Anda di halaman 1dari 10

Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

BAB 2 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

2.1 Visi, Misi Dan Sasaran Nasional

2.1.1 Visi dan Misi Presiden


Presiden Joko Widodo menetapkan Visi dan Misi pembangunan Tahun 2015-2019 yang secara
politik menjadi bagian dari tujuan tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Adapun visi pembangunan Tahun 2015-2019 adalah: Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat,
Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong. Sedangkan upaya untuk
mewujudkan visi tersebut adalah melalui 7 Misi Pembangunan, yaitu:
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang
kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan
kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan;
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara
hukum;
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim;
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera;
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing;
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan
kepentingan nasional;
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

2.1.2 Agenda Prioritas Pembangunan (Nawa Cita)


Agenda prioritas pembangunan ini dimaksudkan untuk menunjukkan prioritas program
pembangunan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam
bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Adapun kesembilan agenda prioritas
pembangunan yaitu:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman
pada seluruh warga negara;
2. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya;
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam
kerangka negara kesatuan;
4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang
bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya;
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional;
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi
domestik;
8. Melakukan revolusi karakter bangsa;
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

2.1.3 Sasaran Pembangunan Nasional


Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Presiden maka visi dan misi tersebut dijabarkan menjadi
sasaran pembangunan nasional beserta indikator sektor transportasi yang tertuang dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, sebagaimana
pada tabel berikut ini.

II - 1
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

Tabel 2.1
Sasaran dan Indikator RPJMN Tahun 2015-2019
NO SASARAN INDIKATOR
Penguatan Konektivitas Nasional untuk Mencapai Keseimbangan Pembangunan
1. Meningkatnya kapasitas sarana a) Menurunnya waktu tempuh rata-rata per koridor untuk
dan prasarana transportasi dan koridor utama dari 2,6 jam per 100 km menjadi 2,2 jam
keterpaduan sistem transportasi per 100 km pada lintas-lintas utama;
multimoda dan antarmoda untuk b) Meningkatnya jumlah penumpang yang diangkut
mengurangi backlog maupun maskapai penerbangan nasional dengan membangun
bottleneck kapasitas prasarana 15 bandara baru;
transportasi dan sarana c) Pengembangan 9 bandara untuk pelayanan kargo
transportasi antarmoda dan udara;
antarpulau sesuai dengan sistem d) Peningkatan On-time Performance Penerbangan
transportasi nasional dan cetak biru menjadi 95%;
transportasi multimoda e) Modernisasi sistem pelayanan navigasi penerbangan
dan pelayaran;
f) Meningkatnya kapasitas 24 pelabuhan untuk
mendukung tol laut yang terdiri 5 pelabuhan hub dan 19
pelabuhan feeder;
g) Pembangunan dan pengembangan 163 Pelabuhan non
komersial sebagai sub feeder tol laut;
h) Dwelling time pelabuhan;
i) Pembangunan 50 kapal perintis dan terlayaninya 193
lintas angkutan laut perintis;
j) Meningkatnya jumlah barang dan penumpang yang
dapat diangkut oleh kereta api melalui pembangunan
jalur KA minimal sepanjang 3.258 kilometer;
k) Terhubungkannya seluruh lintas penyeberangan sabuk
Utara, Tengah, dan Selatan serta poros poros
penghubungnya melalui pembangunan/ pengembangan
65 pelabuhan penyeberangan dan pengadaan 50 unit
kapal penyeberangan;
l) Meningkatnya peran angkutan sungai dan danau
melalui pembangunan dermaga sungai dan danau di
120 lokasi.
2. Meningkatnya kinerja pelayanan a) Meningkatnya pangsa pasar yang diangkut armada
dan industri transportasi nasional pelayaran niaga nasional melalui penguatan regulasi
untuk mendukung konektivitas hingga 20% dan memberikan kemudahan swasta dalam
nasional, Sistem Logistik Nasional penyediaan armada kapal;
(Sislognas) dan konektivitas global b) Meningkatnya jumlah armada pelayaran niaga nasional
yang berumur <25 tahun hingga 50% serta
meningkatnya peran armada pelayaran rakyat;
c) Terselenggaranya pelayanan Short Sea Shipping yang
terintegrasi dengan moda lainnya;
d) Meningkatnya peran serta sektor swasta dalam
pembangunan transportasi melalui KPS atau investasi
langsung;
e) Terpisahkannya fungsi operator dan regulator serta
pemberdayaan dan peningkatan daya saing BUMN
transportasi;
f) Meningkatnya SDM transportasi yang bersertifikat
menjadi 2 kali lipat dibandingkan kondisi baseline;
g) Terhubungkannya konektivitas nasional dengan
konektivitas global melalui penyelenggaraan pelayanan
transportasi lintas batas negara;
h) Termanfaatkannya hasil industri transportasi nasional.

