Anda di halaman 1dari 16

FOREX EXPOSURE

Eksposur valuta asing akan dialami oleh perusahaan yang melakukan pembayaran dan/ atau
menerima pendapatan dalam valuta asing. Eksposur valuta asing timbul karena kurs valuta asing
selalu berubah. Ditinjau dari dampaknya, terdapat 3 macam eksposur valuta asing, yaitu eksposur
transaksi, eksposur operasi, dan eksposur akuntansi.

Exposure adalah tingkat dimana perusahaan dipengaruhi oleh kurs (Faisal, 2001 :107). Seberapa
jauh suatu perusahaan dipengaruhi oleh perubahan kurs valas secara umum disebut eksposur
(Kuncoro, 2000 : 242). Sementara, menurut Levi (2001 : 313) eksposur merupakan gambaran dari
tingkat atau derajat perubahan nilai suatu objek dalam mata uang asal karena perubahan kurs.
Eksposur berhubungan dengan nilai mata uang domestik riil, yang terdapat pada aset dan
kewajiban, atau pada pendapatan operasi perusahaan sehingga nilai asset dan kewajiban ditentukan
pada suatu saat tertentu, dan nilai pendapatan operasi dihitung selama periode waktu tertentu.
Perubahan kurs yang lebih besar atau lebih kecil dari yang diharapkan yang akan menimbulkan
keuntungan atau kerugian atas aset, kewajiban, atau pendapatan operasi. Menurut Faisal (2001 :
107) bahwa exposure memiliki tiga bentuk, yaitu:

1. Translation (Accounting) Exposure merupakan exposure laporan laba rugi dan neraca
MNC terhadap perubahan-perubahan nilai tukar nominal. Dihasilkan dari fakta bahwa
MNC harus mengkonsolidasikan rekeningnya ke dalam mata uang lokal melalui cash flow-
nya yang didenominasi dalam berbagai valas (mentranslasi laporan keuangan yang
didenominasi mata uang asing ke dalam mata uang lokal, dimana aset dan liabilities
tersebut merefleksikan keputusan-keputusan masa lalu yang dibuat oleh perusahaan).
Translation (accounting) exposure timbul dari kebutuhan untuk maksud-maksud pelaporan
dan konsolidasi, untuk mengkonversi laporan keuangan operasi asing/luar negeri dari mata
uang lokal (perusahaan subsidiary) ke mata uang perusahaan induk (parent company). Jika
kurs telah berubah sejak periode pelaporan sebelumnya, translasi (restatement) dari assets
dan liabilities, revenues, gains, dan loses yang didenominasi dalam valas akan
menghasilkan gains/loses dalam valas (foreign exchange gains/loses).
2. Transaction Exposure adalah exposure valas perusahaan dalam transaksi-transaksinya
dengan negara lain dimana transaksi tersebut terjadi pada saat ini, namun pembayarannya
dilakukan pada masa datang. Pada saat jatuh tempo/penyelesaian transaksi-transaksi
tersebut menaikkan keuntungan-keuntungan/kerugian-kerugian mata uang. Dengan kata
lain, selama periode komitmen-komitmen pembayaran atau penerimaan tersebut belum
jatuh tempo, kurs nominal dapat berubah dengan membuat nilai transaksi ada dalam resiko.
Eksposur transaksi terjadi ketika perusahaan terlibat dalam transaksi yang didenominasi
mata uang asing/valas yang akan terjadi di masa yang akan datang.
3. Economic Exposure adalah exposure valas cash flows perusahaan terhadap perubahan-
perubahan nilai tukar riil. Dengan kata lain, economic exposure adalah mengukur
perubahan-perubahan nilai tukar yang mempengaruhi nilai perusahaan yang diukur dalam
PV cash flows masa datang yang diharapkan/berfokus pada dampak perubahan-perubahan
nilai tukar terhadap nilai perusahaan yang diukur dari present value dari seluruh cash flows
masa datang yang diharapkan/expected future cash flows. Eksposur yang didasarkan pada
nilai-nilai pasar mengasumsikan bahwa tujuan finansial perusahaan adalah untuk
memaksimumkan kekayaan pemegang saham.
MENGUKUR DAN MENGELOLA EXPOSURE TRANSAKSI

Eksposur transaksi mengukur perubahan pada nilai transaksi karena terdapat perbedaan antara kurs
valuta asing pada saat transaksi disepakati dan saat transaksi diselesaikan/ dipenuhi. Eksposur
transaksi akan mempengaruhi aliran kas jangka pendek perusahaan. Fluktuasi nilai transaksi kas
di masa yang akan datang karena perubahan kurs valuta asing akan memberikan eksposur transaksi
bagi perusahaan. Eksposur transaksi antara lain disebabkan oleh beberapa hal :

1. Pembelian atau penjualan barang atau jasa secara kredit, dimana harga dinyatakan dalam
mata uang asing.
2. Pinjam-meminjam dana yang pelunasannya dinyatakan dalam mata uang asing.

Eksposur transaksi terdiri dari beberapa tahapan, yaitu eksposur kuotasi, eksposur pra pemenuhan
pesanan dan eksposur penagihan. Eksposur transaksi pertama kali timbul saat penjual menyatakan
harga dalam mata uang asing dan menyampaikannya kepada calon pembeli, baik secara verbal
atau tertulis. Pada saat pembeli memesan barang atau jasa, eksposur potensial berubah menjadi
eksposur transaksi aktual. Eksposur transaksi berakhir saat pembayaran diterima penjual.

