Anda di halaman 1dari 6

CATATAN PROSES

TEMA : Monev, SIM dan Pelaporan


SUB TEMA : 8.2 Pelaporan Tim Fasilitator
HARI/TANGGAL : Minggu / 29 Agustus 2017
WAKTU : 13.00 14.30
KELAS : Kelas - C
PEMANDU : Yeddy Ardiansyah
NOTULEN : Untung Wahyudi

PROSES : ;

1. Tahu Kah Kamu


Pelaporan ditujukan untuk menggambarkan perkembangan atau hasil kemajuan setiap tahapan
pelaksanaan program, kendala, atau permasalahan yang terjadi dan tingkat pencapaian sasaran
atau tujuan program. Semua pelaku program menyusun laporan atas pelaksanaan program
pada tingkat desa, kabupaten, provinsi, dan pusat. Penyusunan laporan harus berbasis data
SIM dan dibuat sederhana dan ringkas. Laporan harus mengikuti aturan yang telah
ditentukan meliputi format, waktu, dan periode pelaporan.Pelaporan tidak hanya sebatas alat
untuk pemenuhan kebutuhan administrasi untuk menuntut hak (gaji), akan tetapi lebih dari itu
sebagai alat untuk menunjukan kemajuan pekerjaan sesuai periode laporan. Pelaporan
pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Fasilitator setiap bulannya, harus berdasarkan pada
target target yang telah ditetapkan. Secara umum, target yang harus dipenuhi oleh Tim
Fasilitator adalah sebagai berikut:
Jumlah dan lokasi desa yang didampingi oleh masing-masing sub-tim akan ditentukan oleh DPMU, DC
dan FS dengan mempertimbangkan: (a) total jumlah desa baru dan desa lama di kabupaten; (b) rasio yang
memadai antara jumlah sub tim dengan jumlah desa dampingan; serta (c) jarak antar desa yang akan
didampingi. Secara umum satu sub-tim Fasilitator mendampingi minimal 15 desa per tahun (desa
baru, desa perbaikan kinerja dan dan pengembangan) hasil kerja yang harus dicapai tim fasilitator
setiap tahun adalah sebagai berikut:
a. Berhasil mendampingi masyarakat dan pemerintah desa (tingkat partisipasi tinggi,
transparan dan akuntabel, partisipasi perempuan tinggi, disain SPAM yang ramah masyarakat
rentan)
b. Tersedianya dokumen PJM ProAKSI dan RKM (untuk desa baru dan desa pasca);
c. Terbangunnya SPAM desa secara tepat waktu dengan kualitas teknis yang baik dan dapat
dipertanggungjawabkan;
d. Terdapatnya jumlah pengguna aktual sesuai dengan target dalam RKM;
e. Terdapatnya sejumlah desa yang dapat melaksanakan RKM dengan menggunakan sumber dana
selain Pamsimas (misalnya DAK Air Minum, APBDesa, APBD, Hibah Air Minum Perdesaan,
CSR, Kredit Mikro);
f. Keberlanjutan SPAM desa (Kelembagaan, sistem, iuran)

Laporan digunakan untuk menunjukan kinerja fasilitator selama dalam pendampingan, masukan
untuk membuat kebijakan serta sebagai masukan dalam menyusun perencanaan. Laporan yang
disusun oleh fasilitator menjadi dasar bagi Kordinator Kabupaten dalam menyusun laporan,
begitu juga halnya dengan Kordinator Provinsi menyusun laporan berdasarkan laporan
kordinator kabupaten. Mekanisme pelaporan dalam program Pamsimas untuk tingkat desa
sampai kabupaten adalah sebagai berikut:
2. Ayo amati
Sinkronisasi Program untuk PAMSIMAS
Laporan Modul 2.6 bersumber dari data-data di beberapa sub-modul. Untuk itu mari cermati
dan membandingkan data di antara dua laporan/modul dari sebuah kabupaten berikut ini:

1. Laporan Data SIM tahun 2016 - Informasi Umum

2. Laporan Data SIM tahun 2016 2.1.2.1.Pemetaan Sosial

3. Bandingkan data Jumlah Penduduk pada desa yang sama di kedua laporan tersebut

Pertanyaan Kritis

1. Setelah mempelajari Laporan SIM tersebut, apakah anda menemukan


keganjilan pada data di atas? Jelaskan jawaban anda.
2. Jika ada, keganjilan dalam hal apa dan apa kira-kira penyebabnya?

Bentuklah kelompok yang terdiri dari 5 6 orang untuk mendiskusikan beberapa


topik di bawah ini. Presentasikan hasil diskusi dari tiap kelompok.

Kasus Data SIM Modul 2

Diskusikan beberapa laporan SIM di bawah ini:

1. Bandingkan:Data Jumlah Penduduk pada Gambar 4 dengan data Target Penerima


Manfaat SAM pada gambar 5 Data Jumlah Penduduk dengan Jumlah Akses Awal
(existing) SAM pada gambar 6
2. Keganjilan data apa yang anda temukan dari laporan SIM di atas?
3. Apa penyebab munculnya data SIM yang tidak akurat?
4. Apa yang harus anda lakukan selaku Fasilitator supaya tidak terjadi data yang
tidak akurat di desa dampingan anda?
5. Dari penjelasan anda di atas, apa yang sudah anda lakukan? Bagaimana hasilnya?
Jelaskan!

