Anda di halaman 1dari 34

1

ACARA I

RADIASI MATAHARI , SUHU TANAH DAN SUHU UDARA


2

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam peningkatan produksi pertanian, salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah
faktor iklim, antara lain radiasi matahari dan Suhu. Cahaya matahari adalah salah satu syarat
suatu tanaman dapat berfotosintesis. Radiasi matahari berpengaruh langsung terhadap sifat
tanaman, yaitu terhadap kecepatan pertumbuhan, kecepatan transpirasi, dan dapat
menyebabkan pembakaran, pada periode kritis tanaman. Radiasi matahari mempengaruhi
pertumbuhan tanaman melalui tiga aspek. Pertama, intensitas cahaya yaitu jumlah cahaya
yang diterima persatuan luas, karena semakin tinggi intensitas cahaya semakin tinggi laju
fotosintesis. Kedua adalah kualitas cahaya yaitu mutu cahaya yang dicerminkan dari panjang
gelombang cahaya. Ketiga, dipengaruhi oleh peiriodisitas yaitu lama penyinaran matahai atau
panjang hari. Setiap tanaman membutuhkan intensitas, kualitas, dan lama penyinaran matahari
yang berbeda-beda. Untuk mengetahui lama penyinaran matahari, perlu dilakukan
pengukuran.
Suhu adalah kemampuan suatu benda dalam memberi dan menerima panas. Suhu juga
mencerminkan energi kinetik rata-rata dari pergerakan molekul suatu benda. Satuan suhu
yang umum di pergunakan adalah Celcius (C), Fahrenhait (F), Reamur (R ), dan Kelvin (K).
Suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, yakni dalam melakukan respirasi dan
transpirasi. Oleh karena itu kita perlu mengetahui suhu udara dan suhu tanah untuk
meningkatkan produktivitas pertanian.

1.2.Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui alat pengukur lama penyinaran sinar
matahari, suhu udara dan suhu tanah, serta memahami cara kerjanya masing-masing.
3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Radiasi Matahari ialah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang
terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik.
Spektrum radiasi Matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar
bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar X, sinar gamma,
dan sinar ultraviolet. Sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar inframerah.
Lama penyinaran surya adalah lamanya surya bersinar cerah sampai kepermukaan
bumi selama periode satu hari, diukur dalam jam. Periode satu haridisini lebih tepat disebut
panjang hari yakni jangka waktu selama surya berada diatas horison. Halangan terhadap
pancaran cahaya surya terutama awan, kabut,aerosol atau benda-benda pengotor atmosfer
lainnya. Lama penyinaran ditulis dalam satuan jam sampai nilai persepuluhan atau dalam
persen terhadappanjang hari. Intensitas radiasi surya yang sampai di permukaan bumi ialah
jumlah energi yang diterima bumi dari cahaya surya, pada luas tertentu serta jangka waktu
tertentu (Turyanti,2006).
Penerimaan radiasi surya dipermukaan bumi sangat bervariasi menurut tempat dan
waktu. Menurut tempat khususnya disebabkan oleh perbedaan letak lintang serta keadaan
atmosfer terutama awan. Pada skala mikro arah lereng sangat menentukan jumlah radiasi yang
diterima. Menurut waktu, perbedaan radiasi terjadi dalam sehari (dari pagi sampai sore hari)
maupun secara musiman (dari hari ke hari) (Handoko,1993).
Suhu merupakan ukuran relative dari kondisi termal yang dimilki oleh suatu benda.
jika dua benda yang bersinggunan dan tidak terjadi perpindahan panas antara kedua benda
tersebut, maka kedua benda ini disebut berada pada kondisi setara termal . postulat ini
disebut hukum kesetaraan termal yang merupakan dasar dari konsep fisika tentang suhu. Suhu
atau sering disebut dengan tenperatur adalah merupakan gambaran umum keadaan
energi/panas suatu benda yang mencerminkan energi rata-rata dari pergerakan molekul suatu
benda. Suhu sering juga disebut sebagai ukuran intensitas/derajat panas. Berbeda
pengertiannya dengan panas yang merupakan salah satu bentuk energi yang dikandung oleh
suatu benda dan diukur dalam satuan joule. Alat untuk mengukur temperatur disebut
termometer (Sutiknjo, 2005).
Angin dan suhu mempengaruhi jalan dan luasnya zat pencemaran udara. Dalam
keadaan normal udara dekat permukaan tanah dihangatkan oleh panas yang dipancarkan dari
tanah. Udara itu kemudian naik sambil membawa zat pencemar keatas kemudian
4

