Anda di halaman 1dari 4

Nama : Silvia Wijaya (141042)

Sintya (141043)
Chintya Margaretha (141047)
Kelas : PA 702

Hasil Diskusi

1. Elisenda (14.1.421)
Apakah ada keuntungan atau kerugian dalam pelaksanaan regulasi?
Jawab : Ya, keuntungan yang diperoleh dari pelaksanaan regulasi ini tercermin dalam
berbagai lembaga. Dengan adanya regulasi maka setiap lembaga baik
pemerintahan maupun swasta memiliki standar atau pedoman yang seragam
yang dapat dijadikan landasan sehingga dalam pelaksanaannya akan menjadi
lebih teratur. Sedangkan tidak ada kerugian dalam pelaksanaan regulasi Karen
dengan adanya regulasi tentu membuat kegiatan menjadi terstruktur dan lebih
rapi.

2. Kevin Saputra Lie (14.1.038)


Apa dampak jika ada organisasi sektor publik yang tidak melakukan penyusunan
regulasi?
Jawab: Suatu regulasi disusun untuk mencapai suatu tujuan, sehingga jika ada
organisasi sektor publik yang tidak melakukan penyusunan regulasi maka
organisasi tersebut tidak akan mencapai tujuan yang hendak dicapai, yaitu
organisasi tersebut tidak akan memiliki suatu pedoman yang dapat dijadikan
landasan dalam pelaksanaannya, selain itu juga akan mengakibatkan siklus
kegiatan organisasi tersebut menjadi tidak terstruktur.

3. Revy Tisa Liani (14.1.039)


Bagaimana cara mengatasi permasalahan dalam penyusunan regulasi?
Jawab : cara mengatasi permasalahan dalam penyusunan regulasi yaitu:
Regulasi yang berfokus pada manajemen. Solusinya, dilakukan
kembali peninjauan mengenai tujuan dari organisasi sektor publik dimana
organisasi sektor publik tersebut berfokus pada pelayanan masyarakat.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan cara
diadakan seminar ataupun penyuluhan.
Regulasi belum bersifat teknik. Solusinya, dalam membuat regulasi
sebaiknya pemerintah juga membuat regulasi lain yang menjelaskan atau
membahas mengenai regulasi tersebut secara teknis sehingga regulasi
tersebut dapat di impelementasikan atau dilaksanakan dengan baik sesuai
dengan tujuan utama dibuatnya regulasi tersebut.
Perbedaan interpretasi antara undang-undang dan regulasi di
bawahnya. Solusinya, dalam membuat regulasi sebaiknya pemerintah
juga memperhatikan kesesuaian undang-undang dengan regulasi yang
baru tersebut. sehingga dalam pengimplementasiannya tidak terjadi
kesalahan atau ketidakjelasan interpretasi antara undang-undang dengan
regulasi tersebut.
Pelaksanaan regulasi yang bersifat transisi berdampak pemborosan
anggaran. Solusinya, dalam melaksanakan regulasi yang baru,
pemerintah harus benar-benar memastikan bahwa regulasi yang baru
sudah merupakan regulasi yang paling tepat untuk dijadikan suatu
pedoman atau standar atau acuan. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak
terjadi perubahan-perubahan lainnya yang akan mengakibatkan
pemborosan anggaran organisasi tersebut.
Pelaksanaan regulasi tanpa sanksi. Solusinya, hendaknya pemerintah
membuat suatu sanksi apabila regulasi tersebut tidak dijalankan sehingga
tidak membuat organisasi memperlakukan regulasi secara semena-mena.

4. Malik (14.1.068)
Siapakah pihak-pihak yang terkait dalam siklus akuntansi sektor publik?
Jawab: Pihak-pihak yang terkait dalam siklus akuntansi sektor publik merupakan
pihak-pihak yang berhubungan dengan publik, yaitu pemerintah pusat,
pemerintah daerah, partai politik, LSM, yayasan, sekolah-sekolah, universitas
atau perguruan tinggi, puskesmas, rumah sakit, dan tempat-tempat ibadah.
5. Steven (14.1.033)
Apa perbedaan dari kelima sistem perencanaan pembangunan nasional?
Jawab : perbedaan kelima system perencanaan pembangunan nasional:
Pendekatan Politik
Pendekatan ini merupakan proses penyusunan rencana, misalnya
dalam pemilihan presiden masyarakat cenderung akan
memperhatikan bagaimana program yang dibuat oleh para calon.
Pendekatan Teknokratif
Pendekatan ini menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah
oleh setiap lembaga.
Pendekatan Partisipatif
Pendekatan ini melibatkan semua pihak berkepentingan terhadap
pembangunan sehingga mendapatkan aspirasi dari masyarakat dan
menimbulkan rasa memiliki.
Pendekatan Atas-Bawah (top-down) dan Pendekatan Bawah-Atas
(bottom-up)
Pendekatan ini melibatkan perencanaan yang dilaksanakan menurut
jenjang pemerintahan melalui musyawarah yang dilaksanakan baik
di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan maupun
desa

6. Arif (14.1.433)
Bagaimana cara menyelesaikan masalah mengenai pelaksanaan regulasi tanpa sanksi?
Jawab : cara menyelesaikan masalah mengenai pelaksanaan regulasi tanpa sanksi
adalah dengan memberikan sanksi yang tegas berupa peringatan ataupun
denda yang akan membuat orang yang melanggar menjadi jera. Dengan
adanya sanksi maka regulasi yang dibuat wajib dipatuhi karena akan bersifat
memaksa dan tegas. Apabila sebuah regulasi dibuat tanpa adanya sanksi
maka regulasi tersebut tidak akan berjalan dengan lancar karena banyak
masyarakat beranggapan bahwa bukan kewajiban mereka untuk mematuhi
regulasi tersebut dan regulasi tersebut tidak bersifat memaksa bagi
masyarakat.

7. Elis (14.1.420)
Bagaimana hubungan regulasi dengan sektor publik? Mengapa di Indonesia
dibutuhkan regulasi?
Jawab : Pada dasarnya, regulasi dapat diartikan sebagai sebuah aturan atau
pedoman. Sedangkan sektor publik merupakan suatu bagian yang berkaitan
dengan penyediaan layanan pemerintah untuk masyarakat dengan tujuan
demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat tersebut. Dalam mencapai
tujuan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dalam hal pelayanan
pemerintahan maka dibutuhkan aturan-aturan yang nantinya diharapkan
akan menuntun pengimplementasian pada lembaga-lembaga sektor publik
itu sendiri dan berjalan sesuai dengan rencana dan prinsipnya.
Setiap negara pasti membutuhkan regulasi, dengan adanya regulasi maka
semua aktivitas akan berjalan dengan lancer karena adanya pedoman yang
dipegang oleh setiap negara. Di Indonesia sendiri, Undang-Undang merupak
sumber utama hukum yang digunakan oleh semua masyarakat.