Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KERAJAAN SINGASARI

Guru Pembimbing : Hj. Farida Machsus

DISUSUN OLEH :

1. NUR KHAMIDAH
2. ENNI NIKMATUL KHURIIYAH
3. NURUL JANNAH
4. RANI ABDI SUSANTI
KELAS : XI-B

MADRASAH ALIYAH BIDAYATUL HIDAYAH


MOJOGENENG- JATIREJO-MOJOKERTO
2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesempatan dan kesehatan, sehingga telah dapat melaksanakan tugas Makalah
Kerajaan Singhasari dengan selamat dan berhasil baik.
Hasil yang telah saya laksanakan, saya sampaikan dalam bentuk laporan tertulis,
dengan mengharap agar mendapatkan nilai yang semaksimal mungkin, agar lebih
dapat meningkatkan pengetahuan kami.
Dalam menyusun tugas ini kami sangat mengharapkan adanya kritik dan
perbaikan yang bersifat membangun, serta saya mohon maaf yang sebesar-besarnya
jika sekitarnya terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam tugas ini.
Pada kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Farida Machsus
selaku guru pemimbing Sejarah kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami
semoga agar kami dapat mengingat kembali pelajaran Sejarah ini dan sehingga dapat
selesai tanpa hambatan yang berarti.
Demikianlah tugas ini yang telah kami susun untuk menjadi masukan dalam
pembelajaran dimasa yang akan datang.

Penulis,

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................................... ii

DAFTAR ISI ......... .................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1


A. Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
C. Tujuan ................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................` 2


A. Kerajaan Singasari .......................................................................... 2
B. Nama Ibu Kota ................................................................................ 2
C. Awal Berdiri .................................................................................... 3
D. Silsilah Wangsa Rajasa ................................................................... 3
E. Politik Dalam Negeri dan Luar Negeri ........................................... 4
F. Kehidupan Kebudayaan .................................................................. 5
G. Prasasti Mula Malurung .................................................................. 6
H. Pemerintahan Bersama .................................................................... 7
I. Kehidupan Ekonomi ........................................................................ 7
J. Kejayaan .......................................................................................... 7
K. Kepercayaan .................................................................................... 8
L. Keruntuhan ...................................................................................... 8
M. Hubungan Dengan Majapahit .......................................................... 9
N. Ekspedisi Pamalayu ......................................................................... 11
O. Serangan Pasukan Mongol .............................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 13

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak sekali kerajaan di Indonesia pada masa sejarah. Dari begitu banyaknya
kerajaan, kelompok kami memilih Kerajaan Singosari untuk tugas kali ini. Karena,
Kerajaan Singosari dinilai sulit dan menarik untuk dipelajari. Maka dari itu, kami akan
menjelaskan seluk-beluk Kerajaan Singosari mulai dari kerajaannya sendiri sampai
dengan raja-raja Singosari beserta keluarganya.
Selain itu, dengan mempresentasikan Kerajaan Singosari teman-teman dapat
mengerti dan memahami sejarah kerajaan ini.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah berdirinya Kerajaan Singhasari ?