Manajemen Eksposur Transaksi Melalui Kontrak Hedging Valuta Asing

Eksposur transaksi dapat dikelola dengan melakukan kontrak hedging valuta asing atau menempuh
strategi operasi tertentu. Kontrak hedging valuta asing bisa dilakukan dipasar forward, pasar
future, pasar uang, dan pasar opsi. Selain itu upaya hedging juga dapat ditempuh dengan
mengadakan kesepakatan swap. Kesepakatan swap yang sering digunakan adalah back-to-back
loans, currency swap, dan credit swap

Melakukan Kesepakatan Swap

Swap valuta asing adalah kesepakatan antara dua pihak untuk mempertukarkan sejumlah tertentu
dana dalam mata uang yang berbeda, dan selang setelah periode tertentu, mengembalikan dana
yang diterima dalam jumlah yang sama. Beberapa jenis swap yang umum dilakukan untuk
mengelola eksposur transaksi dan eksposur operasi adalah back-to-back loan atau disebut
juga parallel loan,currency swap, dan credit swap.

Back-to-back atau parallel loans

Jenis swap ini melibatkan dua pihak di negara yang berbeda, yang sepakat untuk saling meminjam
sejumlah dana dalam mata uang kedua negara, selama periode waktu tertentu. Pada akhir periode
waktu yang disepakati, masing masing pihak mengembalikan dana yang dipinjam. Setiap pihak
yang terlibat dalamback-to-back loan dapat menetapkan syarat tambahan untuk mengantisipasi
perubahan kurs yang tidak sebanding.

Currency swap

Currency swap mirip dengan back-to-back loan, kecuali bahwa ia tidak nampak dalam neraca.
Biasanya, dua perusahaan sepakat untuk mempertukarkan sejumlah dana dalam mata uang yang
berbeda, yang ekuivalen nilainya, selama waktu tertentu. Jangka waktu berakhirnyacurrency
swap dapat dinegosiasikan sampai minimal 10 tahun. Apabila dana disuatu negara lebih mahal
dari negara yang lain, currency swapdapat mempertimbangkan perbedaan suku bunga.

Credit swap

Credit swap adalah pertukaran mata uang antara perusahaan dan bank (seringkali bank sentral)
asing, yang berlangsung selama kurun waktu tertentu. Credit swap sebenarnya telah dipraktikkan
antara bank-bank umum, dan antara bank umum dan bank sentral, untuk memenuhi kebutuhan
akan valuta asing. Daya tarik daricredit swap adalah kemampuannya untuk mengurangi kebutuhan
guna membelanjai kegiatan dengan mata uang lemah dari sumber mata uang kuat.

Manajemen Eksposur Transaksi dengan Memodifikasi Strategi Operasi

Strategi yang banyak ditempuh untuk mengelola eksposur transaksi adalah :

Leads dan Lags : Menentukan Ulang Saat Transfer Dana

Istilah leads berarti mempercepat pembayaran dan lags memperlambat pembayaran. Jika sebuah
perusahaan memiliki utang dalam mata uang kuat dunia, dimana kemungkinan mata uang tersebut
untuk berapresiasi terhadap mata uang domestik cukup besar, maka akan lebih aman kalau
perusahaan membayar lebih awal hutangnya. Kalau perusahaan berhutang dalam mata uang lemah
dunia, yang cenderung terdepresiasi terhadap mata uang domestik, maka akan lebih
menguntungkan kalau perusahaan memperlambat pembayaran utangnya.

Leads dan Lags Antar Perusahaan Independen

Leading atau lagging antar perusahaan-perusahaan independen dapat dilakukan jika perusahaan-
perusahaan yang terlibat dalam transaksi bersedia mengikuti usulan mitranya. Untuk kesediaannya
itu, biasanya ada semacam kontraprestasi yang diperoleh.

Leads dan Lags Antar Perusahaan-Perusahaan dalam Satu Induk

Strategi leads dan Lags lebih mudah diterapkan antar perusahaan dalam satu induk, karena
memiliki tujuan yang sama. Transaksi antar perusahaan dalam satu induk dapat berupa transaksi
operasi atau transaksi keuangan. Strategi leads dan lags terkadang juga sulit diterapkan dlam
perusahaan multinasional. Beberapa penyebabnya antara lain karena setiap anak perusahaan
dianggap sebagai perusahaan independent dan karena porsi kepemilikan induk perusahaan
terhadap perusahaan afiliasi tidak besar.

Reinvoicing Centers

Sebuah reinvoicing centers adalah anak perusahaan dari suatu perusahaan multinasional yang
berada di suatu negara tertentu yang berfungsi mengelola eksposur transaksi perusahaan-
perusahaan afiliasi.
Keuntungan utama dari reinvoicing center adalah manajemen eksposur transaksi antar perusahaan
afiliasi dipusatkan pada satu lokasi. Karena semua transaksi dipusatkan di satu tempat, volume
transaksi akan sangat besar sekali. Disinire invoicing center memiliki posisi tawar menawar yang
kaat dengan bank untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Sedangkan kerugian utamanya adalah perusahaan harus mendirikan suatu anak perusahaan khusus
untuk mengelola reinvoicing center, dimana biaya yang dikeluarkan mungkin lebih besar dari
manfaat yang diperoleh.

Menetapkan Klausula Pembagian Risiko dengan Pelanggan

Kesepakatan pembagian risiko (risk sharing) umumnya diberlakukan antara pemasok dan
pelanggan yang memiliki hubungan bisnis jangka panjang. Kesepakatan ini akan ditambahkan
dalam kontrak kerja sama. Tujuan utama daririsk sharing adalah untuk memelihara eksistensi
masing-masing pihak, agar kerja sama tetap berlangsung.