dihembuskan oleh angin di udara bagian atas. Jika terjadi inversi suhu, udara yang hangat
akan berada diatas udara dingin seperti suat loteng. Pada dasarnya suhu tinggi merangsang
pembentukan Co dan O. Jika camporan ekuilibrim pada suhu tinggi tiba-tiba didinginkan, Co
akan tetap berada didalam campuran yang telah didingankan tersebut karena dibutuhkan
waktu yang lama untuk mencapai ekuilibrium yang baru pada suhu rendah (Sari,2012).
Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan kombinasi
emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah juga disebut intensitas
panas dalam tanah dengan satuan derajat celcius, derajat farenheit, derajat Kelvin dan lain-
lain. Suhu tanah berpengaruh terhadap penyerapan air. Makin rendah suhu, makin sedikit air
yang di serap oleh akar, karena itulah penurunan suhu tanah mendadak dapat menyebabkan
kelayuan tanaman (Soleh,2013).
Suhu tanah biasanya diamati pada kedalaman 5, 10, 20, 50, dan 100 cm. Untuk
keperluan ini telah dibuat termometer sesuai dengan kedalamannya. Pengukuran suhu tanah
dilakukan pada tanah yang tertutup oleh rumput maupun tanah yang terbuka. Pengukuran
biasanya dilakukan dalam areal stasiun pengamatan. Areal tidak boleh ternaungi dan
tergenang air, hal ini harus dihindari. Termometer dilindungi dengan pagar kawat dan dijaga
agar tanah disekitarnya tidak terganggu. Prinsip kerja termometer tanah hampir sama dengan
termometer biasa, hanya bentuk dan panjangnya berbeda. Pengukuran suhu tanah lebih teliti
daripada suhu udara. Perubahannya lambat sesuai dengan sifat kerapatan tanah yang lebih
besar daripada udara (Sumini,2013).
Suhu dipermukaan bumi ini menurun dengan bertambahnya ketinggian dan sebaran
suhu dipermukaan bumi ini dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain: (1) jumlah radiasi
yang diterima perhari, permusim, dan pertahun. (2) pengaruh daratan dan lautan. (3) pengruh
lintang; (4) pengaruh elevasi, dan (5) pengaruh angin (Purnawanto,2012).
5

BAB III. METODELOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum pengenalan alat pengukuran lama penyinaran sinar matahari dan pengukuran
suhu udara dan suhu tanah ini di laksanakan pada hari Rabu, 4 Desember 2013 pukul 13:00
WITA di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

3.2. Alat dan Bahan

3.2.1. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah: alat pengukur lama
penyinaran sinar matahari tipe Jordan, thermometer tanah selubung plastik, thermometer
ruangan, kertas pias, dan waterpass.

3.2.2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan adalah tanah

3.3. Prosedur Kerja

3.3.1. Diamati alat yang dijelaskan


3.3.2. Dicatat hasil-hasil yang didapat dari pengamatan
3.3.3. Difoto alat-alat yang diamati pada praktikum
6

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Praktikum


4.1.1. Water pas

Keterangan:

A. tabung niva

B. Skala

4.1.2. Alat ukur lama penyinaran matahari tipe Jordan

Keterangan:
a. Tutup silinder
b. Celah sinar
c. Silinder Jordan
d. Pengatur inklinasi (kemiringan)
e. Skala angka
f. Dasar alat

4.1.3. Kertas pias

Keterangan:
a. Celah masuknya
cahaya
b. Skala yang dapat
dibaca
7

4.1.4. Termometer selubung Logam


Keterangan:
a. Tutup termometer
selubung logam
b. Termometer
c. Celah udara
d. Ujung thermometer
selubung logam

4.1.5. Termometer Udara

Keterangan:
a. Skala dalam Fahrenheit
b. Skala dalam Celcius
c. Skala yang dibaca
(ditentukan oleh air raksa)

