugi operasi periode interim harus diperlakukan dalam akuntansi
secara terpisah, kecuali didapatinya bukti kuat yang menunjukan bahwa operasi
entitas akan terhenti.

16. Bagaimanakah pos luar biasa dilaporkan secara interim?


Jawab:
Penghapusan segmen usaha, penggabungan usaha, pos luar biasa jasa, dan kejadian
yang tidak biasa dan tidak sering terjadi harus dibebankan pada periode interim saat
terjadinya dan tidak boleh dibebankan pada periode lain. Pos luar biasa harus
diungkapkan secara terpisah dan dimasukkan dalam laporan laba rugi periode interim
saat pos luar biasa terjadi. Dalam menentukan materialitas, pos luar biasa harus
dihubungkan langsung dengan estimasi pendapatan tahunan.

17. Allied Company melakukan perubahan metode akuntansi depresiasi selama kuartal
ketiga dari tahun fiskal. Perubahan tersebut adalah jenis perubahan akuntansi
pengaruh kumuatif. Jelaskan pengaruh dariperubahan akuntansi ini terdapat laporan
interim sebelumnya dan terhadap laporan interim kurtal ketiga.
Jawab:
Pengaruh perubahan akuntansi terhadap laporan interim sebelumnya Yaitu perubahan
dalam metode depresiasi, perubahan penyesuian retroaktif seperti peruabahan dari
metode penilaian persedian lifo, dan penegecualian khusus, seperti perubahan metode
persedian lifo.
Pengaruh perubahan akuntansi pada laporan interim kuartal ke-3:
Laporan keuangan interim terakhir, misalnya kuartal ketiga tidak perlu disusun
karena pada dasarnya laporan keuangan tersebut dapat digantikan dengan laporan
keuangan tahunan. Dalam hal laporan keuangan interimkuartal ketigat hendak
diterbitkan, maka penerbitannya dilakukan bersamaan dengan penerbitan laporan
keuangan tahunan. Di samping itu, isi dari laporan keuangan interim kuartal ketiga
harus merupakan selisih dari laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan
interim sebelumnya tahun yang bersangkutan

Soal Kasus
Kasus K13.1 Pertimbangan: Pengungkapan Segmen [Diadaptasi dari CMA]
Chemax Inc, memproduksi berbagai jenis obat-obatan, alat-alat medis, dan perlengkapan
medis terkait lainnya. Sekitar 18 bulan sebelumnya perusahaan mengembangkan dan
mulai memasarkan lini produk baru dari obat antihistamin menggunkan berbagai nama
dagang. Penjulan dan profitabilitas dari lini produk ini selam tahun fiscal berjalan
melebihi perkiraan manajemen. Lii produk baru tersebut mencakup 10 persen dari total
penjualan dan 12 persen dari laba operasi perusahaan untuk tahun fiscal yang berakhir
tanggal 30 juni 2010.
Chema khawatir bahwa pangsa pasar dan posisi kompetitifnya akan berkurang jika ia
mengungkapkan volume dan profitabilitasnya dar lini produk barunya dalam laporan
keuangan tahunan. Manajemen tidak yakin bagaimna FASB 131 diterpkan dalam kasus
tersebut.
Diminta:
a. Apa tujuan dri ketentuan pelaporan informasi segmen dalam laporan tahunan ?
b. Identifikasi dan jelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan pada saat
penentuan bagaimna produk harus dikelompokkan untuk menentukan suatu segmen
usaha?
c. Apa pilihan jika ada yang dimiliki chema Inc untuk mengungkapkan lini produk baru
antihistamin-nya? Jelaskan jawaban anda.

Jawab:
a. Tujuan dari pelaporan segmen adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip pelaporan
informasi keuangan berdasarkan segmen, yaitu informasi tentang berbagai jenis
produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dan berbagai jenis produk atau jasa
yang dihasilkan perusahaan dan berbagai wilayah geografis operasi perusahaan
dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam :
1. Memahami kinerja masa lalu perusahaan secara lebih baik
2. Menilai risiko dan imbalan perusahaan secara lebih baik
3. Menilai perusahaan secara keseluruhan secara lebih memadai
Di samping itu, tujuan penyajian laporan segmen sebagai bagian dari laporan
keuangan tahunan adalah untuk membantu pemakai (user) laporan keuangan dalam
melakukan analisis dan memahami kinerja masa lalu dan prospek masa depan suatu
entitas bisnis.

