Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil alamin. Puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.


Berkat rahmat dan hidayahnya, kami dari kelompok 1 telah menyelesaikan tugas
Pasar Modal berjudul Analisis Fundamental & Makroekonomi .

Dengan segala daya upaya kami mencoba menganalisis dan mencari berbagai
hal yang berkesinambungan mengenai Analisis Fundamental & Makroekonomi .
Kemudian kami rangkai sedemikian mungkin, dan semoga dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Demikian terselesainya tugas Pasar Modal ini. Demi kesempurnaannya kami


mohon kritik ataupun saran dari pembaca. Adapun kurang lebihnya dalam proses
pembuatan tugas ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum wr. wb.

Surabaya, Maret 2016

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................1
DAFTAR ISI...........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................................4
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Investasi...........................................................................................................5
2.2 Pasar Modal.....................................................................................................5
2.3 Analisis Fundamental......................................................................................5
2.4 Analisis Makroekonomi.....................................................................6
BAB 3 PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Analisis Fundamental....................................................................7
3.2 Fungsi Analisis Fundamental........................................................................12
3.3 Faktor-faktor Fundamental yang Berpengaruh terhadap Harga Saham........12
3.4 Pengertian Analisis Makroekonomi.................................................17
3.5 Faktor-faktor Makroekonomi yang Berpengaruh terhadap Harga Saham.....17
Contoh Kasus.................................................................................................18
BAB 4 PENUTUP
Kesimpulan dan Saran....................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bagi setiap investor penting untuk mengetahui laporan keuangan sebelum


berinvestasi saham pada suatu perusahaan, yang dalam konteks ini yaitu PT Astra
International Tbk. Hal itu harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi
perusahaan dan dapat juga dijadikan tolak ukur dalam menentukan tingkat
pengembalian atas investasi saham yang ditanamkan. Penilaian saham umumnya
menggunakan analisis fundamental. Faktor fundamental berfokus pada rasio
keuangan dan peristiwa yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi
kinerja keuangan perusahaan. Faktor fundamental dapat diukur dari beberapa aspek:
rasio leverage, rasio likuiditas, rasio aktivitas, profitabilitas rasio dan rasio nilai pasar
(Sudana, 2009).

Dalam setiap perkembangan perusahaan, penilaian kinerja yang akan


memaksimumkan nilai perusahaan dapat dilihat melalui peningkatan harga saham.
Harga saham dipengaruhi oleh rasio keuangan perusahaan dari faktor ekonomi makro
seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan nilai tukar asing (Bieber, 2005). Pada makalah
ini akan dibahas secara mendalam mengenai analisis fundamental dan analisis makro
ekonomi terhadap perusahaan PT Astra International Tbk. selama beberapa periode.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dan fungsi dari analisis fundamental ?


2. Bagaimana pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap harga saham?
3. Apa pengertian dan fungsi dari analisis makroekonomi ?
4. Bagaimana pengaruh faktor-faktor makroekonomi terhadap harga saham?
5. Bagaimana contoh kasus analisis fundamental dan makro ekonomi pada laporan
keuangan PT. Astra Internasional Tbk ?

1.2 Tujuan Penulisan

3
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah agar mahasiswa lebih
memahami dan mendalami pokok bahasan yang berjudul Analisis Fundamental dan
Makroekonomi khususnya tentang pengertian, pengaruh analisis fundamental
terhadap harga saham perusahaan PT. Astra International Tbk, pengaruh analisis
makro ekonomi terhadap harga saham perusahaan PT.Astra International Tbk dan cara
melakukan analisis fundamental dan makro ekonomi pada laporan keuangan PT. Astra
International Tbk.

