Anda di halaman 1dari 6

CATATAN PROSES

TEMA : Perencanaan Penganggaran Desa


SUB TEMA : 7.3 Alternatif Sumber Pendanaan Bagi Pengembangan Air Minum
Dan Sanitasi (DAK, Kredit Mikro, CSR, Hibah, Dll)
HARI/TANGGAL : Minggu / 29 Agustus 2017
WAKTU : 08.00 09.30
KELAS : Kelas - C
PEMANDU : Yeddy Ardiansyah
NOTULEN : Untung Wahyudi

PROSES : ;

1. Tahu Kah Kamu


Pemerintah telah mencanangkan Program 100-0-100. Dimana pada tahun 2019 seluruh warga
masyarakat harus sudah mempunyai akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang
layah. Pemenuhan akses ari minum dan sanitasi adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah.
Namun Pemerintah sendiri tidak akan mampu untuk mewujudkan Universal Access oleh karena
itu perlu dukungan semua pihak. Semua pihak harus dilibatkan dan berkolaborasi.
Program Pamsimas hanyalah salah satu dari banyak program pemerintah untuk pembangunan air
minum dan sanitasi. Selain itu, Program Pamsimas juga ternyata tidak mampu untuk secara
penuh menuntaskan permasalahan pembangunan air minum dan sanitasi di desa sasaran. Namun
Program Pamsimas diharapkan dapat menjadi stimulan dan platform pembangunan air minum
dan sanitasi. Melihat kondisi tersebut di atas, maka Program Pamsimas III, menerapkan prinsip
Kolaborasi dalam pendanaan.
Sumber-sumber pendanaan/pembiayaan yang dapat diakses antara lain pemerintah daerah ,
antara lain:
1. Anggaran Pusat/Daerah/Desa: APBN, APBD Prov/Kab, APBDesa
2. Kontribusi masyarakat
3. DAK: DAK Kesehatan, DAK Air minum, DAK Sanitasi, dan DAK Infrastruktur
4. Anggaran lembaga non pemerintah
5. Dana pinjaman dari lembaga keuangan
6. Dana Kepedulian Perusahaan terhadap Masyarakat dan Lingkungan (Coorporate
Social Responsibility, CSR),
7. Dan lain sebagainya.
2. Ayo amati
Sinkronisasi Program untuk PAMSIMAS
Bupati Q menyampaikan pentingnya peran kepala desa dalam pembangunan
daerah. Kami sebagai kepala daerah mengharapkan upaya maksimal dari aparatur
pemerintah desa untuk mendukung kebijakan pemerintah dan menggunakan
sumber pendanaan yang ada dengan sebaik-baiknya tegasnya.
Kementerian Desa PDTT menyampaikan bahwa dalam rangka percepatan
pembangunan nasional, penggunaan dana desa tahun 2017 lebih difokuskan untuk
mendukung kebijakan 4 program prioritas, diantaranya pembentukan BUMDES,
pembangunan embung atau bangunan sumber air lainya, Satu desa satu produk dan
sarana olahraga desa, sehingga diperlukan percepatan ditingkat kabupaten dan
desa, dengan melakukan prosedur Penyusunan RAPBDes Perubahan secepat
mungkin. Sehingga menurutnya pada Tahun Anggaran 2018, kegiatan-kegiatan yang
masuk dalam 4 program prioritas tersebut sudah dapat diaplikasikan.
Pemerintah daerah juga didorong untuk melakukan review dan pengawalan
bersama atas RKP Desa dan APB Desa agar sejalan dengan ADD dan sumber
keuangan desa lainya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya
dengan membuat peraturan daerah atau yang setara yang dapat mendukung 4
program prioritas seperti peraturan gubernur atau peraturan daerah, tuturnya.
Kepala Desa mengakui bahwa menurutnya pembangunan embung desa atau
bangunan sumber air lainya yang masuk dalam kegiatan prioritas Kemendes PDTT
sangat mendukung rencana warganya untuk mengikuti program pamsimas untuk
tahun anggaran 2018. Dimana ia mengakui sudah mengikuti kegiatan sosialisasi
program pamsimas tingkat kabupaten Q pada 10 Agustus lalu di Aula Kantor
BAPPEDA Q. Ia menuturkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi di kabupaten,
dilanjutkan dengan sosialisasi ditingkat desa tentang peminatan program Pamsimas,
dan menurutnya beberapa program prioritas yang diharapkan oleh Kementrian Desa
sepertinya sejalan dengan program Pamsimas dimana kegiatan pembangunan
sumber air masuk dalam kelompok kegiatan peningkatan kualitas dan akses
terhadap pelayanan sosial dasar, diantaranya air bersih berskala desa, sanitasi
lingkungan, jambanisasi, MCK,dan prasarana kesehatan lainya. Kegiatan dari
Kementerian Republik Indonesia yang difasilitasi oleh Dinas PMD Kabupaten Q ini
sendiri diikuti oleh Otoritas Pejabat Daerah dan Perangkat Pemerintahan mulai dari
Kepala BPD, Kepala desa, Camat, LSM, TP-PKK dan organisasi lainya. Turut hadir
dalam acara tersebut Sekertaris Daerah, Ketua DPRD Q. Tenaga Ahli P3MD dan
Distric Coordinator Pamsimas
Setelah membaca tulisan tersebut, buatlah 5-6 kelompok, diskusikanlah hal-hal yang
diperlukan untuk membangun suatu kolaborasi, jelaskan