2. Dimana lokasi dan wilayah kekuasaan Kerajaan Singhasari ?

3. Bagaimana kehidupan di Kerajaan Singhasari ?

4. Siapa sajakah yang pernah menjadi Raja di Kerajaan Singhasari ?

5. Bagaimana peninggalan prasasti di Kerajaan Singhasari ?

C. Tujuan
Tujuan kami memilih Kerajaan Singosari dalam tugas ini agar kami dapat
membagi ilmu untuk teman-teman dan juga memberikan suatu bukti bahwa negara
kita kaya akan sejarah dan budaya. Sehingga, kebudayaan pada masa sejarah ataupun
prasejarah tidak akan pernah dilupakan dan tetap diingat oleh bangsa Indonesia.
Serta, membuktikan pada semuanya bahwa pelajaran sejarah itu menarik untuk
dipelajari dan dipahami.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, adalah
sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi
kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang.
Kerajaan Singasari (1222-1293) adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara
yang didirikan oleh Ken Arok. Sejarah Kerajaan Singasari berawal dari daerah
Tumapel, yang di kuasai oleh seorang akuwu (bupati). Letaknya di daerah pegunungan
yang subur di wilayah Malang dengan pelabuhan bernama Pasuruan. Dari daerah
inilah Kerajaan Singasari berkembang dan bahkan menjadi sebuah kerajaa besar di
Jawa Timur. Perkembangan pesat yang di alami oleh kerajaan Singasari ini setelah
berhasil mengalahan Kerajaan Kendiri dalam pertempuran di dekat Ganter tahun 1222
M. Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan ketika dipimpin oleh Raja
Kertanegara (1268-1292) yang bergelar Maharajadhiraja Kertanegara Wikrama
Dharmottunggadewa.
Ken Arok merebut daerah Tumapel, salah satu wilayah Kerajaan Kediri yang
dipimpin oleh Tunggul Ametung, pada 1222. Ken Arok pada mulanya adalah anak
buah Tunggul Ametung, namun ia membunuh Tunggul Ametung karena jatuh cinta
pada istrinya, Ken Dedes. Ken Arok kemudian mengawini Ken Dedes. Pada saat
dikawini Ken Arok, Ken Dedes telah mempunyai anak bernama Anusapati yang
kemudian menjadi raja Singasari (1227-1248). Raja terakhir Kerajaan Singasari adalah
Kertanegara.

B. Nama Ibu Kota


Berdasarkan prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singasari yang
sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama, ketika pertama
kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja.
Pada tahun 1254, Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama
Kertanagara sebagai Yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari.
Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal

2
daripada nama Tumapel. Maka, Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama
Kerajaan Singhasari.
Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan
ejaan Tu-ma-pan.Arca Prajnaparamita ditemukan dekat candi Singhasari dipercaya
sebagai arca perwujudan Ken Dedes (koleksi Museum Nasional Indonesia).
Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Singhasari.

C. Awal Berdiri
Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan
Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul
Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang
bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga yang
mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Ken Arok kemudian
berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri.
Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan
kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang
mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang
Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan
oleh pihak Tumapel.
Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan
Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam naskah itu,
pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil
mengalahkan Kertajaya raja Kadiri.
Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan
kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini adalah gelar
anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan
Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Selain itu, Pararaton juga menyebutkan bahwa,
sebelum maju perang melawan Kadiri, Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan
Bhatara Siwa.

D. Silsilah Wangsa Rajasa


Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Keluarga kerajaan ini menjadi
penguasa Singhasari, dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. Terdapat perbedaan

3
antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja
Singhasari.

Versi Pararaton
1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247)
2. Anusapati (1247 - 1249)
3. Tohjaya (1249 - 1250)
4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 - 1272)
5. Kertanagara (1272 - 1292)

Versi Nagarakretagama
1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 - 1227)
2. Anusapati (1227 - 1248)
3. Wisnuwardhana (1248 - 1254)
4. Kertanagara (1254 - 1292)

E. Politik Dalam Negeri dan Luar Negeri


Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat
Jayakatwang ( Raja Kendiri ) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya, juga
Raden Wijaya ( cucu Mahesa Cempaka ) sebagai menantunya. Lalu memperkuat
angkatan perang. Raja Kertanegara membangun dan memperkuat angkatan petang
baik angkatan darat maupun angkatan laut untuk menciptakan keamanan dan
ketertiban di dalam negeri, serta untuk mewujudkan persatuan Nusantara.
Sebagai raja besar Raja Kertanegara dalam politik luar negerinya bercita-cita
mempersatukan seluruh Nusantara di bawah Panji Kerajaan Singasari. Ia berusaha
memperkuat partahanan kerjaan dalam menghadapi serangan kerajaan Cina-Mongol (
Kaisar Khubilai Kahn ). Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal
dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil menguasai Kerajaan Melayu.
Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amogapasa ke Dharmasraya atas perintah
Raja Kertanegara. Selain menguasai Melayu, Singasari juga menaklukan Pahang,
Sunda, Bali, Bakulapura (Kalimantan Barat), dan Gurun (Maluku). Kertanegara juga
menjalin hubungan persahabatan dengan raja Champa, dengan tujuan untuk menahan
perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol.