BAB 2

LANDASAN TEORI

4
2.1 Investasi

Investasi yaitu suatu rangkaian tindakan menanamkan sejumlah dana dengan


tujuan mendapatkan nilai tambah berupa keuntungan (return) dimasa yang akan
datang. Sharpe Et All (1993), merumuskan investasi dengan pengertian berikut
mengorbankan asset yang dimiliki sekarang guna mendapatkan asset pada masa
mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar. Sedang Jones (2004)
mendefinisikan investasi sebagai komitmen menanamkan sejumlah danapada satu
atau lebih asset selama beberapa periode pada masa mendatang. Tujuan investasi ini
adalah untuk memperoleh keuntungan. Hal ini erat kaitannya dengan penanaman
investasi di bidang pasar modal. Investor dapat berinvestasi di pasar dengan membeli
saham dan obligasi atau melalui perantara dengan mendepositokan uang di bank
(Sudjana, 2009).

1.

2.

2.1.

2.2. Pasar Modal

Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana
dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.
Pasar modal juga bisa diartikan sebagai pasar untuk memperjualbelikan sekuritas
yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham dan obligasi
(Tandelilin, 2010:26). Pasar modal Indonesia dibentuk untuk menghubungkan
investor (pemodal) dengan perusahaan atau institusi pemerintah. Investor merupakan
pihak yang memiliki kelebihan dana, sedangkan perusahaan atau institusi pemerintah
memerlukan dana untuk membiayai berbagai proyek yang dimiliki. Pasar modal
berfungsi sebagai pengalokasi dana dari investor ke perusahaan atau institusi
pemerintah. Bursa efek merupakan bentuk fisik dari pasar modal.

2.2 Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan studi yang mempelajari hal-hal yang


berhubungan dengan keuangan suatu bisnis dengan maksud untuk lebih memahami
sifat dasar dan karakteristik perusahaan publik yang menenerbitkan saham. Analisis
fundamental didasarkan kepercayaan bahwa nilai suatu saham sangat dipengaruhi

5
oleh kinerja perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Jika prospek suatu
perusahaan sangatkuat dan baik, maka harga saham perusahaan tersebut diperkirakan
akan merefleksikan kekuatan tersebut dan harganya akan meningkat (Ang, 1997).

Analisis ini pada dasarnya adalah melakukan analisis historis atas kekuatan
keuangan suatu perusahaan, yang sering disebut sebagai company analysis. Data yang
digunakan adalah data historis, yaitu data yang telah terjadi dan mencerminkan
keadaan keuangan yang telah lewat dan bukan mencerminkan keadaan keuangan
sebenarnya pada saat analisis dilakukan. Dalam analisis ini investor akan mempelajari
laporan keuangan perusahaan, yang terdiri dari neraca, laporan rugi/laba serta laporan
perubahan modal. (Anoraga dan Pakarti, 2001)

2.3 Analisis Makroekonomi

Indikator yang berupa Informasi-informasi kondisi makroekonomi diperlukan


investor untuk melakukan investasi. Kondisi makroekonomi secara keseluruhan akan
mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat, pengusaha, dan investor. Kondisi
makroekonomi yang baik akan menciptakan iklim investasi yang baik. Beberapa
variabel ekonomi nasional yang biasanya digunakan adalah tingkat pertumbuhan
ekonomi yang biasanya dilihat dari produk domestik bruto, tingkat inflasi, tingkat
suku bunga, dan nilai tukar rupiah.

BAB 3

6
PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Analisis Fundamental

Analisis Fundamental atau Fundamental Analysis adalah


metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan.
Dari sini dapat diketahui apakah perusahaan tersebut masih sehat atau tidak.
Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian - kejadian yang
secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi
kinerja keuangan perusahaan. Sebagian pakar berpendapat teknik analisis
fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan dalam
memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka panjang. Dari
pengecekan tersebut, investor dapat mengetahui mana perusahaan yang dalam
kondisi baik dan bisa dipilih untuk investasi.

