Anda di halaman 1dari 81

LAPORAN PRAKTEK MAGANG

TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA DAN PENDEDERAN IKAN NILA


JICA (Oreochromis niloticus) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR
TAWAR (BPBAT) SUNGAI GELAM, PROVINSI JAMBI

OLEH
RANI DWI ASTUTI

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017
ii

LAPORAN PRAKTEK MAGANG

TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA DAN PENDEDERAN IKAN NILA


JICA (Oreochromis niloticus) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR
TAWAR (BPBAT) SUNGAI GELAM, PROVINSI JAMBI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Praktek Magang
Pada Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

OLEH

RANI DWI ASTUTI

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017
iii

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS RIAU
FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

LEMBARAN PENGESAHAN
Judul Praktek : Teknik Pemeliharaan Larva Dan Pendederan
Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) Di
Balai Perikanan Budidaya Air Tawar
(BPBAT) Sungai Gelam, Provinsi Jambi

Nama Mahasiswa : Rani Dwi Astuti


Nomor Mahasiswa : 1404113602
Jurusan : Budidaya Perairan
Program Studi : Budidaya Perairan

Disetujui Oleh

Ketua Jurusan Pembimbing


Budidaya Perairan

Ir. Niken Ayu Pamukas, M.Si Hamdan Alawi, M.Sc.


NIP. 196512051995122001 NIP. 195510201982111001

Tanggal Ujian : 29 Mei 2017


i

RINGKASAN

RANI DWI ASTUTI (1404113602). Teknik Pemeliharaan Larva dan


Pendederan Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) Di Balai Perikanan
Budidaya Air Tawar Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi
Jambi. Di bawah Bimbingan Hamdan Alawi, M.Sc.

Ikan nila jica (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas air tawar

unggulan. Peningkatan produksi benih dapat diperoleh dari produksi larva yang

dihasilkan. Larva yang berkualitas baik akan menghasilkan benih yang berkualitas

baik pula. Praktek magang ini dilaksanakan pada 23 Januari sampai 23 Februari

2017 di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yang terletak di Desa Sungai

Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Tujuan dari praktek magang ini

yaitu untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang Pemeliharan

Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) di Balai Perikanan

Budidaya Air Tawar Jambi dan juga untuk mengetahui permasalahan yang

dihadapi serta mencari alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Dalam kegiatan praktek ini, metode yang digunakan adalah melakukan

pengamatan secara langsung, dan melakukan wawancara kepada pegawai di

BPBAT Jambi, serta menggunakan studi literatur. Kegiatan magang ini meliputi:

pemasangan hapa, pemeliharaan larva, persiapan kolam pendederan I, penebaran

larva ke kolam pendederan I, pengukuran kualitas air, pemanenan benih.

Pemijahan ikan nila jica dilakukan secara alami dalam kolam. Setelah 10

hari ikan ditebar dalam kolam pemijahan, dilakukan panen larva pada hari ke 11,

12, dan 13. Panen larva dilakukan pada pagi dan sore hari dengan menggunakan

serok halus. Larva yang dipanen dari kolam pemijahan dipelihara pada hapa

selama seminggu, setelah itu baru dilakukan penebaran ke kolam pendederan.


ii

Teknik pendederan larva ikan nila jica yang pertama dilakukan persiapan

kolam seperti pengeringan kolam, pembalikan tanah dasar kolam, pengapuran,

pemupukan dan pengisian air. Sumber air didapat dari air waduk. Setelah proses

persiapan wadah selesai, selanjutnya dilakukan penebaran. Jumlah larva yang

ditebar 15.000 ekor dengan padat tebar 60 ekor/m2, penebaran dilakukan pagi hari

cara penebaran secara langsung, karena jarak tempuh yang dibutuhkan tidak jauh.

Sehingga larva dapat ditebar secara langsung tanpa perlu dilakukannya

aklimatisasi.

Sumber pakan untuk larva maupun benih merupakan pakan komersil. Pelet

untuk larva umur 10 hari berupa pelet tepung yang ditebar sekeliling hapa secara

merata agar tidak terjadi perebutan makanan. Setelah dua minggu masa

pemeliharaan akan diberi pakan crumble. Hasil panen didapat 3 ukuran yaitu: 1-3

cm 30%; 3-5 cm 60%; 5-8 cm 10% dengan SR 70% yaitu 10.500 ekor larva yang

dipanen.
iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur diucapkan kehadirat Allah SWT. karena atas berkat

rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Usulan Praktek Magang

dengan judul Teknik Pemeliharaan Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica

(Oreochromis niloticus) di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi

Provinsi Jambi sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Hamdan Alawi,

M.Sc. sebagai Dosen Pembimbing, Bapak Benny Heltonika, S.Pi. M.Si selaku

Dosen Penguji, Bapak Mubinun, S.Pi, M.Si selaku pembimbing lapangan, kedua

orangtua yang selalu memberikan dukungannya dan rekan-rekan yang telah

membantu dalam menyelesaikan Laporan Praktek Magang ini.

Dalam penyusun Laporan Praktek Magang ini disadari masih banyak

kekurangan dan kesalahan. Untuk kesempurnaan usulan ini diharapkan kritik dan

saran dari semua pihak yang bersifat membangun. Semoga Laporan Praktek

Magang ini dapat menjadi panduan bagi penulis dalam melaksanakannya dan juga

dapat berguna untuk rekan-rekan di masa yang akan datang.

Pekanbaru, Mei 2017

Rani Dwi Astuti


iv

DAFTAR ISI

ISI Halaman

RINGKASAN ....................................................................................................... iii

KATA PENGANTAR ........................................................................................ iiiv

DAFTAR ISI ........................................................................................................ ivi

DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... viix

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... x


I. PENDAULUAN
1.1. Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2. Tujuan dan Manfaat..................................................................................... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) .............. 3
2.2. Makan dan Kebiasaan Makan Ikan Nila Jica .............................................. 4
2.3. Habitat dan Penyebaran ............................................................................... 4
2.4. Pemijahan Secara Alami Ikan Nila Jica ...................................................... 5
2.5. Pememeliharaan Larva Ikan Nila Jica ......................................................... 5
2.6. Pendederan Ikan Nila Jica ........................................................................... 6
2.7. Persiapan Kolam.......................................................................................... 6
2.8. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan Nila Jica ................................... 8

III. METODE PRAKTEK


3.1. Waktu dan Tempat .................................................................................... 10
3.2. Bahan dan Alat .......................................................................................... 10
3.3. Metode Praktek Magang ........................................................................... 11
3.4. Prosedur Praktek Magang ......................................................................... 11
3.4.1. Teknik Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica ........................................ 11
3.4.2. Teknik Pendederan Ikan Nila Jica ..................................................... 12
3.4.3. Penanggulangan Hama dan Penyakit................................................. 14
3.5. Analisis Data ............................................................................................. 14

IV. DEKSIPSI LOKASI MAGANG


4.1. Letak Geografis dan Administratif BPBAT Jambi ................................... 17
4.2. Sejarah Berdirinya BPBAT Jambi ............................................................ 17
4.3. Fungsi dan Tugas BPBAT Jambi .............................................................. 18
4.4. Visi dan Misi BPBAT Jambi ..................................................................... 20
v

4.5. Struktur Organisasi BPBAT Jambi ........................................................... 21


4.6. Sumber Daya Manusia BPBAT Jambi ...................................................... 23
4.7. Sarana Dan Prasarana BPBAT Jambi ....................................................... 25
4.8. Program Kerja BPBAT Jambi ................................................................... 28

V. HASIL MAGANG
5.1. Jadwal Kegiatan Magang BPBAT Jambi .................................................. 29
5.2. Kegiatan Yang Dilakukan Selama Magang .............................................. 30
5.3. Teknik Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica ............................................... 32
5.2.1. Sumber Larva..................................................................................... 32
5.2.2. Panen Larva Nila Jica ........................................................................ 34
5.2.3. Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica .................................................... 35
5.4. Teknik Pendederan Larva Ikan Nila Jica .................................................. 35
5.4.1. Persiapan Wadah Kolam Pendederan I.............................................. 35
5.4.2. Padat Tebar dan Teknik Penebaran Benih Ikan Nila Jica.................. 39
5.4.3. Pakan dan Pemberian Pakan .............................................................. 40
5.4.4. Manajemen Pemeliharaan Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica ...... 41
5.4.5. Pemanenan Benih Ikan Nila Jica ....................................................... 45
5.6. Manajemen Penyakit Ikan Nila Jica .......................................................... 46

VI. PEMBAHASAN
6.1. Teknik Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica ............................................... 47
6.1.1. Sumber Larva..................................................................................... 47
6.1.2. Panen Larva Nila Jica ........................................................................ 47
6.1.3. Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica .................................................... 48
6.3. Teknik Pendederan Larva Ikan Nila Jica .................................................. 48
6.3.1. Persiapan Wadah Kolam Pendederan I.............................................. 48
6.3.2. Padat Tebar dan Teknik Penebaran ................................................... 48
6.3.3. Pakan dan Pemberian Pakan .............................................................. 49
6.3.4. Manajemen Pemeliharaan Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica ...... 49
6.3.5 Pemanenan Benih Ikan Nila Jica ........................................................ 49
6.4. Manajemen Penyakit Ikan Nila Jica .......................................................... 50

VII. KESIMPULAN DAN SARAN


7.1. Kesimpulan ................................................................................................ 51
7.2. Saran .......................................................................................................... 51

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
vi

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Bahan Untuk Pendederan Larva Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) ........ 10

2. Alat Untuk Pendederan Larva Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) ........... 10

3. Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja Di BPBAT Jambi ...................................... 24

4. Jumlah Pegawai BPBAT Jambi Berdasarkan Status Kepegawaiannya ........... 25

5 Kolam Yang Terdapat Pada BPBAT Jambi ..................................................... 25

6 Hatchery Yang Dimiliki Oleh BPBAT Jambi.................................................. 26

7. Sarana Transportasi Yang Dimilki Oleh BPBAT Jambi.................................. 27

8. Bangunan Yang Dimiliki Oleh BPBAT Jambi ................................................ 27

9. Jadwal Kegiatan Magang Di BPBAT Jambi.................................................... 29

10. Kegiatan Yang Dilakukan Selama Magang Di BPBAT Jambi ....................... 30

11 Kandungan Nutrisi Pakan Larva dan Benih. .................................................... 40

12 Perkembangan dan Pertumbuhan Larva........................................................... 42

13. Hasil Pengukuran L,Wm, dan SGR ................................................................ 43

14. Kuliatas Air Selama Pemeliharaan Larva di Hapa .......................................... 44

15. Kuliatas Air Selama Pendederan Larva Di Kolam Pendederan B5 ................ 44

16. Hasil Panen Pendederan I................................................................................ 45


vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Ikan Nila Jica (Oreochromis Niloticus) ............................................................ 3

2. Struktur Organisasi BPBAT Jambi ................................................................. 23

4 Penyerokan Larva Pada Kolam Pemijahan ..................................................... 35

5 Proses Pengeringan Kolam ............................................................................. 36

6 Pembalikan Tanah Dasar Kolam ..................................................................... 37

7 Pengapuran Tanah Dasar Kolam ..................................................................... 37

8 Pemupukan Tanah Dasar Kolam ..................................................................... 38

9 Pengisian Air Kolam ....................................................................................... 39

10 (A) perhitungan larva ekor/sendok (B) perhitunan larva sendok/kantong ...... 40

11 Pemberian Pakan Larva Pada Hapa ................................................................ 41

12 Pemberian Pakan Sekeliling Kolam ................................................................ 41

13 Gafik Pertambahan Bobot larva Perminggu ................................................... 42

14 Grafik Perkembangan Panjang Larva Perminggu ........................................... 43

15. Pemanenan Benih ............................................................................................ 45


viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Peta Lokasi Magang Desa Sungai Gelam ......................................................... 55

2. Lay Out BPBAT Jambi ..................................................................................... 56

3 Tabel Pengukuran Bobot Dan Panjang Larva ................................................... 57

4. Analisis Data Primer ......................................................................................... 58

5. Tabel Kegiatan Selama Magang ....................................................................... 58

6. Alat dan Bahan yang Digunakan Selama Praktek Magang .............................. 67

7. Kegiatan yang Dilakukan Selama Magang ....................................................... 69


1

I. PENDAULUAN

1.1. Latar Belakang

Ikan nila hidup diperairan air tawar hampir di seluruh indonesia. Jenis ikan

ini sebenarnya bukan asli Indonesia. Habitat asli ikan nila adalah sungai Nil dan

daerah perairan sekitarnya. Menurut sejarahnya, ikan nila masuk ke Indonesia

pada tahun 1969. Ikan nila didatangkan oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar

(BPAT) Bogor dari Taiwan. Setelah diteliti dan dilakukan adaptasi, ikan ini mulai

disebarkan ke beberapa daerah di Indonesia. Nila adalah nama khas Indonesia

yang diberikan pemerintah melalui Direktur Jenderal Perikanan. Nama tersebut

diambil dari nama spesies ikan ini, yakni nilotica yang kemudian diadaptasi

menjadi nila (Sutanto, 2015).

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang cukup populer dikenal luas oleh

masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ikan nila termasuk komoditas unggulan

dalam bisnis perikanan air tawar. Permintaan yang besar terhadap ikan nila

mengakibatkan budidaya ikan nila semakin berkembang dan menjadi ladang

bisnis yang menjanjikan. Perkembangan ikan nila juga didukung banyaknya

penelitian tentang ikan nila sehingga sekarang banyak dihasilkan jenis ikan nila

unggulan (Prayoga, 2011).

