Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

AKAR,BATANG DAN DAUN

BOTANI FARMASI

Oleh :

Kelompok 9 Farmasi B

Febri Atika Pratiwi (/2015)

Alif Kurniawan (/2015)

Kukuh Prasetya Aldy (/2015)

Fadhyla Widya Puspitasari (155070507111020/2015)

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2016
DAUN

Tujuan

Tujuan diadakannya praktikum botani mengenai daun adalah untuk mengamati struktur
anatomi dan bentuk derivat epidermis pada daun

Identifikasi Daun

1. Jambu Biji (Psidium guajava)


a. Klasifikasi
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub Kelas : Rosidae
- Ordo : Myrtales
- Famili : Myrtaceae ( suku jambu-jambuan)
- Genus : Psidium
- Spesies : Psidium guajava L.

(Plantamor,2012)

b. Deskripsi Tanaman
. Jambu biji memiliki akar tunggang yang bercabang yang bentuknya kerucut
panjang, tumbuh lurus kebawah, bercabang-cabang banyak dan cabang-cabangnya
bercabang lagi, sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang dan juga
daerah perakaran menjadiamat luas,hingga dapat menyerap air dan zat-zat
makanan yang lebih banyak.( Parimin S.P 2002)
Tumbuhan biji belah jika dilihat secara umum memiliki batang dengan bagian
bawahnya yang lebih besar dan akan semakin mengecil jadi batangnya dapat
dipandang sebagian suatu kerucut atau limas yang amat memanjang dan
mempunyai percabangan. Bentuk cabang pada jambu biji yaitu berkayu dan
permukaannya licin dan terlihat lepasnya kerak( bagian kulit yang mati), arh
tumbuh batangnya tegak lurus (erectus), jambu biji memiliki cabang sirung
pendek yaitu cabang-cabang dengan ruas yang pendek. Daun jambu biji
tergolongkan tidak lengkap, karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja
disebut daun tangkai.( Parimin S.P 2002)
Bunga jambu biji kecil-kecil berwarna putih. Bunga pada jambu biji terdiri
dari kelopak dua mahkota yang masing-masing terdiri aras 4-5 daun berkelopak
dan sejumlah daun mahkota yang sama, dan memiliki benang sari yang banyak
dan berkelopak, berhadapan dengan daun-daun mahkota memiliki tangkai sari
dengan warna yang cerah bakal buah tenggelam dan mempunyai satu tangkai
putik.( Parimin S.P 2002)

c. Hasil Pengamatan
- Uji Organoleptis
Bau : Khas aromatik jambu biji
Warna : Hijau pekat
Rasa : Pekat
- Uji Mikroskopis
Pada Buku Gambar

1
.
2

3
.
Pada Mikroskop
1
.
2
.

3
.

Keterangan:
1. Epidermis atas 3. Rambut penutup
2. Mesofil

Menurut Literatur

Keterangan:
1. Epidermis atas 5. Epidermis bawah
2. Jaringan air 6. Rambut penutup
3. Mesofil 7. Hablur kalsium oksalat
4. Kelenjar lisigen
( Materi medika,1977)
- Uji Kimiawi
Sediaan daun jambu biji+reagen IKI tidak terjadi perubahan warna (-)
mengandung amilum.

Berdasarkan pada praktikum botani yang berjudul akar dan batang,


dilakukan pengujian kandungan amilum pada daun jambu biji dengan
menggunakan reagen IKI .Pertama-tama,slide glass ditetesi air dengan
menggunakan pipet tetes, kemudian sediaan yang berupa jagung di letakkan
pada slide glass, ditutup dengan cover glass dan kemudian preparat diamati
dibawah mikroskop. Terlihat dengan jelas pada gambar bahwa preparat tidak
berwarna , sehingga dapat disimulkan bahwa batang daun jambu biji tidak
mengandung amilum.