II - 2
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

NO SASARAN INDIKATOR
3. Meningkatnya tingkat keselamatan a) Menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan
dan keamanan penyelenggaraan transportasi jalan hingga 50 persen dari kondisi
pelayanan transportasi baseline;
b) Menurunnya rasio kecelakaan transportasi udara pada
AOC 121 dan AOC 135 menjadi kurang dari 3
kejadian/1 juta flight cycle;
c) Menurunnya jumlah kejadian kecelakaan transportasi
laut menjadi kurang dari 50 kejadian/tahun;
d) Menurunnya rasio angka kecelakaan kereta api dari
0,025 kecelakaan per 1 juta-km perjalanan kereta api;
e) Tersedianya informasi dan sistem data tingkat
keselamatan infrastruktur jalan nasional dan provinsi
yang mutakhir setiap tahunnya.
4. Menurunnya emisi gas rumah kaca Menurunnya emisi gas rumah kaca (RAN-GRK) sebesar
(RAN-GRK) di sektor transportasi 2,982 juta ton CO2e untuk subsektor transportasi darat,
15,945 juta ton CO2e untuk subsektor transportasi
udara, dan 1,127 juta ton CO2e untuk subsektor
transportasi perkeretaapian hingga tahun 2020 melalui
penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang
ramah lingkungan dan responsif terhadap perubahan
iklim/cuaca ekstrim.
5. Tersedianya layanan transportasi a) Meningkatnya sistem jaringan dan pelayanan
serta komunikasi dan informatika di transportasi perdesaan;
perdesaan, perbatasan negara, b) Terselenggaranya pelayanan transportasi perintis
pulau terluar, dan wilayah non secara terpadu.
komersial lainnya
Pembangunan Transportasi Umum Massal Perkotaan
6. Meningkatnya pelayanan angkutan a) Modal share (pangsa pasar) angkutan umum perkotaan
umum massal perkotaan di kota megapolitan/ metropolitan/besar minimal 32 %;
b) Jumlah kota yang menerapkan sistem angkutan massal
berbasis jalan dan/atau kereta api minimal 34 kota.
7. Meningkatkan kinerja lalu lintas Meningkatnya kecepatan lalu lintas jalan nasional di kota-
jalan Perkotaan kota metropolitan/besar menjadi minimal 20 km/jam.
8. Meningkatkan aplikasi teknologi a) Penerapan pengaturan persimpangan dengan
informasi dan skema sistem menggunakan teknologi informasi (ATCS) di seluruh
manajemen transportasi Perkotaan ibukota propinsi;
b) Penerapan ATCS di kota yang telah menerapkan
system angkutan massal perkotaan berbasis bus (BRT)
dan kota sedang/besar yang berada di jalur logistik
nasional, serta Automatic Train Protection (ATP) pada
jaringan kereta api perkotaan;
c) Penerapan skema pembatasan lalu lintas di kota-kota
besar/metropolitan.

2.2 Sasaran Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019


Sesuai rumusan sasaran nasional pembangunan sektor transportasi dalam RPJMN Tahun 2015-
2019 dan memperhatikan permasalahan dan capaian pembangunan tahun 2010-2014, maka
sasaran pembangunan transportasi dalam Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun
2015-2019 dijabarkan dalam 3 aspek yaitu (i) keselamatan dan keamanan, (ii) pelayanan
transportasi, dan (iii) kapasitas transportasi sesuai tugas dan tupoksi Kementerian Perhubungan
untuk mewujudkan transportasi yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah.