b. Faktor-faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Mengidentifikasi Segmen Usaha:


Karakteristik produk atau jasa.
Karakteristik produk merupakan kondisi yang berbeda dari suatu produk
dibanding para pesaingnya yang dapat ditawarkan kepada konsumen.
Karakteristik proses produksi.
Jenis atau golongan pelanggan (produk atau jasa).
Metode pendistribusian produk atau penyediaan jasa.
Jika praktis, karakteristik iklim regulasi, misalnya dalam perbankan, asuransi,
atau public utilities.
Kasus K13.2 Pemahaman Pemadanan Pendapatan dan Beban untuk Periode
Interm
Pelaporan periodik menambah kompleksitas akuntansi dengan mengharuskan estimasi,
akrual, penangguhan dan alokasi. Pelaporan interim menimbulkan kesulitan yang lebih
besar dalam memadankan (membandingkan) pendapatan dan beban.
Diminta:
1. Jelaskan bagaimana pendapatan, biaya produk, keuntungan, dan kerugian harus
diakui untuk periode interim.
2. Jelaskan bagaimana penetuan harga pokok penjualan dan persediaan berbeda untuk
laporan periode interm dibandingkan laporan tahunan.
3. Jelaskan perlakuan biaya periode pada tanggal interim.
4. Jelaskan perlakuan dari pos-pos berikut dalam laporan keuangan interm:
1. Kontrak jangka panjang
2. Iklan
3. Pendapatan musiman
4. Kerugian banjir
5. Perbaikan dan pemeliharaan tahunan utama dari pabrik dan peralatan selama dua
minggu terakhir di bulan Desember

Jawab:
1. a. pendapatan dalam laporan interim diakui dan dilaporakan pada periode
diperolehnya dan tidak dapat ditangguhkan ke periode lain.
b. biaya produk dibebankan atas dasar yang sama dengan periode sebelumnya dan
diakui pada saat terjadinya transaksi yang menghasilkan beban.
c. keuntungan dan kerugian harus diakui pada saat periode diperolehnya dan tidak
dapat ditangguhkan pada periode berikutnya. Keuntungan yang diakui tidak
boleh melebihi kerugian yang telah dibebankan pada periode sebelumnya.

2. a. Laporan periode interim


Harga pokok penjualan interim harus dihitung sebagai berikut: biaya dan beban
yang terkait langsung dengan atau dialokasikan ke produk yang di jual atau jasa
yang diberikan.
b. Laporan tahunan
Nilai beli yang dikeluarkan untuk baran yang dijual dicatat sebagai harga pokok
penjualan, harga pokok penjualan dihitung: persediaan barang dagang pada awal
periode + pembelian bersih selama periode = persediaan tersedia dijual
persediaan barang dagang pada akhir periode = harga pokok penjualan.
. Tapi pada persediaan ditentukan dengan syarat dan modifikasi seperti berikut:
Perusahaan yang dalam periode interim menggunakan estimasi laba kotor
dalam menentukan nilai persediaan atau metode lain yang berbeda dengan
metode yang digunakan dalam penilaian persediaan aktif tahun, harus
mengungkapkan hal tersebut dalam laporan keuangan interim.
Perusahaan yang melakukan penilaian persediaan berdasarkan biaya standar
tidak perlu melaporkan penyimpangan atau selisih dengan biaya aktual yang
terjadi, jika selisih biaya tersebut tidak meterial atau diharapkan bisa
diselesaikan pada akhir tahun. Pengaruh dari penyimpangan yang tidak
direncanakan dan tidak diperkirakan harus dilaporkan pada kahir periode
interim dengan prosedur yang sama seperti yang digunakan pada akhir tahun.
Kerugian yang disebabkan penurunan harga pasar tidak boleh ditangguhkan
untuk dibebankan ke periode di luar periode penurunan harga tersebut.
Pemulihan harga yang sama boleh diakui sebagai keuntungan pada periode
interim selanjutnya, keuntungan yang diakui tidak boleh melebihi kerugian
yang telah dibebankan pada periode sebelumnya.

3. Diasumsikan bahwa Peerless Products Corporation menimbulkan biaya sebesar


$20.000 pada awal kurtal kedua dari tahun fiskal untuk kampanye iklan guna
mengasilkan pendapatan selama tahun berjalan. Berdasarkan pandangan integral,
biaya iklan awalnya dapat dicatat sebagai biaya ditanguhkan dan dibebankan selma
periode interim kedua, ketiga, keempat. Alokasi terhadap masing-masing periode
dapat dilakukan berdasarkan volume penjualan yang dihasilkan atau dasar yang lain.
Berdasarkan pandangan integral, satu periode interim tidak akan menaggung seluruh
beban yang memberikan keuntungan lebih dari satu peiode interim.

