Anda di halaman 1dari 3

NAMA : TIRZA ASYIFA CHRISNA PUTRI

NPM : 1513054006

STUDI KASUS ANAK BERBAKAT

Menurut Marland (Tjahyono ,2002) keberbakatan mempunyai definsi yang bersifat


multidimensional, digambatkan bahwa anak berbakat sebagai anak yang menunjukan
prestasi yang tinggi atau potensi dalam salah satu dari 6 area: kemampuan intelektual
umum, kemampuan akademis khusus, berpikir kreatif-produktif, seni, kemampuan
kepemimpian dan kemampuan psikomotor.
Seperti hal nya RH yang memiliki potensi seni sejak umur 4 tahun iya hobby mencoret-
coret tembok. Pada suatu hari ibu RH memberi sepatu berwarna putih polos, sepatu
itu diletakkan di rak sepatu tanpa diketahui oleh ibunya RH mengambil sepatu yang
berada di rak sepatu itu dan iya mengambil pena dimeja tulis lalu dengan santai RH
melukis sepatu ibunya sembari berceloteh menirukan gambar yang iya lukis, seperti
halnya mobil-mobilan , robot-robotan, dll. Sehingga penuhlah sepatu itu dengan
gambar yang dilukis RH. Setibanya ibu RH keluar dan melihat Rh yang sedang
melukis lalu ibunya terkejut melihat apa yang dilakukan anakny. RH menanyakan
kepada ibunya baguskan bu sepatu yang telah aku lukis ? dengan tertawa bahagia.
Ibu RH tidak marah dengan apa yang dilakukan oleh anaknya karena iya menyadari
bakat yang dimiliki oleh anaknya yaitu seni lukis. Iya sudah memiliki keterbakatan
tersebut sejak usianya 3,5 Tahun iya menunjukan potensi yang sudah dimiliki olehnya
melalui mencoret-coret tembok rumahnya.
Orang terdekatnya sudah menyadari bahwa RH memiliki bakat lukis dan menyediakan
area atau tempat yang dapat dilukis oleh RH. Orang tuanya pun memberikan
penambahan wawasan atau latihan untuk RH.
RH juga anak yang tergolong mempunyai Imajinasi Kreatif, yang dimaksud dari
Imajinatif Kreatif adalah aktivitas otak atau proses mental manusiawi yang menjadikan
semua kekuatan emotif berpartisipasi dalam dalam menstimulasikan , memberi energi
pada tindakan kreatif (khatena, 1973a, 1975a, dalam khatena, 1992 ) dan oleh de
Bono, 1971 ; Olson, 1977 ; Samples 1975; Sperry,1974 dan R Ornstei, 1972 (dalam
khatena 1992), dinyatakan terkait dengan fungsi, peran dan respons belahan otak
kanan. Kreativitas yang tinggi merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh anak
gifted. Menurut Betts dan Neihart (2010),anak gifted dengan Kreativitas yang tinggi
ini tergolong dalam tipeThe Creative(tieII) Agar kreativitas dapat berkembang dan
terwujud dengan maksimal perlu mendapat dukungan dari pihak lain salah satunya
adalah orang tua (Harjaningrum dkk, 2007).
Dalam mengembangkan kretivitas anak gifted, orang tua perlu meninjau 4 aspek dari
kreativitas tersebut (munandar, 2012).
1. Pribadi orang tua hendaknya menghargai keunikan dari pribadi kreativitas dan
baka-bakatnya. Mereka menerima apa adanya karakteristik anak sebagai
pribadi kreatif, baik itu karakteristik positif maupun yang menyulitkan. Orang tua
hendaknya menghargai karakteristik unuk anak dan tidak berusaha
membandingkan dengan anak lain. Pada bebebrapa karakteristik yang
menyulitkan seperti tidak koperatif, egosentris , terlalu asertif, kurang sopan,
acuh tak acuh terhadap aturan, keras kepala, emosional dan menolak dominasi
atau otoritas guru dalam bebebrapa kasus membutuhkan koreksi dan
pengarahan