Jica adalah sebuah lembaga donor dari Jepang. Tahun 2002, Jica bekerja

sama dengan BBAT Jambi melakukan rekayasa genetis strain ikan nila hasil

penelitian Kagoshima Fisheries Research Station , Jepang di Jambi. Tahun 2004

dihasilkan ikan nila unggul yang dinamakan strain Jica. Sebagian masyarakat

Jambi menyebut nila strain Jica dengan nama nila kagoshima. Keunggulan ikan
2

nila jica di bandingkan dengan ikan nila jenis lainnya yaitu ikan nila jica lebih

cepat pertumbuhannya (20%), ikan nila jica lebih irit pakan 25 % dan tahan

terhadap penyakit (Ghufran, 2010).

Ketersediaan benih yang terbatas merupakan kendala dalam meningkatkan

produksi perikanan, sehingga usaha pembenihan merupakan usaha yang sangat

penting pada sektor budidaya perikanan. Kegiatan pembenihan akan berhasil jika

menguasai bagian pemeliharaan larva dan pendederan. Pemeliharan larva dan

pendederan merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan

penyediaan benih yang berkualitas dan berkuantitas baik secara terus-menerus

dalam usaha budidaya perikanan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis

tertarik untuk melakukan praktek magang dengan judul Teknik Pemeliharaan

Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) di BPBAT Jambi.

1.2. Tujuan dan Manfaat

Praktek magang ini bertujuan untuk mengetahui serta melakukan praktek

Teknik Pemeliharan Larva dan Pendederan Larva Ikan Nila Jica (Oreochromis

niloticus) di BPBAT Jambi dan juga untuk mengetahui permasalahan yang

dihadapi serta mencari alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Manfaat yang diharapkan dalam praktek magang ini adalah dapat

melakukan praktek teknik Teknik Pemeliharan Larva dan Pendederan Larva Ikan

Nila Jica (Oreochromis niloticus) secara langsung, menambah wawasan,

pengalaman dan keterampilan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang ditekuni

untuk dijadikan bekal di masa yang akan datang dalam menyongsong dunia kerja.
3

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus)

Klasifikasi ikan nila yaitu Filum: Chordata, Sub-filum: Vertebrata, Kelas:

Osteichthyes, Sub-kelas: Acanthoptherigii, Ordo: Percomorphi, Sub-ordo:

Percoidea, Family: Cichlidae, Genus: Oreochromis, Spesies: Oreochromis

niloticus (Nelson, 1984).

Gambar 1. Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus)


(Sumber: Nelson, 1984)

Tubuh ikan nila jica berwarna putih kehitaman, makin ke perut makin

terang. Mempunyai garis vertikal 9-11 buah berwarna hijau kebiruan. Pada sirip

ekor terdapat 6-12 garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan,

sedangkan punggungnya terdapat garis-garis miring (Kordi, 2000).

Ikan nila jica merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk

tubuh memanjang dan ramping, dengan sisik berukuran besar. Matanya besar,

menonjol, dan bagian tepinya berwarna putih. Gurat sisi (linea lateralis) terputus

dibagian tengah badan kemudian berlanjut, tetapi letaknya lebih kebawah dari

pada letak garis yang memanjang diatas sirip dada (Saanin, 1986).
4

Secara alami, Ikan Nila jica bisa memijah sepanjang tahun di daerah

tropis. Frekuensi pemijahan yang terbanyak terjadi pada musim hujan. Di

alamnya, ikan nila jica bisa memijah 6-7 kali dalam setahun. Berarti rata-rata

setiap dua bulan sekali ikan nila jica akan berkembang biak. Ikan ini mencapai

stadium dewasa pada umur 4-5 bulan dengan bobot sekitar 250 gram (Arie, 2001).

2.2. Makan dan Kebiasaan Makan Ikan Nila Jica

Nila jica tergolong ikan pemakan segala atau omnivora sehingga bisa

mengomsumsi makanan berupa hewan maupun tumbuhan. Karena itulah, ikan ini

sangat mudah dibudidayakan. Ketika masih benih, makanan yang

disukai ikan nila jica adalah zooplankton (plankton hewani), seperti Rotifera sp.,

Moina sp., Daphnia sp. Selain itu juga memangsa alga atau lumut yang menempel

pada benda-benda dihabitat hidupnya. Ikan nila juga memakan tanaman air yang

tumbuh di kolam budidaya. Jika telah mencapai ukuran dewasa, ikan nila jica bisa

diberi berbagai makanan tambahan, misalnya Pellet (Khairuman, 2008).

2.3. Habitat dan Penyebaran

Ikan nila jica memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya

sehingga bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau hingga di dataran

tinggi yang berair tawar. Habitat hidup ikan nila jica cukup beragam, dari sungai,

danau, rawa, waduk, sawah, kolam hingga tambak. Ikan nila jica dapat tumbuh

secara normal pada kisaran suhu 14-38C dan dapat memijah secara alami pada

suhu 22-37C. Untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan, suhu optimal

bagi ikan nila jica adalah 25-30C. Pertumbuhan ikan nila jica biasanya akan

terganggu jika suhu habitatnya lebih rendah dari 14C atau pada suhu tinggi 38C.

Ikan nila jica akan mengalami kematian pada suhu 6C atau 42C (Sucipto, 2005).
5

2.4. Pemijahan Secara Alami Ikan Nila Jica

Proses perkawinan induk jantan dan induk betina sampai menghasilkan

larva disebut pemijahan. Nila jica jantan akan membuat sarang pada dasar kolam

kemudian mengundang betina untuk bertelur pada sarang itu, ketika telur-telur

nila jica betina keluar, nila jica jantan akan membuahi dengan cara

menyemprotkan cairan spermaya kerelur-telur tersebut. Setelah telu-telur itu

dibuahi oleh induk jantan, maka induk betina kembali menyimpan telur -telur itu

kedalam mulutnya. Dalam beberapa hari saja telur-telur itu akan menetas. Ketika

telur menetas ini disebut dengan larva. Larva adalah anak ikan yang berumur 1-5

hari. Pada usia ini, induk betina akan menjaga anak-anak ikan ini dengan

menyimpan dan mengamankan dalam mulutnya (Pratiwi, 2015).

Pada masa memijah ikan nila jica membutuhkan suhu antara 22-27C.

Keadaan pH air antara 5-1 dapat ditoleransi oleh ikan nila, pH optimal untuk

perkembangbiakan dan pertumbuhan ikan ini adalah 7-8. Induk yang dipelihara

dalam konsentrasi oksigen 5 mg/l menghasilkan jumlah telur dan frekwensi

pemijahan yang tinggi (Sutisna, 1999).

2.5. Pememeliharaan Larva Ikan Nila Jica

Umumnya induk nila jica akan memijah secara bertahap setelah di

pasangkan selama seminggu. Setelah larva nila jica menetas dan dibiarkan oleh

indukya, larva ikan ini akan mencari makan dan bergerombol kemanapun mereka

pergi. Larva akan tampak bergerombol di tepi kolam. Larva mulai di panen

dengan cara diserok setiap pagi dan sore hari. Larva tersebut dikumpulkan

berdasarkan ukuran. Umumnya, larva yang terkumpul dalam minggu yang sama
6

dianggap satu keturunan. Larva akan di tampung pada hapa dan di pelihara selama

satu minggu kemudian ditebar pada kolam pendederan (Nugroho, 2008).

2.6. Pendederan Ikan Nila Jica

Pendederan adalah kegiatan pemeliharaan sebelum pembesaran.

Pendederan dapat dilakukan di kolam khusus untuk pendederan atau dalam

hapa/waring. Pendederan dilakukan dalam dua tahap : pendederan pertama

(pendederan I) dan pendederan kedua (pendederan II). Pendederan I adalah

pemeliharaan benih yang berasal dari hasil kegiatan pembenihan berukuran 1-3

cm dan dipelihara selama 23 minggu sehingga mencapai ukuran 3-5 cm per ekor

(Judantri, 2008).

Pendederan II adalah pemeliharaan benih hasil pendederan I (ukuran 3-5

cm) menjadi ukuran 58 cm dengan lama pemeliharaan kurang lebih 3 minggu.

Tujuan pendederan secara bertahap antara lain untuk memperoleh ikan berukuran

seragam, baik panjang maupun berat, serta untuk memberi benih kesempatan

mendapatkan makanan sehingga pertumbuhannya akan sama pula. Apabila benih

ikan nila jica didederkan satu tahap saja, dikhawatirkan ukurannya tidak seragam

karena penebaran terlalu padat. Padat penebaran yang dianjurkan untuk

pendederan I sebanyak 75100 ekor/m2, pendederan II 50 ekor/ m2, dan

pendederean III 25 ekor/ m2. Pendederan III jarang dilakukan (Judantri, 2008).

2.7. Persiapan Kolam

Kolam yang digunakan untuk pendederan bisa berupa kolam tanah dengan

pematang dari semen. Kolam tersebut harus dapat menampung air dengan baik

dan tidak bocor serta mudah dikeringkan. Konstruksi dasar kolam diusahakan

miring kearah pengeluaran air agar pada saat panen kolam dapat dikeringkan total.
7

Sebelum digunakan, kolam dikeringkan lebih dulu selama 3-4 hari sampai tanah

dasar kolam retak-retak. Tujuannya untuk membunuh hama dan bibit

penyakit (Bachtiar, 2010).

a) Pemupukan

Untuk menumbuhkan pakan alami, kolam pendederan dipupuk dengan

pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yang digunakan berupa pupuk

kandang seperti kotoran ayam yang sudah kering sebanyak 400-500 gram/m2.

Pupuk anorganik berupa pupuk buatan, yaitu pupuk TSP dan urea masing-masing

dengan dosis 15 gram/m2. Setelah selesai pemupukan, segera lanjutkan dengan

pemberian kapur pertanian sebanyak 25 gram/m2. Kapur berfungsi untuk

membunuh bibit-bibit penyakit serta untuk menaikkan pH (Khairuman, 2013).

b) Pengisian air

Setelah kolam selesai dipupuk, langkah selanjutnya adalah pemasangan

saringan pintu air masuk untuk mencegah agar ikan-ikan yang dipelihara tidak

keluar dan menutup pintu air keluar. Kolam diisi air secara bertahap untuk

memberikan kesempatan pupuk bereaksi dan menyuburkan air kolam untuk

penumbuhan pakan alami. Mula-mula kolam diisi sampai ketinggian 50 cm, hari

selanjutnya ditambah sampai 75-100 cm. kolam yang sudah terisi air dibiarkan

selama 4-5 hari. Selanjutnya benih dapat dilepas sesuai dengan padat penebaran

yang dianjurkan (Ghufran, 2013).

2.4.2. Penebaran Benih

Benih yang ditebar umumnya berukuran 1-3 cm atau 3-5 cm. penebaran

benih dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu masih rendah. Bila benih

nila jica berasal dari tempat lain yang lokasinya jauh dari pendederan, perlu
8

dilakukan aklimatisasi atau penyesuaian agar benih tidak setres. Caranya, biarkan

wadah atau kantong plastik berisi benih mengapung beberapa menit di atas

permukaan air kolam. Kemudian plastik dibuka dan masukkan sedikit demi

sedikit air kolam kedalam plastik, sampai kondisi air didalam plastik mendeteksi

air kolam. Biarkan benih nila jica dikantong plastik keluar dengan sendirinya ke

kolam pendederan (Khairuman, 2011).

2.4.3. Pemberian Pakan

Agar tumbuh dengan baik, selain memakan makanan alami yang ada di

kolam, benih perlu diberi makanan tambahan berupa tepung pellet halus

(ukurannya lebih besar daripada tepung). Pemberian makanan tambahan ini

sebanyak 3-5% dari berat total benih yang dipelihara dan dilakukan 2-3 kali sehari

pada pagi, siang dan sore hari (Nugroho, 2011).

2.4.4. Manajemen Kualitas Air Ikan Nila Jica

Kualitas air sangat penting diperhatikan dalam kegiatan pendederan.

Suhu yang baik untuk pendederan ikan nila jica adalah 28-300C. Sedangkan

oksigen terlarut sebesar 6-8 ppm. Pertumbuhan ikan mulai terganggu pada suhu

180C dan 300C. Pada suhu optimum, pertumbuhan ikan normal.

Suhu air sangat berpengaruh pada laju metabolisme ikan. Perubahan temperatur

yang terlalu drastis dapat menimbulkan gangguan fisiologis ikan yang dapat

menyebabkan ikan stress (Suyanto, 2010).

2.8. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan Nila Jica

Hama dan penyakit dapat menyebabkan gagalnya usaha pendederan. Oleh

sebab itu, langkah yang paling tepat adalah pencegahan. Hama yang umum

menyerang benih ikan adalah sero, ular atau belut. Usaha pencegahan yang dapat
9

dilakukan adalah dengan membersihkan lingkungan kolam agar hama-hama

tersebut tidak bersarang. Untuk pencegahan penyakit, kualitas air kolam harus

dijaga dan pemberian pakan harus sesuai kebutuhan ikan (Arie, 2002).
10

III. METODE PRAKTEK

3.1. Waktu dan Tempat

Praktek magang ini dilaksanakan pada 23 Januari sampai 23 Februari 2017

di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yang terletak di Desa Sungai

Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

3.2. Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan pada Teknik Pemeliharaan Larva dan

Pendederan Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) di BPBAT Jambi dapat dilihat

pada tabel 1.

Tabel 1. Bahan Untuk Pendederan Larva Ikan Nila Jica (Oreochromis


niloticus)
Bahan Fungsi
Larva ikan nila jica Sebagai larva yang akan ditebarkan
Air tawar Media hidup
Pelet Pakan Ikan
Kapur tohor Membunuh hama dan penyakit serta
menaikkan pH
Pupuk kandang Untuk menumbuhkan pakan alami

Sedangkan alat-alat yang digunakan pada Teknik Pemeliharaan Larva dan

Pendederan Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) di BPBAT Jambi dapat dilihat

pada tabel 2.

