Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2


PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SMP KELAS VII SEMESTER GENAP

SHALAT JUMAT

DISUSUN OLEH

Disusun Oleh :

Iwan Hamid Arrosyid

FAKULTAS TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM JEMBER


2017
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah yang berjudul Shalat
Jumat dapat tersusun dengan baik dan dapat disajikan dengan baik.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan maupun pengkajiannya masih
banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
berbagai pihak yang sifat-sifatnya membangun sangat saya harapkan, hal ini
semata demi untuk perbaikan di masa yang akan datang sehingga akan menjadi
lebih baik lagi.
Demi kelancarannya mengerjakan tugas ini saya ucapkan terima kasih
kepada Kedua orang tua saya yang telah memberikan motivasi dan semua teman
teman yang ikut membantu memberikan saran dan ilmunya dalam penyusunan
makalah ini.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya
kepada kita semua, dan akhirnya mudah-mudahan makalah ini walaupun
sederhana dapat bermanfaat bagi para pembaca makalah yang telah saya susun ini.
Amiin ya robbal alamin.

Jember, Oktober 2017

Penyusun

i
Materi Pendidikan Agama Islam
SMP Kelas VII Semester Genap

Bab X : Hukum bacaan nun sukun (tanwin) dan mim sukun : A). Hukum
bacaan nun mati atau tanwin. B). Hukum bacaan mim mati. C). Perbedaan hukum
bacaan nun mati atau tanwin dan hukum bacaan mim mati. D). Penerapan hukum
bacaan nun mati atau tanwin dan hukum bacaan mim mati dalam al-quran.
Bab XI : Iman kepada malaikat : A). Pengertian iman kepada malaikat
Allah. B). Perbedaan malaikat, jin dan setan (iblis). C). Tugas dan nama malaikat.
D). Keterkaiatan tugas malaikat Allah dengan perbuatan manusia.
Bab XII : Perilaku terpuji (kerja keras, tekun, ulet dan teliti) : A). Perilaku
terpuji kerja keras. B). Perilaku terpuji tekun dan ulet. C). Perilaku teliti. C).
Perbuatan Sunnah dalam shalat jumat. D). Tata cara shalat jumat.
Bab XIII : Shalat jumat : A). Pengertian dan dasar hukum shalat jumat.
B). Syarat mendirikan shalat jumat. C). Perbuatan Sunnah dalam shalat jumat.
D). Tata cara shalat jumat.
Bab XIV : Shalat jama dan Qasar : A). Pengertian dan dasar hukum shalat
jama dan qasar. B). Syarat-syarat shalat jama. C). Syarat-syarat shalat qasar. D).
Mempraktikan shalat jama dan qasar.
Bab XV : Misi dakwah Nabi Muhammad SAW : A). Misi kerasulan Nabi
Muhammad SAW. B). Bukti-bukti Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT. C).
Perjuangan Nabi Muhammad SAW dan sahabat menghadapi masyarakat makkah.

ii
DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar .................................................................................................i


Materi Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VII Semester Genap ............ii
Daftar Isi ...........................................................................................................iii
Bab I : Pendahuluan .................................................................................1
A. Latar Belakang ..........................................................................1
B. Rumusan Masalah .....................................................................2
C. Tujuan Masalah .........................................................................2
D. Silabus Pembelajaran ................................................................3
E. RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ) .............................6
Bab II : Pembahasan ..................................................................................12
A. Pengertian Shalat Jumat .................................................12
B. Hukum Shalat Jum'at ......................................................12
C. Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat.........................12
D. Ketentuan Shalat Jumat .................................................13
E. Hikmah Shalat Jumat .....................................................13
F. Sunat-Sunat Shalat Jumat ..............................................13
Bab III : Penutup .........................................................................................17
A. Kesimpulan ...............................................................................17
B. Saran ..........................................................................................17
Daftar Pustaka ...................................................................................................18

