Anda di halaman 1dari 1

Zona alterasi hidrotermal merupakan suatu zona dimana air yang berasal dari magma atau

disebut air magmatik bergerak naik kepermukaan bumi. Celah dari hasil aktivitas Gunungapi
menyebabkan air magmatik yang bertekanan tinggi naik ke permukaan bumi. Saat air magmatik
yang yang berwujud uap mencapai permukaan bumi terjadi kontak dengan air meteorik yang
menyebabkan larutan ion tio kompleks, ion sulfida, dan ion klorida yang membawa emas
terendapkan. Air meteorik biasanya menempati zona-zona retakan-retakan batuan beku yang
mengalami proses alterasi akibat pemanasan oleh air magmatik. Seiring dengan makin
bertambahnya endapan dalam retakan-retakan tersebut, semakin lama retakan-retakan tersebut
tertutup oleh akumulasi endapan dari logam-logam yang mengandung ion-ion kompleks yang
mengandung emas. Zona alterasi yang potensial mengandung emas dapat diidentifikasi dengan
melihat lapisan pirit atau tembaga pada suatu reservoar yang tersusun atas batuan intrusif
misalnya granit atau diorit.

Respon emas terhadap IP dan resistivity sangat beragam dan cukup sulit diidentifikasi dimana
tidak setiap vein atau retakan bekas hidrotermal mengandung emas. Berdasarkan hasil IP dan
resistivity atau magnetotelurik suatu vein dapat diidentifikasi mengandung emas dengan melihat
pada nilai true_R atau tahanan sebenarnya yang sangat kecil, namun perlu diperhatikan bahwa
tidak setiap nilai resistivity yang rendah dari suatu vein dipengaruhi oleh emas karena selain
emas juga ikut terendapkan mineral pirit dan tembaga yang juga memiliki nilai tahanan jenis
yang rendah.

Korelasi data IP dan resistivity dengan data geokimia suatu zona alterasi sangat penting dimana
melalui data geokimia kita dapat menentukan mineral apakah yang dominan mengontrol
rendahnya nilai resistivitas apakah emas, tembaga, atau pirit. Sehingga kita dapat mengetahui
mineral apa yang dominan terendapkan pada suatu vein.

Berdasarkan hasil dari IP dan resistivity sebaiknya dikorelasikan lagi dengan data bor lokasi
penelitian. Korelasi ini sangat penting karena metode geolistrik (IP dan resistivity) adalah proses
awal atau suatu proses perabaan yang merupakan dugaan sementara. Korelasi dari data bor tadi
akan meminimalkan error yang ada.

Dalam proses analisis geolistrik sebaiknya berhati-hati dengan water table yang akan
menurunkan nilai resistivitas apalagi jika daerah tersebut merupakan suatu zona basah seperti
adanya sungai dalam zona argilic nilai resistivitas akan bernilai rendah hal ini akan disebabkan
karena adanya ion-ion yang terikat dalam zona alterasi argilic.