Kasus Data SIM Modul 7.3


Desa Melati adalah desa sasaran Program Pamsimas II tahun 2015, yang saat ini
memiliki jumlah penduduk sebanyak 669 KK / 2267 jiwa. Jumlah penduduk
yang telah mendapat akses air minum layak saat ini dari Program Pamsimas
dan hasil pengembangannya adalah 279 KK / 945 jiwa. Sedangkan penduduk
yang belum mendapat akses air minum layak saat ini adalah 166 KK / 562 jiwa.
1. Bila Akses Universal yang harus dicapai adalah 100%, sementara sumberdaya
Pamsimas hanya mampu mencapai 279 KK, apa yang menurut anda harus dan
perlu dilakukan? Apakah kira-kira data Desa Melati di atas menunjukkan
upaya tersebut?
2. Lakukanlah perhitungan akses air minum seperti di atas pada beberapa desa
dampingan dengan menggunakan data yang ada saat ini. Apakah data
akses air minum desa tersebut yang ditampilkan di SIM modul 7.3 sudah
benar? Apakah pencatatan data di logbook modul 7.3 selama ini sudah sesuai
dengan glossary-nya?

Diskusikanlah Laporan Data Keberlanjutan Modul 7.3 berikut ini:

1. Bagaimana kriteria kondisi SAM yang berfungsi baik, berfungsi sebagian dan
tidak berfungsi menurut glossary modul 7.3?
2. Pada Gambar 7 apakah anda menemukan data jumlah akses SAM dari
Program Pamsimas yang tidak lengkap terisi? Jelaskan hubungannya dengan
kondisi SAM-nya!

Tugas dan Tanggung Jawab TFM


TFM memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyediakan data SIM yang
bersumber dari pencatatan kegiatan program di desa dampingan.
Diskusikanlah beberapa hal berikut ini:
1. Tugas dan tanggung jawab Fasilitator Masyarakat dan Fasilitator Senior dalam
menyediakan data SIM adalah harus menyajikan data yang valid, lengkap dan
tepat waktu. Evaluasi kinerja Fasilitator dilakukan berbasis data SIM. Sebutkan
langkah- langkah yang harus dilakukan dalam memenuhi tugas dan tanggung
jawab tersebut.
2. Apa hambatan utama yang dihadapi fasilitator selama ini dalam
pengumpulan data dan penyampaian data SIM yang valid, lengkap dan tepat
waktu? Sebutkan langkah- langkah yang harus dan perlu dilakukan.
3. Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh TFM agar data QS dan SIM dapat
secepatnya sampai ke kantor ROMS Kabupaten.
4. Bagaimana memastikan data di lapangan konsisten dengan data yang
tercatat di logbook dan di SIM (website). Bila terjadi data yang tampil di
SIM tidak sesuai dengan data di logbook, apa yang harus dilakukan? Acuan
apa yang digunakan untuk membahas ketidaksesuaian data tersebut?

Catatan Penting:

Pencatatan dan pelaporan data SIM diatur dalam POB Mekanisme Pelaporan Data
SIM.

MIS Day

MIS Day dilaksanakan setiap bulan dengan mengusung tema tertentu


yang dicanangkan oleh Tim ROMS Provinsi, selain juga melaksanakan
beberapa hal rutin untuk memperbaiki dan melengkapi data dalam rangka
memberikan jaminan kualitas data SIM. Diskusikan hal- hal yang harus
disiapkan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh TFM dalam pelaksanaan
MIS Day.

Catatan Penting:

Pelaksanaan MIS Day di semua tingkatan diatur dalam POB MIS Day Manfaat
Data SIM

Apa manfaat SIM bagi pelaksanaan Program Pamsimas; masyarakat


dampingan, fasilitator, konsultan, pemerintah daerah dan pemerintah pusat?

Bila data SIM tidak valid, tidak lengkap dan tidak tepat waktu, apa
dampaknya terhadap:

1. Desa dan masyarakat dampingan


2. Fasilitator dan konsultan
3. Pengguna data pada umumnya

3. Ayo amati
a. Dengan menggunakan Glossary dan Logbook Modul 4 revisi terbaru,
lakukanlah pengisian logbook Form 4.1.2 Progres RKM dengan menggunakan
data dari desa dampingan masing- masing. Bagaimana cara mengisi Progres
Fisik?
b. Ayo buka website SIM Pamsimas (mis.pamsimas.org)

1. Bukalah Quick Status Kabupaten anda masing-masing dari website SIM (Laporan
Quick Status)
a. Hitunglah berapa jumlah desa baru yang ada di Quick Status Pemilihan Desa
tahun 2017?
b. Hitunglah berapa jumlah desa baru yang telah mencapai tahap Evaluasi RKM
di tahun 2017?
c. Hitunglah berapa jumlah desa lama yang ada di Quick Status Pemilihan Desa
tahun 2017?
d. Hitunglah berapa jumlah desa lama yang tidak/belum menyusun RKM di
tahun 2017?
2. Bukalah Laporan Data SIM Keberlanjutan (Laporan - Data SIM - Data SIM
Keberlanjutan)
a. Berapa jumlah desa dengan kondisi Sarana Air Minum yang tidak berfungsi
di kabupaten anda masing-masing menurut pemantauan bulan Juni 2017?
b. Berapa jumlah desa yang tidak memiliki Iuran di kabupaten anda masing-
masing menurut pemantauan bulan Juni 2017?
3. Lakukan hal di atas melalui aplikasi mobile Pamsimas berbasis Android

HASIL DISKUSI :

KESIMPULAN :

Setelah pembelajaran peserta:


1. Mengidentifikasi berbagai alternative pendanaan bagi pengembangnan
air minum dan sanitasi
1. Menyusun strategi untuk mendampingi masyarakat dalam
mendaatan berbagai alternative sumber pendanaan tersebut