4.1.6. Tabel Suhu Tanah

Kedalaman Tanah Kedalaman Tanah


Waktu
5 cm 10 cm

13:00 340C 310C


14:00 310C 320C
15:00 300C 320C
16:00 320C 340C
Rata-rata 31.750C 32.250C

Rata-rata untuk kedalaman 5 cm 34+31+30+32 = 31.75


4
Rata-rata untuk kedalaman 10 cm 31+32+32+34 = 32.25
4
8

4.2. Pembahasan

Pada praktikum kali ini, diperkenalkan alat pengukur lama penyinaran sinar matahari tipe
Jordan, Termometer Suhu Ruangan dan Termometer Suhu Tanah selubung logam. Untuk
mengukur lama penyinaran sinar matahari menggunakan alat pengukur tipe Jordan, terlebih
dahulu kertas pias dipasang melingkar pada silinder Jordan dengan bagian berwarna biru di
dalam serta lubang kertas pias tepat dengan celah pada silinder Jordan. Setelah itu, silinder di
tutup rapat. Untuk pengamatan, alat ini diletakkan pada tempat terbuka yang tidak ternaungi
dan datar, untuk memastikan alat dipasang datar, kita dapat menggunakan waterpass.
Kemudian alat dipastikan menghadap utara-selatan.
Hasil rekaman lama penyinaran tertera pada kertas pias melalui dua buah celah. Salah
satu celah menghadap ke timur dan celah lainnya menghadap ke barat. Kedua celah
membentuk sudut 600 sehingga masing-masing menangkap periode penyinaran yang tepat
sama yakni setengah hari (12 jam). Apabila seberkas matahari langsung mengenai kertas ini
akan meninggalkan bekas yang gelap. Jarak waktu antar garis tebal satu dengan yang lain
pada kertas pias menunjukkan waktu 1 jam, sedangkan jarak waktu antar garis tipis
menunjukkan waktu 10 menit.
Biasanya pengukuran dimulai pukul 06.00-18.00. setelah melihat hasil pengukuran,
barulah kita dapat menyimpulkan hasil pengamatan. Pengetahuan dalam menentukan lama
penyinaran menggunakan alat tersebut, kita dapat menentukan tanaman yang sesuai dengan
lama penyinaran pada suatu daerah.
Suhu ruangan semakin berkurang karna sudut datang sinar matahari semakin kecil pada
sore hari, sehingga pada praktikum kali ini suhu ruangan semakin sore semakin berkurang.
Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan kombinasi emisi
panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah biasanya diamati pada
kedalaman 5, 10, 20, 50, dan 100 cm. Areal tidak boleh ternaungi dan tergenang air, hal ini
harus dihindari. Prinsip kerja termometer tanah hampir sama dengan termometer biasa, hanya
bentuk dan panjangnya berbeda. Pengukuran suhu tanah lebih teliti dari pada suhu udara.
Perubahannya lambat sesuai dengan sifat kerapatan tanah yang lebih besar dari pada udara.
Praktikum kali ini suhu tanah diukur menggunakan thermometer suhu tanah selubung
logam dengan kedalaman 5 cm dan 10 cm. Suhu tanah kedalaman 5cm pada pukul 13.00
340C, pukul 14.00 310C, pukul 15.00 300C, pukul 16.00 320C. Rata-rata suhu dari pukul
13.00-16.00 yaitu 31.750C. Suhu tanah pada kedalaman 10 cm pada pukul 13.00 310C, pukul
14.00-15.00 320C, dan pada pukul 16.00 340C. Rata-rata suhu tanah kedalaman 10 cm dari
9

pukul 13.00-16.00 yaitu 32.250C. Suhu rata-rata pada kedalaman 5cm seharusnya lebih tinggi
dari suhu tanah pada kedalama 10 cm, karena panas pada permukaan tanah lebih tinggi akibat
radiasi matahari lebih dekat. Semakin dalam kita menggali suhu tanah semakin berkurang.
Perubahan suhu pada kedalaman 5cm dan 10 cm dari pukul 13.00-16.00 sangat signifikan, ini
bisa jadi disebabkan karena lingkungan atau tempat termometer diletakkan terdapat gangguan,
atau karena kerusakan pada termometer itu sendiri. Suhu tanah sangat mempengaruhi
pertumbuhan tanaman dalam hal penyerapan serta tranportasi hara dan air.
Pengaruh Radiasi matahari, suhu udara, dan suhu tanah sangat mempengaruhi
pertumbuhan tanaman dalam menentukan keberhasilan suatu produksi pertanian. Adanya
pengetahuan dan pemahaman dalam menentukan Radiasi matahari, suhu udara, dan suhu
tanah, kita dapat menyesuaikan tanaman yang sesuai dengan keadaan yang ada pada suatu
daerah, sehingga produksi pertanian meningkat. Dibutuhkan pendekatan yang paling baik
dalam rangka pembangunan pertanian antara sistem usahatani dengan keadaan iklim setempat
dengan menggunakan alat-alat klimatologi yang dapat membantu dalam bidang pertanian itu
sendiri.
10

BAB V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan

5.1.1. Salah satu alat untuk mengukur lama penyinaran sinar matahari yaitu tipe Jordan
dengan menggunakan kertas pias tipe Jordan.
5.1.2. Pemasangannya harus sesuai petunjuk agar hasil yang di dapat sesuai dengan
keadaan sebenarnya.
5.1.3. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu udara (ruangan) ialah termometer
ruangan.
5.1.4. Alat untuk mengukur suhu tanah yaitu termometer selubung logam.

5.2. Saran

Diharapkan alat-alat yang rusak di laboratorium diperbaharui dan alat-alat yang tidak ada
dilengkapi agar setiap praktikan dapat memahami dan mengenal alat lebih jauh. Praktikan
diharapkan memperhatikan setiap bagian alat yang dijelaskan asisten.
11

ACARA II

KELEMBABAN NISBI
12

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Dalam kehidupan di bumi ini kelembaban udara merupakan salah satu unsure penting bagi
manusia, hewan dan tumbuhan. Kelembaban udara juga menentukan bagaimana makhluk
hidup tersebut dapat beradaptasi dengan kelembaban yang ada di lingkungannya. Kelembaban
udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk
uap air. Kandungan uap air di udara hangat lebih banyak dari pada kandungan uap air di udara
dingin.

Dalam bidang pertanin, kelembaban udara biasanya digunakan untuk meningkatkan


produktifitas dan perkembangan tanaman budidaya. Dengan mengetahui kelembaban udara
di lingkungan tempat yang akan ditanami, kita dapat menentukan pemilihan jenis tanaman
yang sesuai dengan daerah tersebut.

Ada 3 macam pendekatan udara yang digunakan dalam bidang pertanian diantaranya
kelembaban mutlak, kelembaban spesifik, dan kelembaban relative udara yang menyatakan
nilai nisbi antara uap air yang terkandung dan daya kandung maksimum uap air di udara pada
suatu suhu dan tekanan tertentu, yang dinyatakan dalam persen (%).