2. Proses memberi kesempatan kepada anak untuk bersibuk diri secara kreatif.
Anak diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri secara kreatif tanpa
merugikan diri sendiri , orang lain ataupun lingkungan. Disamping itu, orang tua
harus pula menyediakan srana dan prasarana yang dilakukan oleh anak untuk
menunjang kegiatan kreatifnya. Hal yang harus diingat adalah orang tua tidak
boleh terlalu cepat menuntut anak untuk menghasilakn produk-produk kreatif
3. Pendorong, kreatvitas akan berkembang apabila mendapat dorongan dan
lingkungannya ataupun ketika terhadap motivasi internal untuk menghasilkan
sesuatu. Untuk menumbuhkan motivasi internal orang tua dapat berperan
sebagai model bagi anak. Sedangkan dalam mengupayakn lingkungan untuk
mendukung kreativitas anak orang tua perlu memberi kepercayaan kepada
anak bahwa anak dasarnya iya adalah anak baik dan mampu
4. Produk, orang tua hendaknya menghargai produk kreatif anak bila perlu
menunjukan produk kreatif tersebut kepada orang lain. Hal ini akan
meningkatkan motivasi anak untuk melakukan kreatif.
Sama seperti cara orang tua dan guru mengenali bakat yang dimiliki oleh RH melalui
bereksporlasi hal-hal yang disenangi atau yang dilakukan oleh RH, mengamati hal-
hal yang disukai oleh RH dan menginterview anak dengan menanyakan hal-hal yang
membuat ia senang. Yang dilakukan oleh orang terdekat (orang tua atau guru) yaitu
menyediakan fasilitas sarana prasarana yang diperlukan oleh RH untuk melukis
contohnya yaitu menyediakan krayon, cat air, buku gambar dll.
Kecerdasan yang dibentuk dari keberbakatan RH ialah biasanya RH yang suka
melukis selalu berimajinasi tentang sesuatu yang dilihatnya. Misalnya RH melukis
kambing memakai kaca mata, ia melukis kambing yang memakai kaca mata karena
iya berasumsi kambing bisa memakai kaca mata karena kambing mempunyai mata
sebelum melakukan hal tersebut terlebih dahulu RH berpikir melalui proses kognitif
sehingga munculah ide-ide cermerlang yang dimiliki oleh RH itu semua melalui proses
kognitif Menurut Teori Piaget Anak mampu mengkonstruksi pemikiran mereka dan
membentuk pengetahuan melalui eksplorasi lingkungan secara aktif Menurut teori ini,
ilmu pengetahuan dibangun dalam diri individu melalui proses interaksi yang
berkesinambungan dengan lingkungan. tanpa kemampuan berfikir sangat mustahil
seorang anak akan mampu memahami, meyakini dan mengaplikasikan hal-hal yang
ia tangkap dari sekitarnya. Dalam teori perkembangan kognitif Piaget menjelaskan
bahwa pandangan dunia anak berbeda dengan pandangan orang yang lebih dewasa
dan orang tua.
Daftar Pustaka

Semiawan,Conny.1997.Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta:PT Rasindo


Izzaty,Rita.2005. Mengenali Permasalahan Perkembangan Anak Usia TK.
Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional
Masruroh, Hidayatul. 2014. Strategi Orang Tua dalam Mengembangkan Kreativitas
Anak Gifted. Vol. 3 No. 3, Desember 2014. diambil dari
http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jppp4474ac4781full.pdf (12 Oktober
2016)
Roihah, Imalatur. 2009. Implikasi Teori Kognitif Jean Piaget dalam Pembentukan
Kepribadian Muslim pada Anak Usia Sekolah 7-12 tahun. Diambil dari :
http://digilib.uin-suka.ac.id/2620/1/BAB%20I,V.pdf (diakses pada 12 Oktober 2016)