II - 3
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

- Handal diindikasikan oleh tersedianya layanan transportasi yang aman, selamat, nyaman,
tepat waktu, terpelihara, mencukupi kebutuhan, dan secara terpadu mampu mengkoneksikan
seluruh pelosok tanah air;
- Berdaya Saing diindikasikan oleh tersedianya layanan transportasi yang efisien, terjangkau,
dan kompetitif, yang dilayani oleh penyedia jasa dan SDM yang berdaya saing internasional,
profesional, mandiri, dan produktif;
- Nilai tambah diindikasikan oleh penyelenggaraan perhubungan yang mampu mendorong
perwujudan kedaulatan, keamanan dan ketahanan nasional (national security dan
sovereignty) di segala bidang (ideologi, politik, ekonomi, lingkungan, sosial, budaya,
pertahanan dan keamanan) secara berkesinambungan dan berkelanjutan (sustainable
development).
Adapun sasaran pembangunan infrastruktur transportasi Tahun 2015-2019, dapat diuraikan
sebagai berikut:

1. Keselamatan dan Keamanan Transportasi


Aspek keselamatan dan keamanan transportasi, meliputi:
a. Menurunnya angka kecelakaan transportasi;
b. Menurunnya jumlah gangguan keamanan dalam penyelenggaraan transportasi.

2. Pelayanan Transportasi
Aspek pelayanan transportasi, meliputi:
a. Meningkatnya kinerja pelayanan sarana dan prasarana transportasi;
b. Terpenuhinya SDM transportasi dalam jumlah & kompetensi sesuai dengan kebutuhan;
c. Meningkatnya kualitas penelitian sesuai dengan kebutuhan;
d. Meningkatnya kinerja capaian Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan good
governance;
e. Meningkatnya penetapan regulasi dalam implementasi kebijakan bidang perhubungan;
f. Menurunnya emisi gas rumah kaca (GRK) dan meningkatnya penerapan teknologi ramah
lingkungan pada sektor transportasi;
g. Meningkatnya kualitas kinerja pengawasan dalam mewujudkan clean governance.

3. Kapasitas Transportasi
Aspek kapasitas transportasi, meliputi:
a. Meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi dan keterpaduan sistem
transportasi antarmoda dan multimoda;
b. Meningkatnya produksi angkutan penumpang dan barang;
c. Meningkatkan layanan transportasi di daerah rawan bencana, perbatasan, terluar dan
khususnya wilayah timur Indonesia;
d. Meningkatnya pelayanan angkutan umum massal perkotaan;
e. Meningkatnya aplikasi teknologi informasi dan skema sistem manajemen transportasi
perkotaan.

Sasaran pembangunan transportasi Kementerian Perhubungan pada prinsipnya sejalan dengan


sasaran pembangunan nasional yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Hal ini tentunya memiliki keselarasan dan
interkoneksi yang memberikan pemahaman bahwa sasaran pembangunan nasional dapat
dijabarkan kembali menjadi sasaran pada Kementerian Perhubungan yang secara khusus
difokuskan pada perencanaan dan pembangunan transportasi. Secara lebih jelasnya korelasi
antara sasaran pembangunan nasional dengan sasaran Kementerian Perhubungan Tahun 2015-
2019 sebagaimana pada diagram berikut ini.

II - 4
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

Gambar 2.1
Sinkronisasi Sasaran RPJMN Tahun 2015-2019 Renstra Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019