MENGUKUR DAN MENGELOLA EXPOSURE EKONOMI

Exposure ekonomi mewakili setiap dampak dari fluktuasi nilai tukar atas arus kas di masa depan
sebuah perusahaan. Arus kas korporasi dapat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dengan cara
cara yang tidak langsung berkaitan dengan transaksi transaksi valuta asing. Jadi perusahaan
tidak bisa hanya berfokus pada hedging hutang atau piutang valas mereka, tetapi juga harus
berusaha menentukan bagaimana arus kas mereka secara keseluruhan akan dipengaruhi oleh
pergerakan nilai tukar di masa depan.

Untuk menilai exposure ekonomi dapat dilakukan dengan cara memisahkan beban operasi ke
dalam beban operasi tetap dan beban operasi variable. Nilai dari beban operasi tetap dapat
ditentukan sesuai dengan sejarah laporan perusahaan, sedangkan beban operasi variable di
tentukan oleh tingkat penjualan perusahaan. Laba sebelum bunga dan pajak dihitung dengan
mengurangi laba kotor dengan beban operasi total. Bunga yang terhutang pada bank-bank di
Negara yang tidak sensitive terhadap pergerakan nilai tukar. Namun, jumlah yang akan di
butuhkan untuk membayar bunga untuk kredit yang di ambil di Negara yang sensitive terhadap
pergerakan nilai tukar tergantug pada scenario nilai tukar yang terjadi. Laba sebelum pajak adalah
laba sebelum bunga dan pajak di kurangi dengan total beban bunga.

Kebijakan untuk menaikkan penjualan di Negara yang sensitive terhadap nilai tukar atau
mengurangi pemakaian bahan baku dari Negara yang sensitive terhadap nilai tukar akan
menghasilkan dampak yang lebih seimbang.

Rumus Mengukur Eksposur Ekonomi :

P = a + b x S + e.

Ket : b disebut koefisien eksposur

Secara statistik, b = Cov (P,S)/Var (S)


Var (P) = b2Var(S) + Var(e)

b2Var(S): menunjukkan bagian dari variabilitas nilai Rp atas aset yang

berkaitan dengan perubahan-perubahan acak dalam kurs tukar

Var(e): bagian variabilitas nilai Rp yang adalah independen atas

pergerakan kurs tukar

MENGUKUR DAN MENGELOLA EXPOSURE AKUNTANSI

Eksposur akuntansi disebut juga eksposur translasi yaitu tidak menimbulkan perubahan pada aliran
kas riil perusahaan. Eksposur ini timbul pada saat sebuah MNC membuat laporan keuangan
konsolidasi dari seluruh anak perusahaannya yang tersebar di berbagai negara. mengukur eksposur
akuntansi.

Perusahaan transnasional yang tidak peduli dengan eksposur akuntansi umumnya berpendapat
bahwa pendapatan yang diperoleh oleh cabang-cabang perusahaan tidak perlu dikonversi dalam
mata uang perusahaan induknya. Ini diakibatkan karena mereka tidak yakin eksposur akuntansi
relevan. Kendati demikian, perlu dipahami apa yang mempengaruhi derajat eksposur perusahaan
terhadap kemungkinan laba/rugi karena konversi lapran keuangan. Besar kecilnya eksposur
akuntansi tergantung dari :

o Seberapa jauh peranan cabang-cabang perusahaan di luar negeri. Semakin besar


persentase bisnis perusahaan yang dilakukan oleh cabang di luar negeri, semakin
besar persentase pos-pos laporan keuangan yang mudah terpengaruh eksposur
akuntansi.
o Lokasi cabang-cabang perusahaan di luar negeri.

Ini diakibatkan karena pos-pos laporan keuangan di setiap cabang biasanya dinyatakan dalam mata
uang local di Negara tersebut.

Standar akuntansi yang dipergunakan.

Setiap Negara umumnya mempunyai standar akuntansi yang sudah baku , yang amat bervariasi
antar Negara.

Alasan-alasan untuk melakukan translasi

Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi
yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas
operasi perusahaan, baik domestic dan luar negeri. Untuk mencapai hal ini, laporan keuangan anak
perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata
uang pelaporan induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang
ke mata uang lainnya disebut sebagai translasi.
Kebanyakan masalah yang berkaitan dengan translasi mata uang berasal dari fakta bahwa nilai
relative mata uang asing jarang sekali ditetapkan. Kurs nilai tukar variable, yang digabungkan
dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas
keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan
perusahaan lain, atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode
lain sulit dilakukan. Keadaan ini merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan multinasional
untuk menyediakan pengungkapan informasi hasil operasi dan posisi keuangan.

Alasan tambahan untuk translasi mata uang asing adalah untuk mencatat transaksi mata uang
asing, mengukur risiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang dan
berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri. Untuk keperluan akuntansi,
suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang jika suatu
perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan (pelaporan) juga
berubah. Pengukuran resiko ini akan berbeda-beda tergantung dari metode translasi yang dipilih
untuk digunakan oleh perusahaan.

Perbedaan konseptual antara eksposur transaksi, operasi, dan akuntansi, yaitu :

Eksposur transaksi mengukur perubahan pada nilai transaksi karena terdapat perbedaan antara kurs
valuta asing pada saat transaksi disepakati dan saat transaksi diselesaikan/dipenuhi. Jadi eksposur
ini berhubungan dengan transaksi-transaksi yang sudah ada, tetapi belum jatuh tempo. Eksposur
transaksi akan mempengaruhi aliran kas jangka pendek perusahaan.

Eksposur operasi disebut juga eksposur ekonomis, eksposur kompetatif atau eksposur strategis
yaitu mengukur perubahan nilai sekarang perusahaan yang disebabkan oleh adanya perubahan
pada aliran kas operasi di masa yang akan datang, karena terjadi perubahan yang tak terantisipasi
pada kurs valuta asing.

