Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

PERCOBAAN 07

KARAKTERISTIK TRANSISTOR

Kelas : LT-2C
Kelompok 2 :
1. Bagas Fajar Rosyidi (04)

2. Febika Imas Anggraeni (18)

3. Muchammad (19)

4. Yoga Wahyu Prasetyo (20)

Program Studi Teknik Listrik

JurusanTeknikElektro

Politeknik Negeri Semarang

2016
PERCOBAAN 07

KARAKTERISTIK TRANSISTOR
I. Tujuan

1. Mengetahui macam macam karakteristik transistor emitor.


2. Menggambarkan macam-macam krakteristik transistor
3. Menentukan resistansi masukan , resistansi keluaran dan penguatan arus
transistor.
II. Pendahuluan

Transistor adalah komponen semikonduktor yang dipakai sebagai


penguat, pemotong (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau
fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET),
memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber
listriknya. Karakteristik arus/tegangan sangat berguna untuk mempelajari kerja
transistor pada suatu rangkaian. Untuk mendapatkan karakteristik ini transistor
harus mendapat bias yang benar.

Gambar 7.1 Rangkaian Untuk Mendapatkan Karakteristik BJT


Dalam percobaan ini akan dilakukan pengukuran untuk mendapatkan
karakteristik BJT, yang berupa :
1. Karakteristik masukan
2. Karakteristik transfer
3. Karakteristik keluaran
Karakteristik masukan transistor akan menunjukkan hubungan berubahan arus
masuk terhadap perubahan tegangan masuk dalam hal ini arus basis IB dan
Tegangan Basis-emitor VBE dengan menjaga tegangan keluaran VCE konstan.
Masukan dalam hal ini basis, akan mendapt bias maju ( VBB) sehingga kurva
yang terjadi akan sama seperti karakteristik dioda. Kurva ini akan menentukan
besarnya resistansi masukan transistor yang besarnya merupakan perbandingan
perubahan tegangan masukan terhadap arus masukan, seperti contoh berikut :
Karakteristik transfer transistor emitor bersama menunjukkan hubungan
berubahan arus keluaran Ic terhadap perubahan arus masukan Ib dengan
tegangan masukan dijaga konstan. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih
jelas tentang karakteristik tranfer ini dapat dibuat lebih dari satu kurva yaitu
dengan membuat kurva untuk beberapa nilai VCE sehingga diperoleh gambar
sebagai berikut :

Gambar . 7.2 Karakteristik Masukan Transistor Emitor bersama


Dari Kurva transfer ini menunjukan penguatan arus transistor bersama, hfe
yaitu perbandingan antara perubahan arus keluaan terhadap arus masukan
Gambar 7.3 Karakterisrik Transfer Transistor Emitor bersama
Karakteristik keluaran transistor emitor bersama menunjukan hubungan
perubahan arus keluaran IC terhadap perubahan tegangan keluaran VCE
dengan menjaga arus masukan IB konstan. Karakteristik ini merupakan
sekelompoknkurva yang dihasilkan dari beberapa nilai IB , sehingga dari
kurva kurva ini dapat ditentukan resistansi keluaran transistor emitor bersama.
Bahkan dengan menentukan nilai tertentu dari VCE dalam kurva , dapat pula
ditentukan nilai penguatan arusnya.