1.2.Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui alat-alat pengukur kelembaban
nisbi atau relative humidity serta memahami cara kerjanya masing-masing.
13

BAB II. LANDASAN TEORI

Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat


dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relative) maupun deficit tekanan
uap air. Kelembaban mutlak adalah kandungan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap
air atau tekanannya) persatuan volume. Kelembaban nisbi membandingkan antara kandungan
antara tekanan uap air actual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara untuk
menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut pada keadaan jenuh
ditentukan oleh suhu udara (Handoko,1994).
Proses perubahan air menjadi uap air disebut penguapan (vaporasi atau evaporasi).
Molekul-molekul air yang mempunyai energy kinetic yang cukup untuk mengatasi gaya-gaya
tarik yang cenderung untuk menahannya dalam badan air diproyeksikan melalui permukaan
air. Oleh karena energy kinetic bertambah dan tegangan permukaan berkurang ketika
tempratur naik. Maka, laju penguapan naik menurut tempratur (Linsley,1989).
Tingkat kelembaban bervariasi menurut suhu. Semakin hangat suhu udara, semakin
banyak uap air yang ditampung. Semakin rendah suhu udara, semakin rendah jumlah uap air
yang dapat ditampung. Jadi, pada siang hari yang panas dapat menjadi lebih lembab
dibandingkan dengan hari yang dingin (Jamulya,2001)
Beberapa prinsip yang digunakan dalam pengukuran kelembaban udara yaitu metode
pertambahan panjang, berat pada benda-benda higroskopis serta metode termodinamika (Sari,
2012).
Kelembaban udara dapat di ukur dengan psikrometer yang terdiri dari thermometer
bola kering dan thermometer bola basah. Alat ini ditempatkan pada sangkar meteorology
dalam kedudukan tegak (Bayong, 2006).
Termohygrograf digunakan untuk mengukur serta mencatat suhu dan kelembaban
nisbi udara secara bersamaan di atas kertas grafik (pias) yang dipasang pada sekeliling drum
arloji. Alat ini menggunakan prinsip dengan sensor rambut untuk mengukur kelembaban
udara dan menggunakan bimetaluntuk sensor suhu udara (Puntorini,2011).
Termohygrometer adalah gabungan dari thermometer ruangan dan hygrometer, yaitu
alat untuk mengukur suhu udara dan kelembaban, baik di ruangan atupun di luar ruangan
(nababan,2012).
Kelembaban udara dalam ruangan tertutup dapat diatur sesuai dengan keingunan.
Pengaturan kelembaban udara ini didasarkankan atas prinsip kesetaraan potensi air antara
udara dengan larutan atau dengan bahan padat tertentu. Jika ke dalam suatu ruangan tertutup
dimasukkan larutan, maka air dalam larutan tersebut akan menguap sampai terjadi
keseimbangan antara potensi air pada udara dengan potensi larutan. Demikian pula halnya
jika hidrat Kristal garam-garam tertentu dimasukkan dalam ruang tertutup, maka air dari
hidrat Kristal garam akan menguap sampai terjadi keseimbangan potensi air (Lakitan, 1994).
14

BAB III. METODOLOGI PRAKTIKUM

3. 1 Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin 11 Desember 3013 pukul 13.00-14.00 di
laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

3. 2 Alat dan Bahan Praktikum

3.2.1. Alat

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain yaitu hygrometer,
Termometer bola basah bola kering, dan Termohigrograf Mini.
3.2.2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu kertas pias untuk termohigrograf
mini.

3. 3 Prosedur Kerja

1. Diamati dan didengarkan penjelasan Co.ass mengenai fungsi dari alat dan bagian-
bagian alat kelembaban udara yang diamati.
2. Dicatat hasil skala suhunya dari alat termometer bola kering dan bola basah.
3. Difoto alat-alat praktikum yang diamati.
15

BAB IV. HASIL PENGAMATAN

4.1 Gambar Alat dan Bahan Praktikum

a. Termohigrograf Mini

Pena pencatat suhu

Tempat meletakkan kertas pias


tipe termohigrograf

Pena pencatat kelembaban

Gambar 6. Termohigrograf mini

b. Higrometer

Pengukur kembaban (%)

Pengukur suhu( oC )

Gambar 7. Higrometer
16

c. Termometer Bola Basah Bola Kering

Termometer bola kering

Termometer bola basah

Kain muslim

Air aquades

Gambar 8. Termometer Bola Basah Bola Kering

d. Kertas Pias Termohigrograf Mini

Menunjukkan suhu

Menunjukkan kelembaban

Gambar 9. Kertas Pias Termohigrograf Mini


17

e. Suhu

Table 2. Data Suhu Psikrometer dan Termohygrometer

No. Alat ukur Suhu Kelembaban RH (%)