Kasus 1
Untuk menuju target universal access Tahun 2019 Kabupaten X, Bank Q melalui
Corporate Social Responsibility (CSR) memberi bantuan stimulan Sambungan
Rumah kepada Desa Pamsimas sejak tahun 2016. Kesuksesan pelaksanaan
pemasangan 250 unit Sambungan Rumah (SR) perpipaan air bersih pada tahun 2016
membawa kepuasan bagi Pihak Bank Q diantaranya suksesnya pelaksanaan
pemasangan Sambungan Rumah di pedesaan dengan tepat sasaran yaitu rumah
tangga miskin dan disabilitas, selain itu juga yang tak kalah pentingnya dimana
kesuksesan tersebut di lapangan dengan adanya tambahan penerima manfaat
sebanyak 257 SR dengan 300 KK atau sekitar 1.100 jiwa, juga didukung dengan
pelaporan administrasi yang baik dan memuaskan. Serta ketepatan waktu
penyelesaian program itu sendiri baik secara realisasi dilapangan dan penyelesaian
administrasi pelaporan. Sehingga dari keberhasilan pelaksanaan bantuan stimulan
Sambungan Rumah kepada Desa Pamsimas tahun 2016 tersebut, Bank Q kembali
memberikan bantuan stimulan Sambungan Rumah kepada Desa Pamsimas untuk
yang kedua kalinya.
Dengan harapan, melaui program bantuan stimulan Sambungan Rumah kepada
Desa Pamsimas Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Q ini, dapat
tersedianya sarana air bersih sesuai target universal access 2019. Selain itu juga,
dengan tersedianya sarana air bersih yangv langsung kerumah dapat membantu
meningkatnya Desa ODF dan mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan
yang diwujudkan dalam program bantuan stimulan Sambungan rumah dan jamban
kepada Desa Pamsimas dan Desa Non Pamsimas di Kabupaten X melaui Corporate
Social Responsibility (CSR) Bank Q, dimana program ini telah terlaksana dengan baik
sejak tahun 2015 untuk jamban dan 2016 untuk sambungan rumah. Dari
keberhasilan program inilah maka Bank Q memperluas programnya pada
peningkatan akses air bersih melalui bantuan stimulan Sambungan Rumah kepada
Desa Pamsimas sejak tahun 2016.
Sehingga di tahun 2017, Bank Q melalui Corporate Social Responsibility (CSR)
memberi bantuan stimulan Sambungan Rumah kepada Desa Pamsimas sebanyak
350 unit yang tersebar di Desa Pamsimas antara lain Desa Sucolor Kecamatan
Maesan sebanyak 50 unit, Desa Baratan Kecamatan Binakal sebanyak 50 unit, Desa
Randu Cangkring Kecamatan Pujer sebanyak 30 unit, Desa Sukokerto Kecamatan
Pujer sebanyak 50 unit, Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari sebanyak 50 unit,
Desa Wonosari Kecamatan Grujugan sebanyak 60 unit dan Desa Kabuaran
Kecamatan Grujugan sebanyak 50 unit. Sehingga adanya peluang tambahan
penerima manfaat minimal sebanyak 350 SR 350 KK 1.050 jiwa di tahun 2017.
1. Apa yang dapat Saudara lakukan sebagai seorang Fasilitator Masyarakat
untuk membangun kepedulian semua pihak di tingkat desa dalam
pembangunan air minum dan sanitasi tersebut ??