Gambar 7.4 Karakterisrik Keluaran Transistor Emitor bersama


III. Daftar Alat Dan Bahan
Alat Jumlah

DC Power Supply 1

Multimeter 2

Transistor 2N3055 1

Tahanan 1K2, 100K 2


Potensiometer 250 K, 100K 2

Kabel jumper 20
IV. Diagram Rangkaian

Gambar7.5 Diagram Rangkaian Karakteristik Masukan Transistor BJT

Gambar 7.6. Diagram Rangkaian Karakterisrik Transfer Transistor BJT

Gambar 7.7 Karakterisrik Keluaran Transistor BJT


Gambar 7.8 Rangkaian Percobaan
V. Langkah Percobaan

5.1 Karakteristik Masukan Transistor BJT


1. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 7.5. dengan P1 = 100 K dan transistor
2N3055.
2. Pastikan posisi multimeter pada posisi yang benar dengan range yang telah
disesuaikan , serta potensiometer P1 pada posisi minimum.
3. Atur tegangan catu daya 6 V. Atur P1 sehingga VBE menunjukkan harga 0.1 V
4. Baca dan catat arus basis pada Tabel 7.1.1
5. Baikkan VBE dengan memutar potensiometer P1 untuk harga sesuai tabel 7.1.1 .
baca dan catat Ib pada tabel 7.1.1
6. Atur tegangan catu daya pada tegangan 9 V
7. Atur P1 sehingga VBE menunjukkan harga 0.1 V , baca dan catat arus basis pada
Tabel 7.1.2
8. Baikkan VBE dengan memutar potensiometer P1 untuk harga sesuai tabel 7.1.1 .
baca dan catat Ib pada tabel 7.1.2
9. Setelah selesai matikan semua peralatan.

5.2. Karakterisrik Transfer Transistor BJT


1. Susunlah Rangkaian seperti pada gambar 7.6 , dengan P1 = 250 K dan transistor
B337. potensiometer pada posisi minimum.
2. Atur tegangan catu daya 6 V.
3. Atur potensiometer P1 , sehingga arus basis menunjukkan 0.2 mA, Baca
penunjukan Arus kolektor dan catat dalam tabel 7.2.1
4. Naikkan harga arus basis dengan mengatur P1 sesuai dengan tabel 7.2.1 Catat
penunjukan arus kolektor untuk setiap langkah dan masukkan dalam table 7.2.1
5. Kembalikan potensiometer pada posisi semula.
6. Atur tegangan catu daya 9 V.
7. Ulangi langkah 4 s.d 6 catat pada tabel 7.2.2
8. setelah selesai matikan semua peralatan.

5.3. Karakterisrik Keluaran Transistor BJT


1. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 7.7. P1 dan P2 pada posisi minimum.
2. Atur tegangan catu daya 9 V
3. Atur potensiometer P1 sehingga arus basis menunjuk 10 A
4. Atur potensiometer P2 sehingga VCE menunjuk 0.5 Volt, 0.75 Volt dan seterusnya
sesuai tabel 7.3 dan catat penunjukkan arus kolektor untuk setiap langkah ke dalam
tabel 7.3 . Ib dijaga konstan dengan mengatur potensiometer P1.
5. Atur potensiometer P2 pada posisi minimum kembali.
6. Ulangi langkah 4 s.d. 6 untuk harga arus IB = 20 A , Ib = 30 A dan 40 A.
7. Kembalikan posisi semua potensiometer dan catu daya pada posisi minimum.
8. Setelah selesai matikan semua alat.
VI. Hasil Percobaan

Table 7.1.1
= 6 V

0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7
(V)

0 0 0,001 0,0075 0,018 0,11 5
(mA)

Table 7.1.2
= 9 V
(V) 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7

(mA) 0 0 0,001 0,014 0,18 45 90

Table 7.2.1
= 6 V
(mA) 0,2 0,4 0,6 1 1,4 1,4 2,2
(mA) 0,11 2 2,4 4,5 6 7,5 9,5

Table 7.2.2
= 9 V
(mA) 0,2 0,4 0,6 1 1,4 1,8 2,2
(mA) 1,1 1,8 2,6 4,5 6 8 9,5

Tabel 7.3.1
0,25 0,5 0,75 1 1,5 2 3 4 6 8
10 0,35 0,75 0,78 0,79 0,8 0,82 0,85 0,85 0,88 0,92
30 1,12 1,35 1,4 1,42 1,45 1,47 1,5 1,55 1,6 1,65
40 1,55 2,01 2,05 2,06 2,1 2,2 2,3 2,34 2,36 2,38
VII. Pembahasan Data