Kasus K.13.4 Penelitian Pelaporan Segmen


a. Homepage
(1) apa jenis informasi yang diberikan terkait dengan produk atau jasa
perusahaan?
Lexmark International, Inc. adalah sebuah perusahaan Amerika yang
mengembangkan dan memproduksi produk printer dan pencitraan, dan
menyediakan segala kebutuhan untuk semua ukuran printer dan perangkat
lunak pengolah gambar, solusi dan layanannya termasuk didalamnya adalah
printer laser, produk multifungsi, perlengkapan printer, dan layanan bisnis
untuk kalangan bisnis dan perusahaan. Perusahaan Lexmark mengkhususkan
diri dalam bidang pembuatan printer dan aksesoris printer. Jangkauan produk
perusahaan saat ini termasuk printer laser berwarna, printer laser monokrom
dan printer inkjet, yang kesemuanya dapat berikut dengan scanner (termasuk
semua-dalam-satu perangkat dengan fax, scanner dan printer foto), dan sudah
barang tentu printer dot matrix. Lexmark adalah salah satu perusahaan
pertama yang merilis printer inkjet Wi-Fi dan yang pertama merilis printer
dengan layar sentuh web-enabled. Perusahaan ini juga menawarkan berbagai
macam printer laser dengan solusi perangkat lunak untuk digunakan dalam
lingkungan pencetakan profesional.
Serangkaian printer seri khusus - jika dilengkapi dengan kartu aksesori yang
dijual secara terpisah (satu kartu memori untuk menyimpan data dan satu
kartu formulir Lexmark) - mampu menafsirkan data tekstual dan
mengubahnya menjadi bentuk formulir, untuk membuat bentuk formulir yang
dibutuhkan untuk kerja, printer tersebut menggunakan paket perangkat lunak
"Lexmark Forms Composer", sebuah paket eksklusif yang tersedia dari
perusahaan Lexmark yang ditujukan untuk pengembang. Ini jenis yang sama
dari perangkat lunak yang mulai digunakan pada rilis terbaru dari printer
Lexmark dengan kemampuan kartu bisnis pemindaian mereka. Adapun servis
yang mereka berikan, diantaranya managed print services, managed software
services, professional services, customer support services, dan deployment
services. Perusahaan ini berkantor pusat di Lexington, Kentucky, Amerika
Serikat.
(2) apa informasi lain yang terdapat dalam homepage?
Informasi lain, diantaranya : Lexmark di tahun 2012 merilis laporan
Corporate Social Responsibility (CSR). Lexmark memiliki komitmen jangka
panjang kepada masyarakat global yang lebih baik. Laporan ini menampilkan
kemajuan yang telah di buat menuju tujuan lingkungan dan bagaimana
Lexmark bekerja untuk membuat dampak di seluruh dunia. Lexmark
dikukuhkan (lagi) sebagai pemimpin pada Quocirca MPS (Managed Print
Services) Penjual Landscape oleh Leading Eropa yang berbasis analis industri
Quocirca perusahaan, dan pada tahun 2013 Lexmark dinobatkan dalam 100
perusahaan Corporate Responsibility terbaik, untuk tahun ketiga berturut-
turut Lexmark telah dinobatkan sebagai salah satu dari Corporate
Responsibilitys Magazine 100 Best Corporate Citizens untuk keunggulan
dalam lingkungan dan HAM.
(3) menggunakan basic data EDGAR, temukan form 10-k terbaru dari
perusahaan yang anda pilih. Mengumpulkan dan menyimpan formulir yang
diperlukan untuk diserahkan oleh perusahaan public ke U.S Securities and
Exchange Commission.
Table of Contents

UNITED STATES
SECURITIES AND EXCHANGE COMMISSION
Washington, D.C. 20549

FORM 10-K

(Mark One)
Annual Report Pursuant to Section 13 or 15(d)
of the Securities Exchange Act of 1934

For the Fiscal Year Ended December 31, 2010

OR
Transition Report Pursuant to Section 13 or 15(d)
of the Securities Exchange Act of 1934

Commission File No. 1-14050

LEXMARK INTERNATIONAL, INC.