Eksposur transaksi dan eksposur operasi berhubungan dengan perubahan pada aliran kas
perusahaan. Perbedaannya adalah dampak eksposur transaksi memiliki jangkauan waktu yang
lebih pendek, karena hanya melibatkan transaksi-transaksi yang belum jatuh tempo. Sebaliknya,
eksposur transaksi mengukur kemungkinan penyimpangan aliran kas dari yang diharapkan, baik
aliran kas jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

Eksposur akuntansi disebut juga eksposur translasi yaitu tidak menimbulkan perubahan pada aliran
kas riil perusahaan. Eksposur ini timbul pada saat sebuah MNC membuat laporan keuangan
konsolidasi dari seluruh anak perusahaannya yang tersebar di berbagai negara.

PENGELOLAAN SISTEM KEUANGAN MULTINASIONAL

Perusahaan Multinasional memiliki karakter yang unik : kemampuan untuk memperoleh dana dan
keuntungan diantara berbagai macam unit melalui mekanisme perpindahan keuangan internal.
Tujuan dari mengelola sistem keuangan multinasional adalah untuk menganalisa keuntungan,
biaya, dan hambatan yang dikumpulkan dengan sistem keuangan multinasional. Analisa ini
termasuk :
1. Mengidentifikasi kondisi dibawah yang menggunakan sistem yang akan meningkatkan
nilai perusahaan untuk transaksi keuangan yang telah dibuat saat agak jauh ( diantara
entitas yang tidak berhubungan ) melalui jaringan keuangan eksternal,
2. Menjelaskan dan mengevaluasi berbagai macam jaringan untuk perpindahan uang dan
keuntungan secara internasional,
3. Menspesifikasikan prinsip design untuk sebuah pendekatan global untuk mengelola
transfer dana internasional.

1. NILAI DAN SISTEM KEUANGAN INTERNASIONAL

Keterkaitan Internasional Negara-negara dihubungkan melalui :

1. Perdagangan Internasional (Ekspor & Impor)

meningkatkan standar hidup

spesialisasi

2. Sistem Keuangan Internasional

untuk melakukan transaksi internasional

Neraca Pembayaran Internasional

Mencatat semua transaksi ekonomi suatu negara dengan seluruh dunia


Debit dan Credit
Pos-pos dalam NPI :

Balance of Current Account

Financial Account

NILAI MATA UANG DAN PENENTUAN NILAI MATA UANG DAN VALAS

Depresiasi :

Mata uang suatu negara mengalami penurunan nilai terhadap mata uang negara lain, seperti
memerlukan Rp. > untuk mendapatkan US $. Dan dari sisi akuntansi maka MNC akan
membebankan kerugian akibat penurunan mata uang pada laporan R/L tahun berjalan.

Apresiasi :

Bila mata uang suatu negara mengalami peningkatan nilai terhadap mata uang negara lain seperti
: memerlukan Rp. < untuk mendapatkan US $

Devaluasi :
mata uang suatu negara menunjukkan penurunan nilai secara sengaja dan diumumkan oleh
pemerintah, dan dari sisi akuntansi maka MNC dapat membebankan kerugian akibat penurunan
nilai tukar pada beberapa tahun kedepan

Revaluasi :

mata uang suatu negara menunjukkan peningkatan nilai tukar mata uang terhadap mata uang
negara lain dan diumumkan oleh pemerintah

Faktor-faktor Penentu Nilai Tukar

Seperti halnya komoditi lain, maka mata uangpun dapat dianggap sebagai komoditi selain sebgai
alat pembayaran. Dengan demikian maka nilai tukar mata uang ditentukan :

Kekuatan permintaan dan penawaran dalam transaksi ekspor dan import


Permintaan Rp ditentukan permintaan barang/jasa buatan Indonesia oleh orang Amerika.
Makin banyak import Amerika dari Indonesia makin besar kebutuhan Rp untuk membayar
import dari Indonesia. Transaksi import dari Indonesia juga akan mempengaruhi
penawaran US $, karena makin besar import dari Indonesia, maka semakin banyak US $
harus ditukar atau ditawarkan terhadap Rp utuk membayar import tersebut.
Permintaan US $ ditentukan permintaan barang/jasa buatan Amerika Serikat oleh orang
Indonesia . Makin banyak import Indonesia dari Amerika Serikat, makin besar kebutuhan
US $ untuk membayar import dari Amerika Serikat. Transaksi import dari Amerika juga
akan mempengaruhi penawaran Rp, karena makin besar import dari Amerika, maka
semakin banyak Rp harus ditukar atau ditawarkan terhadap US $ utuk membayar import
tersebut.

Tingkat inflasi

Bila tingkat inflasi di Indonesia tahun 1998 sebesar 80% (kenaikan harga barang secara umum
sebesar 80%) dan inflasi di Amerika Serikat sebesar 4%, maka akibatnya orang Indonesia melihat
barang buatan Amerika Serikat lebih murah, import meningkat, permintaan US $ untuk bayar
import akan naik. Disisi lain orang Amerika Serikat melihat barang buatan Indonesia mahal,
import turun, permintaan Rp untuk bayar turun. Kedua hal tersebut mengakibatkan Rp mengalami
depresiasi terhadap US $, sebagai akibat inflasi di Indonesia > inflasi di Amerika Serikat.

Tingkat bunga

Tingkat bunga deposito secara teoritis mencerminkan tingkat keuntungan riil ditambah tingkat
keuntungan premi resiko.