Analisis Fundamental tidak terbatas untuk saham, bisa juga digunakan


untuk forex, emas. Caranya saja yang berbeda. Tapi umumnya orang
menyebut Analisis Fundamental biasanya merujuk pada saham. Investor yang
murni menggunakan aspek fundamental di dalam menentukan keputusan
investasinya disebut dengan Fundamentalist.

Analisis Fundamenal perusahaan membutuhkan data untuk bisa


dianalisis. Data bisa didapatkan dari berbagai berita, data ekonomi, dan
laporan keuangan yang dirilis oleh emiten yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.

Untuk memudahkan penilaian laporan keuangan, analisis


menggunakan berbagai rasio financial. Untungnya sekarang sudah banyak
media dan koran bisnis yang juga menyediakan data rasio-rasio ini. Selain itu,
rasio-rasio ini dapat dicari di Platform online trading, atau dari internet.
Contoh rasio financial yang sering digunakan adalah:

1. Rasio Likuiditas

7
Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur jumlah uang yang
tersedia untuk membayar biaya-biaya jangka pendek maupun jangka
panjang. Rasio ini terdiri dari :

Current Ratio (Rasio lancar). Rasio ini keuangan ini


menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi
kewajiban lancar. Semakin besar hasil perbandingan aktiva
lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan
perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek.

Current ratio = Aktiva lancar / utang lancar

Quick Ratio. Mengukur apakah perusahaan memiliki asset


lancar (tanpa harus menjual perusahaan) untuk menutupi
kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi quick ratio
perusahaan, semakin baik kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban lancarnya.

Quick Ratio= (aktiva lancar-persediaan) / utang lancar

Cash Ratio. Merupakan rasio kecukupan kas yang dapat


dipakai untuk membayar utang jangka pendek yang ada di
tahun tersebut. Rasio ini memiliki formula sebagai berikut:

Cash Ratio =

2. Rasio Profitabilitas

Profitability Ratio adalah gambaran kemampuan perusahaan


menghasilkan laba dengan kemampuan dan sumber yang dimiliki yang
di bandingkan dengan expenses dan relevant cost lainnya yang terjadi
pada waktu tertentu, dimana semakin tinggi rasio ini maka semakin
baik.

Gross Profit Marginal (Margin Laba Kotor)

Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi


dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio

8
ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah
penjualan.

GPM = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) x 100%

Net Profit Marginal (Margin Laba Bersih)

Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih


sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.

NPM = (Laba setelah pajak / Total Aktiva) x 100%

Operating Profit Margin

Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan


keuntungan. Operating profit margin mengukur persentase dari
profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan sebelum
dikurangi dengan biaya bunga dan pajak. Pada umumnya
semakin tinggi rasio ini maka semakin baik.

OPM = (Laba usaha / Penjualan Bersih) x 100%

Return of Asset

adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas untuk


mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
dengan menggunakan total aktiva yang ada dan setelah biaya-
biaya modal (biaya yang digunakan mendanai aktiva)
dikeluarkan dari analisis.

ROA = (Laba bersih setelah pajak / total aktiva) x 100%

Return of Equity

Adalah Tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh perusahaan


untuk setiap satuan mata uang yang menjadi modal perusahaan.
Menggambarkan seberapa besar sumbangan keuntungan
terhadap pemegang saham.

ROE = (Laba Bersih Setelah Pajak / Total Modal Pemegang


Saham) x 100%

9
3. Solvency Ratio

Solvency Ratio menggambarkan kemampuan perusahaan untuk


melunasi kewajiban jangka panjangnya, dimana sangat berpengaruh
untuk menilai going concern dari suatu perusahaan, dan menilai
prospek perusahaan itu kedepannya.

Debt to Equity Ratio (rasio utang atas modal). Rasio keuangan


ini sering disebut dengan istilah rasio laverage,
menggambarkan hubungan antara modal dengan utang
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti menunjukkan
bahwa perusahaan sangat berisiko tinngi, karena terlalu banyak
utang yang digunakan dibandingkan dengan equitynya. Oleh
karena itu sangat penting bagi perusahaan untuk mengatur rasio
ini sampai batas optimalnya.