d. Rujukan Teori

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap
tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Bagian batang tempat duduknya atau
melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Dan tempat diatas daun yang
merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axila). Daun
biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan menyebabkan tumbuhan
atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
(Tjitrosoepomo,2003)

Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh
dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun akan
berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang. Daun yang telah
tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan
daun yang masih segar. Perbedaan warna ini kita lihat pula bila kita membandingkan
warna antara daun yang masih muda dan daun yang sudah dewasa. Daun yang muda
berwarna hijau muda keputih-putihan, kadang-kadang juga ungu atau kemerah-
merahan. Sedangkan yang sudah dewasa biasanya berwarna hijau
sungguh.(Tjitrosoepomo,2003)

Daun yang runtuh selalu diganti dengan yang baru. Dan biasanya jumlah daun
yang baru terbentuk melebihi daun yang gugur, sehingga pada tumbuhan yang
semakin besar kita dapati jumlah daun yang besar pula, sehingga suatu batang
pohon nampak makin lama makin rindang.(Tjitrosoepomo,2003)
Warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang
sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk:

a. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (Co2)
b. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
c. Penguapan air (transpirasi)
d. Pernapasan (respirasi)
(Tjitrosoepomo,2003)

e. Pembahasan
Setelah melakukan pengamatan secara makroskopis,mikroskopis dan uji
organeleptik pada tumbuhan jambu, didapatkan pada uji organeleptik, daun jambu
khas aromatik ,berwarna hijau dan tidak memiliki rasa. Lalu pada uji mikroskopis
struktur tidak begitu terlihat jelas, hanya terlihat epidermis atas, mesofil dan
rambut penutup. Menurut literatur daun jambu memiliki epidermis atas, epidermis
bawah, jaringan mesofil dan kelenjar lisigen. Tidak terlihatnya struktur anatomi
dari daun jambu, dikarenakan pada saat mengiris tidak sesuai.
f. Kesimpulan
Pada praktikum yang berjudul daun, pada daun jambu biji dapat diindetifikasi
melalui uji mikroskopis yaitu terdiri dari epidermis atas, rambut penutup dan
mesofil. Tidak terlihatnya struktur anatomi lain dari daun dikarenakan kesalahan
saat membuat sediaan.

2. Sirih (Piper betle)


a. Klasifikasi
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub Kelas : Magnoliidae
- Ordo : Piperales
- Famili : Piperaceae (suku sirih-sirihan)
- Genus : Piper
- Spesies : Piper betle L
(Plantamor,2012)
b. Deskripsi Tanaman
Daun tanaman sirih memiliki bentuk serupa jantung. Daunnya tunggal dan
pada bagian ujung cenderung runcing. Daun ini tersusun dengan cara selang
seling. Pada tiap daunnya terdapat tangkai. Daun tersebut memiliki aroma yang
cukup khas apabila diremas. Daun ini memiliki kisaran panjang antara 5 sampai 8
cm. Lebarnya mulai dari 2 cm sampai 5 cm. ( Tjitrosoepomo,2003)
Tanaman sirih memiliki bunga dengan bentuk bulir. Bunga ini juga memiliki
daun pelindung dengan ukuran 1mm, bentuknya bulat memanjang. Sirih juga
memiliki buah yang digolongkan sebagai buah buni (buah dengan dinding dua
lapis). Bentuk buah ini bulat dan warnanya hijau cenderung abu-abu. Organ akar
pada tanaman sirih digolongkan sebagai akar tunggang. bentuknya bulat dan
warnanya coklat dengan sedikit menjurus pada warna kuning khas akar
lainnya. (Tjitrosoepomo,2003)

c. Hasil Pengamatan
- Uji Organoleptis
Bau : Khas aromatik Sirih
Warna : Hijau
Rasa : Sedikit pahit
- Uji Mikroskopis
Pada Buku Gambar

1
..
2

Pada Mubikroskop

2
.

1
.