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Shalat Jum'at adalah ibadah shalat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat
secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. Shalat Jum'at hukum fardhu
'ain bagi setiap muslim laki-laki yang beragama islam, merdeka sudah mukallaf,
sehat badan serta muqaim (bukan dalam keadaan mussafir) dan menetap di dalam
negeri atau tempat tertentu.. Ini berdasarkan hadits Rasulallah Saw " Shalat
Jum'at itu wajib bagi atas setiap muslim, dilaksanakan secara berjama'ah kecuali
empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil, dan orang sakit."
(HR. Abu Daud, Dan Al Hakim)
Dalil Al-qur'an Surah Al-Jum'ah ayat 9 :
" Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat
pada hari jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan
tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui."
Sabda Rasulullah : "Sesungguhnya hari Jum'at penghulu semua hari dan
paling agung disisi Allah, ia lebih agung di sisi Allah dari hari Raya Idul Adha
dan Idul Fitri. Dalam hari Jum'at terdapat lima keutamaan : pada hari itu Allah
menciptakan Adam, padahari itu Allah menurunkan adam ke bumi, pada hari itu
allah mewafatkan adam, pada hari itu ada satu saat yang tidaklah seorang
hamba meminta kepada Allah sesuatu melainkan dia pasti memberikannya
selama tidak meminta suatu yang haram, dan pada hari itu akan terjadi kiamat.
Tidaklah malaikat yang dekat (kepada Allah), langit, bumi, angin, gunung, dan
lautan, melainkan mereka semua merindukan hari Jum'at." (HR. Ibnu Majah)

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Untuk mengetahui syarat syah dan syarat wajib melaksanakan shalat
jumat
2. Untuk mengetahui ketentuan shalat jumat
3. Untuk mengetahui hikmah shalat jumat
4. Untuk mengetahui sunat-sunat dalam shalat jumat

C. TUJUAN MASALAH
1. Agar mahasiawa dapat mengetahui pengertian shalat jumat
2. Agar mahasiswa dapat memahami syarat syah dan syarat wajib shalat
jumat
3. Agar mahasiswa lebih mengetauhi tata cara shalat jumat

2
D. Silabus Pembelajaran

SILABUS

Sekolah :
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester : VII / II
Standar Kompetensi : Memahami tatacara shalat Jumat

Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Kegiatan Indikator Pencapaian Alokasi Sumber
Dasar Pembelajar Pembelajaran Kompetensi Bentuk Contoh Waktu Belajar
Teknik
an Instrumen Instrumen
12.1 Shalat 1. Siswa 1. Menjelaskan Tes tulis Uraian 1. Jelaskan 4 x 40 N,O,P,
Menjelaska Jumat membaca pengertian shalat pengertian shalat menit Q,X
n dan Jumat dan dasar Jumat dan dasar
ketentuan- menelaah hukumnya. hukumnya!
ketentuan berbagai
shalat literatur 2. Menjelaskan syarat Tes tulis Jawaban 1. Jelaskan
Jumat. untuk mendirikan shalat singkat syarat-syarat
menemukan Jumat. mendirikan shalat
konsep yang Jumat!
benar
3. Menjelaskan perbuatan Tes lisan Jawaban 1. Jelaskan

3
tentang sunnah yang terkait singkat beberapa
shalat Jumat dengan shalat Jumat. perbuatan
dengan sunnah yang
berbagai terkait dengan
ketentuannya shalat Jumat!
. 4. Menyebutkan Tes tulis Jawaban 1. Jelaskan
beberapa halangan singkat beberapa
melaksanakan shalat halangan
Jumat. melaksanakan
shalat Jumat!
Karakter siswa yang diharapkan Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Kerjasama
Kecintaan
12.2 2. Siswa 1. Menyebutkan beberapa Tes tulis Uraian 1. Jelaskan 2 x 40 N,O,P,
Mempraktikk mempraktikka persiapan untuk beberapa menit Q,X
an shalat n shalat Jumat melaksanakan shalat persiapan
Jumat. bersama-sama Jumat. yang harus
dengan dilakukan
jamaah untuk
lainnya di pelaksanaan
masjid. shalat Jumat!
2. Menjelaskan tatacara Tes tulis Uraian 1. Jelaskan secara
shalat Jumat. lengkap
tatacara shalat