Debt to Equity= total utang/ekuitas

Total Debt to Total Asset. Menggambarkan aktiva yang


dipergunakan oleh perusahaan untuk menutup hutang baik
jangka pendek maupun jangka panjang.

Total Debt to Capital Asset = total utang / total aktiva

4. Rasio Aktivitas

Rasio akuntansi yang satu ini memberikan pemahaman terkait


kemampuan perusahaan dalam mengubah akun-akun tertentu yang ada
dalam neracanya menjadi uang atau pendapatan. Singkatnya, rasio ini
tidak hanya digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi melainkan
pula tingkat efektivitas suatu perusahaan dalam memanfaatkan asetnya
untuk menghasilkan pendapatan. Lebih jauh, hasil dari pengukuran
rasio ini bisa digunakan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan
pada suatu periode apakah mampu atau tidak untuk memenuhi target
yang ditentukan.

Total assets turnover (TATO) = Penjualan bersih


Total aktiva

10
Jika perusahaan dapat menggunakan aset secara optimal, maka
penjualan perusahaan akan meningkat. Perusahaan dapat
mengoptimalkan aset mereka dan meningkatkan penjualan akan lebih
menarik bagi investor. Ini akan meningkatkan laba perusahaan dan
dapat dilihat dari kenaikan harga saham. Hal ini sesuai dengan
Nugroho (2012) bahwa kinerja keuangan mempengaruhi terhadap
return saham.

Selain Selain rasio-rasio di atas, ada pula laba per saham


(earnings per share/EPS) dapat dikategorikan sebagai rasio
profitabilitas. Sesuai namanya, EPS mengukur porsi dari laba
perusahaan yang dapat dialokasikan ke setiap lembar saham yang
beredar. Menurut Baridwan (1992:333), laba bersih per saham adalah
Jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap
lembar saham yang beredar, dan akan dipakai oleh pimpinan
perusahaan untuk menentukan besarnya dividen yang akan dibagikan.
jika nilai laba per saham kecil maka kecil pula kemungkinan
perusahaan untuk membagikan deviden. Maka dapat dikatakan
investor akan lebih meminati saham yang memiliki earnings per share
tinggi dibandingkan saham yang memiliki earnings per share rendah.
Earnings per share yang rendah cenderung membuat harga saham
turun.

EPS =

EPS bisa digunakan untuk mencari price-earnings ratio atau


PER (sering juga disingkat P/E). PER adalah rasio harga dibagi laba
per saham (EPS), atau bisa dilihat sebagai berikut:

PER =

Price Earning Ratio (PER) digunakan oleh para investor untuk


memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dimasa
yang akan datang. Investor dapat mempertimbangkan rasio ini untuk

11
memilah-milah saham mana yang nantinya dapat memberikan
keuntungan yang besar dimasa mendatang. Menurut Husnan (2001)
secara fundamental rasio ini diperhatikan oleh investor dalam memilih
saham karena perusahaan yang mempunyai nilai PER yang tinggi
menunjukkan nilai pasar yang tinggi pula atas saham tersebut,
sehingga saham tersebut akan diminati oleh investor dan hal ini pada
akhirnya akan berdampak pada kenaikan harga saham sebaliknya
apabila perusahaan mempunyai PER yang rendah menunjukkan nilai
pasar yang rendah sehingga akan berdampak terhadap penurunan
harga saham.

3.2 Fungsi Analisis Fundamental

Analisis Fundamental memiliki beberapa kegunaan di dalam investasi saham,


antara lain :

1. Mendeteksi saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar saham
Dengan mengetahui bagaimana kondisi ekonomi Negara dapat
mengetahui kapan kita harus berinvestasi.
2. Membantu memilih saham yang baik untuk investasi
Dengan analisis industri dan keuangan perusahaan kita dapat terhindar
dari memiliki perusahaan yang fundamentalnya kurang jelas
3. Mengetahui harga wajar suatu saham
Analisis fundamental dapat di gunakan untuk mengetahui valuasi saham,
yaitu berapa nilai nominal saham itu layak di hargai.