Premi resiko adalah tingkat keuntungan untuk menutup resiko sepeerti resiko inflasi, resiko
likuiditas dan resiko lainnya. Bila di Indonesia r deposito < r inflasi, dan di Amerika r deposito >
r inflasi, maka pemilik modal akan senang menanam dananya dalam bentuk US $ dengan cara
deposito dalam US $ dan terjadilah depresiasi Rp terhadap US $ dan sebaliknya.
Pengharapan pasar (market expectation) atas kondisi masa datang.

Apabila pasar berpengharapan inflasi akan tinggi dimasa datang, maka pemilik modal akan
membelanjakan uangnya baik untuk barang durable (tahan lama) yang diperkirakan akan
mengalami kenaikan harga atau ditukarkan dalam bentuk mata uang lain yang nilainya stabil.
Reputasi bank sentral dipandang sebagai salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap
stabilitas nilai rupiah. Apakah kebijaksanaannya gigih mengendalikan inflasi atau justru
sebaliknya lebih longgar. Jika ekonomi dilonggarkan, maka tingkat bunga akan diturunkan dengan
harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan pengangguran dan bila
ekspansif, maka ancaman inflasi akan datang dan berarti menurunkan nilai mata uang.

Intervensi bank sentral di pasar valas

Bank sentral sebagai pengendali pembayaran pemerintah perlu melakukan intervensi melalui
mekanisme tingkat bunga dan operasi pasar. Spt : bila dipandang depresiasi Rp terlalu besar maka
BS melakukan penjualan US $ langsung dipasaran atau menaikan tingkat bunga dan sebaliknya
bila apresiasi maka akan membeli US $ dan menurunkan tingkat bunga. Contoh : pada bulan juli
1998 nilai inflasi mencapai 60% dan nilai tukar belum stabil, maka pemerintah mematok bunga
SBI pada tingkat 60% dengan harapan tk bunga deposito dapat menarik dana masyarakat sehingga
JUB akan turun dan menyerap modal kerja perusahaan asing yang ada di Indonesia dalam bentuk
rupiahkarena pada awal krisis mereka berusaha mengurangi modal kerja dalam bentuk rupiah.

SISTEM KEUANGAN (MONETER) INTERNASIONAL

Merupakan seperangkat kebijakan, institusi, praktek, peraturan dan mekanisme yang menentukan
tingkat dimana suatu mata uang ditukarkan dengan mata uang lain (Shapiro, 1996, hal. 75). Nilai
Tukar Mata Uang : Nilai suatu mata uang dalam satuan mata uang negara lain Nilai mata uang
ditentukan oleh Demand dan Supply di pasar valuta asing Purchasing Power Parity (PPP) : Daya
beli dari suatu mata uang. Sistem Moneter Internasional Menentukan bagaimana nilai tukar
ditentukan. Ada 3 sistem: 1.Nilai Tukar Tetap (Fixed Exchange Rate) 2.Nilai Tukar Mengambang
(Flexible/Floating Exchange Rate) 3.Nilai Tukar Mengambang yang Terkendali (Managed
Exchange Rate).

Ada 3 mekanisme Penentuan Nilai Tukar, yaitu :

Sistem Nilai Tukar Tetap (Fixed rate system)

Adalah sistem dimana nilai mata uang suatu negara ditentukan tetap terhadap mata uang negara
lain. Sistem ini memaksa pemerintah untuk menyesuaikan nilai tukarnya jika lagi mencerminkan
nilai yang wajar dengan cara :

mendevaluasi nilai mata uangnya atau merevaluasikannya.

Penggunaan sistem nilai tukar tetap ini seringkali mengakibatkan negara terpaksa harus meminjam
dalam jumlah besar, tetapi pinjaman itu sifatnya sementara dan jumlahnya juga terbatas. (spt Ind
pernah melaksanakan sistem ini dan tidak cocok dg perkembangan global sehingga mengakibatkan
hutang pemerintah meningkat terus).

Dampak dari devaluasi : barang/jasa kurang kompetitif, pertumbuhan ekonomi rendah,


pengangguran meningkat dan hutang luar negeri meningkat.

Mengurangi pengeluaran pemerintah dan meningkatkan pajak.

Cara ini mungkin lebih baik dari pada harus mendevaluasi rupiah. Tetapi ini menjadi dilema kaena
kita juga masih membutuhkan investasi asing dalam jumlah besar dan dg keringan pembebasan
pajak, agar investor tertarik tentunya.

Melakukan pengawasan lalu lintas devisa

Pengawasan itu dilakukan dengn memonoitor arus keluar masuknya dana selama tarnsaksi itu
berkaitan dengan ekspor dan import hal itu tidak akan bahaya. Dan ini tidak boleh terlalu ketat
karena bila tidak baik eksportir maupun importir akan menahan dananya diluar negeri. Kurs
Pertukaran dan Neraca Pembayaran Apabila membandingkan antara kedua kurs pertukaran
tersebut, maka dapat disimpulkan: Dalam sistem kurs pertukaran berubah bebas (flexible
exchange rate system) neraca pembayaran cenderung untuk menjadi lebih seimbang, sedangkan
dalam sistem kurs pertukaran tetap (fixed exchange rate system) neraca pembayaran cenderung
menjadi lebih tidak seimbang. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kurs Perubahan dalam citarasa
masyarakat Perubahan harga barang ekspor dan impor Inflasi Perubahan suku bunga dan tingkat
pengembalian investasi Pertumbuhan ekonomi.

Keunggulan :

Kegiatan spekulasi di pasar uang semakin sempit.


Intervensi aktif pemerintah dalam mengatur nilai tukar sehingga tetap stabil.
Pemerintah memegang peranan penuh dalam pengawasan transaksi devisa.
Kepastian nilai tukar, sehingga perencanaan produksi sesuai dengan hasilnya.