4
Jumat!
3. Mempraktikkan shalat Tes unjuk Praktik 1. Praktikkan
Jumat di sekolah dan kerja pelaksanaan
di masjid. shalat Jumat
bersama
teman-teman
kalian di
sekolah!
Karakter siswa yang diharapkan Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Kerjasama
Kecintaan

............, .......................
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah Pendidikan Agama Islam

___________________ ______________________
NIP. - NIP. -

5
E. RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Sekolah : ................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : VII / II
Standar Kompetensi : Memahami tatacara shalat Jumat
Kompetensi Dasar : Menjelaskan ketentuan-ketentuan salat Jumat
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menjelaskan pengertian, syarat-syarat, sunah-sunah salat
Jumat, membaca dan mengartikan dalil naqlinya, serta menjelaskan
halangannya.

Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines)


Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Kerjasama
Kecintaan

Materi Pembelajaran
Pengertian salat Jumat
Dalil naqli tentang hukum salat Jumat
Syarat-syarat salat Jumat
Ketentuan khutbah Jumat
Sunah-sunah salat Jumat
Halangan salat Jumat

Metode Pembelajaran
Ceramah
Tanya jawab
CTL

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan pertama
Kegiatan Pendahuluan

6
Apersepsi
Guru memotivasi siswa mengenai pentingnya salat Jumat.

Kegiatan Inti
1). Eksplorasi
Guru menjelaskan pengertian, syarat-syarat, salat Jumat.
2). Elaborasi
Siswa berlatih membaca dan mengartikan dalil naqli tentang salat Jumat.
3) Konfirmasi
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan penyimpulan )

Kegiatan Penutup
Guru bersama siswa melakukan refleksi mengenai kegiatan belajar dalam
KD ini. Bermanfaat atau tidak? Menyenangkan atau tidak?

Pertemuan kedua
Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi
Guru memotivasi siswa mengenai pentingnya salat Jumat.

Kegiatan Inti
1). Eksplorasi
Guru menjelaskan sunah-sunah salat Jumat.
2). Elaborasi
Siswa menelaah halangan salat Jumat dan ketentuan orang yang
meninggalkannya melalui dalil naqli/hadits.
3) Konfirmasi
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan penyimpulan )

Kegiatan Penutup
Guru bersama siswa melakukan refleksi mengenai kegiatan belajar dalam
KD ini. Bermanfaat atau tidak? Menyenangkan atau tidak?

Sumber Belajar
Buku Ayo Belajar Agama Islam untuk SMP,
LKS MGMP PAI

7
Mushaf Al-Quran

Penilaian
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen / Soal
Kompetensi Penilaian Instrumen
Menjelaskan Tes tertulis Tes uraian Jelaskan pengertian
pengertian shalat shalat Jumat dan
Jumat dan dasar dasar hukumnya.
hukumnya. Jelaskan syarat
Menjelaskan syarat mendirikan shalat
mendirikan shalat Jumat.
Jumat. Jelaskan perbuatan
Menjelaskan sunnah yang terkait
perbuatan sunnah dengan shalat Jumat.
yang terkait dengan Sebutkan beberapa
shalat Jumat. halangan
Menyebutkan melaksanakan shalat
beberapa halangan Jumat.
melaksanakan shalat
Jumat.

Saran Kepala Sekolah:


.
.
.

................, .................................

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran


Kepala Sekolah Pendidikan Agama Islam

.................................................. ..................................................
Nip : ........................................ Nip : ........................................

8
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : VII / II
Standar Kompetensi : Memahami tatacara shalat Jumat
Kompetensi Dasar : Mempraktikkan salat Jumat
Alokasi Waktu : 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat mempraktikkan mensimulasikan pelaksanaan salat Jumat dan
melaksanakannya di lingkungan sekolah atau di lingkungan tempat
tinggal.

Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines)


Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Kerjasama
Kecintaan
Materi Pembelajaran
Praktik persiapan pelaksanaan salat Jumat
Simulasi pelaksanaan salat Jumat.

