Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GANGGUAN TINGKAH LAKU PADA ANAK

DI POLI ANAK DAN REMAJA RSJ PROF HB SAANIN

PADANG

Oleh kelompok; 4

Elvira Failia
Muhardi
Ramaini s
Prima Diana ameli
Risno tindra roza
Sari Ratno

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


STIKes YARSI SUMBAR
BUKITTINGI
2012
SATUAN ACARA PENYULUHAN
GANGGUAN TINGKAHLAKU PADA ANAK

Pokok bahasan : Gangguan Tingkah Laku Pada Anak

Sasaran :Keluarga Pasien

Tempat : Poli Anak Remaja

Hari/Tanggal : Kamis,2 Januari 2013

Waktu :1 X 30 menit

1. Tujuan penyuluhan
a. Tujuan umum

setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit keluarga Sdr A mampu tentang


gangguan tingkahlaku pada anak.

b. Tujuan khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit di harapkan keluarga mampu:

a) Menjelaskan pengertian Gangguan tingkahlaku pada anak


b) Mengetahui penyebab Gangguan tingkah lku pada anak
c) Menyebutkan gejala Gejala Gangguan tingkahlaku pada anak

2. Metode :Ceramah dan Tanya jawab


3. Media :Clip chart dan left leat

Media yang digunakan untuk penyuluhan antara lain:

A leafleat berisi:

a. Pengertian Gangguan tingkah laku pada anak


b. Penyebab gangguan tingkah laku pada anak
c. Gejala gejala gangguan tingkah laku pada anak
d. Cara Mencegah Gangguan tingkah laku pada anak
B Clipchart berisi
a. Pengertian Gangguan tingkah laku pada anak
b. Penyebab gangguan tingkah laku pada anak
c. Gejala gejala gangguan tingkah laku pada anak
d. Cara Mencegah Gangguan tingkah laku pada anak

4. Materi

Materi penyuluhan yang akan diberikan meliputi:

a. Pengertian Gangguan tingkahlaku pada anak


b. Penyebab gangguan tingkahlaku pada anak
c. Gejala gejala gangguan tingkah laku pada anak
d. Cara Mencegah Gangguan tingkahlaku pada anak
5. Waktu pelaksanaan

Hari : Rabu

Tanggal : 2 Januari 2013

Jam : 08.30

Alokasi waktu

No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta


1 3 menit Pembukaan 1. Menjawab
1. Salam Pembuka salam
2. Memperkenalkan diri,dan 2. Mendengarkan
menjelaskan 3. Menjawab
3. Topic penyuluhan dan tujuan pertanyaan
penyuluhan yang di ajukan
4. Menggali pengetahuan tentang oleh penyaji
gangguan tingkah laku pada
anak

2 20 menit Penyaji menjelaskan materi tentang; 1. Mendengarkan


1. Pengertian gangguan tingkah penyaji
laku pada anak 2. Mendengarka
2. Penyebab gangguan tingkah penyaji
laku pada anak 3. Mendengarkan
3. Gejala gejala gangguan tingkah penyaji
laku pada anak 4. Mendengarkan
4. Cara Mencegah gangguan penyaji
tingkah laku pada anak
3 7 menit Penutup
1. Melakukan evaluasi dengan 1. Mendengarkan
2. Meberikan pertanyaan penyaji
3. Menyimpulkan materi yang 2. Bertanya jika
udah di Sampaikan ada pertanyaan
4. Memberi kesempatan kepada 3. Memberi
5. Peserta untuk bertanya kembali pertanyaan
Jika kurang jelas 4. Menjawab
6. Mengucapkan salam penutup salam
7. Memperhatikan dan menjawab
pertanyaan
MATERI

GANGGUAN TINGKAHLAKU PADA ANAK

1. Pengertian

Gangguan yang biasanya mulai nampak dalam masa anak.Harus ditinjau dari segi:
tahap perkembangan
derajat
frekuensi

Ada 3 kelompok:

1. Retardasi mental
2. Gangguan perkembangan psikologi
3. Gangguan spesifik

RETARDASI MENTAL

Suatu sindroma yang ditandai dengan:

1. Fungsi intelektual umum di bawah rata-rata yang cukup bermakna (IQ 70)
2. Hendaya (hambatan/gangguan/kekurangan) dalam perilaku adaptif
3. Timbul sebelum usia 18 tahun.