Tabel 2. Alat Untuk Pendederan Larva Ikan Nila Jica (Oreochromis


niloticus)
Alat Fungsi
Hapa Wadah dalam proses pemeliharaan larva
Serok Untuk mengambil sampling larva serta
untuk pemanena larva
Sendok takar Sampling larva
Instalasi aerasi Sumber oksigen lerlarut
Gayung Pemberian pakan
Profile projector Mengamati pertambahan panjang larva
Timbangan analitik Mengamati pertambahan berat larva
Garu kayu Untuk pembalikan tanah dasar kolam
11

Termometer Untuk mengukur suhu perairan kolam


Ember Untuk tempat sampel ikan dan untuk
tempat perhitungan larva.
Sechi disk Untuk mengukur kecerahan perairan
kolam
Botol sampel Untuk tempat sampel air kolam
Kantong plastik Untuk tempat pengangkutan larva ke
kolam pendederan
Spektofotometer Untuk mengukur DO, pH dan amoniak air
kolam
Meteran Untuk mengukur luas dan tinggi kolam
Jaring Untuk alat panen benih ikan nila jica
Ember grading Untuk grading benih yang sudah dipanen
Kamera Digital Dokumentasi
Alat Tulis dan kuisioner Dokumentasi dan mendapatkan informasi
Pengaris Mengukur pertambahan panjang benih

3.3. Metode Praktek Magang

Metode yang digunakan dalam praktek magang ini adalah praktek

langsung. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data

primer diperoleh langsung dari wawancara dengan pegawai BPBAT Jambi. Data

sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan, Kepala Desa setempat dan instansi

terkait yang berhubungan dengan data yang diperlukan serta ditambah dengan

literatur yang mendukung kelengkapan dan kejelasan mengenai data yang

didapatkan tersebut.

3.4. Prosedur Praktek Magang

Secara garis besar prosedur dalam pelaksaan praktek magang Tenik

Pemeliharaan Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) di

BPBAT Jambi adalah sebagai berikut:

3.4.1. Teknik Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica

1. Sumber larva

Sumber larva didapat dari produksi sendiri oleh BPBAT jambi. Sumber

larva di dapat dari kegiatan pemijahan ikan nila jica secara alami. Induk nila jica
12

yang telah diseleksi, di tebar pada kolam pemijahan. Setelah seminggu di tebar,

larva ikan nila jica akan tampak pada pinggir-pinggir kolam.

2. Pemanenan Larva

Panen larva dilakukan pada hari ke 11, 12, dan 13 setelah induk

dimasukkan ke kolam pemijahan. Panen larva dilakukan pada pagi dan sore hari

dengan menggunakan serok halus. Larva nila di tampung terlebih dahulu di hapa

dan setelah larva terkumpul baru dilakukan penebaran ke kolam pendederan.

3. Pemeliharaan larva

Pemeliharaan larva di lakukan di hapa. Larva akan di pelihara di hapa

selama seminggu, serta proses pengumpulan larva dari kolam pemijahan tetap

dilakukan. Hapa di pasang pada pintu pemasukan air di kolam pemijahan. Hal ini

bertujuan agar oksigen untuk larva tetap terpenuhi.

3.4.2. Teknik Pendederan Ikan Nila Jica

1. Persiapan Kolam Pendederan

a. Pengeringan kolam

Pengeringan dilakukan dengan cara menutup pintu masuk air dan

membuka pintu pengeluaran air. Selain itu dibantu dengan mesin pompa untuk

mempercepat proses pengeringan air.

b. Pembalikan tanah dasar kolam

Pembalikan tanah dasar kolam dilakukan dengan menggunakan garu kayu.

Pembalikan tanah dasar kolam pertama dilakukan pada pinggir kolam untuk

mengalirkan sisa air ke pintu pengeluaran air. Selanjutnya di lakukan pembalikan

pada seluruh permukaan tanah dasar kolam

c. Pengapuran
13

Pengapuran di lakukan setelah proses pengeringan kolam dan pembalikan

tanah dasar kolam. Pengapuran dilakukan dengan cara menebar kapur diseluruh

permukaan tanah dasar kolam.

d. Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan cara menebar pupuk keseluruh tanah dasar

kolam, dengan cara seperti itu pupuk dapat tersebar merata. Pupuk yang

digunakan adalah pupuk organik atau pupuk kandang.

e. Pengisian air

Pengisian air dilakukan dengan cara membuka pintu pemasukan air serta

menutup pintu pengeluaran air. Pengisian air dibantu dengan mesin pompa air

untuk membantu proses pengisian air.

2. Penebaran Benih

Sebelum melakukan penebaran benih, hal pertama yang dilakukan yaitu

menghitung jumlah larva yang telah di tampung dalam hapa. Selanjutnya

dilakukan penebaran benih. Penebaran benih dilakukan secara langsung tanpa

melakukan aklimatisasi, hal ini di karenakan jarak tempuh untuk pemindahan

larva ke kolam pendederan tidaklah jauh.

3. Pemberian Pakan

Pemberian pakan dilakukan secara teratur yakni pagi, siang, dan sore hari.

Pakan yang diberikan kepada benih ikan nila jica sesuai dengan dosis, serta

kandungan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan benih ikan

nila jica. Pakan yang diberikan pada benih ikan nila jica disesuaikan dengan

kemampuan benih ikan nila jica dalam mengkomsumsi makanan.

4. Pemanenan benih
14

Pemanenan benih dilakukan setelah 3 minggu masa pendederan I. Panen

benih dilakukan dengan cara pengurangan sebagian air dalam kolam, selanjutnya

menggunakan jaring untuk menjaring benih dari sudut kolam satu ke sudut kolam

selanjutnya. Panen kolam dilakukan pada pagi hari. Hal ini dikarenakan suhu pada

air kolam masih rendah, dan ikan tidak mudah stres.

5. Manajemen Pemeliharaan

Secara garis besar hal yang dilakukan dalam manajemen pemeliharaan

larva dan pendederan ikan nila jica meliputi yaitu sebagai berikut:

a. Perkembangan dan pertumbuhan larva

Parameter yang diukur yaitu pertambahan bobot dan panjang larva.

Pengambilan sampel dilakukan sekali seminggu selama masa pemeliharaan.

b. Monitoring kualitas air

Parameter yang diukur meliputi yaitu suhu, pH, DO, amoniak, kecerahan,

dan ketinggian air. Sampel air di ambil pada pagi dan siang hari selama beberapa

hari, kemudian di cari kisaran yang didapat selama melakukan pengamatan.

3.4.3. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Pengontrolan dilakukan setiap hari untuk melihat keadaan kolam.

Waktunya bisa bersamaan dengan pemberian pakan tambahan. Saat pengontrolan

keadaannya harus diamati dengan cermat, agar setiap kejadian dapat segera

ditangani. Kemudian bila ada tanda-tanda benih terserang penyakit harus segera

diambil tindakan.

3.5. Analisis Data

Data yang diperoleh dari BPBAT Jambi di kumpulkan dan ditabulasikan

dalam bentuk tabel selanjutnya dianalisis secara deskriptif yaitu membandingkan


15

hasil survey dengan literatur yang berhubungan dengan praktek, kemudian

dibahas sesuai dengan literatur yang ada. Adapun parameter yang diamati dalam

kegiatan teknik pemeliharaan larva dan pendederan ikan nila jica (Oreochormis

niloticus) di BPBAT Jambi sebagai berikut:

1. Pertumbuhan panjang mutlak

Menurut Effendie (1997), rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

L = Lt Lo

Keterangan:

L : Pertumbuhan panjang mutlak

Lt : Rata-rata panjang total ikan di akhir pemeliharaan

Lo : Rata-rata panjang total ikan di akhir pemeliharaan

2. Pertumbuhan bobot mutlak

Menurut Effendie (1997), rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Wm = Wt - Wo

Wm : Pertumbuhan bobot mutlak

Wt : Rata-rata bobot total ikan di akhir pemeliharaan

Wo : Rata-rata bobot total ikan di akhir pemeliharaan

3. Laju pertumbuhan spesifik

Menurut Effendie (1997), rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

LPS = ln Wt ln Wo x 100%
t
LPS : Laju pertumbuhan spesifik

Wt : Rata-rata bobot total ikan di akhir pemeliharaan

Wo : Rata-rata bobot total ikan di akhir pemeliharaan

t : Waktu pemeliharaan
16

4. Tingkat keluluhidupan larva (SR)

Tingkat kelulushidupan (survival rate) dilakukan pada akhir pengamatan.

Tingkat kelulushidupan larva dapat di peroleh dengan rumus sebagai berikut

(Effendie, 1997).

SR = Nt x 100%
No

Keterangan:

SR : Tingkat kelangsungan hidup (%)

Nt : Jumlah larva yang hidup di akhir pemeliharaan (ekor)

NO : Jumlah larva yang hidup diawal pemeliharaan (ekor)


17

IV. DEKSIPSI LOKASI MAGANG

4.1. Letak Geografis dan Administratif BPBAT Jambi

Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi (BPBAT) Jambi berlokasi di

Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, sekitar

30 km di sebelah Timur dari kota Jambi dengan koordinat 010 44 34,4 LS, 1030

45 00,9 BT dan 35 m DPL. Luas areal 20 ha terdiri dari 4,8 ha areal

perkolaman, 3,35 ha waduk/reservoir, dan 11,85 ha daratan yang dipergunakan

untuk perkantoran, asrama, mess operator serta sarana penunjang lainnya. Sebagai

Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, BPBAT Jambi

mempunyai peranan memberikan pelayanan teknis kepada masyarakat dalam

membangun dan mengembangkan perikanan air tawar di daerah, khususnya pulau

sumatera.

4.2. Sejarah Berdirinya BPBAT Jambi

Pada awalnya sejarah BPBAT Jambi adalah hanya sebatas tempat kegiatan

usaha kecil budidaya ikan air tawar namun dari praktek pelaksanaan program

pembangunan dan peningkatan produksinya semakin baik dan layak di

kembangkan lebih besar lagi, maka dikeluarkanlah surat keputusan Menteri

Pertanian Nomor : 346/kpst/OT.210/5/94 Tanggal 6 Mei 1994, maka dibentuklah

Lokasi Budidaya Air Tawar Jambi yang berstatus Eselon IV, dengan wilayah

kerja meliputi Indonesia Barat, ini berdasarkan surat keputusan Menteri

Eksploitasi Laut dan Perikanan Nomor : 66 tahun 2000 tanggal 31 Juli 2000

terjadi perubahan struktur organisasi Lokasi Budidaya Air Tawar Jambi. Sesuai

perkembangannya, pada tanggal 1 Mei 2000 Lokasi Budidaya Air Tawar Jambi
18

berubah menjadi Balai Budidaya air Tawar Jambi yang berstatus eselon III,

berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : KEP.26-

E/MEN/2001. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 6

PERMEN-KP/2014 nama balai berubah menjadi Balai Perikanan Budidaya Air

Tawar Jambi (BPBAT Jambi).

Disamping melanjutkan kegiatan pembangunan fisik untuk pemenuhan

kebutuhan sarana dan prasarna, dalam tahun anggaran 2014 BPBAT Jambi juga

melakukan kegiatan produksi induk dan benih unggul, penerapan teknologi

budidaya air tawar jambi, bimbingan teknis dan pendampingan teknologi serta

monitoring kesehatan ikan dan lingkungan, pengawasan kawasan minapolitan,

pembinaan CPIB dan CBIB, pelayanan teknik dan publikasi.

4.3. Fungsi dan Tugas BPBAT Jambi

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor:

6/PERMEN-KP/2014 tanggal 3 Februari tentang organisasi dan tata kerja Balai

Perikanan Budidaya Air Tawar menyelengarakan fungsi sebagai berikut.

4.3.1. Fungsi BPBAT Jambi

1. Penyusunan rencana kegiatan teknis dan anggaran, pemantauan dan

evaluasi serta laporan.

2. Melaksanaan uji terap teknik perikanan budidaya air tawar.

3. Melaksanaan penyiapan bahan standarisasi perikanan budidaya air tawar.

4. Melaksanaan sertifikasi sistem perikanan budidaya air tawar.

5. Melaksanaan kerja sama teknis perikanan budidaya air tawar.

6. Melaksanakan pengelolaan dan pelayanan sistem informasi dan publikasi

perikanan budidaya air tawar.


19

7. Melaksanaan layanan pengujian laboratorium persyaratan kelayakan teknis

perikanan budidaya air tawar.

8. Melaksanaan pengujian kesehatan ikan dan lingkungan budidaya air tawar.

9. Pelaksanaan produksi induk unggul, benih bermutu dan sarana produksi

perikanan budidaya air tawar.

10. Melaksanaan bimbingan teknis perikanan budidaya air tawar.

11. Melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga.

4.3.2. Tugas BPBAT Jambi

Tugas yang diemban adalah melaksanakan uji terap teknik dan kerjasama,

pengelolaan produksi, pengujian laboratorium, mutu pakar, residu kesehatan ikan

dan lingkungan serta bimbingan teknis perikanan budidaya air tawar.

4.3.3. Sasaran BPBAT Jambi

Adapun Sasaran Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi, adalah :

1. Tersedianya informasi teknologi pembenihan dan pembudidayaan ikan-

ikan perairan air tawar.

2. Tersedianya karyawan dan pejabat fungsional yang ahli dan terampil

3. Tersedianya teknologi terapan tentang pembenihan dan pembudidayaan

ikan-ikan kultur.

4. Terlaksana kegiatan ketatalaksanaan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar

Jambi.

5. Tersedianya calon induk dan benih ikan budidaya serta ikan perairan

umum yang berkualitas.

