Anda di halaman 1dari 9

HUBUNGAN USAHA DAN ENERGI KINETIK

Pendahuluan
Pada prinsipnya Hk gerak II Newton yang telah kita pelajari dalam Dinamika telah rnencakup seluruh
persoalan mekanika klasik. Namun demikian penyelesaian persamaan percepatan yang diakibatkan oleh
gaya yang berubah-ubah tidak selalu mudah dilakukan. Disinilah berperannya hubungan yang
menggunakan besaran ENERGI yaitu memudahkan penyelesaian masalah-masalah gerak tartentu yang
akan kita pelajari dalam buku kecil ini. Hubungan Energi ini tidak terpisah dari Hk. gerak Newton, ia
hanya MENYATAKAN KEMBALI HUKUM NEWTON DALAM BENTUK YANG MEMUDAHKAN
KITA MEMPEROLEH JAWABAN TERHADAP PERSOALAN TERTENTU.
Jadi menggunakan hubungan energi tidak lain dari mengguanakan Hk. gerak Newton secara tak
langsung.
Sebagai contoh-contoh persoalan yang tak mudah diselesaikan langsung dengan Hk II Newton adalah
benda yang meluncur diatas jalan licin yang melengkung
bergelombang dalam bidang vertikal seperti pada gambar disebelah
1 ini, karena resultan gaya maupun percepatannya berubah-ubah
secara tidak sederhana. Dengan hubungan usaha - energi persoalan
ini menjadi sangat sederhana penyelesaiannya.
2
Meskipun demikian kita harus pula menyadari bahwa tidak semua pertanyaan dapat di jawab dengan
hubungan energi tersebut, misalnya mengenai waktu yang diperlukan untuk berpindah dari posisi awal
ke posisi akhir. Begitu pula arah kecepatan tidak dapat diperoleh langsung dari hubungan ini/bentuknya
Skalar.
Dalain bagian ini kita akan nrulai dengan nendefinisikan "Usaha" atau "Kerja" (work) yang
dilambangkan dengan W karena besaran ini cerupakan konsep dasar hubungan energi. Kemudian kita
lanjutkan dengan hubungan usaha dengan besaran dasar lainnya yang disebut energi kinetik.
1. USAHA
Jika kita berbicara mengenai usaha maka ia selalu dikaitkan dengan gaya yang dilakukan pada suatu
sistem dan perpindahan yang diala.-r.i oleh sistem itu.
F
s Misalkan kita mendorong sebuah peti (sistem S)

S dengan raelakukan gaya F pada peti tsb, sedangkan peti


mengalami perpindahan s, rraka dikatakan
bahwa :
GAYA F MELAKUKAN USAHA TERHADAP SISTEM S, atau KITA (PELAKU GAYA)
MELAKUKAN USAHA TERKADAP SISTEM S (YANG MENGALAMI GAYA).
Untuk menghitung berapa besamya usaha yang dilakukan oleh gaya F pada sistem S tersebut, marilah kita
pelajari definisi Usaha atau Kerja Tersebut.
Kita mulai dengan kasus yang paling sederhana sob :
Sistem S mengalami GAYA KONSTAN F (besar dan arahnya konstan) selama mengalami
perpindahan S. Sudut antara F dan S adalah 0 (juga konstan)
Maka usaha yang dilakukan oleh gaya F pada sistem S selama
perpindahan S adalah :
W12 = F cos. 0 S = F. S

Satuan usaha 1 Nm = 1 juole = 1 J


Contoh
Tentukanlah usaha yang dilakukan. gaya gravitasi mg = 10 N yang arahnya vertikal ke bawah selama
perpindahan :
a) dari y = yo hingga y = ym
a) dari y = ym hingga y = 0
a) dari y = yo hingga y = 0
jawab : Fy = -mg = -10 (karena arah y positif dipillih keatas)
a) Wyo ym = Fyy = Fy (ym yo) = (-mg ) (ym - yo)
= -10 (20-10) = -100 J
b) Wym 0 = (-mg ) (0 - ym )
= (-10 )(-20) = 200 J
c) Wyo 0 = (-mg ) (0 - yo)
= -10 (-10) = 100 J

JIKA F TIDAK KONSTAN, TETAPI FUNGSI POSISI


Dalam hal ini kita tinjau usaha yang dilakukan oleh gaya f selama suatu perpindahan yang kecil sekali
sehingga selama perpindahan tsb. F dapat dianggap konstan.

dw = F . ds = F cos ds

dw = sejumlah kecil usaha, bukan pertambahan usaha.


2
W1 2 dw usaha total selama perpindahan dari posisi 1 ke posisi 2, bukan W1 - W2
1

2 1
W1 2 F cosds F .ds
1 2