3.3 Faktor-faktor Fundamental yang Berpengaruh terhadap Harga Saham

Faktor Menentukan dalam Analisa Fundamental

Dari setiap berita yang baik yang berhubungan langsung maupun tidak
langsung dengan ekonomi dapat merupakan suatu faktor fundamental yang penting
untuk dicermati. Berita-berita tersebut dapat berupa berita yang menyangkut
perubahan ekonomi, perubahan tingkat suku bunga, pemilihan presiden, bencana alam
dan lain-lain. Faktor-faktor fundamental yang sifatnya luas dan kompleks tersebut
dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori besar, yaitu :

Faktor Ekonomi

12
Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fundamental
perekonomian suatu negara, indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang tidak
dapat dipisahkan dan merupakan bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental
itu sendiri. Seiring dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi,
untuk mendapatkan sumber informasi terkini, seorang trader juga sering
menggunakan informasi yang berasal dari monitor komputer, misalnya melaui Dow
Jones Telerate, Reuters, Knight Rider maupun Bloomberg. Indikator-indikator
ekonomi yang sering digunakan dalam Analisis Fundamental, yaitu :

1. Gross Domestic Product

Gross Domestic Product adalah penjumlahan seluruh barang dan jasa


yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun
oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu
waktu / periode tertentu.

2. Inflasi

Seorang Trader akan selalu memperhatikan dengan seksama


perkembangan tingkat inflasi. Salah satu cara pemerintah dalam
menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat
suku bunga . Kebijakan peningkatan tingkat suku bunga ini diharapkan dapat
memperkuat nilai tukar dan mengendalikan tingkat inflasi. Penggunaan tingkat
inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk
mencerminkan tingkat GDP dan GNP ke dalam nilai sebenarnya. Nilai GDP
dan GNP ini merupakan indikator sangat penting bagi seorang Trader dalam
membandingkan peluang dan resiko investasinya di mancanegara. Umumnya
seorang Trader akan menggunakan indikator-indikator inflasi sebagai berikut :

a) Producer Price Index (PPI)

PPI adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga


yang diterima oleh produsen domestik untuk setiap output yang
dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan
dari berbagai sektor ekonomi terutama dari sektor manufaktur,
pertambangan dan pertanian.

b) Consumer Price Index (CPI)


13
CPI digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga
eceran dan sekelompok barang dan jasa tertentu. Kedua indeks
tersebut, CPI dan PPI, digunakan oleh seorang Trader sebagai indikator
untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi. Seorang Trader tidak
dapat berharap bahwa Bank Sentral akan menaikkan tingkat suku
bunga setiap salah satu indikator memberikan sinyal kuat tentang
adanya inflasi maupun menurunkan suku bunga untuk keadaan
sebaliknya. Contoh : dampak Perang Teluk (1991) adalah naiknya
harga minyak bumi dan ini membuat indeks CPI di Amerika Serikat
juga naik. Namun karena peningkatan indeks CPI itu tidak berlangsung
lama, maka Bank Sentral Amerika Serikat tidak mengambil tindakan
apa pun.

3. Balance of Payment

Balance of Payment adalah suatu neraca yang terdiri dari keseluruhan


aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat
komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu.
Balance of Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara penduduk,
pemerintah dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti
transaksi ekspor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral
dan lain-lain. Indikator umum yang sering digunakan adalah neraca
perdagangan / current account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca
pembayaran adalah adanya aliran investasi asing yang masuk ke dalam negeri
dalam bentuk Foreign Direct Investment maupun Portofolio Investment .
Contoh : surplus neraca perdagangan Jepang terhadap Amerika Serikat pada
tahun 1998 memberikan gambaran / indikasi yang jelas terhadap
meningkatnya volume permintaan Yen dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya
nilai tukar Yen terhadap Dollar AS menguat.