(Exact name of registrant as specified in its charter)

Delaware 06-1308215
(State or other jurisdiction (I.R.S. Employer
of incorporation or organization) Identification No.)

One Lexmark Centre Drive


740 West New Circle Road
Lexington, Kentucky 40550
(Address of principal executive offices) (Zip Code)

(859) 232-2000

(Registrants telephone number, including area code)

Securities registered pursuant to Section 12(b) of the Act:


Name of each exchange

Title of each class on which registered

Class A Common Stock, $.01 par value New York Stock Exchange

Securities registered pursuant to Section 12(g) of the Act: None

Indicate by check mark if the registrant is a well-known seasoned issuer, as defined in Rule 405
of the Securities Act. Yes No

Indicate by check mark if the registrant is not required to file reports pursuant to Section 13 or
Section 15(d) of the Act. Yes No

Indicate by check mark whether the registrant (1) has filed all reports required to be filed by
Section 13 or 15(d) of the Securities Exchange Act of 1934 during the preceding 12 months (or
for such shorter period that the registrant was required to file such reports), and (2) has been
subject to such filing requirements for the past 90 days. Yes No

Indicate by check mark whether the registrant has submitted electronically and posted on its
corporate Web site, if any, every Interactive Data File required to be submitted and posted
pursuant to Rule 405 of Regulation S-T ( 232.405 of this chapter) during the preceding
12 months (or for such shorter period that the registrant was required to submit and post such
files). Yes No

Indicate by check mark if disclosure of delinquent filers pursuant to Item 405 of Regulation S-
K is not contained herein, and will not be contained, to the best of registrants knowledge, in
definitive proxy or information statements incorporated by reference in Part III of this Form 10-
K or any amendment to this Form 10-K.

Indicate by check mark whether the registrant is a large accelerated filer, an accelerated filer, a
non-accelerated filer, or a smaller reporting company. See the definitions of large accelerated
filer, accelerated filer and smaller reporting company in Rule 12b-2 of the Exchange Act.
(Check one):

Large accelerated Accelerated Non-accelerated filer Smaller reporting


filer (Do not check if a smaller company
filer reporting company)
Indicate by check mark whether the registrant is a shell company (as defined by Rule 12b-2 of
the Exchange Act) Yes No

The aggregate market value of the shares of voting common stock held by non-affiliates of the
registrant was approximately $2.6 billion based on the closing price for the Class A Common
Stock on the last business day of the registrants most recently completed second fiscal quarter.

As of February 18, 2011, there were outstanding 78,608,894 shares (excluding shares held in
treasury) of the registrants Class A Common Stock, par value $0.01, which is the only class of
voting common stock of the registrant, and there were no shares outstanding of the registrants
Class B Common Stock, par value $0.01.

Documents Incorporated by Reference

Certain information in the Companys definitive Proxy Statement for the 2011 Annual Meeting
of Stockholders, which will be filed with the Securities and Exchange Commission pursuant to
Regulation 14A, not later than 120 days after the end of the fiscal year, is incorporated by
reference in Part III of this Form 10-K.

a. Telaah Form-10 K dan temukan informasi pengungkapan segmen. Jika perusahaan


anda memiliki pengungkapan informasi segmen, cetak informasi tersebut.
FINANCIAL STATEMENTS AND SUPPLEMENTARY DATA

b.

Lexmark International, Inc. and Subsidiaries


CONSOLIDATED STATEMENTS OF EARNINGS
For the years ended December 31, 2010, 2009 and 2008
(In Millions, Except Per Share Amounts)

2010 2009 2008

Revenue $4,199.7 $3,879.9 $4,528.4

Cost of revenue 2,680.2 2,570.1 2,993.8

Gross profit 1,519.5 1,309.8 1,534.6

Research and development 369.0 375.3 423.3

Selling, general and administrative 701.2 647.8 807.3

Restructuring and related charges 2.4 70.6 26.8

Operating expense 1,072.6 1,093.7 1,257.4


Operating income 446.9 216.1 277.2
)
Interest (income) expense, net 26.3 21.4 (6.1

Other (income) expense, net (1.2) 4.6 7.4

Net impairment losses on securities 0.3 3.1

Earnings before income taxes 421.5 187.0 275.9

Provision for income taxes 81.5 41.1 35.7

Net earnings $ 340.0 $ 145.9 $ 240.2

Net earnings per share:

Basic $ 4.33 $ 1.87 $ 2.70

Diluted $ 4.28 $ 1.86 $ 2.69

Shares used in per share calculation:

Basic 78.6 78.2 88.9

Diluted 79.5 78.6 89.2

c.