a. Karakteristik Masukan Transistor Emitor Bersama


Karakteristik masukan transistor menunjukkan hubungan berubahan arus
masuk (IB) terhadap perubahan tegangan masuk (VBE) dengan menjaga
tegangan keluaran VCE konstan.
Pada percobaan ini digunakkan transistor 2N3055. Berdasarkan hasil
percobaan diperoleh grafik karakteristik masukan IB=f(VBE) yang cenderung
berbentuk eksponensial. Setelah VBE > 0,5 terjadi kenaikan arus IB yang
signifikan, sedikit kenaikan tegangan masukan mengakibatkan kenaikan arus
masuk yang besar. Hal ini terjadi karena basis transistor mendapat bias maju
dan saat VBE>0,5 transistor sudah aktif.
b. Karakterisrik Transfer Transistor Emitor bersama
Karakteristik transfer transistor emitor bersama menunjukkan hubungan
berubahan arus keluaran Ic terhadap perubahan arus masukan Ib dengan
tegangan masukan VBE dijaga konstan.
Pada percobaan ini diperoleh dua kurva IC=f(IB) untuk VCE=6 Volt dan VCE=9
volt. Berdasarkan percobaan didapatkan semakin besar IB semakin besar IC
atau dapat dikatakan IB berbanding lurus dengan IC.
Dari Kurva transfer ini menunjukan penguatan arus transistor bersama, hfe
yaitu perbandingan antara perubahan arus keluaran terhadap arus masukan.
Pada percobaan ini digunakkan transistor B337 dengan spesifikasi Ic max= 0,8
A dan hfe min 100 serta digunakkan resistor 1K2 ohm dan variabel resistor
250k Ohm.
c. Karakterisrik Keluaran Transistor Emitor bersama
Karakteristik keluaran transistor emitor bersama menunjukan hubungan
perubahan arus keluaran IC terhadap perubahan tegangan keluaran VCE dengan
menjaga arus masukan IB konstan. Pada percobaan ini diperoleh tiga grafik
dengan tiga nilai IB yang berbeda sehingga dapat ditentukan resistansi keluar
transistor. Pada grafik IC=f(VCE) pada daerah saturasi kenaikan VCE
mengakibatkan kenaikan IC , namun setelah daerah saturasi Ic cenderung tetap.
VIII. Pertanyaan dan Jawaban

a. Pertanyaan
1. Gambarkan karakteristik masukan , transfer dan karakteristik keluaran dari
transistor konfigurasi emitor bersama.
2. Tentukan nilai resistansi masukan dari kurva karakteristik masukan
3. Tentukan nilai penguatan arus transistor dari kurva karaktersitik transfer.
4. Tentukan nilai resistansi keluaran dari kurva karakteristik keluaran.

b. Jawaban

1. Kurva karakteristik masukan


100

80

60
IB saat VCE=9V
40 IB saat VCE=6v
20

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7

Kurva karakteristik transfer


20

18

16

14

12

10 IC saat VCE=9V
IC saat VCE=6V
8

0
0.2 0.4 0.6 1 1.4 1.8 2.2
Kurva karakteristik keluaran

4
IB=40 mA
3
IB=30 mA
2 IB=10 mA

0
0 0.25 0.5 0.75 1 1.5 2 3 4 6 8

2. Nilai resistansi masukan dari kurva karakteristik masukan

VBE [ V ] 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7


IB [ mA ] 0 0 0.001 0.0075 0.018 0.11 5
R (m) 300 53.3 27.78 5.45 0.14

3. Nilai penguatan arus transistor dari kurva karaktersitik transfer

IB [ mA ] 0.2 0.4 0.6 1 1.4 1.8 2.2


IC [ mA ] 0,11 2 2.4 4.5 6 7.5 9.5
Gain 0,55 5 4 4.5 4.286 4.167 4.32

4. Nilai resistansi keluaran dari kurva karakteristik keluaran


IB = 40mA
VCE [V] 0.25 0.5 0.75 1 1.5 2 3 4 6 8

IC [ mA ] 1.55 2.01 2.05 2.06 2.1 2.2 2.3 2.34 2.36 2.38
R(m) 0.16 0.25 0.37 0.5 0.7 0.9 1.3 1.7 2.54 3.36
IX. Kesimpulan

1. Karakteristik masukan menunjukkan hubungan perubahan arusmasuk (Ib)


terhadap prubahan tegangan masuk (Vbe) dengan (Vce) konstan.
2. Grafik karakteristik masukan Ib = f (Vbe) dengan Vce konstan sama seperti
karakeristik diode.
3. Karakterisrk transfer emitor bersama menunjukkan hubungan perubahan arus
masukan (Ic) dengan Vce konstan.
4. Penguatan arus transistor merupakan perbandingan antara perubahan arus
keluaran terhadap arus masukan.
5. Karakteristik BJT yaitu berupa karakteristik masukan, karakteristik transfer
dan karakteristik keluaran.