Keterangan:
1. Epidermis bawah
2. Berkas pengangkut

Menurut Literatur

- Uji Kimiawi
Sediaan daun sirih + reagen sudan III warna merah (+) mengandung sel
minyak
Berdasarkan pada praktikum botani yang berjudul daun, dilakukan pengujian kandungan
minyak atsiri pada daun sirih dengan menggunakan reagen sudan III .Pertama-tama,slide
glass ditetesi air dengan menggunakan pipet tetes, kemudian sediaan yang berupa irisan
di letakkan pada slide glass, ditutup dengan cover glass dan kemudian preparat diamati
dibawah mikroskop. Terlihat dengan jelas pada gambar bahwa preparat berwarna merah,
sehingga dapat disimulkan bahwa daun sirih mengandung minyak.

d. Rujukan Teori

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap
tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Bagian batang tempat duduknya atau
melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Dan tempat diatas daun yang
merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axila). Daun
biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan menyebabkan tumbuhan
atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
(Tjitrosoepomo,2003)

Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh
dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun akan
berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang. Daun yang telah
tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan
daun yang masih segar. Perbedaan warna ini kita lihat pula bila kita membandingkan
warna antara daun yang masih muda dan daun yang sudah dewasa. Daun yang muda
berwarna hijau muda keputih-putihan, kadang-kadang juga ungu atau kemerah-
merahan. Sedangkan yang sudah dewasa biasanya berwarna hijau
sungguh.(Tjitrosoepomo,2003)

Daun yang runtuh selalu diganti dengan yang baru. Dan biasanya jumlah daun
yang baru terbentuk melebihi daun yang gugur, sehingga pada tumbuhan yang
semakin besar kita dapati jumlah daun yang besar pula, sehingga suatu batang
pohon nampak makin lama makin rindang.(Tjitrosoepomo,2003)

Warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang
sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk:

e. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (Co2)
f. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
g. Penguapan air (transpirasi)
h. Pernapasan (respirasi)
(Tjitrosoepomo,2003)

e. Pembahasan
Setelah melakukan pengamatan pada daun sirih, didapatkan pada uji organeleptik
rasa sedikit pahit dengan bau khas aromatik sirih dan berwarna hijau pekat.Pada
pengamatan secara mikroskopis struktur anatomi daun sirih tidak terlihat bagian
epidermis dan struktur anatomi lainya. Yang terlihat hanyalah epidermis bawah
dan jaringan pengangkut, itupun terlihat samar-samar. Menurut literatur
seharusnya daun sirih terdapat jaringan pengangkut,epidermis bawah dan atas dan
juga stomata.
f. Kesimpulan
Pada praktikum berjudul daun, pada daun sirih dapat diidentifikasi melalui uji
mikroskopis yaitu terdiri dari epidermis dan berkas pengangkut.

3. Salam (Syzygium polyanthum)


a. Klasifikasi
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub Kelas : Rosidae
- Ordo : Myrtales
- Famili : Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
- Genus : Syzygium
- Spesies : Syzygium polyanthum

(Materi medika,1989)

b. Deskripsi Tanaman

Tanaman salam termasuk dalam family Myrtaseae, dengan nama


spesiesSyzygium polyanthum (Wight) Walp., merupakan pohon bertajuk rimbun,
tinggi sampai 25 m. Daunnya bila diremas berbau harum, berbentuk lonjong
sampai elips, atau bulat telur sungsang, pangkal lancip sedangkan ujung lancip
sampai tumpul, panjang 5-15 cm, lebar 35-36 mm, terdapat 6-10 urat daun lateral,
pangkal daun 5-12 mm. Perbungaan berupa malai, keluar dari ranting, berbau
harum. Bila musim berbunga, pohon akan dipenuhi bunga. Kelopak bunga
berbentuk cangkir yang lebar, ukurannya lebih kurang 1 mm. Mahkota bunga
berwarna putih, panjang 2,5-3,5 mm, benang sari terbagi dalam 4 kelompok,
panjang 3 mm, berwarna kuning lembayung. Buah buni berwarna merah gelap,
berbentuk bulat dengan garis tengah 8-9 mm, pada bagian tepi berakar lembaga
yang sangat pendek. (Tjitrosoepomo,2003)

c. Hasil Pengamatan
- Uji Organoleptis
Bau : Khas daun salam
Warna : Coklat muda
Rasa : Khas daun salam

- Uji Mikroskopis
Pada Buku Gambar

Pada Mikroskop

1
.