Metode Pembelajaran
Tanya jawab
Diskusi
Demonstrasi
Simulasi
Penugasan
CTL

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi
Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil.

Kegiatan Inti
1). Eksplorasi

9
Guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan dan tugas yang harus
dilakukan siswa.
2). Elaborasi
Siswa melakukan praktik dan simulasi salat Jumat.
3) Konfirmasi
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan penyimpulan )

Kegiatan Penutup
Guru bersama siswa melakukan refleksi mengenai kegiatan belajar dalam
KD ini. Bermanfaat atau tidak? Menyenangkan atau tidak?

Sumber Belajar
Buku Ayo Belajar Agama Islam untuk SMP,
LKS MGMP PAI

Penilaian
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen / Soal
Kompetensi Penilaian Instrumen
Menyebutkan Unjuk kerja Tes Sebutkan beberapa
beberapa persiapan identifikasi persiapan untuk
untuk melaksanakan melaksanakan shalat
shalat Jumat. Jumat.
Menjelaskan tatacara Jelaskan tatacara
shalat Jumat. shalat Jumat.
Mempraktikkan praktikkan shalat
shalat Jumat di Jumat di sekolah
sekolah dan di dan di masjid dengan
masjid. baik!

Rubrik:

Aspek yang dinilai Indikator kemampuan Nilai

Bacaan-bacaan, baik Melaksanakan salat Jumat


bacaan rukun maupun tanpa melakukan kesalahan khusyu 100
sunah dalam perannya sebagai
Gerakan-gerakan rukun jamaah, muazin, khatib atau kurang 95
khusyu
Kekhusyuan / imam.
tumakninah / Melaksanakan salat Jumat
khusyu 90
dengan melakukan 1-10

10
penghayatan kesalahan dalam perannya
sebagai jamaah, muazin, kurang 85
khusyu
khatib atau imam.
Melaksanakan salat Jumat khusyu 80
dengan melakukan 11-20
kesalahan dalam perannya
kurang 75
sebagai jamaah, muazin,
khusyu
khatib atau imam.
Melaksanakan salat Jumat khusyu 70
dengan melakukan 21-30
dalam perannya sebagai
kurang 65
jamaah, muazin, khatib atau
khusyu
imam.
Melaksanakan salat Jumat
khusyu 60
dengan melakukan lebih
dari 30 kesalahan dalam
perannya sebagai jamaah, kurang 55
muazin, khatib atau imam. khusyu

Saran Kepala Sekolah:


.
.
.

................, .................................

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran


Kepala Sekolah Pendidikan Agama Islam

.................................................. ..................................................
Nip : ........................................ Nip : ........................................

11
BAB II
PEMBAHASAN SHALAT JUMAT

A. Pergertian Shalat Jumat


Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari Jum'at dua rakaat
secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah
B. Hukum Shalat Jum'at
Shalat Jum'at memiliki hukum wajib farzu'ain bagi laki-laki / pria dewasa
beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi
bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat
tidaklah wajib hukumnya.
QS : 62 (Al Jum'ah) ayat 9



" Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat
pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan
tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui"
Hadits Riwayat Bukhari
Diriwayatkan dari Salman Al Farisi r.a. Nabi Muhammad Saw. pernah
bersabda, "siapapun yang mandi pada hari Jum'at, membersihkan dirinya
semampunya, meminyaki rambutnya atau memakai wewangian di tubuhnya
dengan wewangian yang ada di rumahnya, kemudian pergi (untuk mengerjakan
shalat Jum'at) dan tidak menerobos dua orang yang sedang duduk (di dalam
masjid), kemudian shalat sebanyak (yang Allah) wajibkan atasnya, lalu diam
ketika imam tengah menyampaikan khutbah, maka dosa-dosanya antara Jumat itu
dan Jumat sebelumnya dimaafkan Allah."
C. Syarat Sah Melaksanakan Shalat Jumat
1. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk
sholat Jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan salat Jum'at di tempat
sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll.