6. Terlaksananya kegiatan pembinaan dan penerapan CPIB dan CBIB bagi

unit pembenihan dan pembudidayaan di Sumatera.


20

7. Terlaksananya kegiatan pelestarian plasma nutfah dan pemanfaatan

perairan umum.

8. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan pembudidaya melalui

diseminasi dan pelayanan teknik.

9. Tersedianya saran dan fasilitas Balai Budidaya Air Tawar Jambi yang

memadai.

10. Terlaksananya monitoring kesehatan ikan dan lingkungan dan

pengawalan teknologi budidaya ikan air tawar di kawasan minapolitan

dan industrialisasi perikanan budidaya.

4.4. Visi dan Misi BPBAT Jambi

4.4.1. Visi

Sebagai penghasil induk unggul dan teknologi terapan budidaya air tawar

terbesar di Sumatera dan berkelanjutan.

4.4.2. Misi
Untuk mendukung Visi yang telah ditetapkan, maka Misi yang diemban

oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yaitu :

1. Mengembangkan rekayasa teknologi budidaya ikan air tawar

2. Meningkatkan produksi induk dan benih unggul

3. Meningkatkan sistem informasi IPTEK dan standarisasi perikanan air tawar

4. Meningkatkan jasa pelayanan teknologi dan produksi

5. Melaksanakan upaya pelestarian sumberdaya ikan (plasma nutfah) dan

lingkungan.
21

4.5. Struktur Organisasi BPBAT Jambi

Berdasarkan PERMEN Kelautan dan perikanan Nomor : 6/PERMEN-

KP/2014 tanggal 12 Januari 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai

Perikanan Budidaya Air Tawar, struktur organisasi BPBAT Jambi terdiri atas :

a. Kepala Balai

b. Seksi Uji Terap Teknik dan Kerjasama

c. Seksi Pengujian dan Dukungan Teknis

d. Sub Bagian Tata Usaha

e. Kelompok Jabatan Fungsional

Suatu usaha pembenihan atau balai benih ikan baik berskala kecil maupun

menengah yang membutuhkan tenaga dan staf yang terdiri dari kepala, tenaga

administrasi dan tenaga lapangan (Alawi, 1994). Dalam menjalankan tugas dan

fungsinya Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yang dipimpin oleh seorang

Kepala Balai Bagan Struktur Organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar

Jambi disajikan pada Lampiran 3.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi dalam menjalankan

tugasnya dan dibantu oleh Kasubag, Kasir dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Berikut adalah uraian tugas dari masing masing seksi dalam struktur organisasi

mengacu pada PERMEN Kelautan dan Perikanan Nomor : 6/PERMEN-KP/2014 :

1. Seksi Uji Terap Teknik dan Kerjasama

Mempunyai tugas penyiapan bahan pelaksanaan uji terap teknik,

standarisasi, sertifikasi, kerjasama teknik, pengelolaan dan pelayanan sistem

informasi serta publikasi perikanan budidaya air tawar.


22

2. Seksi Pengujian dan Dukungan Teknis

Mempunyai tugas penyiapan bahan pelaksanaan layanan pengujian

laboratorium persyaratan kelayakan teknis, kesehatan ikan dan lingkungan,

produksi induk unggul, benih bermutu dan sarana produksi serta bimbingan teknis

perikanan budidaya air tawar.

3. Sub Bagian Tata Usaha

Mempunyai tugas penyiapan bahan perencanaan, pelaksanaan,

pemantauan dan evaluasi pelaporan keuangan, kegiatan teknik, anggaran,

pengolahan kepegawaian, tata laksana, barang milik negara, rumah tangga dan

ketatausahaan.

4. Kelompok Jabatan Fungsional :

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perekayasaan, pengujian,

penerapan bimbingan, penerapan standar/sertifikasi, perbenihan dan

pembudidayaan ikan air tawar, pengendalian hama dan penyakit ikan, pengawasan

benih/budidaya dan penyuluhan serta kegiatan lain yang sesuai dengan tugas

masing-masing jabatan fungsional berdasarkan perundang-undangan yang

berlaku. Pada kelompok jabatan fungsional ini dibagi dalam empat kelompok

besar yaitu :

1. Kelompok kerja Catfish yaitu kelompok kerja yang mengerjakan komoditas

ikan patin, baung dan lele.

2. Kelompok kerja Cyclid yaitu kelompok kerja yang mengerjakan komoditas

Ikan nila dan mas.

3. Kelompok kerja Spesifik lokal yaitu kelompok kerja yang mengerjakan

komoditas Ikan gurami, arwana, botia dan jelawat.


23

4. Kelompok kerja nutrisi ikan, kesehatan ikan dan lingkungan (NKL) yaitu

kelompok kerja yang mengerjakan formulasi dan pembuatan pakan alami

seperti Moina sp dan Daphnia sp, Rotifera sp dan pakan ian berbahan baku

lokal serta pengelolaan laboratorium uji dan kesehatan ikan dan lingkungan.

Bagan struktur organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi pada

Gambar 2.

KEPALA BALAI

Kepala Sub. Bagian


Tata Usaha

Kepala Seksi Kepala Seksi


Standarisasi dan Pelayanan Teknis
Informasi
Koordiantor Kelompok
Fungsional

Kelompok Ikan Kelompok Kelompo Kelompok


Spesifik Lokal Ikan k Ikan Nutrisi,
dan Ikan Hias Siklid Catfish Kesehatan

Gambar 2. Struktur Organisasi BPBAT Jambi


Sumber: Data Sekunder

4.6. Sumber Daya Manusia BPBAT Jambi

1) SDM Berdasarkan Pendidikan

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi teknik maupun administrasi pada

BPBAT Jambi menggunakan sistem pemilihan sesuai dengan keahlian dan

keterampilan masing-masing karyawan. Tingkat pendidikan merupakan salah satu

faktor yang sangat penting untuk menentukan kemampuan seorang tenaga kerja
24

dalam menyerap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baik secara

umum dan khusus dalam usaha pembenihan dan budidaya ikan. Dalam rangka

peningkatan sumberdaya manusia secara terus menerus Balai mengirimkan

pegawai untuk mengikuti diklat atau kursus yang diadakan oleh instansi terkait.

Pegawai yang mengikuti diklat atau kursus tersebut dikirim ke daerah-daerah.

Secara umum tingkat pendidikan tenaga kerja yang ada di BPBAT Jambi dapat

dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja Di BPBAT Jambi


No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1 Magister 7 10,29%
2 Sarjana 31 45,59%
3 D3 10 14,71%
4 SLTA 17 25,00%
5 SLTP 1 1,47%
6 SD 2 2,94%
Total 68 100%
Sumber: Data Sekunder

Berdasarkan Tabel 4, jenjang pendidikan tertinggi dari pegawai adalah

Pasca Sarjana (S2) dan yang terendah adalah Sekolah Dasar (SD) dengan total

jumlah pegawai PNS BPBAT Jambi adalah 68 orang. Persentase tingkat

pendidikan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yang tertinggi adalah

jenjang pendidikan sarjana yaitu 45,59% dan yang terendah pada jenjang

pendidikan SLTP dengan persentase 1,47 %.

2) SDM Berdasarkan Status

Untuk mendukung tugas dan fungsinya, Balai Perikanan Budidaya Air

Tawar Jambi sampai dengan Triwulan IV tahun 2015 BPBAT Sungai Gelam

didukung oleh sumberdaya manusia sebanyak 109 orang yang terdiri dari 68
25

orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), 1 orang CPNS dan 40 orang tenaga

honorer/kontrak. Berdasarkan Status kepegawaiannya dapat dilihat pada Tabel 4,

Tabel 4. Jumlah Pegawai BPBAT Jambi Berdasarkan Status


Kepegawaiannya
No Status Jumlah
1 PNS 68
2 CPNS 1
3 Kontrak 40
Total 109
Sumber: Data Sekunder

Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa jumlah pegawai BPBAT Jambi

didominasi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jumlah 69 orang dan disusul

dengan tenaga kontrak berjumlah 40 orang.

4.7. Sarana Dan Prasarana BPBAT Jambi

Dalam mendukung semua kegiatan di BPBAT Jambi, maka Balai Perikanan

Budidaya Air Tawar Jambi dilengkapi dengan sarana dan prasarana diantaranya :

1) Sarana Produksi

a. Perkolaman

Perkolaman ini digunakan untuk kegiatan pendederan, pembesaran,

pemeliharaan induk serta untuk kegiatan perekayasaan. Kolam yang ada di

BPBAT Jambi dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 5 Kolam Yang Terdapat Pada BPBAT Jambi


No Jenis kolam Ukuran (m2) Jumlah (Unit)
1 Kolam induk 600 10
2 Kolam pendederan 500 15
250 28
3 Kolam pembesaran 1500 11
500 18
4 Kolam induk ikan hias 50 4
5 Bak nila 50 56
7 KJA 14 60
Sumber: Data Sekunder
26

Berdasarkan Tabel 5, dapat diketahui jumlah, bentuk, dan ukuran

kolam/keramba yang ada beserta perkembangannya, hal ini erat kaitannya dengan

kegiatan budidaya air tawar yang dilakukan di BPBAT Jambi.

Fasilitas yang mendukung budidaya perikanan di Balai Budidaya Air Tawar

Jambi sudah cukup memadai. Diantaranya kolam induk sebanyak 10 unit dengan

luas masing-masing 600 m2, kolam pendederan sebanyak 15 unit dengan luas

masing-masing 500 m2, kolam pembesaran sebanyak 11 unit dengan luas masing-

masing 500 m2 dan 28 unit dengan luas masing-masing 250 m2, kolam

pembesaran sebanyak 11 unit dengan luas masing-masing 1500 m2 dan 18 unit

dengan luas masing-masing 500 m2, kolam induk ikan hias sebanyak 4 unit

dengan luas masing-masing 50 m2, dan keramba sebanyak 60 unit dengan luas

masing-masing 14 m2. Kolam-kolam tersebut sudah sangat memadai untuk

kegiatan budidaya perikanan, dan ditambah lagi dengan berbagai sarana dan

prasaran lainnya.

b. Hatchery

Jumlah Hatchery yang dimiliki oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar

Jambi dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 6 Hatchery Yang Dimiliki Oleh BPBAT Jambi


No Hatchery Komoditas
1 Hatchery 1 Patin Siam, Lele, Baung
2 Hatchery 2 Nila, Mas
3 Hatchery 3 Jelawat, Arwana, Botia, Gurame
dan Tambakan.
Sumber: Data Sekunder

c. Jaringan Listrik

Kapasitas terpasang jaringan listrik yang ada di BPBAT Jambi sebesar 60

KVA berasal dari PLN Rayon Kota Baru Jambi. Untuk menanggulangi terjadinya
27

ganguan pemadaman listrik dari PLN maka disiapkan juga Generator Set (Genset)

sebanyak 3 unit dengan kapasitas masing-masing 60 KVA (1 unit), 150 KVA (1

unit), 20 KVA (1 unit) dan 40 KVA (1 unit).

2) Sarana Transportasi

Sarana transportasi berfungsi untuk menunjang kelancaran kegiatan,

BPBAT Jambi ditunjang oleh beberapa kendaraan operasional antara lain dapat

dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Sarana Transportasi Yang Dimilki Oleh BPBAT Jambi


No Tipe kendaraan Jumlah Keadaan
1 Truk 2 Layak Pakai
2 Kijang Minibus 6 Layak Pakai
3 Kijang Pick Up 1 Layak Pakai
4 Mitsubishi L300 1 Layak Pakai
5 Isuzu ELF Minibus 1 Layak Pakai
6 KIA Travello 1 Layak Pakai
7 Kendaraan Roda 3 1 Layak Pakai
8 Kendaraan Roda 2 9 Layak Pakai
Sumber: Data Sekunder

3) Sarana Penunjang

Bangunan/gedung memiliki fungsi untuk menunjang kelancaran aktifitas

di BPBAT Jambi maka peranan gedung atau bangunan menjadi sangat penting

karena sudah menjadi keharusan Balai Perikanan memiliki fasilitas gedung yang

memadai untuk keberlangsungan proses administrasi, produksi, pelatihan, dan

tempat tinggal. Berikut ini adalah Tabel 5 mengenai gedung yang dimiliki oleh

BPBAT Jambi.

Tabel 8 Bangunan Yang Dimiliki Oleh BPBAT Jambi


No Tipe Bangunan Luas (m2) Jumlah (unit)
1 Gedung Perkantoran 240 1
2 Aula 170 1
3 Gedung Pejabat Fungsional 120 1
28

4 Perpustakaan 100 1
5 Asrama 90 3
100 1
6 Mes Operator
- Tipe 21 147 7
- Tipe 36 360 10
- Tipe 45 820 18
- Tipe 70 350 5
7 Gudang - 5
8 Bengkel/ Workshop - 1
Sumber: Data Sekunder

4.8. Program Kerja BPBAT Jambi

1. Melaksanakan uji terap teknik dan kerja sama, produksi, pengujian

laboratorium, serta bimbingan teknis perikanan budidaya air tawar

2. Pelayanan teknik: analisa uji laboratorim (penyakit ikan, kualitas air,

nutrisi dan residu.)

3. Distri benih dan induk

4. Teknologi budidaya. Diseminasi, pendampingan teknologi, pelatihan dan

memfasilitasi masyarakat, pelajar maupun peneliti untuk dapat belajar dan

mengenal secara langsung kegiatan budidaya ikan yang diterapkan di

BPBAT Jambi.

5. Mendampingi kawasan minapolitan/industrialisasi di sumatra dan

mendampingi teknologi untuk defarm TP di kabupaten/ kota.