Keterangan:

1. Epidermis atas
Menurut Literatur

- Uji Kimiawi:
- Sediaan daun sirih + reagen sudan III warna merah (+) mengandung sel
minyak
Berdasarkan pada praktikum botani yang berjudul daun, dilakukan
pengujian kandungan minyak atsiri pada daun salam dengan menggunakan
reagen sudan III .Pertama-tama,slide glass ditetesi air dengan menggunakan
pipet tetes, kemudian sediaan yang berupa irisan di letakkan pada slide glass,
ditutup dengan cover glass dan kemudian preparat diamati dibawah
mikroskop. Terlihat dengan jelas pada gambar bahwa preparat berwarna
merah, sehingga dapat disimulkan bahwa daun mengandung minyak.

d. Rujukan Teori

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap
tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Bagian batang tempat duduknya atau
melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Dan tempat diatas daun yang
merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axila). Daun
biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan menyebabkan tumbuhan
atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
(Tjitrosoepomo,2003)

Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh
dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun akan
berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang. Daun yang telah
tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan
daun yang masih segar. Perbedaan warna ini kita lihat pula bila kita membandingkan
warna antara daun yang masih muda dan daun yang sudah dewasa. Daun yang muda
berwarna hijau muda keputih-putihan, kadang-kadang juga ungu atau kemerah-
merahan. Sedangkan yang sudah dewasa biasanya berwarna hijau
sungguh.(Tjitrosoepomo,2003)
Daun yang runtuh selalu diganti dengan yang baru. Dan biasanya jumlah daun
yang baru terbentuk melebihi daun yang gugur, sehingga pada tumbuhan yang
semakin besar kita dapati jumlah daun yang besar pula, sehingga suatu batang
pohon nampak makin lama makin rindang.(Tjitrosoepomo,2003)

Warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang
sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk:

i. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (Co2)
j. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
k. Penguapan air (transpirasi)
l. Pernapasan (respirasi)
(Tjitrosoepomo,2003)

e. Pembahasan
Setelah melakukan pengamatan pada daun salam, didapatkan hasil pada rasa
tidak berasa dan pada bau memiliki bau khas daun salam. Pada uji mikroskopis
daun salam yang terlihat hanya bagian epidermisnya saja, sedangkan struktur
anatomi lainya tidak terlihat jelas. Menurut literatur daun salam pada uji
mikroskopis, didapatkan adanya epidermis atas dan bawah, jaringan pengangkut
dan stomata.
f. Kesimpulan
Pada praktikum yang bejudul daun , pada daun salam dapat diidentifikasi dari
uji mikroskopis yaitu hanya terdiri dari epidermis atas.

4. Sirsak (Annona muricata)


a. Klasifikasi
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub Kelas : Magnoliidae
- Ordo : Magnoliales
- Famili : Annonaceae
- Genus : Annona
- Spesies : Annona muricata L.
( Plantamor,2012)
b. Deskripsi Tanaman

Sirsak (Annona Muriata) merupakan tanaman yang berasal dari Karibia,


Amerika Tengah dan Amerika Selatan.Tanaman ini ditanam secara komersial
untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh disembarang tempat,
paling banyak ditanam di daerah yang cukup berair. Di Indonesia sirsak dapat
tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dia atas permukaan laut. Nama
sirsak sendiei berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantung yang
asam.Pohon sirsak bisa mencapai tinggi m9 meter. Daun sirsak berbentuk bulat
telur agak tebal dan permukaan pada bagian atas yang halus berwarna hijau tua
sedangkan pada bagian bawahnya mempunyai warna yang lebih muda. akar buah
sirsak berupa akar tunggang.mempunyai batang berkayu dan dapat hidup
menahun.bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota
daun mahkota segitiga.(Paramin,2002)

