Anda di halaman 1dari 4

Pada suatu hari di Desa Patebon terdapat 2 pasang calon pengantin yang kebetulan

bertetangga sedang asyik membahas tentang rencana pernikahan masing-masing di depan teras
salah satu calon pengantin tersebut.

Sdri. Septina : Seneng banget ya yang sebentar lagi kita mau married (sambil tersenyum).

Sdr. Jepang : Iya yang, aku juga seneng banget, oh iya yang kita kan seminggu lagi ada jadwal
untuk suntik catin kan di puskesmas ?

Sdri. Septina : Oh iya yang hampir aja aku lupa untung kamu ngingetin. Ngomong-ngomong
kalian berdua udah suntik catin belum di puskesmas ?

Sdr. Dewa : Apa sep???? suntik catin ??? itu apa ya kok aku baru denger ? (sambil garuk-
garuk kepala).

Sdri. Suci : Haaahh suntik catin ? apa itu, aku juga baru denger nih ? Jelasin dong.

Sdri. Septina : Aduh, kalian ini masak 3 minggu lagi mau married kalian gak tau tentang suntik
catin sih.Capeek deh

Sdr. Jepang : Iya nih kalian gak update banget sih.

Sdri. Suci : Iya makanya dong kasih penjelasan pada kami

Sdri. Septina : Yang kami tahu mengenai suntik catin tuh suntik untuk calon pengantin yang
dilakukan di puskesmas.

Sdr. Dewa : Trus manfaatnya apa ? Kok kayak anak SD aja sih udah besar gini, calon
pengantin lagi kok masih aja disuruh suntik. Ngeri tau sama jarum suntik, ya k an beib ? (Sambil
meringis ketakutan).
Sdri. Suci : Iya beib aku juga takut sama jarum.

Sdr. Jepang : Udah-udah gak usah pada takut, sebenarnya kami juga belum mengetahui secara
detail mengenai suntik catin tersebut, kami berdua hanya mendapat info dari bu RT bahwa calon
pengantin harus disuntik dulu supaya nanti anaknya sehat.

Sdri. Septina : Kebetulan kemarin kami berdua juga diberi informasi kepada bu RT, bahwa di
rumah beliau akan diadakan penyuluhan kesehatan oleh bu bidan Nurul kepada calon pengantin
besok hari sabtu jam 3 sore. Gimana kalian ikut ya ?

Sdr. Dewa : Hmmm.. iya deh, boleh juga. InsyaAllah kami ikut. Ya kan beib ?

Sdri. Suci: Ok deh.

Bidan memberikan penyuluhan mengenai kesehatan untuk calon pengantin tersebut.

Bidan Nurul : (Memberikan pendkes tentang kesehatan pra nikah)


Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami
isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dalam istilah menikah itu harus dipersiapkan lahir batin, yang juga harus diperhatikan dan
dimasukkan ke dalam list pra-nikah adalah persiapan kesehatan pasangan. Tidak hanya sehat
secara fisik yang harus diperhatikan namun juga sehat menurut definisi yang luas
1. Penyuluhan tentang gizi pada pranikah
Pasangan pranikah banyak mengesampingkan nutrisinya dengan alasan sibuk mempersiapkan
pernikahannya yang sebenarnya tidak perlu terlalu dipusingkan. Gizi pra nikah, pentingnya kita
mempersiapkan gizi pra nikah adalah karena ketika nanti saudari hamil, ibu dan janin akan
sehat dan anak yang lahir akan sehat juga. Bayi yang sehat akan meningkatkan
kualitas hidup anak tersebut kelak.
WAKTU MENU MURAH MENU SEDANG

PAGI - Nasi putih - Nasi putih


- Sayur kacang panjang - Sayur kacang panjang
- Tempe goreng dan daging
- Telur ceplok
- Susu
SIANG - Nasi putih - Nasi putih
- Sayur bayam dan jagung- Gado-gado komplit
muda - Ayam goreng
- Pepes ikan - Selada, buah pepeya
- Pepaya dan tomat
MALAM- Nasi putih - Nasi putih
- Pecel kangkung, tauge dan- Cah sawi dan daging
kacang panjangtahu goreng - Ikan bumbu acar
- Pisang ambon - Pisang raja, buah jeruk

2. Sex Education
Tes kesehatan untuk menghindari adanya penularan penyakit yang ditularkan lewat hubungan
seksual, seperti sifilis, gonorrhea, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan penyakit
hepatitis. Perempuan sebenarnya lebih rentan terkena penyakit kelamin daripada pria. Karena
alat kelamin perempuan berbentuk V yang seakan "menampung" virus. Sedangkan alat kelamin
pria tidak bersifat "menampung" dan bisa langsung dibersihkan.

3. Imunisasi CATIN
Imunisasi TT Catin adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai pencegahan terhadap
infeksi tetanus pada calon pengantin.
Imunisasi bertujuan untuk mencegah pasangan terutama pada wanita agar tidak terserang oleh
virus clostridium teteani, apabila nanti wanita tersebut hamil dan terjadi perlukaan saat
persalinan maka si ibu tidak akan mudah mengalami infeksi dan perdarahan postpartum.
Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT calon pengantin : Puskesmas, Puskesmas
pembantu, Rumah sakit, Rumah bersalin, Polindes, Posyandu, Rumah sakit swasta, Dokter
praktik dan Bidan praktik.
Bagaimana ibu, Apakah ada yang ingin ditanyakan?
Sdri Suci : Bu saya mau bertanya, bu kenapa ya harus disuntik catin apa manfaatnya bu ?
Bidan Nurul : (menjawab pertanyaan) baik bu saya jelaskan ya manfaat suntik catin
Melindungi bayi yang baru lahir dari tetanus neonatorum dan melindungi ibu terhadap
kemungkinan tetanus saat terluka dalm proses persalinan.

Sdri Septina : Bu untuk pelaksanaan imunisasi catin dilakukan berapa kali ?

Bidan Nurul : Imunisasi dengan vaksin TT ini diberikan 2 (dua) kali kepada wanita usia subur
(calon pengantin) dan kepada ibu hamil. Jarak waktu antara pemberian TT ke I dan TT ke II
paling sedikit 4 minggu. Jadi kalau saya imunisasi hari ini (24 Agustus 2013), nanti saya bisa
melakukan imunisasi TT ke II paling tidak tanggal 24 September 2013, atau bisa lebih lama.

Bidan Nurul : Bagaimana apakah saudara sudah jelas ?

Semua calon pengantin : Sudah bu


Penyuluhan tentang kesehatan pra nikah sudah selesai dan semua calon pengantin akhirnya
sudah mengerti mengenai kesehatan pra nikah, mereka pun pulang kerumah masing-masing.
Dengan adanya penyuluhan kesehatan pra nikah, yang diberikan oleh bidan Nurul, akhirnya
semua calon pengantin di Desa Patebon sudah mengetahui dan mengerti tentang kesehatan pra
nikah dan hal itu merupakan suatu bentuk dan wujud bidan dalam meningkatkan promosi
kesehatan di masyarakat

Anda mungkin juga menyukai