Lexmark International, Inc. and Subsidiaries


CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
As of December 31, 2010 and 2009
(In Millions)

2010 2009
ASSETS
Current assets:
Cash and cash equivalents $ 337.5 $ 459.3
Marketable securities 879.7 673.2
Trade receivables, net of allowances of $32.8 and $33.7 in 2010 and 2009,
respectively 479.6 424.9
Inventories 366.1 357.3
Prepaid expenses and other current assets 206.7 226.0

Total current assets 2,269.6 2,140.7

Property, plant and equipment, net 904.8 914.9

Marketable securities 18.0 22.0

Goodwill 185.1 23.7


Intangibles, net 155.3 19.8

Other assets 172.4 233.1

Total assets $3,705.2 $3,354.2

LIABILITIES AND STOCKHOLDERS EQUITY

Current liabilities:

Accounts payable $ 535.3 $ 510.1

Accrued liabilities 711.0 681.7

Total current liabilities 1,246.3 1,191.8

Long-term debt 649.1 648.9

Other liabilities 415.5 499.9

Total liabilities 2,310.9 2,340.6

Commitments and contingencies

Stockholders equity:
Preferred stock, $.01 par value, 1.6 shares authorized; no shares issued and
outstanding

Common stock, $.01 par value:


Class A, 900.0 shares authorized; 78.6 and 78.1 outstanding in 2010 and
2009, respectively 0.9 0.9

Class B, 10.0 shares authorized; no shares issued and outstanding

Capital in excess of par 841.5 820.0

Retained earnings 1,179.8 839.8


)
Treasury stock, net; at cost; 15.1 shares in 2010 and 2009 (404.4) (404.5
)
Accumulated other comprehensive loss (223.5) (242.6

Total stockholders equity 1,394.3 1,013.6

Total liabilities and stockholders equity $3,705.2 $3,354.2


Lexmark International, Inc. and Subsidiaries
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
For the years ended December 31, 2010, 2009 and 2008
(In Millions)

2010 2009 2008

Cash flows from operating activities:

Net earnings $ 340.0 $ 145.9 $ 240.2


Adjustments to reconcile net earnings to net cash provided by
operating activities:

Depreciation and amortization 197.9 213.7 204.9


)
Deferred taxes (2.1) 11.0 (31.0

Stock-based compensation expense 19.4 20.4 32.7


)
Gain on sale of facilities (0.5) (1.1

Other 9.0 8.9 3.4

Change in assets and liabilities:

Trade receivables (28.5) 2.3 150.5

Inventories (8.8) 81.2 26.1


)
Accounts payable 22.7 (47.8) (80.1
)
Accrued liabi lities 38.7 (16.0) (39.7
)
Other assets and liabilities (67.4) (17.4) (23.8

Net cash flows provided by operating activities 520.4 402.2 482.1

Cash flows from investing activities:


)
Purchases of property, plant and equipment (161.2) (242.0) (217.7
)
Purchases of marketable securities (1,334.4) (870.5) (744.4

Proceeds from sales/maturities of marketable securities 1,132.3 894.7 533.8


)
Purchases of companies net of cash acquired (273.5) (10.1) (1.8

Proceeds from sale of facilities 5.6 4.6


)
Other 0.6 (0.3) (2.1

)
Net cash flows used for investing activities (630.6) (228.2) (427.6

Cash flows from financing activities:


)
Repayment of current portion of long-term debt (150.0
Proceeds from issuance of long-term debt, net of issuance cost
of $4.1 in 2008 644.5

Increase in short-term debt 5.7

Decrease in short-term debt (6.6)

Repayment of assumed long-term debt (3.1)

Issuance of treasury stock 0.1


)
Purchase of treasury stock (554.5

Proceeds from employee stock plans 0.7 6.3


)
Other (10.0) 10.4 (0.1

Net cash flows (used for) provided by financing activities (12.3) 3.8 (48.1)

Effect of exchange rate changes on cash 0.7 2.3 (4.2)

Net change in cash and cash equivalents (121.8) 180.1 2.2


Cash and cash equivalents beginning of period 459.3 279.2 277.0

Cash and cash equivalents end of period $ 337.5 $ 459.3 $ 279.2


Lexmark International, Inc. and Subsidiaries
CONSOLIDATED STATEMENTS OF STOCKHOLDERS EQUITY AND
COMPREHENSIVE EARNINGS
For the years ended December 31, 2010, 2009 and 2008
(In Millions)

