Anda di halaman 1dari 6

Nama : Tri Wahyuni

NIM : 150351601030

Off :B

Tanggal Pengerjaan : 17 November 2017

Analisis Artikel / Jurnal International

Judul : Bockron as a Medium Of Learning in The Process of inquiry based Learning to


Improve Science Process Skills of Junior High School Students in Growth and Development
Concept

D, Mayasari.2017. Bockron as a Medium Of Learning in The Process of inquiry based


Learning to Improve Science Process Skills of Junior High School Students in Growth and
Development Concept. Journal of Physics,(1-7).dari
iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/812/1/012078

A. Latar Belakang

Belajar IPA melibatkan tiga unsur yaitu sikap, proses dan produk. Supaya memperoleh
3 unsur penting itu maka diperlukan beberapa metode pembelajaran. Ada berbagai metode
pemebelajaran saat ini yang digunakan dalam proses pembelajaran. Namun pembelajaran
IPA akan bermakna bila siswa mampu melakukan penemuan terhadap suatu konsep dan
teori yang ingin diketahuinya. Seperti bagaimana konsep tersebut ditemukan. Cara berfikir
siswa dengan model ini, akan membawa siswa untuk berproses dalam suatu pembelajaran.

Dalam strategi pembelajaran seperti diatas maka siswa dituntut memiliki SPS (Science
Process Skill). Keterampilan proses pembelajaran sains adalah kemampuan siswa
menguasai keterampilan yang diperlukan untuk tingkat belajar yang lebih tinggi, yaitu
melakukan penelitian dan memecahkan masalah. Keterampilan proses ini dibedakan
menjadi dua kelompok yaitu keterampilan proses dasar dan keterampilan proses
terintegrasi. Keterampilan proses dapat menjadi fasilitas untuk melatih kemampuan
berpikir. Dalam proses berpikir dibutuhkan kecerdasan sehingga Kecerdasan dapat
dikembangakan dengan melatih proses berpikir. Bila dikelas, siswa dapat dilatih proses
berpikir dengan cara meningkatakan partisipasi siswa dalam belajar.

Suatu metode pembelajaran yang mampu membantu siswa adalah bemelajaran


berbasis inkuiri. Pembelajran inkuiri biasa disebut dengan model pembelajran penemuan.
Pembeljaran inkuiri membuat siswa untuk bisa mencari dan menyelidiki suatu masalah
dengan cara yang sistematis, kritis, logis dan analisis dengan baik. Model pembelajaran ini
cocok dengan pembelajaran IPA, karena siswa dituntu untuk meneliti suatu hal dengan lebih
kritis.

Proses belajar sering tidak berjalan seperti yang diharapkan. Oleh sebab itu, untuk
membuat siswatermotivasi untuk melakukan sebuah proyek pada model pembelajaran
inkuiri maka harus ada Media pembelajaran. Media pembelajaran mampu membuat siswa
untuk belajar dengan bekerja secara efektif. Dengan cepat siswa akan terstimulasi untuk
melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Namun seiring perkembangan jaman,media pembelajaran lebih dominan pada media