Dibagi atas:

1. RM Ringan : IQ = 50-70
2. RM sedang : IQ = 35-49
3. RM Berat : IQ = 20-34
4. RM Sangat berat : IQ = < 20
2. Etiologi
a. Faktor biologik:
Kelainan kromosom, kelainan metabolik, gg. post/perinatal.
25% RM
Tkt Sedang-Berat (IQ <50)
b. Faktor psikososial:
Deprivasi psikososial, misalnya:
Kurangnya stimulus sosial, bahasa dan intelektual
Keluarga tidak harmonis
Sering berganti pengasuh dan tidak adekuat
75% RM
Tingkat Ringan (IQ 50-70)

3. Gejala klinis
Tingkat Remaja secara umum:
IQ <70
Hendaya dlm perilaku adaptif
Timbul sebelum usia 18 tahun
Gejala penyerta
Iritabilitas
Agresivitas
gjl neurologik

4. Pemeriksaan:
Anamnese : Riwayat kehamilan, kelahiran, keturunan, latarbelakang sosio-kultural
Pemeriksaan : Psikiatrik, fisik dan neurologik.

5. Penghambat
Adanya ketidakmampuan fungsi hidup mandiri membutuhkan pengawasan dan bantuan
keuangan secara terus menerus.
6. Penanganan:

1. Pencegahan primer: usaha menghilangkan/mengurangi kondisi yang dapat


menimbulkan gangguan yang berhubungan dengan RM HE masyarakat, perbaikan
sosial-ekonomi.
2. Konseling genetik
3. Teknologi kedokteran

ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVIY DISORDER)


Secara klinis:
Banyak ditemui belum banyak dipahami
Gejala mulai sejak usia <7 tahun terdiagnosa setelah bbrp tahun kemudian

Masalah dapat berdampak terhadap:


keluarga
masyarakat
proses belajar

1.Etiologi:
Tidak diketahui secara pasti
Diduga:

bahan toksik
prematuritas
hal lain yg berpengaruh scr mekanis pada SSP janin
penyedap makanan, zat pewarna, gula (belum ada bukti)
faktor genetik
kerusakan otak
kondisi zat/kimia otak
proses kematangan otak
faktor psikosoial
2.Gambaran klinis:
Gejala pokok/inti:

1. kurang kemampuan memusatkan perhatian


2. hiperaktivitas
3. impulsivitas

ad.1 Kurang kemampuan untuk memusatkan perhatian


a. Sering tidak dapat memusatkan perhatian pada suatu hal secara detail/rinci, sering
membuat kesalahan karena ceroboh
b. Sulit mempertahankan perhatiannya pada tugas-tugas atau aktivitas bermain
c. Segera tidak mendengarkan pada saat diajak bicara
d. Sering tidak mengikuti perintah/cenderung menentang dan tidak memahami perintah
e. Sering tidak dapat mengorganisir/mengatur tugas-tugas/aktivitasnya
f. Sering menolak, tidak menyenangi untuk terikat pada tugas-tugas yang menuntut
ketahanan mental
g. Sering kehilangan barang
h. Perhatiannya mudah beralih
i. Pelupa.

ad.2 Hiperaktivitas
a. Kaki dan tangannya tidak dapat tenang
b. Berteriak-teriak di tempat duduknya
c. Sering meninggalkan tempat duduknya sewaktu di kelas
d. Berlari kesana kemari
e. Sulit melakukan aktivitas/bermain dengan tenang
f. Ada saja yang dilakukan
g. Seringkali bicara keras-keras.

ad.3 Impulsivitas
a. Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai diutarakan
b. Sulit untuk dapat menunggu giliran
c. Sering mengiterupsi/menyela orang lain.
d.
Pembagian:
a. Tipe GPP (Gangguan Pemusatan Perhatian)
b. Tipe Hiperaktivitas dan Impulsivitas
c. Tipe Campuran (1 & 2)

Terapi:
a. Farmakoterapi
b. Psikoterapi
c. Terapi perilaku
d. Bimbingan belajar

Prognosa:

1. Gejala berkelanjutan sampai remaja/dewasa


2. Membaik pada masa pubertas
3. Hiperaktivitas hilang tetapi GPP dan Impulsivitas tetap ada
4. Perbaikan sering terjadi pada usia 12-20 tahun
5. Kebanyakan sembuh partial resiko terjadi gjl tingkah laku antisosial, gejala
emosi, penggunaan napza
6. Sebanyak 15-20% ADHD menetap sampai dewasa
7. Anak ADHD kesulitan sosial (sekolah, keluarga), gjl psikiatri

7. AUTISME MASA KANAK


Termasuk gangguan perkembangan pervasif
Gejala mulai timbul usia 3 tahun
Fungsi abnormal (hendaya kualitatif) dlm 3 bidang, yaitu:

1. Interaksi sosial
2. Komunikasi
3. Perilaku terbatas berulang.