4. Employment

Employment adalah suatu indikator yang dapat memberikan gambaran


tentang kondisi riil berbagai sektor ekonomi. Indikator mengenai tingkat
kesempatan kerja ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menganalisis sehat /
tidaknya perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam

14
keadaan full capacity / kapasitas penuh maka akan tercapai full employment .
Jika keadaan sebaliknya, maka tingkat pengangguran pun akan meningkat.
Tingkat employment adalah indikator ekonomi yang sangat penting bagi pasar
keuangan pada umumnya dan pasar valuta asing khususnya.

Faktor Politik

Faktor Politik, sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pergerakan


nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui timing / waktu terjadinya secara pasti dan
untuk ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar. Ada kalanya suatu
perkembangan politik berdampak pada pergerakan nilai tukar, namun ada kalanya
tidak membawa dampak apapun terhadap pergerakan nilai tukar. Contoh : gejolak
politik yang terjadi di Indonesia pada pasca pergantian kepemimpinan nasional dari
masa pemerintah Orde Baru (1966 1998) sampai ke Orde Reformasi menimbulkan
gejolak fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sangat signifikan.
Namun ada kalanya isu politik tidak mempengaruhi fluktuasi nilai tukar, seperti
dalam kasus Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dan Monica Lewinsky pada
tahun 1998 yang tidak serta merta membawa dampak terhadap perubahan nilai tukar
Dollar AS.

Faktor Keuangan Moneter

Peranan Faktor Keuangan sangat penting dalam melakukan Analisis


Fundamental. Adanya perubahan dalam kebijaksanaan moneter dan fiskal yang
diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut
perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan terhadap perubahan
dalam fundamental ekonomi. Perubahan kebijakan ini juga akan mempengaruhi nilai
tukar mata uang. Para pengamat pasar valuta asing menyatakan bahwa tingkat suku
bunga adalah penentu utama nilai tukar suatu mata uang, selain indikator keuangan
lainnya, seperti jumlah uang yang beredar. Aturan umum mengenai kebijakan tingkat
suku bunga ini adalah semakin tinggi tingkat suku bunga semakin kuat nilai tukar
suatu mata uang.Tingkat suku bunga disini dimaksudkan adalah tingkat suku bunga
riil bukan yang nominal. Seorang Trader akan bereaksi terhadap perubahan selisih

15
tingkat suku bunga, bukan pada perubahan tingkat suku bunga secara individual.

Faktor Eksternal

Faktor Eksternal dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap nilai


tukar suatu negara. Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dapat
membawa dampak regional bagi perekonomian negara-negara lain yang terdapat
dalam kawasan yang sama. Dalam era alokasi global asset , arus portofolio modal
tidak lagi mengenal batas-batas wilayah negara. Para Fund Manager , Investor dan
Hedge Fund yang melakukan investasi secara global, sangat mencermati perubahan
ekonomi, bukan hanya dalam lingkup satu negara, melainkan juga meluas hingga ke
dalam lingkup satu kawasan / regional tertentu.

3.4 Pengertian Analisis Makroekonomi

Makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan.


Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak

16
masyarakat, perusahaan, dan pasar. Unsur-unsur makroekonomi yang biasa dianalisis
melalui analisis ekonomik ini adalah faktor tingkat bunga, pendapatan nasional suatu
negara, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang diterapkan oleh suatu negara.
analisis ini digunakan untuk mengetahui potensi dari faktor makro yang pastinya
menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat pengembalian dari investasi.