29

V. HASIL MAGANG

5.1. Jadwal Kegiatan Magang BPBAT Jambi

Jadwal kegiatan magang yang dilakukan pada Teknik Pemeliharaan Larva

dan Pendederan Ikan Nila Jica (Oreochromis niloticus) di BPBAT Jambi dapat

dilihat pada tabel 9.

Tabel 9. Jadwal Kegiatan Magang Di BPBAT Jambi


No. Kegiatan Waktu (Bulan Dan Minggu)
Januari Februari Maret April Mei
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
praktek
magang
2 Pelaksanaan
praktek
magang
3 Penyusunan
laporan

Praktek magang ini dilaksanakan pada 23 Januari sampai 23 Februari 2017

di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yang terletak di Desa Sungai

Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Jadwal kegiatan magang secara

garis besar adalah:

1. Tahap pertama melakukan persiapan praktek magang. Meliputi pemilihan

lokasi magang dan pembuatan proposal usulan praktek magang.

2. Tahap kedua pelaksanaan praktek magang, kegiatan ini dilakukan selama

satu bulan.

3. Tahap akhir penyusunan laporan. Dilakukan setelah menyelesaikan

kegiatan praktek magang di BPBAT Jambi.


30

Selama praktek magang dilakukan dengan pembimbing lapangan Bapak

Mubinun, S.Pi, M.Si di BPBAT Jambi dengan keahlian di bidang pembenihan

ikan nila dan di bantu oleh Bapak Ahmad.

5.2. Kegiatan Yang Dilakukan Selama Magang

Kegiatan Praktek magang yang dilakukan pada 23 Januari sampai 23

Februari 2017 di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam,

Provinsi Jambi dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10. Kegiatan Yang Dilakukan Selama Magang Di BPBAT Jambi


No Kegiatan Minggu Pembimbing
Ke-
1 2 3 4
1. Pemasangan hapa di sudut kolam Mubinun, S.Pi, M.Si
pemijahan Ahmad
2. Panen larva Ahmad
3. Pemeliharaan larva Mubinun, S.Pi, M.Si
4. Persiapan kolam pendederan I Mubinun, S.Pi, M.Si
Pengeringan kolam Yudi yudistira, S.Pi
Pembalikan tanah dasar kolam Raden
Pengapuran Paino
Pumupukan Ahmad
Pengisian air Ahmad
5. Penebaran larva Mubinun, S.Pi, M.Si
Ahmad
6. Pendederan I Mubinun, S.Pi, M.Si
7. Pengukuran kualitas air Mubinun, S.Pi, M.Si
Suhu
pH
DO
Amoniak
Kecerahan
Ketinggian air
8. Pemberian pakan Ahmad
9. Sampling larva Mubinun, S.Pi, M.Si
Panjang
Bobot
10. Panen benih pendederan I Mubinun, S.Pi, M.Si
Pemanenan Raden
Grading benih Paino
Perhitungan SR Ahmad
Pengukuran panjang benih
Pengukuran bobot benih
31

11. Pengendaliaan hama dan penyakit Mubinun, S.Pi, M.Si

Secara garis besar kegiatan yang dilakukan selama praktek magang adalah

sebagai berikut:

1. Saat mulai melakukan kegiatan praktek magang teknik pemeliharaan larva dan

pendederan ikan nila jica, induk ikan nila jica telah di tebar pada kolam

pemijahan seminggu sebelum tiba di lokasi praktek magang. Sehingga

kegiatan yang dilakukan yaitu pemasangan hapa di sudut kolam pemijahan

atau lebih tepatnya di dekat pintu pemasukan air pada kolam. Hal ini bertujuan

agar oksigen untuk larva tetap stabil. Hapa di gunakan untuk kegiatan

pemeliharaan larva sementara, hingga larva yang berada di kolam pemijahan

terkumpul semua dalam hapa. Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Mubinun,

S.Pi, M.Si dan Bapak Ahmad

2. Panen larva dilakukan pada pagi dan sore hari, karena pada saat itu larva

sering bergerombol di pinggir-pinggir kolam. Kegiatan ini dibimbing oleh

Bapak Ahmad

3. Pemeliharan larva dilakukan selama seminggu di dalam hapa. Selain itu

kegiatan pengumpulan larva dari kolam pemijahan ke dalam hapa tetap

dilakukan. Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Mubinun, S.Pi, M.Si

4. Persiapan kolam pendederan I yaitu meliputi pengeringan kolam, pembalikan

tanah dasar kolam, pengapuran, pemupukan, dan pengisian air. Kegiatan ini

dibimbing oleh Bapak Mubinun, S.Pi, M.Si, Bapak Yudi yudistira, S.Pi,

Bapak Raden, Bapak Paino dan Bapak Ahmad

5. Penebaran larva pada kolam pendederan dilakukan pada minggu kedua,

Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Mubinun, S.Pi, M.Si dan Bapak Ahmad
32

6. Kegiatan pendederan I di lakukan pada minggu kedua dan dipelihara selama 3

minggu. Kegiatan ini di bimbing oleh Bapak Mubinun, S.Pi, M.Si dan Bapak

Ahmad

7. Pengukuran kualitas air dilakukan pada minggu pertama dan kedua. Minggu

pertama pengukuran kualitas air pada pemeliharaan larva di hapa dan minggu

kedua pada kegiatan pendederan. Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak

Mubinun, S.Pi, M.Si

8. Pemberian pakan dilakukan selama melakukan kegiatan pemeliharaan larva

dan pendederan ikan nila jica, yaitu masa pemeliharaan selama empat

minggu. Kegiatan ini di bimbing oleh Bapak Ahmad.

9. Sampling larva untuk pengukuran panjang dan berat larva dilakukan selama

masa pemeliharaan yaitu empat minggu. Pengambilan sampel di lakukan

seminggu sekali. Kegiatan ini di bimbing oleh Bapak Mubinun, S.Pi, M.Si

10. Panen benih pada pendederan I dilakukan pada minggu keempat dengan

beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi pemanenan, grading benih,

perhitungan SR, pengukuran panjang benih dan pengukuran bobot benih.

Kegiatan ini di bimbing oleh Mubinun, S.Pi, M.Si, Bapak Raden, Bapak

Paino dan Bapak Ahmad.

11. Pengendalian hama dan penyakit ikan nila jica dilakukan selama masa

pemeliharaan. Kegiatan ini di bimbing oleh Bapak Mubinun, S.Pi, M.Si

5.3. Teknik Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica

5.3.1. Sumber Larva

Sumber larva yang dipelihara di BPBAT Jambi ini yaitu produksi sendiri.

Tahapan untuk mendapatkan sumber larva produksi sendiri yaitu:


33

A. Manajemen Pemeliharaan Induk Ikan Nila Jica

1. Asal induk dan wadah pemeliharaan

Induk nila jica berasal dari produksi sendiri, induk dipelihara dikeramba

jaring apung ukuran 25 m2, jumlah induk yang dipelihara 400 ekor dalam satu

keramba jaring apung, ada 3 buah keramba jaring apung khusus untuk

pemeliharaan induk. Sumber air untuk pemeliharaan induk yaitu dari waduk

buatan yang merupakan waduk tadah hujan, ada 3 unit waduk di BPBAT jambi.

Waduk juga digunakan untuk tritmen air, yaitu air diendapkan dulu di waduk baru

dialirkan ke masing-masing kolam dengan sistem irigasi.

2. Padat tebar

Jumlah padat tebar 16 ekor/m2. Dengan ukuran ikan 500 cm, berat 300-

400 kg. Waktu penebaran induk yaitu pagi hari, dengan cara penebaran langsung

tanpa menggunakan aklimatisasi, karena ikan yang di pindahkan atau di tebar

masih satu daerah dan jarak tempuh yang tidak jauh. Sehingga tidak perlu

dilakukan aklimatisai.

3. Pengamatan

Lama produksi induk 2-3 bulan. Ciri induk nila jica yang bagus baik

betina maupun jantan yaitu warna tubuh cerah hitam keabu-abuan, bentuk tubuh

ikan nila jica pipih dengan sisik penuh dan teratur, anggota atau organ tubuh

lengkap, tubuh tidak cacat dan tidak ada kelainan bentuk, tubuh tidak ditempeli

oleh parasit, tidak ada benjolan, insang bersih, tutup insang normal (tidak tebal

atau tipis), berlendir, kekenyalan tubuh kenyal dan tidak lembek, umur untuk nila

jantan maupun betina 6-8 bulan, panjang total untuk jantan 16-25 cm untuk

betina 14-20 cm, bobot tubuh jantan 400-600 gram untuk betina 300-450 gram.
34

4. Pakan dan pemberian pakan

Sumber pakan induk dari pelet komersil dengan kadar protein 32-34,0 %

lemak 6,0 % serat kasar 4,3% kadar abu 11,0% dan kadar air 12,0%. Pemberian

pakan 1-2 % dari bobot biomasa dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 3

kali per hari.

B. Pemijahan Ikan Nila Jica

Pemijahan di lakukan secara alami. Induk jantan dan betina di masukan ke

dalam kolam ukuran 500 m2 dengan padat tebar 1 ekor/m2. Jumlah ikan yang

dipijahkan 400 ekor atau satu paket. Dalam satu paket terdapat 100 induk jantan

dan 300 induk betina atau 1:3. Induk akan dibiarkan di kolam pemijahan selama

satu bulan. Selama satu bulan terjadi dua kali tahap pemijahan dengan rentang

waktu masing-masing tahap yaitu 15 hari. Selama pemijahan induk hanya di

berimakan sebanyak 1%. Karena yang makan hanya induk jantan, sedangkan

induk betina bertugas mengerami telur.

5.3.2. Panen Larva Nila Jica

Karena pemijahan yang dilakukan adalah pemijahan alami yaitu setelah

induk jantan dan induk betina melakukan pemijahan atau saat telur yang di

keluarkan induk betina sudah di buahi oleh induk jantan. Maka telur tersebut akan

di sedot kembali kedalam mulut induk betina sampai telur menetas. Ketika telur

menetas larva masih akan tetap berada dalam mulut induk.

Setelah umur 4-5 hari larva di lepas oleh induk namun masih dibawah

pengawasan induknya. Pemanenan larva dilakukan pada hari ke 11, 12 dan 13

setelah induk jantan dan induk betina di tebar ke dalam kolam pemijahan.

Pemanenan larva dilakukan pada pagi dan sore hari, pada waktu ini larva muncul
35

di pinggiran kolam pemijahan, larva diserok menggunakan serok halus dan

dikumpulkan di jaring hapa yang sebelumnya sudah dipasang di pinggir kolam.

Pengambilan larva dapat di lihat pada gambar 3.

Gambar 3 Penyerokan Larva Pada Kolam Pemijahan


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

5.3.3. Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica

Larva yang telah di panen setiap pagi dan sore hari, dipelihara di hapa

selama seminggu. Hapa dipasang pada salah satu sudut di kolam pemijahan. Yaitu

di dekat pintu pemasukan air. Hal ini dikarenakan agar pasokan oksigen untuk

larva tetap stabil dan terpenuhi. Selama melakukan masa pemeliharaan larva,

pengumpulan larva dari kolam pemijahan tetap dilakukan.

5.4. Teknik Pendederan Larva Ikan Nila Jica

5.4.1. Persiapan Wadah Kolam Pendederan I

Jenis wadah yang digunakan dalam pendederan larva nila jica adalah

kolam semi permanen berbentuk persegi, dimana pematang terbuat dari beton

tapi dasar kolam tetap tanah. Ukuran kolam pendederan larva atau kolam B5 yaitu

250 m2 dengan tinggi kolam 2 m. Sumber air yang digunakan adalah dari waduk

satu. Diendapkan dalam kolam pengendapan dan kemudian di alirkan ke masing-

masing kolam dengan sitem irigasi. Kegiatan persiapan wadah sebagai berikut:
36

a. Pengeringan kolam

Dalam persiapan wadah, hal pertama yang dilakukan yaitu pengeringan

kolam. Tahap pengeringan kolam bertujuan untuk mempermudah penangkapan

sisa-sisa ikan dan agar tanah dasar kolam dapat dijemur untuk membunuh hama

dan penyakit. Pengeringan kolam biasanya dilakukan dengan membuka pintu

pengeluaran air dan dibantu dengan mesin pompa untuk mempercepat proses

pengeringan. Pengeringan air dengan pompa mesin dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4 Proses Pengeringan Kolam


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

b. Pembalikan tanah dasar kolam

Setelah kolam dikeringkan, dilakukan pembalikan tanah dasar kolam.

Pembalikan tanah dasar kolam betujuan untuk mempercepat proses oksidasi, dan

membunuh hama dan penyakit yang terdapat pada kolam. Pembalikan tanah dasar

kolam terlebih dahulu di pinggir-pinggi kolam agar sisa-sisa air dan sisa-sisa ikan

yang tidak terjaring dapat mengalir ke saluran pengeluran. Pembalikan tanah dasar

kolam dapat dilihat pada gambar 5.


37

Gambar 5 Pembalikan Tanah Dasar Kolam


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

c. Pengapuran

Setelah seluruh permukaan dasar kolam telah dibalik, selanjutnya hal yang

perlu dilakukan adalah pengapuran. Pengapuran bertujuan untuk menetralkan pH

tanah dan pH air kolam. Pengapuran dilakukan hanya di pinggir kolam, karena pH

tanah kolam sudah netral. Jadi fungsi kapur disini hanya untuk membunuh hama

dan penyakit ikan yang tersisa. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur tohor

(CaO) dengan dosis 100 g /m2. Kegiatan pengapuran kolam dapat dilihat pada

gambar 6.

Gambar 6 Pengapuran Tanah Dasar Kolam


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
38

d. Pemupukan

Setelah melakukan pengapuran, tahap selanjutnya adalah pemupukan.