Accumulated

Class A Other

and B Capital in Comprehensive Total

Common Stock Excess Retained Treasury Earnings Stockholders

Shares Amount of Par Earnings Stock (Loss) Equity

Balance at December 31, 2007 94.7 $ 1.1 $ 887.8 $ 935.7 $ (454.7) $ (91.6) $ 1,278.3

Comprehensive earnings, net of taxes

Net earnings 240.2 240.2

Other comprehensive earnings (loss):

Pension or other postretirement benefits, net of reclass (124.0)

Cash flow hedges, net of reclassifications

Translation adjustment (63.4)

Net unrealized gain (loss) on marketable securities (1.3)

Other comprehensive earnings (loss) (188.7) (188.7)

Comprehensive earnings, net of taxes 51.5

Shares issued under defered stock plan compensation 0.2

Shares issued upon exercise of options 0.2 4.2 4.2

Shares issued under employee stock purchase plan 0.1 2.1 2.1

Tax benefit (shortfall) related to stock plans (2.2) (2.2)

Stock-based compensation 32.7 32.7

Treasury shares purchased (17.5) (554.5) (554.5)

Treasury shares retired (0.2) (121.1) (483.4) 604.7

Balance at December 31, 2008 77.7 0.9 803.5 692.5 (404.5) (280.3) 812.1

Comprehensive earnings, net of taxes

Net earnings 145.9 145.9

Other comprehensive earnings (loss):

Pension or other postretirement benefits, net of reclass 8.7

Cash flow hedges, net of reclassifications


Translation adjustment 27.8

Net unrealized gain (loss) on OTTI mark sec, net of reclass 1.1

Net unrealized gain (loss) on marketable securities, net of reclass 1.8

Other comprehensive earnings (loss) 39.4 39.4

Comprehensive earnings, net of taxes 185.3

Adoption of new accounting guidance OTTI (1) 1.4 (1.7) (0.3)

Shares issued under deferred stock plan compensation 0.4

Tax benefit (shortfall) related to stock plans (3.9) (3.9)

Stock-based compensation 20.4 20.4

Balance at December 31, 2009 78.1 0.9 820.0 839.8 (404.5) (242.6) 1,013.6

Comprehensive earnings, net of taxes

Net earnings 340.0 340.0

Other comprehensive earnings (loss):

Pension or other postretirement benefits, net of reclass 2.6

Cash flow hedges, net of reclassifications

Translation adjustment 15.2

Net unrealized gain (loss) on OTTI mark sec, net of reclass 1.2

Net unrealized gain (loss) on marketable securities, net of reclass 0.1

Other comprehensive earnings (loss) 19.1 19.1

Comprehensive earnings, net of taxes 359.1

Shares issued under deferred stock plan compensation 0.5 0.1 0.1

Shares issued upon exercise of options 0.0 0.7 0.7

Tax benefit (shortfall) related to stock plans 1.3 1.3

Stock-based compensation 19.4 19.4

Treasury shares issued 0.0 0.1 0.1

Balance at December 31, 2010 78.6 $ 0.9 $ 841.5 $ 1,179.8 $ (404.4) $ (223.5) $ 1,394.3