Fungsi ekonomi makro adalah untuk menganalisis cara terbaik untuk


mempengaruhi target target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas
harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

3.5 Faktor-faktor Makro Ekonomi yang Berpengaruh terhadap Harga Saham

Apabila suatu barang ditukar dengan barang lain, tentu didalamnya


terdapat perbandingan nilai tukar antar keduanya. Nilai tukar pada dasarnya
adalah semacam harga di dalam pertukaran tersebut. Sebagaimana halnya dengan
pertukaran antar dua mata uang yang berbeda akan terdapat perbandingan nilai atau
harga antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan kedua nilai ini sering disebut
nilai tukar mata uang atau kurs (exchange rate). Terdapat dua macam nilai tukar mata
uang, yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil. Nilai tukar nominal adalah nilai
tukar mata uang yang semata-mata dikaitkan dengan nilai atau harga atas
pertukaran kedua mata uang tersebut. Nilai tukar riil adalah nilai tukar nominal
dikalikan dengan rasio antara indeks harga barang-barang di luar negeri dengan
indeks harga barang-barang dalam negri. Nilai tukar riil berguna untuk mengukur
daya saing (competitive advantage).

Bagi investor, dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap USD bersifat tidak
pasti. Nilai tukar rupiah terhadap USD yang relatif rendah akan mendorong
peningkatan ekspor dan dapat mengurangi laju peningkatan impor. Disisi lain,
nilai tukar rupiah terhadap USD yang rendah mengakibatkan daya beli menurun dan
dapat memicu resesi. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing
(rupiah terhadap USD) memberikan pengaruh negatif terhadap pasar ekuitas,
karena pasar ekuitas menjadi tidak mempunyai daya tarik (Ang, 1997).

CONTOH KASUS :

Analisa Astra Internasional dengan data 5 tahun terakhir:

17
1. Return On Equity Rata-rata dalam 5 tahun terakhir di atas 15% (Data Perusahaan
39.05% Memenuhi ). Dihitungan Rata-rata Nilai Ekuitas. Rasio ini sebenarnya juga
sudah dengan cara membagi Laba Bersih dan dipublikasikan dalam laporan keuangan
perusahaan ataupun oleh Bursa Efek Indonesia.

Berturut-turut, data ROE adalah 46.44%, 41.11%, 42.65%, 33.98%, dan 31.06%. Jika di rata-
ratakan berarti 39.05% (Dari total semuanya dibagi 5). Untuk point no 2 4, angka tersebut
tidak selalu tercantum dalam laporan keuangan sehingga harus dihitung secara manual. Untuk
itu, diperlukan data Ekuitas (atau Book Value Per Share), Penjualan dan Net Income (atau
Earning Per Share). Data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

18
Untuk menghitung tingkat pertumbuhan, maka metode yang digunakan bukan menggunakan
rata-rata seperti perhitungan ROE di atas. Tapi menggunakan metode return geometrik atau
tingkat pertumbuhan yang memperhitungkan faktor bunga berbunga. Data yang dibutuhkan

19
juga sebetulnya tidak memerlukan data 5 tahun terakhir, cukup data pada akhir tahun 2007
dan data pada akhir 2012. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut,

Growth =

. Penggunaan angka 5 karena data 5 tahun terakhir.

2. Equity Growth di atas 15% dalam 5 tahun (Data Perusahaan 27.21% Memenuhi)

Perhitungan Equity Growth menggunakan Jumlah Ekuitas, yaitu sebesar


26.963 milliar pada tahun 2007 dan sebesar 89.814 milliar pada tahun 2012. Dengan
rumus di atas, maka angka pertumbuhannya = (89.814 / 26.963) ^(1/5) 1 = 27.21%.
Selain menggunakan nilai Ekuitas, bisa juga menggunakan nilai Book Value Per
Share (terutama apabila anda ragu memasukkan Hak Minoritas atau tidak).