12
2. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum'at adalah 40 orang.
3. Shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah
dua khutbah dari khatib.
D. Ketentuan Shalat Jumat
Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut :
1. Mengucapkan hamdalah.
2. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW.
3. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4. Memberikan nasihat kepada para jamaah.
5. Membaca ayat-ayat suci Al-quran.
6. Membaca doa.
E. Hikmah Salat Jum'at
1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama,
beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia.
Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain
sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan
dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam.
F. Sunat-Sunat Shalat Jumat
1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan shalat jumat .
2. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi
seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku.
3. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol).
4. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat.
5. Memperbanyak doa dan salawat nabi.
6. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai.

13
Berikut adalah sumber dalam Hadits berkenaan dengan salat Jumat dan hari
Jumat :
"Mandi, mencabut bulu-bulu tak perlu, memakai siwak, mengusapkan
parfum sebisanya pada hari Jumat dianjurkan pada setiap laki-laki yang telah
baligh." (Muttafaq 'alaih)
"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi jinabat, kemudian
dia pergi ke masjid pada saat pertama, maka seakan-akan dia berkurban dengan
seekor unta dan siapa yang berangkat pada saat kedua, maka seakan-akan ia
berkurban dengan seekor sapi, dan siapa yang pergi pada saat ketiga, maka
seakan-akan dia berkurban dengan seekor domba yang mempunyai tanduk, dan
siapa yang berangkat pada saat keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan
seekor ayam, dan siapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah dia
berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang, maka malaikat
ikut hadir mendengarkan khutbah." (Muttafaq alaih).
"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat dan bersuci sebisa mungkin,
kemudian dia memakai wangi-wangian atau memakai minyak wangi, lalu pergi ke
masjid dan (di sana) tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk berjajar),
kemudian dia salat yang disunnahkan baginya, dan dia diam apabila imam telah
berkhutbah, terkecuali akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat (itu) dan
Jumat berikutnya selama dia tidak berbuat dosa besar." (HR. Al-Bukhari)
"Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, sesungguhnya
tidak seorang pun yang membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat kecuali
diperlihatkan kepadaku shalawatnya itu." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan
mendapat cahaya yang terang di antara kedua Jumat itu." (HR. Al-Hakim dan Al-
Baihaqi, hadit shahih)
"Sesungguhnya pada hari Jumat ada saat yang apabila seorang hamba muslim
mendapatinya sedang dia dalam keadaan salat dan memohon kebaikan kepada
Allah niscaya Allah akan mengabulkannya." (HR. Muslim)

14
Ayat 45 surat Al-Ankabut membahas filsafat agung shalat. Ayat itu
berbunyi, Sesungguhnya shalat itu mencegah [manusia] dari perbuatan yang keji
dan mungkar.
Pada dasarnya, hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk mengetahui
faktor pencegah paling kuat (dalam diri manusia) yaitu keyakinan terhadap wujud
Allah (sumber permulaan) dan Hari kebangkitan (mad) yang berpengaruh kuat
dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.
Seseorang yang berdiri untuk melakukan shalat dan mengucapkan takbir,
mengakui bahwa Allah swt; Dzat yang Lebih Baik dan Lebih Tinggi dari segala
yang ada dan akan mengingat semua kenikmatan yang telah diberikan oleh-Nya.
Dengan mengucapkan pujian dan syukur, ia memohon curahan kasih dan sayang-
Nya, mengingat hari pembalasan, mengakui ketundukan, melakukan
penyembahan kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya, meminta petunjuk dari-
Nya untuk mendapatkan jalan yang lurus dan memohon perlindungan sehingga
tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang telah dimurkai oleh-Nya
serta tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tersesat. (Kandungan
dari surat Al-Fatihah).
Tanpa syak lagi, manusia yang mempunyai kalbu demikian akan
memahami bahwa setiap langkah perjalanannya akan mengarah kepada sesuatu
yang hak dan benar, gerakannya akan menuju kepada kesucian dan
kesempurnaan, dan lompatannya akan melesat ke arah ketakwaan.
Manusia semacam ini, ketika melakukan shalat dengan membungkukkan
badannya untuk ruku, laksana seorang hamba dan meletakkan dahi di atas
permukaan tanah di haribaan suci-Nya untuk mengakui kebesaran dan kemuliaan-
Nya dan tenggelam dalam keagungan-Nya, serta menghapus segala ego dan
kesombongan yang ada pada dirinya.
Lalu ia pun akan mengucapkan syahadat untuk memberikan kesaksian atas
keesaan-Nya dan risalah Rasul-Nya.
Setelah itu, ia mengirimkan shalawat kepada utusan-Nya yang mulia, Rasulallah
saw dan menengadahkan kedua tangannya di bawah mihrab suci-Nya untuk