(1) Cumulative effect adjustment related to the adoption of accounting guidance regarding recognition and presentation
of other-than-temporary impairments
b. Pengungkapan segmen.
(1)Jelaskan segmen-segmen perusahaan sebagaimana terdapat dalam 10-K. Bahas
apa dasar penyajian segmen tersebut.
Segmen data: Pencitraan Solusi dan Jasa (Imaging Solutions and Services
"ISS") dan Software tanggap. ISS menawarkan portofolio luas dari
monokrom dan warna laser printer, produk multifungsi laser dan inkjet all-in-
one perangkat serta berbagai macam perlengkapan dan jasa meliputi produk
percetakan dan solusi teknologi. Software tanggap menawarkan rangkaian
lengkap perusahaan perangkat lunak manajemen konten dan solusi alur kerja
dokumen. ISS menawarkan portofolio luas dari monokrom dan warna laser
printer, MFP laser dan inkjet AIO bersama dengan solusi software yang
inovatif dan layanan yang dikelola untuk membantu bisnis secara efisien
mengelola dan berbagi informasi. Laser ISS 'dan produk inkjet adalah blok
bangunan inti untuk memungkinkan informasi mengenai permintaan. Mereka
dirancang untuk mempercepat proses bisnis dengan menyediakan orang
dengan informasi yang mereka butuhkan - di atas kertas atau elektronik -
aman, andal dan efektif biaya.
Pada kuartal keempat tahun 2010, Lexmark mengkombinasikan laser dan
divisi pencetakan inkjet menjadi organisasi tunggal untuk memungkinkan
Perseroan untuk lebih mudah melaksanakan strategi penargetan dan
menangkap segmen usaha penggunaan yang lebih tinggi dari pasar output dan
untuk lebih menyatukan penjualan, pemasaran, dan penelitian dan
pengembangan produk dan layanan baru. Merujuk Catatan atas Laporan
Keuangan Konsolidasi Untuk informasi tambahan mengenai segmen
dilaporkan Perusahaan.
(2) Bahas segmen-segmen yang mempunyai pendapatan yang paling tinggi, yang
paling menguntungkan, dan mempunyai aktiva paling besar.
ISS yang lebih menguntungkan, karena ISS juga menjual produknya melalui
berbagai aliansi dan pengaturan OEM. Selama tahun 2010, 2009, dan 2008,
satu pelanggan, Dell, menyumbang $ 461.000.000 atau sekitar 11%, $
496.000.000 atau sekitar 13%, dan $ 596.000.000 atau sekitar 13% dari total
pendapatan Perseroan, masing-masing.
K.13.5 Penelitian: Pelaporan Interim
a. Tentukan nama dua perusahaan publik yang ingin anda gunakan dalam menelaah
Form-10Q.
DivX, Inc (NASDAQ)
b. Menggunakan basis data EDGAR, temukan Form-10Q terbaru untuk perusahaan
yang anda pilih. Selain itu, untuk perusahaan tersebut, temukan Form-10Q untuk
periode yang sama tahun sebelumnya.
10-Q 1 d10q.htm FORM 10-Q

Table of Contents

UNITED STATES
SECURITIES AND EXCHANGE COMMISSION
Washington, D.C. 20549

FORM 10-Q

QUARTERLY REPORT PURSUANT TO SECTION 13 OR 15(d) OF THE SECURITIES EXCHANGE ACT OF


1934

for the quarterly period ended March 31, 2008


OR

TRANSITION REPORT PURSUANT TO SECTION 13 OR 15(d) OF THE SECURITIES EXCHANGE ACT OF


1934

For the transition period from ________to _________


Commission File Number 001-33029

DivX, Inc.
(Exact name of Registrant as specified in its Charter)

Delaware 33-0921758

(State or Other Jurisdiction of Incorporation or Organization) (I.R.S. Employer Identification Number)

4780 Eastgate Mall


San Diego, California 92121
(Address of Principal Executive Offices, including Zip Code)

(858) 882-0600
(Registrants Telephone Number, Including Area Code)
N/A
(Former name, former address and former fiscal year if changed since last report)

Indicate by check mark whether the registrant (1) has filed all reports required to be filed by
Section 13 or 15(d) of the Securities Exchange Act of 1934 during the preceding 12 months (or
for such shorter period that the registrant was required to file such reports), and (2) has been
subject to such filing requirements for the past 90 days:

c. Yes No
Indicate by check mark whether the registrant is a large accelerated filer, an accelerated filer, a
non-accelerated filer, or a smaller reporting company. See the definitions of large accelerated
filer, accelerated filer and smaller reporting company in Rule 12b-2 of the Exchange Act.
(check one):
Large accelerated filer Accelerated filer Non-accelerated filer Smaller
reporting company
d. (Do not check if a smaller reporting company)
Indicate by check mark whether the Registrant is a shell company (as defined in Rule 12b-2 of the
Securities Exchange Act of 1934):

e. Yes No
The number of shares of the Registrants Common Stock outstanding as of April 30, 2008 was
32,383,077.