Interkoneksi antara isu strategis dan sasaran Kementerian Perhubungan diperlukan sebagai dasar
dalam mengidentifikasi alur pikir perencanaan pembangunan transportasi tahun 2015-2019,
sehingga hubungan liniearitas antara isu strategis dan sasaran pembangunan transportasi ke
depan dapat terarah dan sejalan dengan agenda prioritas pembangunan nasional yang tertuang di
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, sehingga
sasaran Kementerian Perhubungan memiliki interkoneksi secara langsung dengan 9 agenda
prioritas nasional (Nawa Cita). Hal ini memberikan konsekuensi logis dalam bidang transportasi
bahwa konsep perencanaan dan pendekatan pembangunan bidang transportasi akan mendukung
9 (sembilan) agenda prioritas nasional selama 5 (lima) tahun ke depan. Pendekatan isu strategis
transportasi dalam perumusan sasaran pembangunan Kementerian Perhubungan Tahun 2015-
2019 menjadi penting untuk lebih menata dan mengelola transportasi dengan baik, serta berbasis
pendekatan multidimensi/multisektor termasuk dalam hal ini kaitannya dengan aspek tata ruang,
gender, sosial, lingkungan, dan budaya. Pendekatan tersebut akan membawa sinergitas
pembangunan transportasi secara lebih terpadu, mewujudkan pembangunan dan penanganan
permasalahan transportasi secara lebih komprehensif dan membawa perubahan pada
karakteristik masyarakat, maupun perilaku masyarakat dalam menggunakan dan memelihara
sarana dan prasarana transportasi secara lebih baik dan bijaksana. Demikian juga Pemerintah
menjadi bagian penting sebagai pihak yang akan selalu hadir dalam mengupayakan
pembangunan dan pengembangan transportasi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

II - 5
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

2.2.1 Sasaran Program Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

2.2.1.1 Sasaran Prioritas


1. Meningkatnya Keselamatan Transportasi Darat.
2. Meningkatnya kecukupan dan keandalan penyediaan sarana dan prasarana transportasi
darat untuk meningkatkan konektivitas serta kinerja layanan;
3. Pemenuhan kebutuhan jumlah, kesesuaian kompetensi, serta penyeberan SDM aparatur
perhubungan darat agar mampu menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangan dengan baik
dan benar;
4. Meningkatnya Kinerja Pelayanan Transportasi Darat yang berkelanjutan;
5. Terwujudnya transportasi darat yang berkeadilan, yang menjangkau seluruh wilayah NKRI,
terjangkau oleh semua golongan ekonomi dan sosial, terutama oleh kaum berkebutuhan
khusus dan responsif gender;
6. Meningkatnya Penggunaan Teknologi yang Efisien dan Ramah Lingkungan Di Bidang
Transportasi Darat;
7. Pengembangan transportasi darat yang adaptif terhadap perubahan iklim dan bencana;
8. Meningkatnya ketersediaan regulasi di bidang Perhubungan Darat.

2.2.1.2 Sasaran Strategis/Program


1. Menguatnya konektivitas nasional melalui peningkatan aksesibilitas, kapasitas dan
keterpaduan jaringan transportasi darat;
2. Meningkatnya keselamatan sektor transportasi darat;
3. Meningkatnya jumlah sarana transportasi darat yang memenuhi kriteria kinerja (SPM) yang
ditetapkan;
4. Meningkatnya kualitas dan kinerja SDM di bidang perhubungan darat;
5. Meningkatnya peran angkutan umum perkotaan;
6. Meningkatnya aplikasi skema manajemen transportasi perkotaan;
7. Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan pengelolaan keuangan di Lingkungan Ditjen
Perhubungan Darat.

2.2.1.3 Prioritas
Pembangunan Perhubungan Darat tahun 2015-2019, dititikberatkan kepada pemeliharaan,
rehabilitasi dan peningkatan pembangunan angkutan jalan, angkutan perkotaan, angkutan sungai,
danau dan penyeberangan dengan prioritas sebagai berikut:
1. Peningkatan Konektivitas melalui Pengembangan Sarana dan Prasarana pada Jaringan
Lintas Penyeberangan;
2. Peningkatan Kapasitas Jaringan Peyeberangan pada Lintas Utama Mengikuti Perkembangan
Peningkatan Kapasitas Jaringan Jalan;
3. Mendorong Pengembangan Short Sea Shipping untuk Mengurangi Beban Lalu Lintas Jalan;
4. Pembangunan dan Pengembangan angkutan BRT di Seluruh Kota Besar;
5. Implementasi Teknologi ATCS (Area Traffic Control System);
6. Peningkatan Pemanfaatan Angkutan Sungai dan Danau;
7. Peningkatan Subsidi Keperintisan Angkutan Jalan dan Penyeberangan;
8. Pembangunan Fasilitas Integrasi Moda;
9. Peningkatan Keselamatan Transportasi Darat Melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan
(RUNK).