Pupuk yang biasa dipakai adalah pupuk organik atau kotoran ayam. Alasan

kenapa pakai pupuk kotoran ayam adalah karena pakan yang ayam makan banyak

mengandung nutrisi sehingga dapat dimanfaatkan untuk penumbuhan pakan

alami.

Selain itu bila digunakan pupuk organik seperti kotoran sapi, dapat

menimbulkan banyaknya tumbuh hama untuk larva yang bernama ucrit yaitu

larva dari capung. Hama ini suka menempel pada larva dan memakan larva.

Pemupukan dilakukan dengan cara disebar merata di permukaan tanah dasar

kolam, dengan dosis pemupukan 500 g - 1000 g/m2. Pemupukan tanah dasar

kolam dapat dilihat pada gambar 7.

Gambar 7 Pemupukan Tanah Dasar Kolam


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

e. Pengisian air

Setelah proses diatas selesai, kolam dibiarkan di jemur selama 2-3 hari

tergantung cuaca, lalu setelah itu dilakukan pengisian air. Pengisian air dilakukan

secara bertahap dengan menggunakan alat pompa air untuk mempercepat

pengisian air kolam. Ketinggian awal air 50 cm dan didiamkan selama 1-2 hari
39

untuk mumbuhkan pakan alami (Pytoplankton dan Zooplankton). Selanjutnya

lakukan penambahan ketinggian air hingga mencapai 80 cm. Setelah itu baru

dilakukan penebaran benih ikan nila jica. Proses pengisian air dapat dilihat pada

gambar 8.

Gambar 8 Pengisian Air Kolam


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

5.4.2. Padat Tebar dan Teknik Penebaran Benih Ikan Nila Jica

Penebaran dilakukan pada senin 03 Februari 2017 dengan jumlah larva

yang di tebar 15.000 ekor dengan padat tebar 60 ekor/m2, waktu penebaran pagi

hari dan ditebar secara langsung, karena jarak tempuh yang dibutuhkan tidaklah

jauh. Sehingga larva dapat ditebar secara langsung tanpa perlu dilakukanya

aklimatisasi.

Sebelum dilakukan penebaran, larva yang ada dihapa dihitung terlebih

dahulu. Cara perhitungan menggunakan sendok, di hitung berapa jumlah larva per

sendok, dilakukan dua kali perhitungan baru dicari rata-ratanya. Kemudian di

kalikan berapa jumlah sendok tiap satu kantong plastik. Waktu penebaran

dilakukan pada pagi hari. Perhitungan larva dengan menggunakan sendok dapat

dilihat pada gambar 9.


40

(a) (b)
Gambar 9 (A) perhitungan larva ekor/sendok (B) perhitunan larva
sendok/kantong plastik
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

5.4.3. Pakan dan Pemberian Pakan

Selama masa pemeliharaan kurang lebih 30 hari, larva dan benih ikan nila

jica diberi pakan yang benar sesuai dengan nutrisi kebutuhannya. Hal ini untuk

mendapatkan benih yang berkualitas seperti yang di harapkan. Berikut kandungan

nutrisi untuk pakan larva dan benih ikan nila jica dapat dilihat pada tabel 11.

Tabel 11. Kandungan Nutrisi Pakan Larva dan Benih.


No Analisa Kandungan (%)
1 Protein 39-41
2 Lemak 5
3 Serat kasar 6
4 Abu 16
5 Kadar air 10
Sumber: Data primer

Sumber pakan baik untuk larva maupun benih merupakan pakan komersil.

Pelet untuk larva umur 10 hari berupa pelet tepung yang ditebar sekeliling hapa

secara merata agar tidak terjadi perebutan makanan. Frekuensi pemberian pakan

untuk larva 3 kali dalam sehari, dengan pemberian pakan secara adlibitum, sampai

ikan benar-benar kenyang dan akan berhenti saat ikan tidak mau makan lagi

(Gambar 10).
41

Gambar 10 Pemberian Pakan Larva Pada Hapa


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah larva ditebar di kolam pendederan, ikan dibiasakan diberi pakan

dipojok kolam, dengan cara membuat adonan pakan dari pelet tepung ditambah

air sedikit. Adonan pakan diletakkan pada piring, sedangkan piringnya digantung

pada kayu dan diletakan di pojok kolam. Cara ini mempermudah pengontrolan

larva. Setelah dua minggu masa pemeliharaan, benih diberi pakan crumble dengan

dosis pakan 10% dari bobot biomasa ikan (Gambar 11).

Gambar 11 Pemberian Pakan Sekeliling Kolam


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

5.4.4. Manajemen Pemeliharaan Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica

1. Perkembangan dan pertumbuhan larva

Dalam masa pemeliharaan 30 hari, larva yang dipelihara diukur

perkembangan bobot dan panjang larva tiap minggunya. Pengukuran panjang dan
42

bobot larva diambil dengan sampel 30 ekor larva yang kemudian dicari rata-

ratanya. Hasil pengukuran dapat dilihat pada tabel 12.

Tabel 12 Perkembangan dan Pertumbuhan Larva


Umur Panjang total rata-
Minggu ke- Bobot rata-rata (g)
(Hari) rata (cm)
1 3 0,108 0,002
2 10 0,686 0,213
3 17 2,807 0,489
4 24 4,29 1,3
Sumber: Data primer

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, panjang total rata-rata larva tiap

minggunya meningkat. Yaitu minggu pertama 0,108 cm, minggu kedua 0,686 cm,

minggu ketiga 2,807 cm, dan mingggu ke empat 4,29 cm. Sedangkan bobot rata-

rata larva juga mengalami peningkatan tiap minggunya, yaitu minggu pertama

0,002 g, minggu kedua 0,213 g, minggu ketiga 0,489 g, dan minggu ke empat 1,3

g. Untuk memperjelas perubahan panjang dan bobot larva tiap minggunya dapat

dilihat pada grafik gambar 12 dan gambar 13.

Bobot (g)
Bobot (g)

1,3

0,469
0,213
0,002
1 2 3 4
Minggu ke-

Gambar 12 Gafik Pertambahan Bobot larva Perminggu


(Sumber: Data Primer)

Dari gambar grafik di atas dapat dilihat perubahan garis grafik yang tiap

minggunya semakin meningkat. Hasil yang di peroleh dari pengukuran tiap


43

minggunya yaitu minggu pertama 0,002 g, minggu kedua 0,213 g, minggu ketiga

0,489 g, dan minggu ke empat 1,3 g.

Panjang (cm)
Panjang (cm)

4,29
2,807

0,686
0,108
1 2 3 4
Minggu ke-

Gambar 13 Grafik Perkembangan Panjang Larva Perminggu


(Sumber: Data Primer)

Sama seperti hasil pengukuran bobot rata-rata larva, pengukuran panjang

rata-rata larva juga setiap minggunya mengalami peningkatan. Hal ini di tandai

dengan garis pada grafik terus meningkat ke atas tiap minggunya dan tidak

mengalami penurunan. Hasil dari pengukuran panjang rata-rata larva yaitu

minggu pertama 0,108 cm, minggu kedua 0,686 cm, minggu ketiga 2,807 cm, dan

mingggu ke empat 4,29 cm.

Selain itu dari proses manajemen pemeliharaan larva dan pendederan ikan

nila jica didapat beberapa hasil pengukuran seperti pertumbuhan panjang mutlak

(L), pertumbuhan bobot mutlak (Wm), dan laju pertumbuhan spesifik (LPS) dapat

dilihat pada tebel 13.

Tabel 13. Hasil Pengukuran L, Vm, dan SGR


L Wm LPS
(g) (g) (%)
4,18 1,29 3,3
Sumber: Data Primer
44

2. Monitoring Kualitas Air

Selama masa pemeliharaan 30 hari, pengukuran kualitas air kolam juga

dilakukan. Pengukuran kualitas air dilakukan selama 2 minggu, minggu pertama

pengukuran kualitas air pada hapa wadah pemeliharaan larva. Dan minggu kedua

pada kolam pendederan I. Setelah dilakukan pengukuran selama beberapa hari,

hasil didapatkan kemudian dicari kisarannya dan dibandingkan dengan Standar

Nasional Indonesia yang sesuai dalam pemeliharaan larva dan pendederan ikan

nila jica. Hasil pengukuran kualitas air pemeliharaan larva di hapa dapat dilihat

pada tabel 14.

Tabel 14. Kuliatas Air Selama Pemeliharaan Larva di Hapa


No Parameter Kisaran SNI
1 Suhu C 27-28 25-30C
2 pH 6,85-7,50 6,5-8,5
3 DO mg/l 5,1-7,7 Min 5 mg/l
4 Amoniak mg/l 0,17-0,25 < 0,02 mg/l
Sumber: Data primer

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa kisaran parameter suhu 27-28 C,

pH 6,85-7,50; DO 5,1-7,7 mg/l dan amoniak 0,17-0,25 mg/l. parameter amoniak

< 0,02 mg/l bersifat racun. Tingginya amoniak disebabkan jarangnya dilakukan

pergantian air. Sedangkan pengukuran kualitas air pada kolam pendederan dapat

dilihat pada tebel 15.

Tabel 15. Kuliatas Air Selama Pendederan Larva Di Kolam Pendederan B5


No Parameter Kisaran SNI
1 Suhu C 27-29 25-30C
2 pH 6,74-7,90 6,5-8,5
3 DO mg/l 5,7-9,7 Min 5 mg/l
4 Amoniak mg/l 0,25-0,30 < 0,02 mg/l
5 Kecerahan cm 19-20 > 20 cm
6 Ketinggian air cm 70 50-70 cm
Sumber: Data primer
45

Pada tabel di atas hanya parameter amoniak, melebihi dari SNI. Namun

hasil pengamatan selama pemeliharaan, meski amoniak melebihi standar baku

SNI tidak berpengaruh pada kelangsungan hidup ikan. Ditandai tidak adanya ikan

mati atau stres. Namun untuk pencegahan, tetap dilakukan penanganan dengan

cara dilakukan pergantian air sebagian.

5.4.5. Pemanenan Benih Ikan Nila Jica

Cara pemanenan benih pada kolam pendederan yaitu panen sebagian,

sebelum dilakukan pemanenan dipasang terlebih dahulu hapa di pinggir kolam

sebagai wadah penampung benih. Selanjutnya pemanenan dilakukan dengan

menggunakan jaring, ditarik dari sudut kolam satu ke sudut kolam lain (Gambar

15).

Gambar 14. Pemanenan Benih


(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pada pendederan I dengan lama pemeliharaan 3 minggu. Didapatkan hasil

panen 10.500 ekor benih dapat dilihat pada tabel 16.

Tabel 16. Hasil Panen Pendederan I


Hasil panen SR (%)
Ukuran (cm) Ekor %
1-3 3.150 30
3-5 6.300 60 70
5-8 1.050 10
Total 10.500 100%
Sumber: Dapa Primer
46

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil panen ada 3 ukuran yaitu 1-3

cm 30%; ukuran 3-5 cm 60%; ukuran 5-8 cm 10%. Dengan jumlah total benih

10.500 ekor dan SR 70%.

Alat yang digunakan dalam pemanenan yaitu jaring, hapa, kantong plastik,

ember grading, dan timbangan. Pemanenan dilakukan pemanenan keseluruhan.

Ciri-ciri benih yang baik adalah ukuran seragam, tidak ada cacat, organ tubuh

lengkap, aktif berenang, dan tidak terserang penyakit.

5.5. Manajemen Penyakit Ikan Nila Jica

Selama 30 hari magang di BPBAT Jambi mengikuti pemeliharaan larva

dan pendederan ikan nila jica tidak ada penyakit atau kematian yang ditemukan.

Hal ini disebabkan karena kulitas larva dan benih yang digunakan termasuk baik,

adaptif atau mudah menyesuaikan diri (toleran) dengan perubahan keadaan

lingkungan serta tahan (resisten) terhadap gangguan hama dan penyakit.

Selain itu, kanduangan nutrisi dalam pakan serta kualitas dan kuantitas

pakan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan ikan sehingga dapat dimanfaatkan

oleh ikan dengan baik untuk pertumbuhannya.


47

VI. PEMBAHASAN

6.1. Teknik Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica

6.1.1. Sumber Larva

Pemijahan adalah perkawian induk jantan dan induk betina sampai

menghasilkan larva. Ikan nila jica dapat mencapai dewasa pada umur 4-5 bulan

dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk memijah sampai berumur

1,5-2 tahun. Pada saat mencapai umur lebih dari satu tahun, kira-kira beratnya

mencapai 800 g, bisa menghasilkan larva 1200-1500 larva setiap kali memijah.

Dan dapat melakukan pemijahan 6-7 kali dalam setahun.

Permasalahan yang ditemukan dalam sumber larva adalah kurangnya

matang gonad induk yang dipijahkan. Induk setelah melakukan pemijahan butuh

waktu pemulihan pematangan gonad 1,5 bulan untuk pemijahan selanjutnya.

Kendala yang terjadi pada pemijahan saat melakukan kegiatan magang di BPBAT

Jambi, induk tidak sampai pemulihan TGK selama 1,5 bulan namun sudah

dipijahkan kembali. Sehingga larva yang dihasilkan sedikit. Solusi yang harus

dilakukan, sebaiknya induk yang sudah dipijahkan sebelum 1,5 bulan jangan

dipijahkan kembali agar bisa menghasilkan larva yang sesuai dengan keinginan.

6.1.2. Panen Larva Nila Jica

Pada usia 4-5 hari larva telah hampir menyerupai induknya, dan pada saat

ini induk nila jica mulai membiarkan larva ikan untuk mencari makan sendiri. Hal

ini di tandai adanya gerombolan anak ikan nila jica di sekitar kolam pemijahan.

Disaat itulah dilakukannya pemanenan larva pada pagi dan sore hari.
48

Pada proses pemanenan larva tidak ditemui kendala dan permasalahan.