Buatlah tulisan sepanjang 1 sampai 2 halaman atas analisis setelah menyelesaikan


tugas berikut:
1. Ringkasan dari Form-10Q dan perbandingan dengan Form 10-K
Form 10-Q harus digunakan untuk laporan triwulanan dalam Bagian 13 atau
15 (d) dari Securities Exchange Act of 1934 (15 USC 78m or78o (d)),
diajukan berdasarkan Peraturan 13a-13 (17 CFR 240.13a-13) atau Peraturan
15d-13 (17 CFR 240.15d-13). Sebuah laporan triwulanan pada formulir ini
pursuantto Rule 13a-13 atau Peraturan 15d-13 harus diajukan dalam periode
berikutnya setelah akhir dari masing-masing tiga kuartal pertama fiskal tahun
eachfiscal, tetapi tidak ada laporan perlu diajukan untuk kuartal keempat
setiap tahun fiskal:
a. 40 hari setelah akhir kuartal fiskal untuk pelapor dipercepat besar dan
pelapor dipercepat (sebagaimana didefinisikan dalam 17 CFR 240.12b-
2) dan
b. 45 hari setelah akhir kuartal fiskal untuk semua pendaftar lainnya.
Sedangkan, Form 10-K:
1. Formulir ini harus digunakan untuk laporan tahunan sesuai dengan
Bagian 13 atau 15 (d) dari Securities Exchange Act of 1934 (15
U.S.C. 78m atau 78o (d)) ("Act") yang tidak ada bentuk lain yang
diresepkan. Formulir ini juga akan digunakan untuk laporan transisi
diajukan menurut Pasal 13 atau 15 (d) dari Undang-Undang.
2. Laporan tahunan pada Formulir ini harus diajukan dalam jangka
waktu berikut:
(a) 60 hari setelah akhir tahun fiskal yang dicakup oleh laporan (75
hari untuk tahun fiskal yang berakhir sebelum tanggal 15 Maret 2006)
untuk pelapor dipercepat besar (sebagaimana didefinisikan dalam 17
CFR 240.12b-2):
(b) 75 hari setelah akhir tahun fiskal yang dicakup oleh laporan untuk
pelapor dipercepat (sebagaimana didefinisikan dalam 17 CFR
240.12b-2), dan
(c) 90 hari setelah akhir tahun fiskal yang dicakup oleh laporan untuk
semua pendaftar lainnya.
(3) Laporan transisi pada Formulir ini diajukan sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan 13a-10 (17 CFR
240.13a-10) atau Peraturan 15d-10 (17 CFR 240.15d-10) berlaku
ketika perubahan pendaftar akhir tahun fiskal .
(4) Menyimpang dari ayat (2) dan (3) dari Instruksi Umum A., semua
jadwal yang dibutuhkan oleh Pasal 12 Peraturan SX (17 CFR 210,12-
01 - 210,12-29) mungkin, sesuai dengan pilihan pendaftar, diajukan
sebagai amandemen laporan selambat-lambatnya 30 hari setelah
tanggal jatuh tempo yang berlaku laporan.

K.13.6
Diminta:
Dapatkan standar akuntansi terbaru tentang segmen. Anda dapat memperoleh akses
standar akuntansi melalui Financial Accounting Research System (FARS), dari
perputakaan anda atau dari sumber lain. Buatlah memo untuk Randy untuk
menanggapi sarannya bahwa pengungkapan segmen dapat diperluas guna
memasukkan segmen sereal dan minumam olahraga. Dukung rekomendasi anda.

K.13.7
Diminta:
Dapatkan standar akuntansi terbaru tentang laporan interim. Anda dapat memperoleh
akses standar akuntanasi melalui Financial Accounting Research System (FARS),
dari perpustakaan anda atau cari sumber lain. Andrea telah meminta anda, akuntan di
departemen kontroler, untuk melalukan penelitian mengenai perhitungan estimasi
tarif pajak tahunan untuk pelaporan interim. Buatlah memo kepada Andrea yang
melaporkan hasil penelitian anda. Dukung rekomendasi anda dengan kutipan dari
standar pelaporan keuangan yang berlaku.
AKUNTANSI KEUANGAN
LANJUTAN 2

PELAPORAN KEUANGAN SEGMEN DAN INTERM

DISUSUN OLEH:
Nama :
1. Fitri Aulia Rizky (22.2010.141)
2. Widya Lara Damayanti (22.2010.207)
3. Vivi Wulandari (22.2010.263)
4. Yuyun (22.2010.297)

Paket : CA02.2010
Dosen : Pak Betri Sirajuddin, SE. Ak. M.Si

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI KEUANGAN
LANJUTAN 2

PELAPORAN KEUANGAN SEGMEN DAN INTERM

DISUSUN OLEH:
Nama :
1. Devi Tamala (22.2010.123)
2. Novia Yolanda (22.2010.197)
3. Tirto Rahmatsyah (22.2010.267)
4. Fitri Piatun (22.2010.339)

Paket : CA02.2010
Dosen : Pak Betri Sirajuddin, SE. Ak. M.Si

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


FAKULTAS EKONOMI