II - 6
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

2.2.2 Strategi
Di dalam mewujudkan visi dan menjalankan misi, serta mencapai tujuan dan sasaran Ditjen
Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan seperti tersebut di atas, ditempuh melalui 2 (dua)
strategi pokok pembangunan perhubungan darat, yaitu:

1. Strategi Pemulihan dan Penataan Penyelenggaraan Perhubungan Darat


Strategi Pembangunan perhubungan darat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan
kualitas pelayanan dalam kerangka penyediaan aksesibilitas jasa perhubungan darat kepada
masyarakat baik di seluruh pelosok tanah air maupun di manca negara.Pembangunan
perhubungan darat dilaksanakan dengan berpedoman kepada 7 (tujuh) pilar sebagai berikut:
a. Pembangunan perhubungan darat dilakukan berdasarkan penerapan prinsip ekonomi
dalam rangka memaksimumkan manfaat dan meminimumkan biaya dengan penggunaan
asumsi yang rasional dan variabel-variabel ekonomi yang signifikan, sehingga dapat
menghasilkan pengembalian biaya (cost recovery), baik dalam jangka pendek,
menengah, maupun jangka panjang;
b. Pembangunan perhubungan darat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek politik,
sosial dan budaya masyarakat, sehingga hasil pembangunan perhubungan darat memiliki
dayaguna yang tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat;
c. Pembangunan perhubungan darat difokuskan kepada segmen-segmen tertentu dalam
rangka menunjang kegiatan sektor-sektor lain yang memiliki kontribusi besar dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan daerah;
d. Pembangunan perhubungan darat dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek
keselamatan, keadilan, kepastian hukum dan kelestarian lingkungan dalam rangka
mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan (sustainable development);
e. Pembangunan perhubungan darat dilakukan dengan orientasi peningkatan pelayanan
kepada masyarakat melalui mekanisme pasar dan campur tangan pemerintah dalam
rangka meminimalisasi kegagalan pasar (market failure);
f. Pembangunan perhubungan darat dilakukan sesuai dengan arah pengembangan sosial
dan ekonomi yang diadopsi dalam perencanaan makro nasional, perencanaan sektoral,
perencanaan daerah dan penganggaran secara realistik dan rasional;
g. Pembangunan perhubungan darat dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat
(sektor swasta) untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan dan melakukan
pengawasan baik pada skala kecil, menengah, maupun skala besar.

2. Strategi Peningkatan Konektivitas Nasional


Strategi Pembangunan Perhubungan Darat diarahkan untuk meningkatkan konektivitas
nasional yang bersinergi dengan konektivitas ASEAN melalui pengembangan infrastruktur
sektor transportasi pada 6 (enam) koridor ekonomi yang didukung SDM dan teknologi
transportasi yang ramah lingkungan.
Ada 8 (delapan) strategi yang dapat diimplementasikan dalam menunjang peningkatan
konektivitas nasional di sektor perhubungan darat sebagai berikut:

a. Strategi I
1) Penyusunan Rencana Umum LLAJ;
2) Pembenahan Pelayanan AKAP.
Pembenahan Permasalahan Terminal Bayangan dan Pengaturan Pool Bus dalam
Kota.

II - 7
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

Melakukan Pengembangan, Menyelenggarakan dan Mengelola Sistem Informasi


dan Komunikasi di Bidang Sarana dan Prasarana LLAJ.
3) Mewujudkan konektivitas sabuk utara melalui pembangunan pelabuhan
penyeberangan untuk menghubungkan lintas.

Sabuk Utara : Tanjung Pinang Matak Selat Lampah Sintete dan


Tanjung Pinang Tambelan - Sintete

4) Mengoptimalkan dan merevitalisasi Peran Jaringan Pelayanan dan Prasarana


Angkutan Sungai dan Danau;
5) Mengoptimalkan Peran Jaringan Pelayanan dan Prasarana Transportasi Jalan