4
Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia
mengakuinya sebagai yang dipertuan. Kertanegara menolak dengan melukai nuka
utusannya yang bernama Mengki. Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan
marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke
Jawa.
Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi
serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk
menyerangnya. Serangan dilancarakan dari dua arah, yakni dari arah utara merupakan
pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti.
Pasukan Kediri dari arah selatan dipimpin langsung oleh Jayakatwang dan
berhasil masuk istana dan menemukan Kertanagera berpesta pora dengan para
pembesar istana. Kertanaga beserta pembesar-pembesar istana tewas dalam serangan
tersebut.
Ardharaja berbalik memihak kepada ayahnya (Jayakatwang), sedangkan
Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dan menuju Madura dengan maksud minta
perlindungan dan bantuan kepada Aria Wiraraja. Atas bantuan Aria Wiraraja, Raden
Wijaya mendapat pengampunan dan mengabdi kepada Jayakatwang. Raden Wijaya
diberi sebidang tanah yang bernama Tanah Tarik oleh Jayakatwang untuk ditempati.
Dengan gugurnya Kertanegara maka Kerajaan Singasari dikuasai oleh
Jayakatwang. Ini berarti berakhirnya kekuasan Kerajaan Singasari. Sesuai dengan
agama yang dianutnya, Kertanegara kemudian didharmakan sebagai SiwaBuddha
(Bairawa) di Candi Singasari. Arca perwujudannya dikenal dengan nama Joko Dolog
yang sekarang berada di Taman Simpang, Surabaya.

F. Kehidupan Kebudayaan
Kehidupan kebudayaan masyarakat Singasari dapat diketahui dari peninggalan
candi-candi dan patung-patung yang berhasil dibangunnya. Candi hasil peninggalan
Singasari, di antaranya adalah Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Singasari. Adapun
arca atau patung hasil peninggalan Kerajaan Singasari, antara lain Patung Ken Dedes
sebagai perwujudan dari Prajnyaparamita lambang kesempurnaan ilmu dan Patung
Kertanegara dalam wujud Patung Joko Dolog di temuakan di dekat Surabaya, dan
patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Raja Kertanegara yang dikirim ke
Dharmacraya ibukota kerajaan melayu.

5
Kudua perwujudan patung Raja Kertanegara baik patung Joko Dolog maupun
patung Amoghapasa menyatakan bahwa Raja Kertanegara menganut agama Budha
beraliran Tantrayana ( Tantriisme ).

G. Prasasti Mula Malurung

Mandala Amoghapa dari masa Singhasari (abad ke-13), perunggu, 22.5 x 14


cm. Koleksi Museum fr Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.
Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda
dengan versi Pararaton yang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel.
Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara
Siwa", setelah menaklukkan Kadiri. Sepeninggalnya, kerajaan terpecah menjadi dua,
Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara (alias
Mahisa Wonga Teleng). Parameswara digantikan oleh Guningbhaya, kemudian
Tohjaya. Sementara itu, Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar
Wisnuwardhana. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal
Tohjaya, Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Kadiri
kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya, yaitu Kertanagara.

H. Pemerintahan Bersama

6
Pararaton dan Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama
antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Dalam Pararaton disebutkan nama asli
Narasingamurti adalah Mahisa Campaka.
Apabila kisah kudeta berdarah dalam Pararaton benar-benar terjadi, maka
dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi
antara kedua kelompok yang bersaing. Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul
Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok.

I. Kehidupan Ekonomi
Kehidupan ekonomi semenjak berdirinya Kerajaan Singasari tidak jelas
diketahui. Akan tetapi, mengingat Kerajaan Singasari berpusat di Jawa timur yaitu di
tepi sungai Brantas, kemungkunan masalah perekonomian tidak jauh berbeda dengan
kerajaan-kerajaan terdahulu, yaitu secara langsung maupun tidak langsung rakyatnya
ikut mengambil bagian dalam dunia pelayaran. Keadaan ini juga di dukung oleh hasil-
hasil bumi yang sangat besar hasilnya bagi rakyat Jawa Timur.
Raja Kertanegara berusaha untuk menguasai jalur perdagangan di selat Malaka.
Penguasaan jalur pelayaran perdagangan atas selat Malaka itu, bertujuan untuk
membangun dan mengembangkan aktivitas perekonomian kerajaannya. Dengan kata
lain, Raja Kertanegara berusaha menarik perhatian para pedagang untuk melakukan
kegiatannya di wilayah kerajaan singasari.