Hal ini dikarenakan jumlah alat yang memadai untuk melakukan panen, jumlah

tenaga kerja yang cukup, serta tidak adanya hama yang menggangu larva.

6.1.3. Pemeliharaan Larva Ikan Nila Jica

Pemeliharan larva dilakukan selama seminggu, setelah itu baru ditebar ke

kolam pendederan. Dalam masa pemeliharaan larva tidak ditemui kendala dalam

pelaksaannya, hal ini karena selama pemeliharaan larva tidak ada hama yang

mengganggu kelangsungan hidup larva serta sarana dan prasarana dalam

melakukan kegiatan ini cukup memadai sehingga tidak ditemukannya masalah.

6.2. Teknik Pendederan Larva Ikan Nila Jica

6.3.1. Persiapan Wadah Kolam Pendederan I

Persiapan wadah pendederan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu,

tahap pertama pengeringan kolam, tahap kedua pengapuran tanah darsar kolam,

tahap ketiga pemupukan tanah dasar kolam, tahap terakhir yaitu pengisian air.

Dalam pelaksaan kegiatan persiapan wadah pendederan I, tidak ada di

temukannya kendala karena sarana dan prasarana, alat dan bahan serta tenaga

kerja untuk melakukan kegiatan ini memadai. Sehingga pelaksaan persiapan

wadah kolam pendederan dilaksanakan tanpa adanya kendala.

6.2.2. Padat Tebar dan Teknik Penebaran

Dalam tahap ini tidak ditemukan permasalahan yang signifikan. Karena

padat penebaran sesuai dan tidak perlu ada teknik khusus dalam penebaran.

Dalam persiapan kolam pendederan juga tidak di temukan permasalahan. Selain

sarana dan prasana untuk kegitan persiapan kolam lengkap, tenaga kerja juga

cukup ditambah tenaga dari para peserta magang di BPBAT Jambi.


49

6.2.3. Pakan dan Pemberian Pakan

Untuk pakan tidak ditemukan permasalahan. Selain stok pakan yang

cukup, kandungan nutrisi dalam pakan juga sudah sesuai dengan kebutuhan ikan.

Sehingga ikan tumbuh dan berkembang dengan baik. Permasalahannya dalam

teknik atau cara pemberian pakan, yaitu pemberian pakan keliling kolam saat ikan

masih stadia larva dan belum terbiasa makan disatu sudut pinggir kolam, sehingga

menguras tenaga dan waktu. Solusi yang dapat dilakukan yaitu pembiasaan ikan

untuk berkumpul disalah satu sudut kolam. Cara ini mempermudah untuk

pemberian pakan.

6.2.4. Manajemen Pemeliharaan Larva dan Pendederan Ikan Nila Jica

Dalam proses manajemen pemeliharaan larva dan pendederan ikan nila

jica, hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan yaitu pengukuran kualitas air yang

bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas air sudah sesuai dengan standar baku

pemeliharaan larva dan pendederan ikan nila jica yang baik.

Permasalahan dalam proses manajemen pemeliharaan yaitu dalam proses

pengukuran kualitas air kolam. Banyaknya peserta magang di BPBAT Jambi dan

sedikitnya unit untuk alat pengukuran kualitas air menyebabkan terjadinya antrian

dalam pemakaian alat baik di lapangan maupun dalam laboratorium. Solusi untuk

masalah ini yaitu harap dari pihak BPBAT Jambi agar dapat menambah unit alat

pengukuran kualitas air.

6.2.5 Pemanenan Benih Ikan Nila Jica

Pemanenan benih dilakukan setelah masa pemeliharaan pendederan I

selama 3 minggu, dilakukan pada pagi hari. Panen dilakukan dengan


50

menggunakan jaring. Setelah panen selesai tahap selanjutnya dilakukan grading

untuk memisahkan benih sesuai dengan ukuran masing-masing.

Dalam proses pemanenan juga tidak ditemukan pemasalahan, hal ini

disebabkan cukupnya alat dan fasilitas dalam pemanenan. Dan juga cukupnya

tenaga kerja untuk melakukan proses pemanenan ditambah bantuan tenaga dari

para peserta magang.

6.3. Manajemen Penyakit Ikan Nila Jica

Dalam kegiatan pemeliharaan larva dan pendederan selam 30 hari,

menejemen penyakit ikan sangat penting. Mengingat untuk keberhasilan selama

pemeliharaan akan berhasil bila ikan nila jica yang dipelihara tidak terserang

penyakit. Selama magang 30 hari di BPBAT Jambi tidak ditemukanya penyakit

selama pemeliharaan larva maupun dalam tahap pendederan I.


51

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

Pemeliharaan larva dilakukan pada wadah hapa ukuran 6 m2 selama 1

minggu. Penderan larva ikan nila jica dilakukan pada kolam beton ukuran 250 m2

dengan padat tebar 60 ekor/m2 jumlah ikan yang di tebar 15.000 ekor. Pakan

untuk larva umur 10 hari diberi pakan pelet tepung. Dan 2 minggu setelah masa

pemeliharaan diberi pakan crumble. Hasil panen didapat 3 ukuran yaitu: 1-3 cm

30% 3-5 cm 60% 5-8 cm 10% dengan SR 70% yaitu 10.500 ekor larva yang di

panen.

Selama pemeliharaan larva dan pendederan ikan nila jica tidak ada

penyakit atau kematian yang ditemukan. Hal ini disebabkan karena kualitas larva

dan benih yang digunakan termasuk baik, adaptif atau mudah menyesuaikan diri

(toleran) dengan perubahan keadaan lingkungan serta tahan (resisten) terhadap

gangguan hama dan penyakit.

7.2. Saran

Sebaiknya induk yang digunakan sudah melewati masa pemeliharaan

untuk pemulihan tingkat kematangan gonad dengan waktu pemulihan 1,5 bulan.

Sehingga induk yang dipijahkan dapat menghasilkan larva atau benih yang sesuai

dengan apa yang diharapkan.


52

DAFTAR PUSTAKA

Amri, K. dan Khairuman. 2008. Budidaya Ikan Nila Secara Intensif. Argo Media
Pustaka. Jakarta. 144 hal.
Arie, U. 2001. Pembenihan dan Pembesaran Nila Gift. Penebar Swadaya. Jakarta.
128 hal.
Arie, U. dan Dejee, D. 2002. Panduan Lengkap Benih Ikan Konsumsi. Penebar
Swadaya. Jakarta. 226 hal.
Bachtiar, Y.2010. Buku pintar Budi Daya & Bisnis Gurami. Agro Media. Jakarta.
220 hal.
Effendie, M. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.
Ghufran, M. dan Kodri, K. 2010. Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Penerbit
Andi. Jakarta. 156 hal.
Ghufran, M. dan Kodri, K. 2013. Budidaya Nila Unggul. Agro Media. Jakarta.
156 hal.
Judantari, Sri, Amri, dan Khairuman. 2008. Prospek Bisnis dan Teknik Budidaya
Nila Unggul Nila Nirwana. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 157 hal.
Khairuman, H dan Amri, K. 2011. 2,5 Bulan Panen Ikan Nila. Agro Media.
Jakarta. 202 hal.
Khairuman, H dan Amri, K. 2013. Budi Daya Ikan Nila. Agro Media. Jakarta. 122
hal.
Kordi, dan Ghufron. 2000. Budidaya Ikan Nila. Dahara Prize. Semarang. 205 hal.
Nelson, J.S.1984.Fishes of the word. Jhon Wiley& Sons, New York 524 p.
Nugroho, E. dan Kristanto, H. A. 2008. Panduan Lengkap Ikan Konsumsi Air
Tawar Populer. Penebar Swadaya. Jakarta. 132 hal.
Nugroho, E. 2011. Nila #1 Unggul. Penebar Swadaya Jakarta. 122 hal.
Pratiwi, I. 2015. Usaha Pembibitan 9 Jenis Ikan Unggulan. Pustaka Baru Press.
Yogyakarta. 193 hal.
Prayoga, A. 2011. Sukses Budidaya Nila Tumpangsari Jamur Tiram. Abata Press.
Yogyakarta. 120 hal.
Saanin, H. 1986. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Cpta. Jakarta. 520
hal.
53

Sucipto, A. dan Prihartono, E. 2005. Pembesaran Nila Merah Bangkok.


Penebar Swadaya, Jakarta. 155 hal.
Sutanto, D. 2015. Budidaya Nila. Pustaka Baru Press. Yogyakarta. 127 hal.
Sutisna, D. H dan R. Sutarmanto. 1999. Pembenihan Ikan Air Tawar. Kanasius.
Yogyakarta. 132 hal.
Suyanto, R. 1994. Nila. Penebar Swadaya. Jakarta.105 hal.
54

LAMPIRAN
55

Lampiran 1. Peta Lokasi Magang Desa Sungai Gelam


56

Lampiran 2. Lay Out BPBAT Jambi


57

Lampiran 3 Tabel Pengukuran Bobot Dan Panjang Larva

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4


No TL BW TL BW TL BW TL BW
(Cm) (g) (Cm) (g) (Cm) (g) (Cm) (g)
1. 0,08 0,001 1,9 0,1 2,6 0,55 4,5 1,51
3. 0,08 0,001 0,9 0,1 2,3 0,32 3,5 0,72
2. 0,07 0,001 1,11 0,2 2,1 0,38 4,7 1,85
4. 0,08 0,005 0,12 0,3 1,3 0,41 4,5 1,66
5. 0,14 0,005 1,11 0,2 2,3 0,43 4,5 1,85
6. 0,08 0,005 0,8 0,2 2,5 0,73 4 1,47
7. 0,09 0,002 0,08 0,1 2,7 0,52 4,5 1,94
8. 0,12 0,003 0,9 0,2 3,1 0,37 4,5 1,9
9. 0,15 0,004 0,09 0,1 3,1 0,3 4,5 2,27
10. 0,08 0,001 0,1 0,1 1,8 0,35 4,9 1,43
11. 0,09 0,001 0,09 0,2 3 0,28 3,8 1,72
12. 0,16 0,003 0,9 0,2 3,8 0,22 4,5 1,24
13. 0,08 0,001 1,09 0,2 2,3 0,22 4,6 1,71
14. 0,07 0,001 0,12 0,4 2,2 0,4 4,3 1,09
15. 0,07 0,001 1,1 0,2 3,5 0,25 4 0,72
16. 0,08 0,001 0,9 0,2 3,6 0,15 3,8 1,27
17. 0,07 0,002 0,1 0,3 3 0,26 3,9 1,56
18. 0,07 0,005 0,8 0,1 3,9 0,17 4,5 1,1
19. 0,08 0,002 1,08 0,2 3,5 0,33 3,5 0,9
20. 0,13 0,003 0,1 0,3 3,1 0,28 4,7 1,18
21. 0,13 0,004 0,1 0,3 3,8 0,12 4,5 1,63
22. 0,59 0,002 1,15 0,7 2,8 0,37 4 1,25
23. 0,09 0,001 0,1 0,2 3,3 0,12 4,5 1,32
24. 0,08 0,001 0,8 0,1 2,8 0,21 4,5 0,93
25. 0,09 0,001 0,9 0,2 2,5 0,09 4,9 1,73
26. 0,08 0,001 1,07 0,1 3,5 0,19 3,8 1,1
27. 0,1 0,001 0,7 0,1 2,6 0,19 4,5 0,72
28. 0,07 0,001 1,08 0,3 2,5 0,25 4 1,52
29. 0,07 0,002 0,21 0,2 2,3 0,22 4,3 1,32
30. 0,08 0,002 1,09 0,3 2,4 0,19 4 1,23
Total 3,25 0,064 20,59 6,4 84,2 8,87 128,7 41,84
Rata-
rata 0,108 0,002 0,686 0,213 2,807 0,296 4,29 1,394667
58

Lampiran 4. Analisis Data Primer

1. Pertumbuhan Panjang mutlak

L = Lt Lo

L = 4,29 g 0,0108 g

L = 4,18 g

2. Pertumbuhan bobot mutlak

Wm = Wt Wo

Wm = 1,3 0,002

Wm = 1,29 g

3. Laju pertumbuhan spesifik

LPS = ln Wt ln Wo x 100%
t
LPS = ln 41,84 ln 0,0064 x 100%
30
LPS = 3,3 %

4. Tingkat keluluhidupan larva (SR)

SR = Nt x 100%
No
SR = 10.500 x 100%
15.000
SR = 70 %
59

Lampiran 5.Tabel Kegiatan Selama Magang

Paraf
Hari /
No Kegiatan Hasil Pembimbing
Tanggal/Jam
Lapangan
Senin, -
Sampai kelokasi magang
23/01/2017/
BPBAT Jambi
11.15
1 14.00 Administrasi -
Mengikuti seminar magang Diskusi seminar dan arahan dari
14.30 jurusan manajmen sumberdaya pembimbing untuk kelompok
perairan universitas riau cyclid
Selasa, -
Pengarahan dan pembagian
24/01/2017/
pembimbing lapangan
2 08:15
09:10 Gotong royong -
14.00 Lanjut gotong royong -
Peserta seminar 25 orang dari
jurusan BDP UR, audience anak
Rabu, SMK dan mahasiswa MSP
Seminar proposal jurusan
25/01/2017/ Pembimbing lapangan terdiri
Budiaya Perairan UR
3 09:15 dari satu orang dari masing-
masing bidang yaitu cyclid,
domestik, catfish
Seminar lanjutan sampai Penampilan seminar dari cyclid
140:00
selesai dan domestik
Kamis, -
26/01/2017/ Absen pagi
08:00
Pemasangan hapa untuk Ukuran hapa 3 x 2 m
4 0915. pemeliharaan larva/
penampungan larva sementara
Panen larva di kolam Menggunakan serok halus
16.00
pemijahan
16.10 Absen sore -
Jumat, -
27/01/2017/ Absen pagi
08:00
Pengeringan kolam, pembalikan
08:15 Persiapan wadah pendederan I tanah dasar kolam, pengapuran,
5 pemupukan.
Ambil sampel dan pengukuran Panjang rata-rata larva 0,108 cm
09:44
panjang serta berat larva Berat rata-rata larva 0,002 g
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
16.00 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
60