yang modern. Sehingga media pembelajaran yang sederhana tersisishkan. Memang lebih
mudah dan praktis bila menggunakan media pembelajaran secara modern. Tapi hal ini akan
membuat guru menjadi pasif dan kurang kreatif. Adanya media pembelajaran manual dan
sederhana akan membuat guru lebih kreatif dan membuat pembelajaran lebih efektif.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman bibit merupakan proses yang sering
diamati di SMP. Untuk mengamatinya maka siswa perlu menanam bibit tersebut.Tanah
menjadi bahan utama dalam pembelajaran ini. Namun Tanah kurang efektif digunakan pada
pembelajaran ini karena berbagai hal seperti. Akan mengotori laboratorium bila
menggunakan tanah dan bila sekolah tersebut berada di perkotaan akan sulit mencari tanah.
Selain itu tanaman yang tumbuh di tanah juga sulit diamati akar dan batangnya. Adanya
masalah tersebut maka tanah diganti dengan kapas. Tetapi kapas juga kurang efektif karena
saat kapas terkena air akan mengempis sehingga menyulitkan untuk mengamati batang dan
akarnya. Untuk itu perlu dikembangkan media pembelajaran yang efektif dan efisien supaya
dapat mengantisispasi hal-hal yang telah disebutkan diatas. Sehingga dalam penelitian kali
ini digunakan media pemeblajaran yang bernama bockron (botol dan dacron)
B. Tujuan penelitian
Artikel ini bertujuan untuk menindak lanjuti SPS (Science Process Skill) yang meliputi
keterampilan mengamati, berkomunikasi dan menyimpulkan pada siswa pada materi
pertumbuhan dan perkembangan supaya diperoleh pembelajaran yang bermakna.
C. Instrumen Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri
dari 3 siklus yaitu mengamati perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, siswa
mengukur tingkat pertumbuhan dan siswa mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan. Dalam ketiga siklus ini digunakan media pembelajaran
berupa bocron yaitu (botol dan dacron). Penelitian ini melibatkan siswa kelas 8 SMP.
Subjek penelitian ini dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan. Indikator keterampilan
proses meliputi observasi, komunikasi, interpretasi dan kesimpulan. Hal ini dapat diamati
melalui lembar kerja siswa, tes tertulis dan pengamatan yang telah dilakukan
siswa.Pengelolaan data untuk melihat N-Gain menggunakan Ms. Excel 2007
D. Hasil Penelitian
Dari instrumen-instrumen yang digunakan dan penelitian yang telah dilaksanakan maka
di peroleh hasil penelitian sebagai berikut.
Bocron merupakan media pembelajaran
yang digunakan dalam materi
pertumbuhan dan perkembangan
tanmana bibit. Tanaman bibit yang sudah
siap dimaksukkan gulugan dacron yang
telah ada didalam botol plastic transparan
seperti gambar disamping ini.

Penelitian ini mengamati tentang kemampuan proses sains dalam komunikasi dan
interpretasi. Bila di lihat dari uji N-Gain. Tinggi rendahnya gain yang dinormalisasi (N-
gain) dapat diklasifikasikan sebagai berikut
1 jika g 0,7, maka N-gain yang dihasilkan termasuk kategori tinggi.
2 jika 0,7 > g 0,3, maka N-gain yang dihasilkan termasuk kategori sedang.
3 jika g < 0,3 maka N-gain yang dihasilkan termasuk kategori rendah.
Hasil yang ditunjukkanpada diagramdibawah ini meningkat dari kemampuan
sebelumnya.

Dalam proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran bokron ini siswa diajak
untuk mengamati perkembangan dan pertumbuhan tanaman bibit. Kegiatan yang dilakukan
siswa adalah mengamati perubahan pada akar, batang dan daun. Mengukur perubahan
panjang akar, batang dan daun. Dan observasi pengaruh jumlah air, cahaya dan lokasi
penyimpanan benih. Pengamatan merupakan proses pencaraian informasi dengana
mengguankan kelima indra yang dimiliki manusia. Jadi siswa akan aktif menggunakaan
kelima panaca indranya untuk mengamati selain itu mereka akan menggunakan akal dan
kekreativan mereka masing masing untuk mengamati objek tersebut.
Kegiatan observasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang nyata sesuai
perkembangan kognitif siswa sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa.
Mengamati objek yang alami dan secara langsung sangat membantu siswa memahami
konsep pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini terbukti dari peningkatan aspek yang
ditunjukkan oleh diagaram N-Gain dibawah ini.

Kemampuan proses sains yang diteliti selanjutnya adalah kemampuan berkomunikasi.


Kemampuan berkomunikasi akan berkembang bila di dukung dengan kemampuan
penafsiran. Interpretasi merupakan kemampuan untuk menginterpretasikan
pengamatan dari proses merekam pengamatan dan kemudian dihubungkan anta
pengamatan satudan lainnya sehingga menjadi cerita pengamatan yang runtut untuk
menemukan sebuah konsep. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh peningkatan
kemampuan dari tabel dibawah ini.

E. Kesimpulan
Dari penelitian diperoleh data yang menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri sangat
bermanfaat untuk mengasah kecerdasan karena dengan pembelajaran inkuiri diajak
untuk mengobseriswa untuk menemukan suatu konsep. Dan terbukti dengan
pembelajaran ini siwa mampu lebih menguasai konsep. Dalam penelitian pembelajaran
materi pertumbuhan dan perkembangan digunakan media pembelajaran bokron. Media
pembelajaran ini memiliki bnayak kelebihan baik dari segi pembuatan dan efeknya
terhadap pembalajaran. Media pembelajaran ini cocok digunakan untuk mendukung
proses pembelajaran dengan metode inkuiri. Dengan sistem pembalajaran seperti ini
siswa akan memiliki SPS (Science Process Skill).