J. Kejayaan
Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari
(1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa.
Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra
sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu
penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu).
Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca
Amoghapasa yang dari Kertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali.
Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar
Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh
Kertanagara. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di

7
luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu, Bali, Pahang, Gurun, dan
Bakulapura.

K. Kepercayaan
Bahkan didalam keagamaan terjadi sekatisme antara Agama Hindu dan Budha,
dan melahirkan Agama Syiwa Budha pemimpinya diberi jabatan Dharma Dyaksa
sedangkan Kartanegara menganut Agama Budha Mahayana dengan menjalankan
Upacara keagamaan secara Pestapora sampai mabuk untuk mencapai kesempurnaan
dalam hal ini Kartanegara menyebut dirinya CANGKANDARA (pimpinan dari semua
agama).

L. Keruntuhan
Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanegara, raja
terakhir Singhasari.
Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa
akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan
Jayakatwang bupati Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus
besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh.
Setelah runtuhnya Singhasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu
kota baru di Kadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir. Kerajaan
Singasari dibangun oleh Ken Arok setelah runtuhnya kerajaan Kediri. Ken Arok
bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi dengan Dinasti Girindrawanca, dengan tujuan
untuk menghilangkan jejak tentang siapa sebenarnya Ken Arok & mengapa ia berhasil
mendirikan kerajaan. Ken Arok berkuasa 5 tahun (1222 1227 M). pada tahun 1227
Ken Arok terbunuh oleh kaki tangan Anusapati.

Anusapati
Memerintah dari tahun 1227 1248 M. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya
terbongkar & didengar oleh Tohjaya, putra Ken Arok dengan Ken Umang.
Dimakamkan di Candi Kidal.
Tohjaya

8
Memerintah tahun 1248 dan pemerintahannya tidak berlangsung lama, karena
putra Anusapati yang bernama Ranggawuni yang dibantu Mahesa Cempaka menuntut
hak atas tahta kepada Tohjaya.
Wisnuwardhana (Ranggawuni)
Naik tahta pada tahun 1248 dengan gelar Wisnuwardhana, dibantu oleh
Mahesa Cempaka dengan gelar Narashimbamurti. Pemerintahan keduanya sering
disebut dengan pemerintahan Ratu Angabaya. Pada tahun 1254 Wisnuwardhana
mengangkat putranya sebagai Yuva raja (Raja muda), dengan maksud mempersiapkan
putranyaq yang bernama Kertanegara sebagai Raja di Kerajaan Singasari. Pada tahun
1268 Wisnuwardhana meninggal dan tahta kerajaan dipegang oleh Kertanegara.
Kertanegara
Memerintah tahun 1268 1292 M. Ia merupakan Raja terbesar dan terkemuka
Kerajaan Singasari. Setelah naik tahta, ia bergelar Sri Maharajadhiraja Sri
Kertanegara. Pada masa pemerintahannya datang utusan dari Cina atas perintah Kaisar
Khubilai Khan agar Raja Kertanegara tunduk terhadap Kaisr Cina, namun Kertanegara
menolak dan menghina utusan tersebut. Khubilai Khan marah, sehingga
mempersiapkan untuk menyerang Kerajaan Singasari, tetapi sebelum serangan itu
datang Raja Kertanegara mengadakan Ekspedisi Pamalayu tahun 1275 M, menguasai
Kerajaan Melayu dengan tujuan menghadang serangan Cina agar peperangan tidak
terjadi di Singasari. Karena pasukan Singasari sebagian menghadang serangan Cina,
maka Jayakatwang keturunan Kerajaan Kediri menyerang Kerajaan Singasari.

M. Hubungan dengan Majapahit


Pararaton, Nagarakretagama, dan prasasti Kudadu mengisahkan Raden Wijaya
cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. Berkat
bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara), ia kemudian diampuni oleh
Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit.
Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese untuk
menaklukkan Jawa. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan
Jayakatwang di Kadiri. Setelah Kadiri runtuh, Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti
mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa.