Kelemahan :

Cadangan devisa harus besar, untuk menyerap kelebihan dan kekurangan di pasar valas.
Kurang fleksibel terhadap perubahan global.
Penetapan kurs yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mempengaruhi pasar ekspor
impor.

Sistem nilai tukar tetap pernah berlaku di Indonesia. Berdasarkan UU No.32 tahun 1964 ditetapkan
bahwa nilai tukar Indonesia sebesar Rp. 250,-/US Dollar. Sedangkan nilai tukar Indonesia terhadap
negara lainnya ditetapkan berdasarkan nilai tukar dollar terhadap negara tersebut sesuai dengan
yang berlaku di pasar valuta asing Jakarta dan internasional. Dalam periode penetapan kurs tetap
tersebut, Indonesia juga menetapakan peraturan sistim kontrol devisa yang ketat. Dalam sistim ini,
tidak ada pembatasan kepemilikan, penjualan, maupun pembelian valas namun para eksportir
wajib menjual devisanya kepada bak sentral. Sebagai dampak dari penetapan kurs tetap tersebut
maka Bank Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pasar valas bagi bank komersial maupun
masyarakat.

Dalam perjalanannya, Indonesia juga sempat mendevaluasi kurs tetapnya sebagai dampak dari
overvaluated dan jika di biarkan akan mengancam aktivitas ekspor-impor. Pada tanggal 17 April
1970 Indonesia merubah kurs tetapnya dari posisi semula sebesar Rp. 250,-/US Dollar menjadi Rp
378,-/US Dollar. Devaluasi yang kedua dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 1971 menjadi Rp
415,-/US Dollar dan yang ketiga pada tanggal 15 November 1978 dengan nilai tukar sebesar Rp
625,-/US Dollar

2. Kurs Mengambang Terkendali (Managed Floating Exchange Rate)

Penetapan kurs ini tidak sepenuhnya terjadi dari aktivitas pasar valuta. Dalam pasar ini masih ada
campur tangan pemerintah melalui alat ekonomi moneter dan fiskal yang ada. Jadi dalam pasar
valuta ini tidak murni berasal dari penawaran dan permintaan uang.

Keunggulan :

Mampu menjaga stabilitas moneter dengan lebih baik dan neraca pembayaran suatu negara.
Adanya aktifitas MD/MS dalam pasar valuta berdasarkan kurs indikasi akan mampu
menstabilkan nilai tukar dengan lebih baik sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi.
Devisa yang diperlukan tidak sebesar pada nilai tukar tetap.
Mampu memadukan sistem tetap dan mengambang.

Kelemahan :

Devisa harus selalu tersedia dan siap diguankan sewaktu-waktu.


Persaingan yang ketat antara pemerintah dan spekualan dalam memprediksi dan
menetapkan kurs.
Tidak selamanya mampu mengatasi neraca pembayaran.
Selisih kurs yang terjadi dalam pasar valuta akan mengurangi devisa karena memakai
devisa untuk menutupi selisihnya.

Kurs mengambang terkendali Disebut juga dengan kurs distabilkan. Kurs bebas seperti yang telah
disebutkan di atas sering menimbulkan ketidaktentuan kurs valuta asing, sehingga negara
diharapkan dapat menerapkan pengendalian atau penstabilan kurs pada batas yang wajar. Pada
dasarnya dalam sistem mengambang terkendali, nilai tukar ditentukan oleh kekuatan pasar,
sehingga bebas bergerak naik maupun turun. Namun supaya tidak terjadi gejolak yang terlalu
dahsyat, yang kriterianya ditentukan oleh Bank Sentral, pemerintah dapat campur tangan sampai
batas-batas tertentu.

Bentuk-bentuk intervensi pemerintah dapat berupa:


a. Mengambang bersih. Terjadi jika campur tangan pemerintah tidak langsung, yaitu dengan
pengaturan tingkat bunga.
b. Mengambang kotor. Terjadi jika campur tangan pemerintah secara langsung, yaitu dengan
menjual atau membeli valuta asing.
Penerapannya di Indonesia

Sistem nilai tukar mengambang terkendali di Indonesia ditetapkan bersamaan dengan kebijakan
devaluasi Rupiah pada tahun 1978 sebesar 33 %. Pada sistem ini nilai tukar Rupiah diambangkan
terhadap sekeranjang mata uang (basket currencies) negara-negara mitra dagang utama Indonesia.
Dengan sistem tersebut, Bank Indonesia menetapkan kurs indikasi dan membiarkan kurs bergerak
di pasar dengan spread tertentu. Untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah, maka Bank
Indonesia melakukan intervensi bila kurs bergejolak melebihi batas atas atau batas bawah spread
(Teguh Triyono, 2005).
Pada saat sistem nilai tukar mengambang terkendali diterapkan di Indonesia, nilai tukar Rupiah
dari tahun ke tahunnya terus mengalami depresiasi terhadap US Dollar. Nilai tukar Rupiah
berubah-ubah antara Rp 644/US Dollar sampai Rp 2.383/US Dollar. Dengan perkataan lain, nilai
tukar Rupiah terhadap US Dollar cenderung tidak pasti.

3. Kurs Mengambang Bebas (Free Floating Rate)

Kurs mengambang bebas merupakan suatu sistem ekonomi yang ditujukan bagi suatu negara yang
sistem perekonomiannya sudah mapan. Sistim nilai tukar ini akan menyerahkan seluruhnya kepada
pasar untuk mencapai kondisi equilibrium yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Jadi
dalam sistem nilai tukar ini hampir tidak ada campur tangan pemerintah.

Keunggulan :

Cadangan devisa lebih aman.


Persaingan pasar ekspor-impor sesuai dengan mekanisme pasar.
Kondisi ekonomi negara lain tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi
dalam negeri.
Masalah neraca pembayaran dapat diminimalisir.
Tidak ada batasan valas.
Equilibrium pasar uang.