Kasus 2
Desa A adalah desa sasaran Program Pamsimas Tahun 2012 Jumlah Penduduk 2.000
jiwa dengan 510 KK. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan
nelayan. Pada Tahun 2012 Desa tersebut menerima Program Pamsimas dengan
jumlah dana Rp 275.000.000,- Sarana air minum selesai pada tahun 2012 dan
mulai beroperasi sejak tahun tersebut dengan daerah layanan meliputi Dusun I
s/d Dusun IV (1.000 Jiwa) dan sebagian besar pemanfaatnya berada di dusun IV yaitu
daerah pesisir pantai yang sulit air bersih.
Jumlah pemanfaat yang ada sekitar 50 KK yang dilayani dengan 5 Hidran Umum.
Selama beroperasi mengalami kendala terutama pada sumber dimana sering
mengalami longsor terutama pada musim hujan, sehingga pelayanan air minum ke
masyarakat sering terganggu atau tidak maksimal. Untuk mengoptimalkan kembali
pelayanan, pengurus BPSPAMS bersama masyarakat selalu melakukan
perbaikan terhadap sarana yang ada. Namun hampir setiap musim hujan tiba selalu
terjadi kerusakan terutama pada sumber dan bak reservoir.
Pada awal tahun 2013 ada kegiatan pelebaran jalan di Desa tersebut sehingga
pipa air sepanjang + 1.000 meter rusak, akibatnya pelayanan air minum ke dusun IV
tidak maksimal. Dengan kondisi tersebut di atas, BPSPAMS, kader AMPL, Fasilitator,
masyarakat dan pemerintah desa melakukan rembug untuk membahas
permasalahan yang dihadapi oleh desanya khususnya terkait dengan sarana
yang telah terbangun namun mengalami kerusakan sehingga akses air minum
oleh masyarakat tidak optimal lagi dan masalah lain adalah pemenuhan akses air
minum di dusun V (400 Jiwa) dan VI (200 Jiwa) yang sampai saat ini belum
mendapatkan akses air minum. KKM dan BPSPAMS mencoba melakukan
perhitungan biaya, sekitar 350 juta.
Dalam rembug warga tersebut tergambar sebuah kondisi permasalahan yang di
alami oleh desa tersebut sehingga dipandang perlu untuk membentuk tim penyusun
proposal dalam upaya memfasilitasi masyarakat desa dalam mengakses berbagai
sumber pendanaan. Dari proposal desa yang telah disusun, tergambar secara umum
kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan SPAM di desa hingga akses 100%. Dan
selanjutnya Tim penyusun proposal bersama pelaku yang lainnya melakukan
berbagai upaya agar dapat dilaksanakan pembangunan SPAM di desa nya untuk
mencapai target Universal AKses.
1. Apa yang dapat Saudara lakukan sebagai seorang Fasilitator
Masyarakat untuk membantu masyarakat menyelesaikan pembangunan air
minum dan sanitasi tersebut ??

HASIL DISKUSI :
KESIMPULAN :

Setelah pembelajaran peserta:

1. Mengidentifikasi berbagai alternative pendanaan bagi pengembangnan


air minum dan sanitasi
1. Menyusun strategi untuk mendampingi masyarakat dalam
mendaatan berbagai alternative sumber pendanaan tersebut