1. Spikrometer
Bola basah 30 C
75%
Bola kering 27 C
4. Termohigrometer 30 C 75%

4.2. Pembahasan
Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat
dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relative) maupun deficit tekanan
uap air. Kelembaban mutlak adalah kandungan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap
air atau tekanannya) persatuan volume. Kelembaban nisbi membandingkan antara kandungan
antara tekanan uap air actual dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara untuk
menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut pada keadaan jenuh
ditentukan oleh suhu udara.
Pada praktikum kali ini diperkenalkan beberapa beberapa alat ukur kelembaban nisbi
diantaranya: Psikrometer, Termohygrometer, dan Termohygrograf mini. Psikrometer terdiri
dari dua buah thermometer, yaitu thermometer bola basah dan thermometer bola kering. Pada
thermometer bola basah dilapisi kain kasa/muslim yang dibasahi secara terus menerus dengan
aquades. Untuk mendapatkan kelembaban, suhu udara bola kering dikurangi suhu udara
thermometer bola basah sebagai penunjuk kelembaban pada table. Psikrometer memiliki
ketelitian yang tinggi dalam menentukan kelembaban, akan tetapi untuk mendapatkan
kelembaban kita harus mempunyai table psikrometer.
Termohygrometer merupakan alat ukur kelembaban dan suhu berbentuk lingkaran.
Alat ini merupakan gabungan dari thermometer ruangan dengan hygrometer. Lingkaran yang
besar merupakan pengukur kelembaban dalam persen, sedangkan yang kecil menunjukkan
suhu ruangan. Dalam hal ketelitian, termohygrometer memiliki ketelitian yang sama dengan
psikrometer, ini ditunjukkan dari hasil pengamatan yang dilakukan yaitu 75%.
Termohygrograf merupakan alat ukur kelembaban gabungan dari termograf dan
hygrograf. Alat ini dapat mengukur suhu dan kelembabanpada waktu bersamaan dalam
bentuk grafik dengan lama pengukuran 7x24 jam. Termohygrometer menggunakan kertas pias
sebagai media penulis hasil pengukuran. Kertas pias yang digunakan terdiri dari dua
pengukuran, pada bagian atas mengukur kelembaban, sedangkan pada bagian bawah
menunjukkan suhu. Alat ini memiliki ketelitian yang rendah sehingga perlu ditera
menggunaka psikrometer. Selain itu alat ini juga memiliki kekurangan lain, yaitu tidak dapat
mengukur secara langsung.
18

Dalam bidang pertanian, kelembaban sangat penting untuk diketahui karena tanaman
membutuhkan kelembaban tertentu dalam melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, kita perlu
mengetahui kelembaban suatu daerah untuk menentukan tanaman yang sesuai dengan
kelembaban daerah tersebut.
19

BAB V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pengamatan dan pembahasan yaitu:

1. . Kelembaban nisbi membandingkan antara kandungan antara tekanan uap air actual
dengan keadaan jenuhnya atau pada kapasitas udara untuk menampung uap air.
Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut pada keadaan jenuh ditentukan
oleh suhu dan tekanan udara.
2. Alat-alat ukur kelembaban nisbi yaitu: psikrometer, termohygrometer, dan
termohygrograf mini.
3. Kelembaban sangat penting diketahui untuk menentukan tanaman yang sesuai pada
suatu lahan pertanian sehingga produktivitas dapat dicapai dengan optimum.
5.2. Saran

Sebaiknya pada saat praktikum, praktikan lebih memperhatikan asissten saat


menjelaskan bagian-bagian alat ukur kelembaban.
20

ACARA III

EVAPORASI, CURAH HUJAN DAN ANGIN


21

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Klimatologi pertanian merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan tentang hubungan


antara keadaan cuaca dan problema-problema khusus kegiatan pertanian, terutama membahas
pengaruh perubahan cuaca dalam jangka pendek. Selain itu dalam hubungan yang luas,
klimatologi pertanian mencakup pula lama musim pertanian, hubungan antara laju
pertumbuhan tanaman atau hasil panen dengan faktor atau unsur-unsur cuaca dari pengamatan
jangka panjang. pertanian, terutama membahas pengaruh perubahan cuaca dalam jangka
pendek. Sedangkan pada pengukuran suhu udara hal ini berhubungan langsung dengan
manusia dan kehidupannya dan penting untuk dipelajari dan dipahami.
Evaporasi merupakan proses perubahan dari bentuk cairan menjadi uap air ke
atmosfer, baik yang terjadi pada permukaan daratan, perairan maupun vegetasi. Transpirasi
adalah proses penguapan sejumlah air ke atmosfer yang terjadi pada jaringan tanaman.
Sedangkan evapotranspirasi (ET) ialah gabungan dari proses evaporasi dan trasportasi dan
sering terjadi pada tanah yang bervegetasi. Proses evapotranspirasi terdiri atas
evapotranspirasi potensial dan actual. Evapotranspirasi potensial terjadi pada daerah
pertanaman dengan kandungan air tanah pada tingkat kapasitas lapang. Sebaliknya jika
keadaan tanah kurang dari kapasitas lapang disebut evapotranspirasi actual.
Angin adalah aliran udara yang terjadi diatas permukaan bumi, yang disebabkan oleh
perbedaan tekanan udara pada dua arah yang berdekatan.Perbedaan tekanan ini disebabkan
oleh suhu udara sebagai akibat perbadaan pemanasan permukaan bumi oleh matahari.
Semakin besar tekanan udara maka semakin kencang pula angin yang akan ditimbulkan.
Angin lokal contohnya terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara di dua tempat yang
berdekatan seperti di laut dan di darat. Ada 3 hal yang penting menyangkut sifat angin yaitu :
kekuatan angin, arah angin, dan kecepatan angin.
Hujan merupakan suatu bentuk peristiwa uap air yang berasal dari awan yang ada di
atmosfer.Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan dinamakan pluviometer/penakar
hujan, penakar hujan dapat dikategorikan dalam dua jenis yaitu penakar hujan jenis biasa dan
otomatis. Bentuk penangkar hujan jenis biasa ini dibawah tendon terdapat keran untuk
mengeluarkan air air hujan yang diukur pada gelas ukuran, keuntungan dari jenis alat ini yaitu
kita dapat mengetahui kapan/jam berapa ada hujan dan berapa banyak curah hujan yang
sangat penting didalam hidrometeorologi.
22