Kelemahan :

Praktik spekulasi semakin bebas.


Penerapan sistem ini terbatas pada negara yang sistim perekonomiannya mapan, masih
kurang teapt untuk negara berkembang.
Tidak adanya intervensi pemerintah untuk menjaga harga.
Penentuan kurs valuta asing

Penerapannya di Indonesia

Indonesia mulai menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas pada periode 1997 hingga
sekarang. Sejak pertengahan Juli 1997, Rupiah mengalami tekanan yang mengakibatkan semakin
melemahnya nilai Rupiah terhadap US Dollar. Tekanan tersebut diakibatkan oleh adanya currency
turmoil yang melanda Thailand dan menyebar ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia.
Untuk mengatasi tekanan tersebut, Bank Indonesia melakukan intervensi baik melalui spot
exchange rate (kurs langsung) maupun forward exchange rate (kurs berjangka) dan untuk
sementara dapat menstabilkan nilai tukar Rupiah. Namun untuk selanjutnya tekanan terhadap
depresiasi Rupiah semakin meningkat.
Oleh karena itu dalam rangka mengamankan cadangan devisa yang terus berkurang, pada tanggal
14 Agustus 1997, Bank Indonesia memutuskan untuk menghapus rentang intervensi sehingga nilai
tukar Rupiah dibiarkan mengikuti mekanisme pasar.

Jumlah uang yang beredar/Laju Inflasi

Dalam pasar valuta asing, perdagangan internasional baik dalam bentuk barang atau jasa menjadi
dasar yang utama dalam pasar valuta asing, sehingga perubahan harga dalam negeri yang relatif
terhadap harga luar negeri dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs valuta
asing. Misalnya, jika Amerika sebagai mitra dagang Indonesia mengalami tingkat inflasi yang
cukup tinggi maka harga barang Amerika
juga menjadi lebih tinggi, sehingga otomatis permintaan terhadap barang dagangan relatif
mengalami penurunan.

1. Menghitung Nilai Tukar Valuta Asing Berdasarkan Kurs yang Berlaku

Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak,maka nilai uang akan turun dan sebaliknya.

Perhitungan Kurs mengenal dua istilah sebagai berikut:

1. Kurs Beli adalah kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (Bank, money changer)
membeli valuta asing (Dollar, Riyal dan sebagainya)
2. Kurs Jual adalah perhitungan kurs pada saat pelaku pasar (Bank, money changer) menjual
valuta asing.
3. Kurs tengah, yaitu kurs antara kurs jual dan kurs beli (penjumlahan kurs beli dan kurs
jual yang dibagi dua).

Valuta Asing (Foreign Exchanges) : Penentuan Nilai (Kurs) Valuta Asing, bisa melalui:
Mekanisme pasar bebas (kurs bebas), ditentukan oleh permintaan dan penawaran pada mata uang
tertentu, Ditetapkan oleh pemerintah, dinamakan kurs tetap atau kurs resmi, Apabila Kurs
ditetapkan oleh pemerintah, maka pemerintah harus memiliki cadangan valuta asing yang tinggi,
Dengan sistem kurs tetap akan terbentuk pasar gelap (black market) valuta asing akibat terjadinya
over value atau undervalue.

1. MEKANISME ALIRAN DANA ANTAR PERUSAHAAN

Implementasi penerimaan kas (uang) yang ada pada perusahaan atau bank (kas) yang setiap saat
dibutuhkan dalam perputarannya, sehingga dana yang dalam kas dalam membiayai kegiatan
operasional, tidak hanya penyajiannya dalam laporan neraca dan laporan rugi laba, melainkan juga
dalam hal penyelenggaraan pencatatan selama periode akuntansi yang sedang berjalan.

Harnanto, Pokok-Pokok Intermediate Accounting, (2000 : 21) menyatakan bahwa dalam penyajian
laporan keuangan perusahaan harus menampakkan lebih jelas terhadap dana yang pada aktiva
lancar. Berdasarkan hal tersebut untuk menampung atau mengakomodasi transaksi-transaksi yang
berhubungan dengan kas dalam perusahaan, maka pihak manajemen perusahaan
menyelenggarakan rekening-rekening pembukuan, yang terdiri dari :

1. Kas yaitu digunakan untuk menampung transaksi-transaksi penerimaan dan pengeluaran


kas melalui kasir perusahaan, termasuk penerimaan dan pengeluaran secara tunai melalui
bank.
2. Kas kecil yaitu merupakan sejumlah dana (uang) yang dibentuk atau dipersiapkan khusus
untuk kepentingan tertentu termasuk pengeluaran-pengeluaran yang bersifat rutin dan
relatif kecil.
3. Selisih kas, yaitu digunakan untuk menampung perbedaan jumlah fisik kas (yang ada
dalam perusahaan) menurut hasil kas opname dengan jumlah kas menurut catatan
pembukuan sementara sebelum penyebab terjadinya perbedaan itu dapat diketahui.

Pada dasarnya setiap penanaman investasi mengandung dua macam aliran kas. Bambang Riyanto
(2004 : 98) aliran kas terdiri dari :

1. Aliran kas keluar netto ( net out flow cash ) yaitu yang diperlukan untuk investasi baru.
2. Aliran kas masuk netto tahunan (net anual inflow of cash), yaitu sebagai hasil dari investasi
baru yang ini sering pula disebut net cash proceceeds atau cukup dengan istilah proceeds.

Berdasarkan pengertian di atas menunjukkan bahwa yang dianggap sebagai aliran kas keluar
adalah sejumlah dana yang dikeluarkan untuk keperluan investasi, sedangkan aliran kas masuk
secara netto tahunan adalah hasil dari investasi yang ditanamkan.