3. Sales Growth di atas 15% dalam 5 tahun (Data Perusahaan 21.79% Memenuhi)

Data Net Revenue 2007 = 70.183, Data Net Revenue 2012 = 188.053. Tingkat
pertumbuhannya = (188.053 / 70.183) ^ (1/5) 1 = 21.79%

4. Earning Growth di atas 15% dalam 5 tahun terakhir (Data Perusahaan 28.07%
Memenuhi)

Data Net Income 2007 = 6.519, Data Net Income 2012 = 22.460. Tingkat
pertumbuhannya = (22.460 / 6.519) ^ (1/5) 1 = 28.07%. Apabila anda ragu dengan
istilah comprehensive income bisa menggunakan Earning Per Share.

5. Free Cash Flow Growth di atas 15% dalam 5 tahun terakhir (Data Perusahaan -157%
Tidak Memenuhi)

Informasi mengenai free cash flow tidak tersedia untuk umum. Namun bisa
dihitung. Cara yang paling sederhana untuk menghitung Free Cash Flow adalah
dengan Operating Cash Flow + Investing Cash Flow. Selisih dari kedua cashflow
tersebut, apabila positif berarti sisanya bebas dipergunakan perusahaan untuk apapun,
apakah mau digunakan pembagian dividen atau disimpan. Sementara jika negatif,
berarti perusahaan membutuhkan pendanaan dari pihak eksternal membiayai ekspansi
dan operasionalnya. Idealnya memang selalu positif, artinya perusahaan bisa
memenuhi seluruh kegiatan ekspansi dari keuntungan operasional. Namun tidak

20
jarang kegiatan ekspansi membutuhkan investasi besar sehingga dibutuhkan
pendanaan dari pihak luar. Dalam konteks ini, angka Free Cash Flow akan negatif.

Free Cash Flow 2007 = 11.244 + (3.030) =8.214

Free Cash Flow 2012 = 8.932 + (9437) = -505

Angka pertumbuhan =(-505 / 8214)^(1/5) 1 =-157%

21
KESIMPULAN DAN SARAN

Dari kedua analisis yaitu fundamental dan makroekonomi, kami menarik kesimpulan
bahwa jika seorang investor akan berinvestasi baik jangka pendek atau jangka panjang harus
memperhatikan kedua analisis tersebut.

Pada laporan keuangan perusahaan PT. Astra Internasional Tbk tahun 2007 hingga
tahun 2012, perusahaan PT Astra Internasional Tbk. mengalami kinerja yang kurang baik
selama 5 tahun terakhir, hal ini dilihat dari laporan arus kas dimana setelah dihitung angka
pertumbuhannya sebesar -157% yang berarti perusahaan membutuhkan pendanaan dari pihak
eksternal untuk membiayai ekspansi dan operasionalnya.

22
DAFTAR PUSTAKA

1. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29141/5/Chapter%20I.pdf
2. http://eprints.mdp.ac.id/750/1/JURNAL%202009200054%20ERNA%20INDAH
%20SARI.pdf
3. http://khukaimbarkhowa.blogspot.co.id/2013/07/makalah-analisis-fundamental-pt-xl.html
4. http://iinwulandari13.blogspot.co.id/2015/05/makalah-pasar-modal.html
5. http://gado-lado.blogspot.co.id/2013/01/makroekonomi-bab-i-analisis-makroekomi.html
6. http://astridianti.blogspot .co.id/2015/04/10-penyebab-hapusnya-perikatan.html
7. http://ekonomiplanner.blogspot.co.id/2014/06/tujuan-ekonomi-makro-dan- mikro.html
8. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/120427-T%2025532-Analisis%20nilai-Tinjauan
%20literatur.pdf
9. http://www.ijbmi.org/papers/Vol(4)2/Version-2/E0422036042.pdf
10. https://pandubudimulya.wordpress.com/2013/11/25/menghitung-rasio-likuiditas-solvabilitas-
rentabilitas-dan-perputaran-piutang-pt-colorpak-indonesia-tbk/

23