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu: (1) evaporasi yang
berarti proses penguapan yang terjadi secara alami, dan (2) evaporasi yang dimaknai dengan
proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan.
Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan
penambahan panas. Panas dapat disuplai dengan berbagai cara, diantaranya secara alami dan
penambahan steam. Evaporasi diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu: (1)
pemberian panas ke dalam cairan, (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat
uap, (3) pemisahan uap dari cairan, dan (4) mengkondensasikan uapnya (Depi, 1999).
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu.
Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curan hujan diukur dalam
harian, bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain adalah bentuk medan/topografi, arah lereng medan, arah angin
yang sejajar dengan garis pantai dan jarak perjalanaan agina diatas medan datar. Hujan
merupakan peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari
atmosfer ke permukaan bumi (Handoko, 2003).
Angin yang tidak menguntungkanbagi pertanian adalah angin fohn, karena dapat
melayukan tanaman. Angin fohn terjadi karena udara yang mengandung uap air membentur
pengunungan atau gunung yang tinggi, sehingga naik.Makin ke atas, suhu makin dingin dan
terjadilah kondensasi yang selanjutnya terbentuk titik-titik air. Titik-titik air itu kemudian
jatuh sebagai hujan sebelum mencapai puncak pada lereng pertama. Angin terus bergerak
menuju puncak, kemudian jatuh pada lereng berikutnya sampai kelembah. Karena sudah
menjatuhkan hujan maka angin yang menuruni lereng ini bersifat kering. Akibat cepatnya
gerakan menuruni lereng, angin menjadi pasang sehingga angin fohn memiliki sifat menurun,
kering, dan panas (Wahyuningsih,2004).
Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin.
Satuan meteorology dari kecepatan angin adalah Knots Skala Beaufort. Sedangkan satuam
meteorologi dari arah angin adalah 00 3600 dan arah mata angin. Anemometer harus
ditempatkan di daerah terbuka. Pada saat tertiup angin, baling-baling yang terdapat pada
anemometer akan bergerak sesuai arah angin. Di dalam anemometer terdapat alat pencacah
yang akan menghitung kecepatan angin. Hasil yang diperoleh alat pencacah dicatat, kemudian
dicocokkan dengan skala Beaufort. Selain menggunakan anemometer, untuk mengetahui arah
23

mata angin, kita dapat menggunakan bendera angin. Anak panah pada baling-baling bendera
angin akan menunjukkan kearah mana angin bertiup. Cara lain dengan membuat kantong
angin dan diletakkan di tempat terbuka (Share, 2011).
24

BAB III.METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum agroklimatologi ini dilaksanakan pada hari senin pukul 09.00-11.00 pada
tanggal 31 Desember 2013 dilaksanakan di BMKG ( Badan Meteorologi dan Geofisika)
Kediri Lombok Barat.
3. 2 Alat dan Bahan Praktikum

3.2.1. Alat

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain yaitu hygrometer,
Termometer bola basah bola kering, dan Termohigrograf Mini.
3.2.2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu kertas pias untuk termohigrograf
mini.

3. 3 Prosedur Kerja

1. Diamati dan didengarkan penjelasan mengenai fungsi dari alat dan bagian-bagian alat
kelembaban udara yang diamati.
2. Dicatat hasil skala suhunya.
3. Difoto alat-alat yang diamati.
25

BAB IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

1.1.Gambar alat-alat praktikum

1. Penangkar hujan hilman (otomatis)

Keterangan :
1. Leher angsa
2. Pen
3. Kertas pias
4. Jam (tabung)
5. Tabung penampung
6. Gelas ukur

Gambar 10. Penakar hujan tipe hilman


26

2. P.H.ARG (Automatic Rain Gauge)

Keterangan :
1. Tipping bucket
2. Sendok 2 arah
(didalam tipping
bucket)
3. Data loger
4. Modem
5. Aki

Gambar 11. ARG (Automatic Rain Gauge)


27

3. P.H. Observasi

Keterangan :
1. Mulut penangkar
seluas 100 cm2.
2. Pipa sempit
3. Tabung kolektor
4. Keran
5. Gelas ukur