Ada perbedaan pengertian antara cash flow atau proceeds dengan laba yang dilaporkan dari
laporan keuangan. Laporan keuangan akan menujukkan data tentang laba yang belum tentu
menunjukkan kas perusahaan, karena ada pos yang dianggap pengeluaran menurut laporam rugi
laba sementara itu konsep cash flow menganggap bukan pengeluaran. Pos yang dianggap
pengeluaran menurut laporan rugi laba adalah depresiasi. Oleh karena itu pada konsep cash flow
dapatlah dihitung proceeds atau cash flow dengan menggunakan rumus (Subajah E. 2000 : 32),
yaitu :

1. Kas masuk bersih = laba setelah pajak + penyusutan :

Kalau kita menganggap bahwa proyek tersebut dibelanjai dengan modal sendiri seluruhnya.

2. Kas masuk bersih = laba setelah pajak + penyusutan + bunga ( 1 Tax ) : kalau
proyek tersebut dibelanjai sebagian dengan modal pinjaman

PINJAMAN ANTAR PERUSAHAAN

Pada dasarnya hubungan antara perusahaan satu dengan anak perusahaannya adalah saling
menutupi kekurangan dan saling mendukung. Perpindahan dana dari perusahaan satu dengan anak
perusahaannya biasanya melibatkan MNC, karena disini MNC lah yang mengerti mengenai
peraturan perpindahan dana tersebut. Hal hal yang menyangkut perpindahan dana ini antara lain
:

1. Tingkat pinjaman dana


2. Control terhadap nilai mata uang
3. Perbedaan tariff pajak pada masing masing Negara

Hal penting lainnya adalah pinjaman yang saling berhubungan, saling bertukar nilai mata uang,
dan pinjaman antar perusahaan.

Saling meminjamkan dana

Hal ini banyak terjadi pada Negara yang memiliki bunga pinjaman tinggi sehingga perusahaan
cenderug menggunakan dana diamnya untuk dipinjamkan pada anak perusahaan yang lain yang
membutuhkan dana, terutama bagi Negara yang rawan terhadap nilai pertukaran mata uang yang
sewaktu waktu dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan. Keuntungan dari
system ini adalah :

1. Biaya yang harus dikeluarkan lebih sedikit, karena dana yang digunakan adalah dana dari
perusahaan yang berada pada satu induk perusahaan
2. Pinjaman ini lebih aman bagi perusahaan, karena tidak terpengaruh dengan nilai tukar dan
pajak

Keuntungan lainnya menurut manajer perusahaan adalah nama perusahaan akan tetap terjaga,
karena kekurangan dari anak perusahaan dapat ditutupi sehingga citra perusahaan akan tetap baik
di mata pemerintah dan masyarakat.

Pengaruh Pajak

Berdasarkan keterangan kurs mata uang pada pemfakturan transaksi antar perusahaan dapat
berpengaruh terhadap keuntungan setelah pajak jika fluktuasi/ naik turunnya mata uang dapat
diantisipasi. Seperti contohnya pada sebuah cabang perusahaan Swedia yang menjual bagian
perakitan barang pada cabang di Jerman. Yang mengasumsikan tingkat pajak perusahaan yang
efektif di Swedia adalah tS, sedangkan di Jerman adalah tG. Apakah seharusnya transaksi dalam
faktur menggunakan mata uang Deutsche marks ataukah kronor, apabila Deutsche marks
diharapkan meningkat dengan baik dibandingkan Kronor dan dolar.

Pengawasan Penukaran

Pemilihan mata uang yang digunakan dalam melakukan transaksi, memungkinkan sebuah
perusahaan untuk memindahkan beberapa dana yang menghalangi dari sebuah Negara yang
memiliki pengendalian terhadap mata uang. Apabila letak cabang perusahaan terletak pada suatu
Negara yang membatasi pengiriman kembali laba.

PENYUSUNAN KEBIJAKAN TRANSFER GLOBAL


1. Mendesain Sebuah Kebijakan Global Pengiriman

Tugas yang dihadapi oleh para jajaran eksekutif keuangan adalah mengkoordinasikan penggunaan
dari bermacam hubungan keuangan dengan cara yang konsisten dengan memaksimalkan nilai
perusahaan secara keseluruhan. Tugas ini mensyaratkan hubungan keempat keputusan:

1. Seberapa besar jumlah uang yang dikirimkan


2. Kapan dilaksanakan
3. Dimanakah mengirimkan dana tersebut
4. Metode transfer seperti apakah yang digunakan

2. Prasyarat

Sejumlah faktor yang secara kuat berpengaruh terhadap kemampuan suatu MNC untuk
mendapatkan manfaat dari transfer sistem keuangan internal, terdiri dari:

1. Banyaknya jaringan keuangan


2. Besarnya transaksi gabungan
3. Pola gabungan kepemilikan luar negeri
4. Tingkatan standarisasi produk dan jasa
5. Peraturan pemerintah

3. Informasi yang Disyaratkan

Untuk mendapatkan keuntungan secara penuh, perusahaan multinasional membutuhkan informasi


detail mengenai informasi:

Penggabungan keuangan yang dipersyaratkan


Sumber daya dan biaya dari kredit eksternal
Hasil dari investasi lokal
Ketersediaannya akses keuangan
Volume dari transaksi gabungan
Peraturan dan pembatasan dari Pemerintah

4. Konsekuensi Perilaku
o Memanipulasi harga yang ditukarkan
o Menyesuaikan pembayaran deviden

https://windaswarpandhani.wordpress.com/2015/11/11/forex-exposure-dan-pengelolaan-sistem-
keuangan-multinasional/