b. Strategi II
1) Mewujudkan dan meningkatkan keandalan dan kelaikan armada.
2) Sinkronisasi jaringan pelayanan AKAP dengan AKDP dan angkutan lokal untuk
perjalanan dalam pulau.
Pembenahan (dan sinkronisasi) jaringan pelayanan AKAP;
Pengaturan (pembagian peran) pool bus di dalam kota.
3) Mewujudkan keterpaduan pelayanan/operasi dan rencana pengembangan
transportasi darat dengan moda transportasi lainnya.
Menyediakan fasilitas transfer antar moda yang memadai (penumpang dan
barang);
Menyediakan akses pelabuhan (penyeberangan dan angkutan sungai) yang
memadai;
Pengembangan short sea shipping di jalur pantura Pulau Jawa untuk mengurangi
beban angkutan jalan.
4) Pembangunan fasilitas keselamatan transportasi jalan terkait dengan peningkatan
dan pembangunan jaringan jalan:
Pengadaan rambu dan marka jalan;
Pengawasan dan pemeliharaan rambu dan marka jalan.
5) Mewujudkan perlakuan khusus di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada
penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, wanita hamil dan orang sakit;
6) Mewujudkan sistem logistik nasional yang efisien dan efektif.
Mengoptimalkan fungsi/peran jembatan timbang.
Mengembangkan jaringan (trayek) pelayanan dan simpul (terminal dan handling
system) angkutan barang.
7) Mewujudkan jalan berkeselamatan;
8) Melaksanakan RUNK lalu lintas dan angkutan jalan dengan berkoordinasi bersama
stakeholder terkait.

c. Strategi III
1) Meningkatkan peran angkutan umum massal perkotaan.
Menyusun struktur kelembagaan dan strategi pendanaan penyelenggaraan
angkutan umum yang disesuaikan dengan karakter wilayah perkotaan termasuk
mekanisme subsidi dan pentarifan;
Pembenahan (re-routing) trayek dan insentif terhadap pelayanan angkutan umum.

II - 8
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

2) Meningkatkan atau mengoptimalkan pemanfaatan jaringan prasarana jalan.


Mengurangi gangguan samping;
Pengaturan operasi roda 2 dan kendaraan tidak bermotor;
Pengaturan rute angkutan barang;
Penertiban parker di badan jalan.
3) Mempromosikan tertib berlalu lintas (pembenahan perilaku berlalu lintas, promosi
keselamatan berlalu lintas).

d. Strategi IV
1) Membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan yang ramah lingkungan;
2) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Perusahaan Angkutan Umum,
pemilik dan/atau Pegemudi Kendaraan Bermotor yang beroperasi di jalan dalam
menjaga kelestarian lingkungan.
3) Menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah.
Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
Pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan hidup di bidang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan;
Sanksi administratif terhadap pelanggaran ketentuan mengenai dampak
lingkungan LLAJ;
Tata cara, persyaratan dan prosedur penanganan ambang batas emisi gas buang
dan tingkat kebisingan yang diakibatkan oleh Kendaraan Bermotor.

e. Strategi V
1) Mereview dan melengkapi regulasi bidang transportasi darat terkait isu kerjasama
pemerintah-swasta dan pendanaan;
2) Menyusun strategi pendanaan (dan kerjasama dengan pihak swasta) dalam
penyelenggaraan transportasi darat.

f. Strategi VI
1) Menyelesaikan tugas penyusunan produk kebijakan, NSPK dan regulasi (rancangan
peraturan pemerintah) bidang transportasi darat;
2) Pemberdayaan Forum LLAJ;
3) Orientasi pengembangan Transportasi Darat ke luar Jawa (terutama Indonesia
bagian timur) sebagai upaya mengatasi disparitas kinerja pelayanan transportasi
darat;
4) Mengembangkan dan mengoptimalkan angkutan sungai, terutama di Sumatera,
Kalimantan dan Papua.

g. Strategi VII
1) Mengembangkan angkutan perintis melalui subsidi untuk melayani daerah tertinggal
atau pelosok dan pulau-pulau terluar.

h. Strategi VIII
1) Menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah tentang pengembangan industri dan
teknologi Prasarana LLAJ;

II - 9
Rencana Lima Tahunan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2015 - 2019

2) Melanjutkan pembahasan rancangan Peraturan Pemerintah tentang standar


pelayanan dan persaingan yang sehat dalam industri jasa angkutan umum;
3) Pengembangan sistem informasi jaringan pelayanan transportasi darat (AKAP dan
ASDP);
4) Pengembangan industri dan teknologi diarahkan pada pengembangan industri
berbahan baku lokal.

II - 10