Gambar 12. P.H Observasi


4. Anemometer
Keterangan :
1. Pengukur kecepatan angin
2. Pengukur arah angin
3. Tiang
4. Tali loga

Gambar 13. Anomometer


28

5. Cup counter
Keterangan :
1. Spedometer
2. Tiang cup counter

Gambar 14. Cup counter

6. Van evaporasi

Stilling Well

Termometer
air

Panci
penguapan

Gambar 15. Van evaporasi


29

7. Campbell Stokes

Kertas pias

Bola gelas

Konveks

Pengatur letak
pias

Tempat
menyisipkan
kertas pias

Gambar 16. Campbell Stokes

8. Sangkar meteorologi

Sangkar
Meteorologi

Termometer bola
kering

Thermometer
bola basah

Termometer
maksimum

Thermometer
minimum

Gambar 17. Sangkar meteorologi


30

9. solarimeter

Solar Cell

Gambar 18. Solarimeter


10. HV Sampler

HV Sampler

Gambar 19. HV sampler


4.2. Pembahasan
Praktikum pengenalan alat ukur evavoasi, curah hujan, dan arah angin yang di lakukan di
BMKG Kediri di perkenalkan beberapa alat ukr yaaitu penangkar hujan tipe hilman, ARG
(Automatic Rain Range ), PH Observasi, Anemometer, Cup Counter, Van evaporasi,
Campbell meteorology, solarimeter dan HV sampler.
Alat yang digunakn untuk mengukur radiasi matahari adalah Campbell stokes dan
solarimeter. Campbell stokes berfungsi untuk menghitung lamanya penyinaran matahari .
Cara kerja dari Campbell stokes adalah sebagai berikut:

1. Memasang kertas pias pada tempat yang telah disediakan


31

2. Kertas pias akan terbakar jika ada sinar matahari yang jatuh ke bola, bola kaca disini
berfungsi untuk memfokuskan sinar yang jatuh di atasnya sehingga dapat membakar
kertas pias yang berada di bawahnya
3. Menghitung presentase kertas pias yang terbakar
4. Menggambar kertas pias yang telah digunakan
5. Menentukan lama penyinaran matahari dalam satu hari tersebut
Alat yang yang digunakan untuk mengukur curah hujan yaitu penangkar curah hujan.
Ada dua jenis pengukur curah hujan yaitu penangkar curah hujan observasi dan penangkar
hujan tipe Hilman. Penangkar curah hujan observasi bekerja secara manual dan pngukuran
dilakukan setiap tiga jam. Sedangkan pengukur curah hujan tipe Hilman bekerja secara
otomatis dan alat ini berisi kertas pias yang digunakan untuk mecatat curah hujan. Alat ini
berfungsi untuk mengukur besarnya curah hujan dalam satu hari tau 24 jam dalam satuan
(mm) pengamatan yang dilakukan mulai pada jam 07.00 pagi. Alat penagkar hujan tipe
Hilman memiliki beberapa kekurangan yaitu ; membutuhkan biaya yang mahal dan untuk
perawatannya dibanding dengan alat penangkar observasi, perawatannya lebih mudah. Alat
ukur curah hujan ini harus dipasang ditempat terbuka dan tidak terhalang oleh tumbuhan
maupun bangunan.
Rain Sampler adalah untuk mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi
kimia Air Hujan. Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel air
hujan wet dan dry. Prinsip kerjanya jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger
kepada sistem kontrol untuk membuka tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh
motor listrik, selama hujan penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti
maka penutup akan bergerak ke posisi semula. Sehingga air hujan yang di tempat
penampungan tak terkena kotoran lain karena tertutup rapat. Solar cell digunakan untuk
pembangkitan listrik.
Curah hujan sangat penting diketahui dalam sektor pertanian karena curah hujan
dapat menentukan ketersediaan air bagi tanaman di suatu daerah. Tanaman umumnya
tergantung pada hujan. Oleh karenanya, hampir semua tanaman untuk pertanian hanya
ditanam di musim hujan saja. Misalnya jika curah hujan di suatu daerah kurang dari 2.5 mm
perhari maka daerah tersebut dapat menyediakan air bagi tanaman sehingga tanaman tidak
kekurangan air dan dapat berproduksi maksimum. Akan tetapi jika daerah tersebut merupakan
daerah yang memiliki curah hujan yang kurang, maka dapat dibuat irigasi agar air selalu
tersedia bagi tanaman.
32