16:10 Absen sore -


Sabtu, Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
28/01/2017/ larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
6 08:07 induk
Packing ikan mas ukuran
09:15 Packing ikan mas
konsumsi, 45 kantong plastik
Minggu, Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
29/01/2017/ larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
08:00 induk.
Pemberian pakan larva di hapa Jenis pakan pellet tepung untuk
7 14:00 dan pakan induk di kolam larva, pakan komersil untuk
pemijahan induk.
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
16:00 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
Senin, -
Absen pagi
30/01/2017/
08:00
08:15 Apel pagi -
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
08:30 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
Pemindahan ikan nila calon Untuk pemeliharaan calon induk
09:30
induk dari kolam ke keramba
8
Pemberian pakan larva di hapa Jenis pakan pellet tepung untuk
13:40 dan pakan induk di kolam larva, pakan komersil untuk
pemijahan induk.
Pengisian air di kolam Ketinggian air awal 25 cm
14.00
pendederan.
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
16:00 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
16:30 Absen sore -
Selasa, -
31/01/2017/ Absen pagi
08:00
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
08:10 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
Pemindahan ikan nila ari Ikan di pindahkan ke keramba
9 09:00
kolam ke keramba untuk pemeliharaan induk
Pemberian pakan larva di hapa Jenis pakan pellet tepung untuk
14:00 dan pakan induk di kolam larva, pakan komersil untuk
pemijahan induk.
Penambahan ketinggian air di Hingga tinggi air mencapai 80
15.00
kolam pendederan cm
16:00 Panen larva, pemberian pakan Jenis pakan pellet tepung untuk
61

larva dan induk nila jica larva, pakan komersil untuk


induk.
16:15 Absen sore -
Rabu, Ambil sampel air di kolam B7 Suhu 29C
01/02/2017/ dan pengukuran suhu pagi air
05:30 kolam
DO 1,22 Mg/L
Ukur Do dan pH di
06:00 pH 6,82
laboratorium II kualitas air
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
08:00 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
08:20 Absen pagi -
Pengukuran kecerahan air Kecerahan 19,5 cm
09:00
kolam pagi
10 Ambil sampel air di kolam B7, Suhu 29C
pengukuran suhu siang air kecerahan 20 cm
13:30
kolam dan pengukuran
kecerahan air kolam
Pemberian pakan larva di hapa Jenis pakan pellet tepung untuk
14:00 dan pakan induk di kolam larva, pakan komersil untuk
pemijahan induk.
Ukur Do dan pH di DO13,05 Mg/L
15:30
laboratorium II kualitas air pH 9,88
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
16:00 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
16:30 Absen sore -
Kamis, Ambil sampel air di kolam B7 Suhu 28C
02/02/2017/ dan pengukuran suhu pagi air
05:30 kolam
Ukur Do dan pH di DO 5,30 Mg/L
06:30
laboratorium II kualitas air pH 6,76
Pengukuran kecerahan air 19,2 cm
07:20
kolam B7
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
08:05 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
11 induk.
09:30 Absen pagi -
Ambil sampel air di kolam B7, Suhu 29C
pengukuran suhu siang air
13.44
Kolam dan pengukuran
kecerahan air kolam
Pemberian pakan larva di hapa Jenis pakan pellet tepung untuk
14:00 dan pakan induk di kolam larva, pakan komersil untuk
pemijahan induk.
14:55 Ukur Do dan pH di DO 7,75 Mg/L
62

laboratorium II kualitas air pH 9,74


Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
16:00 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
16:30 Absen sore -
Jumat, Ambil sampel air di kolam B7 28C
03/02/2017/ dan pengukuran suhu pagi air
05:30 kolam
DO 2,44 Mg/L
Ukur Do, amoniak dan pH di
05:55 Amonia 0,21 Mg/L
laboratorium II kualitas air
pH 6,72
Jenis pakan pellet tepung untuk
Panen larva, pemberian pakan
08:00 larva, pakan komersil untuk
larva dan induk nila jica
induk.
Pengukuran kecerahan air Kecerahan 17 cm
08:10
kolam B7
Jumlah larva yang di tebar
12 08:20 Penebaran larva
15.000 ekor
Ambil sampel air di kolam B5, Suhu 32C
pengukuran suhu air Kolam Kecerahan 20 cm
13:30
dan pengukuran kecerahan air
kolam
Ukur Do di laboratorium II DO 11,42 Mg/L
14:30
kualitas air
Pengukuran pertumbuhan larva Panjang rata-rata larva 0,686 cm
15:30
ikan nila jica Berat rata-rata 0,213 g
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
16:00
kolam pendederan larva
16:20 Absen sore -
Sabtu, Ambil sampel air di kolam B7 Suhu 29C
04/02/2017/ dan pengukuran suhu pagi air
05:30 kolam
Ukur Do di laboratorium II DO 1,63 Mg/L
06:00
kualitas air
08:00 Absen pagi -
13 Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
08:15
kolam pendederan larva
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
13:30
kolam pendederan larva
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
16:00
kolam pendederan larva
16:20 Absen sore -
Minggu, Jenis pakan pellet crumble untuk
Pemberian pakan larva di
05/02/2017/ larva
kolam pendederan
14 08:00
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
14:00
kolam pendederan larva
63

Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk


16:00
kolam pendederan larva
Senin, -
06/02/2017/ Absen pagi
08:00
Pengrahan dari pembina apel
untuk peserta magang di
08:15 Apel pagi
BPBAT Jambi untuk mengikuti
15 seminar
Mengikuti seminar hasil Dengan narasumber dosen dari
kegiatan 2016 dan seminar UGM
09:15
proposal kegiatan 2017
BPBAT Jambi
Seminar kegiatan dari karyawan
14:00 Mengikuti seminar lanjutan
BPBAT Jambi sampai selesai
Selasa, -
07/02/2017/ Absen pagi
08:00
Mengikuti seminar hasil Dengan narasumber dosen dari
16 kegiatan 2016 dan seminar UGM
09:15
proposal kegiatan 2017
BPBAT Jambi
Seminar kegiatan dari karyawan
14:00 Mengikuti seminar lanjutan
BPBAT Jambi sampai selesai
Rabu, -
08/02/2017/ Absen pagi
08:00
Narasumber dari pegawai
BPBAT Jambi dari bidang
17 09:05 Pemdatan materi
cyclid yaitu ikan nila dan ikan
mas
Narasumber dari pegawai
14:00 Lanjutan pemadatan materi BPBAT Jambi dari bidang
cahtfish
Kamis, Jenis pakan pellet crumble untuk
Pemberian pakan larva di
09/02/2017/ larva
kolam pendederan
08:00
Jaring benih ikan mas di kolam Benih di jaring untuk di grading
10:15
B1 dan kolam akan di keringkan
Benih di pisahkan antara yang
18 warna hitam dengan yang warna
14:00 Grading benih ikan mas merah kemudiang di grading
atau di pisahkan berdasarkan
ukuran
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
16:00
kolam pendederan larva
16:30 Absen sore -
64

Dengan dosis penyuntikan 0,6/


Penyuntikan induk ikan baung
00:00 Kg untuk induk betina dalam
untuk pemijahan
penyuntikan kedua
Jumat, -
10/02/2017/ Absen pagi
07:30
Persiapan kolam pendederan Pengeringan, pembalikan dasar
08:30
di B1 kolam, pengapuran, pemupukan
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
19 13:45
kolam pendederan larva
Ambil sampel larva dan Panjang rata-rata larva 2,807cm
14:00
pengukuran larva Berat rata-rata 0,489 g
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
16:00
kolam pendederan larva
16:20 Absen sore -
Sabtu, Jenis pakan pellet crumble untuk
Pemberian pakan larva di
11/02/2017/ larva
kolam pendederan
08:00
Hitung larva dan pemindahan Jumlah larva 170.000
09:15 larva nila merah ke kolam
20 pendederan B12
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
14:00
kolam pendederan larva
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
16:00
kolam pendederan larva
16:20 Absen sore -
Minggu, Jenis pakan pellet crumble untuk
Pemberian pakan larva di
12/02/2017/ larva
kolam pendederan
08:00
21 Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
14:00
kolam pendederan larva
Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
16:00
kolam pendederan larva
Senin, -
13/02/2017/ Absen pagi dan apel pagi
08:00
09:50 Ujian, evaluasi materi 4 bentuk soal semuanya esai
Seleksi calon induk ikan nila 2.160 ekor calon induk betina
10:20
jica di keramba waduk tiga
Jenis pakan pellet crumble untuk
22 13:30 Kasih pakan siang
larva
Bersihkan bak beton untuk Pembersihan bak, pemasangan
14: 20 kolam pemijahan ikan mas hapa dan pemasangan kakaban
jayasakti
Seleksi induk ikan mas di Dengan perbandingan 1:3 induk
15:20
keramba waduk 3 jantan dan induk betina
16:00 Kasih pakan sore Jenis pakan pellet crumble untuk
65

larva
Menggunakan hormon ovavrim,
Penimbangan bobot awal induk
hanya induk betina yang di
17:00 sebelum pemijahan dan
pijahka. Pemijahan dengan sitem
Penyuntikan induk ikan mas
semi alami
Selasa,14/02/2 Pemberian pakan larva di Jenis pakan pellet crumble untuk
017/ 08:00 kolam pendederan larva
Penimbangan bobot akhir Rata-rata bobot induk betina
08:55 induk setelah melakukan Rata-rata bobot induk jantan
pemijahan
Seleksi calon induk ikan jica di Dengan jumlah induk betina
10:15
keramba waduk 3
Pembahasan materi dan data Data pendederan ikan nila
23 14:00 yang belum didapat dengan
pembimbing lapangan
Packing ikan mas dan nila Dikolam dan diaduk 3
15:00
untuk di jual ke konsumen
Jenis pakan pellet tepung untuk
larva, pakan komersil untuk
Pemberian pakan larva di
16:00 induk. Sistem pemberian pakan
kolam pendederan
yaitu secara manual atau
menggunakan tangan
LIBUR NASIONAL, kasih Pelet berbentuk crumble kolam
Rabu,
pakan larva pagi, mengukur B5
15/02/2017/
kualitas air kolam pendederan
08:30
larva ikan nila
Kasih pakan larva siang Pelet berbentuk crumble kolam
14:00
24 dikolam pendederan B5
Kasih pakan larva sore di Pelet berbentuk crumble kolam
16:00
kolam pendederan B5
Dilakukan dengan 2 kali
21:00 Penyuntikan induk ikan patin penyuntikan dengan jarak waktu
1 jam
Kamis, -
16/02/2017/ Absen pagi
08:00
09.00 Seminar proposal mahasiswa Di auditorium BPBAT Jambi
manajemen sumberdaya
25 perairan
12.00 ISOMA -
14.00 Lanjut seminar proposal -
mahasiswa manajemen
sumberdaya perairan
16.00 Absen
Jumat , Absen dan kasih pakan pagi Kolam B5, dengan pemberian
26 17/02/2017/ larva di kolam pendederan pakan pelet crumble
08:00
66

09.00 Seminar proposal Manajemen


sumberdaya perairan
12.00 ISOMA
14.00 mengunjungi Perpustakaan Pinjam buku
16:00 Absen sore -
Sabtu, Absen pagi -
27 18/02/2017/
08:00
Minggu, LIBUR -
28
19/02/2017/
Senin, Absen pagi dan apel pagi -
20/02/2017/
08:00
29
08:00 Lanjutan seminar hasil magang Buat proposal dan power point
Budidaya Perairan Universitas untuk seminar hasil magang di
Riau BPBAT Jambi
Selasa, Seminar hasil magang -
21/02/2017 Budidaya Perairan Universitas
08.00 Wib Riau
30 12.00 Wib ISOMA -
14.00 Wib Lanjutan seminar hasil magang -
Budidaya Perairan Universitas
Riau
Rabu, -
22/02/2017 Lanjutan seminar hasil magang
08.00 Wib Budidaya Perairan Universitas
31
Riau
!11.00 Wib Persiapan acara perpisahan dari -
BDP UR
Kamis Panen benih Hasil panen di dapat 3 ukuran
23/02/2017 yaitu: 1-3 cm 30% 3-5 cm 60%
32 5-8 cm 10% dengan SR 70%
yaitu 10.500 ekor larva yang di
panen
Jumat, pulang ke pekanbaru -
32
24/02/2017

Sei Gelam, 23 Februari 2017

Mubinun S.Pi, M.Si


67

Lampiran 6. Alat dan Bahan yang Digunakan Selama Praktek Magang

Timbangan Analitik Profil Projector

Spektofotometer Garu kayu

Gayung Hapa

Ember sampling larva Termometer

Sechi disk Botol sampel


68

Serok halus Ember, Tangguk dan sendok Kecil

Plastik packing Kapur tohor

Pupuk organik Pelet tepung

Pelet crumble Pakan Pelet untuk induk


69

Lampiran 7 Kegiatan yang Dilakukan Selama Magang

Pemberian pakan larva


Serok larva di kolam pemijahan

Penimbangan berat larva Pengkuran panjang larva

Pengeringan kolam Pembalikan tanah dasar kolam

Pengapuran Pemupukan
70

Pengisian air Pengambilan sampel air

Pemanenan benih
Pengukuran DO dan amoniak

Pengukuran panjang benih hasil panen Grading benih hasil panen