Anda di halaman 1dari 4

1.

Definisi Air Bersih


Air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum (kualitas,
kuantitas, dan kontinuitas)

Persyaratan Kualitatif
Persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas
fisik, kimia, biologi dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek
samping.
a) Syarat-syarat Fisik
Secara fisik air bersih harus jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Selain itu juga
suhu air bersih sebaiknya sama dengan suhu udara atau kurang lebih 25oC.
b) Syarat-syarat Kimia
Air bersih tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang
melampaui batas.
c) Syarat-syarat bakteriologis dan mikrobiologis.
Air bersih tidak boleh mengandung kuman patogen dan parasitik yang mengganggu
kesehatan.
d) Syarat-syarat Radiologis.
Persyaratan radiologis mensyaratkan bahwa air bersih tidak boleh mengandung zat yang
menghasilkan bahan-bahan yang mengandung radioaktif.
Persyaratan Kuantitatif (Debit), ditinjau dari banyaknya air baku yang tersedia dan
standar debit air bersih yang dialirkan ke konsumen sesuai dengan jumlah kebutuhan air
bersih (domestik dan non domestik). Air baku untuk penyediaan air bersih menggunakan
debit andalan 90%
Persyaratan Kontinuitas, air baku untuk air bersih harus dapat diambil terus menerus
(tersedia 24 jam per hari) dengan fluktuasi debit yang relatif tetap, baik pada saat musim
kemarau maupun musim hujan.
Kebutuhan Air Bersih Domestik
Kategori Jumlah Penduduk (Jiwa) Pemakaian Air (lt/hari/jiwa)
Metropolitan > 1.000.000 150
Kota Besar 500.000 1.000.000 120
Kota Sedang 100.000 500.000 100
Kota Kecil 25.000 100.000 90
Ibukota Kecamatan 10.000 25.000 60
Pedesaan < 10.000 50

Jaringan Pipa dalam SPAM


Jaringan Pipa Transmisi Air Baku adalah ruas pipa pembawa air dari sumber air
sampai unit produksi; Jaringan Pipa Transmisi Air Minum adalah ruas pipa pembawa air
minum dari unit produksi/bangunan penangkap air sampai reservoir atau batas distribusi;
Jaringan Pipa Distribusi adalah ruas pipa pembawa air dari bak penampung reservoir
sampai unit pelayanan. Sistem penyediaan air minum/air bersih (SPAM)
1) Unit air baku
Adalah sarana dan prasarana pengambilan dan/atau penyedia air baku meliputi:
a. bangunan penampungan air
b. bangunan pengambilan/penyadapan
c. alat pengukuran dan peralatan pemantauan
d. sistem pemompaan dan/atau bangunan sarana pembawa serta perlengkapannya.
2) Unit Produksi
Adalah sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk mengolah air baku menjadi air
minum melalui proses fisik, kimiawi an/atau biologi, meliputi:
a. bangunan pengolahan dan perlengkapannya;
b. perangkat operasional;
c. alat pengukuran dan peralatan pemantauan;
d. bangunan penampungan air minum.
3) Unit distribusi
Adalah sarana untuk mengalirkan air minum dari titik akhir pipa transmisi air minum
sampai unit pelayanan.
4) Unit pelayanan
Adalah sarana untuk mengambil air minum langsung oleh masyarakat yang terdiri dari
sambungan rumah, hidran umum, dan hidran kebakaran.
Perencanaan unit air baku
a) Perencanaan unit air baku harus disusun berdasarkan ketentuan dimana debit pengambilan
harus lebih besar daripada debit yang diperlukan, sekurang-kurangnya 130% kebutuhan
rata-rata air minum.
b) Perencanaan bangunan pengambilan air baku harus memperhatikan keandalan bangunan,
pengamanan sumber air baku dari bahan pencemar, keselamatan, biaya operasi dan
pemeliharaan yang optimal
Perencanaan Unit Transmisi
Sistem transmisi harus menerapkan metode-metode yang mampu mengendalikan pukulan
air (water hammer) yaitu bilamana sistem aliran tertutup dalam suatu pipa transmisi terjadi
perubahan kecepatan aliran air secara tiba-tiba yang menyebabkan pecahnya pipa transmisi atau
berubahnya posisi pipa transmisi dari posisi semula. Perlengkapan sistem transmisi air baku air
minum: katup pelepas udara, katup pelepas tekanan, katup penguras, katup ventilasi udara.
Perencanaan Unit Produksi, meliputi: bangunan pengolahan dan perlengkapannya; perangkat
operasional; alat pengukuran dan peralatan pemantauan; bangunan penampungan air minum.
Koagulasi, adalah proses pencampuran bahan kimia (koagulan) dengan air baku sehingga
membentuk campuran yang homogeny. Koagulan adalah bahan (kimia) yang digunakan untuk
pembentukan flok pada proses pencampuran.
Penentuan dimensi unit koagulasi
- Pengaduk hidrolis

Q = A.v ; A = . .d2 C = Q.td (kapasitas bak) dalam m3


2 2
Hgs = f . . mayor losses (Darcy Weisbach) Hl = k . minor losses
2. 2.

hf total = hgs + hl (m air)


hgs dengan cara Hazen William
Q = 0,2785 . C . d2,63 . S0,54
Q
S = [----------------------] 1/ 0,54
0,2785. Cn. D12,63
hgs = S. L G^2=Q. . Hf/ C
Syarat G >750
- Koagulasi dengan pengaduk mekanis
K
P = gc + . N3. D5

Flokulasi (pengaduk lambat), adalah proses pembentukan partikel flok yang besar dan padat
agar dapat diendapkan. Jumlah motor pengaduk unit flokulasi minimal 2 buah berkapasitas sama.
Dimensi unit flokulasi (pengaduk lambat)
- Tipe hidrolis dengan jenis pengaduk statis
g .hf
C = Q.td G2 = .td

p x l x d = Q.td
- Flokulasi dengan pengaduk mekanis
K
P = gc + . n3. D5

Flotasi (pengapungan), adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat
jenis dengan cara diapungkan.
Sedimentasi (pengendap), proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis
dengan cara pengendapan.
Clarifier, gabungan pengaduk lambat (flokulator) dan pengendap.
Dimensi unit sedimentasi
.
A = ( + )

Filtrasi (saringan cepat), proses memisahkan padatan dari supernatran melalui media
penyaring. Supernatran memiliki beraj jenis lebih ringan dibanding padatan.
Dimensi unit fltrasi (penyaring)

Q = A. A=

dimana: Q : kapasitas pengolahan (m3/detik)


A : luas bak (m2)
v : adalah kecepatan penyaringan (m/detik)
Netralisasi, proses untuk menyesuaikan derajat keasaman (pH) pada air.
Desinfeksi, proses mematikan bakteri pathogen dan memperlambat pertumbuhan lumut dengan
pembubuhan bahan kimia.
Lokasi dan tinggi reservoir ditentukan berdasarkan pertimbangan sebagai berikut:
a) Reservoir pelayanan di tempat sedekat mungkin dengan pusat daerah pelayanan
b) Tinggi reservoir pada sistem gravitasi ditentukan sedemikian rupa sehingga tekanan
minimum sesuai hasil perhitungan hidrolis di jaringan pipa distribusi
c) Jika elevasi muka tanah wilayah pelayanan bervariasi, maka wilayah pelayanan dapat
dibagi menjadi beberapa zona wilayah pelayanan