9
Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan
Singhasari, dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa, yaitu dinasti
yang didirikan oleh Ken Arok.
Ken Arok
Ketika di pusat Kerajaan Kediri terjadi pertentangan antara raja dan kaum
Brahmana, semua pendeta melarikan diri ke Tumapel dan dilindungi oleh Ken Arok.
Pada 1222, para pendeta Hindu kemudian menobatkan Ken Arok sebagai raja di
Tumapel dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi. Adapun
nama kerajaannya ialah Kerajaan Singasari. Berita pembentukan Kerajaan Singasari
dan penobatan Ken Arok menimbulkan kemarahan raja Kediri, Kertajaya. la kemudian
memimpin sendiri pasukan besar untuk menyerang Kerajaan Singasari. Kedua
pasukan bertempur di Desa Ganter pada 1222. Ken Arok berhasil memenangkan
pertempuran dan sejak itu wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri dikuasai oleh Singasari.
Kertanegara
Ken Arok memerintah Kerajaan Singasari hanya lima tahun. Pada 1227 ia
dibunuh oleh Anusapati, anak tirinya (hasil perkawinan Tunggul Ametung dan Ken
Dedes). Sepuluh tahun kemudian Anusapati dibunuh oleh saudara tirinya, Tohjaya
(putra Ken Arok dengan Ken Umang).
Kematian Anusapati menimbulkan kemarahan Ranggawuni, putra Anusapati.
Ranggawuni langsung menyerang Tohjaya. Pasukan Tohjaya kalah dalam
pertempuran dan meninggal dunia dalam pelarian. Pada 1248 Ranggawuni menjadi
raja Singasari bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Ranggawuni memerintah Kerajaan
Singasari selama 20 tahun (1248-1268) dan dibantu oleh Mahisa Cempaka
(Narasingamurti).
Ranggawuni wafat pada 1268 dan digantikan oleh putranya, Kertanegara. la
memerintah Kerajaan Singasari selama 24 tahun (1268-1292).

N. Ekspedisi Pamalayu
Kertanegara terus memperluas pengaruh dan kekuasaan Kerajaan Singasari.
Pada 1275 ia mengirim pasukan untuk menaklukkan Kerajaan Sriwijaya sekaligus
menjalin persekutuan dengan Kerajaan Campa (Kamboja). Ekspedisi pengiriman
pasukan itu dikenal dengan nama Pamalayu. Kertanegara berhasil memperluas

10
pengaruhnya di Campa melalui perkawinan antara raja Campa dan adik
perempuannya. Kerajaan Singasari sempat menguasai Sumatera, Bakulapura
(Kalimantan Barat), Sunda (Jawa Barat), Madura, Bali, dan Gurun (Maluku).

O. Serangan Pasukan Mongol


Pasukan Pamalayu dipersiapkan Kertanegara untuk menghadapi serangan
kaisar Mongol, Kubilai Khan, yang berkuasa di Cina. Utusan Kubilai Khan beberapa
kali datang ke Singasari untuk meminta Kertanegara tunduk di bawah Kubilai Khan.
Apabila menolak maka Singasari akan diserang. Permintaan ini menimbulkan
kemarahan Kertanegara dengan melukai utusan khusus Kubilai Khan, Meng Ki, pada
1289. Kertanegara menyadari tindakannya ini akan dibalas oleh pasukan Mongol. la
kemudian memperkuat pasukannya di Sumatera. Pada 1293 pasukan Mongol
menyerang Kerajaan Singasari. Namun Kertanegara telah dibunuh oleh raja Kediri,
Jayakatwang, setahun sebelumnya. Singasari kemudian dikuasai oleh Jayakatwang.

Arca Dwarapala merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari.

11
Kidal dibangun di Rejokidal, Tumpang, Malang, yang dipersembahkan kepada
Anusapati, raja kedua dan anak tiri Ken Arok.

12
DAFTAR PUSTAKA

Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta:
Balai Pustaka

Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu

R.M. Mangkudimedja. 1979. Serat Pararaton Jilid 2. Jakarta: Departemen Pendidikan


dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah

Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965).


Yogyakarta: LKIS

Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara


Syukur, Abdul, Ensiklopedi Umum untuk Pelajar , Jilid 9, Jakarta: Ichtiar Baru
van Hoeve, 2005. Halaman 110.

Bullough, Nigel (14 Juli 1995). Historic East Java: Remains in Stone. Jakarta: ADLine
Communications. hlm. 116117.

Kitab Negarakartagama Kitab Kidung (Kidung Harsa Wijaya & Serat Arok)

Sejarah Nasional Indonesia. Kurikulum 1994 suplemen GBPP 1999.

13

Anda mungkin juga menyukai