Buah sirsak yang normal dan sudah cukup tua / matang mempunyai berat
500 gr, warna kulit agak terang, hijau agak kekuningan dan mengkilap. Bentuk
buah bagian ujung agak membulat dengan diameter 5 cm, diameter bagian
tengah 7 cm, serta panjang buah 17 cm. Kerapatan duri maksimal 2- 3 buah
per 4 cm (diukur pada bagian buah yang durinya paling jarang), kekerasan daging
buah empuk merata, rasa manis atau manis asam segar dan beraroma khas.
(Paramin,2002)

c. Hasil Pengamatan
- Uji Organoleptis
Bau : Beraroma khas sirsak
Warna : Hijau
Rasa : Pahit,sedikit manis
- Uji Mikroskopis
Pada Buku Gambar
Pada Mikroskop

Menurut Literatur
- Uji Kimiawi
d. Rujukan Teori

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap
tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Bagian batang tempat duduknya atau
melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Dan tempat diatas daun yang
merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axila). Daun
biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan menyebabkan tumbuhan
atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
(Tjitrosoepomo,2003)

Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh
dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun akan
berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang. Daun yang telah
tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan
daun yang masih segar. Perbedaan warna ini kita lihat pula bila kita membandingkan
warna antara daun yang masih muda dan daun yang sudah dewasa. Daun yang muda
berwarna hijau muda keputih-putihan, kadang-kadang juga ungu atau kemerah-
merahan. Sedangkan yang sudah dewasa biasanya berwarna hijau
sungguh.(Tjitrosoepomo,2003)

Daun yang runtuh selalu diganti dengan yang baru. Dan biasanya jumlah daun
yang baru terbentuk melebihi daun yang gugur, sehingga pada tumbuhan yang
semakin besar kita dapati jumlah daun yang besar pula, sehingga suatu batang
pohon nampak makin lama makin rindang.(Tjitrosoepomo,2003)

Warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang
sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk:

m. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (Co2)
n. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
o. Penguapan air (transpirasi)
p. Pernapasan (respirasi)
(Tjitrosoepomo,2003)
e. Pembahasan
Menurut literatur , pada dasarnya pada irisan melintang daun akan tampak tiga
sistem yaitu epidermis , kutikula , rambut penutup dan stomata. ( Materi
medika,1997)

f. Kesimpulan
Pada praktikum yang bejudul daun , pada daun sirsak dapat diidentifikasi dari uji
mikroskopis pada perbesaran yaitu terdiri dari epidermi,kutikula,rambut penutup
dan stomata.
1. Kumis Kucing (Orthosiphon stamienus)
a. Klasifikasi
- Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub Kelas : Asteridae
- Ordo : Lamiales
- Famili : Lamiaceae
- Genus : Orthosiphon
- Spesies : Orthosiphon stamineus Benth.
(Planthamor,2012)
b. Deskripsi Tanaman
Tanaman terna yang tumbuh tegak, pada buku-bukunya berakar tetapi tidak
tampak nyata, tinggi tanaman sampai 2m. Batang bersegi empat agak beralur.
Helai daun berbentuk bundar telur lonjong, lanset, lancip atau tumpul pada bagian
ujungnya, ukuran daun panjang 110cm dan lebarnya 7.5mm1.5cm, urat daun
sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-
bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai
daun 7 29cm. Kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan
jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota
berwarna ungu pucat atau putih, dengan ukuran panjang 13 27mm, di bagian
atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih, panjang tabung 10
18mm, panjang bibir 4.5 10mm, helai bunga tumpul, bundar. Benang sari
ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas.
Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1.75 2mm. (Tjitrosoepomo,2003)

c. Hasil Pengamatan
- Uji Organoleptis
Bau : Khas aromatik daun kumis kucing
Warna : Daun hijau jernih, tangkai sedikit keunguan
Rasa : Agak asin,agak Pahit dan kelat.
(Materi Medika,1997)