Alat yang digunakan untuk kecepatan dan arah angin yaitu anemometer. Alat ini
memiliki dua buah sisi dimana salah satu sisi mengukur kecepatan angin dan sisi yang lain
mengukur arah angin, pada sisi yang berfungsi dalam mengukur kecepatan angin berbentuk
seperti mangkok menghadap satu arah melingkar, sehingga bila angin bertiup dari satu arah
baling-baling akan berputar. Anemometer terdapat tiga jenis ukuran yaitu 0,5 m, 2 m dan 10
m dari permukaan tanah. Alat ini harus dipasang vertikal dengan ketinggian tertentu dari
permukaan tanah dan harus dipasang ditempat yang tidak terhalang oleh tumbuhan maupun
bangunan. pengamatan kecepatan angin dapat dilakukan setiap hari.
Anemometer terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai pengukur kecepatan
angin yang berbetuk mangkok atau cup. Bentuk ini dimaksudkan agar memudahkan berputar
dengan tepat dan satu arah. Cup counter anemometer ini, di dalamnya terdapat dua sensor,
yaitu cup-propeller sensor untuk kecepatan angin dan vane weather cock untuk sensor arah
angin. Alat ini dihubungkan dengan sensor vertikal yang kemudian dihubungkan dengan
perekam. Selanjutnya, perekam akan menerjemahkan sensor yang diterima ke dalam
komputer, sehingga nantinya dapat diperoleh data kecepatan angin secara otomatis. Bagian
kedua adalah sebagai pengukur arah angin, jadi dengan alat tersebut kita dapat mengetahui
darimana datangnya angin.
Kecepatan angin akan terus meningkat sejalan meningkatnya ketinggian suatu tempat.
Apabila topografi suatu tempat itu tinggi maka tekanan udaranya akan menurun, kita ketahui
bahwa angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah sehingga pada dataran
tinggi kecepatan angin akan semakin kencang atau tinggi. Hal ini, disebabkan karena semakin
tinggi tempat tersebut maka semakin jauh pula keberadaan kita pada permukaan bumi,
sehingga mengakibatkan kecepatan angin semakin meningkat, sebab tingginya tekanan angin
dipengaruhi oleh faktor permukaan bumi.
Angin secara tidak langsung mempunyai efek penting pada produksi tanaman
Budidaya. Angin merupakan perantara dalam penyebaran tepung sari pada penyerbukan
alamiah, tetapi angin juga dapat menyebarkan benih rumput liar dan melakukan penyerbuka
silang yang tidak diinginkan.Angin dapat membantu dalam menyediakan karbon dioksida
yang membantu pertumbuhan tanaman, selain itu juga mempengaruhi suhu dan kelembab.
Pan Evaporimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur evaporasi. Pan
Evaporimeter kancah kelas A berbentuk seperti bak dengan permukaan bulat. Alat ini
diletakkan diatas kerangka kayu bercat putih dengan rongga yang cukup pada bagian
bawahnya. Pada dasarnya alat ini menunjukkan nilai penguapan dari suatu genangan air
bersih di atmosfer terbuka. Penguapan di lakukan secara rutin pada waktu yang telah
33

ditentukan. Nilai penguapan dapat dihitung dengan mengaitkan beberapa millimeter jumlah
curah hujan yang terjadi. Penggunaan alat ini dimasukkan agar mampu mengikuti perubahan
cuaca terutama radiasi matahari setiap hari.
Cara mendapatkan penguapan netto adalah dengan menambahkan atau mengambil air
dari tangki yang berbentuk silinder. Usahakan air di dalam tabung penenang tetap sama tinggi
dengan fixed point. Jika tinggi pedoman terbenam, air yang ada di dalam tangki penguapan
harus diambil sampai tinggi air sama dengan titik tinggi pedoman. Jika titik tinggi pedoman
tidak rata dengan air maka air ditambahkan ke dalam tangki penguapan sampai air setinggi
dengan fixed point atau tinggi titik pedoman. Pada sisi pan evaporimeter diberi pelindung
berupa jeruji kawat. Fungsinya adalah untuk melindungi pan evaporimeter dari pengganggu
sehingga pencatatan bias lebih akurat. Prinsip kerja dari pan evaporimeter adalah adanya
suatu genangan air yang diukur selisih tinggi air awal dengan air setelah penguapan terjadi.
Pan evaporimeter diletakkan di atas tanah. Pan diisi dengan air dan diusahakan tinggi muka
air sesudah dilakukan pembacaan sekitar 5 cm di bawah bibir panci. Cara pembacaannya,
mula-mula ujung kail dipasang tepat pada permukaan air. Setelah waktu tertentu terjadi
penguapan, kail tidak lagi menempel pada permukaan air. Dengan perantara alat pemutar
skala, kail dikembalikan hingga tepat menyinggung muka air kembali, kemudian dibaca
besarnya penurunan dari kail yang merupakan besarnya penguapan yang terjadi.
34

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pengamatan dan pembahasan yaitu:
1. Alat-alat yang diperkenalkan yaitu penangkar hujan tipe hilman, ARG (Automatic
Rain Range ), PH Observasi, Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut
dengan Anemometer, Cup Counter, alt ukur evavorasi disebut Van evaporasi,
Campbell meteorology, solarimeter dan HV sampler.
2. Masing-masing alat memiliki fungsi dan bentuk myang berbeda-beda.
3. Evaporasi merupakan proses perubahan dari bentuk cairan menjadi uap air ke
atmosfer, baik yang terjadi pada permukaan daratan, perairan maupun vegetasi.
4. Curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh di permukaan tanah selama periode
tertentu diukur dalam satuan tinggi diatas permukaan horizontal apabila tidak terjadi
kehilangan air oleh proses evaporasi dan peresapan.
5. Alat-alat ukur klimatologi tersebut sangat erat kaitannya dengan pertanian, terutama
untuk mengukur kelembaban dan suhu yang baik bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman.

5.2. Saran
Hasil pengukuran tentang cuaca lebih baik di informasikan kepada petani agar petani
dapat memanfaatkan dan menerapkan mempredeksi tersebut dalam melakukan budidaya
pertanian.