15
memohon belas kasih supaya dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba-Nya
yang salih.
Semua faktor ini akan memunculkan semangat spiritual dalam dirinya;
sebuah gelombang besar yang mampu melebur dan meluluhlantakkan setiap dosa
yang menumpuk di hadapannya. Amal semacam ini terulang beberapa kali dalam
sehari semalam. Bahkan, ketika ia terbangun dari tidurnya di pagi hari yang masih
gulita pun, ia telah tenggelam dalam kenikmatan mengingat-Nya. Di pertengahan
hari, ketika ia telah disibukkan oleh kehidupan materi, tiba-tiba suara takbir
muazin akan menghentakkan dan menyadarkannya untuk menghentikan sejenak
apa yang sedang dikerjakannya, kemudian bergegas mempersiapkan diri
menghadap ke pelukan Sang Kekasih. Bahkan pada akhir hari dan permulaan
malam sebelum menuju ke tempat istirahatnya pun, ia masih menyempatkan diri
untuk mencurahkan seluruh isi hatinya, mengadu, menangis, meratap, berkeluh
kesah kepada Sang Pemilik Hati dan menciptakan hatinya sebagai pusat cahaya-
Nya.
Setelah itu dan untuk selanjutnya, pada saat menyambut kedatangan
shalat, terlebih dahulu ia akan memulainya dengan mencuci dan menyucikan diri,
menjauhi segala hal yang haram dan menghindarkan diri dari kemarahan,
kemudian bergegas mendatangi tempat Sang Kekasih yang penuh dengan
persahabatan.
Demikianlah, seluruh faktor ini mempunyai efek dalam mencegah diri
ketika berhadapan dengan hal-hal yang keji dan mungkar. Hanya saja, efek shalat
itu sesuai dengan terpenuhinya syarat-syarat kesempurnaan dan ruh ibadah dalam
mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, yang terkadang hal ini dapat
membentuk sebuah sistem kontrol pada segala kondisi, terkadang pula pada
kondisi-kondisi tertentu dan terbatas.

16
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari Jum'at dua
rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah
2. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk
sholat Jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan salat Jum'at di tempat
sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun,
3. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama,
beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
B. SARAN
Saran kami terhadap kawan-kawan yaitu, jika makalah kami ini
mengalami kesalahan, mohon kawan-kawan bisa mengkritik dan memperbaiki isi
dari makalah kami ini yang salah, kami juga berharap, kami sendiri dan juga
kawan-kawan semua, semoga saja kita bisan mengetahui tentang pengertian shalat
jumat.

17
DAFTAR PUSTAKA

H. Rasjid, Sulaiman, Figh Islam, Sinar Baru Algensindo, Lampung, 1986


Anam, Misbah, Fi Tarjamah Bulughul Maram Min Adillatu al-Ahkam,
Jilid I, Pekalongan, Jamurah, tth.
Dimyati, Ishomuddin, Keagungan Hari Jumat, Surabaya, Khalista, 2006
Rifai, Muhammad, Fiqih Islam Lengkap, Semarang, PT. Karya Toha
Putra, 1978
Rosyid, Ibnu, Bidjatul Mudjatahid, Jilid III, Jakarta, Bulan Bintang, 1969

18