- Uji Mikroskopis
Pada Buku Gambar
Pada Mikroskop
Menurut Literatur
Gambar 1. Gambar literatur penampang melintang daun Kumis kucing
(Materi Medika,1997)
- Uji Kimiawi
d. Rujukan Teori

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap
tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Bagian batang tempat duduknya atau
melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Dan tempat diatas daun yang
merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axila). Daun
biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau dan menyebabkan tumbuhan
atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
(Tjitrosoepomo,2003)

Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh
dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun akan
berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang. Daun yang telah
tua, kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan
daun yang masih segar. Perbedaan warna ini kita lihat pula bila kita membandingkan
warna antara daun yang masih muda dan daun yang sudah dewasa. Daun yang muda
berwarna hijau muda keputih-putihan, kadang-kadang juga ungu atau kemerah-
merahan. Sedangkan yang sudah dewasa biasanya berwarna hijau
sungguh.(Tjitrosoepomo,2003)

Daun yang runtuh selalu diganti dengan yang baru. Dan biasanya jumlah daun
yang baru terbentuk melebihi daun yang gugur, sehingga pada tumbuhan yang
semakin besar kita dapati jumlah daun yang besar pula, sehingga suatu batang
pohon nampak makin lama makin rindang.(Tjitrosoepomo,2003)
Warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang
sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk:

q. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (Co2)
r. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
s. Penguapan air (transpirasi)
t. Pernapasan (respirasi)
(Tjitrosoepomo,2003)
e. Pembahasan
Menurut literatur , pada dasarnya pada irisan melintang daun kumis kucing,
epidermis atas sel berbentuk persegi empat,terentang tragensial, pada pengamatan
tangensial tampak poligonal,dinding antiklinal lebih berombak.Stomata tipe
diasitik,terdapat di kedua permukaan,lebih banyak di permukaan bawah. Rambut
penutup berbentuk kerucut bersel 1 sampai 2, panjang 20m sampai 65m,
dinding sel tebal dengan kutikula disampingnya. ( Materi medika,1997)
f. Kesimpulan
Pada praktikum yang bejudul daun , pada daun kumis kucing dapat diidentifikasi
dari uji mikroskopis yaitu terdiri dari epidermi,kutikula,rambut penutup dan
stomata.

DAFTAR PUSTAKA
Belfield, Stephanie & Brown, Christine, 2008, Field Crop Manual: Maize (A Guide to
Upland Production in Cambodia). Canberra.

Materia Medika Indonesia, 1977, Materia Medika Indonesia Jilid I-IV, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.

Materia Medika Indonesia, 1989, Materia Medika Indonesia Jilid V, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia: Jakarta

Plantamor, 2012, Informasi Spesies Jambu Biji (Psidium Guajava.),


http://www.plantamor.com/index.php?plant=85 (online), Diakses pada 9 Maret 2016.

Plantamor, 2012, Informasi Spesies Sirih (Piper Betle.),


http://www.plantamor.com/index.php?plant=1301 (online), Diakses pada 9 Maret
2016.
Plantamor, 2012, Informasi Spesies Kumis Kucing (Orthosiphon stamienus. ),
http://www.plantamor.com/index.php?plant=1306 (online), Diakses pada 9 Maret
2016.
Plantamor, 2012, Informasi Spesies Salam (Syzygium polyanthum),
http://www.plantamor.com/index.php?plant=345 (online), Diakses pada 9 Maret
2016.

Plantamor, 2012, Informasi Spesies Sirsak (Annona muricata (Juss.) Moldenke),


http://www.plantamor.com/index.php?plant=948 (online), Diakses pada 9 Maret
2016.

Parmin.S.P, 2002, Budidaya dan Ragam Pemanfaatan Jambu, Jakarta. Penebar Swadaya.

Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14. Gajah Mada University Press:
Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai